Anda di halaman 1dari 5

BATUAN PADA TIPE METAMORFISME DINAMIK

BATUAN PADA TIPE METAMORFISME KONTAK


BATUAN PADA TIPE METAMORFISME REGIONAL

Gambar

diagram

fasies

metamorf

(suhu

vs

tekanan)

Fasies metamorfisme juga bisa dianggap sebagai hasil dari proses isokimia
metamorfisme, yaitu proses metamorfisme yang terjadi tanpa adanya penambahan unsurunsur kimia yang dalam hal ini komposisi kimianya tetap. Penentuan fasies metamorf dapat
dilakukan dengan dua cara yakni dengan cara menentukan mineral penyusun batuan atau
dengan menggunakan reaksi metamorf yang dapat diperoleh dari kondisi tekanan dan
temperature tertentu dari batuan metamorf.

Menurut Turner (1960), fasies metamorfisme secara garis besar dapat dibagi
menjadi dua bagian yakni fasies metamorfosa kontak dan fasies metamorfosa
regional.
Fasies metamorfosa kontak
Turner (1960) membagi fasies dari metamorfosa kontak berdasarkan penambahan
suhu (baik tekanan air konstan maupun berkurang). Metamorfosa kontak disini
berarti pengaruh suhu sangat dominan, sedangkan tekanan tidak begitu dominan.
Dibagi menjadi 4 fasies yaitu:
a. Fasies hornfels Albit-Epidot
Fasies ini biasanya berkembang di bagian paling luar dari suatu kontak sehingga
proses rekristalisasi dan reaksi metamorfosa seringkali tidak sempurna. Pencirinya
adalah adanya struktur relict / sisa yang tidak stabil.

Fasies ini terbentuk pada tekanan dan suhu yang relatif rendah. Penamaan fasies ini
didasarkan pada dua kandungan mineral utamanya yakni albit (plagioklas) dan
epidot (garnet). Hornfels sendiri adalah nama salah satu batuan metamorf yang khas
terbentuk pada zona metamorfisme kontak, dimana batuan asal biasanya berbutir
halus.
Dalam Fasies ini dicirikan oleh kemunculan mineral berikut:
1. Dalam metabasites:
albite + epidote + actinolite + klorit + kuarsa
2. Dalam metapelites:
Muscovite + biotite + klorit + kuarsa
b. Fasies hornfels hornblende
Fasies ini mempunyai ciri khusus yaitu tidak ditemukan klorit dan muncul untuk
pertama kalinya mineral diopsid, andradite, kordierit, hornblende, antofilit, gedrit,
dan cumingtonit.
Fasies ini terbentuk pada tekanan yang rendah, tetapi dengan suhu yang sedikit lebih
tinggi daripada fasies hornfels albit-epidot. Walaupun penamaannya menggunakan
hornblende, namun kemunculan mineral tidak hanya dibatasi oleh mineral itu saja.
Dalam fasies ini dicirikan oleh kemunculan mineral berikut:
1. Dalam metabasites:
hornblende + plagioclase diopside, anthophyllite / cummingtonite, kuarsa
2. Dalam metapelites:
Muscovite + biotite + andalusite + + kuarsa + kordierit plagioclase
3. Dalam K 2 O-miskin atau batuan meta-sedimen:
kordierit + anthophyllite + biotite + + kuarsa plagioclase
4. Dalam dolostone kaya Si:
dolomit + kalsit + tremolite talk
c. Fasies hornfels piroksen
Fasies ini oleh Winkler (1967) disebut fasies Hornfels K.Feldspar Kordierit, karena
kedua mineral tersebut muncul pertama kalinya di fasies ini.
Fasies ini terbentuk pada suhu yang tinggi dan tekanan yang rendah. Mineral
pencirinya adalah orthopiroksen.
Mineral-mineral yang banyak muncul:
1. Dalam metabasites:
orthopyroxene + clinopyroxene + plagioclase olivin atau kuarsa
2. Dalam metapelites:
kordierit + kuarsa + sillimanite + K-feldspar (orthoclase) biotite garnet
(Jika suhu di bawah 750 akan ada andalusite bukan sillimanite)
kordierit + orthopyroxene + plagioclase garnet, spinel
3. Dalam batuan karbonat:
kalsit + forsterit diopside, periclase
diopside + grossular + Wollastonite vesuvianite
d. Fasies sanadinit

