Anda di halaman 1dari 11

1.5.

Pemeriksaan Penunjang6,7,8
Pemeriksaan laboratorium tidak mempunyai ciri-ciri khusus. Pada urinalisa,

berat jenis bisa meningkat dan ketonuria yang menunjukkan adanya dehidrasi dan
asidosis metabolik. Leukosit normal atau sediki t meningkat , jika sudah tinggi
kemungkinan sudah ter jadi peritonitis. Kimia darah sering adanya gangguan
elektrolit.
Foto polos abdomen sangat bernilai dalam menegakkan diagnosa ileus
obstruksi.Sedapat mungkin dibuat pada posisi tegak dengan sinar mendatar. Posisi
datar perlu untuk melihat distribusi gas, sedangkan sikap tegak untuk melihat batas
udara dan air serta letak obstruksi. Secara normal lambung dan kolon terisi sejumlah
kecil gas tetapi pada usus halus biasanya tidak tampak.
Gambaran radiologi dari ileus berupa distensi usus dengan multiple air fluid
level,distensi usus bagian proksimal, absen dari udara kolon pada obstruksi usus
halus. Obstruksi kolon biasanya terlihat sebagai distensi usus yang terbatas dengan
gambaran haustra, kadang-kadang gambaran massa dapat terlihat. Pada gambaran
radiologi, kolon yang mengalami distensi menunjukkan gambaran seperti pigura
dari dinding abdomen.
Kemampuan diagnostik kolonoskopi lebih baik dibandingkan pemeriksaan
bariumkontras ganda. Kolonoskopi lebih sensitif dan spesifik untuk mendiagnosis
neoplasma dan bahkan bisa langsung dilakukan biopsi.

1.6.

Gambaran Radiologi

2.9.1 Anatomi Radiografi


Abdomen membentang dari diafragma hingga pelvis. Hanya lambung dan
kolon yang dalam keadaan normal mengandung udara di dalam lumennya. Usus halus

biasanya tidak mengandung udara di dalamnya. Batas udara-cairan normal terdapat di


dalam lambung, duodenum dan kolon, namun tidak lazim di temukan di dalam usus
halus. Hati, kandung empedu dan limpa merupakan organ padat intraperitoneum yang
terletak berturut-turut di daerah subkostalis kanan dan kiri. Di dalam retroperitoneum,
terdapat ginjal dan fasia perirenalis, kelenjar adrenal, kelenjar getah bening, pankreas,
aorta, vena cava inferior dan muskulus psoas.

2.9.2. Foto polos abdomen


a. Gambaran dari Radiografi Polos Abdomen
Udara akan terlihat hitam karena meneruskan sinar-X yang dipancarkan dan
menyebabkan kehitaman pada film sedangkan tulang dengan elemen kalsium yang
dominan akan menyerap seluruh sinar yang dipancarkan sehingga pada film akan
tampak putih. Diantara udara dengan tulang misalnya jaringan lunak akan menyerap
sebagian besar sinar X yang dipancarkan sehingga menyebabkan keabu-abuan yang
cerah bergantung dari ketebalan jaringan yang dilalui sinar X.
Udara akan terlihat relatif banyak mengisi lumen lambung dan usus besar
sedangkan dalam jumlah sedikit akan mengisi sebagian dari usus kecil. Sedikit udara
dan cairan juga mengisi lumen usus halus dan air fluid level yang minimal bukan
merupakan gambaran patologis. Air fluid level juga dapat djumpai pada lumen usus
besar, dan tiga sampai lima fluid levels dengan panjang kurang dari 2,5 cm masih
dalam batas normal serta sering dijumpai di daerah kuadran kanan bawah. Dua air
fluid level atau lebih dengan diameter lebih dari 2,5 cm panjang atau kaliber
merupakan kondisi abnormal dan selalu dihubungkan dengan pertanda adanya ileus
baik obstruktif atau paralitik.
Banyaknya udara mengisi lumen usus baik usus halus dan besar tergantung
banyaknya udara yang tertelan seperti pada keadaan banyak bicara, tertawa, merokok
dan lain sebagainya. Pada keadaan tertentu misalnya asma atau pneumonia akan

