Anda di halaman 1dari 66

ANESTESI INHALASI

R.K STOELTING

NITROUS OXIDE

Berat molekul rendah.


Sedikit berbau manis.
Tidak mudah terbakar.
Potensi larut dalam darah rendah
( 0,46 )
tekanan parsial dalam alveolar dan
otak
cepat tercapai.
Efek analgesik sangat menojol
( kuat ) ,tapi
relaksasi otot minimal.
Tidak mempengaruhi pengukuran polarogra
fik PO2.
Efek samping yang timbul terkait dengan

HALOTAN

Cairan yang tidak terbakar pada suhu


kamar.
Baunya manis dan tidak tajam.
Kelarutan dalam darah sedang
(intermedia
te ).
Onset dan sadar cepat tercapai.
Penyimapanan menggunakan zat tambahan
( Thymol ) untuk mencegah oksidasi
spontan.
Dekomposisi menghasilkan HCl, HBr, Cl, Br,
phosgene.

ENFLURAN

Cairan yang tidak terbakar pada suhu


kamar.
Bau tajam seperti eter.
Kelarutan dalam darah sedang
(intermediate)
Onset cepat dan sadar cepat.

DESFLURANE

Berbau tajam induksi inhalasi tidak nyaman


Iritasi jalan nafas, produksi lendir me ,
Pasien tahan nafas , batuk , laringospasme.
Menghasikan konsentrasi CO tertinggi.
Koefisien partisi gas-darah 0,46 dan MAC 6%
tekanan parsial alveolar cepat tercapai
Pasien bangun seketika begitu agen
dihentikan.
Kelarutan dalam darah rendah.
Perbedaan dengan isoflurane terletak pada
subtitusi fluorine dengan chlorine.

Penggantian dengan chlorine

mengakibatkan :
- meningkatnya tekanan gas.
- meningkatnya stabilitas molekul.
- menurunkan potensi

Potensi desflurane 5 kali lebih kecil dari isoflura

SEVOFLURANE

Koefisien partisi gas-darah : 0,69.


Onset cepat dan sadar cepat.
Bau minimal dan tidak tajam
Mempunyai efek bronkodilatasi.
Paling ringan sifat iritasi jalan nafasnya.
Dapat untuk induksi inhalasi.
Hasil metabolisme : flouride inorganik
dan hexafluorousopropanol.
Tidak membentuk CO .
Hasil degradasi dapat mengakibatkan
cedera pada tubular proksimal ginjal.

XENON

MAC 71%
Tidakmeledak
Sedikit bau dan tidak tajam.
Depresi kardia minimal.
Tidak berbahaya bagi lingkungan.
Koefisien partisi gas-darah : 0,14

EFEK PADA SISTEM SYARAF


PUSAT

Gangguan mental tidak terdeteksi pada


inhalasi N2O 0,16% dan halotan
0,0016%
Tidak menyebabkan amnesia retrograd
dan gangguan fungsi intelektual.
Agen yang me aliran darah otak juga
dapat me tekanan intra kranial pada
pasien dengan SOL ( Space Occupying
Lesions )

Elektroencephalogram

Pada konsentrasi < 0,4 MAC meningkatkan


frekuensi dan voltase pada EEG.
Kebutuhan oksigen untuk metabolisme
cerebral mulai meningkat pada 0,4 MAC
fase transisi dari sadar menjadi tidak sadar.
Pada konsentrasi mendekati 1 MAC
penurunan frekuensi dan voltase maksimum
pada EEG.
Isofluran: pada konsentrasi 1,5 MAC
,gambaran EEG nya penuh dengan supresi
dan pada 2 MAC gambaan elektrik tenang .
Hal ini tidak tampak pada penggunaan
enflurane.

Aktifitas Kejang

Enfluran menimbulkan frekuensi cepat dan


voltase tinggi pada gambaran EEG.
Pada keadaan :
- pemberian Enflurane > 2 MAC
- Hiperventilasi untuk menurunkan PaCO2
- rangsangan suara berulang
dapat mencetuskan aktifitas kejang
Isofluran tidak membangkitkan akifitas
kejang pada kodisi anestesi dalam,
hipokapni atau pada rangsangan suara
berulang.
Menekan timbulnya kejang yang
diakibatkan oleh flurothyl.

Desfluran dan Sevofluran seperti Isofluran.


