Anda di halaman 1dari 12

Apa itu mata ketiga?

Ketika kita berinteraksi dengan lingkungan, kita menggunakan panca indera,


yaitu inder penglihat, pendengar, perasa, pengecap dan penciuman.

Selain panca indera, setiap orang dibekali dengan mata bathin atau mata ketiga
yang memungkinkan seseorang untuk melihat, mendengar maupun merasakan
energi, aura, makhluk dari dimensi lain dan juga untuk menerawang peristiwa
yang bakal terjadi di tempat lain maupun masa depan.
Bagi praktisi pengobatan prana, tenaga dalam, meditasi, chikung, reiki dan lain
lain, mata ketiga yang aktif bisa sangat membantu dalam mendeteksi energi
maupun penyakit, dan membuka mata ketiga merupakan kemampuan yang
menjadi salah satu tujuan dari latihan yang rutin.
Pada beberapa orang yang dikaruniai bakat, mata ketiganya terbuka secara
alami, tapi umumnya mata ketiga itu baru terbuka dengan latihan meditasi,
tenaga dalam dan latihan energi lainnya yang butuh waktu berminggu minggu,
berbulan bulan bahkan ada yang butuh waktu bertahun tahun untuk
mengaktifkannya.
Sebagai seorang hypnotherapist & praktisi chikung, saya mengembangkan
sebuah teknik yang mampu membuka mata ketiga atau mata bathin dalam
waktu yang relatif singkat, bahkan pada beberapa orang yang beruntung,
mata ketiganya bisa dibuka hanya dalam 1 sesi pertemuan saja. Dan tentu saja
garansi sampai berhasil.
Bagi yang tertarik untuk membuka mata ketiga, silahkan hubungi saya di 021
23 777 766, 0878 80 777 766.

Posted in Artikel | Tagged baca aura, chikung, mata 3, mata bathin, mata
ketiga, meditasi, prana, reiki |Leave a reply

Kajian Ilmiah tentang Aura


Posted on October 26, 2011

Setiap makhluk hidup memiliki medan energi berupa gelombang


elektromagnetik yang menyelubunginya dengan panjang gelombang dan
frekwensi tertentu.
Secara umum gelombang elektromagnetik yang menyelubungi tubuh manusia
dan makhluk hidup ini dikenal dengan nama Aura.

Pada masa ini dengan kemajuan teknologi optik keberadaan gelombang


elektromagnetik tubuh tersebut dapat dibuktikan secara nyata dengan hasil foto
menggunakan Fotografi Kirlian yang diciptakan oleh S. Kirlian, seorang ilmuwan
berkebangsaan Rusia pada tahun tahun 1935.
Sekitar tahun 1985, beberapa ahli riset menemukan teknologi baru yang dikenal
dengan Fotografi Aura. Teknologi ini menggunakan sensor biofeedback pada
kedua tangan dan mengirimnya ke kamera kemudian mencetaknya dalam
bentuk foto polaroid. Dari teknologi ini, dapat dilihat aura diri sendiri secara
statis yang tercetak dalam lembaran foto.
Dari aspek fungsional, dengan kamera tersebut kita dapat melihat selubung
elektromagnetik yang menyelimuti tubuh manusia dengan perwujudan beragam
spektrum warna dengan implikasi berdasarkan kondisi fisik dan psikisnya.

Fotografi Aura dapat juga memfoto aura tumbuhan, hewan, batu kristal (yg
mengandung energi) juga mampu menangkap gelombang energi makhluk halus
(Jin). Khusus untuk aura Jin biasanya energi yang terekam berwarna merah.
(sesuai dengan karakter Jin yg panas).
Perkembangan teknologi aura ini kian hari kian menarik sejak ditemukannya
Computerized Multimedia Biofeedback System oleh seorang periset asal Jerman
bernama Fisslinger pada tahun 1998. Dengan menggunakan komputer tersebut
dapat dilihat secara langsung dan dinamis aura seseorang pada layar monitor.
Computerized Multimedia Biofeedback System, ini diberi nama Aura Video
Station. Teknologi terbaru ini menggunakan beberapa pengetahuan untuk
menunjangnya, seperti teknologi komputer, biofeedback, pengetahuan tentang
color therapy dan pengobatan dengan vibrasi.
Dengan menggunakan Aura Video Station dapat dikenali diri seseorang yang
sesungguhnya. Yaitu:
- Mengetahui level stres dan relaksasi.
- Kondisi pikiran dan badan.
- Level energi di badan.
- Dominasi Yin-Yang.
- Grafik analisa pikiran, badan dan jiwa (mind-body-spirit).
- Kondisi esmosi diri.
- Dominasi energi di bagian kepala dan jantung.
- Dilengkapi analisa Aura sebanyak 14 lembar.
Penampakan Aura manusia biasanya selalu berubah-ubah sesuai dengan
perkembangan kepribadian dan kesaktian orang yg bersangkutan. Aura
seseorang juga dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungannya.
Orang yang lagi Trance (kesurupan) atau lagi punya kekuatan, nampak foto
auranya berwarna merah. Dalam kasus lain jika seorang pasien yang kakinya
diamputasi, maka esok harinya dia akan merasa kakinya seperti memakai kaos
kaki. Ini disebut dengan fenomena fantom. Jika kaki yang diamputasi itu difoto

