Anda di halaman 1dari 20

Mata Kuliah

: Etika Bisnis

Nama Anggota

: 1. Iklima Fitri Rahmatiah


2.Shinta Okaviani Rami
3. Yozi Latul Aini

Kelas

: 4EA18

Judul

: Bab 3 (Model Etika Dalam Bisnis, Sumber Nilai Etika dan FaktorFaktor yang Mempengaruhi Etika Manajerial)
Bab 4 (Norma dan Etika dalam Pemasaran, Produksi, Manajemen
Sumber Daya Manusia dan Finansial)
Bab 5 (Jenis Pasar, Latar Belakang Monopoli, Etika dalam Pasar
Kompetitif)

Sumber

1. Thomas W. Zimmerer, Norman M. Scarborough, Entrepreneurship and The New Ventura


Formation 1996 hal. 21,
2. arifin, mushallin. 2014. kompetisi pada pasar ekonomi global.Kompas,4 Juni 2014.
3. Bangun Wilson, S.E., M.SI .2010. Teori Ekonomi Mikro . Refika Aditama
4. Prawironegoro, Darsono, 2010. Jakarta, Ekonomi Manajerial . Nusantara Consulting
5. Manajemen Sumber Daya Manusia (Edisi Revisi), Malayu S.P. Hasibuan.
6. Budi Untung, 2012. Hukum dan Etika Bisnis. Yang Menerbitkan CV Andi Offset

BAB 3
Model Etika dalam Bisnis, Sumber Nilai Etika dan Faktor - faktor yang
Mempengaruhi Etika Manajerial
A. Immoral Manajemen
Manajer Immoral didorong oleh alasan kepentingan dirinya sendiri demi
keuntungan sendiri atau perusahaannya. Kekuatan yang menggerakkan manajemen
Imoral adalah kerakusan/ ketamakan, yaitu berupa prestasi organisasi atau keberhasilan
personal. Manajemen immoral merupakan kutub yang berlawanan dengan manajemen
etika. Misalnya, pengusaha yang menggaji karyawannya dengan gaji dibawah upah fisik
minimum atau perusahaan yang meniru produk-produk perusahaan lain, atau perusahaan
percetakan yang memperbanyak cetakannya melebihi kesepakatan dengan pemegang hak
cipta dan sebagainya.
Immoral manajemen juga merupakan tingkatan terendah dari model manajemen
dalam menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis. Manajer yang memiliki manajemen tipe
ini pada umumnya sama sekali tidak mengindahkan apa yang dimaksud dengan
moralitas, baik dalam internal organisasinya maupun bagaimana dia menjalankan
aktivitas bisnisnya. Para pelaku bisnis yang tergolong pada tipe ini, biasanya
memanfaatkan kelemahan-kelemahan dan kelengahan-kelengahan dalam komunitas
untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri, baik secara individu atau kelompok
mereka. Kelompok manajemen ini selalu menghindari diri dari yang disebut etika.
Bahkan hukum dianggap sebagai batu sandungan dalam menjalankan bisnisnya.
B. Amoral Manajemen
Tujuan utama dari manajemen amoral adalah juga profit, akan tetapi tindakannya
berbeda dengan manajemen immoral. Ada satu cara kunci yang membedakannya, yaitu
mereka tidak dengan sengaja melanggar hukum atau norma etika. Bahkan pada
manajemen amoral adalah bebas kendali dalam mengambil keputusan, artinya mereka
tidak mempertimbangkan etika dalam mengambil keputusan. Salah satu contoh dari
manajemen amoral adalah penggunaan test lie detector bagi calon karyawan.
Tingkatan kedua dalam aplikasi etika dan moralitas dalam manajemen adalah
amoral manajemen. Berbeda dengan immoral manajemen, manajer dengan tipe

manajemen seperti ini sebenarnya bukan tidak tahu sama sekali etika atau moralitas. ).
Tipe ini adalah para manajer yang dianggap kurang peka, bahwa dalam segala keputusan
bisnis yang diperbuat sebenarnya langsung atau tidak langsung akan memberikan efek
pada pihak lain. Oleh karena itu, mereka akan menjalankan bisnisnya tanpa memikirkan
apakah aktivitas bisnisnya sudah memiliki dimensi etika atau belum. Manajer tipe ini
mungkin saja punya niat baik, namun mereka tidak bisa melihat bahwa keputusan dan
aktivitas bisnis mereka apakah merugikan pihak lain atau tidak.
C. Moral Manajemen
Manajemen moral juga bertujuan untuk meraih keberhasilan, tetapi dengan
menggunakan aspek legal dan prinsip-prinsip etika. Filosofi manajer moral selalu melihat
hukum sebagai standar minimum untuk beretika dalam perilaku. Dalam moral
manajemen, nilai-nilai etika dan moralitas diletakkan pada level standar tertinggi dari
segala bentuk prilaku dan aktivitas bisnisnya. Manajer yang termasuk dalam tipe ini
hanya menerima dan mematuhi aturan-aturan yang berlaku namun juga terbiasa
meletakkan prinsip-prinsip etika dalam kepemimpinannya. Seorang manajer yang
termasuk dalam tipe ini menginginkan keuntungan dalam bisnisnya, tapi hanya jika bisnis
yang dijalankannya secara legal dan juga tidak melanggar etika yang ada dalam
komunitas, seperti keadilan, kejujuran, dan semangat untuk mematuhi hukum yang
berlaku.
D. Sumber Nilai Etika
a. Agama
Banyak ajaran dan paham pada masing-masing agama. Dengan maksud
pengertian Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem
budaya,