Sevofluran dapat mensupresi kejang yang
ditim
bulkan oleh lidokain.
Pemberian N2O dapat meningkatkan
aktifitas mo
torik klonus dan opistotonus
Dapat timbul kejang akibat ketergantungan
N2O.

Aliran Darah Otak

Pemberian anestesi inhalasi pada keadaan


normokapnia dengan konsentrasi > 0,6
MAC menimbulkan:
- vasodilatasi cerebral.
- menurunkan resistensi vaskuler
cerebral.
- meningkatkan aliran darah otak
(bersamaan terjadi penurunan
kebutuhan me
tabolik cerebral)

Peningkatan terbesar aliran darah otak pada p


berian Halotan.
Intermediate Enfluran.
Minimal
Isofluran.

Pada pemberian halotan dengan N2O pada p


en dengan SOL intrakranial terjadi peningkat
CBF regional 166%, dengan enfluran 35% da
isofluran tidak ada perubahan.

N2O juga meningkatkan CBF tapi terbatas p


konsentrasi >1 MAC

Pada CBF yang meningkat , kebutuhan


oksigen ce
bral juga relatif meningkat pada pemberian
selama
4 jam pada pemberian halotan, isofluran dan
sevo
fluran.
Isofluran memiliki kapabilitas terbesar dalam
mem
pertahankan kebutuhan oksigen metabolik
cerebral
dari pengaruh peningkatan CBF.
Kenaikan tekanan darah sistemik sedikit
mempenga

Kebutuhan Oksigen Metabolik


Cerebral.

Anestesi inhalasi menurunkan kebutuhan


oksigen metabolik serebral, terbesar karena
isofluran.

Isofluran dapat menimbulkan kenaikan CBF


yang yang tak terduga pada pasien yang
telah turun konsumsi oksigen metabolik
cerebral karena pengaruh obat yang lain.

Sevofluran dan Desfluran dapat


menurunkan kebutuhan oksigen metabolik
cerebral sama seperti isofluran.

Proteksi Cerebral

Isofluran memberikan proteksi dari


iskemia cerebral regional inkomplit
selama carotid endarterectomy.

Penggunaan inhalasi isofluran yang


mengakibatkan hipotensi kendali
pada klip aneurisma cerebral
menunjukkan suplai-kebutuhan
oksigen secara umum dapat
mengalami perubahan.

Tekanan Intrakranial

Anestesi inhalasi mengakibatkan


kenaikan tekanan intrakranial.
Hiperventilasi untuk menurunkan
PaCO2 sekitar 30 mmHg untuk melawan
kecenderungan kenaikan tekenan
intrakranial oleh agen inhalasi.
Pada penggunaan enfluran, hiperventila
si dapat meningkatkan resiko terjadinya
kejang.
N2O sedikit meningkatkan ICP diban
dingkan dengan agen yang lain.

Produksi Cairan
Serebrospinal

Enfluran meningkatkan produksi dan


resistensi reabsorpsi LCS, yang akan
menimbulkan peningkatan tekanan
intrakranial.

Isofluran tidak mempengaruhi produksi


LCS.
Menurunkan resistensi reabsorpsi LCS.

N2O tidak mempengaruhi produksi LCS.

EFEK PADA SIRKULASI

1.
2.

3.

Meliputi efek pada :


Kontraktilitas miokard.
Tonus otot polos pembuluh darah
perifer.
Aktifitas sistem saraf otonom.

Tekanan Arteri Rata-Rata


( Mean Arterial Pressure )

Halotan, Isofluran, Desfluran dan Sevofluran


menurunkan MAP.
Penambahan N2O akan lebih menurunkan
tekanan darah.
Pada pemberian Halotan, penurunan tekanan
darah akan diikuti dengan penurunan
kontraksi miokard dan curah jantung.
Penurunan tekanan darah pada pemberian
isofluran, desfluran dan sevofluran, secara
prinsipal diakibatkan oleh penurunan
resistensi pembuluh darah sistemik.

Denyut Jantung

Isofluran,desfluran,dan sevofluran tetapi


tidak dengan halotan, meningkatkan
denyut jantung.
Peningkatan aktifitas saraf simpatis juga
mempengaruhi efek peningkatan
denyut jantung oleh anestesi inhalasi.
Depresi sinus karotis denyut jantung
tidak meningkat meskipun tekanan
darah turun pada pemberian halotan.
Halotan juga menurunkan kecepatan
hantaran impuls jantung melalui AV
node dan serabut Purkinye.

