Anda di halaman 1dari 9

KERANGKA ACUAN

PROGRAM PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


DI RUMAH SAKIT SANTA MARIA
I. PENDAHULUAN
Kegiatan yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Infeksi dilakukan secara
menyeluruh dan berkesinambungan untuk mewujudkan misi Rumah Sakit Santa Maria,
yang tentunya akan meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Santa Maria. Dalam
mewujudkan misi Rumah Sakit Santa Maria yaitu meningkatkan profesionalisme
sumber daya manusia, maka Tim Pengendalian Infeksi telah memprogramkan berbagai
pelatihan untuk sumber daya manusia yang ada di Rumah Sakit Santa Maria khususnya
dalam hal pencegahan dan pengendalian infeksi.
II.LATAR BELAKANG
Pelayanan kesehatan yang diberikan di rumah sakit harus didukung oleh sumber
daya manusia yang berkualitas utnuk mencapai pelayan yang prima dan optimal.
Pelayanan yang prima dan optimal dapat diwujudkan dengan kemampuan kognitif dan
motorik yang cukup yang harus dimiliki oleh setiap petugas kesehatan khususnya di
Rumah Sakit Santa Maria.
Menyadari hal tersebut maka Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, merasa
ikut bertanggungjawab dalam meningkatkan kemampuan kognitif dan motorik sumber
daya manusia yang ada di Rumah Sakit Santa Maria. Serangkaian kegiatan pendidikan
dan pelatihan telah diprogramkan untuk meningkatkan profesionalisme sumber daya
manusia yang ada di Rumah Sakit Santa Maria khususnya dalam hal pencegahan dan
pengendalian infeksi.
III.

TUJUAN UMUM DAN KHUSUS

A. Tujuan Umum
Meningkatkan kemampuan kognitif dan motorik sumber daya manusia yang ada di
Rumah Santa Santa Maria.
B. Tujuan Khusus
1.

Meningkatkan pengetahuan perawat dalam melakukan prosedur tindakan yang


sesuai dengan prinsip pengendalian infeksi.

2.

Meningkatkan pengetahuan petugas sanitasi/kebersihan dalam melakukan


tindakan yang sesuai dengan prinsip pengendalian infeksi.

3.

Meningkatkan pengetahuan petugas laundry dalam melakukan tindakan yang


sesuai dengan prinsip pengendalian infeksi.

4.

Meningkatkan pengetahuan petugas laboratorium dalam melakukan tindakan


yang sesuai dengan prinsip pengendalian infeksi.

5.

Meningkatkan pengetahuan petugas medis dan non medis dalam melakukan


tindakan yang sesuai dengan prinsip pengendalian infeksi.

6.

Meningkatkan pengetahuan petugas instalasi gizi dalam melakukan pengolahan


dan penyajian makanan yang sesuai dengan prinsip pengendalian infeksi.

7.

Meningkatkan pengetahuan petugas medis dan non medis dalam melakukan


penanganan dengan prosedur isolasi agar tetap sesuai dengan prinsip
pengendalian infeksi.

8.

Meningkatkan pengetahuan petugas farmasi dalam melakukan tindakan yang


sesuai dengan prinsip pengendalian infeksi.

9.

Meningkatkan pengetahuan petugas dalam melakukan tindakan dengan prinsip


kewaspadaan standar yang sesuai dengan prinsip pengendalian infeksi.

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


1. Pelatihan Pengendalian dan Pencegahan Infeksi
Pelatihan ini dilakukan sebagai tahap awal pelaksanaan program kerja Tim
PPI, dalam pelatihan ini dipaparkan tentang pencegahan pengendalian infeksi,
struktur organisasi Tim PPI dan uraian tugas serta tanggung jawab masing-masing
anggota. Pelatihan ini diselenggarakan oleh tim PPI dan bagian Diklat RS. Santa
Maria.
2. Pelatihan Hand Hygiene
Pelatihan ini berisi hal-hal yang harus dilakukan oleh petugas dalam
menangani pasien tanpa mengetahui terlebih dahulu diagnosanya, petugas harus
melakukan kewaspadaan standar yaitu cuci tangan. Pelatihan cuci 6 langkah sesuai
standar WHO harus diajarkan kepada seluruh karyawan, mulai dari teori sampai
mendemonstrasikannya. Pelatihan akan dilakukan oleh Tim Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi dan Bagian Diklat.
3. Pelatihan Pemasangan Kateter
Pelatihan ini berisi mengenai pentingnya prinsip steril dalam pemasangan
kateter, cara pemasangan kateter yang benar, komplikasi pemasangan kateter urin.
Pelatihan ini akan dilakukan

oleh Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi,

Bagian Diklat dan Keperawatan.


