Anda di halaman 1dari 24

SKRINING FITOKIMIA

LAPORAN PRAKTIKUM FITOKIMIA I

SKRINING FITOKIMIA DAUN GANDARUSA (Justicia


gendarussa Burm .) DESA MANGGALUNG KECEMATAN
MANDALLE KABUPATEN PANGKEP

NAMA

: ARIN RIZKI TALIB

STAMBUK

: 15020130082

KELOMPOK

: IV

KELAS

: C.8

ASISTEN

: LA HAMIDU S.farm

PROGRAM STUDI FARMASI


LABORATORIUM FARMAKOGNOSI-FITOKIMIA
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2015

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Fitokimia adalah ilmu yang mempelajari tentang senyawa kimia
yang terdapat di dalam suatu tumbuhan. Pada tumbuhan terjadi proses
metabolisme dan menghasilkan metabolit yang terdiri dari metabolit primer
dan sekunder. Metabolit primer merupakan senyawa yang harus
terkandung di dalam suatu tumbuhan yang meliputi karbohidrat, lemak
dan protein. Sedangkan, metabolit sekunder yaitu senyawa yang relatif
terdapat pada suatu tanaman, contohnya yaitu flavonoid, alkaloid,
saponin, tanin dan lain-lain.
Pemanfaatan bahan alam sebagai obat, dalam bentuk yang
sederhana sudah

tidak diragukan lagi karena telah berlangsung jauh

sebelum sejarahnya ditulis. Pengetahuan nenek moyang kita dahulu


tentang bahan alam yang berupa tanaman-tanaman yang berkhasiat obat
tersebut umumnya diperoleh dari orang-orang tua mereka yang diberikan
secara turun menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan
pengetahuan dan peralatan sederhana, mereka mampu mengatasi
masalah kesehatan, berbagai macam penyakit dan keluhan ringan
maupun berat diobati dengan memanfaatkan ramuan dari tumbuhtumbuhan tertentu yang dengan mudah didapat disekitar pekarangan
rumah dan hasilnya pun cukup memuaskan.
Skrining fitokimia adalah suatu metode pengujian yang dilakukan
untuk mengetahui senyawa-senyawa atau kandungan kimia yang ada di

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
dalam tanaman yang berfungsi sebagai bahan terapeutik. Dengan
mengetahui kandungan senyawa dari suatu tanaman kita dapat membuat
suatu formulasi baik itu obat, makanan, bahan kosmetik dan sebagainya.
Skrining fitokimia ini merupakan pengujian awal atau pendahuluan untuk
membuat suatu sediaan farmasi. Metode ini digunakan untuk mendeteksi
senyawa kimia seperti senyawa alkaloid, tanin, saponin, flavonoid, steroid
dan minyak atsiri.
Pentingnnya

dilakukan

skrining

fitokimia

untuk

membantu

menentukan senyawa yang dihasilkan tumbuhan agar dapat dibuat suatu


sediaan farmasi.
B. Maksud Dan Tujuan
1. Maksud
Maksud dilakukannya percobaan skrining fitokimia yaitu untuk
mengetahui cara melakukan skrining fitokimia dan untuk mengetahui
senyawa-senyawa yang terkandung pada daun gandarusa (Justicia
gendarussa Burm).
2. Tujuan
Tujuan dilakukanya percobaan skrining fitokimia yaitu untuk
mengidentifikasi metabolit sekunder yang ada di dalam tanaman daun
gandarusa (Justicia gendarussa Burm).

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Uraian Tumbuhan
1. Klasifikasi (Iqbal, 2008)
Kingdom
ARIN RIZKI TALIB
15020130082

= Plantae
La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
Divisi

= Magnoliophyta

Kelas

= Magnoliopsida

Sub kelas = Asteridae


Bangsa

= Scrophulariales

Suku

= Acanthaceae

Marga

= Justicia

Spesies

= Justicia gendarussa Burm. f.