Pada neonatus ,pemberian isofluran akan


mele
mahkan respon refleks sinus karotis tapi
tidak
meningkatkan denyut jantung.
N2O juga menekan refleks sinus karotis
,tapi
efek yang timbul sulit ditentukan karena
poten
sinya terbatas dan adanya penggunaan
obat dan

Curah Jantung dan Stroke


Volume

Halotan menurunkan curah jantung


Sevoluran juga menurunkan curah jantung
pada 1 dan 1,5 MAC, tapi pada 2 MAC curah
jantung kembali mendekati nilai normal.
Pada bayi,efek penurunan curah jantung
oleh sevofluran < halotan.
Untuk semua agen inhalasi, penurunan
stroke volume berkisar antara 15% hingga
30%.
Peningkatan sedang curah jantung terjadi
pada pemberian N2O,mungkin ini karena
efek simpatomimetik yang ditimbulkannya.

Semua agen inhalasi mendepresi


kontraktilitas mio
kard tergantung dosis yang diberikan.
Efek depresi miokard oleh N2O, dari efek
agen inhalasi yang lain.
Percobaan pada binatang menunjukkan
isofluran memiliki safety margin yang lebar
antara dosis yang menimbulkan keadaan
teranestesi sampai terjadinya
kolaps kardivaskular.

Tekanan Atrium Kanan

Kecuali sevofluran; halotan,


isofluran, dan desfluran
meningkatkan tekanan atrium kanan
(Tekanan Vena Sentral ).
Efek vasodilatasi perifer dari agen
inhalasi akan meminimalkan efek
depresi miokard pada atrium kanan.
N2O juga meningkatkan tek.atrium
kanan (efek simpatomimetik).

Resistensi Vasculer Sistemik

Kecuali halotan; isofluran, desfluran, dan


sevofluran menurunkan resistensi
vaskuler sistemik.
Penurunan resistensi vaskuler sistemik
penurunan tekanan darah.
N2O tidak merubah resistensi vaskuler
sistemik.
Penurunan resistensi meningkatkan aliran
darah otot rangka dan cutaneus.
Akibat dari keadaan ini terjadi :

1. Kelebihan perfusi oksigen.


2.Peningkatan kehilangan panas
tubuh.
3.Memperbesar daya transport obat.
N2O menyebabkan konstriksi
pembuluh da
rah cutaneus.

Resistensi Pembuluh
Pulmonal

Anestesi volatil sedikit atau tidak


mempengaruhi otot polos pembuluh
pulmonal.
N2O meningkatkan resistensi
pembuluh pulmonal pada pasien
yang sebelumnya menderita
hipertensi pulmonal.
Pada penderita penyakit jantung
kongenital, peningkatan resistensi
pembuluh pulmonal akibatnya
sangat berbahaya.

Lamanya Pemberian
Pemberian volatil 5 jam atau lebih akan
menimbulkan pemulihan dari efek
depresi.
Setelah pemberian 5 jam :
- denyut jantung tetap meningkat
- tekanan darah tidak berubah
- curah jantung meningkat akibat dari
penu
runan resistensi vaskuler sistemik.
kejadian sering terjadi pada pemberian
halo
tan daripada isofluran/

Disritmia Jantung

Anestesi inhalasi memiliki kemampuan


menurunkan dosis epineprin untuk
menimbulkan disritmia .
Halotan memiliki kemampuan
terbesar.
Halotan dan Isofluran memperlambat
pelepasan impuls di SA Node dan
memperpanjang waktu konduksi di
serabut Purkinye dan ventrikel..

Pernafasan Spontan

Terjadi stimulasi sistem saraf


simpatis akibat dari akumulasi
CO2.
CO2 kemungkinan mempunyai
efek relaksasi pada otot polos
pembuluh darah perifer.
Meningkatkan venous return.

Aliran Darah Koroner

Menimbulkan vasodilatasi koroner.


Isofluran melebarkan pembuluh koroner
kecil dapat terjadi maldistribusi aliran
darah dari bagian yang iskemi ke bagian
yang tidak iskemi coronary steal
syndrome.
Dilaporkan adanya kejadian iskemia
miokard pada pemberian N2O Isofluran.
Laporan terakhir menyimpulkan
pemberian Isofluran tidak meningkatkan
resiko iskemia miokard pada pasien
dengan penyakit ..

pembuluh koroner selama hemodinamik


terjamin
baik.
Desfluran dan Sevofluran tidak memvasodi
latasi arteri koroner.
Pemberian opioid dan antagonis beta
adrenergik bisa meminimalkan perubahan
keseimbangan antara kebutuhan oksigen
miokard dengan pasokan yang ada.

