Anda di halaman 1dari 19

1.

Seorang perempuan usia 25 tahun usia kehamilan 38 minggu, datang ke BPM,


mengeluh perutnya mulas-mulas yang semakin sering, hasil pemeriksaan : KU
baik, TD : 110/70 mmHg, Nadi 80x/menit, respirasi 24x/menit, TFU 30 cm,
kepala sudah masuk 2/5, hasil VT: Portio tipis lunak, pembukaan serviks 8
cm, selaput ketuban masih utuh, presentasi kepala, penurunan di H-III.
Apakah diagnosis untuk kasus di atas?
A.
B.
C.
D.
E.

Inpartu
Inpartu
Inpartu
Inpartu
Inpartu

kala
kala
kala
kala
kala

I
I
I
I
I

fase
fase
fase
fase
fase

laten
aktif
aktif akselerasi
aktif deselerasi (d)
laten memanjang

2. Seorang perempuan usia 20 tahun, hamil 39 minggu, datang ke BPM, klien


mengeluh mulas-mulas yang semakin sering, hasil pemeriksaan : KU baik, TD :
100/70 mmHg, Nadi 80x/menit, R 24x/menit, TFU 30 cm, kepala sudah masuk
2/5, hasil VT pembukaan serviks 8 cm, selaput ketuban masih utuh.
Dimanakah perkiraan penurunan kepala janin sesuai dengan kasus di atas?
A.
B.
C.
D.
E.

Hodge
Hodge
Hodge
Hodge
Hodge

I
II
III ()
IV
V

3. Seorang perempuan usia 25 tahun baru saja melahirkan bayinya secara


spontan di BPM, sedangkan plasenta belum lahir, Tinggi fundus uteri masih
setinggi pusat, sudah terdapat tanda- tanda pelepasan plasenta.
Apakah diagnosis pada kasus di atas ?
A.
B.
C.
D.
E.

Inpartu
Inpartu
Inpartu
Inpartu
Inpartu

kala
kala
kala
kala
kala

V
IV
III ()
II
I

4. Bidan melakukan asuhan kala III pada seorang perempuan P1A0 di BPM,
setelah bayi lahir telah diberikan suntikan oksitosin 10 IU/IM, kemudian
dicoba melakukan PTT tetapi plasenta belum lepas..
Apa tindakan bidan dalam kasus di atas?
A.
B.
C.
D.
E.

Melakukan manual plasenta


Melakukan Kompresi Bimanual Interna
Menunggu dan mengobservasi 15 menit lagi ()
Memberikan oksitosin ke 2 sebanyak 10 IU/IM
Melakukan Penegangan tali pusat terkendali

5. Seorang perempuan usia 35 tahun melahirkan di BPM. pada saat 2 jam


postpartum bidan melakukan pemeriksaan didapatkan uterus tidak berkontraksi
dan terdapat perdarahan dari jalan lahir, vital sign: TD 90/70 mmHg, Suhu
36,5oC R 18x/m, dan Nadi 80x/mnt.
Apakah diagnosis pada kasus di atas?
A.
B.
C.
D.
E.

Atonia Uteri ()
Retensio Plasenta
solusio plasenta
inversio uteri
prolaps uteri

6. Seorang perempuan usia 35 tahun melahirkan di BPM. pada saat 2 jam


postpartum bidan melakukan pemeriksaan didapatkan uterus tidak berkontraksi

dan terdapat perdarahan dari jalan lahir, TD 90/70 mmHg, Suhu 36oC R 18x/m,
dan Nadi 80x/mnt.
Apakah tindakan segera berdasarkan kasus di atas?
A.
B.
C.
D.
E.

Manual Plasenta
Eksplosisasi rahim
Kompresi bimanual interna
memberikan tampon pada vagina
Merujuk

7. Seorang perempuan usia 30 tahun, inpartu kala I fase aktif datang ke BPM
dari hasil pemeriksaan diperoleh pada pemeriksaan abdomen teraba kepala
janin 3/5 diatas sympisis pubis, PD : portio tipis lunak, pembukaan 8 cm,
selaput ketuban utuh, teraba fontanel anterior dan orbita
Apakah Presentasi janin pada kasus di atas ?
A.
B.
C.
D.
E.

Presentasi Muka ()
Prentasi Dahi
Presentasi Dagu,
Presentasi kepala
Presntasi Bokong

8. Seorang perempuan usia 30 tahun, inpartu kala I fase aktif datang ke BPM
dari hasil pemeriksaan diperoleh pada pemeriksaan abdomen teraba lekukan
antara oksiput dan punggung, PD : portio tipis lunak, pembukaan 7 cm,
selaput ketuban utuh, teraba muka, mulut, rahang, dan jari tangan mudah
masuk ke mulut janin
Apakah Presentasi janin pada kasus di atas ?
A.
B.
C.
D.
E.

Presentasi Muka
Prentasi Dahi
Presentasi Dagu, ()
Presentasi kepala
Presntasi mulut

9. Seorang perempuan usia 28 tahun datang ke BPM, bidan melakukan


pemeriksaan dengan hasil : his 3x10 menit/45 ,djj 148 x/menit, pembukaan 6
cm, ketuban positip,presentasi kepala, uuk kanan depan ,penurunan H
II+,moulage tidak ada .Kandung kemih penuh .
Tindakan apa yang harus dilakukan untuk membantu kemajuan persalinan pada
kasus diatas?
A.
B.
C.
D.
E.

Anjurkan ibu mobilisasi.


