Anda di halaman 1dari 16

Pengertian Kesehatan Lingkungan Menurut Undang-Undang dan WHO

Pengertian sehat menurut WHO adalah Keadaan yg meliputi kesehatan fisik, mental, dan
sosial yg tidak hanya berarti suatu keadaan yg bebas dari penyakit dan kecacatan..
Sedangkan menurut UU No 23 / 1992 Tentang kesehatan Keadaan sejahtera dari badan, jiwa
dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Pengertian Lingkungan Menurut A.L. Slamet Riyadi (1976) adalah Tempat pemukiman
dengan segala sesuatunya dimana organismenya hidup beserta segala keadaan dan kondisi
yang secara langsung maupun tidak dpt diduga ikut mempengaruhi tingkat kehidupan maupun
kesehatan dari organisme itu.
Terdapat beberapa pendapat tentang pengertian Kesehatan Lingkungan sebagai berikut :

Pengertian Kesehatan Lingkungan Menurut World Health Organisation (WHO)


pengertian Kesehatan Lingkungan : Those aspects of human health and disease that
are determined by factors in the environment. It also refers to the theory and practice
of assessing and controlling factors in the environment that can potentially affect
health. Atau bila disimpulkan Suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara
manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.

Menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) Suatu kondisi


lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara
manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia
yang sehat dan bahagia.

Jika disimpulkan Pengertian Kesehatan Lingkungan adalah Upaya perlindungan,


pengelolaan, dan modifikasi lingkungan yang diarahkan menuju keseimbangan
ekologi pada tingkat kesejahteraan manusia yang semakin meningkat.

Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan


Kontribusi lingkungan dalam mewujudkan derajat kesehatan merupakan hal yang essensial di
samping masalah perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan dan faktor keturunan.
Lingkungan memberikan kontribusi terbesar terhadap timbulnya masalah kesehatan
masyarakat.
Ruang lingkup Kesehatan lingkungan adalah :
0

a. Menurut WHO
1. Penyediaan Air Minum
2. Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran
3. Pembuangan Sampah Padat
4. Pengendalian Vektor
5. Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia
6. Higiene makanan, termasuk higiene susu
7. Pengendalian pencemaran udara
8. Pengendalian radiasi
9. Kesehatan kerja
10. Pengendalian kebisingan
11. Perumahan dan pemukiman
12. Aspek kesling dan transportasi udara
13. Perencanaan daerah dan perkotaan
14. Pencegahan kecelakaan
15. Rekreasi umum dan pariwisata
16. Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah,
bencana alam dan perpindahan penduduk.
17. Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan.
b. Menurut UU No 23 tahun 1992 Tentang Kesehatan (Pasal 22 ayat 3), ruang lingkup
kesehatan lingkungan sebagai berikut :
1. Penyehatan Air dan Udara
2. Pengamanan Limbah padat/sampah
3. Pengamanan Limbah cair
4. Pengamanan limbah gas
5. Pengamanan radiasi
6. Pengamanan kebisingan
1

7. Pengamanan vektor penyakit


8. Penyehatan dan pengamanan lainnya : Misal Pasca bencana.
Menurut Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan, Upaya kesehatan
lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia,
biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya. Lingkungan sehat tersebut antara lain mencakup lingkungan permukiman,
tempat kerja, tempat rekreasi, serta tempat dan fasilitas umum.
Sedangkan syarat lingkungan sehat bebas dari unsur-unsur yang menimbulkan gangguan
kesehatan, antara lain: limbah cair; limbah padat;limbah gas;sampah yang tidak diproses
sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan pemerintah; binatang pembawa penyakit;zat kimia
yang berbahaya; kebisingan yang melebihi ambang batas; radiasi sinar pengion dan non
pengion; air yang tercemar;udara yang tercemar; dan makanan yang terkontaminasi.

Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh gangguan kesehatan lingkungan


ISPA

Orang
Penyakit yang sebagian besar terdiri dari balita,anak anak dan dewasa. Sebagian besar anak
terserang infeksi saluran pernapasan penyakit ini lebih sering terjadi di daerah perkotaan dari
pada di daerah pedesaan. Gejala yang paling umum di jumpai pada infeksi saluran pernapasan
adalah batuk. Anak yang menderita batuk biasanya hanya menderita penyakit ringan seperti
selesma/bronchitis. Akan tetapi, diantara mereka sebagian kecil adapula yang menderita
penyakit berat seperti pneumonia.
Tempat
Berada pada daerah yang polusi udaranya tinggi atau paparan debu, asap dan gas gas
kimiawai akibat kerja. Penyakit ispa pada dasarnya dapat diakibatkan oleh
infeksi,virus,bakteri sehingga gejala yang paling umum pada infeksi saluran pernapasan
adalah batuk
Waktu
4 sampai 6 kali setahun.
Pencegahan
Mencegah kebiasaan merokok, infeksi dan polusi udara.
Cara Penanggulangan
1. Pemberian antibiotik kotrimoksasol, amoksisilin, dan doksisilin pada pasien eksaserbasi
akut terbukti mempercepat penyembuhan dan membantu mempercepat kenaikan peak flow
rate.
2. Terapi oksigen di berikan jika terdapat kegagalan pernapasan karma hiperkapnia dan
berkurangnya sensitivitas terhadap Co2.
3. Fisioterapi membantu pasien untuk mengeluarkan sputum dengan baik.
Rekomendasi
Penyakit saluran Pernapasan Akut ( ISPA ) adalah penyakit yang disebabkan oleh timbulnya
kebiasaan merokok, polusi udara, paparan debu, asap dan gas gas kimiawi akibat kerja..
Penyakit ispa pada dasarnya dapat diakibatkan oleh infeksi,virus,bakteri sehingga gejala yang
paling umum pada infeksi saluran pernapasan adalah batuk Pengidap infeksi saluran
pernapasan akut ( ISPA ) yang menyerang gempa bumi di Alor, Nusa Tenggara Timur
3

