Anda di halaman 1dari 5

Unsur Intrinsik Novel Belenggu

1. Tema : Novel ini lebih dominan menceritakan tentang percintaan antara sukartono,
sumartini dan rohayah
2. Alur : Alur novel ini menggunakan alur maju
a. Tahap perkenalan
Tahap perkenalan dimulai dengan pengenalan tokoh-tokohnya. Dokter sukartono, seorang
dokter yang sangat mencintai pekerjaan nya sebagai dokter yang professional karena giat
bekerja dan ramah kepada pasien-pasien nya . Dia menikah dengan seorang gadis cantik yang
bernama (sumartini). Tetapi rumah tangganya tidak harmonis karena sering beradu mulut.
Dokter sukartono sibuk dengan pekerjaan nya, sementara sumartini hanya menjaga telepon
dan menulis blocnote jika ada pasien yang meminta pertolongan suamianya . Diperkenalkan
pula Rohayah seorang wanita korban kawin paksa dan dia menjadi wanita panggilan .
b. Tahap perumitan / awal masalah
Dimulai saat rohayah berpura-pura sakit. Pada awalnya Rohayah terkenal dengan
sebutannya. Eni karena ingin bertemu dengan Tono, dia berpura-pura sakit dan meminta
Dr.Sukartono untuk memeriksanya. Saat itu dia tinggal disebuah hotel. Rohayah dan
sukartono semakin akrab, sehingga timbulah perasaan cinta pada diri Sukartono. Rohayah
sebernarnya sudah lama mengenal Sukartono, karena Sukartono adalah tetangganya waktu
masih tinggal di Bandung dulu. Akhirnya, Yah memberitahakan hal itu . Hubungan mereka
semakin dekat. Tono sering mengajak Rokayah jalan-jalan . Pada waktu itu pula hubungan
Tono dan Tini sedang renggang. Tono jarang dirumah, Tini tak mengerti mengapa suaminya
berubah secepat itu.
c. Tahap Klimaks
Tahap ini dimulai ketika tono semakin yakin roahayah bisa memberikan kasih sayang
yang sesungguhnya dan selama ini belum didapatkannya dari istrinya. Tono merasa tidak
tentram berada dirumahnya, dia lebih merasa nyaman dirumah Yah dan ia menganggap
rumah Yah sebagai rumah keduanya. Hubungan gelap ini diketahui Tini. Sumartini merasa
sangat marah mengetahui hubungan mereka. Sumartinipun berangkat mencari kediaman
Rohayah bermaksud memaki Rohayah dan meluapkan semua kekesalannya.
d. Tahap Peleraian

Pelajaran dimulai ketika Tini sudah bertatap muka langsung dengan Rohayah. Dia merasa
sudah gagal menjadi seorang istri.
e. Tahap Penyelesaian
Tahap akhirnya ketika Sumartini merasa mantap untuk berpisah dengan Sukartono. Pada
awalnya tidak mau mengabulkan nya, karena apapun yang terjadi Tono tidak ingin ada
perceraian di rumah tangganya . Namun Tini tetap bersikeras . Akhirnya mereka sepakat
untuk bercerai. Hati Sukartono sangat sakit karena perceraian tersebut. Hatinya semakin sakit
saat Rohayah juga meninggalkannya . Tono dan Tini berpisah, mereka tidak dapat
memepertahankan kehidupan rumah tangga mereka , dan Yah pun pergi ke Kaledonia baru
meninggalkan Tono, orang yang dicintainya itu .
3. Latar
a. Latar tempat
Dirumah Kartono seperti biasa, setibanya dirumah lagi . Dokter Sukartono terus

saja mengahampiri meja kecil , diruang tengah, dibawah tempat telepon.


Dihotel Dokter Sukartono diam saja sejurus memandang kearah hotel itu, dia
merasa heran sedikit.
Masuk aja ke pekarangan, Tuan Dokter ?
Masuklah, kata sukartono dengan agak bimbang.
Ketika mobil berhenti disisi tangga , seorang yang berpakaian uniform berdiri disisi

mobil sambil mengangguk.


Ini nomer 45? Tanya Abdul, lalu keluar .
Benar, nyonya Eni sedang menunggu.
Diruamah Rohayah Sehabis payah praktik , Kartono biasalah pergi kerumahnya
yang kedua akan melepaskan lelah. Pikirannya tenang kalau disana. Disanalah pula ia
acapkali membaca majalah dan bukunya yang perlu dibaca, sedang Yah lagi asik

merenda.
Di tepi pantai Priok Entah bagaimana, dia sampai juga dengan selamat di tepi
Priok. Dia terbangun oleh desir ombak. Bulan tiada bersinar diatas gelombang.

Terang-terang gelap diatas air.


Di Bazar sudah pukul delapan malam,Bazar sudah dibuka tadi pukul tujuh oleh

nyonya Sumarjo dengan pidato yang ringkas dan tepat.


Di gedung Concours, Pasar Gambir begitu juga Tono, ia menjadi Jury Concours
Kroncong perempuan. Sesampainya didalam gedung, councours sudah hendak mulai.

