Anda di halaman 1dari 25

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Swt atas rahmat dan hidayat-Nya, tim penulis dapat
menyelesaikan makalah Biologi Sel dengan judul Kloroplas tepat pada waktunya. Makalah
ini ditulis dengan tujuan agar mahasiswa dapat memahami pengertian kloroplas, struktur dari
kloropalas, komponen penyusun kloroplas serta fungsi kloroplas bagi tanaman itu sendiri.
Tim penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu tim
penulis dalam menyusun makalah Biologi Sel ini khususnya kepada Ibu Umi Lestari selaku
dosen pembimbing mata kuliah Biologi Sel di Universitas Negeri Malang.
Tim penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan.
Untuk itu tim penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, untuk
kesempurnaan makalah ini. Tim penulis juga berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi pembaca.

Malang, Maret 2014


Penulis

KLOROPLAS
MAKALAH
Untuk memenuhi tugas matakuliah
Biologi Sel
Dibimbing oleh Bu Umie Lestari

Disusun oleh:
Kelompok 11 : S1 Biologi / Offering G
Nafisatuzzamrudah

(1303___________ )

Riski Amalia N. K

( 13034__________)

Siti Fatkatin

( 130342603486 )

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam


Universitas Negeri Malang
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Penemuan susunan sel dalam organisme adalah bersamaan dengan permulaan
pemakaian Mikroskop. Dari hasil penelitian beberapa para ahli dihasilkan beberapa teori sel
diantaranya, sel berasal dari sel dan berkembang biak dengan cara membelah diri, sel adalah
suatu unit struktural dan fungsional terkecil pada makhluk hidup, sel adalah suatu unit
aktifitas Biologi yang dibatasi oleh membran semipermiabel dan dapat melakukan reproduksi
sendiri pada medium di luar makhluk hidup.
Di dalam sel terdapat beberapa bagian diantaranya kloroplas. Foto kloroplast pertama
kali diisolasi dari mikroskop electron pada tahun 1947 oleh S.Granick dan K. Porter. Foto
tersebut menunjukan bahwa grana tampak seperti tumpukan piring. Pada tahun 1953,
J.Finean membuat sayatan tipis kloroplast dan mendapati secara ultrastruktural tampak 3
kompartemen yaitu pembungkus luar, sistem membrane lamella internal dan stroma. Bentuk
grana yang bertumpuk-tumpuk tesebut bertujuan untuk memperluas permukaannya.
Kloroplas merupakan organel yang mengandung klorofil, untuk digunakan pada saat
fotosintesis. Kloroplas dapat memperbanyak dengan membelah diri (replikasi).
Kloroplas atau Chloroplast adalah plastid yang mengandung klorofil. Di dalam
kloroplas berlangsung fase terang dan fase gelap dari fotosintesis tumbuhan. Kloroplas
terdapat pada hampir seluruh tumbuhan, tetapi tidak umum dalam semua sel. Bila ada, maka
tiap sel dapat memiliki satu sampai banyak plastida. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya
berbentuk cakram (kira-kira 2 x 5 mm, kadang-kadang lebih besar), tersusun dalam lapisan
tunggal dalam sitoplasma tetapi bentuk dan posisinya berubah-ubah sesuai dengan intensitas
cahaya. Pada ganggang, bentuknya dapat seperti mangkuk, spiral, bintang menyerupai jaring,
seringkali disertai pirenoid.
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka dipandang perlu untuk menyusun
sebuah makalah tentang kloroplas guna menambah wawasan pemahaman kita tentang
kloroplas yaitu sejarah kloroplas, struktur kloroplas, peran kloroplas dalam fotosintetis,
komposisi kimianya, peranan kloroplas, serta replikasi dan diferensiasi DNA pada kloroplas.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana defenisi dan struktur dari kloroplas?


Bagaimana komposisi dari kloroplas?
Bagaimana peran kloroplas dalam fotosintetis?

1.3 Tujuan

Mengetahui definisi dan struktur kloroplas


Mengetahui peran kloroplas dalam fotosintesis
Mengetahui komposisi dari kloroplas

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi dan Struktur Kloroplas
Kloroplas merupakan organel sel bermembran yang hanya ditemukan pada sel
tumbuhan. Organel ini mengandung pigmen fotosintesis yang mampu melangsungkan proses
fotosintesis, sehingga tumbuhan digolongkan sebagai produsen karena kemampuannya
menghasilkan makanan sendiri. Kloroplas merupakan plastida yang mengandung klorofil.
Pada sel tumbuhan, kloroplas biasanya dijumpai dengan bentuk cakram dengan diameter 24m dan panjangnya 5-10 m dan umumnya 20-40 per sel.
Seperti halnya mitokondria, kloroplas dikelilingi oleh membran luar dan membran
dalam. Membran dalam menutupi daerah yang berisi cairan yang disebut stroma yang
mengandung enzim untuk reaksi terang pada proses fotosintesis. Stroma juga mengandung
DNA dan ribosom. Pelipatan membran dalam membentuk struktur seperti tumpukan piringan
yang saling berhubungan yang disebut tilakoid yang tersusun membentuk grana. Membran
tilakoid yang mengelilingi ruang interior tilakoid yang berisi cairan mengandung klorofil dan
pigmen fotosintesis lain serta rantai transport elektron. Reaksi terang dari fotosintesis terjadi
di tilakoid.

