Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kesadaran penduduk akan pentingnya sungai merupakan salah satu hal yang penting,
Karena dengan kesadaran tersebut masyarakat dapat menjaga dan melestarikan sungai tanpa
paksaan dari pihak manapun sehingga sungai-sungai di Indonesia menjadi terawat dan terjaga
kelestariannya yang dapat dimanfaatkan manusia untuk mensejahterakan kehidupannya.
Pencemaran sungai adalah tercemarnya air sungai yang disebabkan oleh limbah
industri, limbah penduduk, limbah peternakan, bahan kimia dan unsur hara yang terdapat
dalam air serta gangguan kimia dan fisika yang dapat mengganggu kesehatan manusia.
Menurut SK menteri Kependudukan Lingkungan Hidup no. 02/MENKLH/1988.
Pencemaran air adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan / atau
berubahnya tatanan (komposisi air) oleh kegiatan manusia dan proses alam sehingga kualitas
air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukanya.
Pada hakikatnya antara aktifitas manusia dan timbulnya pencemaran terdapat hubungan
melingkar berbentuk siklus. Agar dapat hidup dengan baik manusia beradaptasi dengan
lingkunganya dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia mengembangkan teknologi,
akibat sampingan dari pengembangan teknologi adalah bahan pencemaran yang menyebabkan
terjadinya pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan ini merupakan stimulus agar
manusia menyesuaikan diri terhadap lingkungan.

BAB II
PEMBAHASAN
Pencemar sungai dapat diklasifikasikan sebagai organik, anorganik, radioaktif, dan
asam/basa. Saat ini hampir 10 juta zat kimia telah dikenal manusia, dan hampir 100.000 zat
kimia telah digunakan secara komersial. Kebanyakan sisa zat kimia tersebut dibuang ke badan
air atau air tanah. Pestisida, deterjen, PCBs, dan PCPs (polychlorinated phenols), adalah salah
satu contohnya. Pestisida dgunakan di pertanian, kehutanan dan rumah tangga. PCB, walaupun
telah jarang digunakan di alat-alat baru, masih terdapat di alat-alat elektronik lama sebagai
insulator, PCP dapat ditemukan sebagai pengawet kayu, dan deterjen digunakan secara luas
sebagai zat pembersih di rumah tangga.
Sebab-Sebab Terjadinya Pencemaran Sungai
1. Berkembangnya industri-industri di Indonesia
Saat ini industri-industri di Indonesia semakin berkembang, baik jumlah, teknologi,
tingkat produksi maupun limbah yang di hasilkan. Industri-industri khususnya yang berada di
dekat aliran sungai cenderung akan membuang limbahnya ke dalam sungai yang dapat
mencemari ekosistem air, karena pembuangan limbah industri ke dalam sungai dapat
menyebabkan berubahnya susunan kimia, bakteriologi, serta fisik air. Polutan yang di hasilkan
oleh pabrik dapat berupa:

Logam Berat: timbal, tembaga, seng dll.


Panas: air yang tinggi temperaturnya sulit menyerap oksigen yang pada akhirnya akan

mematikan biota air.


2.

Belum tertanganinya pengendalian limbah rumah tangga


Limbah rumah tangga yang belum terkendali merupakan salah satu faktor yang

menyebabkan pencemaran lingkungan khususnya air sungai. Karena dari limbah rumah tangga
dihasilkan beberapa zat organik dan anorganik yang dibuang dan dialirkan melalui selokanselokan dan akhirnya bermuara ke sungai. Selain dalam bentuk zat organik dan anorganik, dari
limbah rumah tangga bisa juga membawa bibit-bibit penyakit yang dapat menular pada hewan
dan manusia sehingga menimbulkan epidemi yang luas di masayarakat.
2

3. Pembuangan limbah pertanian tanpa melalui proses pengolahan.


Limbah pertanian biasanya dibuang ke aliran sungai tanpa melalui proses pengolahan,
sehingga dapat mencemari air sungai karena limbah pertanian mengandung berbagai macam
zat pencemar seperti pupuk dan pestisida.
Penggunaan pupuk di daerah pertanian akan mencemari air yang keluar dari pertanian karena
air ini mengandung bahan makanan bagi ganggang dan tumbuhan air seperti enceng gondok
sehingga ganggang dan tumbuhan air tersebut mengalami pertumbuhan dengan cepat yang
dapat menutupi permukaan air dan berpengaruh buruk pada ikan-ikan dan komponen
ekosistem biotik lainnya.
Penggunaan pestisida juga dapat menggagu ekosistem air karena pestisida bersifat toksit
dan akan mematikan hewan-hewan air, burung dan bahkan manusia.
4. Pencemaran air sungai karena proses alam
Proses alam juga berpengaruh pada pencemaran air sungai misalnya terjadinya gunung
meletus, erosi dan iklim.
Gunung meletus dan erosi dapat membawa berbagai bahan pencemaran salah satunya
berupa endapan/sediment seperti tanah dan lumpur yang dapat menyebabkan air menjadi
keruh, masuknya sinar matahari berkurang, dan air kurang mampu mengasimilasi sampah.
Iklim juga berpengaruh pada tingkat pencemaran air sungai misalnya pada musim kemarau
volume air pada sungai akan berkurang, sehingga kemampuan sungai untuk menetralisir bahan
pencemaran juga berkurang.
Dari uraian penyebab pencemaran air sungai di Indonesia diatas, bahan pencemarannya
dapat dikelompokkan menjadi:
1.

