Anda di halaman 1dari 19

PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA

KAJIAN TERHADAP RUMAH ADAT DESA KETE KESU TANA TORAJA


SULAWESI SELATAN DIKAITKAN DENGAN TRADISI MASYARAKATNYA

Bidang Kegiatan :
PKM-P

Diusulkan oleh :
Edi Setyawan

2009 46 0040, Angkatan 2009 ( Ketua Kelompok )

Irpan Saputro

2010 46 0015, Angkatan 2010 ( Anggota 1 )

Merlyna Wati Saputri

2011 46 0022, Angkatan 2011 ( Anggota 2 )

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA


JAKARTA PUSAT
2013

Judul Kegiatan

: Kajian Terhadap Rumah Adat Desa


Ketekesu Tana Toraja Sulawesi Selatan
Dikaitkan Dengan Tradisi Masyarakatnya

1. Bidang Kegiatan
2. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap
b. NIM
c. Jurusan
d. Universitas/ Institut/ Politeknik
e. Alamat Rumah dan No. Telp/HP

: PKM-P

f. Alamat Email
3. Anggota Pelaksana Kegiatan
4. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar
b. NIDN
c. Alamat Rumah dan No. Telp/HP

: edi.rckfriend@yahoo.com
: 2 (Dua) orang

5. Biaya Kegiatan Total


a. Dikti
b. Sumber Lain
6. Jamgka Waktu Pelaksanaan

:
:
:
:
:

Edi Setyawan
2009 46 0040
Arsitektur
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Kr.gayam Jl. Buhu 135E CT VIII Depok
Sleman DIY

: Ir. Ari Widyati Purwantiasning, MATRP, IAI


: 0303017201
: Jl. Benda No.72 Kampung Setu Rt.7 Rw.1
Ciganjur Jagakarsa Jakarta 12630
(021) 7271279/ 0818 946 327
: Rp12.410.000,00
: Rp 0,00
: 5 (Lima) bulan

Jakarta, 14 Oktober 2013


Menyetujui
Wakil Dekan

Ketua Pelaksana Kegiatan

Irfan Purnawan, ST, M.Chem.Eng


NIP. 20773

Edi Setyawan.
NIM. 2009 46 0040

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan

Dosen Pendamping

Ir. Ari Widyati Purwantiasning, MATRP, IAI


NIDN. 0303017201
ii

ABSTRAK
Penelitian tipologi bangunan tua ditujukan untuk mengklasifikasikan bangunan
melalui identifikasi tipikal desain elemen bangunan yang dapat dikategorikan kedalam
fitur-fitur desain bangunan tertentu. Fitur desain bangunan dapat mempengaruhi sebagian
ataupun keseluruhan dari interaksi bangunan dan lingkungannya sekitarnya.Dalam hal
ini, rumah panggung tradisional Toraja merupakan objek penelitian yang unik dalam
merespon iklim tropis dan diperkuat melalui kekayaan komponen budaya dan unsurunsur dekoratif. Pengumpulan data melalui survey lapangan yang ditunjang dengan
literatur, kajian teoritis dan hasil study empiris. Analisa merumusan karakter umum
bangunan kawasan, penentuan bangunan yang sesuai kriteria penelitian dan
penggambaran ulang, sehingga dapat dilakukan pengelompokan dan kategorisasi tipikal
elemen bangunan. Penelitian pada akhirnya dapat memetakan tipologi desain elemen
bangunan di kawasan konservasi yang dikategorikan kedalam delapan fitur elemen utama
yaitu; tipologi atap bangunan, tipologi denah bangunan, tipologi dinding bangunan,
tipologi jendela bangunan, tipologi kaki bangunan, tipologi pintu bangunan, tipologi
tangga bangunan, dan tipologi ornamen pada bangunan.
Kajian ini juga berusaha memahami pengaruh budaya dan tradisi masyarakat
Toraja terhadap arsitektur tradisionalnya yang bernama Tongkonan. Yang dimaksud
budaya disini adalah pandangan atau pengetahuan suatu masyarakat berupa kepercayaan,
nilai-nilai, aturan-aturan yang menjadi acuan dalam bertindak guna menghadapi
lingkungannya, baik lingkungan sosial maupun lingkungan fisik atau lingkungan buatan.