.
Gambar 2.1 . Kloroplas
Membran dalam kloroplas merupakan barier/ penghalang antara sitosol danstroma
kloroplas. Membran dalam permeabel terhadap sukrosa, sorbitol, dan macam-macam anion.

Meskipun membran dalam impermeabel terhadap sejumlah persenyawaan, namun membran


dalam permeabel terhadap karbon dioksida dan asam monokarboksilat tertentu sepertiasam
asetat,asam gliserat, dan asam glikolat, serta kurang permeabel terhadap asam amino.
Kloroplas terdiri atas dua bagian besar, yaitu bagian amplop dan bagian dalam. Bagian
amplop kloroplas terdiri dari membran luar yang bersifat sangat permeabel, membran dalam
yang bersifat permeabel serta merupakan tempat protein transpor melekat, dan ruang
antarmembran yang terletak di antara membran luar dan membran dalam. Bagian dalam
kloroplas mengandung DNA, RNAs, ribosom, stroma (tempat terjadinya reaksi gelap), dan
granum.
Tilakoid kecil berbentuk seperti cakram atau mata uang logam yang bertumpuktumpik membentuk struktur granum ( jamak grana ). Tilakoid besar membentuk saluran
saluran yang saling menjalin membentuk anyaman di dalam stroma. Tilakoid besar juga
menghubungkan antara granum yang satu dengan granum yang lainnya.
Granum terdiri atas membran tilakoid (tempat terjadinya reaksi terang) dan ruang
tilakoid (ruang di antara membran tilakoid). Pada tanaman C3, kloroplas terletak pada sel
mesofil. Contoh tanaman C3 adalah padi (Oryza sativa), gandum (Triticum aestivum), kacang
kedelai (Gllycine max), dan kentang (Solanum tuberosum). Pada tanaman C4 kloroplas
terletak pada sel mesofil danbundle sheath cell. Contoh tanaman C4 adalah jagung (Zea
mays) dan tebu (Saccharum officinarum).
Membran luar kloroplas menutupi ruang intermembran antara membran dalam dan
membran luar klooplas. Walaupun kloroplas memiliki DNA, sebagian besar protein dalam
kloroplas dikode oleh gen nuklear, dihasilkan di sitoplasma dan selanjutnya dikirim ke
kloroplas. Membran luar permukaannya rata dan berfungsi mengatur keluar masuknya zat.
Antara membran luar dan membran dalam dipisahkan oleh ruang antar membran yang
tebalnya 10 nm. Membran ini permeabel terhadap senyawa-senyawa dengan berat molekul
rendah seperti : nukleotida, fosfat inorganik, derivat yang mengandung fosfat, asam
karboksilat,dan sukrosa. Jadi ruang antar membran dapat dengan bebas menggunakan segala
macam molekul nutrien dari sitosol. Ruang antar membran, adalah ruangan yang
memisahkan antara membran luar dengan membran dalam, tebalnya kira-kira 10 nm.
Kloroplas

berasal

dari

proplastid

kecil

(plastid

yang

belum

dewasa,

kecil

dan hampir tak berwarna, dengan sedikit atau tanpa membran dalam). Pada umumnya
-proplastid berasal hanya dari sel telur yang tak terbuahi, sperma tak berperan

disini. Proplastid membelah pada saat embrio berkembang, dan berkembang menjadi
kloroplas ketika daun dan batang terbentuk. Kloroplas muda juga aktif membelah,
khususnya bila organ mengandung kloroplas terpajan pada cahaya. Jadi, tiap sel daun
dewasa sering mengandung beberapa ratus kloroplas. Sebagian besar kloroplas mudah d
ilihat dengan mikroskop cahaya, tapi struktur rincinya hanya

bisa

dilihat dengan

mikroskop electron.
Kloroplas adalah plastida yang berwarna hijau, umumnya berbentuk lensa,
terdapat dalam sel tumbuhan lumut (Bryophyta), paku-pakuan (Pterydophyta) dan tumbuhan
berbiji (Spermatophyta). Garis tengah lensa tersebut 2-6 milimikron, sedangkan tebalnya 0,51,0 milimikron. Kloroplas terdapat pada hampir seluruh tumbuhan, tetapi tidak umum dalam
semua sel. Bila ada, maka tiap sel dapat memiliki satu sampai banyak plastida . Plastida
adalah organel bermembran rangkap yang bentuk dan fungsinya bermacam-macam.
Proplastida merupakan prekursor berbagai macam plastida dalam jaringan tanaman,
tergantung pada macam jaringan dan macam lingkungan yang berpengaruh, proplastida
berdiferensiasi menjadi plastida yang berbeda.
Pengamatan dengan mikroskop cahaya, dengan pembesaran yang paling kuat,
kloroplas terlihat berbentuk butir. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya plastida berbentuk
cakram (kira-kira 2 x 5 mm, kadang-kadang lebih besar), tersusun dalam lapisan tunggal
dalam sitoplasma tetapi bentuk dan posisinya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya.
Pada ganggang, bentuknya dapat seperti mangkuk, spiral, bintang menyerupai jaring,
seringkali disertaipirenoid. Kloroplas matang pada beberapa ganggang ,