2. Morfologi
Tanaman ini berupa semak, pada umumnya di tanam
sebagai pagar hidup atau tumbuhan liar di hutan, tanggul sungai
atau di pelihara sebagai tanaman obat. Tumbuh pada ketinggian
1-500 m di atas permukaan laut. tumbuh tegak, tinggi dapat
mencapai 2 m, percabangan banyak, dimulai dari dekat pangkal
batang. Cabang - cabang yang masih muda berwarna ungu
gelap, dan bila sudah tua warnanya menjadi coklat mengkilat.
Daun letak berhadapan, berupa daun tunggal, yang bentuknya
lanset dengan panjang 5-20 cm., lebar 1-3,5 cm, tepi rata, ujung
daun meruncing, pangkal berbentuk biji bertangkai pendek
antara 5 7,5 mm, warna daun hijau gelap (Rusmiatik, 2013).
3. Nama Daerah
Handarusa (Sunda), Gandarusa, Tetean, Trus (Jawa), Puli
(Ternate), Besi-besi (Aceh), Gandarusa (Melayu), Bo gu dan
(China), Gandarisa (Bima) (Rusmiatik, 2013).
4. Kandungan Kimia

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
Daun gandarusa mengandung justisin (suatu senyawa
golongan

alkaloid),

flavonol-3-glikosida,

flavon,

luteolin

isoorientin (luteolin-6-C-glikosida), kumarin, iridoid, triterpen atau


sterol, minyak atsiri, dan kalium (Iqbal ,2008).
5. Kegunaan
Berkhasiat sebagai obat pegal linu, obat pening dan obat
untuk haid yang tidak teratur. Kegunaan yang lain untuk obat
luka terpukul (memar), patah tulang (Fraktur), reumatik pada
persendian, bisul, borok dan korengan (Syamsuhidayat,1991).
6. Kunci Determinasi
1a...,1b..., 2a...,3b...,5b...,10b..., 6b..., 14a...,15b..., 18b.
(Cullen, 2006).

B. Landasan Teori
Dalam uji fitokimia, senyawa yang akan diuji yaitu alkaloid,
steroid dan flavonoid. Golongan senyawa alkaloid dideteksi dengan
menyemprotkan

pereaksi

Dragendrof.

Golongan

senyawa

steroid

dideteksi dengan asam sulfat dan asam asetat anhidrat. Sedangkan


golongan senyawa flavonoid dideteksi dengan cara melarutkan 10 mL
filtrat dengan 0,5 g Mg di tambah 2 mL alkohol klorhidrat dan 20 mL amil

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
alkohol, dikocok dengan kuat, terbentuk warna merah, kuning, dan jingga
yang menunjukkan adanya senyawa flavonoid (Maharani et al, 2006).
Keanekaragaman dan jumlah struktur molekul yang dihasilkan
oleh tumbuhan banyak sekali, demikian juga laju pengetahuan tentang hal
tersebut. Dengan demikian masalah utama dalam penelitian fitokimia
adalah menyusun data yang ada mengenai setiap golongan senyawa
khusus.

Kandungan

kimia

tumbuhan

dapat

digolongkan

menurut

beberapa cara. Pengolahan didasarkan pada asal biosintesis, sifat


kelarutan dan adanya gugus fungsi kunci tertentu (Harborne, 1984).
Pelarut yang digunakan untuk ekstraksi harus mempunyai
kepolaran yang berbeda. Hal ini disebabkan kandungan kimia dari suatu
tumbuhan hanya dapat terlarut pada pelarut yang sama kepolarannya,
sehingga suatu golongan senyawa dapat dipisahkan dari senyawa lainnya
(Sumarnie et al, 2005).
Tanaman

gandarusa

(Justicia

gendarussa

Burm.)

familia

Acanthaceae merupakan tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat.


