Anda di halaman 1dari 148
 

B u k u

Pe d o m a n

P e m e l i h a r a a n

S A L U R A N

U D A R A

T E G A N G A N

T I N G G I

D A N

E K S T R A

T I N G G I

( S U T T / S U T E T )

Dokumen nomor : PDM/STT/10:2014

 
/ S U T E T ) Dokumen nomor : PDM/STT/10:2014   J l P T
/ S U T E T ) Dokumen nomor : PDM/STT/10:2014   J l P T
/ S U T E T ) Dokumen nomor : PDM/STT/10:2014   J l P T

J l

P T

P L N

( P E R S E R O )

T r u n o j o y o

B l o k

M

I / 1 3 5

J A K A R T A

DOKUMEN

PT PLN (PERSERO)

NOMOR : PDM/STT/10:2014

Lampiran Surat Keputusan Direksi

PT PLN (Persero) No. 0520-1.K/DIR/2014

BUKU PEDOMAN PEMELIHARAAN SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) PT PLN (PERSERO) JALAN TRUNOJOYO BLOK M-I/135 KEBAYORAN

PT PLN (PERSERO)

JALAN TRUNOJOYO BLOK M-I/135 KEBAYORAN BARU

JAKARTA SELATAN 12160

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

Susunan Tim Review KEPDIR 113 & 114 Tahun 2010

Surat Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No.0309.K/DIR/2013

Pengarah

:

1. Kepala Divisi Transmisi Jawa Bali

 

2. Kepala Divisi Transmisi Sumatera

3. Kepala Divisi Transmisi Indonesia Timur

4. Yulian Tamsir

Ketua

:

Tatang Rusdjaja

Sekretaris

:

Christi Yani

Anggota

:

Indra Tjahja Delyuzar Hesti Hartanti Sumaryadi James Munthe Jhon H Tonapa

Kelompok Kerja Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT/SUTET)

1. Andhy Dharma S (PLN P3BJB)

:

Koordinator merangkap anggota

2. Subronto (PLN P3BJB)

:

Anggota

3. Aryo Tiger (PLN P3BS)

:

Anggota

4. Cecep Zaenal M (PLN P3BS)

:

Anggota

5. Sunardi (PLN Sulselrabar)

:

Anggota

6. Helmi Rayan (PLN Kalselteng)

:

Anggota

7. Moses Allo (PLN Sulutenggo)

:

Anggota

Koordinator Verifikasi dan Finalisasi Review KEPDIR 113 & 114 Tahun 2010 (Nota Dinas KDIVTRS JBS Nomor 0018/432/KDIVTRS JBS/2014) Tanggal 27 Mei 2014

1. Jemjem Kurnaen

2. Sugiartho

3. Yulian Tamsir

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

DAFTAR ISI

DAFTAR

ISI

I

DAFTAR

GAMBAR

III

DAFTAR TABEL

 

V

DAFTAR LAMPIRAN

VI

PRAKATA

VII

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

1

1

PENDAHULUAN

1

1.1

Primary

1

1.1.1

Current Carrying (Pembawa Arus)

2

1.1.1.1

Bare Conductor OHL (Termasuk ACSR, TACSR dan ACCC)

2

1.1.1.2

ConductorJoint (Midspan Joint)

6

1.1.1.3

Jumper

Joint

8

1.1.1.4

Jumper Conductor (Konduktor Jumper)

8

1.1.2

Insulation (Isolasi)

9

1.1.2.1

Ceramic Insulator (Insulator Keramik)

13

1.1.2.2

Non – Ceramic Insulator

14

1.1.2.3

Isolasi Udara ( Ground Clearance ) Disekitar Kawat Penghantar

15

1.1.3

Structure (Struktur)

17

1.1.3.1

Bracing Tower (Besi Siku Tower)

17

1.1.3.2

Mur dan Baut Tower

24

1.1.3.3

Pondasi Tower

25

1.1.4

Junction (Penghubung)

27

1.2

Secondary

34

1.2.1

Protection

34

1.2.1.1

Pengaman dari Gangguan Petir

34

1.2.1.1.1

Kawat Ground Steel Wire (GSW)/ Optic Ground Wire (OPGW)

35

1.2.1.1.2

Jumper GSW

35

1.2.1.1.3

Arcing Horn

36

1.2.1.1.4

Transmision Line Arrester (TLA)

37

1.2.1.1.5

Konduktor Penghubung

39

1.2.1.1.6

Rod Pentanahan (Grounding)

40

1.2.1.2

Pengaman dari Getaran/ Stres Mekanis yang Ditimbulkan oleh Angin

41

1.2.1.2.1

Spacer

41

1.2.1.2.2

Armour Rod

41

1.2.1.2.3

Counter Weight

42

1.2.1.2.4

Vibration Damper

42

1.2.1.3

Pengaman dari Ancaman/ Kemungkinan Gangguan Akibat Manusia

43

1.2.1.3.1

ACD (Anti Climbing Device)/ Penghalang Panjat

43

1.2.1.3.2

Plat Rambu Bahaya

43

1.2.1.4

Pengaman dari Kemungkinan Gangguan Luar (Pesawat Udara, Terjun

Payung)

43

1.2.1.4.1

Bola Rambu

43

1.2.1.4.2

Aviation Lamp (Lampu penerbangan)

44

1.2.1.5

Pengaman dari Urat Konduktor Putus

45

1.2.1.5.1

Repair Sleeve

45

1.2.1.5.2

Armour Rod Span

45

1.2.1.6

Monitoring

46

i

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

1.2.1.6.1

Plat Informasi Tower

46

1.2.1.6.2

Tangga panjat (step bolt)

46

1.3

Failure Mode And Effect Analysis (FMEA)

46

1.3.1

Prosedur Pembuatan FMEA

47

1.3.2

Fungsi Sistem Dan Sub Sistem SUTT/ SUTET

48

2

PEDOMAN PEMELIHARAAN SUTT/ SUTET

52

2.1

Pemeliharaan Preventif (Preventive Maintenance)

52

2.1.1

Pemeliharaan Rutin (Routine Maintenance)

53

2.1.1.1

In Service Visual Inspection

53

2.1.1.2

Ground Patrol

53

2.1.1.3

Climb up Inspection

59

2.1.2

Predictive Maintenance

65

2.1.2.1

In Service Measurement

65

2.1.2.1.1

Pengujian Thermovisi

65

2.1.2.1.2

Ranging Meter

68

2.1.2.1.3

Pengujian Puncture Insulator

73

2.1.2.1.4

Pengujian Resistansi Pentanahan Tower

74

2.1.2.1.5

Download TLA

74

2.1.2.1.6

Shutdown Testing/ Measurement

78

2.1.3

Pemeliharaan Pasca Gangguan

79

2.1.4

Corrective Maintenace

80

2.1.4.1

Planned

80

2.1.4.2

Unplanned

80

3

EVALUASI HASIL PEMELIHARAAN SUTT/ SUTET

81

3.1

Metode Evaluasi Hasil Pemeliharaan Sutt/ Sutet

81

3.2

Standar Evaluasi Hasil Pemeliharaan SUTT/ SUTET

82

3.2.1

In Service Visual Inspection

82

3.2.2

Pengujian Thermovisi

92

3.2.3

Pengukuran Dengan Ranging Meter

92

3.2.4

Pengujian Puncture Insulator

93

3.2.5

Pengujian Resistansi Pentanahan Tower

94

3.2.6

Download TLA (Arrester Condition Monitoring)

94

4

REKOMENDASI HASIL PEMELIHARAAN SUTT/ SUTET

96

4.1

Rekomendasi Hasil Pemeliharaan Rutin

96

4.2

Rekomendasi Pengujian Thermovisi

104

4.3

Rekomendasi Hasil Ranging Meter

105

4.4

Rekomendasi Pengujian Puncture Insulator

105

4.5

Rekomendasi Pengujian Resistansi Pentanahan Tower

106

4.6

Rekomendasi Hasil Download TLA

106

DAFTAR ISTILAH

136

DAFTAR PUSTAKA

137

ii

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

DAFTAR GAMBAR

3

3

5

Gambar 1-4 Bagian sambungan konduktor penghantar (a) Selongsong Steel (b) Selongsong alumunium (c) Selongsong steel ACCC (d) Selongsong alumunium ACCC Gambar 1-5 Jumper Joint Gambar 1-6 Jumper Conduktor Gambar 1-7 Insulator piring (a) tipe clevis (b) tipe ball-and-socket

7

8

8

9

Gambar 1-1 Konduktor Gambar 1-2 Konduktor Jenis TACSR Gambar 1-3 Bagian Bagian ACCC

Gambar 1-8 Komponen insulator piring tipe ball-and-socket

10

Gambar 1-9 Insulator Post

10

Gambar 1-10 Insulator long rod

11

Gambar 1-11 Insulator "I" string

11

Gambar 1-12 Insulator "V" string

12

Gambar 1-13 Insulator horizontal string

12

Gambar 1-14

Insulator

single string

 

12

Gambar 1-15 Insulator double string

13

Gambar 1-16 Insulator quadruple

13

Gambar 1-17

Ceramic Insulator

 

14

Gambar 1-18 Insulator gelas/ kaca

14

Gambar 1-19 Insulator polymer

15

Gambar 1-20

Tiang

Sudut

17

Gambar 1-21

Tiang

transposisi

18

Gambar 1-22

Tiang

portal

19

Gambar 1-23

Tiang

kombinasi

19

Gambar 1-24 Konstruksi tiang pole

 

20

Gambar 1-25

Palang

poligonal

lengkung (davit)

21

Gambar 1-26

Palang

poligonal

lurus

21

Gambar 1-27

Traverse Lurus

22

Gambar 1-28 Tiang delta

22

Gambar 1-29

Tiang

zig-zag

23

Gambar 1-30

Tiang

piramida

23

Gambar 1-31 Konstruksi Tiang Lattice

24

Gambar 1-32 Mur dan baut tower

 

24

Gambar 1-33

Pondasi

normal

25

Gambar 1-34 Pondasi spesial (pancang)

26

Gambar 1-35

Halaman tower

 

26

Gambar 1-36 Leg tower

27

Gambar 1-37 Suspension clamp

28

Gambar 1-38 Strain Clamp

28

Gambar 1-39 Compression dead end press

28

Gambar 1-40

Socket clevis

 