dan

pandangan

dunia

yang

menghubungkan

manusia

dengan

tatanan/perintah dari kehidupan.Banyak agama memiliki narasi, simbol, dan


sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup dan / atau
menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semesta. Dari keyakinan mereka
tentang kosmos dansifat manusia, orang memperoleh moralitas, etika, hukum
agama atau gaya hidup yang disukai. Menurut beberapa perkiraan, ada sekitar
4.200 agama di dunia.
b. Filosofi

Pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang. Arti Filosofi yaitu studi
mengenai kebijaksanaan, dasar dasar pengetahuan, dan proses yang digunakan
untuk mengembangkan dan merancang pandangan mengenai suatu kehidupan.
Filosofi memberi pandangan dan menyatakan secara tidak langsung mengenai
sistem kenyakinan dan kepercayaan. Setiap filosofi individu akan dikembangkan
dan akan mempengaruhi prilaku dan sikap individu tersebut. Seseorang akan
mengembangkan filosofinya melalui belajar dari hubungan interpersona,
pengalaman pendidikan formal dan informal, keagamaan, budaya dan
lingkungannya.
c. Budaya
Ciri khas utama yang paling menonjol yaitu kekuluargaan dan hubungan
kekerabatan yang erat. Definisi budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang,
dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi
ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk
sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan
karya seni.
Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri
manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara
genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang
berbeda budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan
bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya
bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan
perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar, dan meliputi banyak
kegiatan sosial manusia.
d. Hukum
Biasanya hukum dibuat setelah pelanggaran pelanggaran terjadi dalam
komunitas. Arti hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas
rangkaian kekuasaan kelembagaan. Dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam
bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak,
sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap
kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara
dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi

penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan


politik serta cara perwakilan mereka yang akan dipilih.
Administratif hukum digunakan untuk meninjau kembali keputusan dari
pemerintah, sementara hukum internasional mengatur persoalan antara berdaulat
negara dalam kegiatan mulai dari perdagangan lingkungan peraturan atau
tindakan militer. filsuf Aristotle menyatakan bahwa "Sebuah supremasi hukum
akan jauh lebih baik dari pada dibandingkan dengan peraturan tirani yang
merajalela."
E. Ada Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Etika Manajerial Mencakup :
a. Leadership
Kepemimpinan (Leadership) adalah kemampuan individu

untuk

mempengaruhi memotivasi, dan membuat orang lain mampu memberikan


kontribusinya demi efektivitas dan keberhasilan organisasi (House et. Al., 1999
: 184). Menurut Handoko (2000 : 294) definisi atau pengertian kepemimpinan
telah didefiinisikan dengan berbagai cara yang berbeda oleh berbagai orang yang
berbeda pula. Menurut Stoner, kepemimpinan manajerial dapat didefinisikan
sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan
dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya.
Ada tiga implikasi penting dari definisi tersebut, antara lain: Pertama,
kepemimpinan menyangkut orang lain bawahan atau pengikut. Kesediaan
mereka untuk menerima pengarahan dari pemimpinan, para anggota kelompok
membantu menentukan status/kedudukan pemimpin dan membuat proses
kepemimpinan dapat berjalan. Tanpa bawahan, semua kualitas kepemimpinan
seorang manajer akan menjadi tidak relevan. Kedua, kepemimpinan menyangkut
suatu pembagian kekuasaan yang tidak seimbang di antara para pemimpin dan
anggota kelompok. Para pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan
berbagai kegiatan para anggota kelompok, tetapi para anggota kelompok tidak
dapat mengarahkan kegiatan-kegiatan pemimpin secara langsung, meskipun dapat
juga melalui sejumlah cara secara tidak langsung. Ketiga, pemimpin
mempergunakan pengaruh. Dengan kata lain, para pemimpin tidak hanya dapat

memerintah bawahan apa yang harus dilakukan tetapi juga dapat memepengaruhi
bagaimana bawahan melaksanakan perintahnya.
b. Strategi dan Performasi
Pendekatan
secara
keseluruhan