Kata Kunci: Rumah adat, Toraja, perilaku

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN KULIT MUKA .................................................................................................. i


HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................................... ii
ABSTRAK ............................................................................................................................ iii
DAFTAR ISI......................................................................................................................... iv
LATAR BELAKANG MASALAH ...................................................................................... 1
RUMUSAN MASALAH ....................................................................................................... 2
TUJUAN ..................................................................................................................................
LUARAN YANG DIHARAPKAN ...................................................................................... 2
KEGUNAAN ........................................................................................................................ 3
TINJAUAN PUSTAKA ..........................................................................................................
METODE PELAKSANAAN. .............................................................................................. 6
JADWAL KEGIATAN ......................................................................................................... 7
RANCANGAN BIAYA ........................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................ 9
LAMPIRAN ......................................................................................................................... 11
1) BIODATA KETUA serta ANGGOTA KELOMPOKC .......................................... 12
2) BIODATA DOSEN PENDAMPING ..................................................................... .14

iv

LATAR BELAKANG MASALAH


Tipologi bangunan pada dasarnya merupakan pengetahuan yang mengklasifikasikan
bangunan ke dalam beberapa aspek bangunan tertentu. Oleh karenanya perlu untuk mengenal
dan mengetahui fitur desain yang berkaitan erat dengan bangunan itu sendiri. Menurut Givoni
(1998), fitur desain yang mempengaruhi sebagian ataupun keseluruhan dari interaksi bangunan
dan lingkungannya tergantung pada tata letak bangunan (bentuk), derajat bukaan, orientasi dan
warna serta kondisi dan efek ventilasi yang berpengaruh pada suhu ruang dalam.
Rumah tradisional Tana Toraja merupakan salah satu rumah tradisional yang paling
dikenal oleh masyarakat Indonesia. Rumah tradisional ini memiliki ciri khas pada bentuk
atapnya yang kedua ujungnya menjulang tinggi.
Akan tetapi banyak yang tidak mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam setiap
aspek dari bangunan ini. Bahkan bangunan ini sekarang banyak yang sudah mengalami
perubahan, terutama pada bagian atap. Perubahan yang paling menonjol adalah material yang
digunakan sebagai penutup atap. Entah karena alasan keterbatasan material bangunan atau
karena alasan biaya, saat ini banyak yang menggunakan atap seng. Dan bukan tidak mungkin
kalau perubahan-perubahan lain juga akan terjadi pada bangunan ini. Untuk itu, penting bagi
kita untuk mengetahui nilai-nilai yang ada pada bangunan ini sebagai warisan kearifan lokal
Tana Toraja.

RUMUSAN MASALAH
Penelitian tipologi bangunan ditujukan untuk mengklasifikasikan bangunan melalui
identifikasi tipologi desain elemen bangunan yang dapat dikategorikan kedalam fitur-fitur
desain bangunan tertentu. Fitur desain bangunan dapat mempengaruhi sebagian atau pun
keseluruhan dari interaksi bangunan dan lingkungannya sekitarnya. Dalam hal ini, rumah
tradisional tongkonan merupakan objek penelitian yang unik dalam merespon iklim tropis dan
diperkuat melalui kekayaan komponen budaya dan unsur-unsur dekoratif.
Berdasarkan latar belakang, maka permasalahan yang akan dirumuskan dan
dipecahkan dalam penelitian ini antara lain:
Bagaimana tipologi pada rumah tradisional Toraja jika dikaitkan dengan tradisi
masyarakatnya.
1

Bagaimana kehidupan sosial budaya serta ekonomi masyarakat Toraja

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian terhadap tipologi rumah tradisional Toraja antara
lain untuk mengetahui:
1) Elemen - elemen pada rumah tradisional Toraja.
2) Mempelajari kaitan antara tipologi dengan tradisi masyarakat Toraja.
3) Hubungan antara sosial budaya dengan arsitektur Tongkonan.

LUARAN YANG DIHARAPKAN


Sedangkan Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1) Memperkaya pustaka akan studi rumah tradisional di Toraja, khususnya dalam hal
tipologi rumah tradisional.
2) Memberikan hasil studi yang merupakan rekaman tentang tipologi dari rumah
tradisional sebagai dokumentasi bagi generasi selanjutnya

KEGUNAAN
Kegunaan dan manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah :
1) Meransang kreativitas mahasiswa untuk memberikan kontribusi yang positif dalam
usaha pelestarian budaya lokal dari determinasi budaya luar
2) Memberikan informasi tentang pengaruh tipologi rumah Tongkonan terhadap tradisi
masyarakatnya.