Bryophyta

dan Lycopodium dapat memperbanyak diri dengan pembelahan. Kesinambungan kloroplas


terjadi melalui pertumbuhan dan pembelahan proplastid di daerah meristem. Bentuk
kloroplas yang beraneka ragam ditemukan pada alga. Kloroplas bernbentuk pita spiral
ditemukan pada Spirogyra, sedangkan yang berbentuk jala ditemukan pada Cladophora,
sedangkan kloroplas berbentuk pita ditemukan pada Zygnema.
Kloroplas dijumpai terutama pada bagian daun yang disebut mesofil, yang sering
disebut pula daging daun. Kloroplas juga dijumpai di bagian-bagian lain, bahkan juga pada
batang dan ranting yang berwarna hijau. Hal ini disebabkan karena dalam kloroplas terdapat
pigmen yang berwarna hijau disebut klorofil. Pigmen ini dapat menyerap energi cahaya.
Klorofil terdapat pada membran tilakoid dan perubahan energi cahaya menjadi energi kimia
berlangsung dalam tilakoid, sedangkan pembentukan glukosa sebagai produk akhir

fotosintesis berlangsung di stroma. Disamping klorofil a ( pigmen berwarna hijau ) dikenal


pula klorofil b yang mempunyai struktur mirip klorofil a, yaitu pigmen yang berwarna kuning
sampai jingga yang disebut karoten.

2.2 Peran Kloroplas dalam Fotosintesis


Klorofil pada tanaman pembuluh dan briophyta terdapat di dalam kloroplas, yaitu di
dalam membran tilakoid. Klorofil tidak efektif mengabsorbsi cahaya hijau sehingga lebih
banyak direfleksikan (dipantulkan) dan ditransmisikan (diteruskan). Hal inilah yang
menyebabkan mengapa klorofil tampak berwarna hijau. Bagian dari spectrum cahaya
yangdiserap oleh klorofil selama proses fotosintesa dapat ditentukandengan menempatkan
suatu larutan klorofil di dalam alkoholdiantara suatu sumber cahaya dan suatu prisma kaca.
Spektrum yang terbentuk berbeda dengan spektrum cahaya putih yang tidak melewati
klorofil.
Spektrum cahaya yang melewati larutan klorofil, panjang gelombang yang diserap
terlihat sebagai pita-pita gelap dan dinamakan pita-pita serapan.Posisi pita-pita gelap dalam
spektrum klorofil menunjukkan panjang gelombng mana yang diserap. Terlihat bahwa
banyak dari cahaya merah, bitu dan violet yang diserap yang merupakan panjang gelombang
yang banyak digunakan dalamfotosintesis. Sebagian merah dan sebagian besar kuning, jingga
dan hijau tidak diserap sama sekali.
kloroplas dapat dipandang sebagai pabrik tenaga menggunakan sinar matahari. Kloroplas
menyerap energi sinar dan menggunakannya unntuk mereduksi karbondioksida membentuk
karbohidrat seperti pada pati yang membebaskan molekul oksigen (O2). Sel tumbuhan
fotosintetik mengandung kloroplas dan mitokondria, kloroplas berfungsi sebagai pabrik
tenaga pada keadaan terang dan mitokondria dalam keadaan gelap, pada saat orrganel ini
mengoksidasi karbohidrat yang dihasilkan oleh pada fotosintesa pada siang hari.
Pada dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama:
reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi
memerlukan karbon dioksida). Bagian dalam kloroplas mengandung DNA , RNAs, ribosom,
stroma (tempat terjadinya reaksi gelap), dan granum. Granum terdiri atas membran tilakoid
(tempat terjadinya reaksi terang) dan ruang tilakoid (ruang di antara membran tilakoid).

1. Reaksi Terang
Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. Reaksi
ini memerlukan molekul air. Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada
warna biru (400-450 nanometer) dan merah (650-700 nanometer) dibandingkan hijau (500600 nanometer). Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga
menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau. Fotosintesis akan menghasilkan lebih
banyak energi pada gelombang cahaya dengan panjang tertentu. Hal ini karena panjang
gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi.
Reaksi ini melibatkan beberapa kompleks protein dari membran tilakoid berupa
pigmen yang terdiri dari sistem cahaya yang disebut fotosistem
FOTOSISTEM ( PHOTOSYSTEM)

Ada dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi

Pusat reaksi yang sekaligus sebagai akseptor foton itu disebut fotosistem

Fotosistem yang ada kemudian dikenal dengan fotosistem II dan fotosistem I.