4. Pelatihan Pengelolaan Limbah/Sampah
Pelatihan ini ditujukan kepada seluruh staf medis ataupun non medis serta
cleaning service outsourcing tentang penempatan sampah sesuai dengan standar
pencegahan dan pengendalian Infeksi dan dipaparkan mulai proses pemilahan
sampai dengan proses pemusnahan sampah/limbah rumah sakit.
5. Pelatihan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD)

Pelatihan ini dilakukan untuk mencegah petugas dari penularan yang dapat
ditimbulkan dari berbagai macam jenis infeksi melalui kegiatan yang dilakukan di
rumah sakit. Pelatihan ini meliputi pengenalan berbagai macam APD yang harus
dipakai untuk masing-masing unit kerja, cara pemakaian, cara melepas, serta
kegunaannya. Pelatihan ini dilakukan oleh Tim PPI dan Bagian Diklat.
6. Pelatihan Pemasangan Inta Vena Line
Pelatihan ini berisi mengenai cara pemasangan infus yang benar, sehingga
meminimalkan terjadinya komplikasi. Dalam pelatihan ini juga akan disampaikan
apa yang dimaksud dengan phlebitis, tanda dan gejalanya, dan penanganannya.
Pelatihan ini akan dilakukan oleh Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi,
Bagian Diklat dan Keperawatan.
7. Pengadaan Sarana dan Prasarana Hand Hygiene
Dalam rangka menunjang keberhasilan program hand hygiene maka
diperlukan sarana dan prasarana yang mendukung seperti handsrub disetiap pintu
masuk, koridor, leaflet cuci tangan, tissue/lap tangan, banner tentang hand hygiene,
sabun cair, pamflet hand hygiene. Pengadaaan sarana dan prasarana dilakukan oleh
Tim PPI berkolaborasi dengan bagian pengadaan sarana dan prasarana rumah sakit.
8. Pelatihan Hand Hygiene untuk Pengunjung
Hand hygiene tidak hanya dibudayakan pada petugas yang ada di rumah sakit,
teapi juga kepada seluruh keluarga pasien dan pengunjung rumah sakit Santa Maria.
Pelatihan ini dikhususkan untuk keluarga dan pengunjung pasien seluruh unit rawat
inap dan rawat jalan yang melakukan pengobatan ataupun kontrol ke Rumah Sakit
Santa Maria. Pelatihan ini dilakukan dengan metode kampanye hand hygiene yang
dilakukan di koridor, pintu masuk unit ruang rawat, ruang tunggu keluarga pasien,
ruang tunggu obat. Pelatihan dilakukan oleh Tim PPI, Bagian Diklat.
9. Evaluasi Hand Hygiene dan Sarananya
Evaluasi dilakukan 1 bulan setelah diberikan pelatihan dan terpenuhinya
sarana dan prasarana, kemudian selanjutnya 3 bulan sekali. Evaluasi ini dilakukan
untuk mendapatkan penilaian terhadap keefektifan pelatihan dan sarana prasarana
yang telah disediakan. Evaluasi dilakukan oleh Tim PPI dan bagian pengadaan
saran prasarana rumah sakit.
10. Pelatihan Perawatan Luka
Pelatihan ini berisi tentang cara perawat melakukan perawatan luka secara
benar dan sesuai dengan prinsip steril. Pelatihan ini dilaksanakan oleh Tim PPI dan
Bagian Diklat Rumah Sakit Santa Maria.
11. Pelatihan Pengelolaan Linen
Pelatihan ini berisi pengelolaan linen kotor dan linen bersih mulai dari
pemisahan sampai pendistribusian.

Pelatihan ini akan dilaksanakan oleh Tim

Pengendalian Infeksi, Bagian Diklat dan Keperawatan.