29

Gambar 1-41

Bolt Clevis

29

Gambar 1-42

Triangle

Plate

29

Gambar 1-43 Triangle plate link

30

Gambar 1-44 Square plate

30

Gambar 1-45

Shackle

30

Gambar 1-46

Turnbucle/ span scrup

31

Gambar 1-47

Link adjuster

31

Gambar 1-48

Triangle plate

31

iii

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

Gambar 1-49 Socket link bolt

32

Gambar 1-50 Extention link

32

Gambar 1-51 Shackle

32

Gambar 1-52 Adjuster plate

33

Gambar 1-53 Ball & pin insulator

33

Gambar 1-54 Suspension clamp GSW

33

Gambar 1-55 Joint GSW

34

Gambar 1-56 Kawat GSW/OPGW

35

Gambar 1-57 Jumper GSW, Kawat GSW/OPGW

36

Gambar 1-58 Arcing horn sisi penghantar

36

Gambar 1-59 Arcing horn sisi tower

36

Gambar 1-60 Bentuk lain arching horn

37

Gambar 1-61 TLA

38

Gambar 1-62 Konduktor penghubung, kawat GSW/OPGW ke tanah

39

Gambar 1-63 Pentanahan tower

40

Gambar 1-64 (a) Spacer 4 konduktor, (b) Spacer 2 konduktor

41

Gambar 1-65 Armour rod

42

Gambar 1-66 Counter weight

42

Gambar 1-67 Damper

42

Gambar 1-68 ACD (Anti Climbing Device)/ penghalang panjat

43

Gambar 1-69 Plat rambu Bahaya

43

Gambar 1-70 Bola rambu

44

Gambar 1-71 Lampu penerbangan Tower

44

Gambar 1-72 Repair sleeve

45

Gambar 1-73 Armour rod span

45

Gambar 1-74 Plat informasi tower

46

Gambar 1-75 Step bolt

46

Gambar 1-76 Flowchart prosedur pembuatan FMEA

47

Gambar 2-1 Metode Pemeliharaan SUTT/SUTET

52

Gambar 2-2 Spektrum elektomagnet

66

Gambar 2-3 Thermovisi

67

Gambar 2-4 Tampilan Thermal Image

68

Gambar 2-5 Tampilan Ranging Meter

68

Gambar 2-6 Pengukuran tinggi konduktor

70

Gambar 2-7 Pengukuran tinggi pohon

72

Gambar 2-8 Alat Uji Puncture Test

73

Gambar 2-9 Alat Uji ITECE

74

Gambar 2-10 Pengujian resistansi pentanahan tower

74

Gambar 2-11 (a) file notepad download data arus petir (b) tabel arus petir (c) Grafik dari

tabel leakage current/ arus bocor

75

Gambar 3-1 Alur pengambilan keputusan evaluasi hasil pemeliharaan SUTT/SUTET

81

Gambar 3-2 Contoh Hasil Pengujian Puncture Insulator

93

Gambar 3-3 Hasil Download data TLA (salah satu contoh peralatan terpasang di

95

Transmisi PLN)

iv

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

DAFTAR TABEL

Tabel 1-1 Daftar konduktor yang dipergunakan untuk SUTT/ SUTET

4

Tabel 1-2 Daftar Konduktor Jenis ACCC

6

Tabel 1-3 Standar Jarak Aman/ ROW

16

Tabel

1-4

Fungsi SUTT/SUTET

48

Tabel 1-5 Sub Sistem SUTT/SUTET serta Fungsinya

48

Tabel 1-6 Komponen dan Sub Komponen SUTT/SUTET

50

Tabel 2-1 Ground Patrol Jadwal Pemeliharaan Mingguan& Triwulan

54

Tabel 2-2 Climb up inspection JADWAL PEMELIHARAAN 5 TAHUNAN

59

Tabel

2-3

Detektor infra merah

66

Tabel 2-4 In service Measurement SUTT/SUTET Jadwal Pemeliharaan

76

Tabel 2-5 Shutdown Testing/ Measurement SUTT/SUTET

78

Tabel 3-1 Standar evaluasi In Service Visual Inspection

82

Tabel 3-2 Standar evaluasi pengujian thermovisi

92

Tabel 3-3 Standar evaluasi hasil ranging meter

92

Tabel 3-4 Standar evaluasi pengujian resistansi pentanahan tower

94

Tabel 4-1 Rekomendasi hasil pemeliharaan rutin

96

Tabel 4-2 Rekomendasi pengujian thermovisi

104

Tabel 4-3 Rekomendasi hasil pengukuran menggunakan ranging meter

105

Tabel 4-4 Rekomendasi pengujian puncture insulator AB Chance, isolometer Terex Ritz

dan Positron Canada

105

Tabel 4-5 Rekomendasi pengujian resistansi pentanahan tower

106

Tabel 4-6 Rekomendasi Hasil download TLA

106

v

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 TABEL PERIODE PEMELIHARAAN SUTT/SUTET

107

Lampiran 2 FMEA SUTT/ SUTET

118

Lampiran 3 Formulir Inspeksi Level 1: Ground Patrol Transmisi

123

Lampiran 4 Formulir Inspeksi Level 1: Climb Up Inspection Transmisi

126

Lampiran 5 Formulir Inspeksi Level 2: Thermovisi Transmisi

128

Lampiran 6 Formulir Inspeksi Level 2: Ranging Meter ROW

130

Lampiran 7 Formulir Inspeksi Level 2 Tahanan Pentanahan Tower

132

Lampiran 8 Formulir Inspeksi Level 2 Puncture Test SUTET

134

vi

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

PRAKATA

PLN sebagai perusahaan yang asset sensitive, dimana pengelolaan aset memberi kontribusi yang besar dalam keberhasilan usahanya, perlu melaksanakan pengelolaan aset dengan baik dan sesuai dengan standar pengelolaan aset. Parameter Biaya, Unjuk kerja, dan Risiko harus dikelola dengan proporsional sehingga aset bisa memberikan manfaat yang maksimum selama masa manfaatnya.

PLN melaksanakan pengelolaan aset secara menyeluruh, mencakup keseluruhan fase dalam daur hidup aset (asset life cycle) yang meliputi fase Perencanaan, Pembangunan, Pengoperasian, Pemeliharaan, dan Peremajaan atau penghapusan. Keseluruhan fase tersebut memerlukan pengelolaan yang baik karena semuanya berkontribusi pada keberhasilan dalam pencapaian tujuan perusahaan.

Dalam pengelolaan aset diperlukan kebijakan, strategi, regulasi, pedoman, aturan, faktor pendukung serta pelaksana yang kompeten dan berintegritas. PLN telah menetapkan beberapa ketentuan terkait dengan pengelolaan aset yang salah satunya adalah buku Pedoman pemeliharaan peralatan penyaluran tenaga listrik.

Pedoman pemeliharaan yang dimuat dalam buku ini merupakan bagian dari kumpulan Pedoman pemeliharaan peralatan penyaluran yang secara keseluruhan terdiri atas 25 buku. Pedoman ini merupakan penyempurnaan dari pedoman terdahulu yang telah ditetapkan dengan keputusan direksi nomor 113.K/DIR/2010 dan 114.K/DIR/2010. Perubahan atau penyempurnaan pedoman senantiasa diperlukan mengingat perubahan pengetahuan dan teknologi, perubahan lingkungan serta perubahan kebutuhan perusahaan maupun stakeholder. Di masa yang akan datang, pedoman ini juga harus disempurnakan kembali sesuai dengan tuntutan pada masanya.

Penerapan pedoman pemeliharaan ini merupakan hal yang wajib bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pemeliharaan peralatan penyaluran di PLN, baik perencana, pelaksana maupun evaluator. Pedoman pemeliharaan ini juga wajib dipatuhi oleh para pihak diluar PLN yang bekerjasama dengan PLN untuk melaksanakan kegiatan pemeliharaan di PLN.

Demikian, semoga kehadiran buku ini memberikan manfaat bagi perusahaan dan stakeholder serta masyarakat Indonesia.

vii

Jakarta, Oktober 2014

DIREKTUR UTAMA

NUR PAMUDJI

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

1

PENDAHULUAN

Dalam Perusahaan Tenaga Listrik pemeliharaan sarana instalasi memegang peranan sangat penting dalam menunjang kualitas dan keandalan penyediaan tenaga listrik kepada konsumen. Pemeliharaan sarana instalasi adalah salah satu proses kegiatan yang bertujuan menjaga kondisi peralatan, sehingga dalam pengoperasiannya peralatan dapat selalu berfungsi sesuai dengan karakteristik desainnya.

Selama ini pemeliharaan sarana instalasi listrik yang dilaksanakan di PT PLN (Persero) mengacu pada Buku Pedoman Pemeliharaan Sistem Tenaga Tahun 1984 sesuai SE_032 /PST/1984 beserta revisi-revisinya dan petunjuk pemeliharaan pada manual books masing-masingperalatan yang masih menggunakan pola Pemeliharaan Berbasis Waktu (Time Based Maintenance). Seiring dengan perjalanan waktu, perkembangan teknologi dan dimulainya penerapan pola Pemeliharaan Berbasis Kondisi (Condition Based Maintenance) di PT PLN (Persero), maka dirasa perlu adanya Buku Pedoman Pemeliharaan dan Asesmen Kondisi Peralatan Sistem Tenaga baru yang dapat mengakomodasi perubahan-perubahan yang terjadi.

Buku Pedoman Pemeliharaan dan Asesmen Kondisi Peralatan Sistem Tenaga ini mencakup Komponen dan Fungsi Peralatan, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Pedoman Pemeliharaan SUTT / SUTET dan Evaluasi Hasil Pemeliharaan sebagai dasar asesmen kondisi peralatan serta Rekomendasi untuk acuan tindak lanjut kondisi peralatan. Dengan terbitnya buku ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dari kegiatan pemeliharaan itu sendiri serta merubah pola pemeliharaan di PT PLN (Persero) yang tadinya menggunakan Time Based Maintenance 80% dan Corrective Maintenance 20% menjadi pola pemeliharaanyang menggunakan Time Based Maintenance 40%, Condition Based Maintenance 50% dan Corrective Maintenance 10% sehingga mempunyai nilai lebih untuk menjadi sistem pemeliharaan yang berstandar nasional.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. 01.P/47/MPE/1992 tanggal 07 Februari 1992 Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) adalah saluran tenaga listrik yang menggunakan kawat telanjang (penghantar) diudara bertegangan diatas 35 s/d 245 kV sesuai standar dibidang ketenagalistrikan ( Pasal 1 Ayat 3), dan dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) adalah saluran tenaga listrik yang menggunakan kawat telanjang (penghantar) diudara bertegangan diatas 245 kV sesuai standar dibidang ketenagalistrikan (Pasal 1 ayat 4).

1.1

Primary

Berdasarkan fungsi dari tiap-tiap komponennya, sistem transmisi SUTT / SUTET dikelompokkan sebagai berikut:

1. Current Carrying / Pembawa Arus

2. Insulation / Isolasi

1

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

3. Structure / Struktur

4. Junctions / Penghubung

1.1.1 Current Carrying (Pembawa Arus)

Komponen yang termasuk dalam fungsi pembawa arus adalah komponen SUTT/ SUTET yang berfungsi dalam proses penyaluran arus listrik dari Pembangkit ke GI/ GITET atau dari GI/ GITET ke GI/ GITET lainnya.

Komponen-komponen yang termasuk fungsi pembawa arus, yaitu:

1.1.1.1 Bare Conductor OHL (Termasuk ACSR, TACSR dan ACCC)

Sebagai media pembawa arus pada SUTT/ SUTET dengan kapasitas arus sesuai spesifikasi atau ratingnya yang direntangkan lewat tiang-tiang SUTT/ SUTET melalui insulator-insulator sebagai penyekat konduktor dengan tiang.

Pada tiang tension, konduktor dipegang oleh strain clamp/ compression dead end clamp, sedangkan pada tiang suspension dipegang oleh suspension clamp.

Bahan konduktor yang dipergunakan untuk saluran energi listrik perlu memiliki sifat sifat sebagai berikut:

1. Konduktivitas tinggi

2. Kekuatan tarik mekanik tinggi

3. Berat jenis yang rendah

4. Ekonomis

5. Lentur/ tidak mudah patah

Biasanya konduktor pada SUTT/ SUTET merupakan konduktor berkas (stranded) atau serabut yang dipilin, agar mempunyai kapasitas yang lebih besar dibanding konduktor pejal dan mempermudah dalam penanganannya.

Jenis-jenis konduktor berdasarkan bahannya:

1. Konduktor Jenis Tembaga (BC: Bare copper)

Konduktor ini merupakan penghantar yang baik karena memiliki konduktivitas tinggi dan kekuatan mekanik yang cukup baik.

2. Konduktor jenis aluminium

Konduktor dengan bahan aluminium lebih ringan daripada konduktor jenis tembaga, konduktivitas dan kekuatan mekaniknya lebih rendah.Jenis-jenis konduktor alumunium antara lain:

2

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

a. Konduktor ACSR (Alumunium Conductor Steel Reinforced)

Konduktor jenis ini, bagian dalamnya berupa steel yang mempunyai kuat mekanik tinggi, sedangkan bagian luarnya berupa aluminium yang mempunyai konduktivitas tinggi. Karena sifat elektron lebih menyukai bagian luar konduktor daripada bagian sebelah dalam konduktor, maka pada sebagian besar SUTT maupun SUTET menggunakan konduktor jenis ACSR.

