Anda di halaman 1dari 6

PERILAKU KEORGANISASIAN

Oleh :
A.A. Gede Raka Plasa N.

[ 0915351128 ]

A.A. Eka Darmayanthi

[ 0915351147 ]

Harsya Widyasari

[ 1115351066 ]

Monica Krissindiastuti

[ 1115351082 ]

PROGRAM EKSTENSI FAKULTAS EKONOMI


UNIVERSITAS UDAYANA
2013

Setiap individu dalam organisasi, semuanya akan berperilaku berbeda satu sama lain, dan
perilakunya adalah ditentukan oleh masing-masing lingkungannya yang memang berbeda.

Karakteristik

yang dimiliki individu inilah yang akan dibawa pada saat memasuki lingkungan baru yaitu
oraganisasi. Setiap pemimpin organisasi perlu memahami karakteristik setiap individu yang
menjadi anggota organisasinya. Perilaku individu dapat dipahami dengan mempelajari
karakteristik individu yang melekat pada diri individu tersebut. Berbagai variable karakteristik
yang perlu dipahami antara lain ;
1. Karakterisitk biografis
1) Umur
Umur berpengaruh terhadap bagaimana perilaku seorang individu termasuk bagaimana
kemampuannya dalam bekerja. Semakin tua umur semakin kecil untuk keluar dari suatu
perusahaan. Segi produktifitas ternyata orang yang berumur lebih produktif karena lebih
berpengalaman, terampil sehingga dapat menguasai pekerjaan dengan baik.
2) Jenis kelamin
Dewasa ini membuktikan bahwa kinerja pria dan wanita dalam menangani pekerjaan
relative sama, tidak ada bukti yang pasdti bahwa pria dan wanita tampil lebih baik dalam
bekerja. Keduanya hampir sama konsistennya dalam memecahkan masalah, keterampilan
analitis dorongan kompetitif, motivasi, sosiabilitas, dan kemampuan belajar.
3) Status perkawinan
Ditinjau dari segi absensi, penelitian membuktikan bahwa orang yang sudah berumah
tangga relative lebih baik dibandingkan dengan single atau yang belum berumah tangga.
Hal ini disebabkan karena orang yang sudah berumah tangga memiliki rasa
tanggungjawab yang lebih baik dan menganggap pekerjaan lebih berharga dan menjadi
prioritas.
4) Jumlah tanggungan
Dalam penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah tanggungan dalam
keluarga akan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan.

5) Masa kerja
Ada hubungan yang positif antara lama masa kerja dengan kepuasan kerja, artinya
semakin lama seorang karyawan bekerja, maka semakin kecil keinginan karyawan untuk
meninggalkan pekerjaannya.
2. Kemampuan
Kemampuan adalah kapasitas seseorang untuk melaksanan tugas atau kegiatan dalam
suatu pekerjaan. Ada dua kategori kemampuan, yaitu :
1) Kemampuan intelektual
Kemampuan yang diperlukan untuk melakukan atau menjalankan kegiatan mental.
Tujuh dimensi yang membentuk kemampuan intelektual yatu :
a) Pemahaman verbal; kemampuan memahami apa yang dibaca dan didengar serta
relasinya satu sama lain
b) Kecepatan perceptual; kemampuan mengenali kemiripan dan beda visual dengan
cepat dan tepat
c) Penalaran induktif ; kemampuan mengenali suatu urutan secara logis dalam suatu
masalah dan kemdian memecahkan masalah tersebut
d) Penalaran deduktif; kemampuan menggunakan logika dan menilai implikasi dari
suatu argumen
e) Visualisasi ruang; kemampuan membayangkan bagaimana suatu objek akan
tampak seandainya posisinya dalam ruang dirubah
f) Ingatan; kemampuan menahan dan mengenang kembali pengalaman masa lalu
2) Kemampuan fisik
Kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina,
kecekatan, kekuatan dan keterampilan. Kalau kemampuan intelektual berperan besar
dalam pekerjaan yang rumit, kemampuan fisik hanya mengurangi kapabilitas fisik.

