Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

FILUM PORIFERA
TAKSONOMI INVERTEBRATA
DOSEN PENGAMPU : Nur Eka Kusuma Hindrasti, M.Pd.

TUGAS KELOMPOK 2
Nirmala. 140384205071
Juliah. 140384205041
Sri Ratna Syatakarni 140384205078
M. Hidayat. 140384205075

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
2015

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur Kami ucapkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan
kesempatan, kesehatan kepada Kami sehingga dapat menyelesaikan makalah tentang Filum
Porifera yang merupakan salah satu tugas yang diberikan kepada mahasiswa untuk melengkapi
penilaian dalam mengikuti mata kuliah Taksonomi Invertebrata semester ganjil 2015-2016.
Kami mengucapkan terimakasih kepada Nur Eka Kusuma Hindrasti, M.Pd selaku
dosen pengampu mata kuliah Taksonomi Invertebrata, atas bimbingan dan materi yang telah
diberikan kepada Kami dalam kegiatan pekuliahan.
Andaikata dalam penyusunan makalah tentang Filum Porifera ini terdapat banyak
kesalahan dan kekurangan, Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar dapat
memperbaiki penulisan dimasa yang akan datang.

Tanjungpinang, Oktober 2015

DAFTAR ISIS

KATA PENGANTAR....................................................................................................................ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN..............................................................................................................4
1.1 Latar Belakang.....................................................................................................................4
1.2

Rumusan Masalah...........................................................................................................4

1.3

Tujuan..............................................................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN................................................................................................................6
2.1 Pengertian Porifera..............................................................................................................6
2.2 Ciri Ciri Hewan Porifera..................................................................................................6
2.2.2 Struktur dan Fungsi Tubuh.............................................................................................8
2.2.3 Cara Hidup dan Habitat...................................................................................................9
2.2.4 Proses Pencernaan Makanan Porifera............................................................................9
2.2.5 Sistem Reproduksi Porifera...........................................................................................10
2.2.6 Sistem Saluran Air Porifera...........................................................................................11
2.2.7 Klasifikasi Filum Porifera..............................................................................................12
2.2.8 Peran Porifera.................................................................................................................18
BAB III PENUTUP......................................................................................................................20
3.1 Kesimpulan.........................................................................................................................20
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................21

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ada begitu banyak makhluk hidup yang hidup di bumi ini.Jenis makhluk hidup yang
sedemikian banyak ini memiliki keanekaragamaan yang hampir tidak terbatas baik hewan
maupun tumbuhan. Keanekaragaman tersebut dapat terlihat antara lain, dari bentuk tubuh, warna
tubuh, ukuran tubuh, makanan, cara berkembang biak, atau pun cara beradaptasi.
Dalam kingdom animalia dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu Invertebrata dan
Vertebrata. Hewan invertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang misalnya
cacing, cumi, siput sedangkan vertebrata adalah hewan yang memiliki tulang belakang, Hewan
invertebrata memiliki sembilan filum di antaranya Filum Protozoa, Porifera, Coelenterata,
Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Molllusca, Echinodermata, Arthropoda. Setiap
filum memiliki cir-ciri luarnya, daur hidupnya dan dapat digunakan untuk kepentingan manusia
baik manfaat ataupun kerugiannya. Dalam makalah ini akan membahas salah satu filum yaitu
filum Porifera yang sebagian besar kehidupannya di laut dangkal sampai kedalaman 3,5 meter
dan hanya satu suku yang hidup di air tawar yaitu Spongllidae.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa itu Filum Porifera ?
1.2.2 Apa ciri-ciri hewan Porifera ?
1.2.3 Bagaimana proses pencernaan makanan porifera?
1.2.4 Bagaimana sistem reproduksi porifera?
1.2.5 Bagaimana sistem saluran air porifera?
1.2.6 Ada berapa kelompokkah Klasifikasi Filum Porifera ?
1.2.7 Apa saja peran dari porifera ?