( NTT ), total pasien menghidap ISPA yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum
Kalabhi 30 Orang.
ANTRAKS

Orang
Dapat di derita oleh sispa saja, terjadi bila seseorang menyantap makanan atau daging yang
tercemar bakteri. Pada antraks kulit, gejala di mulai dengan lesi yang khas berupa bintil
kemerahan yang menimbulkan rasa gatal. Bintil kemudian berubah menjadi gelembung dan
kematian jaringan, yang di tandai oleh perut hitam.
Tempat
Berada pada Hewan hewan ternak, yang telah terkena virus antraks dan yang nantinya akan
di makan oleh manusia. Pneyakit ini bisa menulari manusia di kulit, pernapasan, dan
pencernaan, gejalanya adalah nyeri perut, demam, dan daerah yang keracunan oleh zat yang
di keluarkan bakteri tersebut.
Waktu
Penyakit ini bisa menulari manusia manusia di kulit, pernapasan, dan pencernaan dengan
masa inkubasi yang bervariasi, 2 7 hari.
Pencegahan
Didaerah yang tertular, pencegahan hanya di lakukan pada hewan lewat vaksinasi.
Cara Penanggulangan
Penobatan pada manusia dapat menggunakan antibiotika jenis pensilin yang selalu tersedia di
setiap puskesmas.
Rekomendasi
Dugaan kontanminasi antraks pada para korban keracunan di kabupaten bogor amatlah masuk
akal. Selain kawasan tersebut memang endemis antraks, penyakit ini bisa menularimanusia di
kulit pernapasandan pencernaan dengan masa inkubasi yang bervariasi 2- 7 hari, gejalanya
adalah nyeri perut, demam dan darah yang keracunan oleh zat yang di keluarkan bakteri
tersebut. Pada antraks kulit, gejala di mulai dengan lesi yang khas berupa bintil kemerahan
yang menimbulkan rasa gatal. Bintil kemudian berubah menjadi gelembung dan kematian
jaringan, yang di tandai oleh perut hitam

OESTEOPOROSIS

Orang
Penyakit yang berhubungan pada usia lanjut, jenis kelamin wanita lebih sering. Penyakit ini
disebabkan karena kurangnya kalsium didalam tulang sehingga menyebabkan tulang keropos.
Tempat
Adanya nyeri pada sendi yang terkena, terutama pada waktu bergerak. Umumnya timbul pada
secara perlahan lahan, mula mula rasa kaku, kemudian timbul rasa nyeri yang berkurang
dengan istirahat.
Waktu
Pada usia lebih dari 40 tahun atau pada usia lanjut
Pencegahan
Sering latihan olahraga untuk mencegah terjadinyan osteoporosis dapat menggunakan semua
olahraga, hanya bobotnya berbeda beda.
1. Beban di depan : Manahan beban di depan badan dapat mambahayakan. Hal ini karena
memberikan pembebanan pada tulang belakang yang dapat menyebabkan fraktur konperesi
( patah tulang karena penekanan
2. Latihan Otot otot perut seperti crunch atau sit up sebaiknya di hindari karena dapat
menyebabkan frektur kompresi
3. Latihan latihan dengan fleksi ke depan ( membungkuk ) pada tulang tulang punggung,
misalnya membungkuk ke depan dari posisi duduk atau berdiri sebaiknya di hindari.
4. Latihan olah raga pada penderita osteoporosis sebaiknya tidak hanya latihan kekuatan
untuk tilangnya saja, tetapi juga untuk memperbaiki pertimbangan, koordinasi dan kekuatan
otot sehingga dapat memperkecil kemungkinan jatuh.
5. Pada waktu melakukan latihan latihan beban sebaiknya sambil melakukan olahraga yang
bergerak. Misalnya jangan melakukan olahraga jalan sambil membawa beban atau dipasang
beban pada pergelangan tangan atau pergelangan kaki. Pada waktu melakukan latihan
latihan olahraga aerobic jangan menggunakan beban karena kemungkinan cedera menjadi
lebih besar.
Cara Penanggulangan
Tidak ada pengobatan medikamentosa yang spesifik, hanya bersifat simtomatik. Obat anti
inflamasi non steroid ( OAINS ) bekerja hanya sebagai analgesik dan mengurangi
peradangan, tidak mampu.
5