Untuk daerah yang udaranya mengandung kadar belerang tinggi dipakai jenis ACSR/AS, yaitu konduktor jenis ACSR yang konduktor steelnya dilapisi dengan aluminium.

ACSR yang konduktor steelnya dilapisi dengan aluminium. Gambar 1-1 Konduktor b. Konduktor jenis TACSR (Thermal
ACSR yang konduktor steelnya dilapisi dengan aluminium. Gambar 1-1 Konduktor b. Konduktor jenis TACSR (Thermal

Gambar 1-1 Konduktor

b. Konduktor jenis TACSR (Thermal Aluminium Conductor Steel Reinforced)

Pada saluran transmisi yang mempunyai kapasitas penyaluran / beban sistem tinggimaka dipasang konduktor jenis TACSR.Konduktor jenis ini mempunyai kapasitas lebih besar tetapi berat konduktor tidak mengalami perubahan yang banyak, tapi berpengaruh terhadap sagging.

konduktor tidak mengalami perubahan yang banyak, tapi berpengaruh terhadap sagging. Gambar 1-2 Konduktor Jenis TACSR 3

Gambar 1-2 Konduktor Jenis TACSR

3

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

Tabel 1-1 Daftar konduktor yang dipergunakan untuk SUTT/ SUTET

1-1 Daftar konduktor yang dipergunakan untuk SUTT/ SUTET c. Konduktor jenis ACCC Konduktor jenis ini, bagian

c. Konduktor jenis ACCC

Konduktor jenis ini, bagian dalamnya berupa composite yang mempunyai kuat mekanik tinggi, dikarenakan tidak dari bahan konduktif, maka bahan ini tidak mengalami pemuaian saat dibebani arus maupun wtegangan.Untuk konduktor jenis ini tidak mengalami korosi cocok untuk daerah pinggir pantai, sedangkan bagian luarnya berupa aluminium yang mempunyai konduktivitas tinggi. Konduktor jenis ini dipilih karena memiliki karakteristik high conductivity & low sag conductor.

4

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) Gambar 1-3 Bagian Bagian ACCC Keunggulan Konduktor ACCC:
SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) Gambar 1-3 Bagian Bagian ACCC Keunggulan Konduktor ACCC:

Gambar 1-3 Bagian Bagian ACCC

Keunggulan Konduktor ACCC:

1. Daya Hantar:

Konduktor ACCC dapat menyalurkan arus dua kali lipat dibanding Konduktor biasa/konvensional.

Core/Inti yang lebih ringan memungkinkan penambahan luas aluminium sampai 28 % tanpa penambahan berat.

2. Mengurangi Losses

Pada kondisi beban sama mengurangi losses 30 sampai 40% dibanding konduktor dengan diamater dan berat yang sama

3. Kekuatan Berat

Hybrid Carbon Composite Core lebih kuat dan lebih ringan dari steel core/ inti baja

4. Bentang lebih Panjang

Lebih kuat dan dimensi yang stabil memungkinkan span lebih panjang atau tower yg lebih rendah.

5

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

Jenis – Jenis ACCC:

Tabel 1-2 Daftar Konduktor Jenis ACCC

Core Rated Conductor Rated DC @ AC @ AC @ ACCC ® Conductor Diameter Core
Core Rated
Conductor Rated
DC @
AC @
AC @
ACCC ®
Conductor
Diameter
Core Diameter
Weight
AC Ampacity
Strength
Strength
20°C
25°C
75°C
Size
(kcmil)
(mm²)
(in)
(mm)
(in)
(mm)
(lb/kft)
(kg/km)
(lbf)
(kN)
(lbf)
(kN)
(ohm/km)
(ohm/km)
(ohm/km)
75°C
180°C
Drake
1020
516.8
1.108
28.14
0.375
9.53
1047
1558
34,570
153.8
41,100
182.8
0.05409
0.05640
0.06749
1,025
1,765
Dublin
1043
528.5
1.108
28.15
0.375
9.53
1072
1595
34,570
153.8
41,300
183.5
0.05300
0.05608
0.06715
1,028
1,769
Hamburg
1092
553.3
1.127
28.62
0.345
8.76
1106
1646
29,260
130.2
36,300
161.3
0.05070
0.05375
0.06436
1,054
1,816
Milan
1134
574.6
1.146
29.10
0.345
8.76
1146
1705
29,260
130.2
36,500
162.5
0.04880
0.05186
0.06210
1,078
1,859
Rome
1183
599.4
1.177
29.89
0.375
9.53
1205
1793
34,570
153.8
42,200
187.5
0.04680
0.04981
0.05965
1,108
1,913
Cardinal
1222
619.2
1.196
30.38
0.345
8.76
1228
1828
29,260
130.2
37,100
165.0
0.04535
0.04793
0.05712
1,137
1,971
Vienna
1255
635.9
1.198
30.42
0.345
8.76
1259
1873
29,260
130.2
37,300
165.9
0.04410
0.04700
0.05627
1,146
1,981
Budapest
1332
674.9
1.240
31.50
0.375
9.53
1346
2003
34,570
153.8
43,100
191.8
0.04160
0.04447
0.05325
1,189
2,059
Prague
1377
697.7
1.251
31.77
0.345
8.76
1377
2050
29,260
130.2
38,100
169.4
0.04030
0.04326
0.05180
1,208
2,093
Munich
1461
740.3
1.293
32.85
0.375
9.53
1471
2189
34,570
153.8
44,000
195.5
0.03800
0.04094
0.04902
1,253
2,175
London
1512
766.1
1.315
33.40
0.385
9.78
1523
2266
36,440
162.1
46,100
205.2
0.03660
0.03954
0.04736
1,280
2,224
Bittern
1572
796.5
1.345
34.16
0.345
8.76
1555
2314
29,260
130.2
39,300
174.8
0.03517
0.03815
0.04511
1,320
2,315
Paris
1620
820.9
1.345
34.17
0.345
8.76
1603
2385
29,260
130.2
39,700
176.4
0.03420
0.03721
0.04456
1,328
2,310
Antwerp
1879
952.1
1.451
36.85
0.385
9.78
1867
2778
36,440
162.1
48,500
215.7
0.02950
0.03251
0.03893
1,449
2,532
Lapwing
1965
995.7
1.504
38.20
0.385
9.78
1961
2918
36,440
162.1
49,000
218.0
0.02836
0.03169
0.03720
1,497
2,655
Berlin
2004
1015.4
1.504
38.20
0.415
10.54
2000
2977
42,340
188.3
55,200
245.5
0.02760
0.03058
0.03661
1,509
2,642
Madrid
2020
1023.5
1.504
38.20
0.385
9.78
1999
2974
36,440
162.1
49,400
219.7
0.02740
0.03044
0.03645
1,512
2,647
Chukar
2242
1136.0
1.602
40.69
0.395
10.03
2226
3312
38,360
170.6
52,700
234.5
0.02486
0.02851
0.03323
1,610
2,882
Bluebird
2726
1381.5
1.762
44.75
0.415
10.54
2696
4012
42,340
188.3
59,800
266.0
0.02044
0.02461
0.02835
1,788
3,246
Drake
1020
516.8
1.108
28.14
0.375
9.53
1047
1558
34,570
153.8
41,100
182.8
0.05409
0.05640
0.06749
1,025
1,765
Dublin
1043
528.5
1.108
28.15
0.375
9.53
1072
1595
34,570
153.8
41,300
183.5
0.05300
0.05608
0.06715
1,028
1,769
Hamburg
1092
553.3
1.127
28.62
0.345
8.76
1106
1646
29,260
130.2
36,300
161.3
0.05070
0.05375
0.06436
1,054
1,816
Milan
1134
574.6
1.146
29.10
0.345
8.76
1146
1705
29,260
130.2
36,500
162.5
0.04880
0.05186
0.06210
1,078
1,859
Rome
1183
599.4
1.177
29.89
0.375
9.53
1205
1793
34,570
153.8
42,200
187.5
0.04680
0.04981
0.05965
1,108
1,913
Cardinal
1222
619.2
1.196
30.38
0.345
8.76
1228
1828
29,260
130.2
37,100
165.0
0.04535
0.04793
0.05712
1,137
1,971
Vienna
1255
635.9
1.198
30.42
0.345
8.76
1259
1873
29,260
130.2
37,300
165.9
0.04410
0.04700
0.05627
1,146
1,981
Budapest
1332
674.9
1.240
31.50
0.375
9.53
1346
2003
34,570
153.8
43,100
191.8
0.04160
0.04447
0.05325
1,189
2,059
Prague
1377
697.7
1.251
31.77
0.345
8.76
1377
2050
29,260
130.2
38,100
169.4
0.04030
0.04326
0.05180
1,208
2,093
Munich
1461
740.3
1.293
32.85
0.375
9.53
1471
2189
34,570
153.8
44,000
195.5
0.03800
0.04094
0.04902
1,253
2,175
London
1512
766.1
1.315
33.40
0.385
9.78
1523
2266
36,440
162.1
46,100
205.2
0.03660
0.03954
0.04736
1,280
2,224
Bittern
1572
796.5
1.345
34.16
0.345
8.76
1555
2314
29,260
130.2
39,300
174.8
0.03517
0.03815
0.04511
1,320
2,315
Paris
1620
820.9
1.345
34.17
0.345
8.76
1603
2385
29,260
130.2
39,700
176.4
0.03420
0.03721
0.04456
1,328
2,310
Antwerp
1879
952.1
1.451
36.85
0.385
9.78
1867
2778
36,440
162.1
48,500
215.7
0.02950
0.03251
0.03893
1,449
2,532
Lapwing
1965
995.7
1.504
38.20
0.385
9.78
1961
2918
36,440
162.1
49,000
218.0
0.02836
0.03169
0.03720
1,497
2,655
Berlin
2004
1015.4
1.504
38.20
0.415
10.54
2000
2977
42,340
188.3
55,200
245.5
0.02760
0.03058
0.03661
1,509
2,642
Madrid
2020
1023.5
1.504
38.20
0.385
9.78
1999
2974
36,440
162.1
49,400
219.7
0.02740
0.03044
0.03645
1,512
2,647
Chukar
2242
1136.0
1.602
40.69
0.395
10.03
2226
3312
38,360
170.6
52,700
234.5
0.02486
0.02851
0.03323
1,610
2,882
Bluebird
2726
1381.5
1.762
44.75
0.415
10.54
2696
4012
42,340
188.3
59,800
266.0
0.02044
0.02461
0.02835
1,788
3,246

1.1.1.2 ConductorJoint (Midspan Joint)

Sambungan konduktoradalah material untuk menyambung konduktor penghantar yang cara penyambungannya dengan alat press tekanan tinggi.

6

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

Sambungan (joint) harus memenuhi beberapa syarat antara lain:

1. Konduktivitas listrik yang baik

2. Kekuatan mekanik yang besar

Ada 2 jenis teknik penyambungan konduktor penghantar ACSR, TACSR& ACCC, yaitu:

1. Sambungan dengan puntiran (sekarang sudah jarang dipergunakan)

2. Sambungan dengan press

Sambungan konduktor penghantar dengan press terdiri dari:

a. Selongsong steel, berfungsi untuk menyambung steel atau bagian dalam konduktor penghantar ACSR &TACSR.

b. Selongsong aluminium berfungsi untuk menyambung aluminium atau bagian luar konduktor penghantar ACSR &TACSR.

c. Selongsong steel, berfungsi untuk menyambung Composite Carbon dalam konduktor penghantar ACCC.

d. Selongsong aluminium berfungsi untuk menyambung aluminium atau bagian luar konduktor penghantarACCC.

aluminium atau bagian luar konduktor penghantar ACCC. Gambar 1-4 Bagian sambungan konduktor penghantar (a)

Gambar 1-4 Bagian sambungan konduktor penghantar (a) Selongsong Steel (b) Selongsong alumunium (c) Selongsong steel ACCC (d) Selongsong alumunium ACCC

7

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

Penempatan midspan joint harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Diusahakan berada di tengah-tengah gawang atau bagian terendah dari andongan konduktor.

b. Tidak boleh berada di dekat tower tension

c. Tidak boleh di atas jalan raya, rel KA, SUTT, dan lain-lain.