yang

berkaitan

dengan

pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam


kurun waktu tertentu.Fungsi yang penting dari sebuah manajemen adalah untuk
kreatif dalam menghadapi tingginya tingkat persaingan yang membuat
perusahaannya mencapai tujuan perusahaan terutama dari sisi keuangan tanpa
harus menodai aktivitas bisnisnya berbagai kompromi etika. Sebuah perusahaan
yang jelek akan memiliki kesulitan besar untuk menyelaraskan target yang ingin
dicapai perusahaannya dengan standar-standar etika. Karena keseluruhan strategi
perusahaan yang disebut excellence harus bisa melaksanakan seluruh kebijakankebijakan perusahaan guna mencapai tujuan perusahaan dengan cara yang jujur.
c. Karakteristik individu
Merupakan suatu proses psikologi yang mempengaruhi individu dalam
memperoleh, mengkonsumsi serta menerima barang dan jasa serta pengalaman.
Karakteristik

individu

merupakan

faktor

internal

menggerakan dan mempengaruhi perilaku individu.


d. Budaya Organisasi
Menurut Mangkunegara, (2005:113), budaya

(interpersonal)

organisasi

yang

adalah

seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai dan norma yang


dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi
anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan integrasi
internal.
Budaya organisasi juga berkaitan dengan bagaimana karyawanmemahami
karakteristik budaya suatu organisasi, dan tidak terkait dengan apakah karyawan
menyukai karakteristik itu atau tidak. Budaya organisasi adalah suatu sikap
deskriptif, bukan seperti kepuasan kerjayang lebih bersifat evaluatif

BAB 4
Norma Dan Etika Dalam Pemasaran, Produksi, Manajemen Sumber Daya
Finansial

A. Pasar Dan Perlindungan Konsumen


Banyak orang yang percaya bahwa konsumen secara otomatis terlindungi dari
kerugian dengan adanya pasar yang bebas dan kompetitif dan bahwa pemerintah atau
para pelaku bisnis tidak mengambil langkah langkah yang diperlukan untuk
menghadapi masalah ini. Pasar bebas mendukung alokasi , penggunaan, dan distribusi
barang- barang yang dalam artian tertentu, adil, menghargai hak, dan memiliki nilai
kegunaan maksimum bagi orang- orang yang berpartisipasi dalam pasar. Lebih jauh lagi,
di pasar seperti ini, konsumen dikatakan berdaulat penuh. Saat konsumen
menginginkan dan bersedia membayar untuk suatu produk, para penjual memperoleh
insentif untuk memenuhi keinginan mereka.
Perlindungan Konsumen
Perlindungan konsumen adalah perangkat hukum yang diciptakan untuk
melindungi dan terpenuhinya hak konsumen. Sebagai contoh, para penjual diwajibkan
menunjukkan tanda harga sebagai tanda pemberitahuan kepada konsumen.
UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan
Konsumen Republik Indonesia menjelaskan bahwa hak konsumen diantaranya adalah
hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan
atau jasa; hak untuk memilih barang dan atau jasa serta mendapatkan barang dan atau
jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan; hak
untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; hak
untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan atau penggantian, apabila barang dan atau
jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya; dan
sebagainya.
Dalam pendekatan pasar, terhadap perlindungan konsumen , keamanan konsumen
dilihat sebagai produk yang paling efisien bila disediakan melalui mekanisme pasar bebas
di

mana

penjual

memberikan

tanggapan

terhadap

permintaan

konsumen.

(Velazquez,2005: 317) .
Adapun kewajiban konsumen untuk melindungi kepentingannya ataupun
produsen yang melindungi kepentingan konsumen, sejumlah teori berbeda tentang tugas
etis produsen telah dikembangkan , masing- masing menekankan keseimbangan yang

berbeda antara kewajiban konsumen pada diri mereka sendiri dengan kewajiban produesn
pada konsumen meliputi pandangan biaya sosial.
1. Pandangan teori biaya social
Teori ini menegaskan bahwa produsen bertanggungjawab atas semua kekurangan
produk dan setiap kekurangan yang dialami konsumen dalam memakai poroduk
tersebut. Teori ini merupakan versi yang paling ekstrem dari semboyan caveat
venditor (hendaknya si penjual berhati- hati). Walaupun teori ini menguntungkan
untuk konsumen, rupanya sulit mempertahankannya juga. Kritik yang dapat
diungkapkannya sebagai berikut:
2. Teori biaya sosial tampaknya kurang adil, karena menganggap orang
bertanggungjawab atas hal hal yang tidak diketahui atau tidak bisa dihindarkan
3. Membawa kerugian ekonomis, bila teori ini dipraktekkan , maka produsen
terpaksa harus mengambil asuransi terhadap kerugian dan biaya asuransi itu bisa
menjadi begitu tinggi, sehingga tidak terpikul lagi oleh banyak perusahaan.
(Bertens, 2000: 238-239).
Ada juga tanggung jawab bisnis lainnya terhadap konsumen, yaitu ;
1. Kualitas produk
Dengan kualitas produk disini dimaksudkan bahwa produk sesuai dengan apa
yang dijanjikan oleh produsen (melalui iklan atau informasi lainnya) dan apa yang
secara wajar boleh diharapkan oleh konsumen. Konsumen berhak atas produk
yang berkualitas , karena ia membayar untuk itu. Dan bisnis berkewajiban untuk
menyampaikan