Fasies sanadinit adalah salah satu fasies langka karena kondisi pembentukannya
memerlukan suhu yang sangat tinggi, tetapi tekanannya rendah. Oleh karenanya,
kondisi ini hanya bisa dicapai di sekitar daerah metamorfosa kontak tetapi dengan
syarat suhu tertentu. Karena jika suhu terlalu tinggi, maka batuan bisa melebur.
Mineral-mineral yang sering muncul:
1. Dalam metapelites:
kordierit + mullite + sanidine + tridimit (sering diubah untuk kuarsa) + kuarsa
2. Dalam karbonat:
Wollastonite + anorthite + diopside
monticellite + melilite kalsit, diopside (juga tilleyite, spurrite, merwinite, larnite
dan langka lainnya Ca - atau Ca - Mg-silikat.
Fasies metamorfosa regional
Fasies ini meliputi daerah yang penyebarannya sangat luas dan selalu dalam bentuk
sabuk pegunungan (orogenic).
a. Fasies Zeolit
Fasies Zeolit adalah fasies metamorf tipe regional dengan derajat terendah, dimana
jika suhu dan tekanan berkurang maka akan terjadi proses diagenesa. Pada batas
diagenesa dan metamorfisme regional, akan terjadi pengaturan kembali mineral
lempung, kristalisasi pada kuarsa dan K-feldspar, terombaknya mineral temperature
tinggi dan pengendapan karbonat. Bila perubahan ini terjadi pada butiran yang
kasar, maka akan memasuki metamorfosa dengan fasies Zeolit.
Mineral yang sering muncul:
1. Dalam meta-batuan dan greywackes:
heulandite + analcime + kuarsa mineral lempung
laumontite + albite + kuarsa klorit
2. Dalam meta pelites:
Muscovite + klorit + + kuarsa albite
b. Fasies Prehnite-pumpellyite
Fasies ini terbentuk dengan kondisi suhu dan tekanan rendah, tetapi sedikit lebih
tinggi daripada fasies Zeolit. Penamaan fasies ini berasal dari kandungan dua
mineral dominan yang muncul yakni mineralprehnite (a Ca - Al - phyllosilicate) dan
pumpellyite (a sorosilicate).
Mineral yang sering muncul:
1. Dalam meta-batuan dan greywackes:
prehnite + pumpellyite + klorit + + kuarsa albite
pumpellyite + klorit + epidote + + kuarsa albite
pumpellyite + epidote + stilpnomelane + albite Muscovite + + kuarsa
2. Dalam metapelites:
Muscovite + klorit + + kuarsa albite
c. Fasies Greenschist (sekis hijau)
Terbentuk pada Tekanan dan temperatur yang menengah, tetapi temperatur lebih
besar daripada tekanan. Fasies ini merupakan salah satu fasies yang penyebarannya

1.
2.
3.

4.

sangat luas. Nama fasies ini sendiri diambil dari warna mineral dominan
penyusunnya yakni ada klorit dan epidot. Batuan yang termasuk dalam fasies ini bisa
batusabak, filit, sekis.
Mineral yang sering muncul:
Dalam metabasites:
albite + klorit + epidote actinolite, kuarsa
Dalam metagreywackes:
albite + kuarsa + epidote + Muscovite stilpnomelane
Dalam metapelites:
Muscovite + klorit + + kuarsa albite
Chloritoid + klorit + + kuarsa Muscovite paragonite
Biotite + Muscovite + klorit + + kuarsa + albite Mn - garnet (spessartine)
Dalam dolostones kaya-Si:
dolomit + kuarsa

d. Fasies Blueschist (sekis biru)


Terbentuk pada tekanan dan temperatur yang menengah, tetapi temperatur lebih
kecil daripada tekanan. Fasies ini merupakan salah satu fasies yang penyebarannya
sangat luas. Nama fasies ini sendiri diambil dari warna mineral dominan
penyusunnya yakni ada glaukofan, lawsonite, jadeite, dll
Contoh batuan asal yang bisa membentuk fasies ini ialah basal, tuf, greywacke dan
rijang.
Mineral-mineral yang sering muncul:
1. Dalam metabasites:
glaucophane + lawsonite + klorit + sphene epidote phengite paragonite,
omphacite
2. Dalam metagreywackes:
kuarsa + jadeite + lawsonite phengite, glaucophane, klorit
3. Dalam metapelites:
phengite + paragonite + carpholite + klorit + kuarsa
4. Dalam karbonat-batu (kelereng):
aragonite
e. Fasies amfibolit
Fasies amfibolit terbentuk pada tekanan menengah dan suhu yang cukup tinggi.
Penyebaran fasies ini tidak seluas dari fasies sekis hijau. Batuan yang masuk dalam
fasies ini adalah pelitik, batupasir-feldspatik, basal, andesit, batuan silikat-kapur,
batupasir kapuran dan serpih amfibolit.
Mineral yang sering muncul:
1. Dalam Metabasites
hornblende + plagioclase epidote, garnet, cummingtonite, diopside, biotite
2. Dalam metapelites:
biotite Muscovite + + kuarsa + plagioclase garnet, staurolite, kyanite / sillimanite

3. Dalam Si-dolostones:
dolomit + kalsit + tremolite bedak (tekanan dan temperatur yang lebih rendah)
dolomit + kalsit + diopside forsterit (tekanan dan temperatur yang lebih tinggi)
f. Fasies granulit
Fasies ini terbentuk pada tekanan rendah-menengah, tetapi pada suhu yang tinggi,
Fasies ini adalah hasil dari metamorfosa derajat tinggi, metamorfosa yang paling
bawah dari kelompok gneissic.
Mineral yang sering muncul:
1. Dalam metabasites:
orthopyroxene + clinopyroxene + hornblende + plagioclase biotite
orthopyroxene + plagioclase clinopyroxene + kuarsa
clinopyroxene + plagioclase + garnet orthopyroxene (tekanan yang lebih tinggi)
2. Dalam metapelites:
garnet + kordierit + sillimanite + K-felspar + kuarsa biotite
sapphirine + orthopyroxene + K-felspar + kuarsa osumilite (pada temperatur
sangat tinggi)
g. Fasies eklogit
Fasies metamorf yang paling tinggi, terbentuk pada tekanan yang sangat tinggi dan
suhu yang besar jauh di dalam bumi. Batuan ini biasanya sangat keras karena
terbentuk pada kedalaman yang besar di dalam bumi.
Mineral yang sering muncul:
1. Dalam metabasites:
omphacite + garnet kyanite, kuarsa, hornblende, zoisite
2. Dalam metagranodiorite:
kuarsa + phengite + jadeite / omphacite + garnet
3. Dalam metapelites:
phengite + garnet + kyanite + chloritoid (Mg-kaya) + kuarsa
phengite + kyanite + bedak + kuarsa jadeite