1.1.1.3 Jumper Joint

Berfungsi sebagai pembagi arus pada titik sambungan konduktor.

sebagai pembagi arus pada titik sambungan konduktor. Gambar 1-5 Jumper Joint 1.1.1.4 Jumper Conductor (Konduktor

Gambar 1-5 Jumper Joint

1.1.1.4 Jumper Conductor (Konduktor Jumper)

Jumper Conductordigunakan sebagai penghubung konduktor pada tiang tension. Besar penampang, jenis bahan, dan jumlah konduktor pada konduktor penghubung disesuaikan dengan konduktor yang terpasang pada SUTT/ SUTET tersebut.

Konduktor
Konduktor

Gambar 1-6 Jumper Conduktor

8

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

Jarak Jumper conductor dengan tiang diatur sesuai tegangan operasi dari SUTT / SUTETkonduktor pada tiang tension SUTET umumnya dipasang counter weight sebagai pemberat agar posisi dan bentuk konduktor penghubung tidak berubah. Pada tiang tertentu perlu dipasang insulator support untuk menjaga agar jarak antara konduktor penghubung dengan tiang tetap terpenuhi.

Untuk menjaga jarak dan pemisah antar Jumper Conductorpada konfigurasi 2 konduktor atau 4 konduktor perlu dipasang twin spacer ataupun quad spacer.

1.1.2 Insulation (Isolasi)

Insulation berfungsi untuk mengisolasi bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan/ ground, baik saat normal continous operation dan saat terjadi surja (termasuk petir) didalam saluran transmisi.

Sesuai fungsinya, insulator yang baik harus memenuhi sifat:

1. Karakteristik elektrik

Insulator mempunyai ketahanan tegangan impuls petir pengenal dan tegangan kerja, tegangan tembus minimum sesuai tegangan kerja dan merupakan bahan isolasi yang diapit oleh logam sehingga merupakan kapasitor.Kapasitansinya diperbesar oleh polutan maupun kelembaban udara di permukaannya. Apabila nilai isolasi menurun akibat dari polutan maupun kerusakan pada insulator, maka akan tejadi kegagalan isolasi yang akhirnya dapat menimbulkan gangguan.

2. Karakteristik mekanik

Insulator harus mempunyai kuat mekanik guna menanggung beban tarik konduktor penghantar maupun beban berat insulator dan konduktor penghantar.

Menurut bentuknya, insulator terdiri dari :

1. Insulator Piring

Dipergunakan untuk insulator penegang dan insulator gantung, dimana jumlah piringan insulator disesuaikan dengan tegangan sistem.

piringan insulator disesuaikan dengan tegangan sistem. Gambar 1-7 Insulator piring (a) tipe clevis (b) tipe

Gambar 1-7 Insulator piring (a) tipe clevis (b) tipe ball-and-socket

9

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) Gambar 1-8 Komponen insulator piring tipe ball-and-socket 2.

Gambar 1-8 Komponen insulator piring tipe ball-and-socket

2. Insulator Tipe Post

Dipergunakan sebagai tumpuan dan memegang bagi konduktor diatasnya untuk pemasangan secara vertikal dan sebagai insulator dudukan.Biasanya terpasang pada tower jenis pole atau pada tiang sudut. Dipergunakan untuk memegang dan menahan konduktor untuk pemasangan secara horizontal.

sudut. Dipergunakan untuk memegang dan menahan konduktor untuk pemasangan secara horizontal. Gambar 1-9 Insulator Post 10

Gambar 1-9 Insulator Post

10

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

3. Insulator long rod

Insulator long rod adalah insulator porselen atau komposit yang digunakan untuk beban tarik.

porselen atau komposit yang digunakan untuk beban tarik. Gambar 1-10 Insulator long rod Menurut pemasangannya,

Gambar 1-10 Insulator long rod

Menurut pemasangannya, insulator terdiri:

1. “I” String

long rod Menurut pemasangannya, insulator terdiri: 1. “I” String Gambar 1-11 Insulator "I" string 11

Gambar 1-11 Insulator "I" string

11

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

2. “V” String

TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) 2. “V” String Gambar 1-12 Insulator "V" string 3. Horizontal

Gambar 1-12 Insulator "V" string

3. Horizontal String

1-12 Insulator "V" string 3. Horizontal String Gambar 1-13 Insulator horizontal string 4. Single String

Gambar 1-13 Insulator horizontal string

4. Single String

3. Horizontal String Gambar 1-13 Insulator horizontal string 4. Single String Gambar 1-14 Insulator single string

Gambar 1-14 Insulator single string

12

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

5. Double String

TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) 5. Double String Gambar 1-15 Insulator double string 6. Quadruple Gambar

Gambar 1-15 Insulator double string

6. Quadruple

String Gambar 1-15 Insulator double string 6. Quadruple Gambar 1-16 Insulator quadruple Insulation pada SUTT/ SUTET

Gambar 1-16 Insulator quadruple

Insulation pada SUTT/ SUTET dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

1. Ceramic Insulator

2. Non – ceramic insulator

3. Isolasi udara ( ground clearance ) disekitar kawat penghantar.

1.1.2.1 Ceramic Insulator (Insulator Keramik)

Ceramic insulator adalah media penyekat antara bagian yang bertegangan dengan yang tidak bertegangan atau ground secara elektrik dan mekanik. Pada SUTT / SUTET,

13

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

insulator berfungsi untuk mengisolir konduktor fasa dengan tower / ground.Insulator keramik terbuat dari bahan porselen yang mempunyai keunggulan tidak mudah pecah, tahan terhadap cuaca. Dalam penggunaannya insulator ini harus di glasur. Warna glasur biasanya coklat, dengan warna lebih tua atau lebih muda. Hal itu juga berlaku untuk daerah dimana glasur lebih tipis dan lebih terang, sebagai contoh pada bagian tepi dengan radius kecil. Daerah yang di glasur harus dilingkupi glasur halus dan mengkilat, bebas dari retak dan cacat lain.

glasur halus dan mengkilat, bebas dari retak dan cacat lain. Gambar 1-17 Ceramic Insulator 1.1.2.2 Non

Gambar 1-17 Ceramic Insulator

1.1.2.2 Non – Ceramic Insulator

a. Insulator gelas/ kaca

Digunakan hanya untuk insulator jenis piring. Bagian gelas harus bebas dari lubang atau cacat lain termasuk adanya gelembung dalam gelas. Warna gelas biasanya hijau, dengan warna lebih tua atau lebih muda. Jika terjadi kerusakan insulator gelas mudah dideteksi.

lebih tua atau lebih muda. Jika terjadi kerusakan insulator gelas mudah dideteksi. Gambar 1-18 Insulator gelas/

Gambar 1-18 Insulator gelas/ kaca

14

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

b. Insulator Polymer

Insulator polymer dilengkapi dengan mechanical load-bearing fiberglass rod, yang diselimuti oleh weather shed polimer untuk mendapatkan nilai kekuatan eletrik yang tinggi.

Komponen utama dari insulator polymeryaitu:

a. End fittings

b. Corona ring(s)

c. Fiberglass-reinforced plastic rod

d. Interface between shed and sleeve

e. Weather shed

rod d. Interface between shed and sleeve e. Weather shed Gambar 1-19 Insulator polymer 1.1.2.3 Isolasi
rod d. Interface between shed and sleeve e. Weather shed Gambar 1-19 Insulator polymer 1.1.2.3 Isolasi

Gambar 1-19 Insulator polymer

1.1.2.3 Isolasi Udara ( Ground Clearance ) Disekitar Kawat Penghantar

Isolasi udara berfungsi untuk mengisolasi antara bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan/ ground dan antar fasa yang bertegangan secara elektrik. Kegagalan fungsi isolasi udara disebabkan karena breakdown voltage yang terlampaui (jarak yang tidak sesuai, perubahan nilai tahanan udara, tegangan lebih), dan isolasi udara (ground clearance) mempunyai jarak bebas minimum yaitu jarak terpendek antara penghantar SUTT/ SUTET dengan permukaan tanah, benda benda dan kegiatan lain disekitarnya, yang mutlak tidak boleh lebih pendek dari yang telah ditetapkan demi

15

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

keselamatan manusia dan makhluk hidup lainnya serta juga keamanan operasi SUTT/ SUTET (Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. 01.P/47/MPE/1992 tanggal 07 Februari 1992, pasal 1 ayat 9).

Tabel 1-3 Standar Jarak Aman/ ROW

   

SUTT

SUTT

SUTET 500 kV

66

150

   

No

 

Lokasi

Sirkuit

Sirkuit

 

kV

kV

Ganda

Tunggal

(m)

(m)

(m)

(m)

1

Lapangan Terbuka

 

6,5

7,5

10

11

2

Daerah Dengan Keadaan Tertentu

         

2.1.

Bangunan tidak tahan api

 

12,5

13,5

14

15

2.2.

Bangunan tahan api

 

3,5

4,5

8,5

8,5

2.3.

Lalu lintas / jalan raya

 

8

9

15

15

2.4.

Pohon-pohon

pada

umumnya,

hutan

dan

       

perkebunan

3,5

4,5

8,5

8,5

2.5.

Lapangan olahraga

 

12,5

13,5

14

15

2.6.

SUTT lainnya, penghantar tegangan rendah, jaringan telekomunikasi, antena radio, antena televisi, dan kereta gantung

3

4

8,5

8,5

2.7.

Rel kereta biasa

 

8

9

15

15

2.8.

Jembatan

besi,

rangka

besi

penahan

       

penghantar,

kereta

listrik

terdekat

dan

3

4

8,5

8,5

sebagainya

2.9.

Titik tertinggi tiang kapal pada kedudukan air pasang tertinggi pada lalu lintas air

3

4

8,5

8,5

16

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

1.1.3 Structure (Struktur)

Komponen utama dari Fungsi structure pada sistem transmisi SUTT / SUTET adalah Tiang (Tower).Tiang adalah konstruksi bangunan yang kokoh untuk menyangga / merentang konduktor penghantar dengan ketinggian dan jarak yang aman bagi manusia dan lingkungan sekitarnya dengan sekat insulator.

Structure terbagi dalam 3 bagian, yaitu:

1.1.3.1 Bracing Tower (Besi Siku Tower)

Rangkaian Bracing tower membentuk struktur tower yang berfungsi menjaga dan mempertahankan kawat penghantar pada jarak ground clearance tertentu sehingga proses transmisi daya berlangsung kontinyu.

Tiang/ Tower Menurut Fungsi:

1. Tiang penegang (tension tower)

Tiang penegang disamping menahan gaya berat juga menahan gaya tarik dari konduktor- konduktor saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) atau Ekstra Tinggi (SUTET). Tiang penegang terdiri dari:

a. Tiang sudut (angle tower)

Tiang sudut adalah tiang penegang yang berfungsi menerima gaya tarik akibat perubahan arah Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) atau Ekstra Tinggi (SUTET).

Udara Tegangan Tinggi (SUTT) atau Ekstra Tinggi (SUTET). Gambar 1-20 Tiang Sudut b. Tiang akhir (

Gambar 1-20 Tiang Sudut

b. Tiang akhir (dead end tower)

Tiang akhir adalah tiang penegang yang direncanakan sedemikian rupa sehingga kuat untuk menahan gaya tarik konduktor-konduktor dari satu arah saja. Tiang akhir ditempatkan di ujung Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) atau Ekstra Tinggi (SUTET) yang akan masuk ke switch yard Gardu Induk.

17

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

2. Tiang penyangga (suspension tower)

Tiang penyangga untuk mendukung/ menyangga dan harus kuat terhadap gaya berat dari peralatan listrik yang ada pada tiang tersebut.