produk

yang

berkualitas,

misalnya

produk

yang

tidak

kadaluwarsa( bila ada batas waktu seperti obat-obatan atau makanan). (Bertens,
2000: 240)
2. Harga
Masalah harga pun menjadi suatu kenyataan ekonomis sangat kompleks yang
ditentukan oleh banyak faktor sekaligus, namun masalah ini tetap diakui
mempunyai implikasi etis yang penting. Harga merupakan buah hasil perhitungan
faktor-faktor seperti biaya produksi, biaya investasi, promosi, pajak, ditambah
tentu laba yang wajar. Jika penjual lain menawarkan barangnya dengan harga
lebih murah, tentu saja para pembeli akan pindah ke tempat itu. Harga bisa
dianggap adil karena disetujui oleh semua pihak yang terlibat dalam proses
pembentukannya (Bertens, 2000: 242)

3. Pengemasan dan pemberian label


Pengemasan produk dan label yang ditempelkan pada produk merupakan aspek
bisnis yang semakin penting. Selain bertujuan melindungi produk dan
memungkinkan mempergunakan produk dengan mudah, kemasan berfungsi juga
untuk mempromosikan produk, terutama di era toko swalayan sekarang.
Pengemasan dan label dapat menimbulkan juga masalah etis. Tuntutan etis yang
pertama ialah informasi yang disebut pada kemasan benar . Kemudian tuntutan
lain yang diperoleh dari pengemasan ini adalah tidak boleh menyesatkan
konsumen. (Bertens, 2000: 245-246)

B. Etika Iklan
Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan
kewajiban moral (KBBI). Iklan memiliki Ciri-ciri iklan yang baik
1. Etis: berkaitan dengan kepantasan.
2. Estetis: berkaitan dengan kelayakan (target market, target audiennya, kapan harus
ditayangkan?)
3. Artistik: bernilai seni sehingga mengundang daya tarik khalayak.
-

Contoh Penerapan Etika

Iklan rokok: Tidak menampakkan secara eksplisit orang merokok.


Iklan pembalut wanita: Tidak memperlihatkan secara realistis dengan

memperlihatkan daerah kepribadian wanita tersebut


Iklan sabun mandi: Tidak dengan memperlihatkan orang mandi secara
utuh.

Etika Secara Umum

Jujur : tidak memuat konten yang tidak sesuai dengan kondisi produk yang

diiklankan.
Tidak memicu konflik SARA
Tidak mengandung pornografi
Tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.
Tidak melanggar etika bisnis, ex: saling menjatuhkan produk tertentu dan

sebagainya.
Tidak plagiat

C. Privasi Konsumen

Adapun definisi lain dari privasi yaitu sebagai suatu kemampuan untuk
mengontrol interaksi, kemampuan untuk memperoleh pilihan pilihan atau kemampuan
untuk mencapai interaksi seperti yang diinginkan. privasi jangan dipandang hanya
sebagai penarikan diri seseorang secara fisik terhadap pihak pihak lain dalam rangka
menyepi saja

D. Multimedia Etika Bisnis


Salah satu cara pemasaran yang efektif adalah melalui multimedia. Bisnis
multimedia berperan penting dalam menyebarkan informasi, karena multimedia is the
using of media variety to fulfill communications goals. Elemen dari multimedia terdiri
dari teks, graph, audio, video, and animation. Bicara mengenai bisnis multimedia, tidak
bisa lepas dari stasiun TV, koran, majalah, buku, radio,internet provider, event organizer,
advertising agency,dll. Multimedia memegang peranan penting dalam penyebaran
informasi produk salah satunya dapat terlihat dari iklan-iklan yang menjual satu
kebiasaan/produk yang nantinya akan menjadi satu kebiasaan populer. Sebagai saluran
komunikasi, media berperan efektif sebagai pembentuk sirat konsumerisme.
Etika berbisnis dalam multimedia didasarkan pada pertimbangan:

Akuntabilitas perusahaan, di dalamnya termasukcorporate governance, kebijakan

keputusan, manajemen keuangan, produk dan pemasaran serta kode etik.


Tanggung
jawab
sosial,
yang
merujuk
pada
peranan

bisnis

dalam lingkungannya, pemerintah lokal dan nasional, dan kondisi bagi pe

kerja.
Hak dan kepentingan stakeholder, yang ditujukan pada mereka yang memiliki
andil dalam perusahaan, termasuk pemegang saham, owners, para eksekutif,
pelanggan, supplier dan pesaing.
Etika

dalam berbisnis

tidak

dapat

diabaikan,

sehingga

pelaku

bisnis

khususnya multimedia, dalam hal ini perlu merumuskan kode etik yang harus disepakati
oleh stakeholder,termasuk di dalamnya production house, stasiun TV, radio,penerbit
buku, media masa, internet provider, event organizer, advertising agency, dll.