1.3 Tujuan
1.3.1
1.3.2

Agar mengetahui mengenai Filum Porifera


Agar Mengetahui ciri-ciri hewan Porifera
4

1.3.3
1.3.4
1.3.5
1.3.6

Agar dapat menjelaskan proses pencernaan makanan porifera.


Agar dapat menjelaskan sistem reproduksi porifera.
Agar dapat menjelaskan sistem saluran air porifera
Agar dapat mengetahui kelompok klasifikasi porifera

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Porifera


Kata Porifera berasal dari bahasa latin, porus yang berarti lubang kecil atau pori dan ferre
yang berarti mempunyai, jadi Porifera dapat diartikan hewan yang memiliki pori pada struktur
tubuhnya. Sebagian besar hidupnya di laut dangkal sampai kedalaman 3,5 meter dan hanya satu
suku yang hidup di air tawar yaitu Spongilidae. Porifera adalah hewan air yang hidup di air laut
hidupnya selalu melekat pada substrat (sesil) dan tidak dapat berpindah tempat secara
bebas.Tubuh porifera masih diorganisasi pada tingkat seluler, artinya tersusun atas sel-sel yang
cenderung bekerja secara mandiri.Porifera dikenal juga sebagai hewan berpori.Dibanding dengan
protozoa susunan tubuh porifera lebih komplek.Tubuh porifera tidak lagi terdiri atas satu sel
malainkan telah tersusun atas banyak sel.
2.2 Ciri Ciri Hewan Porifera
2.2.1 Ciri Umum Hewan Porifera
Sudah merupakan Metazoa (Metazoa tingkat rendah), (Metazoa = hewan bersel
banyak), sebab walaupun tubuhnya sudah berdiri dari banyak sel tetapi jaringan
tubuhnya masih sederhana karena :
Belum mempunyai organ tubuh yang khusus
Belum mempunyai sistem saraf yang menanggapi rangsang adalah sel-sel
individual.
Belum mempunyai

saluran

pencernaan

makanan

yang

khusus.

Pencernaan makanan secara intra seluler (pencernaan makanan dalam sel)

karena masih intraseluler maka disebut Parazoa.


Dinding tubuhnya berpori-pori (maka disebut Porifera) dan sudah mempunyai sistem
kanal. Sistem kanal ini merupakan saluran air atau kanal untuk mensirkulasikan air di

dalam tubuhnya
Dinding tubuhnya terdiri dari 2 lapis antara lain :
Lapisan luar di susun oleh sel sel pipih epithelium yang disebut pinakosit. Di
epidermis terdapat pori pori yang disebut ostia (ostium), ostium yaitu poripori pada tubuh porifera yang berfungsi sebagai jalan masuknya air. Pori-pori

ini terbuka ke rongga interior yang di spongocoel (atrium). Ujung dari


spongocoel berupa bukan besar di ujung atas tabung yang disebut oskulum.
Lapisan dalam tersusun dari Choanocyte = deretan sel leher masing-masing
Choanocyle dilengkapi dengan Flogellum diantara 2 lapisan (lapisan dalam
dan luar) terhadap zat antara berupa gelotin yang disebut Mesoglea atau
Mesenchym.

Tubuh dilengkapi kerangka yang berupa Spicula-spicula yang berasal dari:


Kapur (Ca CO3)
Silicat (H9 Si3O2)
Campuran kapur + silikat kerangka tersebut terdapat didalam lapisan
Mesogles.
Tempat hidup
Dilaut (kebanyakan)
Air tawar (beberapa)
Pada tubuh Porifera terdapat pori-pori sebagai jalan masuknya air yang membawa
makanan, kemudian oleh flagela yang ada pada koanosit, zat-zat makanan tadi akan
ditangkap dan akan dicerna oleh koanosit atau sel leher. Setelah makanan tercerna, oleh
sel amoebosit, maka sari-sari makanan akan diedarkan ke seluruh tubuh. Air yang
sudah tidak mengandung zat-zat yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh akan
dikeluarkan melalui oskulum. Di antara lapisan ektoderm dan endoderm terdapat
rongga yang disebut mesenkim atau mesoglea tempat dari sel amoeboid dan skleroblast
yang merupakan penyusun rangka atau spikula berada. Porifera tidak mempunyai sel
7