12. Pelatihan Kebersihan Ruangan

Pelatihan ini dilakukan secara berkala dan dititkberatkan pada cara kebersihan
setiap ruangan di rumah sakit meliputi ruang rawat inap, ruang rawat jalan, kantor,
laboratorium, farmasi dan ruang-ruang khusus untuk pemeriksaan penunjang.
Sasaran pelatihan ini adalah seluruh petugas kebersihan meliputi pramu kebersihan
dan cleaning service outsourcing. Pelatihan ini dilaksanakan oleh tim PPI dan
bagian diklat.
13. Pelatihan tentang dekontaminasi alat dan sterilisasi
Pelatihan ini berisi cara pengelolaan alat kesehatan mulai dari dekontaminasi
sampai dengan sterilisasi.

Pelatihan ini dilaksanakan oleh Tim Pengendalian

Infeksi khususnya penanggungjawab sterilisasi bekerjasama dengan bagian Diklat.


14. Pengadaan Ruangan Bertekanan Negatif
Dalam rangka menunjang keberhasilan program kewaspadaan isolasi maka
diperlukan sarana dan prasarana yang mendukung seperti ruangan bertekanan
negatif

untuk

pasien-pasien

dengan

penyakit

menular,

pasien

dengan

imunosupresan. Pengadaaan sarana dan prasarana dilakukan oleh Tim PPI


berkolaborasi dengan bagian pengadaan sarana dan prasarana rumah sakit.
15. Pemeriksaan Kesehatan Karyawan (berkala)
Pemeriksaan kesehatan karyawan ini dilakukan secara rutin setiap tahun
berupa pemeriksaan HbsAg dan anti HAV yang diberlakukan kepada seluruh
karyawan rumah sakit.
16. Imunisasi Hepatitis
Imunisasi hepatitis diberikan kepada karyaan yang hasil cek HbsAg nya
17. Sosialisasi Kejadian Tertusuk Jarum
Sosialisasi ini dilakukan kepada seluruh staf medis maupun staf non medis
yang bertugas di Rumah Sakit Santa Maria dalam hal kemungkinan kejadian
tertusuk jarum dan cara pelaporan apabila terjadi kejadian tersebut.
18. Revisi SPO
Revisi SPO dilakukan setiap 3 tahun sekali apabila dijumpai ketidaksesuaian
antara SPO sebelumnya dengan praktik di lapangan.
19. Identifikasi Tanggal Kadaluarsa Peralatan dan Obat
Identifikasi ini dilakukan oleh pihak logistik farmasi yang bekerjasama
dengan Tim PPI dalam pengawasan obat dan alat yang kadaluarsa dimana setiap
bulan akan diadakan penarikan pada alat dan obat 6 bulan sebelum masa berlaku
kadaluarsanya.
20. Evaluasi Kelengkapan Sarana Pengelolaan Limbah / Sampah
Evaluasi kelengkapan sarana pengelolaan limbah/sampah dilakukan setiap
bulan, dimana masing-masing ruangan akan menyerahkan langsung permintaan
sarana yang terkait dengan pengelolaan limbah ke bidang pengadaan sarana dan
prasarana rumah sakit. Evaluasi ini melibatkan tim PPI dalam pemenuhan sarana
yang digunakan sesuai dengan standar PPI.
21. Kampanye Hand Hygiene
Kampanye hand hygiene dilakukan dalam waktu 1 bulan dimana setiap 1
minggu dilakukan 2 kali kampanye yang bergiliran di setiap ruangan perawatan,
ruang tunggu rawat jalan, ruang tunggu rawat inap. kampanye cuci tangan ini