Hal lain yang bisa dilakukan oleh pemerintah pusat dengan mencoba untuk
memandu pembentukan kultur melalui kurikulum pendidikan, perayaan liburan nasional,
dan mengendalikan dengan seksama media masa, organisasi sosial dan tata ruang kota.
Media masapun sangat berperan penting dalam hal ini, karena merekalah yang
menginformasikan kepada masyarakat, merekalah yang bisa membentuk opini baik
ataupun buruk dari masyarakat, hendaknya media menjadi sarana untuk menghibur,
sumber informasi dan edukasi bagi masyarakat.

E. Etika Produksi
Etika ini pada prinsipnya menngatur agar produksi yang dijual dapat diniliai sebagai hasil
yang etis dan layak dijual. Layak dijual karena mengikuti criteria oenjualan yang sudah
disesuaikan dengan kepentingan pelanggan. kriteria produk yang etis adalah bahwasanya
produk tersebut :
1. Dibuat atas dasar kejujuran produk, artinya bukan suatu yang palsu, tapi etentik
dan dapat dipertanggungjawabkan.
2. Takaran produk tidak boleh kurang dari keharusana atau standar sehingga tidak
merugikan konsumen.
3. Pada produk tertentu atas kehendak konsumen produk harus resmi atau bias
dipergunakan bebas.
4. Harga-harga produk tidak merupakan penipuan atau pemerasan
5. Konsumen diberi kebebasan dan kemerdekaan untuk memilih produk yang
disukainya
6. Produk yang dikembalikan karena mengecewakan harus diterima dan diganti
produk serupa lebih baik
F. Pemanfaatan Sumber Daya Manusia (Personnel Utilization)
Langkah terakhir dari proses manajemen sumber daya manusia adalah
pemanfaatan tenaga kerja.Langkah ini pada dasarnya merupakan upaya untuk
memelihara tenaga kerja agar senantiasa sejalan dengan perencanaan strategis
perusahaan.Produktivitas, efektivitsas, dan efisiensi merupakan kata kunci yang
senantiasa diharapkan dapat diperlihatkan oleh tenaga kerja.Perusahaan biasanya
melakukan beberapa program untuk tetap memastikan tenaga kerjanya senantiasa sesuai
dengan perencanaan strategis perusahaan, diantaranya :

1. Promosi, Adalah proses pemindahan tenaga kerja ke posisi yang lebih tinggi
secara struktural dalam organisasi perusahaan, biasanya kita sebut dengan istilah
naik pangkat atau naik jabatan.
2. Demosi, Atau penurunan tenaga kerja kepada bagian kerja yang lebih rendah
yang biasanya disebabkan karena adanya penurunan kualitas tenaga kerja dalam
pekerjaaannya.
3. Transfer, Merupakan upaya untuk memindahkan tenaga kerja ke bagian yang
lain, yang diharapkan tenaga kerja tersebut bisa lebih produktif setelah
mengalami transfer.
4. Separasi, Merupakan upaya perusahaan untuk melakukan pemindahan
lingkungan kerja tertentu dari tenaga kerja ke lingkungan yang lain, biasanya
dilakukan sekiranya terdapat konflik atau masalah yang timbul dari tenaga
kerja, dilakukan untuk meminimalkan atau menghilangkan konflik tersebut
sehingga tidak mengganggu jalanya operasionalisasi perusahaan.
G. Etika Pekerja
Etika kerja adalah sistem nilai atau norma yang digunakan oleh seluruh
karyawan perusahaan, termasuk pimpinannya dalam pelaksanaan kerja sehari-hari.
Perusahaan dengan etika kerja yang baik akan memiliki dan mengamalkan nilai-nilai,
yakni : kejujuran, keterbukaan, loyalitas kepada perusahaan, konsisten pada keputusan,
dedikasi kepada stakeholder, kerja sama yang baik, disiplin, dan bertanggung jawab.
H. Hak Hak Pekerja
Macam-Macam Hak Pekerja
1. Hak Atas Pekerjaan, yaitu hak atas pekerjaan merupakan hak azasi
manusia,karena:
Kerja melekat pada tubuh manusia. Kerja adalah aktifitas tubuh dan

karena itu tidak bisa dilepaskan atau difikirkan lepas dari tubuh manusia.
Kerja merupakan perwujudan diri manusia, melalui kerja manusia
merealisasikan dirinya sebagai manusia dan sekaligus membangun hidup
dan lingkungannya yang lebih manusiawi. Maka melalui kerja manusia
menjadi manusia, melalui kerja mamnusia menentukan hidupnya sendiri
sebagai manusia yang mandiri.