Pecahkan ketuban ,induksi.
Pecahkan ketuban , mobilisasi.
Lakukan kateterisasi dan anjurkan mobilisasi.
Anjurkan ibu b.a.k kekamar mandi ,dan mobilisasi. ()

10. Seorang perempuan usia 20 tahun melahirkan spontan di BPM ,bayi lahir
segera menangis ,warna kulit merah pernapasan teratur gerakan aktif . Tfu 2
jari atas pusat ,tidak teraba bagian janin ,konraksi baik , kandung kemih
penuh .
Apa Prioritas tindakan pada ibu?
A.
B.
C.
D.
E.

Lakukan kateter.
Suntik oksitosin 20 iu im .
Suntik oksitosin 20 iu im .
Kateter dan suntik oksytoksin 10 iu im. ()
Kateter dan suntik oksytoksin 20 iu im.

11. Bidan melakukan pertolongan persalinan pada seorang perempuan usia 20


tahun di BPM Bayi lahir spontan segera menangis,warna kulit merah
pernapasan teratur gerakan aktif , bayi dikeringkan diletakan diatas perut
ibu, Palpasi tidak ada janin kedua ,oksitoksin telah diberikan
Apakah tindakan selanjutnya yang dilakukan?
A.
B.
C.
D.
E.

IMD.
Resusitasi.
Pemeriksaan fisik .
Manajemen aktif kala III.
Jepit ,potong ikat tali pusat

12. Seorang perempuan usia 20 tahun melahirkan spontan pervaginam di BPM


hasil pemeriksaan: plasenta lahir lengkap, TFU sepusat, kontraksi lembek ,
kandung kemih penuh , perdarahan 300 cc.
Apakah tindakan yang harus dilakukan pada ibu tersebut ?
A.
B.
C.
D.
E.

Kateter.
Suntik mehergin 0,2 mg.
Suntik oksitoksin 10 iu im.
Kateter ,suntik metehergin 0.2 mg .
Kateter , suntik oksitoksin 10 iu im

13. Seorang perempuan usia 20 tahun inpartu kala I fase aktif di rujuk
bidan RS. hasil pemeriksaan bidan di RS TD : 110/80 mmHg, N : 88x/m, S:
37oC, R : 24x/m, pemeriksaan abdomen kepala teraba di bagian atas, DJJ
terdengar di atas pusat 140x/m, PD : Portio tipis lunak, pembukaan 7 cm,
selaput ketuban utuh, teraba rektum, penurunan Hodge III.
apakah presentasi janin pada kasus di atas?
A.
B.
C.
D.
E.

Presentasi
Presentasi
presentasi
Presentasi
Presentasi

Kaki
muka
verteks
bokong murni
bokong sempurna

14. Seorang perempuan usia 32 tahun datang ke BPM dengan keluhan keluar
lendir campur darah dari kemaluan, perut terasa mules mengaku hamil cukup
bulan, dilakukan periksa dalam, pembukaan servik 3 centimeter, ketuban utuh
dan teraba dibalik selaput ketuban tali pusat janin dan berdenyut.
Apakah posisi yang dianjurkan sesuai dengan kasus diatas?
A. Dorsal Recumbent
B. Trendelenburg
C. Litotomi
D. Supine
E. Sims
15. Seorang perempuan berusia 26 tahun datang ke BPM untuk melahirkan, usia
hamil cukup bulan, pukul 08.00 pagi dilakukan periksa dalam dengan
pembukaan serviks 3cm, HIS 2 kali dalam 10 menit lama 35 detik, 4 jam
berikutnya pembukaan serviks tetap 3cm, dan setelah itu 4 jam berikutnya
pembukaan serviks 5cm.
Apakah keputusan klinis yang tepat pada kasus diatas?
A.
B.
C.
D.
E.

Segera melakukan induksi


Observasi dilatasi serviks dengan partograf
Melakukan pemeriksan dalam sewaktu-waktu
Segera pecahkan ketuban untuk mempercepat pembukaan serviks
Segera merujuk apabila dilatasi serviks dikanan garis waspada partograf

16. Seorang perempuan usia 31 tahun datang di BPM, hamil aterm anak ke dua,
mengeluh ingin BAB, keluar lendir darah dari jalan lahir bertambah banyak.
Hasil pemeriksaan TTV dalam batas normal, TFU 38 cm, bagian terendah janin
kepala, penurunan 1/5, DJJ 142x/mnt, Hasil VT: portio tidak teraba, ketuban
(-), H III (+), penunjuk UUK pada pukul 1. Hb 10 gr%.
Apa tindakan pada kasus tersebut?
A.
B.
C.
D.
E.

Memimpin kala II
Ibu diperbolehkan duduk
Menganjurkan ibu miring ke kiri
Memposisikan ibu dorsal rekumben
Mengajarkan teknik meneran efektif

17. Seorang perempuan usia 26 tahun P1AO, telah melahirkan bayi secara
spontan. 30 menit yang lalu di BPM, Bidan telah melakukan penyuntikan
Oksitosin1 dan 2, massase uterus. Dari hasil pemeriksaan didapatkan ibu
mengalami perdarahan, placenta lahir lengkap. Kandung kemih kosong.
Apakah diagnosis pada ibu tersebut?
A.
B.
C.
D.
E.

Solutio placenta
Robekan serviks
Sisa Placenta
Atonia uteri
Inversio uteri

18. Seorang perempuan usia 35 tahun, G2P1A0, datang ke BPM dengan keluhan
mules, keluar lendir bercampur darah, cairan warna jernih. Hasil
pemeriksaan
KU
baik,
TTV
Normal,
his
3x10
selama
45,
DJJ
144x/menit.pembukaan 8 cm, ketuban (-), teraba tali pusat di samping kepala
Apakah diagnosa pada ibu tersebut?
A.
B.
C.
D.
E.