Respon Neurosirkulasi

Desfluran , inhalasi terbaik untuk mengatasi


kenaikan tekanan darah dan denyut jantung
tiba-tiba akibat stimulasi tindakan bedah.
Isofluran meningkatkan aktifitas sistem saraf
simpatis dan sktifitas renin-angiotensin dan
menyebab kan meningkatnya tekanan arteri
rata-rata (MAP) dan denyut jantung.
Respon neurosirkulasi tidak didapat pada
pemberian sevofluran.
Fentanyl atau esmolol atau clonidin
melemahkan respon kardiovaskuler terhadap
kenaikan konsentrasi desfluran.

Penyakit Penyerta
dan
Terapi Medikamentosa

Pada penderita penyakit koroner,pembe


rian 40 % N2O dapat menimbulkan de
presi miokard.
Hipoksemia arterial dapat memperbesar
efek depresi jantung pada pemberian anestesi
volatil.
Obat-obatan yang mempengaruhi aktifitas
simpatis dapat mempengaruhi tingkatan efek
sirkulasi dari anestesi volatil.
Ca chanel bloker mengurangi kontraktilitas
miokard dan mengakibatkan jantung lebih
mudah terpengaruh efek depresi dari anestesi
volatil.

Mekanisme Efek sirkulasi.

Mekanisme efek depresi anestesi volatil:


1.depresi miokard langsung.
2.inhibisi simpatis outflow.
3.blokade ganglion otonom perifer.
4.melemahkan aktifitas refleks sinus karotis.
5.penurunan siklus adenosin monophospat.
6.mengurangi pelepasan katekolamin.
7.mengurangi masuknya ion kalsium
kedalam
kanal.

N2O stimulasi sedang simpatomimetik :


a.Peningkatan konsentrasi katekolamin
plasma.
b.Midriasis.
c.Peningkatan suhu tubuh.
d.Diaporesis.
e.Peningkatan tekanan atrium kanan.
f. Vasokonstriktor sirkulasi sistemik dan
sirkulasi
pulmonal.
efek lebih jelas bila digabung dengan
halotan
.
N2O dengan opioid depresi sirkulasi lebih
kuat :

EFEK PADA VENTILASI


Pola Pernafasan.

Kecuali isofluran;
meningkatkan frekuensi nafas.
Pada 1 MAC isofluran meningkatkan frek.
nafas, tapi > 1 MAC tidak terjadi lagi
peningkatan/penambahan frek. nafas.
N2O pada >1 MAC lebih meningkatkan
frek.nafas dibandingkan dengan yang
lain, juga menstimulasi reseptor
regangan pada paru.

Menurunkan volume tidal pernafasan ce


dan dangkal pada anestesi umum.
Menurunkan ventilasi semenit dan mening
kan PaCO2.

Respon Ventilasi
terhadap CO2

Menurunkan respon ventilasi terhadap


CO2
Meningkatkan PaCO2
Desfluran dan Sevofluran mendepresi
ventilasi
apnea ( antara 1,5 dan 2 MAC )
N2O tidak meningkatkan PaCO2.

Stimulasi Bedah

Meningkatkan ventilasi semenit (40%)


Menurunkan PaCO2 (10%)

Lama Pemberian
Setelah 5 jam pemberian anestesi
inhalasi , peningkatan PaCO2 lebih
rendah
dibandingkan dengan pemberian
sela

Mekanisme Depresi.

Peningkatan PaCO2 menekan


langsung pusat ventilasi di medula.
Mempengaruhi fungsi otot-otot
intercostal stabilitas dinding dada
hilang mengganggu pengembangan
dada dan turunnya diapragma yang
cenderung menyebabkan kolapsnya din
ding dada ke dalam saat inspirasi
penurunan volume paru terutama
kapasitas residu fungsional.
Sevofluran depresi medula dan
diapragma

Pengelolaan Depresi
Ventilasi
Peningkatan PaCO2 hingga 50 mmHg
akibat efek depresi ventilasi, hanya
dapat dikurangi menjadi 45 46
mmHg dengan ventilasi bantu
sebelum apnea terjadi.