saraf. Sel-sel pada Porifera sensitif terhadap rangsang antara lain choanocyt dan
myocyt, karena itu gerakan dari flagellum pada choanocyt tergantung pada keadaan
lingkungan.
Sebagai salah satu Fileum hewan, porifera juga memilik ciri-ciri tersendiri.Ciri tersebut di
gunakan untuk membedakanya dari filum hewan lainya agar bisa mempelajarinya dengan benar.
Ciri-ciri Morfologi Porifera
Tubuhnya memiliki pori ( ostium )
Multiseluler
Tubuh porifera asimetri ( tak teratur ), walau ada yg simetri radial.
Berbentuk layaknya tabung, vas bunga, mangkok, atau tumbuhan
Warnanya bervariasi
Tak beralih area ( sesil )
Ciri-ciri Anatomi Porifera
Mempunyai tiga jenis saluran air, yakni askonoid, sikonoid, serta leukonoid
Pencernaan dengan cara intraseluler didalam koanosit serta amoebosit

2.2.2 Struktur dan Fungsi Tubuh


Tubuh porifera belum membentuk jaringan dan organ sehingga porifera dikelompokkan
dalam protozoa.Tubuh memiliki banyak pori-pori (ostium) yang merupakan celah masuknya air
ke rongga dalam tubuh yang berukuran lebih lebar yang disebut spongocoel.Dari spongocoel, air
kemudian keluar melalui oskulum, yang terdapat dipermukaan oral (atas) tubuh.
Struktur anatomi porifera :

Lapisan luar tubuh (epidermis) terdiri dari selapis sel yang membentuk celah-celah
kecil yang disebut ostium. Sel yang membentuk dan menggerakkan ostium disebut

porosit.
Lapisan dalam (endodermis) terdiri atas sel berbentuk leher yang disebut koanosit.
Koanosit memiliki inti, vakuola dan flagela yang berkaitan dengan fungsi sel ini
sebagai alat pencernaan. Pencernaan terjadi di dalam koanosit, oleh karena itu disebut
memiliki pencernaan interseluler.
8

Antara tubuh bagian luar dan dalam terdapat lapisan tengah (mesoglea/mesenkim) yang
terdiri dari 3 model sel, yaitu amubosit dan skleroblast dan arkeosit.Dinamakan amubosit
merujuk kepada bentuk dan sifat selnya yang menyerupai bentuk dan sifat amuba, yang mudah
berubah bentuk.Skleroblast menghasilkan rangka yang disebut spikula. Spikula umumnya
terbuat dari mineral kalsium karbonat dan silika, sedangkan yang lain terbuat dari bahan organik
spongin. Sedangkan arkeosit berfungsi dalam reproduksi sel secara seksual.
Porifera belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna.Pencernaan dilakukan secara
sederhana dengan cara menyaring makanan, berupa plankton dan bakteri, yang terlarut dalam air.
Sel yang berperan dalam proses ini adalah koanosit. Setelah itu, maka tugas selanjutnya, yaitu
mengedarkan makanan dilakukan oleh amubosit.Amubosit pula yang berperan mengangkut zat
sisa pencernaan untuk dibuang.
2.2.3 Cara Hidup dan Habitat
Porifera hidup secara heterotof.Makanannya adalah bakteri dan plankton.Makanan yang
masuk kedalam tubuhnya berbentuk cairan sehingga porifera disebut juga sebagai pemakan
cairan.Pencernaan dilakukan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit.
Habitat porifera umumnya di laut, mulai dari tepi pantai hingga laut dengan kedalaman 5
km.Sekitar 150 jenis porifera hidup di ait tawar, misalnya Haliciona dari kelas Demospongia.
Porifera yang telah dewasa tidak dapat berpindah tempat (sesil), hidupnya menempel
pada batu atau benda lainya di dasar laut.Karena porifera yang bercirikan tidak dapat berpindah
tempat, kadang porifera dianggap sebagai tumbuhan.
2.2.4 Proses Pencernaan Makanan Porifera
Porifera bersifat holozoik, dan saprozoik. Partikel-partikel makanan menempel pada
kolar.Pada saat itu mikrovili-mikrovili koanosit bertindak sebagai filter. Makanan yang telah di
saring oleh filter tadi diolah di dalam vakuola makanan dengan bantuan enzim-enzim pencernaan
(karbohidrase, protease, dan lipase).