dilakuakn dengan metode demonstrasi, membagikan leaflet. Kampanye ini


dilakukan oleh Tim PPI dengan bekerjasama dengan Tim Keselamatan Pasien.
22. Surveilans Infeksi Saluran Pernafasan (VAP)
Surveilans ini dilakukan setiap hari oleh perawat di unit tersebut pada pasien
yang terpasang ventilator menggunakan formulir yang sudah disediakan oleh Tim
PPI mengenai lama pemasangan ventilator dan infeksi yang terjadi karena
pemasangan alat tersebut. Rekapitulasi laporan harian dilakukan setiap bulan
untuk diserahkan kepada IPCN untuk dilakukan analisa.
23. Surveilans Infeksi Saluran Kencing (ISK)
Surveilans ini dilakukan setiap hari oleh perawat di unit tersebut pada pasien
yang terpasang urine kateter menggunakan formulir yang sudah disediakan oleh
Tim PPI mengenai lama pemasangan urine kateter dan infeksi yang terjadi karena
pemasangan urine kateter tersebut. Rekapitulasi laporan harian dilakukan setiap
bulan untuk diserahkan kepada IPCN untuk dilakukan analisa.
24. Surveilans Infeksi Aliran Darah Primer (IADP)
Surveilans ini dilakukan setiap hari oleh perawat di unit tersebut pada pasien
yang terpasang intra vena line menggunakan formulir yang sudah disediakan oleh
Tim PPI mengenai lama pemasangan intra vena line dan infeksi yang terjadi
karena pemasangan intra vena line tersebut. Rekapitulasi laporan harian dilakukan
setiap bulan untuk diserahkan kepada IPCN untuk dilakukan analisa.
25. Surveilans Infeksi Daerah Luka Operasi (ILO)
Surveilans ini dilakukan setiap hari oleh perawat di unit tersebut pada pasien
yang dilakukan operasi menggunakan formulir yang sudah disediakan oleh Tim
PPI mengenai jenis operasi dan infeksi yang mungkin terjadi karena tindakan
operasi tersebut. Rekapitulasi laporan harian dilakukan setiap bulan untuk
diserahkan kepada IPCN untuk dilakukan analisa.
26. Surveilans Dekubitus
Surveilans ini dilakukan setiap hari oleh perawat di unit tersebut pada pasien
yang mengalami dekubitus menggunakan formulir yang sudah disediakan oleh Tim
PPI mengenai jumlah pasien dengan tirah baring dan kejadian dekubitus yang
terjadi karena tirah baring. Rekapitulasi laporan harian dilakukan setiap bulan untuk
diserahkan kepada IPCN untuk dilakukan analisa.
27. Surveilans Penderita MRSA
28. Surveilans Emerging atau Reemerging Diseases di Masyarakat
V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Pelatihan ini dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan simulasi.
2. Pengadaan saran dan prasarana dilakukan dengan mengajukan permohonan
pengadaan alat.
3. Evaluasi pelatihan cuci tangan dilakukan dengan melakukan audit kepatuhan cuci
tangan.

4. Tim PPI melakukan rapat dengan Direktur dan komite pelayanan medik mengenai
hasil audit dan rencana tindak lanjut.
VI.SASARAN
1. Pelatihan Pengendalian dan Pencegahan Infeksi
Pelatihan ini ditujukan kepada anggota Tim PPI (dokter spesialis, dokter
umum, perawat, petugas laboratorium, petugas instalasi gizi, petugas farmasi,
petugas sanitasi, petugas sarana dan prasarana, IPCLN). Sasaran pelatihan ini
sebanyak 29 orang.
2. Pelatihan Hand Hygiene untuk perawat
Pelatihan hand hygiene untuk perawat di IGD, ruang rawat inap (HCU, PICU,
NICU, ICU, ICCU, stroke unit, lantai 3 dewasa dan anak, kebidanan dan
perinatologi, lantai 5A, lantai 5B, lantai 6) dan ruang rawat jalan yang dilakukan
selama 4 minggu. Setiap minggu dilakukan 2 sesi pelatihan. Setiap 1 sesi pelatihan
ditargetkan peserta sebanyak 30 orang.
3. Pelatihan Pemasangan Kateter
Pelatihan pemasangan kateter dilakukan kepada seluruh perawat baik yang
bertugas di runag rawat inap ataupun rawat jalan Rumah Sakit Santa Maria yang
dilakukan selama 2 minggu dengan minggu I ada 3 sesi pelatihan, minggu ke II ada
2 sesi pelatihan. Setiap sesi pelatihan peserta sebanyak 40 orang.
4. Pelatihan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD)
Pelatihan pemakaian APD dilakukan kepada seluruh karyawan baik staf medis
ataupun staf non medis yang bertugas di ruang rawat inap ataupun rawat jalan,
pengelolaan sampah, instalsi gizi, farmasi, laundry Rumah Sakit Santa Maria yang
dilakukan selama 2 minggu dengan minggu I ada 4 sesi pelatihan, minggu ke II ada
4 sesi pelatihan. Setiap sesi pelatihan peserta sebanyak 40 orang.
5. Pelatihan Pemasangan Inta Vena Line
Pelatihan pemasangan intra vena line dilakukan kepada seluruh perawat baik
yang bertugas di runag rawat inap ataupun rawat jalan Rumah Sakit Santa Maria
yang dilakukan selama 2 minggu dengan minggu I ada 3 sesi pelatihan, minggu ke
II ada 2 sesi pelatihan. Setiap sesi pelatihan peserta sebanyak 40 orang.
6. Pengadaan Sarana dan Prasarana Hand Hygiene
Pengadaan saran dan prasarana hand hygiene dilakukan selama 2 minggu
berupa pemasangan banner, distribusi leaflet cuci tangan, pengadaan handsrub
disetiap koridor, pintu masuk ruangan pasien untuk dokter dan tenaga kesehatan
yang lain.
7. Pelatihan Hand Hygiene untuk Pengunjung
Pelatihan cuci tangan untuk pengunjung dilakukan selama 2 minggu secara
bergiliran di masing-masing ruangan. Dalam pelatihan ini dilakukan dalam 2 sesi
setiap minggunya, target pesertanya adalah 15 orang setiap sesi.
8. Evaluasi Hand Hygiene dan Sarananya