Rekomendasi
Oesteoporosis di sebut juga penyakit sendi degeneratif atau arthritis hipertrofi. Penyakit ini
merupakan penyakit kerusakan tulang rawansendi yang berkembang lambat dan berhubungan
dengan usia lanjut. Secara klinis di tandai dengan nyeri, deformitasi, pembesaran sendi dan
hambatan gerak pada sendi sendi tangan dan sendi sendi besar yang menanggung beban.
Seringkali berhubungan dengan traumaatau mikro trauma yang berulang ulang obesitas,
stress oleh beban tubuh dan penyakit penyakit sendi lainnya dan untuk mencegahnya yaitu
dengan latihan olah raga untuk mencegah terjadinya osteoporosis.
TBC

Orang
Penyakit TBC, penyakit yang di derita oleh anak anak dan dewasa. Seseorang yang
menderita batuk lama dan tidak mau sembuh. Seringkali disangka menderita tuberkulosis itu
dimasa lalu pendapat ini ada benarnya,walaupun tidak selalu demikian,seperti akan terlihat
dalam uraian selanjutnya. Umumnya keluhan yang sering dijumpai adalah batuk yang tidak
mau sembuh walaupun sudah minum berbagai macam obat batuk dan antibiotika. Lebih lagi
kalau gejala ini dijumpai dijumpai pada orang dewasa muda dengan riwayat adanya riwayat
dengan penderita tuberculosis,terutama orang tuanya,harus dicurigai kemungkinan
tuberculosis. Batuk pada umumnya tidak berdahak,batuk darah,gejala lain adalah tidak ada
nafsu makan yang disertai penurunan berat badan,nyeri dada,sesak dapat timbul bergantung
pada luasnya penyakit. Penderita takut sering mengeluh,takut kedinginan bila mandi.
Tempat
Lingkungan rumah yang lembab dan baksil mudah berkembang.
Waktu
Batuk lebih dari 4 minggu atau tanpa spulum malaise, gejala flu, demam derajat rendah, nyeri
dada dan batuk darah.
Pencegahan
Selain mengatasi dari faktor lingkungan, penderita juga harus meminimalkan peluang
tertularnya baksil pada orang lain. Untuk meningkatkan ketahanan tubuh, di anjurkan
masyarakat lebih banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung nilai gizi tinggi.
Langkah itu penting karena penyakit tersebut sangat mudah menular.
Cara Penanggulangan
Didalam program pemberantasan tuberkulosis paru umumnya hanya dipentingkan
pemeriksaan bakteriologik,tetapi didalamnya klinik khususnya dibagian pulmonologi
diagnosis tuberkulosis paru didasarkan atas gabungan ketiga cara pemeriksaan yaitu
6

pemeriksaan fisik,bakteriologik dan pemeriksaan radiologik.Walaupun pemeriksaan


bakteriologik hasilnya negatif,kita dapat membuat diagnosis tuberkulosis bila secara klinis
dan radiologik menyokong kearah tuberkulosis.
1. Obat anti TB ( OAT ) harus di berikan dalam kombinasi sedikitnya 2 obat yang bersifat
bakterisid dengan atau tanpa obat kesehatan. Tujuan pemberian OAT antara lain :
Membuat koversi sputum BTA positif menjadi negative secepat mungkin melalui kegiatan
bakterisid.
Mencegah kekambuhan dalam tahun pertama setelah pengobatan dengan kegiatan
sterilisasi.
Menghilangkan atau mengurangi gejala dan lesi melalui perbaikan daya tahan imunologis.
Maka pengobatan TB di lakukan melalui 2 fase, yaitu :
a. Fase awal intensif, dengan kegiatan bakterisid untuk memusnahkan populasi kuman yang
membelah dengan cepat.
b. Fse lanjutan, malalui sterilisasi kuman pada pengobatan jangka pendek atau kegiatan
bakteriostatik pada pengobatan konvensional.
Rekomendasi
TBC adalah penyakit infeksi yang di sebabkan oleh mycobacterium tuberculosis dengan
gejala yang sangat berfariasi, penyakit tersebut dapat mengakibatkan kematian jika penderita
tahan mencapai tahapan kronis dalam waktu lama atau jika batuk yang di derita sampai
mengakibatkan pembuluh darah pada paru paru pecah. Pada TBC kronis, penyakit ini dapat
merambah organ jantung. Jika telah berpengaruh terhadap jantung, dapat mengakibatkan
sesak nafas. Didalam program pemberantasan tuberkulosis paru umumnya hanya
dipentingkan pemeriksaan bakteriologik,tetapi didalamnya klinik khususnya dibagian
pulmonologi diagnosis tuberkulosis paru didasarkan atas gabungan ketiga cara pemeriksaan
yaitu pemeriksaan fisik,bakteriologik dan pemeriksaan radiologik.Walaupun pemeriksaan
bakteriologik hasilnya negatif,kita dapat membuat diagnosis tuberkulosis bila secara klinis
dan radiologik menyokong kearah tuberkulosis. Untuk meningkatkan ketahanan tubuh, di
anjurkan masyarakat lebih banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung nilai gizi
tinggi. Langkah itu penting karena penyakit tersebut sangat mudah menular.
DBD