Fotosistem I dan II ini mempunyai katakter bisa sebagai sistem pembawa


elektron terdapat perangkat komplek protein pembentuk ATP berupa enzim ATP
sintase.dan sistem reseptor cahaya (antena) penangkap cahaya / foton

Fotosistem I antenanya mampu menangkap cahaya dengan panjang gelombang 700


nm dan PSII antenanya mampu menangkap cahaya dengan panjang gelombang 680
nm.

FOTOSISTEM I

Fotosistem I mampu menangkap dengan baik foton dengan panjang gelombang 700
nanometer yang kemudian disebut P = 700 ( P= Photosistem), tidak terlibat pada
proses pelepasan O2.

Fotosistem-I merupakan suatu partikel yang disusun sekitar 200 molekul Klorofil-a,
50 molekul Klorofil-b, 50-200 karotenoid, dan 1 molekul penerima energi matahari
yang disebut dengan P700.

Energi matahari (foton) yang ditangkap oleh pigmen, dipindahkan melalui beberapa
molekul pigmen, yang akhirnya diterima oleh P700

Fotosistem I ini hanya menghasilkan ATP

FOTOSISTEM II

Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang
gelombang 680 nanometer, yang kemudian dikenal dengan P 680

Kedua fotosistem ini akan bekerja secara simultan dalam fotosintesis, seperti dua
baterai dalam senter yang bekerja saling memperkuat pencahayaan

Fotosintesis dimulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem


II(P.680)

Fotosistem II melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor


elektron.

Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP ,
satuan pertukaran energi dalam sel.

Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau kekurangan elektron


yang harus segera diganti.

Pada tumbuhan dan alga, kekurangan elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil
ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil.

Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen.

Oksigen dari proses fotosintesis hanya dihasilkan dari air, bukan dari karbon dioksida

Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II, cahaya juga mengionisasi
fotosistem I, melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron
yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH

Fotofosforilasi Siklik

Reaksi fotofosforilasi siklik adalah reaksi yang hanya melibatkan satu fotosistem,
yaitu fotosistem I. yang bisa menangkap foton 700 nm (P 700)

Dalam fotofosforilasi siklik, pergerakan elektron dimulai dari fotosistem I dan


berakhir di fotosistem I , namun ada elektron yang terlontar mendukung Potosistem 2

Fotofosforilasi siklik ini menghasilkan ATP

Pertama, energi cahaya, yang dihasilkan oleh matahari, membuat elektron-elektron di


P700 menjadi aktif karena rangsangan dari luar

elektron yang terbentuk itu kemudian keluar menuju akseptor elektron primer
kemudian menuju rantai transpor elektron.

Karena P700 mentransfer elektronnya ke akseptor elektron, P700 mengalami


defisiensi elektron dan tidak dapat melaksanakan fungsinya.

Selama perpindahan elektron dari akseptor satu ke akseptor lain, selalu terjadi
transformasi hidrogen bersama-sama elektron pada fotosistem P 700 itu

Rantai transpor ini menghasilkan gaya penggerak proton, yang memompa ion H +
melewati membran, yang kemudian menghasilkan gradien konsentrasi yang dapat
digunakan untuk menggerakkan sintase ATP selama kemiosmosis, yang kemudian
menghasilkan ATP.

Dari rantai transpor, elektron kembali ke fotosistem I. Dengan kembalinya elektron ke


fotosistem I, maka fotosistem I dapat kembali melaksanakan fungsinya lagi

Fotofosforilasi siklik terjadi pada beberapa bakteri, dan juga terjadi pada semua
organisme fotoautotrof.

Fotofosforilasi Nonsiklik

Reaksi fotofosforilasi nonsiklik adalah reaksi dua tahap yang melibatkan dua
fotosistem klorofil yang berbeda, yaitu fotosistem I dan II.

Dalam fotofosforilasi nonsiklik, pergerakan elektron dimulai di fotosistem II, tetapi


elektron tidak kembali lagi ke fotosistem II.

Mula-mula, molekul air diurai menjadi 2H+ + 1/2O2 + 2e-.

Dua elektron dari molekul air tersimpan di fotosistem II,

Sedang ion H+ akan digunakan pada reaksi yang lain

dan O2 akan dilepaskan ke udara bebas.

Karena tersinari oleh cahaya matahari, dua elektron yang ada di P680 menjadi
tereksitasi dan keluar menuju akseptor elektron primer.

Setelah terjadi transfer elektron, P680 menjadi defisiensi elektron, tetapi dapat cepat
dipulihkan berkat elektron dari hasil penguraian air tadi.

Setelah itu mereka bergerak lagi ke rantai transpor elektron, yang membawa mereka
melewati pheophytin, plastoquinon, komplek sitokrom b6f, plastosianin, dan akhirnya
sampai di fotosistem I, tepatnya di P700.

Perjalanan elektron diatas disebut juga dengan "skema Z".

Sepanjang perjalanan di rantai transpor, dua elektron tersebut mengeluarkan energi


untuk reaksi sintesis kemiosmotik ATP, yang kemudian menghasilkan ATP.

