Anda di halaman 1dari 9

Pengaruh Proses Homeostasis yang Terjadi pada Tubuh Manusia

Nurul Siti Khodijah


102014117
Kelompok: F1
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Alamat Korespondensi Jl.Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510
Email: nurul.2014fk117@civitas.ukrida.ac.id
1. Abstract
Abstrak
2. Pendahuluan
Terdapat dua pendekatan yang dapat menjelaskan kejadian-kejadian yang
berlangsung pada tubuh, Salah satunya menekankan tujuan suatu proses
tubuh dan yang lainya menjelaskan mekanisme yang mendasari bagaimana
proses ini terjadi. Sebagai pendekatan teleologis, yaitu menjelaskan fungsi
tubuh

berdasarkan

pemenuhan

suatu

kebutuhan

tubuh,

tanpa

mempedulikan bagaimana hasil akhir tercapai. Untuk itu dapat dikatakan


bahwa pendekatan teleologis menekankan aspek mengapa atau tujuan
proses tubuh.
Lain halnya dengan fisiologi yang berfokus pada pendekatan mekanistik
untuk menjelaskan fungsi tubuh. Fisiologis memandang tubuh sebagai suatu
mesin yang dimana mekanisme kerjanya dapat dijelaskan berdasarkan
rangkaian sebab akibat proses-proses fisik dan kimiawi. jenis proses yang
sama dengan yang terjadi di bagian-bagian lain di alam semesta ini. Untuk
itu seorang fisiologis menjelaskan tentang bagaimana suatu proses terjadi
dalam tubuh. Penjelasan mekanistik berkeringat oleh fisiologis adalah bahwa
ketika sel-sel saraf peka suhu mendeteksi kenaikan suhu tubuh maka sel-sel
tersebut memberi sinyal ke bagian otak yang berperan untuk mengatur suhu
tubuh. Sebagai responsnya, bagian otak ini mengaktifkan jalur-jalur saraf
yang akhirnya menyebabkan kontraksi otot involunter bolak-balik( yaitu
berkeringat). Penjelasan mekanistik tersebut disebut sebagai homeostasis.1
1

Homeostasis merupakan suatu proses yang terjadi secara terus-menerus


untuk memelihara stabilitas dan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan
sekitarnya.

Homeostasis

merupakan

mekanisme

tubuh

untuk

mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi berbagai kondisi yang


dialaminya. Proses homeostasis ini dapat terjadi secara alamiah apabila
tubuh mengalami stress.2
3. Pembahasan
A. Pengertian
Homeostasis mengacu pada kemampuan tubuh manusia untuk mengatur
lingkungan

fisiologis

batin

untuk

memastikan nya

stabilitas

dalam

menanggapi fluktuasi di lingkungan luar dan cuaca . Hati, ginjal , dan otak
( hipotalamus , sistem saraf otonom dan sistem endokrin )3 membantu
mempertahankan homeostasis . Hati bertanggung jawab untuk metabolisme
zat

beracun

dan

mempertahankan

metabolisme

karbohidrat

Ginjal

bertanggung jawab untuk mengatur tingkat air darah , penyerapan kembali


zat-zat ke dalam darah , pemeliharaan garam dan ion tingkat dalam darah ,
regulasi pH darah, dan ekskresi urea dan permen lainnya. Ketidakmampuan
untuk mempertahankan homeostasis dapat menyebabkan kematian atau
penyakit , kondisi yang dikenal sebagai ketidakseimbangan homeostatis.
Misalnya, gagal jantung dapat terjadi ketika mekanisme umpan balik negatif
menjadi kewalahan dan destruktif mekanisme umpan balik positif mengambil
alih. Penyakit lain yang hasil dari ketidakseimbangan homeostatis termasuk. 4
diabetes , dehidrasi , hipoglikemia , hiperglikemia , asam urat dan penyakit
yang disebabkan oleh adanya racun dalam aliran darah . Intervensi medis
dapat

membantu

memulihkan

homeostasis

dan

mungkin

mencegah

kerusakan permanen pada organ .


B. Lingkungan Internal
cairan yang secara kolektif terkandung dalam semua sel tubuh
dinamai cairan intrasel (CIS) dan cairan diluarsel disebut cairan
extrasel (CES). Cairan ekstra sel adalah lingkungan internal
tubuh.ini adalah lingkungan cair tempat sel hidup. Cairan
ekstarsel (lingkungan internal) terbentuk oleh dua kompartmen:
2

plasma,bagian

cair

darah;