o Orang
Penyakit yang terdapat pada anak anak dan orang dewasa dengan gejala utama adalah
penyakit demam panas yang disertai dengan adanya pendarahan yang keluar dari tubuh
melalui lobang dubur, hidung atau adanya tanda tanda perdarahan yang dapat terlihat di
bawah kulit dalam dunia kedokteran di kenal dengan nama Dengue dan ada juga yang
menyebutkan Breakbone Fever.
7

o Tempat
Hidup dalam rumah dan sekitarnya di tempat yang agak gelap, lembab dan hinggap pada
benda benda ( pakaian yang tergantung ). ,berkembang biak pada air jernih (bak
mandi,tempayan,vas bunga,drum air,tangki penampungan air,Dll). Kita dapat mengenal
nyamuk Aedes aegypti dari bentuk badannya yang kecil serta berwarna hitam berbintik
bintik putih.
o Waktu
Nyamuk Aedes Aegypti menggigit pada siang hari antara jam 07.00 17.00 WIB. Gambaran
klinis amat berfariasi, dari yang ringan, sedang seperti DD, sampai ke DBD dengan
menginfestasi demam akut, perdarahan,serta kecenderungan terjadi rejatan yang berakibat
fatal. Masa inkubasi dengue antara 3 15 hari, rata rata 5 8 hari.
o Pencegahan
Untuk mencegah wabah ini agar tidak meluas yang harus dilakukan adalah :
Cara pertama adalah membunuh nyamuk baik dengan insektisida maupun ovitrap, yakni
bak perangkap yang ditutup kasa. Penggunaan insektisida selain memerlukan uang dan
berbahaya pada manusia, juga memicu munculnya nyamuk resisten. Isektisida hanya efektif
untuk jangka pendek.
Cara kedua adalah membuat nyamuk transgenik supaya tidak terinfeksi virus dengue. Jika
nyamuk tidak bisa diinveksi oleh virus dengue, manusia juga tidak akan terinveksi virus
dengue. Cara ini juga digunakan oleh beberapa penelitian untuk mengatasi masalah malaria.
Namun, pengembangan masih perlu waktu puluhan tahun.
Cara ketiga adalah pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras, menutup/menabur
abate ditempat penampungan air, dan mengubur barang barang bekas yang memungkinkan
perkembangan jentik nyamuk Aedes aegypty. Cara ini efektif dan aman untuk jangka panjang.
Walaupun 3 M adalah cara yang mudah dilakukan dan tidak perlu biaya, kenyataannya cara
ini tidak terlaksana dengan baik. Ini sangat erat hubungannya dengan kebiasaan hidup bersih
dan rendahnya kesadaran masyarakat terahdap bahaya demam berdarah ini.
o Cara Penanggulangan
1. Darah pada DD terdapat leukopenia pada hari ke-2 atau hari ke-3. Pada DBD di jumpai
trombositopenia dan hemokonsentrasi masa pembekuan masih normal, masa pendarahan
biasanya memanjang, dapat ditemukan penurunan faktor II,V,VII dan XII pada pemeriksaan
kimia darah tampak hipoproteinemia, hiponattrenia, hipokloremia,sgot, serum glutamik
piruvat transaminase ( SGPT 0) ureum dan ph darah mungkin meningkat, reverse alkali
menurun.
2. Air seni mungkin di temukan albuminuria ringan
3. Sumsum tulang, pada awal sakit biasanya hiposeluler, kemudian menjadi hiperseluler pada
hari ke-5 dengan gangguan maturasi dan pada hari ke-10 sudah kembali normal untuk semua
system.
4. Uji serologi
a. Uji serulogi memakai serum ganda yaitu serum diambil secara akut dan konvalesen, yaitu
uji peningkatan komplemen ( PK ), uji netralisasi ( NT ) dan uji dengue blot. Pada uji ini
dicari kenaikan anti body anti dengue sebanyak minimal 4 kali.
b. Uji serologi memakai serum tunggal, yaitu uji dengue blot yang mengukur anti bodi anti
dengue tanpa memandang kelas bodinya, uji lgm anti dengue yang mengukur hanya anti bodi,
anti dengue dari kelas lgm. Pada uji ini yang di cari adalah ada tidaknya atau titer tertentu anti
bodi anti dengue.
5. Isolasi virus, yang diperiksa adalah darah pasien dan jaringan.
8