2.2.5 Sistem Reproduksi Porifera


Porifera berkembang biak melalui dua cara,pertama secara seksual, dan yang kedua
secara non seksual.
Perkembangbiakkan secara seksual
Perkembangan

secara

seksual

ini

belum

dilakukan

dengan

alat

kelamin

yangkhusus.Ovum dan spermatozoidnya berkembang dari sel-sel amubosit khusus yang


disebut arkeosit.Ovum yang belum dibuahi atau yang sudah dibuahi oleh spermatozoid tetap
tinggal didalam tubuh induknya (mesoglea).Setelah terjadi pembuahan, maka zygot akan
mengadakan pembelahan berulang kali,akhirnya terbentuk larva berambut getar yang
disebut amphiblastula, dkemudian

ia

akan

keluar

dari

dalam

tubuhnya

melaui

oskulum.Setelah amphiblastula ini tiba dilinhkungan eksternal,dengan rambut getarnya


kemudian ia akan berenang-renang mencari lingkungan hidupnya (kaya dengan O2 dan zatzat makanan).Larva ini kemudian akan berubah menjadi parenchymula.Bila telah
menemukan tempat yang sesuai,maka ia akan melekatkan diri pada suatu objek tertentu dan
selanjutnya tumbuh menjadi porifera baru.

Non Seksual
Perkembangan secara non seksual dilakukan secara : (1) membentuk tunas atau kuncup
kearah luar yang kemudian memisahkan diri dari induknya dan hidup sebagai individu
baru;dan (2) dengan membentuk kuncup kearah dalam (gemul=butir benih).Cara ini terjadi
sebagai penyesuaian diri terhadap lingkungan yang kurang menguntungkan.Gemuldibentuk
dari sel arkeosit, dikelilingi oleh dinding tebal dari kitin dan diperkuat oleh spikula,serta
dilengkapi oleh zat makanan.Cara reproduksi demikian umumnya ditemukan pada Porifera
yang hidup di air tawar.
2.2.6 Sistem Saluran Air Porifera
Porifera mempunyai sistem saluran air, ada yang kompleks tetapi ada pula yang
sederhana. Sistem saluran air dimulai dari pori dan diakhiri pada lubang keluar utama yang
disebut oskulum. Sebelum air dikeluarkan melalui oskulum, air yang berasal dari segala jurusan
tubuh itu terlebih dahulu ditampung di dalam rongga sentral (spongocoel ).
10

Berdasarkan sistem salurannya tersebut kita dapat membedakan Porifera menjadi tiga
tipe, yaitu:
1) Tipe ascon, merupakan Poripera dengan sistem saluran air sederhana. Misalnya
Leucosolenia. Tipe ini memiliki dinding tubuh yangtipis dengan lubang pori yang pendek
dan lurus pada porocyteyang secara langsung spongocoel.
2) Tipe sycon, merupakan Porifera yang memiliki dua tipe saluran air, tetapi hanya saluran
radialnya saja yang memiliki choanocyte, misalnyaPada Scypha.
3) Tipe leucon, merupakan Poripera dengan tipe saluran air yang paling kompleks. Porifera
tipe ini mempunyai lapisan mesoglea yang tebal dengansistem saluran air yang
bercabang-cabang. Choanocyte padaporifera tipe ini dibatasi oleh suatu rongga berflagel
yangberbentuk bulat, misalnya pada Spongia.
Fungsi dari saluran ini adalah:

sebagai sarana dalam penyelenggaraan pertukaran zat (partikel-partikel makanan, O 2,