3. Tiang penyekat (section tower)

Yaitu tiang penyekat antara sejumlah tower penyangga dengan sejumlah tower penyangga lainnya karena alasan kemudahan saat pembangunan (penarikan konduktor), umumnya mempunyai sudut belokan yang kecil.

4. Tiang transposisi

Adalah tiang penegang yang berfungsi sebagai tempat perpindahan letak susunan phasa konduktor-konduktor Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

(SUTT) atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Gambar 1-21 Tiang transposisi 5. Tiang portal (gantry

Gambar 1-21 Tiang transposisi

5. Tiang portal (gantry tower)

Yaitu tower berbentuk portal digunakan pada persilangan antara dua saluran transmisi yang membutuhkan ketinggian yang lebih rendah untuk alasan tertentu (bandara, tiang crossing). Tiang ini dibangun di bawah saluran transmisi eksisting.

18

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) Gambar 1-22 Tiang portal 6. Tiang kombinasi (combined

Gambar 1-22 Tiang portal

6. Tiang kombinasi (combined tower)

Yaitu tower yang digunakan oleh dua buah saluran transmisi yang berbeda tegangan operasinya.

dua buah saluran transmisi yang berbeda tegangan operasinya. Gambar 1-23 Tiang kombinasi Tiang Menurut Bentuk: 1.

Gambar 1-23 Tiang kombinasi

Tiang Menurut Bentuk:

1. Tiang pole

Konstruksi SUTT dengan tiang beton atau tiang baja, pemanfaatannya digunakan pada perluasan SUTT dalam kota yang padat penduduk dan memerlukan lahan relatif sempit.

Berdasarkan materialnya, terbagi menjadi:

a. Tiang pole baja

b. Tiang pole beton

19

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) Gambar 1-24 Konstruksi tiang pole Konstruksi tiang pole
SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) Gambar 1-24 Konstruksi tiang pole Konstruksi tiang pole

Gambar 1-24 Konstruksi tiang pole

Konstruksi tiang pole terdiri dari 3 bagian utama yaitu:

A.

Tiang

Tiang adalah bagian utama dari tiang pole yang berfungsi sebagai penopang dari palang dan insulator.Untuk pemakaian pada saluran dengan jarak rentang yang panjang (menyeberang sungai, lembah dan sebagainya), digunakan tiang khusus yang konstruksi dan dimensinya dibuat lebih besar serta lebih kuat dari pada jenis tiang yang standar.

Tiang baja terbuat dari high steel yang berpenampang poligonal atau bulat, sedangkan tiang beton terbuat dari beton pra-tekan berpenampang bulat.

20

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

B. Palang (travers)

Jenis palang yang digunakan:

- palang poligonal lengkung (davit)

palang yang digunakan: - palang poligonal lengkung (davit) Gambar 1-25 Palang poligonal lengkung (davit) - palang

Gambar 1-25 Palang poligonal lengkung (davit)

- palang poligonal lurus

Palang poligonal lengkung (davit) - palang poligonal lurus Gambar 1-26 Palang poligonal lurus Traverse davit dan

Gambar 1-26 Palang poligonal lurus

Traverse davit dan Traverse poligonal lurus dipergunakan untuk SUTT tiang tunggal. Sedangkan untuk SUTT tiang ganda menggunakan traverse lurus.

21

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) Gambar 1-27 Traverse Lurus Bahan palang terbuat dari

Gambar 1-27 Traverse Lurus

Bahan palang terbuat dari bahan baja mutu ASTM A-572 dengan minimum Grade 50 dan digalvanis.

2. Tiang kisi – kisi (Lattice Tower)

Terbuat dari baja profil, disusun sedemikian rupa sehingga merupakan suatu menara yang telah diperhitungkan kekuatannya disesuaikan dengan kebutuhannya. Berdasarkan susunan/ konfigurasi penghantarnya dibedakan menjadi 3 (tiga) kelompok besar, yaitu:

1. Tiang delta (delta tower)

penghantarnya dibedakan menjadi 3 (tiga) kelompok besar, yaitu: 1. Tiang delta (delta tower) Gambar 1-28 Tiang

Gambar 1-28 Tiang delta

22

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

2. Tiang zig-zag (zig-zag tower)

EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) 2. Tiang zig-zag (zig-zag tower) Gambar 1-29 Tiang zig-zag 3. Tiang piramida (pyramid

Gambar 1-29 Tiang zig-zag

3. Tiang piramida (pyramid tower)

2. Tiang zig-zag (zig-zag tower) Gambar 1-29 Tiang zig-zag 3. Tiang piramida (pyramid tower) Gambar 1-30
2. Tiang zig-zag (zig-zag tower) Gambar 1-29 Tiang zig-zag 3. Tiang piramida (pyramid tower) Gambar 1-30

Gambar 1-30 Tiang piramida

23

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

Bagian-Bagian Tiang Kisi-kisi:

EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) Bagian-Bagian Tiang Kisi-kisi: Gambar 1-31 Konstruksi Tiang Lattice 1.1.3.2 Mur dan Baut
EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) Bagian-Bagian Tiang Kisi-kisi: Gambar 1-31 Konstruksi Tiang Lattice 1.1.3.2 Mur dan Baut

Gambar 1-31 Konstruksi Tiang Lattice

1.1.3.2 Mur dan Baut Tower

Mur dan baut tower berfungsi menyatukan bracing sehingga membentuk konstruksi tower.

Mur dan baut tower berfungsi menyatukan bracing sehingga membentuk konstruksi tower. Gambar 1-32 Mur dan baut

Gambar 1-32 Mur dan baut tower

24

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

1.1.3.3 Pondasi Tower

a. Pondasi Lattice Tower

Pondasi adalah konstruksi beton bertulang untuk mengikat kaki tower (stub) dengan bumi.Jenis pondasi tower beragam menurut kondisi tanah tempat tapak tower berada dan beban yang akan ditanggung oleh tower. Pondasi tower yang menanggung beban tarik (tension) dirancang lebih kuat / besar daripada tower tipe suspension.

Jenis pondasi:

Normal, dipilih untuk daerah yang dinilai cukup keras tanahnya.

Spesial: Pancang (fabrication dan cassing), dipilih untuk daerah yang lembek/tidak keras sehingga harus diupayakan mencapai tanah keras yang lebih dalam.

Raft, dipilih untuk daerah berawa/ berair.

Auger, dipilih karena mudah pengerjaannya dengan mengebor dan mengisinya dengan semen.

Rockdrilled, dipilih untuk daerah berbatuan.

Stub adalah bagian paling bawah dari kaki tower, dipasang bersamaan dengan pemasangan pondasi dan diikat menyatu dengan pondasi. Bagian atas stub muncul dipermukaan tanah sekitar 0,5 sampai 1 meter dan dilindungi semen serta dicat agar tidak mudah berkarat.

Pemasangan stub paling menentukan mutu pemasangan tower, karena harus memenuhi syarat:

Jarak antar stub harus benar

Sudut kemiringan stub harus sesuai dengan kemiringan kaki tower

Level titik hubung stub dengan kaki tower tidak boleh beda 2 mm (milimeter).

kaki tower • Level titik hubung stub dengan kaki tower tidak boleh beda 2 mm (milimeter).

Gambar 1-33 Pondasi normal

25

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) Gambar 1-34 Pondasi spesial (pancang) Halaman tower adalah

Gambar 1-34 Pondasi spesial (pancang)

Halaman tower adalah daerah tapak tower yang luasnya diukur dari proyeksi keatas tanah galian pondasi. Biasanya antara 3 hingga 8 meter di luar stub tergantung pada jenis tower.

pondasi. Biasanya antara 3 hingga 8 meter di luar stub tergantung pada jenis tower . Gambar
pondasi. Biasanya antara 3 hingga 8 meter di luar stub tergantung pada jenis tower . Gambar

Gambar 1-35 Halaman tower

26

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

A. Kaki tower (leg)

Leg adalah kaki tower yang terhubung antara stub dengan tower body. Pada tanah yang tidak rata perlu dilakukan penambahan atau pengurangan tinggi leg. Tower Body harus tetap sama tinggi permukaannya.

Pengurangan leg ditandai: -1; -2; -3

Penambahan leg ditandai:+1; +2; +3

ditandai: -1; -2; -3 Penambahan leg ditandai:+1; +2; +3 Gambar 1-36 Leg tower b. Pondasi tiang

Gambar 1-36 Leg tower

b. Pondasi tiang pole

Jenis pondasi yang digunakan pada tiang pole adalah:

1. Pondasi bor yang terdiri atas:

a. Pondasi bor poros lurus

b. Pondasi bor tanam langsung

2. Pondasi beton bertulang dengan baut angkur, yang terdiri atas:

a. Pondasi beton bertulang dengan tiang pancang

b. Pondasi beton bertulang tanpa tiang pancang

1.1.4 Junction (Penghubung)

Berfungsi menghubungkan sub sistem Current carrying (pembawa arus), sub sistem insulation (isolasi) dan subsistem structure (struktur). Junction pada sistem transmisi SUTT/ SUTET adalah semua komponen pendukung fungsi pembawa arus, isolasi dan struktur. Berdasarkan perannya sebagai komponen pendukung, junction terbagi atas:

27

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

A.

Menghubungkan

dengansubsistem insulation (isolasi), terdiri atas:

subsistem

Current

carrying

1. Suspension Clamp

(pembawa

arus)

Suspension clamp adalah alat yang dipasangkan pada konduktor penghantar ke perlengkapan insulator gantung, yang berfungsi untuk memegang konduktor penghantar pada tiang suspension.

untuk memegang konduktor penghantar pada tiang suspension . Gambar 1-37 Suspension clamp 2. Strain Clamp Strainclamp

Gambar 1-37 Suspension clamp

2. Strain Clamp

Strainclamp adalah alat yang dipasangkan pada konduktor penghantar ke perlengkapan insulator penegang, yang berfungsi untuk memegang konduktor penghantar pada tower tension.

untuk memegang konduktor penghantar pada tower tension. Gambar 1-38 Strain Clamp 3. Dead End Compression Komponen

Gambar 1-38 Strain Clamp

3. Dead End Compression

Komponen ini berfungsi sebagai pemegang konduktor pada tower tension.

Komponen ini berfungsi sebagai pemegang konduktor pada tower tension. Gambar 1-39 Compression dead end press 28

Gambar 1-39 Compression dead end press

28

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

4. Socket clevis

Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan bolt insulator dengan hot yoke pada tower tension/ suspension.

dengan hot yoke pada tower tension/ suspension . Gambar 1-40 Socket clevis 5. Bolt clevis Komponen

Gambar 1-40 Socket clevis

5. Bolt clevis

Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan socket insulator dengan link.

untuk menghubungkan socket insulator dengan link . Gambar 1-41 Bolt Clevis 6. Triangle plate Komponen ini

Gambar 1-41 Bolt Clevis

6. Triangle plate

Komponen ini berfungsi untuk pemegang /penahan konduktor pada tower suspension.

untuk pemegang /penahan konduktor pada tower suspension . Gambar 1-42 Triangle Plate 7. Triangle Plate link

Gambar 1-42 Triangle Plate

7. Triangle Plate link

Komponen ini berfungsi sebagai penghubung antara triangle plate dengan suspension clamp

29

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) Gambar 1-43 Triangle plate link 8. Square plate

Gambar 1-43 Triangle plate link

8. Square plate

Komponen ini berfungsi untuk pemegang/ penahan konduktor pada tower suspension double konduktor maupun Tower tension

tower suspension double konduktor maupun Tower tension Gambar 1-44 Square plate 9. Shackle Komponen ini berfungsi

Gambar 1-44 Square plate

9. Shackle

Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan link dengan tower.

ini berfungsi untuk menghubungkan link dengan tower . Gambar 1-45 Shackle 10. Turnbucle (span scrup) Komponen
ini berfungsi untuk menghubungkan link dengan tower . Gambar 1-45 Shackle 10. Turnbucle (span scrup) Komponen

Gambar 1-45 Shackle

10. Turnbucle (span scrup)

Komponen ini berfungsi untuk mengatur kekencangan/ kekendoran tarikan konduktor/ konduktor.

