Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas ridho
rahmat dan karunia-nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang
berjudul Planning dalam Manajemen Keperawatan tepat pada waktunya.
Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyusun
makalah ini. Ucapan terima kasih ini juga disampaikan kepada yang terhormat
1

Julien Kumari, S. Kep,. Ners selaku guru pembimbing sekaligus sebagai

dosen di mata pelajaran Manajemen Kepemimpinan.


Orangtua, sahabat dan rekan-rekan yang telah banyak membantu sehingga
terselesainya makalah yang kami kerjakan.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini banyak terdapat

kekurangan. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini pada masa yang
akan datang.
Akhir kata Penulis berharap makalah ini dapat berguna bagi semua pihak,
khususnya bagi mahasiswa/mahasiswi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang.

Pangkalpinang, September 2015

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................1
DAFTAR ISI............................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN
A.
B.
C.
D.

Latar Belakang.............................................................................................3
Rumusan Masalah........................................................................................3
Tujuan..........................................................................................................4
Manfaat........................................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.

Pengertian Perencanaan...............................................................................5
Perencanaan Dalam Managemen Keperawatan...........................................5
Jenis Perencanaan Dalam Managemen Keperawatan..................................6
Perencanaan Sumber Daya Manusia Keperawatan......................................6

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan................................................................................................21
B. Saran..........................................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................22

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Perencanaan merupakan fungsi dasar manajemen. Perencanaan
adalah pandangan kedepan dan merupakan fungsi yang paling penting
tentang suatu rencana kegiatan yang berisi tujuan apa yang harus dicapai,
bagaimana cara pencapainya, tempat kegiatan tersebut dilaksanakan,
bagaimana indikator/tolak ukur untuk mencapai tujuan. Serta kegiatan apa
yang harus dilakukan selanjutnya.
Perencanaan dalam keperawatan

merupakan

upaya

dalam

meningkatkan profesionalisme pelayanan keperawatan sehingga mutu


pelayanan keperawatan dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Dengan
melihat pentingnya fungsi perencanaan, dibutuhkan perencanaan yang
baik dan profesional. Perencaanaan yang baik harus berdasarkan sasaran,
bersifat

sederhana,

mempunyai

standar, fleksibel,

seimbang

dan

menggunakan sumber-sumber yang tersedia terlebih dahulu secara efektif


dan efesien.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah pengertian perencanaan ?
2. Bagaimana perencanaan dalam managemen keperawatan ?
3. Bagaimana jenis perencanaan dalam managemen keperawatan ?
4. Bagaimana perencanaan sumber daya manusia keperawatan ?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian perencanaan.
2. Untuk mengetahui perencanaan dalam managemen keperawatan.
3. Untuk mengetahu jenis perencanaan dalam managemen
keperawatan
4. Untuk mengetahui

perencanaan

sumber

daya

manusia

keperawatan.
D. MANFAAT
1. Sebagai masukan, literature dan pengembangan bagi mahasiswa
Poltekkes Pangkalpinang.
3

2. Menambah pengetahuan dan wawasan tentang Perencanaan dalam


Manajemen Keperawatan.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian perencanaan
Perencanaan merupakan usaha sadar dan pembuatan keputusan yang
telah diperhitungkan secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan
di masa depan dalam oleh suatu organisasi dalam rangka pencapaian
tujuan yang telah ditetapkan (Asmuji, 2012). Perencanaan adalah
menyusun langkah strategis dalam mencapai tujuan organisasi yang telah
ditetapkan (Nursalam, 2011).
Perencanaan di sini dimaksudkan untuk menentukan kebutuhan
dalam asuhan keperawatan kepada semua pasien, menegakkan tujuan,

mengaloksikan anggaran belanja, menetapkan ukuran dan tipe tenaga


keperawatan yang dibutuhkan, membuat pola struktur organisasi yang
dapat

mengoptimalkan

efektivitas

kerja

staf,

serta

menegakkan

kebijaksanaan dan prosedur operasional untuk mencapai visi dan misi


institusi yang telah ditetapkan (Nursalam, 2011).
B. Perencanaan dalam manajemen keperawatan
1. Perumusan visi, misi, filosofi, dan tujuan
a. Perumusan visi
Istilah lain dri visi adalah mimpi, cita-cita. Visi merupakan dasar
untuk membuat suatu perencanaan sehingga harus disusun secara
singkat, jelas, dan mendasar, serta harus ada batasan waktu
pencapaiannya. Visi merupakan pernyataan yang berisi tentang
mengapa organisasi pelayanan keperawatan dibentuk.
b. Perumusan misi
Misi merupakan uraian yang berisi pernyataan-pernyataan
oprasional guna mencapai visi yang telah ditetapkan.
c. Perumusan filosofi
d. Perumusan tujuan
Tujuan merupakan sesuatu yang ingin dicapai. Tujuan memberikan
arah bagi organisasi utuk menentukan apa yaang harus dilakukan,
bagaimana cara pencapainya, bagaimana cara menilainya.
C. Jenis perencanaan dalam manajemen keperawatan
Kegiatan perencanaan dalam manajemen keperawatan adalah
membuat perencanaan jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek.
Perencanaan jangka pendek atau disebut juga perencanaan operasional
adalah perencanaan yang dibuat untuk kegiatan satu jam sampai dengan
satu tahun, perencanaan jangka menengah adalah perencanaan yang dibuat
untuk kegiatan satu sampai lima tahun, sedangkan perencanaan jangka
panjang merupakan strategi perencanaan yang dibuat untuk kegiatan tiga
sampai 20 tahun.
Menurut Keliat, dkk (2006) dalam Asmuji (2012), rencana jangka
yang diterapkan diruang keperawatan adalah rencana harian, rencana
bulanan, dan rencana tahunan.
a. Rencana harian

