Anda di halaman 1dari 13

MUHAMMAD IBNU ASYUR DAN

METODOLOGI TAFSIRNYA DALAM KITAB


AL-TAHRIR WA AL-TANWIR

OLEH:
ALFAN NUR AZIZI (14761030)

Latar Belakang
Al Quran al-karim adalah sebuah kitab suci yang tidak terdapat di dalamnya
satu cacat dari awal hingga akhir, yang di turunkan oleh Allah SWT kepada Nabi
Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril.
Salah satu jalan untuk mempermudah seseorang dalam mempelajari Al-Quran
dan memahami makna hukum yang ada di dalamnya, ialah dengan jalan
menafsirkan atau menjelaskan isi kandungan dari Al-Quran itu sendiri
Untuk itu, penyusun makalah ini perlu kiranya membahas beberapa hal yang
terkait dengan penulis kitab Al-Tahrir wa Al-Tanwir yakni Muhammad Ibnu Asyur.
Penyusun makalah ini akan membahas tentang biografi singkat tentang beliau
serta penafsiran beliau mulai dari metode penafsiran hingga corak yang
digunakan

Rumusan Masalah
Siapakah Muhammad Ibnu Asyur ?
Bagaimana metode penafsiran Muhammad Ibnu Asyur dalam kitab Al-Tahrir
wa Al-Tanwir?
Bagaimana contoh penafsiran Muhammad Ibnu Asyur dalam kitab Al-Tahrir
wa Al-Tanwir?

Tujuan Pembahasan
Mengetahui biografi tokoh mufassir yakni Muhammad Ibnu Asyur dan
Menjelaskan metode yang di pakai dalam menafsirkan Al- Quran al- karim
dalam kitab Al-Tahrir wa Al-Tanwir
Memaparkan contoh penafsiran Muhammad Ibnu Asyur dalam kitab Al-Tahrir
wa Al-Tanwir

Biografi Singkat Muhammad


Ibnu Asyur
Nama lengkap beliau adalah Muhammad al-Thahir bin Muhammad al-Tahrir
bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Asy-Syadzili bin Abd Al-Qadir
Ibnu Asyur
Ibnu Asyur lahir di kota Al-Marasyi, Tunisia pada bulan Jumadil al-Ula tahun
1298 H
Keluarga Ibnu Asyur berasal dari Andalusia kemudian pindah ke kota Sala di
Maroko, Maghrib. Setelah itu menetap di Tunisia.

Penafsiran Ibnu Asyur dalam


Kitab Al-Tahrir wa Al-Tanwir
Kitab Al-Tahrir wa Al-Tanwir terdiri atas 30 juz dan terbagi dalam 12 jilid, yang
ditafsirkan secara komprehensif dan tidak mengkhususkan pada satu jilid
untuk tiap juz, melainkan secara acak.
Dalam muqadimahnya, beliau menyampaikan satu angan-angan besar dalam
hidup beliau yang ingin dicapai adalah menafsirkan kitab Allah SWT sebagai
mujizat terbesar Nabi Muhammad SAW. Bercita-cita membuat sebuah tafsir
yang lengkap dari segi kebahasaan dan maknanya, yang belum pernah ada
sebelumnya.

Lanjutan...
Beliau memulai tafsirnya dengan sekilas materi tentang hal-hal yang
berhubungan dengan pengetahuan dasar memahami seluk beluk gaya
bahasa Al-Quran secara singkat
Beliau memaparkan muqaddimahnya sampai kepada sepuluh bagian
pembukaan, mulai dari penjelasan tafsir dan ta'wil, penjelasan fenomena
tafsir bil ma'tsur dan bir-ra'yi, asbabun nuzul, sampai kepada i'jazuI Quran
Dalam memaparkan muqaddimahnya, beliau menghabiskan seratus halaman
pertama untuk penjelasan sesingkat ini

Lanjutan...
Dalam tafsirnya, beliau mencoba untuk menjelaskan hubungan antara satu
ayat dengan ayat lainnya, terutama antara satu ayat dengan ayat sesudah
dan sebelumnya
Beliau juga berusaha untuk menjelaskan secara lengkap setiap maksud yang
terkandung pada setia ayat atau surat secara utuh. Dan tidak menjelaskan
makna kata dan kalimatnya secara parsial, melainkan merangkai kembali
makna tiap kata dan kalimat yang telah diurai menjadi satu tujuan atau
maksud yang pada setiap ayat maupun surah dalam Al-Quran

Lanjutan...
Muhammad Ibnu Asyur menitikberatkan terhadap tafsirnya Al tahrir wa
tanwir terutama menjelaskan sisi-sisi ijaznya, linguistik arab (balagah)
Dalam metode pemaparan tafsir ini, tidak terlewatkan penjelasan secara
gamblang tinjauan bahasa setiap kata dalam Al-Quran, menyimak hikmah
dari pemilihan kata yang digunakan sampai kepada sisi gramatikal setiap
kalimat
Secara spesifik menilik setiap Al-Quran dari kacamata ilmu nahwu dan
tashrif, turut melengkapi posisi i'rab dari penggalan kata-kata Al-Quran

Lanjutan...
Muhammad Ibnu Asyur, dalam menafsirkan Al-Quran pada kitab Al-Tahrir wa
Al-Tanwir dapat disimpulkan bahwa beliau menggunakan metode Tahlili
(analitis)
Metode penafsiran tahlili adalah menafsirkan ayat-ayat Al-Quran dengan
memaparkan segala aspek yang terkandung di dalam ayat-ayat yang
ditafsirkan itu serta menerangkan makna-makna yang tercakup di dalamnya
sesuai dengan keahlian dan kecenderungan mufasir yang menafsirkan ayatayat tersebut
Dengan menggunakan metode tahlili, beliau lebih condong untuk
menggunakan corak penafsiran bil lughah

Lanjutan...
Beliau juga mengungkap ketinggian bahasa al-Qur'an dan
menghubungkannya dengan sistem budaya masyarakat guna menjadikan alQur'an sebagai kitab petunjuk dan problem solver bagi permasalahan sosial
masyarakat atau dengan kata lain corak penafsirannya adalah penafsiran
Adabi Ijtima'i

Kesimpulan
1.

Muhammad Ibnu Asyur bernama lengkap Muhammad al-Thahir bin


Muhammad al-Tahrir bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad AsySyadzili bin Abd Al-Qadir Ibnu Asyur, beliau lahir di kota Tunisia pada
bulan Jumadil al-Ula tahun 1298 H. Bertepatan dengan bulan September
tahun 1879 M. Ibnu Asyur wafat pada hari Ahad tanggal 12 Rajab 1393 H/
12 Oktober 1973 M

Kesimpulan
2.

Penafsiran Ibnu Asyur dalam kitab Al-Tahrir wa Al-Tanwir menggunakan


corak bahasa (bil lughah) dengan metode penafsiran tahlili yang secara
spesifik beliau lebih condong dalam tafsir bil matsur yang mana beliau
lebih banyak menganalisis keterkaitan satu ayat dengan ayat Al-Quran
yang lain dengan menitik beratkan pada aspek bahasa tiap kata dalam alQuran dengan menganalisis baik dari aspek pemilihan kata, posisi kata
dalam nawhu dan tasrif, dan sebagainya