dan

cairan

interstisium,

yang

mengelilingi dan membahasi sel (inter berarti antara stisium


berarti yang berdiri). Seberapapun jauhnya sebuah sel dari
lingkungan eksternal,sel tersebut dapat melakukan pertukaranpertukaran untuk mempertahankan hidup dengan lingkungan
internal yang mengelilinginya. Sebaliknya, sistem-sistem tubuh
tertentu melakukan pemindahan bahan antara lingkungan
eksternal dan lingkungan internal nya sehingga komposisi
lingkungan internal dipertahankan sesuai untuk menunjang
kehidupan dan fungsi sel. Sel-sel tubuh dapat hidup berfungsi
hanya jika cairan ekstrasel memungkinkan kelangsungan hidup
mereka : karena itu, komposisi kimiawi dan keadaan fisik
lingkungan internal ini harus dipertahankan dalam batas-batas
yang ketat. Pemiliharaan lingkungan internal yang relative stabil
disebut homeostatis.1

Figure 1 .komponen-komponen cairan ekstrasel (lingkungan


internal)1

faktor-faktor lingkungan internal yang harus dipertahankan


secara homeostasis. Faktor-faktor yang dipertahankan adalah :
1. Konsentrasi molekul zat-zat gizi.
Sel-sel membutuhkan pasokan molekul nutrient yang tetap
untuk digunakan sebagai

bahan bakar metabolic untuk

menghasilkan

energi.

Energy

menunjang

aktifitas-aktifitas

kemudian
khusus

digunakan

untuk

dan

untuk

mempertahankan hidup.
2. Konsentrasi O2 dan CO2
Sel membutuhkan O2 untuk melakukan reaksi-reaksi kimia yang
menarik

sebanyak

mungkin

energi

dari

molekul

nutrien

digunakan oleh sel. CO2 yang dihasilkan selama reaksi-reaksi


tersebut berlangsung harus diseimbangkan dengan CO2 yang
dikeluarkan oleh paru, sehingga CO2 pembentuk asam ini tidak
meningkatkan keasaman di lingkungan internal.
3. Konsentrasi zat-zat sisa
Berbagai reaksi kimia menghasilkan proiduk-produk akhir yang
berefek toksik bagi sel apabila dibiarkan tertimbun melebihi
batas tertentu.
4. pH
Diantara efek-efek paling mencolok dari perubahan keasaman
lingkungan

cairan

internal

adalah

perubahan

mekanisme

pembentuk sinyal listrik di sel saraf dan perubahan aktifitas


enzim di semua sel.
5. Konsentrasi air,garam-garam, dan elektrolit-elektrolit.
Karena konsentrasi relative garam (NaCl) dan air di dalam cairan
ekstrasel (lingkungan internal) mempengaruhi berapa banyak
air yang masuk atau keluar sel, konsentrasi keduanya diatur
secara ketat untuk mempertahankan volume sel yang sesuai.
Sel-sel tidak dapat berfungsi secara normal apabila mereka
membengkak atau menciut. Elektrolit lain memiliki bermacam4

macam fungsi fital lainnya. Sebagai contoh denyut jantung yang


teratur bergantung pada konsentrasi kalium di cairan ekstra sel
yang relative konstan.
6. Suhu.
Sel-sel tubuh berfungsi secara optimal dalam rentan suhu yang
sempit. Sel-sel akan mengalami perlambatanaktifitas yang
hebat apabila suhunya terlalu dingin dan yang lebih

buruk

protein-protein structural dan enzimatiknya akan terganggu


apabila suhunya terlalu panas.

7.Volume dan tekanan.


Komponen sirkulasi pada lingkungan internal, yaitu plasma,
harus dipertahankan pada tekanan darah dan volume yang kuat
agar penghubung vital antara sel dan lingkungan eksternal ini
dapat terdistribusi ke seluruh tubuh.
C. Mekanisme Umpan Balik
Mekanisme umpan balik yang digunakan didalam proses yang
terjadi didalam tubuh kita dibagi menjadi dua yaitu umpan balik
yang bersifat positif dan umpan balik yang bersifat negatif.
Umpan balik negatif ini yang disebut homeostatis sedangkan
umpan

balik

yang

bersifat

positif

bukan

merupakan

homeostatis.
1. Mekanisme umpan balik negatif adalah mekanisme dimana
informasi

balasan

untuk

sistem

(input)

mengurangi

perubahan (output) sehingga dapat kembali ke

set point

yang sesuai.1 Salah satu contoh adalah kemampuan untuk


mempertahankan glukosa darah pada kadar yang relatif
konstan yaitu 90 sampai 100/110 ml darah. Mekanisme
umpan balik yang bersifat negatif inilah yang disebut sebagai
proses homeostatis.
5