o Rekomendasi
Demam dengue adalah penyakit yang terutama terdapat pada anak dan remaja dan dewasa
dengan tanda tanda klinis berupa demam, nyeri otot dan atau nyeri sendi yang di sertai
leukopenia dengan atau tanpa ruam dan gangguan rasa mengecap trombosito penia ringan dan
peteice spontan, untuk itu disiplin masyarakat meminimalisasi jumlah genangan air bersih
dinilai lebih penting untuk mencegah terjadinya wabah. Walaupun 3 M adalah cara yang
mudah dilakukan dan tidak perlu biaya, kenyataannya cara ini tidak terlaksana dengan baik.
Ini sangat erat hubungannya dengan kebiasaan hidup bersih dan rendahnya kesadaran
masyarakat terahdap bahaya demam berdarah ini Tanpa itu, ledakan serangan nyamik
pembawa virus DBD tinggal menunggu waktu.
DIARE

o Orang
Penyakit Diare, penyakit yang terdapat pada orang dewasa pada bayi dan anak anak. Diare
merupakan penyebab penting angka kematian pada anak dinegara berkembang, kombinasi
paparan lingkungan yang patogenik, diet yang tidak memadai, mainutrisi menunjang
timbulnya kesakitan karena diare. Hal ini terjadi lebih dari 1 milyar episode diare tiap tahun
dengan 2 sampai 3 % kemungkinan jatuh dalam keadaan dehidrasai.
o Tempat
Di daerah atau wilayah yang kesulitan air bersih atau penderita diare itu mengalami
puncaknya pada musim pancaroba, yaitu pergantian musim kemarau ke musim hujan tahun
ini.
o Waktu
Diare akut adalah diare yang awalnya mendadak dan berlangsung singkat, dalam beberapa
jam sampai 7 14 hari.
o Pencegahan
Meminta kepada dinas kesehatan untuk memberikan penyuluhan kepada khususnya dalam
kebersihan lingkungan.
o Cara penanggulangan
Tes diagnostik
1. Pemeriksaan tinja
a) Markroskopis : warna feses biasanya dimulai warna coklat muda sampai kuning yang
bercampur dengan lendir, darah atau pus yang mana konsistensi encer.
b) Mirkoskopis : jumlah sel epitel leukosit dan eritrosit meningkat.
c) Biarkan kuman untuk mencari kuman penyebab.
9

d) Tes resisten terhadap berbagai antibiotik.


e) PH feses : biasanya menurun yang menunjukkan keadaan feces yang asam.
f) Kadar gula diduga ada sugar intolerance.
2. Pemeriksaan darah
a) Darah lengkap
b) PH cadangan alkali dan elekrolit : untuk menentukan gangguan keseimbangan asam basa.
c) Duodenum inutubation : untuk mengetahui kuman penyebab secara kuantitatif dan
kualitatif terutama pada diare kronik.
3. Penatalaksanaan Medis
1) Pemberian cairan pada pasien diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinya dan
keadaan umum:
a) Cairan per Oral.
Pada pasien dengan dehidrasi ringan dan sedang cairan di berikan per oral berupa cairan yang
berisikan NaCL dan NaHCO3, KCL, dan glukosa. Untuk diare akut dan kolera pada anak di
atas umur 6bulan kadar natrium 90 mEq/L. Pada anak di bawah umur 6 bulan dengan
dehidrasi ringan /sedang kadar natrium 50-60 mEq/L. Formula lengkapsering di sebut
oralit.Cairan sederhana yang dapat di buat sendiri ( Formula tidak lengkap )hanya
mengandung garam dan gula (NaCL dan sukrosa) ,ait tajin yang di beri garam dan gula, untuk
pengobatan sementara dirumah sebelum di bawa ke rumah sebelum sebelum di bawa berobat
ke rumah sakit / Pelayanan kesehatan untuk mencegah dehidrasi lebih jauh.
b) Cairan parenteral
DG: aa (1 bagin larutan darrow + 1 bagian glukosa 5%, RLg (1 bagian ringel lakat + bagian
glukosa 5%), RL (Ringel lakat).
2) Cara Menberikan Cairan
a) Belum ada dehidrasi
Per oral sebanyak anak mau minum (ad libitum) atau 1 gelas tiap defeksi
b) Dehidrasi ringan
1 jam pertama : 25-50 ml/kg BB per oral ( intragastrik)
Selanjutnya : 125 ml/kg BB / hsri ad libitum
c) Dehidrasi sedang
1 jam pertama: 50-10 ml/kg BB per oral n/ intragastrik (sonde)
Selanjutnya: 125 ml/kg BB/ hari ad libitum
d) Dehidrasi berat
Untuk anak umur 1 bl 2 th berat badan 3-10 kg :
1 jam pertama : 40 ml/kg BB/jam = 10 tetes/kg BB/menit (set infus berukuran 1 ml = 15 tetes)
atau 13 tetes /kgBB/menit (set infus = 20 tetes).
7 jam berikutnya: 12 mlkgBB/jam = 3 tetes/kgBB/ menit (set infus 1ml = 15 tetes) atau 4
tetes/kg BB/menit (set infus 1 ml =20 tetes).
16 jam berikutnya : 125ml/kgBB oralit per oral atau intragastrik. Bila anak tidak mau minum,
teruskan Dg intravena 2 tetes/kgBB/menit (set infus 1ml = 15 tetes) atau 3 tetes/kgBB/menit
(set infus 1 ml = 20 tetes).
3. Pengobatan dietetic
1. Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak diatas 1 tahun dengan BB kurang dari 7 Kg.
Susu ( ASI atau formula yang mengandung laktosa rendah dan asam lemak tak jenuh,
misalnya: LLM).
a) Makanan padat ( bubur susu)/ makanan padat (nasi tim), bila anak tidak mau minum
susu karena dirumah sudah biasa diberi makanan padat.
b) Susu khusus yaitu susu yang tidak mengandung laktosa / susu dengan asam lemak tak
jenuh, sesuai dengan kelainan yang ditentukan.
10