Respon Ventilasi Terhadap


Hipoksemia

Anestesi inhalasi menekan respon dari ba


karotis terhadap hipoksemia.

Anestesi inhalasi juga melemahkan efek sine


dari hipoksemia arteri dan hiperkapnia dalam
menstimulasi ventilasi.

Resistensi Jalan
Nafasmerelaksasi otot polos jalan nafas.
Halotan
Tapi mekanisme utama dari agen inhalasi
dalam
merelaksasi otot polos jalan nafas melalui
penu
runan tonus vagal.
Sevofluran dan desfluran telah diberikan
pada pasi

N2O menurunkan kapasitas residu fungsion

Aliran Darah Hepar


Pada hewan, pemberian isofluran
menurunkan aliran vena porta dan
meningkatkan aliran darah darah arteri
hepatika. Sedangkan pemberian halotan
kenaikan aliran darah arteri hepatika tidak
mempengaruhi aliran vena porta.
transport oksigen lebih baik pada pemberian
isofluran .
Efek pemberian desfluran dan sevofluran
mirip dengan isofluran.

Gangguan hati terutama diakibatkan


oleh hipoksia hepatosit.
Klirens Obat
Mekanisme anestesi inhalasi
terhadap klirens obat dengan:
- menurunkan aliran darah hepar.
- menghambat enzim-enzim untuk
meta
bolisme obat.
Halotan tidak menghambat klirens
morfin.

Tes Fungsi Hepar.

Terjadi peningkatan sementara kadar


alanin aminotransferase pada pemberian
enfluran dan desfluran.

Hepatotoksik.

Disfungsi hepar post operatif terjadi


terutama pada pemberian halotan, akibat
dari tidak adequatnya oksigenasi hepatosit.
Pada penderita penyakit hepar seperti
sirosis, anestesi inhalasi akan menimbulkan
efek yang sangat berbahaya.

Halotan hepatitis.
Faktor resiko :
Wanita
Obesitas
Usia paruh baya
Terpapar berulang ulang
-Terdapat peningkatan kadar IgG pada penderita
hepatitis karena halotan akibat reaksi antigen an
tibodi.
-Puasa memperbesar efek hepatotoksik dari anes
tesi inhalasi.

Enfluran , Isofluran , Desfluran


mengalami metabolisme oksidatif oleh
sitokrom P-450.
Mekanisme timbulnya efek hepatotoksik
mirip
dengan halotan tapi derajatnya lebih
rendah.
Efek hepatotoksik halotan paling kuat,
enfluran menengah dan isofluran
jarang/lemah.
Desfluran paling aman untuk hepar.

Sevofluran tidak mengalami


metabolisme
menjadi asetil halide.
-Sevofluran tidak menimbulkan
proses
imun yang menimbulkan efek
hepato
toksik dan reaksi silang pada
pasien
yang mendapat halotan
sebelumnya.

EFEK PADA GINJAL

Akibat pengaruh pada tekanan


darah dan kardia output
menurunkan aliran darah ginjal,
laju filtrasi glomerulus (GFR), dan
produksi urin.

Halotan tidak merubah


autoregulasi aliran darah ginjal.

Nephrotoksisitas akibat
Fluoride.
Pertama kali ditemui pada pemberian
metoksiflu
ran akibat pembentukan fluoride inorganik
> 40 um/ liter.
Untuk anestesi inhalasi lain : > 50 um/liter
Neprotoksisitas:
- poliuri
- hipernatremi
- hiperosmolaritas
- peningkatan kreatinin plasma
- ketidakmampuan pemekatan urin

Sevofluran
Pemberian sevofluran yang lama
tidak mengganggu fungsi
pemekatan ginjal. Tapi dilaporkan
juga terjadi gangguan fungsi
pemekatan urin dan peningkatan
ekskresi N-asetilglucosmide
(NAG),dan terjadi peningkatan
konsentrasi fluoride inorganik >50
um/liter.
NAG indikator terjadinya cedera
tubulus proksimal ginjal.
Kadar BUN dan kreatinin plasma

Disimpulkan pada pemberian


sevofluran pada pasien tanpa
penyakit ginjal tidak menimbulkan
kerusakan ginjal yang signifikan.

Neprotoksisitas Vinyl Halide.

