Anda di halaman 1dari 26

Infeksi Luka Operasi pada

Pasien Post Sectio Caesaria


Oleh,
Nur aliyah
Rizky wulandari

Pembimbing,
Dr. Taufik wahyudi mahadi sp. OG

Pendahuluan
Luka

Angka Kejadian

Merupakan
Merupakan kerusakan
kerusakan kontinguitas
kontinguitas
kulit, mukosa membran dan tulang
atau organ tubuh lain

Infeksi
Infeksi luka
luka operasi
operasi =>
=> salah
salah satu
satu
komplikasi akibat kontaminasi bakteri
yang masuk saat operasi atau setelah
operasi.

Pencegahan Insiden Infeksi


Luka Terbuka

Insiden dari infeksi insisi abdominal


setelah sectio sesarea antara 3-15%
dengan rata-rata 7%,
Bila
Bila antibiotika
antibiotika profilaktik
profilaktik diberikan
diberikan
sebelum dan sesudah tindakan operatif
dapat menurunkan insidensi kejadian.

Mengenali
Mengenali faktor
faktor resiko
resiko pada
pada pasien
pasien
Tindakan aseptik dan antiseptik
Manajemen perawatan post operatif
yang
yang baik
baik

Cliby W. Abdominal incision wound breakdown. Clin Obstet Gynecol 2002; 45: 507-517

Definisi Luka

Terjadinya kerusakan kontinguitas kulit, mukosa


membran dan tulang atau organ tubuh lain.

Saat luka yang tidak mengalami perbaikan => sitokin inflamatori


yang tinggi, tapi jaringan kurang respon terhadap faktor
pertumbuhan disertai dengan rendahnya migrasi sel ke tempat luka
=> proses penyembuhan luka terhambat/tidak terjadi

Pembagian luka berdasarkan tingkat


kontaminasi
1. Clean
wounds

2. Clean
Contami
ned
Wounds

3.
Contamin
ed
Wounds

4. Dirty or
Infected
Wounds

Pembagian luka berdasarkan


kedalaman dan luas luka

Stadium 1 : Luka Superfisial

Stadium 2 : Luka Partial Thickness

Stadium III : Luka Full Thickness

Proses Penyembuhan Luka

Kontraksi Luka
Fibroplasia
Epitelialisasi

Inflamasi
melibatkan lebih
dari permukaan
epitel, yang
terdiri dari
respon vaskular
dan selular

Terjadi retraksi dan


proses hemostasis
dimulai

Proses dimana luka


mendapatkan
kekuatannya
kembali

Pembentukan
scar

Tahapan Penyembuhan Luka

Gilstrap III LC.anatomy, incisionand clossures. In Operative obstetrics, 2 nd ed, Mc.Graw-Hill,


New York, 2002: 145-60

Tipe Penyembuhan Luka Operasi

lapisan luka diaproksimasi kembali setelah luka. Lapisan jaringan ini akan

1. Penyembuhan Primer

sembuh dalam waktu minimal, tanpa pemisahan dari tepi luka dan dengan
pembentukan skar minimal

2. Penyembuhan
Sekunder

3. Penyembuhan Tersier

Terdapatnya Jaringan granulasi yang menonjol diatas batas luka. Hal ini
dapat mencegah epitelialisasi akhir dari permukaan dan memerlukan
penanganan yang lanjut untuk penyembuhan yang sempurna.

Dikenal juga sebagai delayed primary closure, mengacu pada teknik


penyembuhan luka setelah periode terlambat

Faktor Resiko Terlambatnya


Penyembuhan Luka:

Usia > 65 tahun

Luka terinfeksi

Penyakit paru

Hemodinamik yang tidak stabil

Hipoproteinemia

Sepsis

Obesitas

Diabetes Mellitus

Penyebab Gangguan Penyembuhan


Faktor
Sistemik

Faktor
Lokasi

Luka
Lama
Sembuh

Faktor
Metabolik

Faktor
Nutrisi

Pencegahan Infeksi Luka Operasi


Manajemen Pre

Manajemen intra

Manajemen post

operatif

operatif

operatif

pembersihan area

Tindakan operasi

Koreksi vasokonstriksi

operasi dengan cairan

dilakukan secara asepsis

pada 24-48 jam pertama

antisepsis

dan steril, baik operator

paska operasi

Pemberian antibiotika
profilaksis

maupun alat-alat

Pemberian analgesi

operasi.

Penutupan perban secara


steril, dipertahankan 2448 jam post operatif.