Sesampainya di fotosistem I, dua elektron tersebut mendapat pasokan tenaga yang


cukup besar dari cahaya matahari.

Kemudian elektron itu bergerak ke molekul akseptor, feredoksin, dan akhirnya sampai
di ujung rantai transpor, dimana dua elektron tersebut telah ditunggu oleh NADP + dan
H+, yang berasal dari penguraian air.

Dengan bantuan suatu enzim bernama Feredoksin-NADP reduktase, disingkat FNR,


NADP+, H+, dan elektron tersebut menjalani suatu reaksi:

NADP+ + H+ + 2e- > NADPH

NADPH, sebagai hasil reaksi diatas, akan digunakan dalam reaksi Calvin-Benson,
atau reaksi gelap.
Di dalam daun, cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada

pusat-pusat reaksi. Tumbuhan memiliki dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat
reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I. Fotosistem II terdiri dari molekul
klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer, sedangkan
fotosistem I 700 nanometer. Kedua fotosistem ini akan bekerja secara simultan dalam
fotosintesis, seperti dua baterai dalam senter yang bekerja saling memperkuat.
Fotosintesis dimulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II,
membuatnya melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor elektron.
Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP, satuan
pertukaran energi dalam sel. Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau
kekurangan elektron yang harus segera diganti. Pada tumbuhan dan alga, kekurangan

elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan
ionisasi klorofil. Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen.Oksigen dari proses
fotosintesis hanya dihasilkan dari air, bukan dari karbon dioksida. Pendapat ini pertama kali
diungkapkan oleh C.B. van Neil yang mempelajari bakteri fotosintetik pada tahun 1930-an.
Bakteri fotosintetik, selain sianobakteri, menggunakan tidak menghasilkan oksigen karena
menggunakan ionisasi sulfida atau hidrogen. Saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II,
cahaya juga mengionisasi fotosistem I, melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai
transpor elektron yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH.
Klorofil dan pigmen menyerap energi matahari yang kemudian diubah menjadi bentuk
energi kimia yaitu ATP dan senyawa pereduksi NADPH. Reaksi terang dalam proses
fotosintesis menggunakan dua fotosistem sebagai akseptor proton, yaitu Fotosistem I dan
Fotosistem II.Absorpsi cahaya matahari akan mengeksitasi elektron. Sinar cahaya matahari
yang nampak adalah radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang antara 400-700 nm.
Cahaya matahari ditimbulkan oleh fusi inti atom hidrogen membentuk atom helium dan
elektron. Kemampuan suatu senyawa kimia untuk menyerap cahaya bergantung pada susunan
elektron yang ada di sekeliling inti atom pada struktur senyawa tersebut. Bilamana foton
diserap oleh suatu molekul, elektron dinaikkan ke tingkat energi yang lebih tinggi, melompat
menuju molekul pembawa elektron yang pertama.

Gambar 2.2 . Reaksi Terang

Jika molekul klorofil pada membran tilakoid dieksitasi oleh cahaya, tingkat energi
elektron di dalam strukturnya ditingkatkan oleh sejumlah ekuivalen energi cahaya yang
diserap dan klorofilpun tereksitasi. Energi eksitasi ini akan berpindah dengan cepat melalui
kelompok molekul pigmen penangkap cahaya ke pusat reaksi fotosistem. Di sini elektron
memperoleh energi dalam jumlah besar. Elektron yang panas ini akan dikeluarkan dari pusat
reaksi dan diterima oleh molekul pembawa elektron yang pertama. Akibatnya molekul
pembawa elektron yang pertama ini akan menjadi tereduksi atau dengan kata lain menerima
elektron. Sedangkan pusat reaksinya kehilangan elektron sehingga meninggalkan lubang
elektron. Elektron yang kaya energi akan terus dibawa oleh molekul pembawa elektron
menuju NADP+ yang direduksi menjadi NADPH. Sementara itu, lubang elektron yang
terbentuk karena eksitasi elektron akan diisi kembali oleh elektron yang berasal dari
fotosistem II. Dalam hal ini, pada fotosistem II juga akan meninggalkan lubang elektron
sehingga kekosongan tempat ini akan diisi oleh elektron yang berasal dari fotolisis air.
Fotosistem I merupakan satu partikel yang disusun oleh sekitar 200 molekul klorofil-a,
50 klorofil-b, 50 sampai 200 pigmen karoteroid, dan satu molekul penerima cahaya matahari
yang disebut P700. Pada fotosistem I terjadi penyerapan energi matahari pada panjang
gelombang sekitar 700 nm. Bagian kedua yang menyangkut penyerapan energi matahari pada
panjang gelombang di sekitar 680 nm, disebut fotosistem II, melibatkan proses pembentukan
O2 dan H2O. Fotosistem II banyak menggunakan klorofil-b. Fotsistem I dan II merupakan
komponen penyalur energi dalam rantai pengangkutan elektron fotoseintesis secara berlanjut
dari molekul air sebagai donor elektron ke NADP+ sebagai akseptor elektron. Lepasnya satu
elektron dari P700 mengakibatkan berubahnya molekul menjadi bentuk teroksidasinya P700+
yang kekurangan satu elektron. Untuk mengisi kekurangan itu satu elektron dialiri melalui
sederetan molekul pembawa elektron dari molekul pembawa elektron, dari molekul P680
dalam fotosistem II, pengaliran elektron hanya terjadi setelah terjadinya penyinaran terhadap
fotosistem II yaitu tereksistasinya P680 yang segera melepaskan elektron ke molekul
penerima elektron pertama. Ini mengakibatakan teroksidasinya bentuk P680 menjadi menjadi
P680+. Kekurangan elektron pada P680+ dipenuhi dari reaksi oksidasi molekul H2O
menjadi O2.
Energi yang diperoleh dari transpor elektron fotosintetik dari H2O ke NADP+ akan
menghasilkan energi dalam bentuk NADPH. Aliran elektron yang terjadi disebut aliran
nonsiklik yang melibatkan fotosistem I dan fotosistem II. Bentuk energi lain yaitu yang
berupa ATP dihasilkan dari aliran elektron siklik dimana elektron ditingkatkan ke penerima