2. Untuk anak diatas 1 tahun dengan BB lebih dari 7 Kg : makanan padat / makanan cair/ susu
sesuai dengan kebiasaan makan dirumah.
4. Obat obatan
Prinsip pengobatan diare adalah : menggantikan cairan yang hilang melalui tinja dengan/tanpa
muntah, dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa / karbohidrat lain ( gula, air
tajin, tepung beras, dsb).
1. Obat anti sekresi : Klorpomazin (dosis : 0.5 mg/kg BB/hari).
2. Obat anti spasmolitik: pada umumnya obat anti spasmolitik, seperti: papaverin, ekstra
beladona, opium, loperami, dsb tidak diperlukan untuk mengatasi diare akut.
3. Antibiotik
Pada umumnya antibiotik tidak diperlukan untuk mengatasai diare akut, kecuali jika
penyebabnya jelas, seperti ( kolera, diberi tetra siklin 25 30 mg /kg BB/hari)
Campylobacter, diberikan eritromisin, 40 50 mg/kg BB/hari.
o Rekomendasi
Infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare pada anak,
meliputi infeksi internal sebagai berikut :
Infeksi bakteri : Vibrio, E. Coli, Salmonella, Shigella Campylobacter, Yersinea, Aeromonas,
dan sebagainya.
Infeksi virus : Enteroirus (Virus Echo, Coxsakie, Polio Myelitis) Adenoirus, Roravirus dan
lain-lain.
Infeksi parasit : cacing (Ascaris, Trichuris, Oxyyuris, Strongyloides) protozoa (entamoeba
histolytica, Glardia lambia, dicomonas hominis) jamur (candia albicans).
Infeksi parenteral:
ialah infeksi diluar alat pencernaan makanan seperti : Otitis Media Akut (OMA), tonsilitis /
tonsilofaringitis, broncopneumonia, ansefalitis dan sebagainya, keadaan ini terutama terdapat
bayi dan anak berumur di bawah 2 tahun.
1) Faktor Malabsorbsi.
a). Malabsorbsi karbohidrat, disakarida (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa);
monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa).
b). Malabsorbsi lemak.
c). Malabsorbsi protein.
2) Faktor makanan
Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan.
3) Faktor Psiklologis
Rasa takut dan cemas ( Jarang, tetapi dapat terjadi pada anak yang lebih besar).Diare adalah
buang air besar ( defekasi ) dengan jumlah tinja lebih banyak dari biasanya ( normal 100
200 ml Per jam tinja ) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair ( setengah padat ),
dapat pula disertai frekuensi defekasi yang meningkat. Menurut WHO ( 1980 ), Diare adalah
buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari. Diare di bagi 2 berdasarkan mula
dan lamanya, yaitu diare akut dan diare kronik. Warga kampung kubang kemiri RT 05, RW 02
kelurahan sukawana. Serangan diare terjadi ketika warga kesulitan mendapatkan air bersih
sejak dilanda kekeringan pada musim kemarau. Bila terserang diare langkah yang harus
dilakukan adalah banyak mengkonsumsi cairan dengan meminum minuman air putih
sebanyak banyaknya. Prinsip pengobatan diare adalah : menggantikan cairan yang hilang
melalui tinja dengan/tanpa muntah, dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa /
karbohidrat lain ( gula, air tajin, tepung beras, dsb).
1. Obat anti sekresi : Klorpomazin (dosis : 0.5 mg/kg BB/hari).
2. Obat anti spasmolitik: pada umumnya obat anti spasmolitik, seperti: papaverin, ekstra
beladona, opium, loperami, dsb tidak diperlukan untuk mengatasi diare akut.
3. Antibiotik
11