Daunnya telah digunakan sebagai obat untuk beberapa macam penyakit,
antara lain untuk mengatasi memar, bengkak, sakit pinggang, sakit
kepala, sembelit, dan rematik sendi (Juheini, 2010)
Daun

gandarusa

mengandung

justicin,

alkaloida,

saponin,

flavonoida, minyak atsiri, dan tanin. Berkhasiat sebagai obat pegal linu,
obat pening dan obat untuk haid yang tidak teratur. Kegunaan yang lain
untuk obat luka terpukul (memar), patah tulang (Fraktur), reumatik pada

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
persendian, bisul, borok dan korengan. Daun tanaman gandarusa
mempunyai

banyak

kegunaan

dalam

pengobatan

tradisional.

Di

antaranya, akar dan daun direbus, kemudian diminum dua kali dalam
sebulan bisa sebagai obat KB bagi laki-laki (Syamsuhidayat,1991).
Metabolit sekunder dihasilkan melalui tahap-tahap reaksi dalam
jaringan tumbuhan yang disebut biosintesis. Alkaloid, terpenoid, steroid,
dan flafonoid merupakan beberapa contoh senyawa yang dihasilkan dari
biosintesis tersebut. Penelitian kandungan kimia untuk satu tanaman
(daun, batang, kulit batang, akar, dll) atau melakukan penapisan
kandungan kimia terhadap berbagai sepsis tanaman dalam satu famili
pada bagian tertentu akan memberikan informasi tentang tingkat evolusi
(Sabarwati, 2006).
Skrining fitokimia adalah metode analisis untuk menentukan jenis
metabolit sekunder yang terdapat dalam tumbuh tumbuhan karena
sifatnya yang dapat bereaksi secara khas dengan pereaksi tertentu.
Skrining fitokimia dilakukan melalui serangkaian pengujian dengan
menggunakan pereaksi tertentu. Beberapa jenis senyawa yang dapat
dideteksi secara skrining fitokimia antara lain :
a. Flavonoid
Flavonoid merupakan senyawa yang larut air, dapat
diekstrasi dengan etanol 70% dan tetap ada dalam lapisan air
setelah ekstrak ini dikocok dengan eter minyak bumi. Flavonoid
berupa senyawa fenil oleh karakter itu warnnya berubah bila
ditambah basa atau amonia. Flavonoid mengandung sistem
ARIN RIZKI TALIB
15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
aromatik yang terkonjungsi sehingga kan menunjukan pita serapan
yang kuat pada sinar UV(ultraviolet) dan sinar tampak (Harbone
1987)
b. Tanin
Tanin merupakan senyawa fenolik yang kerjanya bersifat
adstringen (menciutkan selaput usus/ pengelat) yang dapat
mengurangi kontraksi usus, menghambat diare, mengurangi
penyerapan,

dan

melindungi

usus

dengan

cara

melapisi

permukaan lumen (Harbone, 1987).


c. Saponin
Saponin atau glikosida sapongenin adalah salah satu tipe
glikosida yang tersebar lus dalam tanaman. Tipe saponin terdiri dari
sapongenin

yang

merupakan

molekul

aglikon

dan

sebuah

gula.saponin merupakan senyawa yang menimbulkan busa jika


dikocok

dengan

air

dan

pada

konsentrasi

rendah

sering

menyebabkan hemolisis sel darah merah, sering digunakan


sebagai detergen .
d. Alkaloid
Alkaloid merupakan golongan zat tumbuhan sekunder yang
terbesar. Pada umumnya alkaloid mencakup senyawa bersifat basa
yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen, biasanya dalam
gabungan sebagai bagian dari sistem siklik. Alkaloid biasanya

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
tanpa warna, seringkali bersifat optis aktif, kebanyakan berbentuk
kristal, tetapi hanya sedikit yang berupa cairan (Teyler, 1988).
Uji Metabolit Sekunder (Harborne, 1987) :
1. Identifikasi alkaloid dengan metode Culvenor-Fitzgerald
Sampel dicampur dengan 5 ml kloroform dan 5 ml amoniak kemudian
dipanaskan, dikocok dan disaring. Ditambahkan 5 tetes asam sulfat 2
N pada masing-masing filtrat,

kemudian kocok dan didiamkan.