Evaluasi cuci tangan dan saranya untuk staf medis dan non medis dilakukan
selama 2 minggu dengan mengadakan audit cuci tangan dan uadit penyediaan
sarana pada masing-masing unit kerja.
9. Pelatihan Perawatan Luka
Pelatihan perawatan luka dilakukan kepada seluruh perawat baik yang
bertugas di runag rawat inap ataupun rawat jalan Rumah Sakit Santa Maria yang
dilakukan selama 2 minggu dengan minggu I ada 3 sesi pelatihan, minggu ke II ada
2 sesi pelatihan. Setiap sesi pelatihan peserta sebanyak 40 orang.
10. Pelatihan Pengelolaan Linen
Pelatihan pengelolaan linen dilakukan kepada petugas laundry dan pembantu
perawat bertugas di runag rawat inap Rumah Sakit Santa Maria yang dilakukan
selama 2 minggu dengan minggu I ada 1 sesi pelatihan, minggu ke II ada 1 sesi
pelatihan. Setiap sesi pelatihan peserta sebanyak 15 orang.
11. Pelatihan Kebersihan Ruangan
Pelatihan kebersihan ruangan dilakukan kepada petugas kebersihan bertugas
di runag rawat inap dan rawat jalan Rumah Sakit Santa Maria yang dilakukan
selama 2 minggu dengan minggu I ada 1 sesi pelatihan, minggu ke II ada 1 sesi
pelatihan. Setiap sesi pelatihan peserta sebanyak 30 orang.
12. Pelatihan tentang dekontaminasi alat dan sterilisasi
Pelatihan dekontaminasi alat dilakukan kepada perawat dan pembantu perawat
bertugas di runag rawat inap dan rawat jalan Rumah Sakit Santa Maria yang
dilakukan selama 2 minggu dengan minggu I ada 3 sesi pelatihan, minggu ke II
ada 2 sesi pelatihan. Setiap sesi pelatihan peserta sebanyak 40 orang.
13. Pengadaan Ruangan Bertekanan Negatif
Pengadaan ruangan bertekanan negatif direncanakan akan ditempatkan di
ruang pasien isolasi, kamar bedah, ICU, ICCU, HCU.
14. Pemeriksaan Kesehatan Karyawan (berkala)
Periksaan kesehatan berkala akan dilakukan selama 2 minggu di ruang
medical check up dan pada pemeriksaan darah karyawan Rumah Sakit Santa
Maria akannn datang ke laboratorium.
15. Imunisasi Hepatitis
Imunisasi hepatitis dilakukan selama 2 minggu di ruang medikal check up.
16. Sosialisasi Kejadian Tertusuk Jarum
Sosialisasi kejadian tertusuk jarum dilakukan kepada perawat dan pengelola
sampah selama 2 minggu. Pada minggu I dilakukan 3 sesi dan minggu ke II
dilakukan 3 sesi, dengan masing-masing sesi peserta berjumlah 40 orang.
17. Revisi SPO
Revisi SPO dilakukan pada awal tahun selama 2 bulan oleh tim penyusun PPI
yang disesuaikan denga keadaan dilapangan. SPO yang masih relevan tidak
dilakukan revisi.
18. Identifikasi Tanggal Kadaluarsa Peralatan dan Obat
Identifikasi tanggal kadaluarsa peralatan dan obat dilakukan setiap bulan pada
hari sabtu minggu ketiga disetiap unit kerja keperawatan baik rawat inap maupun
rawat jalan yang dilakukan oleh logistik farmasi.
19. Evaluasi Kelengkapan Sarana Pengelolaan Limbah / Sampah