Pada umumnya antibiotik tidak diperlukan untuk mengatasai diare akut, kecuali jika
penyebabnya jelas, seperti ( kolera, diberi tetra siklin 25 30 mg /kg BB/hari)
Campylobacter, diberikan eritromisin, 40 50 mg/kg BB/hari.
MALARIA

o Orang
Penyakit yang terdapat pada anak anak dan dewasa penyakit yang dapat bersifat akut dan
kronis, disebabkan oleh protozoa genus plasmodium ditandai dengan demam, anemia, dan
splenomegal. Terjadinya penyakit malaria adalah melalui gigitan nyamuk Anopheles, dengan
akibatnya masuknya salah satu dari 4 macam parasit malaria tersebut, yaitu Plasmodium
vivax, Plasmodium malariae, Plasmodium falciparum, dan Plasmodium ovale kedalam darah
penderita. Tiap tiap parasit tersebut menimbulkan gejala gejala tersendiri pula, yaitu
malaria tertiana, malaria Quartana , dan malaria tropika.
o Tempat
Tempat perindukan vektor malaria di tempat yang kotor atau kumuh.
o Waktu
Serangan pertama dapat berlangsung selama 2 bulan atau lebih, jika tidak diobati maka
infeksi dapat berlangsung sangat lama.
o Pencegahan
Untuk mencegah wabah ini agar tidak meluas maka yang harus di lakukan adalah
membersihkan tempat tempat yang kotor atau di beri vaksin, karena vaksin memicu tubuh
membentuk anti bodi dan sel darah putih yang dapat mencegah sporozoit hidup dan
berkembang di hati.
o Cara Penanggulangan
Pada pasien dalam keadaan koma dan muntah hebat pengobatan enteral harus segera di
berikan meskipun pemberian awal peroral jauh lebih aman bagi anak anak. Obat yang di
berikan adalah:
1) Kina
Cara pemberian
a. Infus : 5 10 mg/kg BB dalam 20 30 ml garam fisiologis diberikan selama 2-4 jam
b. Intra muscular : Syarat pemberian sama dengan dewasa dosis tunggal maksimal : 15 mg/kg
BB.
2) Klorokuin
Cara pemberian
a. Intravena : dosis pertama 5 mg/kg BB dalam larutan isotonus 20 ml, di suntikan selama 10
12

15 menit.
b. Infus : 7 mg/kg BB di berikan secara terus menerus selama 24 jam.
o Rekomendasi
Malaria vivaks prognosis biasanya baik tidak menyebabkan kematian. Jika tidak mendapat
pengobatan, serangan pertama dapat berlangsung selama 2 bulan / lebih jika tidak di obati
maka infeksi dapat berlangsung sangat lama. Malaria ovale dapat sembuh sendiri tanpa
pengobatan. Malaria falsiparum dapat menimbulkan komplikasi yang menyebabkan kematian
vaksin yang di beri kode RTS,S/AS02A tersebut telah digunakan untuk melindungi 2.022
anak berusia 1-4 th dinegara yang malarianya merajalela itu ternyata hasilnya
menggembirakan. Risiko anak anak terkena malaria yang parah turun hingga 58%.
MUNTABER

o Orang
Penyakit muntaber, penyakit yang terdapat pada anak anak dan dewasa
o Tempat
Yang menjadi kemungkinan tempat bagi virus muntaber adalah makanan dan minuman yang
sudah rusak maka penting sekali pengertian secara umum diketahui dan dianjurkan pada
masyarakat tentang kesehatan.
o Waktu
Masa tunas yang berlangsung pada kuman kolera pada makanan adalah antara 1 dan 5 hari,
maka timbulnya gejala muntah, dan berak sehingga cairan dan elektrolit dari dalam tubuh
banyak dikeluarkan sehingga penderita mengalami kekeringan dan segera jatuh ke dalam
syok.
o Pencegahan
Terhadap penyakit ini adalah vaksinasi dan juga pengisolasian penderita semua makanan dan
minuman harus di masak lebih dahulu.
o Cara Penanggulangan
Pemberian cairan dan elektrolit juga perlu diberikan antibiotik untuk pembunuh kuman juga
untuk memperpendek masa waktu sakit, dan mengurangi jumlah cairan yang luar biasa.
o Rekomendasi
Korban wabah muntaber di kota solok dan kabupaten solok Sumatra barat, bertambah tujuh
orang, diduga penyebab muntaber karena mengkonsumsi makanan di pasar yang belum
matang atau masih mentah.