dengan metode Kirlian, maka masih akan nampak bekas kaki aslinya. Fenomena
ini bisa dipakai dalam foto forensik.
Aura dan Penggunaannya
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Fisslinger, terdapat 12 jenis warna aura
yang dapat mengindikasikan sifat dan karakter orang yang bersangkutan.
Melalui analisis aura, ada beberapa hal yang dapat diketahui dan dapat pula
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu, dalam bidang psikologi dan
kesehatan.
Para peneliti dengan Foto Aura menyimpulkan antara orang yang sehat dengan
yang sakit memiliki bentuk dan kecerahan warna medan aura yang berbeda.
Bahkan jika secara fisik dikatakan sehat, namun masih dapat dilihat apakah
auranya mengatakan demikian. Karena sebelum kondisi fisik timbul, medan
energi atau aura itu sudah memberikan indikasinya.
Untuk rekrutmen pegawai, dapat dilihat kecocokan personalitas dengan bidang
pekerjaannya. Khusus bagi orang-orang yang mendalami olah napas atau
tenaga dalam, dapat mengetahui sejauh mana keaktifan 7 pusat energi di
badannya, sedangkan bagi orang-orang yang menekuni olah spiritual (meditasi,
wirid, dll.) dapat diketahui teknik mana yang benar dan berhasil sesuai apa yang
dikehendakinya.
Sumber: http://jumpmall99.multiply.com/journal/item/5

Posted in Uncategorized | Leave a reply

ARTI SERTA MAKNA WARNA AURA


Posted on October 26, 2011

MERAH
Jika seseorang pancaran auranya berwarna merah berarti ia dipenuhi sifat kuasa
dan ego untuk mencapai kesuksesan.Warna merah ini sering tertahan dimasa
kecil, dimana dari lingkungan keluarganya dipaksa untuk menyesuaikan diri
dengan cita-cita keluarga, sehingga tampak keruh dan berantakan.Setelah
beranjak dewasa dan mampu hidup mandiri, auranya akan meluas dan ia akan
mampu melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.
Orang yang mempunyai warna latar aura merah, sifatnya suka memrintah,
bertanggung jawab dan mempunyai sifat pemimpin. Mempunyai sifat kasih
sayang dan sikap hangat kepada sesame. Merah juga menAndakan sifat
berani.Sifat negative dari warna merah adalah penggugup.

JINGGA (Pink)
Seseorang yang pancaran auranya berwarna jingga, maka ia mempunyai sifat
kepedulian.Mempunyai sifat alami kemampuan intuitif, bijaksana dan mudah
bergaul. Warna jingga mempunyai sifat sebagai juru damai, timbang rasa,
praktis. Sifat negatif warna jingga adalah, malas, tidak mampu dan tidak peduli.
KUNING
Seseorang yang pancaranya auranya berwarna kuning, mempunyai sifat yang
antusias dan mengasyikan. Berpikir dengan cepat dan menghibur orang lain.
Senang berkumpul, menikmati percakapan yang panjang. Senang belajar tapi
sifatnya hanya coba-coba sehingga pengetahuanya hanya sebatas kulitnya saja.
Warna kuning juga suka dengan gagasan dan berekspresi. Sifat negative dari
warna kuning adalah malu-malu dan suka berdusta.
HIJAU