CO2, dan zat-zat sisa metabolisme dari daerah eksternal ke daerah internal dan

sebaliknya.
sebagai sarana dalam pengeluaran benda-benda reproduktif dan penyebaran generasi.
Sehubungan dengan aliran air ini, Porifera dalam ukuran sedang (10 cm), setiap harinya
tidak kurang dari 2640 m3 air keluar masuk melalui tubuhnya. Pada leuconia (leucandra),
bertipe leucon dengan tinggi 10 cm diameter 1 cm, dengan jumlah flagel 2.250.000,
ternyata dapat memompa air sebanyak 22,5 liter/ hari, dan kecepatan air yang keluar dari
oskulum sebesar 8,5 cm/ detik.

2.2.7 Klasifikasi Filum Porifera


Berdasarkan bahan penyusun rangkanya, porifera diklasifikasikan menjadi tiga kelas,
yaitu Hexactinellida atau Hyalospongiae, Demospongiae, dan Calcarea (Calcisspongiae).
1) Hexactinellida
Kerajaan
Filum

: Animalia
: Porifera

Kelas
Sub Kelas

: Hexactinellida (Schmidt, 1870)


: Hexasterophora dan Amphidiscophora
11

Order

: Amphidiscosida

Order

: Aulocalycoida, Hexactinosa dan Lychniscosa

Hexactinelida merupakan porifera yang tersebar luas pada semua lautan.Habitat utama
dari porifera ini adalah pada lautan dalam. Ciri yang membedakan kelas ini dari kelas lain adalah
kerangkanya yang disusun oleh spikula silikat. Kerangka spons pada kelas hexactinelida tidak
memiliki jaringan spongin.Sel epithelium dermal dan koanosit terbatas pada bentuk-bentuk
ruang yang tersembunyi.
a) Sub Kelas Hexasterophora
Ciri khas yang ada pada subkelas ini adalah microscleres parenchimalnya berupa
hexaster.Contoh Euplectellaaspergillum.

Gambar 1.Euplectella aspergillum


b) Sub Kelas Amphidiscorpha
Ciri utama pada sub kelas ini adalah microscleres parenchimalnya berupa Amphidics.
Contoh Hyalonema.

12

Gambar 2.Hyalonema sp.


2) Demospongiae
Kingdom
Filum
Kelas
Ordo

: Animalia
: Porifera
: Demospongiae
: Halichondrida

Porifera yang termasuk dalam kelas Demospongia memiliki kerangka berupa empat
spikula silica atau dari serabut spongin atau keduanya. Beberapa bentuk primitive tidak
memiliki rangka.Tipe saluran air yang ada pada spons ini berupa Leuconoid.Porifera yang masuk
dalam kelompok Demospongia memiliki penyebaran yang paling luas dari daerah tidal hingga
kedalaman abvasal.Beberapa bentuk memiliki habitat di air tawar.
a) Sub kelas Tetractinomorpha
Ciri Utama dari sub kelas Tetractinomorpha adalah memiliki megaskleres tetraxonid dan
monoxonid, mikroskleres asterose dan kadang-kadang tidak memiliki serat spongin. Tubuh spons
ini memiliki bentuk radial dan perkembangan cortical axial mengalami kemajuan. Kelompok
ini mencakup spesies ovipar dengan stereogtastrula.Famili yang primitive menetaskan
amphiblastulae.
Ordo Homosclerophorida

13

Porifera dalam ordo ini merupakan Tetractinomorpha primitive yang memiliki struktur
Leuconoid

homogen

dengan

sedikit

dareah

terdeferensiasi.

Larva

menetas

berupa

amphiblastula.Spikulanya berupa teract berukuran kecil. Beberapa spesies tidak memiliki rangka
seperti pada Oscarella.

Gambar 3.Oscarella tuberculata (Schmidt, 1868)

Ordo Choristida
Porifera yang termasuk ordo Choristida paling tidak memiliki beberapa megaskleres
tetraxons, biasanya berupa triaenes, mikroskleres berupa aster, sterptaster atau sigmasprae yang
khas. Bentuk tubuhnya seringkali rumit. Spons ini memiki korteks yang dapat dibedakan secara
jelas dan seringkali tersusun atas lapisan fibrosa di sebelah dalam dan lapisan gelatin di bagian
luar. Contoh Geodia dan Aciculites.