Inpartu
Inpartu
Inpartu
Inpartu
Inpartu

kala
kala
kala
kala
kala

I
I
I
I
I

dengan
dengan
dengan
dengan
dengan

KPD
fisiologis
tali pusat terkemuka
fase aktif memanjang
tali pusat menumbung

19. Seorang ibu 28 tahun ,hamil pertama 38 minggu datang ke BPM mengeluh
perut sudah mules dan sering ,dari vagina keluar darah lendir. KU baik ,TTV
normal , his 3x/10'/45..Tfu 32 cm, djj 148x/menit .PD v/v tak,portio lunak,
pembukaan 8 cm, ketuban (+)presentasi kepala 3/5,posisi uuk kanan depan,
penurunan H III ,moulage tidak ada.
Bagaimanakah imbang feto pelvik klien tersebut ?
A.
B.
C.
D.
E.

Baik .
Luas.
Cukup.
Kurang.
Sedang.

20. Seorang ibu 28 tahun ,hamil pertama 38 minggu datang ke BPM mengeluh
perut sudah mules dan sering ,dari vagina keluar darah lendir. KU baik ,TTV
normal ,his 3x/10'/45..Tfu 32 cm, djj 148x/menit .PD v/v tak,portio lunak,
pembukaan 8 cm, ketuban (+)presentasi kepala 3/5,posisi uuk kanan depan,
penurunan H III ,moulage tidak ada.
Apakah rencana asuhan untuk persalinan klien tersebut ?
A. Observasi ,his dan djj.
B. Obsevasi KU ,TTV ,dan djj.
C. Observasi KU,TTV dan His.
D. Obsevasi ,his,djj, PD 2 jam kemudian .
E. Observasi ,his ,djj dan kemajuan persalinan

21. Seorang perempuan usia 29 tahun G2P1A0 usia kehamilan 38 minggu datang
ke BPM dengan keluhan perut sudah disertai rasa ingin mneran .Dari vagina
keluar cairan warna putih keruh. Hasil pemeriksaan.KU baik ,TTV normal ,his
4x/10'/55..Djj 148x/menit hasil periksa dalam: portio tidak teraba,
ketuban( -) presentasi kepala ,posisi uuk depan, penurunan H III ,moulage
tidak ada.
Apakah rencana asuhan pada klien tersebut ?
A.
B.
C.
D.
E.

Informasikan hasil pemeriksaan.


Inform konsent ,pimpin partus normal .
Menggunakan APD, cuci tangan ,siapkan alat .
Inform konsent ,bimbing meneran saat ada his
Mendekatkan alat ,pakai APD,melakukan PD ulang

22. Seorang ibu 28 tahun melahirkan bayi ke dua di BPM bayi lahir spontan
menangis kuat, Warna kulit merah ,menangis kuat, gerakan aktif, bayi
dikeringkan dan diselimuti.
Apakah tindakan yang harus segera dilakukan ?
A.
B.
C.
D.
E.

Massage uterus
Suntik Methergin 0,2mg/im
Suntik Oxytocin 10 Unit/ im
Palpasi, dan suntik oxytocin 10 unit
Memotong tali pusat , mengikat dan IMD

23. Seorang perempuan,usia 31 tahun, G2P1A0 hamil 39 minggu, datang ke


Bidan Praktik Mandiri mengeluh ingin BAB dan keluar lendir darah dari jalan
lahir. Hasil pemeriksaan TTV dalam batas normal, TFU 38 cm, bagian terendah
janin kepala, DJJ (+) 142x/m, His 4x/10/45, VT:portio tidak teraba,
ketuban (-), H-III
Bagaimana asuhan yang tepat pada kasus di atas?
A.
B.
C.
D.
E.

Lakukan rujukan ke RS dengan BAKSOKUDA


Pimpin ibu mengedan saat his selama 2 x 30 mnt
Pimpin ibu mengedan saat his selama 2 x 60 mnt
Pemberian infus RL 500 ml dengan tetesan 16 tetes/mnt
Lakukan amniotomi dan pimpin mengedan sampai anak lahir

. Persalinan disebut juga dengan....(C1)


A. Proses pengeluaran plasenta sampai 2 jam persalinan.
B. Proses pembukaan 1-10 cm.
C. Proses pengeluaran bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu.
D. Proses yang terjadi setelah 2 jam persalinan
2. Sebab-sebab mulainya persalinan belum diketahui dengan jelas faktor yang memegang
peranan dan bekerja sama sehingga terjadi persalinan. Apa sajakah yang mempengaruhi
mulainya persalinan.(C2)
A. Masuknya nutrisi ibu pada saat bersalin
B. Persalinan dibantu dengan kekuatan dari luar
C. Penurunan kadar progesterone, teori oxytosin, keregangan otot-otot, pengaruh janin, teori
prostaglandin.
D. Adanya nyeri hebat yang dirasakan oleh ibu
3. Sinklitismus, asinklitismus, fleksi, putar paksi dalam, ekstensi, putar paksi luar, ibu dalam
masa persalinan (C2)