elektron pertama menuju lubang elektron fotosistem I melalui jalan pintas. Dalam hal ini,
elektron berdaur terus menerus dalam keluar pusat reaksi fotosistem I dan masuk kembali ke
dalamnya. Sehingga, dalam proses ini tidak ada pembentukan NADPH maupun pembebasan
oksigen melainkan akan menghasilkan ATP. Aliran siklik terjadi apabila tanaman khususnya
lebih banyak memerlukan ATP daripada NADPH.

2. Reaksi Gelap
Reaksi gelap berlangsung di dalam stroma. Reaksi yang membentuk gula dari bahan
dasar CO2 yang diperoleh dari udara dan energi yang diperoleh dari reaksi terang. Tidak
membutuhkan cahaya matahari, tetapi tidak dapat berlangsung jika belum terjadi siklus
terang karena energi yang dipakai berasal dari reaksi terang. Ada dua macam siklus, yaitu
siklus Calin-Benson dan siklus hatch-Slack. Pada siklus Calin-Benson, tumbuhan
menghasilkan senyawa dengan jumlah atom karbon tiga, yaitu senyawa 3-fosfogliserat.
Siklus ini dibantu oleh enzim rubisco. Pada siklus hatch-Slack, tumbuhan menghasilkan
senyawa

dengan

jumlah

atom

karbon

empat.

Enzim

yang

berperan

adalah

phosphoenolpyruvate carboxylase. Produk akhir siklus gelap diperoleh glukosa yang dipakai
tumbuhan untuk aktivitasnya atau disimpan sebagai cadangan energi. Reaksi gelap disebut
juga siklus Calvin.

Gambar 3. Reaksi Gelap


Reaksi perubahan CO2 (sebenarnya HCO3- ) menjadi asam malat dan asam aspartat 4carbon terjadi mula-mula melalui penggabungan awal dengan pospoenolpiruvat (PEP) untuk
membentuk oksaloasetat dan Pi, reaksi ini terjadi di mesofil daun dan sikatalisis oleh
pospoenolpiruvat karboksilase. Oksaloasetat dibentuk pada sel mesofil yang kemudian
direduksi menjadi malat dengan pemanfaatan NADPH. Malat kemudian ditransfer dalam sel
pengangkut lalu didekaobosilasi menghasilkan piruvat dan CO2 . Piruvat yang ditransfer ke
sel mesofil dan dikonversi menjadi fosfoenolpiruvat dikataklisis oleh enzim piruvat-fosfat
kinase. CO2 yang terbentuk diikat oleh ribosadifosfat klarboksilaase melaui jalur calvin di
kolroplas seludang berkas. Setelah dekarbosilasi asam C4, molekul piruivat dan alanin
diangkut balik ke sel mesofil, tempat dimana diubah menjajdi PEP sehingga penambatan
CO2 dapat berlangsung terus.
Pada tumbuhan sekulen seperti kaktus dan nanas yang hidup di lingkungan yang
panas dan kering, melakukan fiksasi CO2 yang berbeda dengan tumbuhan C4, tumbuhan ini
hanya menguapkan sedikit uap air melalui stomata bersama dengan pelepasan O 2 dan
pengikatan CO2. Pada malam hari ketika suhu udara dingin dan berangin, stomata membuka

untuk

mengangkap

PEP carboxylase.Oksaloasetat

CO2, kemudian
diubah

menjadi

diubah
malat

menjadi oxaloacetate oleh


dan

disimpan

dio

valuola,

untuk melindungi sitosol dan enzim plastid dari pH rendah dari disosiasi asam malat. Pada
asiang hari stomata menutup, untuk mencegah penguapan yang berlebihan akibat temperature
udara yang tinggi, dan CO2 bereaksi pada malam hari menjadi malat oleh enzim malat
NADP-linked. CO2 ini berasimilasi di siklus calvin dengan bantuan RuBP.Karena metode
fiksasi CO2 pertama kali ditemukan pada tumbuhan familia Crassulaceae, makaCAMadalah
singkatan dari crassulacean acid metabolism.
Siklus Calvin Benson
Fase I - Fiksasi Karbon (CO2)
1. Ribulosa difosfat karboksilase (RuBP) membentuk 3-fosfogliserat
RuBP : enzim alosetrik yang distimulasi oleh tiga jenis perubahan yang dihasilkan
dari pencahayaan kloroplas.
2. Fiksasi CO2 melewati proses karboksilasi, reduksi, dan regenerasi.
Karboksilasi : penambahan CO2 dan H2O ke RuBP dua molekul 3-fosfogliserat
(3-

PGA).