Baik diluar maupun didalam penuh sesak penonton.


b. Latar Waktu

Malam hari Sukartono duduk membaca, lampu meja disebelah kirinya, terang
diatas

buku

itu,

mukanya

sendiri gelap.Dul baru

keluar,

baru

minta

permisi pulang.Hari sudah pukul Sembilan malam.


c. Latar Suasana
Jengkel Dihampirinya isterinya.Tini agak terkejut. Bisik Tono dengan cepat: Aku
pergi.. Itu saja yang terdengar oleh Tini, Tono sudah jauh lagi. Pergi, pergi, buat

apa dikatakannya, hendak menjengkelkan hatiku saja.


Sedih, penuh penyesalan, Sesuaikah pikirannya dengan Aminah dan lain-lainnya?
Ah,peduli apa. Bukan sudah.. tidak, tidak, melawan dalam pikirannya, kami belum
berpisah kalimat itu berulang-ulang dalam pikirannya, air matanya titik,

membasahi bantal. Lama kelamaan dia tertidur.


Marah Suaramu palsu Yah, seperti didalam hatimu juga bohong belaka.Sangkaku
engkau jujur, engkau tidak main tonil. Ah, tapi kamu perempuan semuanya pemain
tonil. Tidak ada yang benar, yang jujur pada tubuhmu, dalam hatimu .

4. Sudut Pandang
Sudut pandang pada novel Belenggu, si penulis yaitu Armijn Pane tidak menceritakan
tentang dirinya, melainkan dia menceritakan orang lain. Penulis berperan sebagai orang
ketiga .Pengarang tidak terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung di dalam cerita
tersebut .
5. Tokoh
a. Tokoh utama
Sukartono : Baik, sangat mencintai pekerjaannya, penyayang, sabar, dan

penyuka lagu keroncong terutama lagu yang dinyanyikan Siti Hayati.


Sumartini : Wanita modern, mandiri, memiliki ego yang tinggi, dan cepat

gusar.
Rohayah : Wanita yang lemah lembut,cerminan isteri idaman Sukartono,

dan penuh perhatian.


b. Tokoh pendukung
Karno
Aminah
Nyonya Rusdio
Nyonya Sumarjo
Husin
Nyonya Padma
Mardani
Marlinah
Tuan Sumardi

6. Suasana

Kartini
Darusman
Tuan Abdul Kahar
Hartono
Abdul
Mangunsucipto

Suasana pada novel ini penuh tekanan, dan kesedihan seperti judulnya Belenggu .
Unsur Ekstrinsik Novel Belenggu
a. Moral
Terdapat pesan moral yaitu dalam hubungan suami istri harus Saling merhormati dan
menghargai pasangan masing- masing,jngan pernah berhianat terhadap orang yang
telah memberikan kasih sayang yang tulus apalgi sudah diikat dengan sebuah
perikahan,karena dapat mengakibakan perselisihan,perselingkuhan,kehancuran dalam
rumah tangga tersebut.
b. Agama
Seorang perempuan yang telah menikah,itu harus bisa menjadikan suaminya sebagai
pemimpin dan imam dalam rumah tangga dan istri diharuskan menjalankan kodratnya
sebagai ibu rumah tangga meskipun dia juga bekerja,suami pun harus bisa membawa
istrinya kejalan yang benar,tidak harus bekerja terus menerus,dan menegur istri dikala
dia

berbuat

salah,jngan

dibiarkan

karena

itu

pun

bisa

menyebabkan

kehancuran,karena di dalam islam allah tidak suka dengan perceraian.


c. Sosial
Pembelajaran tentang kehidupan bermasyarakat dan berumah tangga.karena seseorang
hanya menilai dari kecantikan tidak melihat tingkah lakunya itu,karena itu asal mula
tidak ada rasa kasih sayang yang seberanya,sehingga akan memicu ketidak
harmonisan di dalam rumah tangga tersebut,adanya rasa percaya satu sama lain
sehingga tidak ada hal yang di tutupi antara satu sama lain,karena akan membuat
masalah besar.karena itu rasa memiliki dan perilaku sosial dengan orang lain itu akan
membuat komuniksai antara suami istiri bisa selalu baik dan tak akan ada membuat
rumah tangga tersebut hancur.

Komentar :
Roman ini termasuk karya sastra angkatan pujangga baru. Armin Pane adalah sastrawan
rovel iini. Beliau menyajikan problematika kehidupan rumah tangga yang sempat
menyebabkan perdebatan menganai isi roman ini. Didalam roman ini beliau juga memberikan
nilai moral, nilai agama, dan nilai sosial yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga.
Dalam angkatan pujangga baru, bahasa yang digunakan bahasa Melayu Modern, sudah bukan
angkatan sebelumnya yang menggunakan bahasa klise. Pilihan kata, Penggabungan ungkapan
serta irama sangat dipentingkan oleh Pujangga Baru sehingga dianggap terlalu dicari-cari.
Pengaran juga membiarkan pembaca untuk mengartikan dan menyimpulkan akhir dari roman
ini.

Anda mungkin juga menyukai