A.
B.
C.
D.
4.

Tahapan persalinan saat dipimpin meneran oleh bidan


Tahapan kala I persalinan
Tahapan kala I atau kala uri persalinan
Tahapan 2 jam pasca persalinan
Dalam melakukan pertolongan persalinan, bidan harus mengetahui tahapan persalinan. Turun
dan masuknya kepala janin ke bidang PAP secara berurutan meliputi(C3)
A. Sinklitismus, asinklitismus posterior, asinklitismus anterior
B. Sinklitismus, asinklitismus anterior, asinklitismus posterior
C. Asinklitismus anterior, sinklitismus, asinklitismus posterior
D. Asinklitismus posterior, Sinklitismus, asinklitismus anterior
5. Diketahui, ibu dalam masa persalinan, saat dipimpin meneran oleh bidan, maka tahapan
persalinan yang benar, sesuai dengan teori adalah (C5)
A. Sinklitismus, asinklitismus, putar paksi dalam, fleksi, ekstensi, putar paksi luar.
B. Sinklitismus, asinklitismus, fleksi, putar paksi dalam, ekstensi, putar paksi luar.
C. Ainklitismus, sinklitismus, putar paksi dalam, fleksi, ekstensi, putar paksi luar.
D. Asinklitismus, sinklitismus, fleksi, putar paksi dalam, ekstensi, putar paksi luar.
6. Tujuan memberikan asuhan kebidanan pada ibu bersalin adalah(C2)
A. Memantau kemajuan persalinan
B. Mengetahui keadaan ibu dan janin
C. Mendeteksi secara dini adanya komplikasi
D. Semua jawaban benar
7. Hal yang dapat dilakukan oleh bidan pada ibu dengan inpartu adalah(C3)
A. Memberikan asuhan persalinan, seperti melakukan pemantauan dengan lembar observasi dan
partograf.
B. Melakukan pemeriksaan fisik pada ibu inpartu.
C. Semua jawaban salah.
D. Semua jawaban benar
8. Tujuan memberikan asuhan persalinan salah satunya untuk mengetahui kemajuan persalinan.
Keadaan manakah yang menunjukkan bidan sedang mengetahui kemajuan persalinan(C4)
A. Bidan melakukan observasi persalinan dengan lembar partograf.
B. Bidan menganjurkan ibu untuk makan dan minum.
C. Bidan melakukan pemeriksaan TTV.
D. Semua jawaban benar.
9. Ibu Sinta hamil anak pertama mengeluh mengeluarkan lendir bercampur darah cukup banyak
dari kemaluannya, sejak 2 jam yang lalu. Saat dilakukan Anamnesa, UK ibu 37-38 minggu;
pemeriksaan fisik oleh bidan, didapatkan hasil pemeriksaan antara lain: His 3 x 35 10; VT:
v/ v dbn, let kep, ket (+), 8 cm, eff. 75%, H III, UUK Ki dpn, tidak terraba bagian kecil
janin. Berdasarkan teori, peristiwa tersebut termasuk .(C5)
A. Persalinan palsu
B. Inpartu
C. Semua jawaban salah
D. Semua jawaban benar
10. Berdasarkan peristiwa di atas, maka diagnose yang tepat adalah(C6)
A. G1 Po-o UK (37-38) mg, A/ T/ H, Letkep, U, intra uterine dengan inpartu kala 1 fase laten.
B. G1 Po-o UK (37-38) mg, A/ T/ H, Letkep, U, dengan kontraksi Braxton hicks.
C. G1 Po-o UK (37-38) mg, P/ T/ H, Letkep, U, intra uterine dengan inpartu kala 1 fase laten.
D. G1 Po-o UK (37-38) mg, A/ T/ H, Letkep, U, intra uterine dengan inpartu kala 1 fase aktif.
II.

Faktor yang mempengaruhi persalinan.

11. Hal yang dilakukan bidan jika diketahui ibu bersalin mengalami kesempitan panggul
adalah(C3)
A. Melakukan rujukan.
B. Memberikan pertolongan persalinan mandiri.
C. Melakukan pertolongan persalinan di rumah pasien.
D. Semua jawaban salah.
12. Dasar panggul gynecoid adalah bentuk panggul yang khas bagi wanita dan normal untuk
dilalui bayi dengan mempunyai ciri.
A. Bila diukur diameter sagitalis posterior hanya sedikit lebih pendek dari diameter sagitalis
anterior dan pubis luas.
B. Bila diukur diameter sagitalis posterior jauh lebih pendek dari diameter sagitalis anterior.
C. Bila diukur diameter antero posterior dari PAP lebih besar dari diameter tranversa hingga
bentuk PAP lonjong ke depan
D. Bila diukur teraba segmen anterior lebar, sacrum melengkung, incisura ischiadica lebar.
13. Diketahui seorang bidan melakukan pemeriksaan UPL saat pasien tersebut datang melakukan
ANC pada bidan Seli. Hasil pemeriksaan UPL sebagai berikut, antara lain Distansia
Spinarum = 20 cm; Distansia Cristarum = 24 cm; Bodeloque = 18 cm; Lingkar panggul 78
cm. Bagaimana keadaan pasien jika ditinjau berdasarkan teori? (C5)
A. Dapat bersalin secara normal.
B. Ada kemungkinan mengalami kesulitan bersalin normal.
C. Merupakan keadaan yang fisiologis.
D. Semua jawaban benar.
14. Berdasarkan kasus di atas, maka diagnose nomenklatur untuk pasien tersebut adalah(C6)
A. CPD
B. Panggul sempit
C. Semua jawaban benar
D. Semua jawaban salah
15. His atau tenaga mengejan merupakan faktor....(C1)
A. Passage
B. Power
C. Passanger
D. Ukuran panggul
16. Anamnesa yang perlu ditanyakan pada ibu yang dapat mempengaruhi power ibu saat
bersalin, kecuali(C2)
A. UPL
B. His
C. Keadaan umum
D. Paritas
17. Agar ibu mempunyai power saat bersalin, maka tindakan yang dapat diberikan bidan
adalah(C3)
A. Menyiapkan ruangan yang bersih
B. Memberikan obat-obatan tanpa indikasi
C. Memberikan posisi terlentang
D. Memberikan cairan dan nutrisi
18. Yang benar tentang kontraksi braxton hicks adalah(C4)
A. Saat dilakukan pemeriksaan oleh bidan, his yang timbul, biasanya disertai dengan keinginan
ibu untuk mengejan.