2. Hak atas upah yang adil, yaitu hak atas upah yang adil merupakan hak legal
yang diterima dan dituntut seseorang sejak ia mengikat diri untuk bekerja pada
suatu perusahaan.
3. Hak untuk berserikat dan berkumpul, yaitu untuk bisa memperjuangkan
kepentingannya, khususnya hak atas upah yang adil, pekerja harus diakui dan
dijamin haknya untuk berserikat dan berkumpul. Yang bertujuan untuk bersatu
memperjuangkan hak dan kepentingan semua anggota mereka. Menurut De
Geroge, dalam suatu masyarakat yang adil, diantara perantara-perantara yang
perlu untuk mencapai suatu sistem upah yang adil, serikat pekerja memainkan
peran yang penting.
4. Hak atas perlindungan kesehatan dan keamanan, yaitu selain hak-hak diatas,
dalam bisnis modern sekarang ini semakin dianggap penting bahwa para pekerja
dijamin keamanan, keselamatan dan kesehatannya. Karena itu pada tempatnya
pekerja diasuransikan melalui asuransi kecelakaan dan kesehatan. Ini terutama
dituntut pada perusahaan yang bergerak dalam bidang kegiatan yang penuh
resiko. Karena itu perusahaan punya kewajiban moral untuk menjaga dan
menjamin hak ini, paling kurang dengan mencegah kemungkinan hidup
pekerjanya terancam dengan menjamin hak atas perlindungan keamanan,
keselamatan dan kesehatan kerja.
5. Hak untuk diproses hukum secara sah, yaitu hak ini terutama berlaku ketika
seorang pekerja dituduh dan diancam dengan hukuman tertentu karena diduga
melakukan pelanggaran atau kesalahan tertentu. pekerja tersebut wajib diberi
kesempatan untuk mempertanggung jawabkan tindakannya, dan kalau ternyata ia
tidak bersalah ia wajib diberi kesempatan untuk membela diri. Ini berarti baik
secara legal maupun moral perusahaan tidak diperkenankan untuk menindak
seorang karyawan secara sepihak tanpa mencek atau mendengarkan pekerja itu
sendiri.
6. Hak untuk diperlakukan secara sama, yaitu pada prinsipnya semua pekerja
harus diperlakukan secara sama, secara fair. Artinya tidak boleh ada diskriminasi
dalam perusahaan entah berdasarkan warna kulit, jenis kelamin, etnis, agama dan
semacamnya, baik dalam sikap dan perlakuan, gaji, maupun peluang untuk
jabatan, pelatihan atau pendidikan lebih lanjut. Perbedan dalam hal gaji dan

peluang harus dipertimbangkan secara rasional. Diskriminasi yang didasrkan pada


jenis kelamin, etnis, agama dan semacamnya adalah perlakuan yang tidak adil.
7. Hak atas rahasia pribadi, yaitu karyawan punya hak untuk dirahasiakan data
pribadinya, bahkan perusahan harus menerima bahwa ada hal-hal tertentu yang
tidak boleh diketahui oleh perusahaan dan ingin tetap dirahasiakan oleh
karyawan. Hak atas rahasia pribadi tidak mutlak, dalam kasus tertentu data yang
dianggap paling rahasia harus diketahui oleh perusahaan atau akryawan lainnya,
misalnya orang yang menderita penyakit tertentu. Ditakutkan apabila sewaktuwaktu penyakit tersebut kambuh akan merugikan banyak orang atau mungkin
mencelakakan orang lain. Umumnya yang dianggap sebagai rahasia pribadi dan
karena itu tidak perlu diketahui dan dicampuri oleh perusahaan adalah persoalan
yang menyangkut keyakinan religius, afiliasi dan haluan politik, urusan keluarga
serta urusan sosial lainnya.
8. Hak atas kebebasan suara hati, yaitu pekerja tidak boleh dipaksa untuk
melakukan tindakan tertentu yang dianggapnya tidak baik, atau mungkin baik
menurut perusahaan jadi pekerja harus dibiarkan bebas mengikuti apa yang
menurut suara hatinya adalah hal yang baik.
I. Hubungan Saling Menguntungkan
Saling Menguntungkan
Hubungan ini menuntut agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan
satu sama lain. Dalam dunia bisnis, prinsip ini menuntut persaingan bisnis haruslah bisa
melahirkan suatu win-win situation.