Diagnosis
Tanda-tanda awal dari komplikasi luka terbuka biasanya
muncul setelah 72 jam pasca operasi berupa :
kemerahan
pembentukan seroma
discharge serous

Penatalaksanaan
Luka Terbuka Superfisial

Dehisen fasial (burst abdomen)

membuka
insisi
operasi
seluruhnya,
diikuti
oleh
perawatan
lokal
untuk
mendukung
terbentuknya
jaringan
granulasi
dan
penutupan
luka
secara
sekunder

Apabila dehisen terjadi akibat


kesalahan tehnik, pada pasien
yang relatif sehat, penutupan
kembali dinding abdomen
dapat dilakukan segera
apabila
disertai
infeksi,
peritonitis, dan morbiditas
medis lain, pilihan harus
diambil, apakah dilakukan
penutupan segera, penutupan
sementara
dengan
mesh
prostetik,
atau
hanya
penutupan kulit saja.

Laporan Kasus
Nama

: fajriah

Umur

: 31

Jenis Kelamin

: perempuan

No. CM

: 008873

Alamat

:-

Pekerjaan

:-

Tanggal Masuk

: 06/11/2015

Anamnesis pasien

Keluhan
Utama

Luka bekas
operasi berair

Riwayat Penyakit Sekarang :

Pasien datang dengan keluhan luka post operasi sectio


cesaria berair. Pasien dilakukan SC 15 hari yang lalu.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat hipertensi, diabetes mellitus, asma disangkal oleh pasien

Riwayat Penyakit Keluarga


Pasien mengaku bahwa anggota keluarga tidak mempunyai riwayat hipertensi, asma dan diabetes melitus.

Riwayat Penggunaan Obat


Pasien mengkonsumsi obat penyempitan saraf

Riwayat Menstruasi
Hari pertama haid terakhir

: 14 Desember 2014

Taksiran tanggal persalinan

Riwayat Kontrasepsi

: 21 September 2015

Vital sign

Kesadaran:
Compos
mentis

130/80
mmHg

82 kali
/menit,
reguler

18 kali/ menit

Pemeriksaan Umum
Kepala

Mata : Konjungtiva palpebra inferior pucat (-/-), sklera


ikterik (-/-)

Thoraks

Paru-paru : simetris, Sf kanan = Sf kiri, sonor (+/+),


vesikuler (-/-), ronki (-/-), wheezing (-/-)

Jantung

: BJ I> BJ II, reguler, bising (-)

Abdomen

Inspeksi : Tampak luka bekas operasi tertutup perban

Palpasi : nyeri tekan (+)

Ekstremitas
Superior : Edema (-), sianosis (-)
Inferior : Edema (-), sianosis (-)
Status ginekologi

Inspeksi : Breast engorgement (-), mastitis (-)


Uretra dan vulva tenang, lochia (-)

Inspekulo: Tidak dilakukan

Pemeriksaan dalam: Tidak dilakukan

Diagnosis

Infeksi luka operasi/ surgical side


infection post sectio cesaria

Penatalaksanaan

IVFD RL 20 gtt/i

Cefotaxime

1 gr/12 am

Metronidazile
Kerolac
Codein

500 gr/ 8 am

3%/ 8 am

tab 3x1

Antihistamin

tab 3x1

Analisa Kasus

Kasus
Diagnosis pada kasus ini
Surgical side infection

Teori
Infeksi luka operasi atau surgical side infection
merupakan salah satu komplikasi pasca bedah
yang paling sering teradi pada pasiewn pasca
bedah. Infeksi luka operasi adalah infeksi lokal
yang berkaitan langsong dengan tindakan
bedah, timbul dalam waktu

30 hari pasca

bedah.

mempengaruhi

Faktorfaktor

yang

teradinya infeksi antara lain sifat operasi/


deraat kontaminasi operasi, diabetes mellitus,
suhu praoperasi, umlah lekosit dan lama
operasi. Sumber infeksi dapat berasal dari
udara, alat bedah, kulit penderita, visera dan
darah.

Kesimpulan
Infeksi luka operasi adalah infeksi dari luka yang didapat setelah
operasi. Dapat terjadi diantara 30 hari setelah operasi, biasanya terjadi
antara 5 sampai 10 hari setelah operasi. Infeksi luka operasi ini dapat
terjadi pada luka yang tertutup ataupun pada luka yang terbuka,
dikarenakan untuk proses penyembuhannya. Dapat juga terjadi pada
jaringan maupun pada bagian dari organ tubuh dan juga dapat terjadi pada
jaringan superfisial (yang dekat dengan kulit) ataupun pada jaringan yang
lebih dalam.

Terima kasih