B. Saat dilakukan pemeriksaan oleh bidan, diketahui his bersifat tidak teratur ,tidak
menyebabkan nyeri yang memancar dari pinggang keperut bagian bawah.
C. Hasil pemeriksaan bidan, diketahui bahwa his`semakin sering dengan frekuensi 3 x 35/ 10,
disertai keinginan ibu untuk meneran.
D. Dari pemantauan bidan, diketahui his yang timbul, mendorong anak keluar dari rahim ibu.
19. Diketahui, ibu terlihat dehidrasi, his semakin berkurang. Berdasarkan peristiwa tersebut,
faktor apakah yang mempengaruhi keadaan ibu? (C5)
A. Passage
B. Passenger
C. Power
D. Psikologis
20. Plasenta termasuk faktor (C1)
A. His
B. Kekuatan mengejan/ Power Ibu
C. Passage dan passenger
D. Peningkatan prostaglandin
21. Hal yang harus dilakukan oleh ibu, apabila terdapat tanda tanda kontraksi uterus semakin
sering, menjalar ke pinggang terdapat pengeluaran cairan lendir bercampur darah, yaitu.
(C3)
A. Datang ke dukun.
B. Datang ke bidan.
C. Dilakukan perawatan sendiri di rumah.
D. Semua jawaban salah.
22. Peristiwa manakah yang sesuai, untuk menunjukkann keadaan kesejahteraan janin
mengalami gangguan? (C4)
A. Ibu hamil, saat diperiksa oleh bidan diperoleh hasil EFW KMK.
B. Ibu hami, saat diperiksa oleh bidan, hisnya kurang adekuat.
C. Ibu hamil, saat dilakukan pemeriksaan oleh bidan diketahui UPL abnormal.
D. Ibu hamil mengatakan pada bidan bahwa ia sangat takut menghadapi persalinannya.
SOAL KASUS (23-24):
Diketahui seorang ibu hamil pertama datang ke bidan Shofi pada tanggal 20 Mei 2011 jam
09.00 Wib. Ibu mengeluh mengeluarkan lender bercampur sedikit darah , kenceng-kenceng
sampai ke pinggang sejak jam 06.00 Wib. Saat dilakukan perhitungan UK, diketahui UK ibu
38-39 minggu; saat dilakukan pemeriksaan fisik oleh bidan. EFW = 4050 gram; Cortonen
118 x/ menit tidak adekuat, His 5 x 45/ 10, Penurunan Hoodge III. Bandle (-). VT: v/ v dbn,
let kep, ket (+), 5 cm, eff. 50%, H II, UUK Ki dpn, tidak terraba bagian kecil janin. Saat
dilakukan pemantauan dengan partograf 4 jam kemudian, ternyata hasil pemeriksaan
kemajuan persalinan berada di kanan garis waspada, dengan hasil VT tidak ada perubahan.
23. Berdasarkan peristiwa di atas, faktor apa yang dapat menyebabkan kemajuan persalinan
melewati garis waspada? (C5)
A. Power
B. Passage
C. Passenger
D. Penolong
24. Diagnosa yang tepat untuk peristiwa di atas yaitu? (C6)
A. G1 P0-0 UK (38-39) mg; A/ T/ H, Letkep, U, intra uterine dengan hipertonik.

B. G1 P0-0 UK (38-39) mg; A/ T/ H, Letkep, U, intra uterine dengan secondary arrest.


C. G1 P0-0 UK (38-39) mg; A/ T/ H, Letkep, U, intra uterine dengan Kala 1 fase laten
memanjang.
D. G1 P0-0 UK (38-39) mg; A/ T/ H, Letkep, U, intra uterine dengan Kala 1 fase aktif
memanjang.
III. Kebutuhan dasar selama persalinan.
25. Proses pengeluaran bayi disertai plasenta dan selaput ketuban disebut dengan? (C1)
A. Kehamilan
B. Persalinan
C. Keguguran
D. Kuretase
26. Yang bukan merupakan kebutuhan dasar selama persalinan yaitu (C2)
A. tempat persalinan
B. penolong
C. persiapan fisisk dan menyal ibu
D. tidak membawa peralatan bayi
27. Agar ibu dalam melewati proses persalinannya merasa nyaman, maka hal yang dapat
dilakukan bidan dan keluarga sebagai wujud asuhan sayang ibu adalah...(C3)
A. Memarahi ibu saat mersakan kesakitan
B. Tidak menunggui ibu saat proses persalinan
C. Tidak memberikan makan ato minum pada ibu
D. Memberikan dukungan emosional
28. Peristiwa di bawah ini yang merupakan bentuk asuhan sayang ibu yaitu... (C4)
A. Saat ibu inpartu, bidan menganjurkan pada keluarga untuk memberikan cairan dan nutrisi
pada ibu bersalin.
B. Bidan melakukan tindakan kateterisasi secara rutin agar ibu bisa BAK.
C. Bidan melakukan enema pada setiap ibu inpartu.
D. Bidan melakukan pencukuran rambut pubis pada setiap ibu bersalin.
29. Diketahui seorang ibu inpartu hamil anak pertama, mengeluh mengeluarkan lendir
bercampur darah dari kemaluannya. Saat dilakukan pemeriksaan VT oleh bidan,
mulai saat pasien datang mengalami pembukaan satu dipantau sampai ibu mengalami
pembukaan lengkap. Berdasarkan teori, hal tersebut merupakan...(C5)
A. Tahapan persalinan pada kala 1
B. Tahapan persalinan pada kala 2
C. Tahapan persalinan pada kala 3
D. Tahapan persalinan pada kala 4
30. Seorang ibu dalam masa inpartu. Bidan Sinta menganjurkan ibu bersalin untuk
merubah posisi miring kanan atau kiri, agar ibu merasa lebih nyaman. Berdasarkan
kasus di atas, tindakan yang dilakukan bidan adalah wujud dari... (C6)
A. Membuat keputusan klinik
B. Tindakan pencegahan infeksi
C. Asuhan sayang ibu
D. Tindakan pendokumentasian
IV. Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu bersalin kala I.