TINJAUAN PUSTAKA
1.

Pengertian Rumah
Rumah menurut Van Romondt (1965, dalam Said,2004) adalah suatu shelter atau
tempat berlindung manusia dalam menghadapi cuaca panas, dingin, hujan dan angin.
Dahulu, pengertian rumah tinggal adalah sebagai tempat berlindung dari panasnya terik
sinar matahari atau serangan binatang buas yang menjadi musuh manusia. Namun
sekarang, selain untuk hal tersebut di atas, juga berarti sebagai tempat beristirahat,
2

membina individu/keluarga, tempat bekerja, dan sekaligus juga sebagai lambing sosial.
Bagi masyarakat primordial, rumah merupakan tempat berlindung untuk menghindari
dari bahaya-bahaya rohani yang mengancam.
Pengertian rumah tradisional, yaitu suatu bangunan dimana struktur, cara pembuatan,
bentuk, fungsi, dan ragam hiasnya mempunyai ciri khas tersendiri, yang diwariskan
secara turun temurun, serta dapat dipakai oleh penduduk daerah setempat untuk
melakukan aktifitas kehidupan dengan sebaik-baiknya (Said,2004). Kata tradisi
mengandung arti suatu kebiasaan yang dilakukan dengan cara yang sama oleh beberapa
generasi tanpa atau sedikit sekali mengalami perubahan-perubahan. Dengan kata lain,
kebiasaan yang sudah menjadi adat dan membudaya. Dengan demikian istilah rumah
tradisional dapat diartikan sebuah rumah yang dibangun dan digunakan dengan cara
yang sama sejak beberapa generasi.
Rumah tradisional Toraja yang disebut Tongkonan mempunyai peranan yang sangat
penting karena berhubungan langsung dengan kepercayaan Aluk Todolo, terutama dalam
pesta adat dan kehidupan ritual di Tana Toraja.Penyelenggaraan pesta adat pada tingkattingkat tertentu, dilaksanakan dengan mengacu pada konsep kosmologi Toraja, dan
berpedoman pada keempat titik mata-angin, di mana Tongkonan adalah sebagai titik
pusat. Utara dan Selatan digambarkan sebagai kepala dunia dan ekor dunia, atau
tempat bersemayamnya Puang Matua dan Pong Tulakpadang, yang menjaga
keseimbangan alam raya (kosmos) (Tangdilinting,1981).

2. Tipologi rumah
Trancik (1986) dalam Finding Lost Space,menyatakan bahwa tipologi adalah halhal yang berkaitan dengan tipe bangunan dalam suatu situasi khusus dalam kota
(typology is concerned with the constructions types in a particulur urban situation).
Tipologi merujuk pada konsep dan konsistensi yang dapat memudahkan masyarakat
mengenal bagian-bagian arsitektur. Hal ini berarti ada satu tipe-tipe tertentu dari suatu
bangunan yang akan membentuk satu karakter, ciri atau image.
Seperti yang diungkapkan oleh Ching, FDK (1979) bahwa ada kecenderungan
mengelompokan unsur-unsur didalam suatu posisi ramdom, yang berdasarkan kepada:
3

1) Kekompakkan perletakkan,
2) Karakteristik visual yang dimiliki.
Prinsip pengulangan memanfaatkan keduanya dari konsepsi untuk mengatur sesuatu
yang berulang didalam suatu komposisi. Seperti contoh bentuk yang paling sederhana
adalah pengulangan suatu pola linier dari berbagai unsur-unsur yang ada.
Pemetaan Tipologi desain elemen bangunan di kawasan rumah adat Tongkonan dapat
dikategorikan kedalam delapan fitur elemen utama yaitu;
1. Tipologi Pola Hunian
Disamping atap, denah merupakan salah satu ciri utama bangunan
tradisional Melayu.