Fase II Reduksi
1.

Gugus karboksil dalam 3-PGA direduksi 1 gugus aldehida dalam 3-

fosforgliseradehida (3-Pgaldehida).
2. Reduksi tidak terjadi secara langsung, gugus karboksil dari 3-PGA pertama-tama
diubah menjadi ester jenis anhidrida asam pada asam 1,3-bifosfogliserat (1,3-bisPGA)
3.

dengan penambahan gugus fosfat terakhir dari ATP.


ATP timbul dari fotofosforilasi dan ADP yang dilepas ketika 1,3-bisPGA terbentuk,
yang diubah kembali dengan cepat menjadi ATP oleh reaksi fotofosforilasi tambahan.

Fase III Regenerasi


1. yang diregenerasi adalah RuBP yang diperlukan untuk bereaksi dengan CO2 tambahan
yang berdifusi secara konstan ke dalam dan melalui stomata.
2. Pada akhir reaksi Calvin, ATP ketiga yang diperlukan bagi tiap molekul CO 2 yang
ditambat, digunakan untuk mengubah ribulosa-5-fosfat menjadi RuBP, kemudian daur
dimulai lagi.
3. Tiga putaran daur akan menambatkan 3 molekul CO 2 dan produk akhirnya adalah 1,3Pgaldehida. Sebagian digunakan kloroplas untuk membentuk pati, sebagian lainnya
dibawa keluar. Sistem ini membuat jumlah total fosfat menjadi konstan di
kloroplas,

tetapi menyebabkan munculnya triosafosfat di sitosol. Triosa fosfat

digunakan sitosol

untuk membentuk sukrosa.

4. Bahan pereduksi yang sebenarnya adalah NADPH, yang menyumbang 2


elektron.Secara bersamaan, Pi dilepas dan digunakan kembali untuk mengubah ADP
menjadi ATP.
Siklus Hatch Slack
Berdasarkan cara memproduksi glukosa, dapat dibedakan menjadi tumb. C3 dan C4

Tumb. C3 merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis. Tumb. ini
menghasilkan glukosa dengan pengolahan CO2 melalui siklus Calvin, yang melibatkan

enzim Rubisco sebagai penambat CO2


Tumb. C3 memerlukan 3 ATP untuk menghasilkan molekul glukosa. Namun, ATP ini
dapat terpakai sia-sia tanpa dihasilkannya glukosa. Hal ini dapat terjadi jika ada

fotorespirasi, di mana enzim Rubisco tidak menambat CO2 tetapi menambat O2


Tumb. C4 adalah tumb. yg umumnya ditemukan di daerah tropis. Tumb. ini melibatkan

dua enzim di dalam pengolahan CO2 menjadi glukosa.


Enzim phosphophenol pyruvat carboxilase (PEPco) : enzim yang akan mengikat CO 2dari

udara dan kemudian akan menjadi oksaloasetat.


Oksaloasetat diubah menjadi malat terkarboksilasi menjadi piruvat dan CO2.
Piruvat akan kembali menjadi PEPco, sedangkan CO2 akan masuk ke dalam siklus Calvin

yang berlangsung di sel bundle sheath dan melibatkan enzim RuBP.


Proses ini dinamakan siklus Hatch Slack, yang terjadi di sel mesofil. Dalam keseluruhan
proses ini, digunakan 5 ATP.

Tabel perbedaan antara reaksi terang dan gelap


NO

DILIHAT DARI

1.

Tempat berlangsung

2.

Sumber energi

3.

Proses yang terjadi

4.

Hasilnya

Fiksasi Karbondioksida pada Tanaman C3,C4 dan CAM


1. Tumbuhan C3
C3 produk awal reduksi CO2 (fiksasi CO2) adalah asam 3-fosfogliserat atau PGA.
Terdiri atas sekumpulan reaksi kimia yang berlangsung di dalam stroma kloroplas yang tidak
membutuhkan energi dari cahaya mataharai secara langsung.
2. Tumbuhan C4

Adaptif di daerah panas dan kering

CO2 diikat oleh PEP yang tidak dapat mengikat O2 sehingga tidak terjadi

kompetisi antara CO2 dan O2


Tidak mengikat karbon dioksida secara langsung
Sel seludang pembuluh berkembang dengan baik dan banyak mengandung

kloroplas
Fotosintesis terjadi di dalam sel mesofil dan sel seludang pembuluh
Pengikatan CO2di udara melalui lintasan C4 di sel mesofil dan reduksi karbon
melalui siklus Calvin (siklus C3) di dalam sel seludang pembuluh