30

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) Gambar 1-46 Turnbucle/ span scrup 11. Link adjuster

Gambar 1-46 Turnbucle/ span scrup

11. Link adjuster

Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan yoke dengan konduktor dan memperoleh sagging yang diinginkan.

dengan konduktor dan memperoleh sagging yang diinginkan. Gambar 1-47 Link adjuster B. Menghubungkan subsistem

Gambar 1-47 Link adjuster

B.

Menghubungkan subsistem insulation (isolasi) dengan subsistem structure (struktur), terdiri atas:

1. Triangle plate

Komponen ini berfungsi untuk pemegang/ penahan konduktor pada tower suspension.

untuk pemegang/ penahan konduktor pada tower suspension . Gambar 1-48 Triangle plate 2. Link bolt socket

Gambar 1-48 Triangle plate

2. Link bolt socket

Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan socket insulator dengan cold yoke pada tower tension.

31

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) Gambar 1-49 Socket link bolt 3. Extension link

Gambar 1-49 Socket link bolt

3. Extension link

Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan travers dengan yoke pada tower tension sisi cold end.

travers dengan yoke pada tower tension sisi cold end . Gambar 1-50 Extention link 4. Shackle

Gambar 1-50 Extention link

4. Shackle

Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan link dengan tower.

ini berfungsi untuk menghubungkan link dengan tower . Gambar 1-51 Shackle 5. Adjuster plate Komponen ini
ini berfungsi untuk menghubungkan link dengan tower . Gambar 1-51 Shackle 5. Adjuster plate Komponen ini

Gambar 1-51 Shackle

5. Adjuster plate

Komponen ini berfungsi untuk mengatur sagging (andongan) insulator pada tower tension

32

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) Gambar 1-52 Adjuster plate C. Menghubungkan antar insulator,

Gambar 1-52 Adjuster plate

C. Menghubungkan antar insulator, dan terminasi renceng insulator ke junctionkonduktor dan junction tower, terdiri atas Ball & pin insulator keramik dan non ceramic.

atas Ball & pin insulator keramik dan non ceramic. Gambar 1-53 Ball & pin insulator D.

Gambar 1-53 Ball & pin insulator

D. Menghubungkan subsistem pengaman petir, terdiri atas suspension clamp GSW

subsistem pengaman petir, terdiri atas suspension clamp GSW Gambar 1-54 Suspension clamp GSW E. Menghubungkan antar

Gambar 1-54 Suspension clamp GSW

E. Menghubungkan antar subsistem pengaman petir, terdiri dari joint GSW

33

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) Gambar 1-55 Joint GSW 1.2 Secondary 1. Protection

Gambar 1-55 Joint GSW

1.2

Secondary

1. Protection

2. Monitoring dan pemeliharaan saluran Transmisi

1.2.1

Protection

Protection SUTT/ SUTET adalah pengaman instalasi dari gangguan petir, getaran/ stres mekanis yang ditimbulkan oleh angin, ancaman/ kemungkinan gangguan akibat manusia, gangguan dari luar (tertabrak pesawat udara, terjun payung dan lain - lain) dan juga pengaman dari urat konduktor putus.

1.2.1.1 Pengaman dari Gangguan Petir

SUTT/ SUTET merupakan instalasi penting yang menjadi target mudah (easy target) bagi sambaran petir karena strukturnya yang tinggi dan berada pada lokasi yang terbuka. Sambaran petir pada SUTT/ SUTET merupakan suntikan muatan listrik.Suntikan muatan ini menimbulkan kenaikan tegangan pada SUTT / SUTET, sehingga pada SUTT/ SUTET timbul tegangan lebih berbentuk gelombang impuls dan merambat ke ujung-ujung SUTT/ SUTET. Tegangan lebih akibat sambaran petir sering disebut surja petir.

Jika tegangan lebih surja petir tiba di GI, maka tegangan lebih tersebut akan merusak isolasi peralatan GI. Oleh karena itu, perlu dibuat alat pelindung agar tegangan surja yang tiba di GI tidak melebihi kekuatan isolasi peralatan GI.

Komponen-komponen yang termasuk dalam fungsi proteksi petir adalah semua komponen pada SUTT/ SUTET yang berfungsi dalam melindungi saluran transmisi dari sambaran petir, yang terdiri dari:

34

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

1.2.1.1.1 Kawat Ground Steel Wire (GSW)/ Optic Ground Wire (OPGW)

Kawat GSW/ OPGW adalah media untuk melindungi konduktor fasa dari sambaran petir. Kawat ini dipasang di atas konduktor fasa dengan sudut perlindungan yang sekecil mungkin, dengan anggapan petir menyambar dari atas konduktor. Namun, jika petir menyambar dari samping maka dapat mengakibatkan konduktor fasa tersambar dan dapat mengakibatkan terjadinya gangguan.

fasa tersambar dan dapat mengakibatkan terjadinya gangguan. Gambar 1-56 Kawat GSW/OPGW Kawat GSW/ OPGWterbuat dari baja

Gambar 1-56 Kawat GSW/OPGW

Kawat GSW/ OPGWterbuat dari baja yang sudah digalvanis, maupun sudah dilapisi dengan aluminium.Pada SUTET yang dibangun mulai tahun 1990an, di dalam ground wire difungsikan fiber optic untuk keperluan telemetri, teleproteksi maupun telekomunikasi yang dikenal dengan OPGW (Optic Ground Wire), sehingga mempunyai beberapa fungsi.

Jumlah Kawat GSW/ OPGWpada SUTT maupun SUTET paling sedikit ada satu buah di atas konduktor fasa, namun umumnya dipasang dua buah. Pemasangan satu buah konduktor tanah untuk dua penghantar akan membuat sudut perlindungan menjadi besar sehingga konduktor fasa mudah tersambar petir.

Pada tipe tower tension, pemasangan Kawat GSW/ OPGW dapat menggunakan dead end compression dan protection rods yang dilengkapi helical dead end . Sedangkan pada tipe tower suspension digunakan suspension clamp untuk memegang kawat GSW/ OPGW.

1.2.1.1.2 Jumper GSW

Untuk menjaga hubungan Kawat GSW dan OPGW dengan tower, maka pada ujung travers Kawat GSW/ OPGW dipasang jumper GSW yang dihubungkan ke kawat GSW. Kawat penghubung terbuat dari kawat GSW yang dipotong dengan panjang yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Jumper GSW pada tipe tower tension dipasang antara tower dan Kawat GSW/ OPGW serta antar dead end compression atau protection rods yang dilengkapi helical dead end kawat GSW/ OPGW. Hal ini dimaksudkan agar arus gangguan petir dapat mengalir langsung ke tower maupun antar kawat GSW/ OPGW. Sedangkan pada tipe tower suspension, Jumper GSW dipasang pada tower dan disambungkan ke kawat GSW/

35

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

OPGW dengan klem penghubung (pararel grup, wire clipe) ataupun dengan memasangnya pada suspension clampkawat GSW/ OPGW.

dengan memasangnya pada suspension clamp kawat GSW/ OPGW. Gambar 1-57 Jumper GSW, Kawat GSW/OPGW 1.2.1.1.3 Arcing

Gambar 1-57 Jumper GSW, Kawat GSW/OPGW

1.2.1.1.3 Arcing Horn

Alat pelindung proteksi petir yang paling sederhana adalah arcing horn. Arcing horn berfungsi memotong tegangan impuls petir secara pasif (tidak mampu memadamkan follow current dengan sendirinya). Arcing horn terpasang pada SUTT/ SUTET yaitu:

1. Arcing horn sisi penghantar

pada SUTT/ SUTET yaitu: 1. Arcing horn sisi penghantar Gambar 1-58 Arcing horn sisi penghantar 2.

Gambar 1-58 Arcing horn sisi penghantar

2. Arcing horn sisi tower

sisi penghantar Gambar 1-58 Arcing horn sisi penghantar 2. Arcing horn sisi tower Gambar 1-59 Arcing

Gambar 1-59 Arcing horn sisi tower

36

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

3. Bentuk lain dari arcing horn

Arcing horn
Arcing horn

Gambar 1-60 Bentuk lain arching horn

1.2.1.1.4 Transmision Line Arrester (TLA)

Pada dasarnya Jalur transmisi dirancang dengan baik sehingga kebal terhadap sambaran petir. Parameter penting dalam desain tower adalah geometeri, ketinggian, shiled wire dan tingkat pentanahan tower. Namun dalam beberapa kasus tidak mungkin untuk merancang dengan sempurna, hanya solusi optimal yang dapat dilakukan. Optimalisasi ini berdasarkan keseimbangan biaya dari desain dan outage yang dapat ditoleransi. Mengingat geografis jalur transmisi memiliki life cycle dan kebutuhan pelanggan terhadap tingkat pelayanan semakin tinggi. Sementara perubahan desain jalur transmisi biasanya mahal, memasang arrester petir pada saluran transmisi TLA merupakan solusi yang efektif untuk meningkatkan reliability sistem.

Sebuah transmission lightning arrester harus mampu bertindak sebagai insulator, mengalirkan beberapa miliampere arus bocor ke tanah pada tegangan sistem dan berubah menjadi konduktor yang sangat baik, mengalirkan ribuan ampere arus surja ke tanah, memiliki tegangan yang lebih rendah daripada tegangan withstand string insulator ketika terjadi tegangan lebih, dan menghilangan arus susulan mengalir dari sistem melalui TLA (power follow current) setelah surja petir berhasil didisipasikan.

37

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

TLA dapat melindungi sistem dari kejadian-kejadian sebagai berikut:

1. Back flashover,

kejadian dimana petir menyambar bagian-bagian grounding sistem (seperti tower dan GSW) tetapi arus petir tidak dapat dialirkan ke tanah karena impact local grounding desainya yang tidak bekerja dengan baik.

2. Flash over

kejadian dimana perlindungan GSW tidak maksimal sehingga petir menyambar langsung pada konduktor.

maksimal sehingga petir menyambar langsung pada konduktor. Komponen utama dari TLA 1. Clamp Gambar 1-61 TLA

Komponen utama dari TLA

1. Clamp

Gambar 1-61 TLA

Alat yang dipasangkan pada konduktor penghantar ke TLA yang berfungsi untuk memegang konduktor penghantar. Pada jenis konduktor penghantar yang memiliki permukaan lebih banyak kompoisisi Alumunium seperti ACCC, maka konduktor harus dilapisi armour rod untuk mengurangi kelelahan bahan.

2. Corona ring

Peran korona ring adalah untuk mendistribusikan gradien medan listrik dan menurunkan nilai maksimum di bawah ambang batas corona, mencegah debit korona.

3. Insulator Housing

Adalah tabung yang terbuat dari aluminium yang dilapisi insulator. Tabung ini merupakan ruang untuk material metal oksida pembentuk TLA. Biasanya insulator pelapis yang digunakan adalah tipe siikon, karena memiliki bobot yang ringan.

38

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

4. Disconnector

Adalah alat yang dipasangkan pada TLA sisi tidak bertegangan yang diteruskan ke konduktor grounding. Disconnector akan bekerja memutuskan, apabila kondisi TLA sudah rusak.

5. Grounding

Adalah konduktor yang dipasangkan pada TLA yang fungsinya untuk meneruskan arus petir dan arus bocor ke tanah.

6. Arrester Coondition Monitoring (ACM)

Adalah alat ukur untuk mengetahui data arus bocor dan data petir yang melewati TLA tersebut. Untuk mengetahui data petir dan data TLA tersebut maka diperlukan download data arus petir (Leakage Current) dan arus bocor (Leakage Current).