Jika seseorang pancaran auranya berwarna hijau, maka ia mempunyai sifat


sejuk dan damai dan ia juga berbakat untuk menjadi seorang penyembuh alami.
Sikapnya kooperatif, dapat dipercaya, dan murah hati. Sifat hijau menyukai
tantangan, bekerja tanpa kenal lelah, mudah dimintai tolong. Sifat negatifnya
bersifat kaku dalam memAndang setiap persoalan.
BIRU
Seseorang yang pancaran auranya berwarna biru, orang tersebut secara alami
mempunyai sifat positf dan antusias. Warna biru biasanya berhati muda, tulus,
jujur dan jika bertindak sesuai dengan pikirannya. Mempunyai kebebasan, tidak
suka dibatasi atau dilarang. Menyukai perjalanan, menyaksikan tempat baru dan
bertemu dengan orang-orang baru, bisa menutupi perasaan dan bisa
menyimpan rahasia. Sifat negatifnya kesulitan menyelesaikan tugas.
NILA
Sifatnya hangat, menyembuhkan dan mengasuh. Senang memecahkan maslah,
senang menolong. Sifat negatifnya ketidakmampuan mengatakan tidak
sehingga sering dimanfaatkan orang lain.
UNGU
Seseorang yang pancaran auranya berwarna ungu, maka ia menyukai kegiatankegiatan spiritual dan metafisika. Sifat negatifnya merasa unggul dari yang lain.
PERAK
Mempunyai gagasan-gagasan besar, namun sebagian diantaranya tidak praktis.
Sering tidak mempunyai motivasi.
EMAS
empunyai tanggung jawab dalam skala besar. Mempunyai sifat kharismatik,
pekerja keras, sabar. Mencapai kesuksesan pada usia lanjut.Mempunyai
kemampuan menangani proyek-proyek dan m

MERAH JAMBU
Mempunyai sifat yang tegas, keras kepala, cita-citanya tinggi dan mempunyai
perencanaan. Secara alami mereka mereka adalah orang-orang sederhana,
tidak berlagak, senang menjalankan hidup dengan tenang.
PUTIH
Sifatnya tidak menonjolkan diri, sederhana, sangat manusiawi laksana orangorang suci. Tidak mempunyai sifat ego, lebih tertarik pada kesejahteraan orang
lain.Intuitif, bijaksana, idealis dan cinta damai.
HITAM

Bila seseorang pancaran auranya berwarna hitam, bisa diartikan orang tersebut
diselubungi oleh kemisterian, karena orang ini sifatnya kadang terbuka dan
kadang tertutup. Warna hitam bisa diartikan mempunyaisifat yang tidak baik,
culas artinya mempunyai maksud jelek terhadap oaring lain yang ditemuinya.
Jika warna hitam berkombinasi dengan warna merah, orang tersebut
mempunyai sifat yang tidak baik dan jahat.
Sumber: http://www.gelombangotak.com/arti_makna_aura.htm

Posted in Artikel | Leave a reply

Mata Ketiga

Posted on October 26, 2011

Mata ketiga merupakan mata spiritual yang terletak di antara 2 alis. bentuknya
seperti mata fisik yang terbalik, memanjang dari atas ke bawah.Mata ketiga
memiliki inti yang letaknya di kelenjar pineal.

Fungsi Mata ketiga:


- melihat energi
- melihat alam halus/dimensi yang lebih tinggi
- melihat tembus pandang
1. Melihat energi
Dengan menggunakan mata ketiga, kita dapat melihat energi, melihat
bentuknya dan warnanya seperti melihat aura, cakra dan melihat energi Qrak.
Bahkan kemampuan mata ketiga dapat digunakan untuk melihat atom dan
elektron tanpa perlu bantuan miskroskop. Keuntungan dari kemampuan melihat
energi adalah kita bisa melihat kondisi aura dan tubuh kita apakah dalam
kondisi bersih atau kotor, serta kita dapat dengan mudah mempelajari sifat-sifat
dari energi.