Evaluasi kelengkapan saranan pengelolaan limbah dilakukan selama 1 minggu


dengan mengadakan audit penyediaan sarana pengelolaan limbah pada masingmasing unit kerja baik rawat inap maupun rawat jalan.
20. Kampanye Hand Hygiene
Kampanye cuci tangan dilakukan kepada pengunjung pasien selama 1
minggu. Setiap hari anggota PPI akan secara bergiliran memberikan kampanye
cuci tangan pada setiap keluarga ataupun pengunjung pasien yang berada di ruang
tunggu rawat inap, ruang tunggu rawat jalan dan koridor.
21. Surveilan Infeksi Saluran Pernafasan
Surveilans dilakukan setiap hari oleh perawat menggunakan formulir
surveilans PPI disesuaikan dengan alat kesehatan yang terpasang pada pasien.
Dilakukan rekapitulasi data selama 1 bulan dan diserahkan pada IPCN untuk
dianalisa.
22. Surveilan Infeksi Saluran Kencing
Surveilans dilakukan setiap hari oleh perawat menggunakan formulir
surveilans PPI disesuaikan dengan alat kesehatan yang terpasang pada pasien.
Dilakukan rekapitulasi data selama 1 bulan dan diserahkan pada IPCN untuk
dianalisa.
23. Surveilans Infeksi Aliran Darah Primer
Surveilans dilakukan setiap hari oleh perawat menggunakan formulir
surveilans PPI disesuaikan dengan alat kesehatan yang terpasang pada pasien.
Dilakukan rekapitulasi data selama 1 bulan dan diserahkan pada IPCN untuk
dianalisa.
24. Surveilans Infeksi Daerah Luka Operasi
Surveilans dilakukan setiap hari oleh perawat menggunakan formulir
surveilans PPI disesuaikan dengan tindakan operasi yang dilakukan pada pasien.
Dilakukan rekapitulasi data selama 1 bulan dan diserahkan pada IPCN untuk
dianalisa.
25. Surveilans Penderita MRSA
26. Surveilans Emerging atau Reemerging Diseases di Masyarakat
VII.

JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

(Terlampir)
VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN
1. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan
Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap bulan dan dilakukan oleh IPCN
melalui rapat rutin yang dilaksanakan bersama dengan anggota tim PPI.
2. Pelaporan

Laporan evaluasi pelaksanaan kegiatan dibuat setiap bulan berdasarkan masingmasing kegiatan yang dilakukan. Laporan evaluasi pelaksanaan kegiatan
dilakukan oleh Infection Prevention Control Nurse setiap bulan dan ditujukan
kepada direktur dan ketua komite pelayanan medik.

IX.

PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


1.

Pencatatan
Pada setiap kegiatan dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi yang

dilakukan, ada beberapa hal yang harus didokumentasikan seperti:


a.
Pre planning kegiatan
b.
Materi
c.
Undangan
d.
Daftar hadir
e.
Laporan hasil kegiatan
f.
Dokumentasi (foto) kegiatan
2. Pelaporan
Laporan pelaksanaan program dibuat setiap selesai kegiatan dilakukan (maksimal 1
minggu setelah kegiatan berlangsung) dan dilaporkan kepada ketua Tim PPI setiap 1
bulan sekali, yang selanjutnya akan dilaporkan kepada direktur dan komite
3.

pelayanan medik.
Evaluasi Kegiatan
Evaluasi pelaksanaan program dilakukan 1 tahun sekali dengan cara melihat seluruh
pelaksanaan kegiatan yang sudah dilakukan dan kegiatan yang belum dilakukan
beserta hambatan pelaksanaan kegiatan.

Pekanbaru, 2 Januari 2012

Dr. Donna Alfina, SpPD


Ketua Tim Pengendalian Infeksi