Sampah yang dalam proses penguraiannya memerlukan oksigen yaitu sampah yang
mengandung senyawa organik, misalnya sampah industri makanan, sampah industri
gula tebu, sampah dari tanaman air seperti enceng gondok yang mati, sampah rumah
tangga (sisa-sisa makanan, kotoran manusia dan kotoran hewan ternak), dll. Untuk
proses penguraian sampah-sampah tersebut memerlukan banyak oksigen, sehingga
apabila sampah-sampah tersebut berada di dalam air, maka perairan tersebut akan
kekurangan oksigen.

2.

Bahan pencemar penyebab terjadinya penyakit yaitu bahan pencemaran yang


mengandung virus dan bakteri misal bakteri coli. Bahan pencemar ini berasal dari

3.

limbah rumah tangga, limbah rumah sakit atau dari kotoran hewan/manusia.
Bahan pencemar senyawa organik/mineral misalnya logam-logam berat seperti
merkuri (Hg), cadmium (Cd), timah hitam (Pb), tembaga (Cu), garam-garam

4.

anorganik.
Bahan pencemar organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yaitu
senyawa organik yang berasal dari pestisida, herbisida, polimer seperti plastik,

5.

deterjen, serat sintesis, limbah industri dan limbah minyak.


Bahan pencemar berupa makanan tumbuh-tumbuhan seperti senyawa nitrat dan

6.

senyawa fosfat.
Bahan pencemar berupa zat radioaktif yang biasanya berasal dari limbah PLTN dan

7.

dari percobaan- percobaan nuklir lainnya.


Bahan pencemar berupa endapan/sedimen seperti tanah dan lumpur akibat erosi pada
tepi sungai atau partikulat-partikulat padat/lahar yang disemburkan oleh gunung

8.

berapi yang meletus.


Bahan pencemar berupa kondisi (misalnya panas), berasal dari limbah pembangkit
tenaga listrik atau limbah industri yang menggunakan air sebagai pendingin.

Dampak-Dampak Pencemaran Air Sungai


1. Meracuni sumber air minum
Misalnya air yang tercemar oleh logam-logam berat yang masuk ke dalam
tubuh melalui minuman dapat tertimbun dalam organ-organ tubuh seperti ginjal,
hati, limpa, saluran pencernaan lainnya sehingga mengganggu fungsi organ
tubuh tersebut.
Selain itu pencemaran yang disebabkan oleh zat radioaktif dapat menyebabkan
penyakit kanker serta merusak sel dan jaringan tubuh lainnya.
1. Mengakibatkan penularan penyakit
Yaitu air yang tercemar oleh virus dan bakteri. Misalnya bakteri coli yang dapat
menyebabkan penyakit saluran pencernaan (disentri, kolera, diare, types) atau
penyakit kulit.
2. Merusak ekosistem air (membunuh ikan-ikan dan organisme dalam air lainnya)
Yaitu disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya:
Disebabkan karena penguraian sampah organik yang dalam penguraiannya
memerlukan banyak oksigen sehingga kandungan oksigen dalam air menjadi
4

semakin sedikit yang mengakibatkan ikan-ikan dan organisme dalam air


kekurangan oksigen dan akhirnya mengakibatkan kematian.
Bahan pencemaran organik yang tidak dapat diuraiakan oleh mikroorganisme
sehingga akan menggunung dan mencemari air sungai yang dapat mengganggu
kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup di dalamnya.
Bahan