2. Tipologi Atap Bangunan


Tipikal desain element atap bangunan dikategorisasikan kedalam delapan
tipe atap yang meliputi:
-

bentuk atap pelana/lipat kajang,

bentuk atap limas,

gabungan dua atau lebih bentuk atap limas,

kombinasi bentuk atap limas dan bentuk atap pelana/lipat kajang,

bentuk atap pelana/lipat kajang terpotong,

bentuk atap limas bersingap,

variasi bentuk atap limas persegi banyak, dan

bentuk atap datar/dak beton.

3. Tipologi Dinding Bangunan


Jenis dinding bangunan, secara umum dapat dikategorisasikan kedalam tiga
tipikal dinding yang meliputi;
-

Dinding Bata.

Dinding Papan Kayu

Dinding Kombinasi. Jenis ini merupakan gabungan bahan, antara batu pada
bagian bawah dan kayu papan pada bagian atas
4

4. Tipologi Jendela Bangunan


Memasukan udara dan sinar matahari kedalam bangunan saja. Hal ini juga
terkait dengan pandangan masyarakat tempatan/adat istiadat terhadap bentuk
dan ketinggian jendela bangunan. Bentuk dasarnya hampir sama dengan bentuk
pintu namum ukurannya lebih kecil dan lebih rendah. Daun jendela umumnya
dapat terdiri atas dua atau satu lembar daun jendela. Perbedaan ketinggian ini
adakalanya disebabkan juga oleh perbedaan ketinggian lantai. Namun umumnya
jendela tengah di rumah induk lebih tinggi dari jendela lainnya. Jendela tinggi
dibuat setinggi orang dewasa berdiri dari lantai, melambangkan bahwa pemilik
bangunan adalah orang baik baik, patut patut, tahu adat istiadat, dan
tradisinya.
Sedangkan letak jendela rendah melambangkan pemilik bangunan adalah
orang yang ramah tamah, selalu menerima tamu dengan ikhlas dan terbuka.
Pada awalnya Jendela tidak menggunakan engsel berbahan metal tetapi
mempergunakan putting (desain engsel kayu).

5. Tipologi Pintu Bangunan


Pintu masuk ke rumah harus mengarah ke jalan umum, yang terdiri atas
satu atau dua daun pintu. Pada bagian atas pintu diberi hiasan sebagai ventilasi
dengan ukiran tertentu. Hiasan ini disebut lambailambai, yang merupakan
perlambang sikap ramah tamah.

6. Tipologi Tangga Bangunan


Tangga naik ke rumah mengarah ke jalan umum dan anak tangga
umumnya berjumlah ganjil. Hal ini sesuai dengan pandangan bilangan genap
kurang baik artinya. Tangga depan selalu berada di bawah atap dan terletak
pada pintu serambi muka.

7. Tipologi Ornamen Bangunan


Ornamen menjadi alat yang umum digunakan untuk mengekspresikan
nilai-nilai estetika pada suatu budaya masyarakat. Hal ini juga dapat dilihat pada
5

rumah-rumah tradisional . Ornamen dapat juga menjadi perlambang status


kedudukan sosial seseorang dalam masyarakat. Penempatan ornamen juga
sangat beragam, mulai pada jendela, siangap hingga pada pagar.

3. Adat dan Kepercayaan


Adat adalah aturan-aturan tentang kehidupan manusia yang disepakati penduduk
dalam suatu daerah tertentu untuk mengatur tingkah laku anggota masyarakatnya
sebagai kelompok sosial. Setiap manusia yang berada dalam lingkaran kehidupan
adat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari unit sosial tersebut, atau dengan
lain perkataan, seluruh mekanisme kehidupan sosial bagi semua anggota dijiwai oleh
adat. Manusia telah menerima adat secara total sebagai sistem kehidupan sosialnya,
serta percaya bahwa hanya dengan berpedoman pada adatlah maka ketentraman dan
kebahagiaan bagi setiap anggota masyarakat dapat terjamin. Kepercayaan erat
hubungannya dengan upacara-upacara religius, dan menentukan tata ukur daripada
unsur-unsur acara serta rangkaian alat-alat yang dipakai dalam upacara itu
(Koentjaraningrat,1974).
Orang Toraja percaya segala sesuatu yang ada dalam dunia ini mempunyai
nyawa. Nyawa manusia tetap hidup walaupun ia sudah meninggal. Oleh sebab itu
kehidupan manusia tergantung pada segala sesuatu yang sepanjang pengetahuannya
dapat memberi untung dan celaka. Semuanya itu, baik makhluk hidup ataupun benda
mati, dianggap oleh orangorang Toraja mempunyai nyawa atau jin. Oleh sebab itu
sebaiknya bersatu dan berteman karib dengahn jiwa-jiwa yang mereka anggap
berpengaruh dalam kehidupannya (Harahap,1952 dalam Said,2004).Kepercayaan
orang Toraja adalah bahwa segala sesuatu dalam dunia ini mempunyai nyawa dan
nyawa tersebut terus hidup sampai ia meninggal. Oleh sebab itu kehidupan manusia
tergantung pada segala sesuatu yang sepanjang pengetahuannya dapat memberi
untung atau celaka.
Suku Toraja mempunyai kepercayaan yang disehut Aluk Todoto. Aluk dapat
diartikan aturan atau upacara. sedangkan Todolo artinya kluhur atau nenek moyang
(Abdul Azis Said 26). Puang Matua merupakan unsur kekuatan yang paling tinggi
sebagai pencipta segala isi bumi. Jadi, Puang Matua adalah Tuhan menurut
6