Penyerap CO2 bereaksi dengan


sevofluran Compound A ( Neprotok
sin)
Dibutuhkan minimal 2 ltr/menit aliran
gas segar untuk mengurangi konsentra
si Compound A

EFEK PADA OTOT RANGKA


Neuromuscular Junction
- Memperbesar efek obat blok
neuromus
kular.
- Enfluran, isofluran, desfluran dan
sevofluran > halotan.
- N2O tidak mempotensiasi efek
obat blok neuromuskular.

Hipertermi Maligna.

Dapat mencetuskan hipertemi


maligna;
halotan paling poten, N2O paling
lemah.

EFEK OBSTETRIK

Menurunkan kontraktilitas otot polos


uterus dan aliran darah.
Cepat menembus plasenta tapi dengan
cepat dikeluarkan melalui pernafasan
pada bayi yang baru lahir.

RESISTENSI TERHADAP
INFEKSI

N2O menghambat fagositesis oleh


sel leukosit polimorfonuklear.

EFEK PADA GENETIK

Enfluran, isofluran, desfluran,


sevofluran dan N2O tidak
mempunyai efek mutagen dan
karsinogen.
N2O dilaporkan dapat menyebabkan
aborsi

FUNGSI SUMSUM TULANG

Pemberian N2O dalam jangka waktu


lama mengakibatkan perubahan pada
megaloblastik dan agranulositosis.

NEUROPATI PERIFER

Inhalasi N2O kronis bukan untuk


untuk tujuan klinis dapat
mengakibatkan neuropati
( Sensorimotor Polyneurophaty)

KEBUTUHAN OKSIGEN TOTAL


TUBUH

Anestesi inhalasi menurunkan


kebutuh-an oksigen tubuh.
Kebutuhan oksigen jantung jelas
menurun dibandingkan dengan organorgan yang lain.

Faktor-faktor yang mempngaruhi


metabolisme

Struktur Kimia
Ikatan pada ether dan karbon halogen
merupakan tempat terjadinya metabolisme.

Aktifitas Enzim Hepar.


Sitokrom P-450 merupakan enzim yang
berperan
dalam metabolisme agen inhalasi.
Konentrasi dalam darah.
Anetesi inhalasi yang kelarutannya dalam
darah dan jaringan tidak tinggi cenderung
lebih cepat keluar melalui paru-paru.
Genetik
Faktor genetik mempunyai peranan yang
sangat penting dalam metabolisme.

Metabolisme Anestesi
Inhalasi
N2O

Lebih kurang 0,004% yang


diabsorpsi metabolisme menjadi
nitrogen di dalam sal. cerna.
Halotan
15 20 % Metabolisme
oksidasiasam trifluro
asetat,chlorida, dan bromida.
Trifluoroasetil halide bergabung
dengan protein mikrosom hepar
menstimulasi pembentukan antibodi.

Enfluran
3 % yang diabsorpsi metabolisme
oksidasi oleh enzim sitokrom P-450
floride inorganik dan campuran
floride organik.
Hasil metabolisme membentuk
neoantigen pada pasien yang sensitif.
Isofluran
0,2 % yang diabsorpsi
metabolisme oksidatif oleh enzim
sitokrom P-450 asam trifluroasetat.
Membentuk neoantigen.

Desfluran
0,02 %yang
diabsorpsimetabolisme oksidatif
oleh sitokrom P-450.
Bukti hasil metabolisme asam
trifluroasetat dalam urin..
Membentuk neoantigen.
Toksisitas Karbon Monoksida
Desfluran menghasilkan CO
terbanyak,kemudian enfluran dan
isofluran.

Diagnosa Terpapar CO
Diagnosa intraoperatif sulit
oksimetri tidak dapat
membedakan karboksiHb dengan
oxyHB.
Sekuel neurofisiologi akibat CO
timbul setelah3 -21 hari.
Produksi CO Endogen
Timbul dari katabolisme heme.
Stres akibat anestesi dan bedah
heme oksigenase-1 mengkatalisa
hemeCO.

Sevofluran

5% yang diabsorpsi metabolisme


oleh sitokrom P-450 organik dan
inorganik flourida.
Tidak mengalami metabolisme
menjadi asetyl halide.
Tidak membentuk protein antibodi.
Peningkatan absorpsi oleh CO2
absorbent meningkat jika suhu
meningkat.

Terbakarnya CO2 absorber.

Bisa terjadi pada penggunaan


sevofluran.
Dapat terjadi cedera pulmonal

Anda mungkin juga menyukai