Bagian atas dari masing-masing filtrat diambil dan diuji dengan


pereaksi Meyer, Wagner, dan Dragendorf. Terbentuknya endapan
jingga, cokelat, dan putih menunjukkan adanya alkaloid.
2. Identifikasi Flavonoid
Sampel dicampur dengan 5 ml etanol, dikocok, dipanaskan, dan
dikocok lagi kemudian disaring. Kemudian ditambahkan Mg 0,2 g dan
3 tetes HCl pada masing-masing filtrat. Terbentuknya warna merah
pada lapisan etanol menunjukkan adanya flavonoid (Harborne, 1987).
3. Identifikasi Saponin
Sampel dididihkan dengan 20 ml air dalam penangas air. Filtrat
dikocok dan didiamkan selama 15 menit. Terbentuknya busa yang
stabil berarti positif terdapat saponin (Harborne, 1987).
4. Identifikasi Steroid
Sampel diekstrak dengan etanol dan ditambah 2 ml asam sulfat pekat
dan 2 ml asam asetat anhidrat. Perubahan warna dari ungu ke biru
atau hijau menunjukkan adanya steroid (Harborne, 1987).
5. Identifikasi Tanin
Sampel didihkan dengan 20 ml air lalu disaring. Ditambahkan
beberapa tetes feriklorida 1% dan terbentuknya warna coklat
kehijauan atau biru kehitaman menunjukkan adanya tanin (Edeoga,
2005).

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA

BAB III
PROSEDUR KERJA
A. Alat Dan Bahan
Adapun alat-alat yang digunakan yaitu cawan porselin, pipet tetes,
plat tetes, rak tabung, sendok tanduk, sendok besi, sudip dan tabung
reaksi.
Adapun bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah daun
gandarusa, sitoborat, FeCl3 1 N, KOH 10% P b/v, etanol 95% P, HCl 0,5 N,
pereaksi mayer/ bauchardat/ dragendorff, FeCl 3 P, eter, LiebermannBurchard, serbuk Mg, HCl 2 N, dan HCl P
B. Cara Kerja
A. Reaksi identifikasi golongan tanin
1. Reaksi identifikasi terhadap katekol
Sampel dibasahi dengan larutan FeCl 3 1 N, jika mengandung katekol
akan menghasilkan warna hijau.

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
2. Reaksi identifikasi terhadap pirogalatotanin
Sampel dibasahi dengan larutan FeCl 3 1 N, jika mengandung
pirogalatotanin akan menghasilkan warna biru.
B. Reaksi identifikasi golongan dioksiantrakinon
Sedikit serbuk dimasukka kedalam tabung reaksi, lalu ditetesi dengan
KOH 10% P b/v dalam etanol 95% P, jika mengandung dioksiantrakinon
akan menghasilkan warna merah.
C. Reaksi identifikasi golongan alkaloid
Ekstrak metanol dimasukkan kedaam masing-masing tabung reaksi
kemudian ditetesi :
1. HCl 0,5 N dan pereaksi mayer, jika mengandung alkaloid maka akan
menghasilkan endapan kuning.
2. HCl 0,5 N dan pereaksi Bauchardat, jika mengandung alkaloid akan
menghasilkan endapan coklat.
3. HCl 0,5 N dan pereaksi Dragendroff, jika mengandung alkaloid akan
menghasilkan endapan warna jingga.
D. Reaksi identifikasi golongan steroid
Serbuk dihaluskan dengan etanol kemudian didihkan selama 15 menit
bila disaring, filtrat diuapkan sampai kering. Ekstrak kering ditambahkan
eter setelah terlebih dahulu disuspensikan dengan sedikit air, bagian
yang larut dalam eter dipisahkan. Lapisan eter kemudian ditetesi
dengan pereaksi Liebermann-Burchard jika mengandung steroid akan
menghasilkan warna merah jambu.
E. Reaksi identifikasi golongan saponin
Serbuk dimasukkan kedalam tabung reaksi, ditambahkan 10 ml air
panas, didinginkan kemudian kocok kuat-kuat selama 10 detik,
terbentuk buihm lalu tambahkan 1 tetes asam klorida 2 N, buih tidak
hilang.
F. Reaksi identifikasi golongan flavonoid

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
Serbuk ditambahkan dengan FeCl 3 dan HCl P, jika mengandung
flavonoid akan menghasilkan warna merah. HCl P ditambah citoborat
akan menghasilkan warna kuning , dan HCl P ditambah Serbuk Mg
akan menghasilkan warna merah jika mengandung flavonoid

BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
A. Hasil Pengamatan
No
.
1.