kepercayaan orang Toraja. Perwujudan kepercayaan Aluk Todolo adalah dasar dan
penataan interior Tongkonan dan juga penemuan wujud arsitekturalnya.

METODE PELAKSANAAN
1.

Metode Pendekatan
Metode pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan jenis
penelitian studi kasus yaitu mempelajari secara intensif tentang elemen serta tradisi
masyarakat dari jenis tipe-tipe bentuk yang menjadi subyek. Tujuan dari metode ini
adalah untuk membuat deskripsi gambaran secara sistematis, factual dan akurat
mengenai fakta-fakta terjadi di dalam klasifikasi rumah tradisional.

2.

Metode Pengumpulan Data


Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh
data yang diperlukan dan selalu ada hubungannya dengan teknik pengumpulan data
dengan masalah penelitian yang akan dipelajari.
Langkah langkah yang dilakukan untuk pengumpulan data ini adalah :
a) Pengumpulan data dengan wawancara
b) Pengumpulan data literatur
c) Pengumpulan data dengan observasi langsung ke obyek penelitian

3.

Metode Analisis Data


Analisis data merupakan bagian penting dalam metode ilmiah, karena dengan
analisis, data tersebut dapat memberi arti dan makna yang berguna dalam
memecahkan masalah penelitian. Penelitian ini menggunakan analisis data
kualitatif. Pada tahap awal setelah melakukan pengumpulan data. baik data literatur
antara lain pengertian dan perkembangan rumah serta teori umum tentang tipologi,
maka dilakukan pengecekan terhadap data yang diperoleh tersebut, memilih dan
mengkategorikan data literatur dan lapangan dari hasil survey langsung ke lokasi ke
dalam kelompok-kelompok tipologinya sehingga didapatkan data-data

yang

mempunyai relevansi terhadap penelitian ini. Tujuan dan persiapan ini adalah untuk
memilah data-data/ mengkategorikan antara data yang penting agar lehih mudah
dalam proses pengolahan selanjutnya yaitu analisis. Memasuki tahap analisis data,
data lapangan dan data literatur yang sudah dikategorikan tersebut lalu
7

dikomparasikan dan dicari korelasinya sehingga dapat diperoleh penerapannya pada


objek penelitian rumah adat suku Toraja yang bersifat kualitatif.

JADWAL KEGIATAN
Tabel 1. Jadwal Kegiatan PKM

No.

PELAKSANAAN

Bulan 1

JADWAL WAKTU PELAKSANAAN


Bulan 2
Bulan 3
Bulan 4

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Bulan 5

1 2 3 4 1 2 3 4

Pengumpulan
1 literatur
Pengolahan data
2 awal dari literatur
Menyusun Teori
yang
berhubungan
3 dengan masalah
4 Survey ke lokasi
Mengkaji dan
meneliti temuan5 temuan di lokasi
Pengolahan data
berdasarkan
temuan di
6 lapangan
Menganalisa
temuan di lokasi
dengan teori yang
7 ada
Menyusun laporan
8 akhir
Menyusun arktikel
9 ilmiah
10 Publikasi