3. Tumbuhan CAM ( Crassulacean Acid metabolism )

Adaptif di daerah panas dan kering


Pada malam hari asam malat tinggi, pada siang hari malat rendah Lintasan
Tidak mengikat karbon dioksida secara langsung
Reduksi karbon melalui lintasan C4 dan C3 dalam sel mesofil tetapi waktunya

berbeda
Pada malam hari terjadi lintasan C4 pada siang hari terjadi siklus C3

lebih adaptif pada kondis

enzim yang menyatukan CO2 dengan RuBP, juga


fo

karbon dioxida masuk k

Disebut tumbuhan C3 karena senyawa

Sebagian besar tumbuhan tinggi

Apabila stomata menutup akibat stress terjadi pe

2.3 Komposisi Penyusun Kloroplas


Sebagian besar aktivitas kimia khloroplas terjadi pada system membrane internal,
maka penelitian-penelitian juga diarahkan pada system membrane internal ini. Seluruh
berat membrane tilakoid 50% nya berupa lemak, dan dari jumlah itu 10% nya berupa
fospolipid. Lipid yang khas pada membrane tilakoid adalah galaktolipid dan sulfolipid,
masing-masing jumlahnya 40% dan 4% dari total lemak yang ada. Perbedaan khusus
yang ada dari molekul lemak adalah adanya khlorofil, karotenoid dan plastoquinon.
Khlorofil adalah komponen utama lemak terdiri atas 20% dari total lemak membrane
tilakoid. Selain itu juga terdapat protein yang kebanyakan berupa enzim-enzim untuk
reaksi cahaya, dan juga karier protein.
Stroma klorofil dapat dianalogikan dengan matrik mitokondria. Komponen utama
stroma adalah air sebagai medium reaksi kimia. Selain itu terdapat protein yang
kebanyakan berupa enzim-enzim untuk reaksi gelap, butir-butir amilum, partikel
plastoglobulin (tempat penyimpan lemak ), ribosom, dan DNA ( disebut DNA kloroplas
atau otDNA ).

2.4 Fungsi Kloroplas


Fungsi utama kloroplas yaitu merupakan tempat fotosintesis pada tumbuhan. Semua
bagian yang berwarna hijau pada tumbuhan, termasuk batang hijau dan buah yang belum
matang, memiliki kloroplas, tetapi daun merupakan tempat utama berlangsung nya
fotosintesis pada sebagian besar tumbuhan. Terdapat kira-kira setengah juta kloroplas tiap
mili meter persegi permukaan daun. Warna daun berasal dari klorofil, pigmen warna hijau
yang terdapat didalam kloroplas. Energy cahaya yang diserap klorofil ini lah yang
menggerakkan sintesis molekul makanan dalam kloroplas. Kloroplas ditemukan terutama
dalam sel mesofil, yaitu jaringan yang terdapat didalam bagian dalam daun. Karbondioksida
masuk ke daun, dan oksigen keluar, melalui pori mikroskopik yang disebut stomata (tunggal,
stoma;bahasa yunani, berarti mulut). Air yang diserap oleh akar dialirkan ke daun melalui

berkas pembuluh. Daun juga menggunakan berkas pembuluh untuk mengirimkan gula ke
akar dan bagian-bagian dari tumbuhan yang tidak berfotosintesis.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1.

.Kloroplas merupakan plastida yang mengandung klorofil. Pada sel tumbuhan,


kloroplas biasanya dijumpai dengan bentuk cakram dengan diameter 5m dan tebal 2-

2.

4 m.
Kloroplas dapat dipandang sebagai pabrik tenaga menggunakan sinar matahari.
Dimana pada dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian
utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan

3.

cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida)


Membran tilakoid terdiri atas lipida kurang lebih 50%. Kurang lebih 10% lipida
terdiri atas fosfolipida. Lipida yang khas bagi klorofil yaitu galaktolipida dan
sulfolipida yang terdiri adas masing-masing 45 % dan 4% dari total lipida. Selain itu
juga terdapat molekul-molekul lipida seperti klorofil kira-kira 20% dari total

4.

membran tilakoid, karotenoid, dan plastokuinon.


Fungsi utama kloroplas yaitu merupakan tempat fotosintesis pada tumbuhan.
kloroplas juga berfungsi sebagai pabrik tenaga pada keadaan terang dan mitokondria
dalam keadaan gelap, pada saat orrganel ini mengoksidasi karbohidrat yang dihasilkan
oleh pada fotosintesa pada siang hari.

Daftar Pustaka
Abererombie, M. dkk. 1993. Kamus Lengkap Biologi Edisi 8. Jakarta: Erlangga.
Campbell, and Reece. 2002. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Kimball, John. W. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Lakitan, Benyamin. 2004. Dasar-dasar Fisiologi

Tumbuhan. Jakarta:

PT. Raja Grafindo

Persada.
Salisbury, J.W. dan Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. Bandung: Institut Teknologi
Bandung.