terjadi peningkatan jumlah udara dalam lumen usus halus dan usus besar secara
dramatik sehingga untuk pasien bayi dan anak kecil dengan keluhan perut kembung
sebaiknya juga difoto kedua paru sekaligus karena sangat besar kemungkinan
penyebab kembungnya berasal dari pneumonia di paru. Beberapa penyebab lain yang
mempunyai gambaran mirip dengan ileus antara lain pleuritis, pulmonary infarct,
myocardial infarct, kebocoran atau diseksi aorta torakalis, payah jantung, perikarditis
dan pneumotoraks.
Selain komponen traktus gastrointestinal, juga dapat terlihat kontur kedua
ginjal dan muskulus psoas bilateral. Adanya bayangan yang menghalangi kontur dari
ginjal atau m.psoas dapat menujukkan keadaan patologis di daerah retroperitoneal.
Foto radiografi polos abdomen biasa dikerjakan dalam posisi pasien terlentang
(supine). Apabila keadaan pasien memungkinkan akan lebih baik lagi bila ditambah
posisi berdiri. Untuk kasus tertentu dilakukan foto radiografi polos tiga posisi yaitu
posisi supine, tegak dan miring kekiri (left lateral decubitus). Biasanya posisi
demikian dimintakan untuk memastikan adanya udara bebas yang berpindah pindah
bila difoto dalam posisi berbeda.
Pada kasus abdomen akut diperlukan pemeriksaan 3 posisi, yaitu :
1. Posisi terlentang (supine): sinar dari arah vertical, dengan proyeksi anteroposterior (AP)
2. Duduk atau setengah duduk atau berdiri (erect), bila memungkinkan,
dengan sinar horizontal proyeksi AP
3. Tiduran miring ke kiri ( left lateral decubitus ), dengan arah horizontal,
proyeksi AP.
Hal hal yang dapat dinilai pada foto foto di atas ialah:
1. Posisi terlentang (supine)

Dinding abdomen, yang penting yaitu: lemak preperitoneal kanan dan


kiri baik atau menghilang.

Garis psoas kanan dan kiri: baik, menghilang atau adanya


pelembungan (bulging).

Batu yang radioopak, kalsifikasi atau benda asing yang radioopak.

Kontur ginjal kanan dan kiri.

Gambaran udara usus :

Normal

Pelebaran lambung, usus halus, kolon. (Batas atas diameter normal


usus secara umum adalah 3 cm untuk usus halus, 6 cm untuk usus
besar dan 9 cm untuk sekum (3/6/9 rule).14

Penyebaran dari usus usus yang melebar

Keadaan dinding usus

Jarak antara dua dinding usus yang berdampingan

2. Posisi duduk atau setengah duduk atau tegak ( Erect)


-

Gambaran udara bebas di bawah diafragma

3. Posisi tiduran miring ke kiri ( left lateral dekubitus)


-

Hampir sama seperti posisi duduk, hanya udara bebas letaknya antara
hati dengan dinding abdomen

Gambar 2. Foto radiografi polos abdomen normal

Untuk radiologi ileus perlu diperhatikan beberapa hal :


1. Posisi terlentang (supine). Gambaran yang terdilatasi yaitu pelebaran usus di
proksimal daerah obstruksi, penebalan dinding usus, gambaran seperti duri
ikan (Herring Bone Appearance), tetapi udara usus tidak mencapai
distal/rektum. Gambaran ini didapat dari pengumpulan gas dalam lumen usus
yang melebar.
2. Posisi setengah duduk atau berdiri. Gambaran radiologis didapatkan adanya
air fluid level dan step ladder appearance.