1.2.1.1.5 Konduktor Penghubung

Pada tiang SUTT/ SUTET yang berlokasi di daerah petir tinggi biasanya dipasang konduktor penghubung. Bahan yang dipakai untuk konduktor penghubung umumnya sama dengan bahan kawat GSW/ OPGW. Konduktor penghubung ini berfungsi sebagai media berjalannya surja petir dengan nilai induktansi yang lebih rendah daripada induktansi tower agar arus petir yang menyambar kawat GSW/ OPGW maupun tower SUTT/ SUTET dapat langsung disalurkan ke tanah.

maupun tower SUTT/ SUTET dapat langsung disalurkan ke tanah. Konduktor Penghubung Konduktor Tanah ke tanah Gambar
Konduktor Penghubung Konduktor Tanah ke tanah
Konduktor Penghubung
Konduktor Tanah ke
tanah

Gambar 1-62 Konduktor penghubung, kawat GSW/OPGW ke tanah

Ujung bagian atas konduktor ini dihubungkan langsung dengan kawat GSW/ OPGW menggunakan klem sambungan atau dihubungkan dengan batang penangkap petir yang dipasang di atas tower. Sedangkan ujung bagian bawahnya dihubungkan dengan pentanahan tower. Dengan pemasangan konduktor penghubung diharapkan tidak terjadi arus balik yang nilainya lebih besar daripada arus sambaran petir yang sesungguhnya, sehingga gangguan pada transmisi dapat berkurang.

39

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

1.2.1.1.6 Rod Pentanahan (Grounding)

Rod pentanahan adalah perlengkapan pembumian sistem transmisi yang berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari tower SUTT maupun SUTET ke tanah dan menghindari terjadinya back flashover pada insulator saat grounding sistem terkena sambaran petir. Pentanahan tower terdiri dari konduktor tembaga atau konduktor baja yang diklem pada pipa pentanahan yang ditanam di dekat pondasi tiang, atau dengan menanam plat aluminium/ tembaga disekitar pondasi tower yang berfungsi untuk mengalirkan arus dari konduktor tanah akibat sambaran petir.

mengalirkan arus dari konduktor tanah akibat sambaran petir. Gambar 1-63 Pentanahan tower Jenis-jenis pentanahan tower

Gambar 1-63 Pentanahan tower

Jenis-jenis pentanahan tower pada SUTT/ SUTET:

1. Electroda bar, yaitu suatu rel logam yang ditanam di dalam tanah. Pentanahan ini paling sederhana dan efektif, dimana nilai tahanan tanah adalah rendah.

2. Electroda plat, yaitu plat logam yang ditanam di dalam tanah secara

pengamanan

horisontal

atau

vertikal.

Pentanahan

ini

umumnya

untuk

terhadap petir.

3. Counter poise electrode, yaitu suatu konduktor yang digelar secara horisontal di dalam tanah. Pentanahan ini dibuat pada daerah yang nilai tahanan tanahnya tinggi atau untuk memperbaiki nilai tahanan pentanahan.

4. Mesh electrode, yaitu sejumlah konduktor yang digelar secara horisontal di tanah yang umumnya cocok untuk daerah kemiringan.

40

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

Komponen-komponen pentanahan tower:

1. Konduktor pentanahan, terbuat dari bahan yang konduktifitasnya besar.

2. Klem pentanahan atau sepatu kabel.

3. Batang pentanahan.

4. Klem sambungan konduktor pentanahan.

1.2.1.2

Pengaman dari Getaran/ Stres Mekanis yang Ditimbulkan oleh Angin

1.2.1.2.1

Spacer

Komponen ini berfungsi sebagai pemisah/ perentang dan sekaligus sebagai peredam getaran pada konduktor dan juga menjaga agar konduktor pada satu bundle fasa bergerak seirama.

agar konduktor pada satu bundle fasa bergerak seirama. (a) (b) Gambar 1-64 (a) Spacer 4 konduktor,
agar konduktor pada satu bundle fasa bergerak seirama. (a) (b) Gambar 1-64 (a) Spacer 4 konduktor,

(a) (b)

Gambar 1-64 (a) Spacer 4 konduktor, (b) Spacer 2 konduktor

1.2.1.2.2 Armour Rod

Komponen ini berfungsi melindungi alumunium konduktor dari stres mekanis dititik junction dengan insulator pada tower suspension.

41

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

Armour rod
Armour rod

Gambar 1-65 Armour rod

1.2.1.2.3 Counter Weight

Komponen ini berfungsi menjaga jumper konduktor agar stabil diposisinya sehingga tidak bersentuhan dengan tower saat tertiup angin atau terjadi goncangan.

dengan tower saat tertiup angin atau terjadi goncangan. Gambar 1-66 Counter weight 1.2.1.2.4 Vibration Damper

Gambar 1-66 Counter weight

1.2.1.2.4 Vibration Damper

Komponen ini berfungsi sebagai peredam getaran pada titik titik terminasi antara konduktor dan insulator.

ini berfungsi sebagai peredam getaran pada titik titik terminasi antara konduktor dan insulator. Gambar 1-67 Damper

Gambar 1-67 Damper

42

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

1.2.1.3

Pengaman

dari

Ancaman/

Kemungkinan

Gangguan

Akibat

Manusia

1.2.1.3.1

ACD (Anti Climbing Device)/ Penghalang Panjat

 

Komponen ini berfungsi untuk mencegah/ menghambat manusia yang tidak berkepentingan untuk memanjat tower. Penghalang panjat dibuat runcing, berjarak 10 cm dengan yang lainnya dan dipasang di setiap kaki tower dibawah Rambu tanda bahaya.

dipasang di setiap kaki tower dibawah Rambu tanda bahaya. Gambar 1-68 ACD (Anti Climbing Device)/ penghalang
dipasang di setiap kaki tower dibawah Rambu tanda bahaya. Gambar 1-68 ACD (Anti Climbing Device)/ penghalang

Gambar 1-68 ACD (Anti Climbing Device)/ penghalang panjat

1.2.1.3.2 Plat Rambu Bahaya

Komponen ini berfungsiuntuk memberikan peringatan bahaya tegangan tinggi / tegangan ekstra tinggi.

peringatan bahaya tegangan tinggi / tegangan ekstra tinggi. Gambar 1-69 Plat rambu Bahaya 1.2.1.4 Pengaman dari

Gambar 1-69 Plat rambu Bahaya

1.2.1.4

Pengaman dari Kemungkinan Gangguan Luar (Pesawat Udara, Terjun Payung)

1.2.1.4.1

Bola Rambu

Komponen ini berfungsi untuk memberi tanda bagi pilot pesawat dan nakoda kapal tentang keberadaan saluran transmisi SUTT/ SUTET. Bola rambu dipasang di kawat GSW/ OPGW.

43

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) Gambar 1-70 Bola rambu 1.2.1.4.2 Aviation Lamp (Lampu
SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET) Gambar 1-70 Bola rambu 1.2.1.4.2 Aviation Lamp (Lampu

Gambar 1-70 Bola rambu

1.2.1.4.2 Aviation Lamp (Lampu penerbangan)

Adalah rambu peringatan berupa lampu terhadap lalu lintas udara, berfungsi untuk memberi tanda kepada pilot pesawat terbang bahwa terdapat konduktor saluran transmisi. Jenis lampu penerbangan adalah sebagai berikut:

a. Lampu penerbangan yang terpasang pada tower dengan suplai dari jaringan tegangan rendah

pada tower dengan suplai dari jaringan tegangan rendah Gambar 1-71 Lampu penerbangan Tower b. Lampu penerbangan

Gambar 1-71 Lampu penerbangan Tower

b. Lampu penerbangan yang terpasang pada konduktor penghantardengan sistem induksi dari konduktor penghantar.

44

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

1.2.1.5

Pengaman dari Urat Konduktor Putus

1.2.1.5.1

Repair Sleeve

Komponen ini berfungsi untuk melindungi alumunium konduktor dari putus urat alumunium konduktor tersebut. Repair sleeve dipasang pada kondisi urat alumunium konduktor putus maksimal 4 urat

pada kondisi urat alumunium konduktor putus maksimal 4 urat Gambar 1-72 Repair sleeve 1.2.1.5.2 Armour Rod
pada kondisi urat alumunium konduktor putus maksimal 4 urat Gambar 1-72 Repair sleeve 1.2.1.5.2 Armour Rod

Gambar 1-72 Repair sleeve

1.2.1.5.2 Armour Rod Span

Komponen ini berfungsi untuk melindungi alumunium konduktor dari putus urat alumunium konduktor tersebut. Armaour rod span dipasang pada kondisi urat alumunium konduktor putus maksimal 3 urat.

Armaour rod span dipasang pada kondisi urat alumunium konduktor putus maksimal 3 urat. Gambar 1-73 Armour

Gambar 1-73 Armour rod span

45

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

1.2.1.6

Monitoring

1.2.1.6.1

Plat Informasi Tower

Komponen ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada petugas pemeliharaan tentang saluran transmisi yang hendak dipelihara/ dimonitor.

tentang saluran transmisi yang hendak dipelihara/ dimonitor. Gambar 1-74 Plat informasi tower 1.2.1.6.2 Tangga panjat

Gambar 1-74 Plat informasi tower

1.2.1.6.2 Tangga panjat (step bolt)

Komponen ini berfungsi untuk memberikan kemudahan kepada petugas untuk melakukan pemanjatan tower. Step bolt dipasang dari atas ACD ke sepanjang badan tower hingga traves GSW/ OPGW.

atas ACD ke sepanjang badan tower hingga traves GSW/ OPGW. Gambar 1-75 Step bolt 1.3 Failure
atas ACD ke sepanjang badan tower hingga traves GSW/ OPGW. Gambar 1-75 Step bolt 1.3 Failure

Gambar 1-75 Step bolt

1.3 Failure Mode And Effect Analysis (FMEA)

Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) adalah prosedur analisa dari model kegagalan (failure modes) yang dapat terjadi dalam sebuah sistem untuk diklasifikasikan berdasarkan hubungan sebab-akibat dan penentuan efek dari kegagalan tersebut terhadap sistem.

Model kegagalan (failure modes) sendiri adalah setiap kejadian yang menyebabkan functional failure (ketidakmampuan suatu aset untuk dapat bekerja sesuai fungsinya

46

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

sesuai unjuk kerja yang dapat diterima pemakai). Sedangkan Effects Analysis mengacu kepada pembelajaran konsekuensi-konsekuensi dari kegagalan tersebut. Penyebab kegagalan (failure causes) adalah semua kesalahan (errors) atau cacat/ ketidaksempurnaan (defects) dalam proses, design, atau barang yang dapat terjadi atau nyata terjadi.

FMEA diperkenalkan secara formal di awal tahun 1940 oleh Angkatan Bersenjata Amerika untuk keperluan militer. Dalam FMEA, kegagalan diprioritaskan berdasarkan seberapa seriuskah konsekuensi yang diakibatkannya, frekuensi terjadinya, dan kemudahan dalam mendeteksinya. FMEA juga merupakan dokumentasi pengetahuan terkini dan tindakan tentang resiko kegagalan untuk digunakan dalam pengembangan berkelanjutan. Tujuan pembuatan FMEA adalah sebagai dasar pengambilan tindakan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan resiko kegagalan, dimulai dari prioritas tertinggi. FMEA dapat digunakan untuk evaluasi prioritas manajemen resiko dalam pengurangan kerapuhan sistem terhadap ancaman. FMEA membantu pemilihan tindakan perbaikan yang mengurangi dampak kumulatif konsekuensi (resiko) umur dari sebuah kegagalan sistem.

