Anda di halaman 1dari 2

Anak Autis

28112009
Oleh : Emanuel Setio Dewo
Memiliki anak yg menderita autis memang berat. Anak penderita autis seperti seorang
yg kerasukan setan. Selain tidak mampu bersosialisasi, penderita tidak dapat
mengendalikan emosinya. Kadang tertawa terbahak, kadang marah tak terkendali. Dia
sendiri tdk mampu mengendalikan dirinya sendiri & memiliki gerakan-gerakan aneh
yangg selalu diulang-ulang. Selain itu dia punya ritual sendiri yg harus dilakukannya
pada
saat-saat
atau
kondisi
tertentu.
Penelitian yg intensive di dunia medis pun dilakukan oleh para ahli. Dimulai dari
hipotesis sederhana sampai ke penelitian klinis lanjutan. Dan setelah banyak membaca
& mengamati, saya sebagai orang awam yang sederhana ini dapat menarik kesimpulan
sementara,
yaitu:
1. Autis bukan karena keluarga (terutama ibu yang paling sering dituduh) yang tdk
dapat mendidik penderita. Anak autis tidak memiliki minat bersosialisasi, dia seolah
hidup didunianya sendiri. Dia tidak peduli dgn orang lain. Orang lain (biasanya ibunya)
yg dekat dengannya hanya dianggap sebagai penyedia kebutuhan hidupnya. (Baca:
Teory
of
Mind,
yang
ditulis
oleh
seorang
autis).
2. Jarang sekali anak autis yang benar2 diakibatkan oleh faktor genetis. Alergi memang
bisa saja diturunkan, tapi alergi turunan tidak berkembang menjadi autoimun seperti
pada
penderita
autis.
3. Terjadi kegagalan pertumbuhan otak yg diakibatkan oleh keracunan logam berat
seperti mercury yang banyak terdapat dalam vaksin imunisasi atau pada makanan yg
dikonsumsi ibu yg sedang hamil, misalnya ikan dengan kandungan logam berat yang
tinggi.
4. Terjadi kegagalan pertumbuhan otak karena nutrisi yg diperlukan dalam
pertumbuhan otak tidak dapat diserap oleh tubuh, ini terjadi karena adanya jamur
dalam
lambungnya.
5. Terjadi autoimun pada tubuh penderita yang merugikan perkembangan tubuhnya
sendiri karena zat2 yg bermanfaat justru dihancurkan oleh tubuhnya sendiri. Imun
adalah kekebalan tubuh terhadap virus/bakteri pembawa penyakit. Sedangkan
autoimun adalah kekebalan yang dikembangkan oleh tubuh penderita sendiri yang
justru kebal terhadap zat-zat penting dalam tubuh & menghancurkannya.
6. Akhirnya tubuh penderita menjadi alergi terhadap banyak zat yang sebenarnya
sangat diperlukan dalam perkembangan tubuhnya. Dan penderita harus diet ekstra
ketat dengan pola makan yang dirotasi setiap minggu. Soalnya jika terlalu sering &
lama makan sesuatu bisa menjadikan penderita alergi terhadap sesuatu itu.
7. Autis memiliki spektrum yang lebar. Dari yg autis ringan sampai yang terberat.
Termasuk
di
dalamnya
adalah
hyper-active,
attention
disorder,
dll.
8. Kebanyakan anak autis adalah laki-laki karena tidak adanya hormon estrogen yang
dapat menetralisir autismenya. Sedang hormon testoteronnya justru memperparah
keadaannya. Sedikit sekali penderitanya perempuan karena memiliki hormon estrogen
yang
dapat
memperbaikinya.
Memang berat & sangat sulit menangani anak penderita autis yangg seperti kerasukan
setan ini. Perlu beberapa hal yang perlu diketahui, dipahami & dilakukan, yaitu:
1. Anak autis tidak gila & tidak kerasukan setan. Penanganan harus dilakukan secara
medis
&
teratur.

2. Penderita autis sebagian dapat sembuh dengan beberapa kondisi, yaitu: ditangani &
terapi sejak dini; masih dalam spektrum ringan; mengeluarkan racun atau logam berat
dalam
tubuh
penderita
(detoxinasi).
3. Perlu pemahaman & pengetahuan tentang autis & ditunjang oleh kesabaran & rasa
kasih sayang dalam keluarga penderita. Terutama bagi suami-istri karena banyak kasus
anak
autis
menjadi
penyebab
hancurnya
rumah
tangga.
4. Dewasa ini penelitian yang berkesinambungan telah mencapai perkembangan yang
luar
biasa.
Semakin
besar
harapan
sembuh
bagi
penderita.
5. Terapi harus dilakukan terus menerus tidak terputus walau pun tingkat
perkembangan
perbaikan
kondisi
penderita
dirasa
tidak
ada.
6. Diet harus terus dilakukan secara ketat, terus-menerus & sangat disiplin. Perbaikan
kondisi penderita karena diet berlangsung sangat lambat, tetapi pelanggaran diet dapat
menghancurkan
semuanya
dalam
waktu
yg
sangat
cepat.
Siapa yang tidak ingin anak autisnya dapat hidup mandiri, dapat berkarya & berprestasi
baik serta dapat diterima di masyarakat? Kunci terpenting adalah dengan terus berdoa
kepada Tuhan agar anak dapat diberi kesembuhan & keluarga diberi kemampuan,
kekuatan, kesabaran serta ketabahan dalam membesarkan & mendampingi si anak
penderita autis. Juga agar diberi jalan terbaik dalam kehidupan ini agar dapat
membantu
&
mendukung
proses
perbaikan
perkembangan
penderita.
Sumber
: http://www.dongengkakrico.com/index.php?
view=article&catid=43%3Akumpulan-artikel-seputar-anak&id=194%3Aanakautis&option=com_content&Itemid=101