Golongan
komponen kimia
Tanin
a) Katekol
b) Piragalotanin

Perlakukan

Dioksiantrakinon
2.
3.

4.

5.

6.

Pengamatan

Sampel + FeCl3 (hijau)

Negatif

Sampel + FeCl3 (biru)

Negatif

Sampel + KOH 10

Negatif

Sampel ekstrak metanol +


HCl 0,5 N + mayer (kuning)
- Sampel ekstrak metanol +
HCl 0,5 N + bauchardat
(endapan coklat)
- Sampel ekstrak metanol + HCl
0,5 N + dragendorf (endapan
jingga)

Negatif

Steroid

Sampel + alkohol + didihkan


dan diuapkan + disuspensi air +
eter
+liebermann
burchart
(merah jambu)

Negatif

Saponin

Sampel + air panas (berbuih) +


HCl (buih tidak hilang)

Positif

Sampel + FeCl3 + HCl (warna


merah)
- Sampel + Citoborat + HCl
(warna kuning)
- Sampel + serbuk Mg + HCl
(warna merah)

Negatif

Alkaloid

Flavonoid

B. PEMBAHASAN

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

Negatif

Negatif

Postif
Negatif

SKRINING FITOKIMIA
Skrining fitokimia adalah suatu metode pengujian yang dilakukan
untuk mengetahui senyawa-senyawa atau kandungan kimia yang ada di
dalam tanaman yang berfungsi sebagai bahan terapeutik. Dengan
mengetahui kandungan senyawa dari suatu tanaman kita dapat membuat
suatu formulasi baik itu obat, makanan, bahan kosmetik dan sebagainya.
Skrining fitokimia ini merupakan pengujian awal atau pendahuluan untuk
membuat suatu sediaan farmasi. Metode ini digunakan untuk mendeteksi
senyawa kimia seperti senyawa alkaloid, tanin, saponin, flavonoid, steroid
dan minyak atsiri.
Tanaman gandarusa (Justicia gendarussa Burm.) mengandung
justicin, alkaloida, saponin, flavonoida, minyak atsiri, dan tanin. Berkhasiat
sebagai obat pegal linu, obat pening dan obat untuk haid yang tidak
teratur. Kegunaan yang lain untuk obat luka terpukul (memar), patah
tulang (Fraktur), reumatik pada persendian, bisul, borok dan korengan.
Daun

tanaman

gandarusa

mempunyai

banyak

kegunaan

dalam

pengobatan tradisional antaralain mengatasi memar, bengkak, sakit


pinggang, sakit kepala, sembelit, dan rematik sendi.
Metabolit sekunder dihasilkan melalui tahap-tahap reaksi dalam
jaringan tumbuhan yang disebut biosintesis. Alkaloid, terpenoid, steroid,
dan flafonoid merupakan beberapa contoh senyawa yang dihasilkan dari
biosintesis tersebut. Penelitian kandungan kimia untuk satu tanaman
(daun, batang, kulit batang, akar, dll) atau melakukan penapisan
kandungan kimia terhadap berbagai sepsis tanaman dalam satu famili
pada bagian tertentu akan memberikan informasi tentang tingkat evolusi