2. Mekanisme umpan balik positif adalah mekanisme dimana


informasi

balasan

ke

sistem

meningkatkan

atau

memperlama, bukannya mengurangi, penyimpangan dari


kondisi fisiologis asal.1 Salah satu contoh mekanisme umpan
balik yang bersifat positif adalah proses ketika membran
saraf dirangsang. Rangsang yang mengubah permeabilitas
membran terhadap ion-ion natrium yang kemudian mengalir
melewati membran.
D. Lengkung Refleks
Ketika tubuh mendapatkan stimulus, sensor atau reseptor tubuh
akan langsung peka dan menerima stimulus tersebut kemudian
meneruskan stimulus tersebut melalui jalur aferen. Jalur aferen
mengalirkan stimulus ke pusat integrasi kemudian dialirkan lagi
melalui jalur eferen, setelah itu ke efektor. Ketika stimulus
sampai ke efektor maka tubuh akan memberikan respon yang
sesuai demi mempertahankan kondisi normal tubuh agar tidak
berubah set point nya, dan respons tersebut diwujudkan dalam
sebuah umpan balik. Jika respon yang dihasilkan sesuai maka ia
akan menghentikan lengkung respon.6
E. Kompensasi
Kompensasi tubuh akan cenderung bereaksi terhadap
ketidaknormalan dalam tubuh. Sebagai contoh, pelebaran pupil
untuk meningkatkan persepsi visual pada saat tubuh mengalami
ancaman, peningkatan keringat untuk mengontrol kenaikan
suhu tubuh, serta penyempitan
terangsangnya
meningkatkan

pembuluh
kegiatan

pembuluh darah perifer dan

darah

yang

bagian

dapat

dalam

untuk

menghasilkan

panas

(misalnya menggigil) sehingga suhu tubuh tetap stabil apabila


lingkungan menjadi dingin secara tiba-tiba.2
Jika satu atau lebih sistem tubuh gagal berfungsi secara
benar, homeostasis terganggu dan semua sel akan menderita
karena mereka tidak lagi memperoleh lingkungan yang optimal
6

tempat mereka hidup dan berfungsi. Muncul berbagai keadaan


patofisiologi.

Patofisiologi

mengacu

kepada

abnormalitas

fungsional tubuh (perubahan fisiologi) yang berkaitan dengan


penyakit.
sedemikian

Jika

gangguan

berat

terhadap

sehingga

tidak

homeostasis
lagi

menjadi

memungkinkan

kelangsungan hidup, timbul kematian.7

Kesimpulan
Tubuh memiliki nilai fisiologis yang normal dari masing-masing variabel
tubuh. Ketika terjadi sebuah mekanisme untuk mempertahankan keadaan normal
yang dinamis tersebut, tubuh membuat sebuah mekanisme atau proses. Proses ini
disebut homeostatis. Lingkungan internal tubuh tidak akan berubah dalam keadaan
yang konstan meskipun lingkungan luar tubuh berubah. Homeostatis adalah suatu
istilah yang digunakan untuk menjelaskan kelangsungan hidup organisme di dalam
7

suatu ekosistem dan juga secara khusus menggambarkan kelangsungan hidup


suatu sel-sel dalam suatu organisme. Penyebab laki-laki tersebut itu berkeringat
merupakan feedback negative dalam homeostatis yang disebabkan oleh pengaruh
lingkungan internal yang terganggu. Yang dimana feedback tersebut berhenti ketika
sang laki-laki itu terbangun. Hal tersebut menandakan bahwa feedback positif telah
bekerja untuk mempertahankan kesehatan tubuh. Kompensasi dari homeostasis
berhasil maka tubuh kembali sehat/normal.

Daftar Pustaka
1. Lauralee Sherwood . Human Physiology .Thomson learning. Belmont.2004.
2. Uliyah M, Hidayat A. Keterampilan dasar praktik klinik untuk kebidanan.
Edisi ke-2. Jakarta: Salemba medika; 2008.h.1-3.

3. (http:/ / assets. cambridge. org/ 97805218/ 45182/ excerpt/


9780521845182_excerpt. pdf) Reference for autonomic and endocrine
system. 4. Marieb, Elaine N. & Hoehn, Katja (2007).
Human Anatomy & Physiology
(Seventh ed.). San Francisco, CA: Pearson Benjamin Cummings. 5. Hartika FI,
Herdinawati N, Muliawati OS, Safitri L, Utami RD. Laporan praktikum biologi
dasar 1 regulasi homeostatis dalam tubuh manusia. Jogjakarta : Universitas
Negeri Yogyakarta, 2011.
6. Priastini R, Hartono B, Rijadi A, Goenawan J, William, Lumbanraja S.M,et
all. Bahan kuliah blok 3 dasar biologi sel. Jakarta: UKRIDA; 2013.
7. Hall J, Guyton & Hall. Buku saku fisiologi kedokteran. Editor : Muttaqin H,
Yesdelita N. Edisi ke-11. Jakarta: EGC; 2009. h.3-9

Beri Nilai