BAB 5
Jenis Pasar, Latar Belakang Monopoli, Etika Dalam Pasar Kompetitif

A. Pasar Persaingan Sempurna.


Pasar persaingan sempurna (Perfect Compition Market) adalah bentuk pasar yang
paling tua. Bentuk pasar ini sudah dikenal sejak jaman adam smith dalam bukunya the
world of nation. Bentuk pasar ini sangat baik untuk Negara yang membutuhkan
kebebasan bertransakasi bagi para pelaku ekonomi. Namun belum ada suatu negarapun
yang belum menerapkan bentuk pasar ini secara murni. Hal ini karena secara umum,
masing-masing pelaku ekonomi dipasar ingin memproleh kepentingan sendiri. Para
produsen melakukan strateginya untuk memperoleh keuntungan secara maksimal,
demikian juga para konsumen untuk memperoleh kepuasan secara maksimal.
Pasar persaingan sempurna adalah bentuk pasar dimana dipasar terdapat banyak
penjual dan pembeli setiap penjual dan pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan
pasar. Ciri-ciri dari pasar persaingan sempurna antara lain :
1. Terdapat banyak penjual (perusahaan) dan pembeli dipasar, sehingga baik penjual
dan pembeli tidak dapat mempengaruhi pasar.
2. Harga ditetapkan oleh hasil interaksi antara pembeli dan penjual atau disebut
harga pasar.
3. Persuhaan bebas masuk dan keluar pasar, apabila barang yang dijual dipasar dapat
menghasilkan keuntungan maksimal, perusahaan semakin banyak masuk kepasar,
sebaliknya bila dalam keadaan rugi perusahaan akan meninggalkan pasar.
4. Setiap perusahaan menghasilkan barang yang sama dipasar, sehingga para
pembeli bebas memilih barang yang dibutuhkannya.

5. Para pembeli mengetahui keadaan pasar, sehingga para pembeli mengetahui harga
dan perkembangan dipasar. Akibatnya para produsen tidak dapat menjual
barangnya dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar.

B. Pengertian Pasar Monopoli.


Pasar monopoli bertolak belakang dengan pasar persaingan sempurna. Pasar
monopoli terdapat hanya satu penjual dipasar, dengan demikian pasar dikuasai oleh satu
penjual saja. Barang yang dijual dipasar tidak ada barang penggantinya, sehingga sulit
untuk mengalihkannya kebarang lain. Berbeda dengan pasar persaingan sempurna, pasar
monopoli perusahaan tidak bebas keluar masuk pasar karena adanya factor-faktor
penghalan untuk masuk kepasar. Ada beberapa factor yang menyebabkan terjadinya pasar
monopoli antara lain, adanya kekhususan suatu barang dibandingkan dengan barang
lainnya, barang-barang yang dihasilkan dengan sekala ekonomi dan alas an hokum atau
perundang-undangan yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan pengertian diatas, ciri-ciri
pasar monopoli adalah sebagai berikut :
1. Terdapat hanya satu penjual dipasar.
2. Tidak ada barang pengganti.
3. Ada hambatan perusahaan lain masuk pasar.
4. Perusahaan sebagai penentu harga (Price Taker)
Hambatan Masuk Pasar
Terbentuknya pasar monopoli karena adanya hambatan bagi perusahaan lain
untuk masuk pasar. Perusahaan lain masuk pasar akan mengalami kerugian, hal ini
karena adanya halangan bagi perushaan baru untuk memasuki pasar. Halangan untuk
masuk pasar dikenal dengan istilah BARRIERS TO ENTRY ini merupakan
kekukatan utama untuk diciptakan oleh monopolis.
Ada beberapa cara dalam membentuk asal monopoli antara lain, produk yang
dihasilkan adalah produk yang mempunyai kekhususan, produk yang mempunyai
sekala ekonomi, dan produk yang dilindungi hokum.
Memaksimumkan Keuntungan Pada Pasar Monopoli

Dapat dilakukan dengan menggunakan kurva, table, dan secara matematis.


Masing-masing metode ini dapat dilakukan melalui pendekatan biaya total dan
penerimaan total, dan biaya marginal dan penerimaan marginal.

C. Pengertian Oligopoli
Oligopoli merupakan bentuk pasar yang termasuk pada jenis pasar tidak
sempurna. Dalam pasar oligopoly, perusahaan-perusahaan yang ada dipasar relative
sedikit jumlahnya bila dibandingkan dengan pasar persaingan sempurna, akan tetapi lebih
banyak dari pasar monopoli. Produk yang dijual dalam pasar oligopoly adalah produk
homogen. Dari sisi permintaan akan terjadi persaingan sempurna dipasar, oleh karena itu
perushaan bertindak sebagai penerima harga. Disisi lain, apabila perusahaan berkolusi
dalam menentukan harga dan jumlah produk yang dihasilkan dan semakin kuat kolusi
mereka, maka perushaan adalah sebagai penentu harga dipasar. Semakin kuatnya kolusi
diantara perusahaan yang berkolusi tersebut, maka itu merupakan penghalang bagi
perusahaan baru untuk masuk pasar. Berdasarkan keterangan diatas, maka dapat diketahui
ciri-ciri dari pasar oligopoly adalah :
1. Terdapat sedikit persuahaan dipasar.
2. Produk yang dihasilkan adalah prorduk yang homogen.
3. Adakalanya perusahaan berpengaruh dalam menentukan harga dipasar, dan
adakalahnya perushaan sebagai penerima harga.
4. Ada sedikit penghalang bagi perushaan baru untuk masuk kepasar.
Pada dasrnya oligopoli dapat kita bedakan pada dua bentukantara lain oligopoly
bersepakat (oligopoly kolusi), dan oligopoly tidak bersepakat (oligopoly non kolusi).
Salah satu contoh oligopoli kolusi adalah kartel, oleh karena itu ologopoli kolusi
disebut juga sebagai model kartel. Untuk oligopoly bukan kolusiterdiri dari berbagai
model antara lain, model duopoly yang terdiri dari : model Cournot, model Edgeworth,
dan model Chamberlin, model kurva permintaan patah, dan model kepemimpinan harga.