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
Tujuan dilakukanya percobaan skrining fitokimia yaitu untuk
mengidentifikasi metabolit sekunder yang ada di dalam tanaman daun
mimba.
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan uji skrining fitokimia
dengan menggunakan sampel daun gandarusa (Justicia gendarussa
Burm.) senyawa-senyawa yang ada dikandung adalah flavonoid dan
saponin.
Golongan tanin, dilakukan reaksi identifikasi terhadap katekol dan
pirogalotanin. Dimana katekol, sampel dibasahi dengan FeCl1 N positif
jika bewarna hijau sedangkan piragalotanin berwarna biru. Lalu jika
ditambahkan larutan brom dan terbentuk endapan positif katekol dan tidak
terjadi endapan untuk pirogalotanin. Pada identifikasi tanin, gugus OH
pada pada tanin, bereaksi dengan reagen FeCl 3, hal ini dapat
mengendapkan protein sehingga menyebabkan terjadinya perubahan
warna. Hal ini disebabkan karena adanya reaksi hidrolisis pada senyawa
protein yang beraksi dengan logam.
Hal ini juga disebabkan karena adanya penambahan pereaksi
geser (AlCl3

dan FeCl3 ). Peraksi geser adalah pereaksi yang dapat

digunakan untuk menentukan kedudukan gugus hidroksil fenol bebas


pada bagian inti. Dengan demikian, secara tidak langsung cara ini
berguna untuk menentukan kedudukan gugus yang terkait pada salah
satu gugus hidroksil fenol. AlCl3 membantu untuk mengetahui letak gugus
OH di C3

atau C4

pada ring A. Mekanismenya adalah Al- akan

bergabung dengan gugus OH dan O karbonil.

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
Senyawa dioksiantrakinon diidentifikasi dengan cara sedikit sampel
dimasukkan kedalam tabung reaksi, lalu ditetesi dengan KOH 10 % P b/v
dalam

etanol

95%

P,

jika

mengandung

dioksiantrakinon

akan

menghasilkan warna merah. Perubahan warna ini disebabkan karena


dioksiantrakinon terhidrolisasi oleh penambahan KOH sehingga terjadi
perubahan warna dari hijau menjadi merah. Dioksiantrakinon juga
merupakan senyawa fenol.
Golongan saponin yaitu disiapkan tabung reaksi yang berisi sampel
kemian ditambahkan 10 ml air panas, didinginkan lalu kocok kuat selama
10 detik, lalu terbentuk buih. Buih ini menandakan adanya saponin,
karena saponin merupakan senyawa golongan glikosida yang mempunyai
struktur steroid dan mempunyai sifat-sifat khas yang dapat membentuk
larutan koloidal dalam air dan membuih bila dikocok.
Untuk uji golongan alkaloid, disiapkan 3 tabung reaksi dimana
setiap tabung reaksi ditambahkan ekstra metanol kemudian kita teteskan
dengan HCl 0,5 N. Pada tabung 1 tambahkan pereaksi mayer
menghasilkan endapan kuning jika mengandung alkaloid, tabung 2
diberikan

pereaksi

buchardat

menghasilkan

endapan

coklat

jika

mengandung alkaloid, sedangkan pada tabung 3 ditambahkan pereaksi


dragendrof dan menghasilkan endapan warna jingga jika mengandung
alkaloid. Endapan tersebut terjadi karena alkaloid merupakan senyawa
dari golongan basa nitrogen, dimana jika basa nitrogen direaksikan
dengan asam, dalam hal ini HCl (Asam klorida), akan membentuk garam

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
yang tidak larut, sehingga garam inilah yang akan membentuk endapan.
Sedangkan perbedaan warna yang terjadi disebabkan karena pereaksi
yang digunakan memiliki warna tersendiri.
Adapun hasil dari percobaan yaitu didapatkan hasil yang positif
pada uji flavonoid dan saponin sedangkan yang lainnya menghasilkan
hasil yang negatif dimana tidak terjadi perubahan warna.

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
ARIN RIZKI TALIB
15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
Dari percobaan yang telah dilakukan yaitu uji skrining pada
sampel daun gandarusa (Justicia gendarussa Burm.)

diperoleh

metabolit sekonder atau kandungan kimia yang terdapat pada daun


gandarusa yaitu tanin dan flavonoid.
B. Saran
Sebaiknya alat di laboratorium lebih dilengkapi lagi sehingga
pengerjaannya dapat dikerjakan lebih cepat dan efisien.