31. Perubahan secara fisik pada kala I persalinan disebut juga(C1)


A. perubahan fisiologis
B. perubahan psikologis
C. semua jawaban salah
D. semua jawaban benar
32. Perubahan psikologis pada kala I dipengaruhi oleh (C2)
A. Persiapan menghadapi persalinan
B. Lingkungan
C. Kesiapan emosi
D. Benar semua
33. Yang dapat dilakukan bidan untuk mengatasi perubahan psikologis pada ibu bersalin
adalah.(C3)
A. Memberikan informasi tentang keadaan ibu dan janinnya
B. Memberikan support
C. Menghadirkan pendamping persalinan yaitu suami dan atau keluarga
D. Semua jawaban benar
34. Masalah psikologis yang mungkin terjadi pada kala I yaitu (C4)
A. Ibu mengatakan merasa nyaman.
B. Ibu mengatakan mampu mengontrol diri.
C. Ibu mengatakan cemas menghadapi persalinan.
D. semua jawaban salah.
35. Bidan menganjurkan pada ibu untuk mengatur posisi yang nyaman selama persalinan. Hal
tersebut merupakan kebutuhan.(C5)
A. Kebutuhan fisik dan psikologis
B. Kebutuhan primer
C. Kebutuhan mendesak
D. Kebutuhan sekunder
36. Jika diketahui seorang ibu datang ke Bidan pada tanggal 9 april 2011, jam 09.00 wib,
mengeluh mengeluarkan cairan lendir berwarna putih disertai darah dari kemaluannya sejak 2
jam yang lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh bidan, terdapat pembukaan servik 5 cm
dan his 4x 40/ 10. Apakah hal tersebut termasuk kondisi fisiologis pada ibu bersalin kala
1 dan diagnosa apa yang tepat untuk ibu tersebut(C6)
A. Fisiologis; KPD.
B. Patologis; KPD.
C. Fisiologis; inpartu kala 1 fase aktif.
D. Fisiologis inpartu kala 1 fase laten.
37. Proses pemecahan masalah pada kala I disebut dengan...(C1)
A. Manajemen kala I
B. Manajemen kala II
C. Semua jawaban salah
D. Semua jawaban benar
38. Kegunanaan dari patograf adalah... (C1)
A. untuk memantau kemajuan persalinan
B. untuk melihat apakah persalinan berjalan normal atau tidak
C. untuk mengetahui keadaan janin dan ibu
D. semua benar

39. Tindakan mengidentifikasi masalah pada kala I, meliputi... (C2)


A. Mengakaji riwayat kesehatan
B. Pemeriksaan fisik
C. Pemeriksaan janin
D. Benar semua
40. Yang termasuk dalam tahapan pengumpulan data yaitu... (C2)
A. Interpretasi data
B. Anamnese
C. Menidentifikasi diagnosa
D. Menyusun rencana asuhan
41. Seorang pasien datang ke bidan G1 P00000 dengan mual muntah berlebihan kemudian bidan
mendiagnosa keadaan pasien tersebut. Hal ini merupakan langkah manajeman varney, pada
langkah ke berapa? (C3)
A. Ke 2
B. Ke 3
C. Ke 4
D. Ke5
42. Bidan melakukan pengumpulan data. Merupakan penerapan manejeman varney pada langkah
ke berapa? (C3)
A. Satu
B. Dua
C. Tiga
D. empat
43. Apa tujuan dilakukan manajemen kebidanan... (C4)
A. Memberikan asuhan kebidanan yang adekuat, komprehensif dan terstandart pada ibu
intranatal dengan memperhatikan riwayat ibu selama kehamilan dan respon ibu serta
mengantisipasi resiko-resiko yang terjadi selama proses persalianan
B. Merugikan ibu selama persalinan
C. Menakuti ibu hamil
D. Semua jawaban salah
44. Seorang ibu sedang berada dalam masa transisi persalinan, jika ditinjau dari aspek psikologis,
ibu menunjukkan keadaan yang bagaimana? (C4)
A. Ibu menunjukkan perasaan tidak pasti, kadang bahagia, kadang cemas.
B. Ibu menunjukkan reaksi adanya keinginan yang kuat untuk menghadapi persalinan.
C. Ibu tampak semakin tegang dan mulai tergantung.
D. Ibu tampak semakin cemas, semakin tergantung, peningkatan pada semua yang dirasakan
pada fase sebelumnya, merupakan fase paling melelahkan dan berat, kadang merasa tidak
sanggup untuk melahirkan.
45. Seorang ibu inpartu datang ke bidan Anik dengan keluhan nyeri menjlara kepinggang ,
disertai pengeluaran lendir bercampur darah. Manajemen awal yang dilakukan bidan adalah
(C5)
A. Anamnese
B. Pemeriksaan fisik
C. Pemeriksaan khusus
D. Pemeriksaan penunjang