D. Monopoli Dan Dimensi Etika Bisnis

Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau


mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi;
semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu
pula sebaliknya. Ciri utama pasar ini adalah adanya seorang penjual yang menguasai
pasar dengan jumlah pembeli yang sangat banyak. Ciri lainnya adalah tidak terdapatnya
barang pengganti yang memiliki persamaan dengan produk monopolis; dan adanya
hambatan yang besar untuk dapat masuk ke dalam pasar.
Etika bisnis adalah standar-standar nilai yang menjadi pedoman atau acuan
manajer dan segenap karyawan dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan
bisnis yang etik. Pasar monopoli harus memiliki etika dalam berbisnis yang baik kepada
para pembeli untuk menjual barang tersebut dengan harga yang terjangkau oleh
masyarakat yang berekonomi rendah dan pengusaha pendatang baru diberikan
kesempatan untuk masuk kedalam pasar.

E. Etika Di Dalam Pasar Kompetitif (Pasar Persaingan Sempurna)


Pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali
dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang
banyak.
Pada pasar persaingan sempurna terdapat persaingan yang ketat karena setiap
penjual dalam satu wilayah menjual barang dagangannya yang sifatnya homogen. Harga
pada pasar persaingan sempurna relatif sama dengan para pesaing usaha lainnya.
Konsumen tentu akan memilih produsen yang dinilai mampu memberikan kepuasan.
Adapun hal yang menjadi faktor kepuasan itu adalah tingkat pelayanan dan fasilitasfasilitas penunjang.
Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :
1. Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar
2. Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
3. Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
4. Jumlah penjual dan pembeli banyak
5. Posisi tawar konsumen kuat
6. Penjual bersifat pengambil harga

7. Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran


Etika-etika bisnis harus dipegang dan diaplikasikan secara nyata oleh pelaku
pasar. Selain itu, setiap negara telah mempersiapkan SDM yang berkualitas yang siap
berkompetisi. Mereka bisa menjalin kemitraan guna meningkatkan jumlah produksi dan
memenuhi satu sama lain sehingga konsumen akan tertarik untuk mengkonsumsi produk
tersebut.

F. Kompetisi Pada Pasar Ekonomi Global


Kompetisi global merupakan bertuk persaingan yang mengglobal, yang melibatkan
beberapa Negara. Dalam persaingan itu, maka dibutuhkan trik dan strategi serta teknologi
untuk bisa bersaing dengan Negara-negara lainnya. Disamping itu kekuatan modal dan
stabilitas nasional memberikan pengaruh yang tinggi dalam persaingan itu. Dalam persaingan
ini tentunya Negara-negara maju sangat berpotensi dalam dan berpeluang sangat besar untuk
selalu bisa eksis dalam persaingan itu. Hal ini disebabkan karena :
1. Teknologi yang dimiliki jauh lebih baik dari Negara-negara berkembang.
2. Kemampuan modal yang memadai dalam membiayai persaingan global sebagai
wujud investasi mereka.
3. Memiliki masyarakat yang berbudaya ilmiah atau IPTEK.
Alasan-alasan di atas cenderung akan melemahkan Negara-negara yang sedang
berkembang dimana dari sisi teknologi, modal dan pengetahuan jauh lebih rendah. Bali
sendiri kalau kita lihat masih berada diposisi yang sulit, dimana perekonomian Bali masih
didominasi oleh orang-orang asing, misalnya hotel-hotel besar, dan juga perusahaanperusahaan besar lainnya.
Kompetisi global juga menyebabkan menyempitnya lapangan pekerjaan, terutama
masyarakat lokal, karena kebanyakan pekerjaan dilakukan oleh teknologi, dan Negara-negara
maju menjadi pemasok kebutuhan-kebutuhan, sehingga kita cuma bisa menikmati hasil yang
sudah disuguhkan secara cantik yang sebenarnya merupakan ancaman yang sangat besar bagi
bangsa kita. Dilain sisi, lahan pertanian juga akan semakin menyempit. Dengan SDM yang
kuat, kita akan mampu menghadapi persaingan di Masyarakat Ekonomi ASEAN, katanya

Anda mungkin juga menyukai