Rencana harian adalah yang berisi kegiatan masing-masing


perawat yang dibuat setiap haari sesuai perannya. Rencana hari ini
dibuat oleh kepala ruang, ketua tim dan perawat pelaksana.
b. Rencana bulanan
Rencana bulanan adalah rencana yang berisi kegiatan dalam satu
bulan.
c. Rencana tahunan
Rencana tahunan adalah rencana yang dibuat setiaap satu tahun
sekali.
D. Perencanaan SDM Keperawatan
Kegiatan perencanaan dalam manajemen keperawatan adalah
perencanaan SDM keperawatan. Perencanaan SDM keperawatan sangat
menentukan efektifitas dan efisiensi kegiatan dalam organisasi dalam
pelayanan keperawatan.
1. Pengertian
Perencanaan SDM adalah kegiataan perencanaan tenaga
kerja agar sesuai dengan kebutuhan organisasi serta efektif
efesien dalam membantu terwujudnya tujuan. Perencanaan SDM
kesehatan adalah proses estimasi terhadap jumlah SDM
bedasarkan empat, keterampilan, dan perilaku yang dibutuhkan
untuk memberikan pelayanan kesehatan.
2. Dasar perencanaan SDM keperawatan
a. Perencanaan tidak timbul dengan

sendirinya,

tetapi

perencanaan timbul didasari oleh hasil pemikiran yang


bersumber dari hasil-hasil penelitian. Perencaaan tidak boleh
hanya mengadalkan asumsi . Tanpa data yang aktual dan
valid, perencanaan yang dibuat tidak akan dapat digunakan
untuk menjawab permasalahan yang dihadapi.
b. Perencaaan mutlak harus memiliki keberanian mengambil
keputusan dengan segala resikonya. Perencanaan yang kita
buat tidak hanya sekedar berupa sebuah rencana. Rencana
yang dibuat harus ada dasarnya.

c. Orientasi suatu rencana adalah masa depan. Artinya, rencana


diibaratkan suatu titik yang akan kita tuju dan kita capai.
Rencana harus mempunyai arah kedepan, maju, dan realistis.
d. Rencana hanya mempunyai makna. Artinya, janganlah
membuat suatu rencana yang tidak jelas arah dan tujuannya.
Dengan dukungan data dan fakta yang objektif akan
memunculkan masalah yang aktual sehingga perencanaan
yang dibuat akan bermakna.
Mengacu pada dasar pembuatan

perencanaan

tadi,

harapannya dapat digunakan untuk menjawab pertanyaanpertanyaan yang berkaitan dengan siapa SDM keperawatan
yang dibutuhkan, keterampilan dan kompetesi seperti apa
yang harus dipunyai oleh calon perawat yang dibutuhkan,
ruangan mana yang kekurangan dan membutuhkan tenaga
keperawatan,

kapan

tenaga

keperawatan

dibutuhkan?,

mengapa SDM keperawatan tadi dibutuhkan?.


3. Tujuan perencanaan SDM keperawatan
Menurut Hasibuan (2005), tujuan perencanaan

SDM

keperawatan adalah sebagai berikut:


a. Menentukan kualitas dan kuantitas tenaga keperawatan.
Perencanaan yang baik akan menghasilkan suatu draf yang
memunculkan kualifikasi SDM keperawatan seperti apa yang
dibutuhkan. Contoh kebutuhan SDM berdasarkan tingkat
pendidikan (D3 keperawatan atau S1 keperawatan).
b. The right man on the right place and the right man on the
right job (efektifitas dan efisensi).
Penepatan SDM keperawatan sesuai minat, spesialisasi, dan
kualifikasi pendidikannya akan meingkatkan efektifitas dan
efesiensi pelaksanaan tugas-tugas keperawatan.
c. Menjamin tersedianya tenaga keperawatan masa sekarang
maupun masa mendatang.
Perencanaan SDM keperawatan harus dibuat secara cermat
dan teliti. Data-data menunjang harus tersedia dengan cukup,
antara lain dalam hal apakah dalam waktu dekat atau

beberapa

tahun

kemudian

ruang

keperawatan

akan

dikembangkan, berapa jumlah tenaga keperawatan yang kirakira dibutuhkan, dan beberapa jumlah tenaga keperawatan
yang pensiun tahun ini atau tahun-tahun berikutnya.
d. Menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas.
Perencanaan yang cermat akan menghasilkan hitunghitungan yang matang dalam hal SDM. Dengan demikian,
tidak sampai terjadi penggedutan ataupun kekurangan SDM
pada spesifikasi area tertentu atau area keseluruhan yang
penyebab tumpang tindihnya pelaksanaan tugas.
e. Mempermudah koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi.
f. Menjadi pedoman dalam menetapkan program penarikan,
seleksi,

pengembangan,

kompetensi,

pengintegrasian,

pemeliharaan, kedisiplian, dan pemberhentian karyawan.


g. Menjadi pedoman dalam melaksanakan mutasi dan pensiun
tenaga keperawatann.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perencanaan merupakan usaha sadar dan pembuatan keputusan
yang telah diperhitungkan secara matang tentang hal-hal yang akan
dikerjakan di masa depan dalam oleh suatu organisasi dalam rangka
pencapaian tujuan yang telah ditetapkan (Asmuji, 2012). Penghitungan
sumber daya manusia tidak seluruhnya sesuai tergantung dari situasi
dan kondisi di lapangan kerja.
B. Saran
1. Diharapkan pada teman-teman agar memberi motivasi dalam penyusunan
makalah ini.
2. Saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan agar dalam
penyusunan makalah berikutnya dapat lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Asmuji. 2012. Managemen Keperawatan. Jogjakarta: AR- Ruzz Media


Nursalam. 2011. Managemen Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

10