Anda di halaman 1dari 3

Automatic Sprinkler System

Calculations
Russell P. Fleming
1.1 Pengenalan
Air bukanlah bahan pemadam yang sempurna dalam media memadamkan api,
air mempunyai kelemahan dalam memadamkan dalam materi atau bahan yang reaktif
dengan air (Hidrokarbon). Namun walaupun tidak dapat memadamkan api, pada
akhirnya kemampuan pendinginan dapat melindungi struktur elemen bangunan
dengan mengandung api sampai dapat dipadamkan dengan cara lain. Biasanya
dengan cara kabut air atau dengan sprinkler. Sehingga media pemadam menggunakan
sprinkler dianggap paling efektif.
Jenis-Jenis Sprinkler
a.
b.
c.
d.

Sprinkler sistem Pipa basah


Sprinkler sistem Pipa kering
Sistem Deluge
Sistem Preaction

Standat yang digunakan

NFPA 13, Standard for the Installation of Sprinkler Systems


NFPA 14, Standard for the Installation of Standpipe and Hose Systems
NFPA 20, Standard for the Installation of Centrifugal Fire Pumps
NFPA 22, Standard for Water Tanks for Private Fire Protection
NFPA 24, Standard for the Installation of Private Fire Service Mains and
Their Appurtenances

1.2 Batasan dan Perhitungan dalam Sprinkler


Dalam medesain sprinkler harus sesuai dengan perhitungan dan standart yang
ada. Adapun yang harus dihitung adalah Pehitunga Hidrolik, suplai air dan desain
jumlah Sprinkler.
1.3 Hydraulic Calculations / Perhitungan Hidrolik
Jumlah Sprinkler Berdasarkan density

Yang pertama dalam mendesain sprinkler adalah melihat jenis bahaya hunian
yang ada dan dapat dilihat pada grafik NFPA 13 (1999). Dari grafik tersebut di
dapat area dan kepadatan orang yang ada dalam hunian yaitu :

Dari contoh diketahui terdapat density 0,15 gpm / ft2 (6.1 mm / min) pada area 2.400
ft2 (221m2). Berdasarkan titik yang dipilih dari daerah sampel / kurva density di atas
dan jarak maksimum sprinkler dalam hal ini 12 x 15 ft ( 3.66 x 5.57 ) m maka daerah
proteksinya adalah 180 ft 2 (16.72 m2) sedangkan area/luas ruangan 2.400 ft2
(221m2) maka dapat dicari jumlah sprinkler dengan ebagi luas dengan luas proteksi
sprinkler :

Selain menuntukan jumlah sprinkler juga harus menghitung aliran air minimal (Debit
Minimal Sprinkler) dengan mencari coverage are terlebih dahulu. Setelah itu
mengalikan density dengan coverage area (derah lindungann maximal sprinkler)
Contoh :
Suatu sprinkler memiliki jarak maksimal 7 ft (2,1 m) (sprinkler dengan sprinkler),
dan 5 ft (1,5 m (ke dinding), dan density area tersebut 0.15 gpm (95.4 lpm). Maka
dapat dicari dengan rumus berikut :

Sehingga di dapat hasil sebagai berikut :

Sandart Tekanan
Tekanan pada pipa cabang sprinkler dapat di hitung dengan persamaa berikut :

Dimana K adalah ketetapan standart yaitu 5.6