3. Posisi LLD, untuk melihat air fluid level dan kemungkinan perforasi usus.
Dari air fluid level dapat diduga gangguan pasase usus. Bila air fluid level
pendek berarti ada ileus letak tinggi, sedangkan jika panjang-panjang
kemungkinan gangguan di kolon. Gambaran yang diperoleh adalah adanya
udara bebas infra diafragma dan air fluid level.
Untuk menegakkan diagnosa secara radiologis pada ileus obstruktif dilakukan
foto abdomen 3 posisi. Yang dapat ditemukan pada pemeriksaan foto abdomen ini
antara lain :
1. Ileus obstruksi letak tinggi :
-

Dilatasi di proximal sumbatan (sumbatan paling distal di ileocecal junction) dan

kolaps usus di bagian distal sumbatan.


Coil spring appearance (dengan kontras)
Herring bone appearance
Air fluid level yang pendek-pendek dan banyak (step ladder sign)

2. Ileus obstruksi letak rendah :


-

Gambaran sama seperti ileus obstruksi letak tinggi


Gambaran penebalan usus besar yang juga distensi tampak pada tepi abdomen
Air fluid level yang panjang-panjang di kolon.

Obstruksi usus halus/ileus obstruksi letak tinggi

Gambar 3. Obstruksi pada usus


halus (posisi berdiri)
Terlihat air-fluid level, step ledder sign,
herring bone appearance

Herring bone sign


Tampak dilatasi usus di proksimal
sumbatan (sumbatan paling distal di
iliocecal junction) dan kolaps usus
dibagian distal sumbatan. Penebalan
dinding usus halus yang terdilatasi
memberikan gambaran herring bone
appearance, karena dua dinding usus
halus yang menebal dan menempel
membentuk gambaran vertebra (dari
ikan), dan muskulus yang sirkular
menyerupai kostanya. Tampak gambaran
air fluid level yang pendek-pendek yang
berbentuk seperti tangga disebut juga step
ladder
appearance
karena
cairan
transudasi berada dalam usus halus yang
mengalami distensi.

Posisi Supine

Air-fluid level

Posisi Left Lateral Decubitus


Posisi Berdiri

Step Ladder sign


Air-fluid level

Gambar. Pemeriksaan usus halus menggunakan kontras untuk memastikan


letak adhesif (tanda panah)

Obstruksi usus besar/ileus obstruktif letak rendah

Herring bone appearance

Tampak dilatasi usus besar, juga


diikuti dilatasi usus kecil

Gambar Obstruksi pada usus besar.


Tampak dilatasi massif dari kolon
sigmoid (S) timbul dari pelvis hingga ke
diafragma
kiri.
3
garis
(1,2,3)
menunjukkan dari dinding yang terpelintir
yang terlihat berpusat di kuadran kiri
bawah.
Tampak Coffe bean sign (khas volvulus
kolon sigmoid).

b. Gambaran khas kelainan patologis pada ileus

1. Coil spring sign atau pseudo ball sign adalah gambaran karakteristik
invaginasi atau intususepsi usus. Dengan bantuan media kontras barium sufat
atau dikenal dengan barium enema, dapat dilakukan percobaan reduksi
sebelum dilakukan tindakan bedah pada anak. Untuk usia dewasa gambaran
itu dapat dijumpai pada pasien dengan Ca caecum atau Ca colon lainnya.
2. Coffee bean sign merupakan gambaran khas volvulus dari usus (sigmoid) dan
juga merupakan keadaan gawat bedah karena menyebabkan nekrosis usus dan
perforasi.
3. Perforasi abdomen dapat dilihat dengan adanya udara bebas di daerah di
bawah diafragma pada posisi berdiri atau pertanda riegler yaitu adanya udara
yang menjadi background intestinal sehingga dapat dilihat dinding usus lebih
jelas terutama dinding luar.

Beri Nilai