3. Kepribadian
Banyak definisi tentang kepribadian salah satunya ialah Robbins (2001) mengatakan
kepribadian itu sebagai total dari cara-cara dimana seseorang atau individu bereaksi dan
berinteraksi dengan orang lain, yang digambarkan dalam bentuk sifat-sifat yang dapat diukur
dan dapat diperlihatkan.
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepribadian seseorang ada tiga yaitu :
1) Keturunan, bahwa kepribadian seseorang dibentuk karena faktor orang tua seperti
pemalu, penakut, pemurung, atau sebaliknya
2) Lingkungan, bahwa kepribadian seseorang banyak disumbang oleh lingkungannya
seperti budaya, norma keluarga, teman, dan kelompok social lainnya.
3) Situasi, yang artinya kepribadian seseorang banyak ditemukan oleh bawaan lahir,
lingkungan yang relative stabil, dapat berubah karena kondisi situasi tertentu yang
berubah.
Terdapat lima dimensi kepribadian adalah sebagai berikut :
1) Wawasan ekstra
2) Ramah
3) Teliti
4) Stabilitas emosional
5) Keterbukaan pada pengalaman
Atribut kepribadian yang dapat mempengaruhi perilaku keorganisasian dijelaskan sebagai
berikut:
1) Sumber kendali, terbagi menjadi dua yaitu; internal dan eksternal dimana masingmasing adalah kepribadian yang meyakini bahwa segala apa yang terjadi dapat
dikendalikan sendiri dan kepribadian yang meyakini bahwa apa yang terjadi
tergantung pada kekuatan luar.
2) Machiavellianisme, kepribadian yang cenderung kearah fragmatis, menjaga jarak
emosional, dan meyakini bahwa tujuan dapat menghalalkan segala cara.
3) Penghargaan diri, kepribadian yang suka atau tidak suka terhadap diri sendiri.
4) Pemantauan diri, ciri kepribadian yang mengukur kemampuan dan menyesuaikan
perilakunya kepada faktor situsional.

5) Pengambilan risiko, kepribadian yang menakar segala keputusan nya dengan risiko.
6) Kepribadian tipe A adalah tipikal kepribadian seperti :
a) Selalu bergerak, berjalan, makan dengan cepaat
b) Tidak sabar dengan kemajuan peristiwa
c) Pemikiran bergulat secara terus menerus
d) Tidak suka waktu tenggang
e) Terobsesi dengan berapa banyak yang dapat diperoleh
Serta kepribadian tipe B yang bertlak belakang dengan kepribadian tipe A.
Tipe-tipe kepribadian adalah sebagai berikut ;
1) Tipe Realistik
2) Tipe Investigative
3) Tipe Artistik
4) Tipe Sosial
5) Tipe Enterprising
6) Tipe Conventional

4. Pembelajaran
Robbins (1993) menyebutkan belajar adalah proses perubahan yang relatif konstan dalam
tingkah laku yang terjadi karena adanya suatu pengalaman atau latihan.
Tiga teori pembelajaran yang menjelaskan bagaimana orang mendapatkan pola perilaku
yaitu sebagai berikut:
1) Pengkondisian klasik
Pengkondisian dimana respon serorang terhadap stimulus tidak selalu menghasilkan
suatu tanggapan tertentu
2) Pengkondisian operan
Perilaku adalah fungsi dari akibat itu sendiri. Seseorang belajar untuk berperilaku
dalam rangka mendapat sesuatu yang diinginkan atau menghindari yang tidak
diinginkan
3) Teori pembelajaran sosial
Suatu proses belajar yang dilakukan melalui suatu pengamatan dan pengalaman
secara langsung. Agar memperoleh hasil yang maksimal, ada empat hal yang harus
diperhatikan oleh seorang pengajar dalam melakukan proses belajar-mengajar yaitu :
a) Proses perhatian, dimana pengajar harus menyampaikan materi pelajaran
dengan menarik, dan suasana belajar yang kondusif.
b) Proses ingatan atau penalaran, dimana hasil belajar juga tergantung pada
seberapa besar daya ingat subjek belajar.
c) Proses reproduksi, dimana subjek setelah belajar harus mengalami perubahan
sikap, berpikir dan berperilaku.
d) Proses penguatan, dimana apabila subjek belajar telah belajar dengan baik
maka harus diberikan penguatan. Misalnya, karyawan yang mengikuti
pelatihan, setelah selesai pelatihan dan kinerjanya menjadi lebih baik maka ia
harus mendapatkan imabalan yang sesuai