1.3.1 Prosedur Pembuatan FMEA

dari sebuah kegagalan sistem. 1.3.1 Prosedur Pembuatan FMEA Gambar 1-76 Flowchart prosedur pembuatan FMEA 1.
dari sebuah kegagalan sistem. 1.3.1 Prosedur Pembuatan FMEA Gambar 1-76 Flowchart prosedur pembuatan FMEA 1.
dari sebuah kegagalan sistem. 1.3.1 Prosedur Pembuatan FMEA Gambar 1-76 Flowchart prosedur pembuatan FMEA 1.
dari sebuah kegagalan sistem. 1.3.1 Prosedur Pembuatan FMEA Gambar 1-76 Flowchart prosedur pembuatan FMEA 1.
dari sebuah kegagalan sistem. 1.3.1 Prosedur Pembuatan FMEA Gambar 1-76 Flowchart prosedur pembuatan FMEA 1.
dari sebuah kegagalan sistem. 1.3.1 Prosedur Pembuatan FMEA Gambar 1-76 Flowchart prosedur pembuatan FMEA 1.
dari sebuah kegagalan sistem. 1.3.1 Prosedur Pembuatan FMEA Gambar 1-76 Flowchart prosedur pembuatan FMEA 1.

Gambar 1-76 Flowchart prosedur pembuatan FMEA

1. Mendefinisikan fungsi utama dari sistem/ peralatan

Sistem adalah kumpulan komponen yang secara bersama-sama bekerja membentuk satu atau lebih fungsi. Fungsi sistem tidak sama dengan fungsi komponen.

2. Menentukan sub sistem dan fungsinya

Sub sistem adalah peralatan dan/atau komponen yang bersama-sama membentuk satu fungsi. Dari fungsinya sub sistem berupa unit yang berdiri sendiri dalam suatu sistem.

3. Menentukan komponen dan sub komponen sistem

Komponen adalah bagian/ unsur dari keseluruhan/ suatu sistem, dan sub komponen sistem adalah beberapa bagian/ beberapa unsur yang menunjang suatu sistem

47

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

4. Menentukan functional failures dan failures modes

Functional failures adalah ketidakmampuan suatu sistem untuk dapat bekerja sesuai fungsinya sesuai standar unjuk kerja yang dapat diterima pemakai.

Failures modes adalah cara suatu sistem mengalami kegagalan.

1.3.2 Fungsi Sistem Dan Sub Sistem SUTT/ SUTET

1. Fungsi SUTT/ SUTET

Tabel 1-4 Fungsi SUTT/SUTET

SISTEM

FUNGSI SISTEM

Saluran Udara Tegangan

Menyalurkan daya listrik dari Sisi Pembangkit ke Gardu

Tinggi (SUTT) & Saluran

Induk Tegangan Ekstra Tinggi dan dari GITET ke GI/

Udara Tegangan Ekstra Tinggi

GIS melalui Konduktor Telanjang dengan aman dan rugi

(SUTET)

daya yang kecil

2. Sub Sistem SUTT / SUTET serta Fungsinya

Tabel 1-5 Sub Sistem SUTT/SUTET serta Fungsinya

NO

SUB SISTEM

SUB SUB SISTEM

FUNGSI

1

PRIMARY

Current

Carrying

Berfungsi sebagai media pembawa arus

(Pembawa Arus)

pada saluran transmisi SUTT / SUTET

dengan arus sesuai spesifikasi / ratingnya.

   

Insulation ( Isolasi)

Menginsulasi bagian bertegangan dengan

titik ground, baik saat normal continuous

opation dan saat terjadi surja ( termasuk

petir didalam saluran transmisi )

   

Structure

(Struktur

Menjaga dan merentangkan kawat

Tower)

penghantar agar berada pada jarak ground

clearence tertentu sehingga proses

tansmisi daya berlangsung kontinyu.

48

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

NO

SUB SISTEM

SUB SUB SISTEM

FUNGSI

   

Junctions

Berfungsi menghubungkan sub sistem

(Penghubung)

Current carrying (pembawa arus), sub

sistem insulation (isolasi) dan subsistem

structure (struktur).

2

SECONDARY

Protection

Media berjalanya arus surja petir ke bumi

saat terjadi sambaran didekat saluran

transmisi.

   

Monitoring

Memberikan informasi kepada petugas

pemeliharaan saluran transmisi yang

hendak dipelihara / dimonitor.

49

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

3. Komponen dan Sub Komponen SUTT/ SUTET

Tabel 1-6 Komponen dan Sub Komponen SUTT/SUTET

PRIMARY CURRENT CARYING INSULATION STRUCTURE JUNCTION (PEMBAWA ARUS) 1 Bare Conductor 1 Ceramic Insulator 1
PRIMARY
CURRENT CARYING
INSULATION
STRUCTURE
JUNCTION
(PEMBAWA ARUS)
1 Bare Conductor
1 Ceramic Insulator
1 Bracing Tower
1 Suspension Clamp
OHL
2 Conductor Joint
2 Non-Ceramic Insulator
2 Mur & Baut Tower
2 Strain clamp
(Midspan Joint)
3 Jumper Joint
3 Isolasi Udara (Ground
Clearance) di sekitar
kawat penghantar
3 Pondasi Tower
3 Dead End
Compresion
4 Jumper Conductor
4 Socket Clavis
5 Bolt Clevis
6 Triangle Plate
7 Triangle Plate Link
8 Square Plate
9 Shackle
10 Turn Buckle
11 Link Adjuster
12 Link Bold Socket
13 Extension Link
14 Bold & Pin Insulator
15 Suspension Clamp
GSW
16 Joint GSW

50

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

 

SECONDARY

   

PENGAMAN

 

PENGAMAN DARI KEMUNGKINAN GANGGUAN DARI LUAR (PESAWAT TERBANG, TERJUN PAYUNG, KAPAL DLL.

   

DARI GETARAN/

 

PENGAMAN

 

PENGAMAN

 

STRESS

DARI ANCAMAN

PENGAMAN DARI

DARI

MEKANIS YANG

/ KEMUNGKINAN

URAT

GANGGUAN

 

DITIMBULKAN

 

GANGGUAN

KONDUKTOR

PETR

OLEH ANGIN

AKIBAT

PUTUS

 

DAN

MANUSIA

GUNCANGAN

 
 

Kawat GSW

             

1

dan OPGW

1

Spacer

1

ACD

1 Bola Rambu

1

Repair Sleeve

 

Rood

     

Plat Rambu

     

2

Pentanahan

2

Armour rod

2

Bahaya

2 Aviation Lamp

2

Armour rod span

 

Konduktor

 

Counter

 

3

Sambungan

3

Weight

     

Vibration

4

Jumper GSW

4

Damper

5

Arching Horn

   

6

TLA*

SECONDARY

Plat Informasi Tower

Tangga Panjat

51

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

2 PEDOMAN PEMELIHARAAN SUTT/ SUTET

Pemeliharaan SUTT/ SUTET memegang peranan sangat penting dalam menunjang kualitas dan keandalan penyediaan tenaga listrik kepada konsumen. Pemeliharaan SUTT/ SUTET adalah proses kegiatan yang bertujuan mempertahankan atau menjaga kondisi SUTT/ SUTET, sehingga dalam pengoperasiannya SUTT/ SUTET dapat selalu berfungsi sesuai dengan karakteristik desainnya dan mencegah terjadinya gangguan yang merusak. Jadi, efektifitas dan efisiensi dari pemeliharaan SUTT/ SUTET dapat dilihat dari:

- Peningkatkan reliability, avaibility dan efficiency SUTT/ SUTET

- Perpanjangan umur SUTT/ SUTET

- Perpanjangan interval overhaul (pemeliharaan besar) pada SUTT/ SUTET

- Pengurangan resiko terjadinya kegagalan atau kerusakan pada SUTT/ SUTET

- Peningkatan safety

- Pengurangan lama waktu padam

- Waktu pemulihan yang efektif.

- Biaya pemeliharaan yang efisien/ekonomis.

yang efektif. - Biaya pemeliharaan yang efisien/ekonomis. Gambar 2-1 Metode Pemeliharaan SUTT/SUTET Adapun jenis-jenis

Gambar 2-1 Metode Pemeliharaan SUTT/SUTET

Adapun jenis-jenis pemeliharaan yang dilaksanakan meliputi:

2.1 Pemeliharaan Preventif (Preventive Maintenance)

Adalah pemeliharaan yang dilaksanakan untuk mencegah terjadinya kerusakan secara tiba-tiba dan untuk mempertahankan unjuk kerja yang optimal sesuai umur teknisnya, melalui inspeksi secara periodik dan pengujian fungsi atau melakukan pengujian dan pengukuran untuk mendiagnosa kondisi peralatan.

52

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

Kegiatan ini dilaksanakan dengan berpedoman kepada:instruction manual dari pabrik, standar-standar yang ada (IEC, IEEE, CIGRE, ANSI, dan lain-lain) dan pengalaman serta observasi/ pengamatan operasi di lapangan.

Pemeliharaan ini dapat dibagi menjadi 2 (dua), yaitu:

2.1.1 Pemeliharaan Rutin (Routine Maintenance)

Adalah pemeliharaan secara periodik/ berkala dengan melakukan inspeksi dan pengujian fungsi untuk mendeteksi adanya potensi kelainan atau kegagalan pada peralatan dan mempertahankan unjuk kerjanya. Dalam pelaksanaannya, pemeliharaan rutin pada SUTT/ SUTET terdiri dari:

- Ground Patrol: Pemeliharaan mingguan dan triwulan

- Climb Up Inspection: Pemeliharaan yang dilaksanakan minimal 1 (satu) kali dalam 5 Tahun atau lebih sesuai kebutuhan operasional yang mengacu pada peta kerawanan instalasi (polusi tinggi, rawan petir dan tegakan) serta setelah gangguan yang memerlukan investigasi lanjutan dilapangan.

Secara garis besar, ruang lingkup pemeliharaan rutin meliputi:

2.1.1.1 In Service Visual Inspection

Adalah pekerjaan pemantauan/ pemeriksaan secara berkala/ periodik kondisi peralatan saat operasi dengan hanya memanfaatkan indera penglihatan dan alat ukur bantu sederhana sebagai pendeteksi. Tujuan In Service Visual Inspection untuk mendapatkan indikasi awal ketidaknormalan peralatan (anomali) sebagai bahan untuk melakukan Evaluasi Level 1 serta sebagai informasi bagi pengembangan atau tindakan pemeliharaan.

Pada SUTT/ SUTET, In Service Visual Inspection terbagi menjadi:

2.1.1.2 Ground Patrol

Ground patrol adalah jenis pekerjaan pemantauan/pemeriksaan secara berkala/ periodikterhadap jalur transmisi (SUTT/ SUTET) tanpa memanjat tower, yang dilakukan oleh Line walker (Petugas Ground Patrol). Hasil pemeriksaan Ground patrol merupakan input yang dijadikan acuan tindak lanjut untuk Planned Corrective Maintenance.

Uraian kegiatan yang dilaksanakan meliputi:

53

SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI DAN EKSTRA TINGGI (SUTT/SUTET)

Tabel 2-1 Ground Patrol Jadwal Pemeliharaan Mingguan& Triwulan

KEADAAN

: OPERASI

PELAKSANA

:

PETUGAS GROUND PATROL

PERALATAN YANG DIPERIKSA

 

SASARAN PEMERIKSAAN

 

CURRENT CARRYING / PEMBAWA ARUS

 
 

Periksa

kondisi

konduktor

penghantar

apakah normal,rantas, putus atau mekar.

Periksa andongan konduktor apakah masih dalam keadaan normal.

Bare Conductor OHL

 

Periksa kondisi peredam getaran (vibration damper) apakah normal, korosi, bergeser,bengkok, lepas atau hilang.

(termasuk ACSR , TACSR& ACCC)

Periksa kondisi Spacer apakah normal, bergeser, kendor, patah, klem lepas atau hilang

Periksa apakah ada benda asing (binatang, benang, layang-layang, balon, sampah) yang tersangkut dikonduktor.

Conductor joint (midspan joint)

Periksa kondisi midspan joint apakah normal, bengkok, pecah.

 

Periksa

kondisi

konduktor

penghubung

Conductor

jumper

(konduktor

apakah normal, mekar, lepas, rantas.

 

penghubung)

Periksa

kondisi

Counter