DAFTAR PUSTAKA

Amin, Juheini . 2010. Toksisitas Akut Daun Justicia gendarussa Burm.


Jurusan FMIPA, Universitas Indonesia , Depok

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
Cullen, James. 2006. Practical Plant Identification. Cambridge: University
Press

Edeoga, H.O., D.E. Okwu & B.O. Mbaebie. 2005. Phytochemical


Constituents of Some Nigerian Medicinal Plants. African Journal
of
Biotechnology.
4
(7),
pp
685688.http://www.academicjournals.org /AJB

Harborne, J.B., 1987., Metode Fitokimia


Penuntun cara modern
menganalisa tumbuhan. Terbitan Kedua., Terjemahan Kosasih
Padmawinata dan Iwang Soediro, ITB, Bandung.
Jullian, M. Iqbal.2008. Pengaruh pemberian ekstrak etanol daun
gandarusa (justicia gendarussa burm.) terhadap kadar Asam
urat dalam darah tikus putih jantan yang dibuat hiperurisemia
dengan kalium oksonat. Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Depok.
Kardiman A dan Dhalimi A. MIMBA (Azadirachta indica A.Juss)
TANAMAN MULTI MANFAAT. Perkembangan Teknologi TRO
Vol. XV, No. 1, 2003.
Rusmiatik. 2013. PEMBERIAN EKSTRAK DAUN GANDARUSA (Justicia
gendarusa, Burm f.) MENGHAMBAT PROSES PENUAAN
OVARIUM PADA MARMUT. Program studi ilmu biomedik,
Universitas Udayana, Denpassar.
Sabarwati, S. H., 2006, Petunjuk Praktikum Kimia Organik II, Jurusan
Kimia FMIPA Unhalu, Kendari.
Sumarnie, H. Priyono., 2005., Identifikasi Senyawa Kimia Dan Aktivitas
Antibakteri Ekstrak Piper sp. Asal papua, Puslit.Biologi-LIPI.
Syamsuhidayat, S.S., Hutapea, R.J., 1991. Inventaris Tanaman Obat
Indonesia, Departemen Kesehatan R.I., Edisi 1, Jakarta. 324.

LAMPIRAN

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA

Dioksiantarkuinon
Steroid

Saponin

Alkaloid

Tanin

Tanin

Flavonoid

Skema Kerja
Reaksi Identifikasi Golongan Tanin
Serbuk Sampel
ARIN RIZKI TALIB
15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA

+ FeCl3 1 N
Warna hijau
Warna Biru
(Katekol)
(Pirogalotanin)
Reaksi Identifikasi Golongan Dioksiantrakinon
Serbuk Sampel
+ KOH 10% P b/v
Dalam etanol 95% P
Warna merah
Reaksi Identifikasi Golongan Alkaloid
Uji Mayer
Ekstrak methanol
+ HCl 0,5N
+ pereaksi mayaer
Endapan kuning
Uji Bouchardat
Ekstrak methanol

+ HCl 0,5N
+ pereaksi mayaer
Endapan coklat
Uji Dragendrof

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
Ekstrak methanol
+ HCl 0,5N
+ pereaksi mayaer
Endapan kuning
Reaksi Identifikasi Golongan Saponin
Serbuk Sampel
+ 10 ml air panas
Dinginkan
Kocok kuat
selama 10 detik
terbentuk buih
+ HCl 2N
Buih tidak hilang
Reaksi Identifikasi golongan flavonoid
Serbuk Sampel
+FeCl3
+ HCl P
Warna Merah

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA

http://lib.ui.ac.id/opac/themes/green/detail.jsp?id=126125&lokasi=lokal

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm

SKRINING FITOKIMIA
http://webcache.googleusercontent.com/search?
q=cache:s12ir8KT1fsJ:eprints.ung.ac.id/4704/9/2013-1-84205-431409035-bab431072013081415.pdf+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id

ARIN RIZKI TALIB


15020130082

La Hamidu S.Farm