14

Gambar 4. Aciculites cribrophora (Schmidt, 1880)


b) Sub Kelas Ceractinomorpha
Ciri utama yang menjadi dasar pengklasifikasian dari sub kelas Ceractinomorpha adalah
larvanya yang berupa stereogastrula, megaskleresnya berupa monaxonid, dan mikrosklesesnya
berupa sigmoid atau chalete. Aster tidak pernah ditemukan.Pada rangkanya juga sering
ditemukan sponging B tetapi dalam jumlah yang bervariasi.
Ordo Halichondrida
Porifera yang ada dalam ordo Halichomonacndrida memiliki Kerangka megaskleres
berupa monactinal dan atau diactinal serta tidak memiliki microskleres. Contoh Halichondrida,
Hymeniacidondan, Ciocalypta.

Gambar 5.Ciocalypta penicillus (Bowerbank, 1862)


15

Ordo Poecilosclerida
Porifera yang masuk dalam ordo ini memiliki rangka yang selalu mengandung
megaskleres choanosomal dan dermal. ContohCoelosphoera dan Myxilla.

Gambar 6.Myxilla incrustans (Johnston, 1842)


Ordo Haplosclerida
Porifera ini kadang-kadang memiliki rangka silikat yang jika ada terbuat dari kategori
tunggal dari megaskleres yang terletak pada serat spongin atau bergabung dalam suatu anyaman
yang diikat dengan perekat spongin. Contoh Haliclona.
Megaskleresnya berupa diactinal dan kadang-kadang berupa monactinal yang sedikit
bervariasi dalam hal ukuran. Jika ada, mikroskleresnya berupa Chelate, taxiform, sigmoid atau
raphdes.
Beberapa genus seperti Dactylia tidak memiliki spikula dan mempunyai rangka dari serat
sponin. Rangka dermal berspikula tidak pernah ada .Dermal yang terspesialisasi hanya terlihat
pada Callyspongiidae dimana suatu jaringan yang kompleks dari serat spongin bercabang-cabang
menembus lapisan dermal. Contoh Callyspongia

16

Gambar 7.Haliclona (Haliclona) oculata (Linnaeus, 1759)


Ordo Dictyoceratida
Porifera

yang masuk dalam ordo Dictyoceratida tidak meiliki spikula. Rangka

sepenuhnya tersusun dari suatu anyaman dari serat spongin yang bisa menyertakan partikel lain
seperti pasir, kerang,spikula atau spons lain. Lapisan dermal sering diperkuat oleh spongin A.
3) Calcarea (Calcisspongiae)
Ciri-ciri dari spesies pada kelas Calcarea adalah Spons bersifat Calcareous, Spikula tersusun
atas Kalsium karbonat yang disebut calcite (kalsit). Elemen Rangka tidak berdiferensiasi menjadi
megascleres dan microscleres; Spikula berkelipatan 1,3 atau 4. Tubuh dengan kanal tipe asconoid
(askon), synconoid (sicon), atau leuconoid (leucon). Semua spesies dari kelas Calcarea hidup di
lautan.
a) Subkelas Calcinea
Larva hidup bebas dan berupa coeblastula berlubang, berflagella, dan dapat menjadi
seperti struktur parenchymula padat melalui ingresi seluler. Koanosit nukleus terletak pada
daerah basal.Flagellum bersifat independent terhadap nukleus, spikula tersusun secara
triradiated, spikula bebas, dan pada beberapa spesies bersifat masif calcite (tersusun atas kalsium
karbonat padat) contoh Clathrina, Dendya, Leucascus, Leucetta, Soleniscus.

17

Leucetta chagosensis

b) Subkelas Calcaronea
larva hidup bebas, sebagai tumbuhnya berflagella amphiblastulae, nuklei koanosit
apikal, flagellum muncul dari nukleus, spikula bebas atau bergabung. Contoh spesies Calcaronea
ialah Amphoriscus, Grantia, Leucilla, Leucosolenia, Petrobiona, Scypha (Sycon).