2. Melihat alam halus/dimensi lebih tinggi


Dengan menggunakan mata ketiga, kita dapat mengakses dan melihat alam
halus/dimensi yang lebih tinggi. Dapat melihat alam mahkluk halus dan lain
sebagainya.
3. Melihat tembus pandang
Kemampuan mata ketiga dapat digunakan untuk melihat tembus pandang
seperti misalnya meniatkan melihat tulang jari-jari tangan maka akan terlihat
tulang jari-jari tangan seperti pada foto rotgent, bisa digunakan untuk melihat
organ-organ tubuh, dll.
Setelah terbuka, mata ketiga mulai mengalami pertumbuhan hingga mencapai
sempurna. Kecepatan pertumbuhan itu sendiri pada masing masing orang
tidak sama. Banyak faktor yang memengaruhinya.
Faktor yang memengaruhi pertumbuhan mata ketiga:
- tingkat kebersihan mata ketiga
- kundalini
- kemahiran menggunakan mata ketiga
Bagian bagian dari mata ketiga.
1. Mata ketiga
Letaknya di tengah tengah dahi. Pada kondisi tertutup, secara waskita mata
ketiga tidak akan kelihatan sama sekali, baru setelah terbuka mata ketiga baru
terlihat seperti mata fisik yang terbalik memanjang secara vertical.
2. Inti mata ketiga
Letak inti mata ketiga persis ditengah-tengah kepala, atau persisnya adalah
kelenjar pineal. Fungsi inti mata ketiga adalah untuk memperkuat kemampuan
mata ketiga dan sebagai pusat fokus dan konsentrasi dari mata ketiga.
3. Saluran mata ketiga
Saluran mata ketiga memiliki fungsi menghubungkan mata ketiga dengan inti
mata ketiga dan dasar otak. Saluran mata ketiga melintang dari tengah dahi
(mata ketiga) menuju belakang kepala (dasar otak) melewati kelenjar pineal (inti
mata ketiga)
4. Dasar Otak
Dasar Otak terletak di kepala bagian belakang, memiliki fungsi sebagai pusat
kesadaran.
5. Intisari energi mata ketiga
Letaknya di dalam saluran mata ketiga. Memiliki fungsi sebagai energi untuk

melihat, jika dalam tabung televisi atau monitor computer merupakan kumpulan
serbuk halus yang memendarkan banyak warna warna cahaya sehingga dapat
menimbulkan gambar pada layar monitor komputer maupun pada layer televisi.
Jika intisari energi mata ketiga sedikit maka mata ketiga tidak dapat berfungsi.
6. Selaput belakang mata ketiga
Terletak di bagian paling belakang saluran mata ketiga, selaput ini memisahkan
saluran mata ketiga dengan layer mata ketiga, saat selaput mata ketiga telah
terbuka, gambar pada layar mata ketiga dapat terproyeksi dengan baik.
7. Layar mata ketiga
Letaknya di belakang kepala, berada di luar dari saluran mata ketiga.
Fungsinya adalah untuk memproyeksikan gambar dari mata ketiga.
8. Saluran penghubung mata ketiga dan dasar otak
Saluran ini melintang dari inti mata ketiga hingga dasar otak. Memiliki fungsi
menghubungkan mata ketiga dengan dasar otak.
Cara Membuka mata ketiga:
Dengan latihan melakukan meditasi pada mata ketiga
Caranya :
Duduk meditasi, mata tertutup, santai.
Niatkan untuk melihat dari belakang kepala fokus ke titik antara 2 alis
Tetap berada dalam kondisi diatas hingga 20 menit
Dengan latihan rutin minimal 1 hari 1 kali, mata ketiga akan terbuka dengan
sendirinya.
Faktor yang menghambat terbuka dan berfungsinya mata ketiga:
1. Hambatan mental
2. Trauma
3. Aura keinginan yang terlalu kuat melihat dengan menggunakan mata ketiga
4. Energi kotor
5. Jin
6. Kurang Terlatih
Sumber: http://jogsa.net/2010/12/17/membuka-mata-ketiga-opening-third-eye/

Posted in Artikel | Tagged baca aura, chikung, mata 3, mata bathin, mata
ketiga, meditasi, reiki | Leave a reply

Ilmuwan Menemukan Kembali Mata


Ketiga
Posted on October 26, 2011

Pentingnya mata ketiga yang dikenal juga sebagai mata kebijaksanan, telah
diketahui oleh para pencari Kebenaran dan praktisi rohani selama berabadabad, namun baru-baru ini keberadaannya baru diakui oleh ilmu pengetahuan
modern. Sebagai contoh, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh orang
Rusia baru-baru ini, negatif (film) yang diletakkan di dalam sebuah amplop yang
tidak tembus cahaya mulai berkembang menjadi gambar foto setelah diletakkan
di atas dahi seseorang. Menurut peneliti utama riset ini, Vitaly Pravdivstev,
Pengujian ini mengungkapkan bahwa orang-orang tertentu sanggup
memancarkan apa yang disebut gambaran otak dari suatu tempat di dalam
dahi.
Pravdivstev terus menunjukkan hubungan antara kemampuan ini dengan pusat
otak yang dikenal sebagai mata ketiga. Ia menyatakan, Tradisi orang Asia kuno
dapat membuktikan perkiraan kita: Mereka mengatakan bahwa radiasi datang
dari pusat energi manusia. Ilmu pengetahuan esoterik menyebut pusat ini
sebagai mata ketiga.