RANCANGAN BIAYA
Tabel 2. Rancangan Biaya Pelaksanaan PKM
No

ITEM

HARGA SAT

BIAYA
JUML SATUAN

JUML HARGA

1 Alat dan Bahan


a. Memory Card
b. Flashdisk
c. Buku, Alat tulis dan gambar
d. Kertas A4
e. Tinta printer
f. Pulsa Telepon
g. Langganan Internet
h. Buku literatur & peta
i. Sewa Camcorder digital
j. Sewa Unit komputer / laptop
j. Sewa Printer komputer

100.000
100.000
250.000
60.000
180.000
150.000
100.000
460.000
400.000
500.000
300.000

1
3
3
2
2
3
5
1
1
3
1

unit
unit
set
rim
unit
orang
bulan
set
unit
unit
unit

100.000
300.000
750.000
120.000
360.000
450.000
500.000
460.000
400.000
1.000.000
300.000

2 Penelitian
a. Tiket Perjalanan Jkt-Makasar (P-P)
b. Sewa kendaraan ke lokasi
c. Penginapan
d. Konsumsi

800.000
450.000
300.000
450.000

2
2
2
2

orang
unit
orang
orang

1.600.000
900.000
600.000
900.000

200.000
50.000
500.000
500.000

6
5
1
1

orang
eksemplar
paket
paket

1.200.000
250.000
500.000
500.000

1.250.000

paket

1.250.000

3 Lain-lain
a. Souvenir untuk narasumber
b.Penggandaan laporan
c.Publikasi dalam jurnal ilmiah
d.Pembuatan banner
e.Pelaksanaan seminar lokal
(kolokium)

total anggaran dan biaya

12.410.000

DAFTAR PUSTAKA

[1]

Said, Abdul Azis. 2004. Toraja Simbolisme Unsur Visual Rumah Tradisional.
Yogyakarta: Ombak

[2]

Koentjaraningrat. 1984. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: PT


Gramedia. Krier, Rob. 2001. Komposisi Arsitektur. Edisi Terje-mahan. Jakarta: Erlangga
Indonesia.

[3]

Waterson, Roxana. 2009, The Living House, An Anthropogy of Architecture in outh-East


Asia, Singapore, Tuttle Publishing.

[4]

Frick, H. (1997). Pola Struktural dan Teknik Bangunan di Indonesia. Yogyakarta:


Kanisius.

10

LAMPIRAN
Biodata Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap

: Edi Setyawan

b. Tempat, Tanggal Lahir

: Yogyakarta, 28 Desember 1989

c. NIM

: 2009 46 0040

d. Jurusan

: Arsitektur

e. Universitas

: Universitas Muhammadiyah Jakarta

f. Alamat Rumah dan No. HP

: Kr.gayam Jl. Buhu 135E CT VIII Depok


Sleman DIY
085753036456
edi.rckfriend@yahoo.com

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, sayasanggup menerima resikonya.

Hormat saya,

(Edi Setyawan)

11

Biodata Anggota 1
a. Nama Lengkap

: Irpan Saputro

b. Tempat, Tanggal Lahir

: Tangerang, 02 Maret 1991

c. NIM

: 2010 46 0015

d. Jurusan

: Arsitektur

e. Universitas

: Universitas Muhammadiyah Jakarta

f. Alamat Rumah dan No. HP

: Tangerang
085714902901

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima resikonya.

Hormat saya,

(Irpan Saputro)

12

Biodata Anggota 2
a. Nama Lengkap

: Merlyna Wati Saputri

b. Tempat, Tanggal Lahir

: Jakarta, 12 Mei 1991

c. NIM

: 2011 46 0022

d. Jurusan

: Arsitektur

e. Universitas

: Universitas Muhammadiyah Jakarta

f. Alamat Rumah dan No. HP

: Tomang pulo2 RT 016/006


Kel.Jati Pulo , Kec. Palmerah
Jakarta Barat
081287336662
Merlyn_ajjah@rocketmail.com

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima resikonya.

Hormat saya,

(MerlynaWati Saputri)

13

Biodata Dosen Pembimbing


a.
b.
c.
d.
e.