pencemaran

berupa

makanan

tumbuh-tumbuhan

yang

dapat

menyebabkan tumbuhnya alga (ganggang) dan tumbuhan air separti enceng


gondok dengan pesat sehingga menutupi permukaan air yang mengakibatkan
kadar oksigen dan sinar matahari berkurang karena terhalang dan tidak dapat
masuk ke dalam air sehingga mengganggu kehidupan akuatik (organisme, ikan,
dan tanaman dalam air).
Bahan pencemaran berupa kondisi (misalnya panas) yang menyebabkan suhu
air meningkat sehingga tidak sesuai untuk kehidupan akuatik. Tanaman, ikan
dan organisme yang mati ini akan terurai menjadi senyawa-senyawa organik
yang dalam proses penguraiannya memerlukan banyak oksigen sehingga terjadi
penurunan kadar oksigen dalam air.
Bahan pencemaran berupa endapan/sedimen yang menyebabkan air menjadi
keruh, masuknya sinar matahari berkurang, air kurang mampu mengasimilasi
sampah sehingga mengganggu kehidupan akuatik.
3. Mengakibatkan terjadinya bencana alam
Seperti banjir yang diakibatkan karena tersumbatnya aliran sungai oleh sampah
masyarakat sehingga merugikan kehidupan masyarakat itu sendiri dan makhluk
hidup lain di sekitarnya.
Upaya Mengatasi Pencemaran Air Sungai
1. Melestarikan hutan di hulu sungai
Agar tidak menimbulkan erosi tanah disekitar hulu sungai sebaiknya pepohonan tidak
digunduli atau ditebang atau merubahnya menjadi areal pemukiman penduduk. Dengan adanya
erosi otomatis akan membawa tanah, pasir, dan sebagainya ke aliran sungai dari hulu ke hilir
sehingga menyebabkan pwendangkalan sungai.
2. Tidak buang air di sungai

Buang air kecil dan air besar sembarangan adalah perbuatan yang salah. Kesan pertama
dari tinja atau urin yang dibuan sembarangan adalah bau dan menjijikan. Tinja juga merupakan
medium yang paliang baik untuk perekembangan bibit penyakit dari yang ringan sampai yang
berat, oleh karena itu janganlah buang air besar sembarangan khususnya di sungai.
3. Tidak membuang sampah di sungai
Sampah yabng dibuang sembarangan di sungaiakan menyababkan aliran air di sungai
terhambat. Selain itu juga sampah akan menyebabkan sungai cepaa dangkal dan akhirnya
memicu terjadinya banjir di musim penghujan sampah juga membuat sungai tampak kotor
menjijnikan dan terkontaminasi
4. Tidak membuang limbah rumah tangga dan industri
Tempat yang paling mudah untuk membuang limbah industri atau limbah rumah tangga
berupa cairan adalah dengan mambuangnya kesungai. Limbah yang dibuang secara asal-asalan
tentu saja dapat menimbulkan pencemaran mulai dari bau yang tidak sedap, oencemaran air
gangguan penyakit kulit serta masih banyak lagi.
5. Membangun PAL
PAL berfungsi untuk menyaring limbah-limbah rumah tangga yang akan dibuang ke
sungai sehingga limbah yang masuk ke sungai sudah tidak berbahaya lagi dan
dapatmengurangi pencemaran
6. Kampanye dan Sosialisasi Cinta Sungai
Cintai Sungai Anda adalah suatu kampanye yang bertujuan untuk menyoroti hubungan
antara kesehatan sungai dan ppenggunaan air sehingga masyarakat dapat mengerti dan
menghargai nilai air dan mengambil tindakan untuk memperbaiki sungai dan lingkungan yang
ada di sekitar mereka.

BAB III
PENUTUP
6

Kesimpulan Dan Saran


1.
2.

Pencemaran air sungai dapat merubah tatanan (komposisi) air ke dalam aliran sungai.
Pencemaran air sungai di Indonesia pada dasarnya disebabkan oleh perilaku manusia

3.

yang kurang bertanggung jawab.


Pencemaran air sungai di Indonesia membawa banyak dampak buruk yang dapat

4.

membahayakan kehidupan makhluk hidup.


Secara garis besar cara mencegah pencemaran air sungai di Indonesia adalah
menyadarkan masyarakat Indonesia itu sendiri akan pentingnya air sungai bagi
makhluk hidup serta dampak buruk yang ditimbulkan jika air sungai tercemar.
Sehingga mereka mau menjaga dan merawat aliran sungai dengan penuh kesadaran.
Melihat banyak dan bahayanya dampak negatif yang ditimbulkan dari pencemaran air

sungai maka masyarakat Indonesia diharapkan dapat menjaga dan melestarikan air sungai
dengan penuh kesadaran agar air sungai tersebut tidak tercemar dan dapat berguna serta
bermanfaat bagi seluruh makhluk hidup.
Selain itu harusnya dipertegas lagi peraturan mengenai lingkungan agar tidak ada lagi
yang mencemari sungai yang dapat merugikan seluruh orang.

DAFTAR PUSTAKA

http://lib.uin-malang.ac.id/thesis/chapter_ii/07640002-afifatuz-zakiyyah.ps
7

http://weblogask.blogspot.com/2012/05/pencemaran-sungai-pengertian-penyebab.html
http://alamendah.wordpress.com/2010/09/27/penyebab-dan-dampak-pencemaran-air-

oleh-limbah-pemukiman/
http://www.anneahira.com/cara-mencegah-pencemaran-air.htm
http://www.anneahira.com/cara-penanggulangan-pencemaran-air.htm

Sjarief, Roestam. 2001. Arah Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Air. Makalah


disajikan.dalamDiseminasi Konsep Pengelolaan Sumberdaya Air dalam Satuan
Wilayah Sungai (BWRM). Padang,November 2001.