Demikian juga, keberadaan mata ketiga pada hewan-hewan tertentu telah


dibuktikan di bidang zoologi. Banyak reptil dan burung memiliki mata ketiga
yang berhubungan dengan kelenjar pineal. Mata ini tidak melihat dengan cara
yang sama seperti mata fisik, tetapi mata ini dapat merasakan cahaya dan
panas. Selain itu, kelenjar pineal manusia telah terbukti memiliki penerima
cahaya dan memproduksi melatonin, suatu zat yang pelepasannya ditentukan
oleh sejumlah cahaya yang diterima tubuh (lihat majalah Berita # 133,The
Pineal Gland and Melatonin (Kelenjar Pineal dan Melatonin).

Namun, ilmuwan umumnya meremehkan pentingnya fungsi kelenjar pineal


dalam tubuh manusia. Meskipun sama dengan mata ketiga dari hewan-hewan
tertentu, manusia tidak menggunakan kelenjar tersebut untuk merasakan
cahaya secara langsung. Penemuan baru-baru ini menunjukkan bahwa mata
fisik juga dapat memproduksi melatonin sehingga membuat peran kelenjar
pineal semakin diabaikan. Akhirnya, tidak seperti pada hewan, mata ketiga
manusia terpendam di dalam otak dan perbedaan tempat ini dapat membuat
keberadaan kelenjar pineal manusia bahkan semakin kurang penting. Dalam
istilah evolusi, kelenjar tersebut kelihatannya lambat laun menghilang daripada
digunakan untuk fungsi vital.
Namun, penemuan yang dilakukan oleh Vitaly Pravdivstev yang dibahas di atas
mungkin mendorong ilmu pengetahuan modern untuk menerima pandangan
baru pada topik tersebut. Kemampuan untuk memproyeksikan gambar di foto
telah menunjukkan bahwa organ ini sebenarnya dapat melihat sendiri dan
bekerja melampaui tingkat keberadaan fisik. Kebanyakan dari mata ketiga
mungkin berada dalam keadaan yang tidak aktif. Alasannya mungkin berbeda
dengan apa yang diungkapkan oleh ilmu pengetahuan. Kelenjar pineal mungkin
hanya butuh semacam pembangkitan yang Guru sebut sebagai berhubungan
kembali dengan Tuhan untuk mendapatkan perannya yang benar.
Pengarang lain, G de Puruker, seorang teosofis, pada tahun 1920 menulis
tentang kelenjar pineal dan evolusi manusia dilihat dari sudut pandang rohani:
Bahkan saat ini, kelenjar pineal merupakan sumber dari kesadaran intuisi. Pada
saat kita mempunyai firasat, kelenjar ini bergetar dengan perlahan; ketika kita
mempunyai inspirasi atau kilasan pemahaman intuisi, ia bergetar lebih keras.
Namun demikian, mata kebijaksanaan sangat sulit digunakan, terutama karena
bekerjanya kedua mata fisik kita yang menghambatnya. Seiring dengan
berlalunya waktu, kedua mata akan tumbuh dengan perlahan dan bekerja
semakin sempurna, namun perannya nanti akan berkurang, dan mata
pertama akan kembali berperan sebagaimana mestinya.
Mungkin keterangan Puruker tentang mata pertama dapat menjadi tanda
penting untuk mengenali Zaman Keemasan. Jika demikian, penelitian
Pravdivstev dapat melambangkan pengesahan ilmu pengetahuan tentang
pentingnya mata kebijaksanaan. Seperti yang dikatakan Guru, mata
kebijaksanaan adalah titik dimana kita pergi berhubungan kembali dengan
Tuhan di dalam. Pada dasawarsa mendatang, kita semua harus lebih
menghargai pentingnya hubungan kita dengan Tuhan.
Sumber : http://64.235.42.61/gdc/news/news161/index2.htm

Posted in Artikel | Tagged chikung, mata 3, mata bathin, mata ketiga, meditasi, prana, reiki
| Leave a reply

Anda mungkin juga menyukai