46. Seorang ibu hamil anak pertama datang ke bidan Inka dengan keluhan mengeluarkan lendir
disertai darah cukup banyak sejak 2 jam yang lalu. Manajemen kelima yang dilakukan bidan
adalah (C5)
A. Anamnese
B. Mengumpulkan data dasar
C. Mengantisipasi maslah potensial
D. Merencanakan untuk melakukan pamariksaan kehamilan head to too.
47. Diketahui Ibu inpartu, saat dilakukan pemeriksaan fisik oleh bidan, mengalami pembukaan
serviks 3 cm, setelah 9 jam; kontraksi teratur (> 2 x/ 30 selama 10). Berdasarkan hasil
pemeriksaan bidan, maka diagnosa yang tepat adalah(C6)
A. Fase laten memanjang.
B. Fase aktif memanjang.
C. Secondary Arrest.
D. Persalinan palsu.
48. Diketahui Ibu inpartu, saat dilakukan pemeriksaan fisik oleh bidan, mengalami pembukaan
serviks 4 cm, setelah 4 jam; kontraksi teratur (> 3 x/ 30 selama 10). Berdasarkan hasil
pemeriksaan bidan, maka diagnosa yang tepat adalah(C6)
A. Inpartu kala I fase laten.
B. Inpartu kala I fase aktif.
C. Persalinan palsu.
D. Inpartu fase laten memanjang.
V. Memberikan asuhan pada ibu bersalin kala II.
49. Perubahan fisiologis pada kala II adalah kontraksi, dorongan otot-otot dinding uterus,
pergeseran organ dasar panggul, ekspulsi janin. Yang dimaksud kala II adalah.(C2)
A. Persalinan
B. Pembukaan
C. Nifas
D. Pengeluaran uri
50. Asuhan sayang ibu saat dianjjurkan untuk memberikan kenyamanan saat bersalin, salah
satunya adalah membantu ibu untuk memilih posisi meneran yang benar adalah.(C3)
A. Berdiri
B. Jongkok
C. A,B benar semua
Diposkan oleh BERBAGI PENGETAHUAN di 22.42
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest
1 komentar:

1.

pixma software21 Juli 2013 00.56


sangat menarik infonya..
blog agan dah q follow di followback ya di http://pixmasoftware.blogspot.com/
trims....
Balas
Muat yang lain...
Posting Lebih Baru Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Pengikut
Arsip Blog

2011 (4)
o Agustus (4)

LIBURAN COY

KOMPETENSI DASAR PRAKTIK KLINIK

PWS KIA

CONTOH SOAL ASKEB 2

Mengenai Saya

BERBAGI PENGETAHUAN
Lihat profil lengkapku

ILMU KESEHATAN
PLACENTA PREVIA
Definisi :
1. Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal, yaitu pada segmen bawah uterus
sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (Kapita Selekta
Kedokteran 2000 : 276).

2. Plasenta previa ialah plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim dan menutup
sebagian atau seluruh ostium uteri internum (Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal
2002 : 162).
3. Plasenta previa adalah plasenta yang menutupi jalan lahir (Solusi Problem Persalinan
2005 : ).
ETIOLOGI
Belum diketahui pasti mengapa plasenta tumbuh pada segmen bawah uterus tidak selalu jelas
dapat diterangkan. Bahwa vakularisasi yang berkurang atau perubahan atrofi pada desidua
akibat persalinan yang lampau dapat menyebabkan plasenta previa, tidaklah selalu benar,
karena tidak nyata dengan jelas bahwa plasenta previa, tidaklah selalu benar, karena tidak
nyata dengan jelas bahwa plasenta previa didapati untuk sebagian besar pada penderita
dengan paritas tinggi. Memang dapat dimengerti bahwa apabila aliran darah ke plasenta tidak
cukup atau diperlukan lebih banyak seperti pada kehamilan kembar, plasenta yang letaknya
normal sekalipun akan memperluaskan permukaanya, sehingga mendekati atau menutupi
sama sekali pembukaan jelan lahir.
Gejala Perdarahan Plasenta Previa (www.revolutionhealth.com)
1. Perdarahan tanpa nyeri dengan usia gestasi diatas 22 minggu
2. Darah segar atau kehitaman.
3. Perdarahan dapat terjadi setelah miksi atau defakasi aktivitas fisik, kontraksi braxton
Hieks, trauma atau koitus.
Klasifikasi
Secara teoritis plasenta previa terdiri dari (www.revolutionhealth.com)
a. Plasenta previa totalis apabila ostium uteri internum seluruhnya tertutup oleh plasenta.
b. Plasenta previa totalis apabila hanya sebagian ostium uteri internum tertutup plasenta.

c. Plasenta previa marginalis yaitu apabila plasenta berada tepat pada pinggir
pembukaan.
d. Plasenta letak rendah adalah plasenta yang letaknya abnormal pada segmen bawah
uterus akan tetapi belum sampai menutupi ostium uteri internum.
Terapi Spesifik
Terapi Ekspektatif
Tujuan terapi ekspektatif ialah supaya janin tidak terlahir prematur, penderita dirawat tanpa
melakukan pemeriksaan dalam melalui kanalis servisis.
Syarat syarat terapi ekspektatif :
Kehamilan pieterm dengan perdarahan sedikit yang kemudian berhenti.
Belum ada tanda tanda in partu
Keadaan umum ibu cukup baik (akdar hemoglobin dalam batas normal)
Janin masih hidup
Rawat inap, tirah baring dan berikan antibiotik profilaksis.
Lakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui implantasi plasneta, usia kehamilan, profil
biofisik, letak presentasi janin.
Berikan tokolitik bila ada kontraksi.
MgSO4 4 g IV dosis awal dilanjutkan 4 g setiap 6 jam.
Nifedipin 3 x 20 mg/hari.
Betamethason 24 mg IV dosis tunggal untuk pematangan paru janin.
Uji pematangan paru janin dengan tes kosok (Buble Test) dari hasil amniosentesis.