Grantia sp.
2.2.8 Peran Porifera
Peranan porifera, yaitu sebagai berikut :
1. Spons mandi dan alat penggosok.
2. Potensi obat penyakit kanker.
3. Sebagai makanan hewan laut lainnya.
18

4.
5.
6.
7.
8.

Sebagai sarana kamuflase bagi beberapa hewan laut.


Sebagai hiasan akuarium.
Dijadikan obat kontrasepsi (KB).
Sebagai campuran bahan industri (kosmetik).
Pengisi jok kendaraan bermotor.

19

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Porifera (Latin: Porus = Pori, fer = membawa), tubuhnya berpori, diploblastik, simetri
radial, tersusun atas sel-sel yang bekerja secara mandiri Fase dewasa bersifat sesil, dan
berkoloni. Habitat umumnya air laut dan ada yang di air tawar. Memiliki berbagai macam
bentuk dan Warna. Mempunyai rongga sentral (spongoscoel). Jika disentuh terasa kenyal
seperti sepon. Porifera merupakan hewan multiseluler yang paling sederhana.
2. Lapisan luar terdiri atas pinakosit. Lapisan dalam, terdiri atas koanosit. Di antara lapisan
luar

dan

lapisan

dalam

terdapat mesophyl (mesoglea).Di

dalam

mesoglea

terdapat organel -organel : Gelatinproteinmatrik, Amubosit, Arkeosit, Porosit, Skleroblast


dan Spikula.
3. Porifera bersifat holozoik, dan saprozoik. Partikel-partikel makanan, menempel pada
kolar. Pada saat itu mikrovili-mikrovili koanosit bertindak sebagai filter. Makanan yang
telah disaring oleh filter tadi diolah di dalam vakuola makanan dengan bantuan enzimenzim pencernaan (karbohidrase, protease, dan lipase).
4. Porifera berkembang biak melalui dua cara,pertama secara seksual, dan yang kedua
secara non seksual.
5. Berdasarkan sistem saluran kita dapat membedakan Porifera menjadi tiga tipe, yaitu
ascon, sycon, dan leucon.
6. Berdasarkan bahan pembentuk kerangka tubuhnya serta spikula, porifera terdiri atas 3
kelas, yaitu Kelas Calcarea atau Calcispongia, Kelas Hexactinellida atau Hyalospongiae
dan Kelas Demospongiae
7. Peranan Porifera, antara lain: Spons mandi dan alat penggosok, Potensi obat penyakit
kanker, Sebagai makanan hewan laut lainnya, Sebagai sarana kamuflase bagi beberapa
hewan laut., Sebagai hiasan akuarium, Dijadikan obat kontrasepsi (KB),dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA

20

Anonim A. 2008. http://www.gurungeblog.wordpress.com/2008/11/10/mengenal-seluk-belukphylum-porifera/


Anonim

B.

2014

file

:///E:/filum-porifera-pengertian-ciri-ciri-klasifikasi-reproduksi-

contoh.html Diakses Tanggal 1 Maret 2014


Anonim

C. http://imamfends.blogspot.com/2011/03/makalah-porifera.html

diakses

tanggal

3/3/2014 pukul 22.30


Anonim

D. http://pt.aliexpress.com/item/Porifera-natural-sponge-baby-bath-ball-honeycomb-

sponge/990069524.html
Anoim

E. http://www.psychologymania.com/2013/09/peranan-penting-porifera-dalamkehidupan.html

Anonim

F. http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/sistem-pernapasan-pada-

porifera.html#ixzz2uOGMpu6E
Demospongiae. 2014. file:///E:/Demospongiae.htm Diakses tanggal 1 Maret 2014
Hibberd, Ty. Moore, Kirriliy. 2009. HIMI Benthic Invertebrate Field Guide. Australian Antartic
Division. Kingston
WORM

(World

Register

of

http://www.marinespecies.org/photogallery.php

21

Marine

Species).

2015.