Nama Lengkap
Tempat, Tanggal Lahir
NIDN
Jurusan
Universitas

f. Alamat Rumah dan No. HP

: Ir. Ari Widyati Purwantiasning, MATRP, IAI


: Temanggung, 03 Januari 1972
: 0303017201
: ARSITEKTUR
: UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
JAKARTA
: Jl. Benda No.72 Kampung Setu Rt.7 Rw.1
Ciganjur Jagakarsa Jakarta 12630
(021) 7271279/ 0818 946 327
arwityas@yahoo.com

RIWAYAT PENDIDIKAN
1. 1. Lulus Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Indonesia, Sarjana Arsitektur
(S-1) Jakarta, Januari 1996
2. Lulus Department of Civic Design, University of Liverpool, Master of Art in Town
and Regional Planning/ MATRP (S-2) United Kingdom, Desember 1999
DAFTAR PENELITIAN DAN PUBLIKASI
1. Studi Penelitian: Rumah Sebagai Tempat untuk Mencari Penghasilan, Jurusan
Arsitektur Universitas Indonesia, Jakarta, 1995
2. Penelitian tentang: Conservation and Economic Development, University of
Liverpool, Desember 1998
3. Studi Perencanaan dan Penelitian: Program Perbaikan Kampung untuk daerah
kumuh di Johar Baru dan Ancol Pademangan, Yayasan Arsitek Indonesia, IAI,
Februari-Maret 2000
4. Studi Evaluasi: Program Padat Karya Perkotaan di Yogyakarta, URDI, Jakarta,
November 2000
5. Studi Penelitian: Dampak Penggunaan Ruang Hunian Sebagai Tempat Usaha,
Program SEMI QUE V, Jurusan Arsitektur Universitas Muhammadiyah Jakarta,
Maret 2004
6. Studi Evaluasi: Tinjauan Kualitas Semen Putih Terhadap Kualitas Bangunan, PT
UZIN dan Jurusan Arsitektur Universitas Muhammadiyah Jakarta, Oktober 2004
7. Publikasi: Pengenalan Konsep Konservasi di Tenganan Pegeringsingan Bali,
Jurnal Ilmiah penelitian LPPM, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Maret 2007
8. Publikasi: Eksplorasi Desa Tenganan Pegeringsingan Bali Sebagai Area
Konservasi, Jurnal Nasional Desain dan Konstruksi No. 2 Vol. 6 Terakreditasi
DIKTI, Lembaga Penelitian Universitas Gunadarma Jakarta, Desember 2007
14

9. Studi Penelitian: Warisan Arsitektur Bali dalam Konservasi, Studi Kasus Desa
Tenganan Pegeringsingan Bali, Jakarta, Mei 2008
10. Publikasi: Sebuah Paparan Mengenai Munculnya Konsep Konservasi, Jurnal
Ilmiah Arsitektur NALARs, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Volume 7 Nomor 1
Januari 2008
11. Publikasi: Konversi Bangunan Tua Sebagai Salah Satu Aplikasi Konsep
Konservasi, Jurnal Ilmiah Arsitektur NALARs, Universitas Muhammadiyah Jakarta,
Volume 8 Nomor 2 Juli 2009
12. Studi Penelitian: Pola Perubahan Fungsi Hunian Sebagai Tempat Usaha, Fakultas
Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jakarta, 2010
13. Publikasi: Aplikasi Konsep Konservasi Pada Kawasan Bantaran Sungai, Studi
Kasus: Clarke Quay Singapura, Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Arsitektur
INERSIA, Universitas Negeri Yogyakarta Volume VI Nomor 2 Desember 2010
14. Studi Penelitian: Pemenang Penelitian Hibah Bersaing Periode 2012, DIREKTORAT
JENDRAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
INDONESIA, Pemodelan Disain Konsep Konversi Bangunan Tua sebagai
Aplikasi Konsep Konservasi Bangunan Tua di Jakarta
15. Studi Penelitian: Pemenang Penelitian Hibah Bersaing Periode 2013, DIREKTORAT
JENDRAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
INDONESIA, Konsep Penataan Jalur Pedestrian Pada Area Fasilitas Publik,
Studi Kasus Jalan Cempaka Putih Tengah XXX
16. Studi Penelitian: Proposal Penelitian Hibah Bersaing Periode 2014, DIREKTORAT
JENDRAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
INDONESIA, Kajian Revitalisasi Area Pelabuhan Sebagai Aplikasi Konsep
Konservasi Dalam Usaha Pelestarian Identitas Sebuah Kota.
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima resikonya.
Hormat saya:

(Ir. Ari WidyatiPurwantiasning, MATRP, IAI)

15