Bila setelah usia kehamilan diatas 34 minggu, plasenta masih berada di sekitar ostilum uteri
internum, maka dugaan plasenta previa menjadi jelas, sehingga perlu di lakukan observasi
dan konseling untuk menghadapi kemungkinan keadaan gawat darurat.
Bila perdarahan berhenti dan waktu untuk mencapai 37 minggu masih lama, pasien dapat
dipulangkan untuk rawat jalan (kecuali apabila rumah pasien di luar kota dan jarak untuk
mencapai rumah sakit lebih dari 2 jam) dengan pesan untuk segera kembali ke rumah
sakit apabila terjadi perdarahan ulang.
Terapi aktif (Tindakan segera)
Wanit ahamil diatas 22 minggu dengan perdarahan pervaginam yang aktif dan banyak, harus
segera ditatalaksanakan secara aktif tanpa memandang maturnitas janin.
Untuk diagnosis plasenta previa dan menentukan cara menyelesaikan persalinan, setelah
semua persyaratan dipenuhi, lakukan PDMO jika :
Infus / transfusi telah terpasang, kamat dan tim operasi telah siap.
Kehamilan 37 minggu (berat badan 2500 gram) dan in partu, atau
Janin telah meninggal atau terdapat anomali kongenital mayor (misal : anensefali).
Perdarahan dengan bagian terbawah janin telah jauh melewati pintu atas panggul (2/5
atau 3/5 pada palpasi luar).
Cara menyelesaikan persalinan dengan plasenta previa ialah :
Seksio sesarea
Prinsip utama dalam melakukan seksio sesarea adalah untuk menyelamatkan ibu, sehingga
walaupun janin meninggal atau tak punya harapan untuk hidup, tindakan ini tetap
dilaksanakan.
Tujuan seksio sesarea :

Melahirkan janin dengan segera sehingga uterus dapat segera berkontraksi dan
menghentikan perdarahan.
Menghindarkan kemungkinan terjadinya robekan pad aserviks uteri, jika janin
dilahirkan pervaginam.
Tempat implantasi plasenta previa terdapat banyak vaskularisasi sehingga serviks uteri dan
segmen bawah rahim menjadi tipis dan mudah robek, selain itu, bekas tempat implantasi
plasenta sering menjadi sumber perdarahan karena adanya perbedaan vaskularisasi dan
susunan serabut otot dengan korpus uteri.
Siapkan darah pengganti untuk stabilitas dan pemulihan kondisi ibu.
Lakukan perawatan lanjut pasca bedah termasuk pemantauan perdarahan, infeksi dan
keseimbangan cairan masuk keluar.
Melahirkan Pervaginam
Perdarahan akan berhenti jika ada penekanan pada plasenta. Penekanan tersebut dapat
dilakukan dengan cara cara sebagai berikut :
Amniotomi dan akselerasi
Umumnya dilakukan pada plasenta previa lateralis / marginalis dengan pembukaan > 3
cm serta presentasi kepala. Dengan memecah ketuban, plasenta akan mengikuti segmen
bawah rahim dan ditekan oleh kepala janin. Jika kontraksi uterus belum ada atau masih
lemah, akselerasi dengan infus oksitosin.
Versi Braxton Hicks
Tujuan melakukan versi Braxton Hikcs ialah mengadakan tamponade plasenta dengan
bokong (dan kaki) janin. Versi Broxton Hicks tidak dilakukan pada janin yang masih
hidup.
Traksi dengan Cunam Willet

Kulit kepala janin dijepit Cunam Willet, kemudian beri beban secukupnya sampai
perdarahan berhenti. Tindakan ini kurang efektif untuk menekan plasenta dan seringkali
menyebabkan perdarahan pada kulit kepala. Tindakan ini biasanya dikerjakan pada janin
yang telah meninggal dan perdarahan yang tidak aktif.
S : Perdarahan jalan lahir pada kehamilan setelah 22 minggu berlangsung tanpa nyeri, tanpa
alasan terutama pada multigravida.
O : Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan luar, bagian terbawah janin biasanya belum masuk pintu atas panggul ada
kelainan letak janin (Kapita Selekta Kedokteran 2000 : 277).
Pemeriksaan in spekulo : pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah perdarahan
berasal dari ostium uteri eksternum atau dari kelainan serviks dan vegina, seperti
erosio porsionis uteri, karsinoma porsionis uteri, polipus servisis uteri, varises vulva
dan trauma (Ilmu Kandungan 2000 : 369).
Pemeriksaan Ultrasonografi
Pemeriksaan ini dapat ditentukan implantasi palsenta atas jarak tapi plasenta terhadap
ostium (Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2005 :162).
Pemeriksaan Fornises
Pemeriksaan ini hanya bermakna apabila janin dalam presentasi kepala (Ilmu
Kandungan 2005 : 279).
Pemeriksaan melalui Kanalis Servikalis
Setelah perabaan forniks dicurigai adanya plasenta previa. Bila kanalis servikalis telah
terbuka perlahan lahan masukan jari telunjuk ke dalam kanalis servikalis untuk
meraba kotiledon plasenta (Kapita Selekta Kedokteran 2000 : 277).
O : Assesment
Palsenta Previa

P : Planning
Melakukan terapi ekspektatif tujuan terapi ini adalah supaya janin tidak terlahir prematur,
penderita dirawat tanpa melakukan pemeriksaan dalam melalui Kanalis Servisis
(Pelayanan Maternal dan Neonatal 2005 )
Rawat inap, tirah baring dan berikan anti biotik Pro Filaksis
Perbaiki anemia dengan pemberian infus ferosus atau ferosus fumarat per oral 60 g
selama 1 bulan.
Observasi dan konseling untuk menghadapi kemungkinan keadaan gawat janin
(www.revolutionhelath.co