13

HEPATITIS C

o Orang
Dari faktor manusia diketahui berdasarkan data bahwa orang dewasa lah yang menjadi
population Hepatitis C. Paling banyak pada usia 31-50 tahun. Di Indonesia sendiri penderita
Virus Hepatitis C ( VHC ) cukup banyak, sekitar 5-7,5 juta penderita Hepatitis C di
perkirakan 7,2 juta atau sekitar 4% dari 180 juta penduduk Indonesia terinveksi virus
Hepatitis C ( VHC ), yang sebagian besar ditularkan melalui transfuse darah. Dari 80% hasil
transfuse darah yang sudah dinyatakan bebas virus Hepatitis C ( VHC ), hamper 90%
mengandung virus Hepatitis C jika tidak diwaspadai, pada masa mendatang diduga prevalensi
infeksi virus ini terus meningkat.
o Tempat
Biasanya di lakukan ditempat tempat umum seperti: Bisa terjadi dirumah sakit, praktek gigi,
bisa melalui tranfusi darah, dan tempat tempat pemotongan rambut. Bahkan ada juga di
lakukan di tempat tempat tertutup seperti halnya penyuntikan obat obatan terlarang,
menindik, dan menato tubuhnya secara permanen.
o Waktu
Aktifitas yang di lakukan oleh si penderita Hepatitis C bisa kapan saja. Mungkin pada saat si
penderita berobat ke rumah sakit atau akan memeriksakan giginya dengan menggunakan
jarum suntik yang tidak steril atau ada yang terluka. Bisa juga dengan cara penyuntikan obat
obatan terlarang dari si penderita yang satu ke korban yang selanjutnya dengan menggunakan
pemakaian jarum suntik yang bersama sama.
o Pencegahan
Pencegahan penyakit Hepatitis C sampai sekarang belum ada. Tetapi pengobatan terhadap
mereka yang terinveksi virus Hepatitis C di lakukan dengan INTERFERON. Namum
pemberiannya harus dilakukan secepatnya, setelah serangan akut. Agar hasilnya lebih baik,
pemberian interferon pada mereka yang terinfeksi virus Hepatitis C di harapkan dapat
menghambat masuknya virus ke dalam hepatosit ( sel sel hati ) dan menghalangi proses
repliklasi virus. Dengan demikian proses ke arah sirosis hati dan karsinoma ( Kanker ) hati
dapat di cegah. Cara penularannya dan perbedaan biasanya cara penularan Hepatitis C adalah
melalui suntikan. Karena itu untuk mengurangi insideninfeksi Hepatitis C ini , seyogyanya
perlu dipikirkan cara cara Screening terhadap donor untuk trnsfusi darah. Yang menjadi
masalah diIndonesia sekarang, untuk melakukan screening guna untuk mengetahui hepatitis
itu sangat mahal. Jika obat obatan berbahan kimia sintesa kerap mengandung resiko, ada
alternative lain untuk memenuhi pelayanan kesehatan, yakni obat obatan dari bahan alami.
Sekarang ini, hamper semua Negara Negara maju cenderung mengembangkan obat obatan
alam.
14

o Cara Penanggulangan
Penanggulangan valsin untuk Hepatitis C belum ada. Meskipun demikian kita tidak perlu
cemas, Dengan mengenal virus dan gejala yang di timbulkannya, barang kali akan membuat
kita semakin waspada terhadap Hepatitis C. Sampai saat kita baru pada taraf penelitian. Akan
banyak Hal hal baru yang muncul nantinya.
Untuk menganggulangi virus Hepatitis C perlu di hindari nantinya :
Tangan yang kotor dan kebiasaan makan yang buruk sangat membantu cepatnya penularan
virus.
Luka kecil saja pada kulit bisa menimbulkan VHC.
Tusukan jarum yang tercemar seperti pada transfuse darah.
Hindari pembuatan Tatoo.
Hindari tindik telinga
Hindari tusuk jarum suntikan intravena yang merupakan transfuse penularan.
Hindari penggunaan alat kedokteran yang tercemar seperti perawatan gigi yang tidak steril.
Hindari Penggunaan alat cukur secara bersamaan, penggunaan sisir dan penggunaan
handuk secara bersamaan
Hindari kebebasan seksul serta tata cara hidup homo seksual yang berupa hubungan secara
oral maupun anal.
o Rekomendasi
Secara 85 % kasus Hepatitis C tidak menampakan gejala. Bahkan, dari seluruh pasien yang di
jumpai, hanya sekitar 15% yang menimbulkan gejala demam, badan lemas, mual mual, dan
nyeri perut pada bagian kanan atas. Gejala lain yang dijumpai adalah kencing berwarna
kuning keruh seperti air teh dan mata menjadi kuning. Karena kadang kadang tidak
menunjukan gejala, banyak orang tak mewaspadai penyakit bahaya ini. Namum menurut buku
yang say abaca TERAPI HEPATITIS yang di karang oleh Elizabeth Tara, MD dan Eddy
Soetrisno. Bentuk Hepatitis tidak hanya A,B,C tetapi virusnya sudah sampai D serta E.
Walaupun virus lain. Virus Hepatitis C ( VHC ) tergolong dalam keluarga Flavividae. Virus
ini termasu virus RNA, dengan ukuran 30 60nm. Apabila virus ini di suntikkan ke dalam
tubuh binatang yang peka akan terjadi perubahan intrastruktural yang khas dari sel sel mati
menjadi bentuk tubuler. Namun perubahan ini belum bisa di pastikan apakah di sebabkan oleh
virus tersebut. Virus Hepatitis C ini mempunyai gambaran klinis sebagai berikut :
Masa inkubasi rata rata 7- 8 minggu.
Gejala : Lemas, mual diikuti kuning seluruh tubuh dan sering menjadi baik kembali.
Kemungkinan kuning hanya 25% dari penderita.
Kira kira 50 % menjadi carrier dan merupakan penyebab utama hepatitis kronis.
Satu sampai 2% penderita dapat mengalami kematian meskipun tanpa kompliklasi. Bila
disertai kompliklasi angka ini bisa menambah.

15