Anda di halaman 1dari 16

BUDIDAYA IKAN HIAS

Black Molly (Poecillia sphenops)

Disusun oleh :
LAELATUN NADIFAH
AGUNG DONI

PENDAHULUAN
Budidaya Cukup Mudah
Proses
produksinya
tidak
membutuhkan banyak modal
Siklus pemeliharaan relatif cepat
Varietas bermacam-macam

Klasifikasi
Klasifikasi ikan black molly (Poecilia
sphenops) adalah sebagai berikut:
Kingdom
: animalia
Phyllum
: chordata
class
: ostheichthyes
ordo
: cyprinodontoidei
family
: poecilidae
genus
: Poecilia
spesies
: Poecilia sphenops

Ikan Molly (Poecillia sphenops)


komoditi ikan hias air tawar di
Indonesia
Termasuk dalam jenis ikan live
brearer (melahirkan).
Bersifat omnivora.
Ukuran tubuhnya maksimal sekitar
8 cm.
Varietas beragam dengan dengan
berbagai warna dan bentuk

Kegiatan Pembenihan
Persiapan
wadah

Seleksi
induk

Pemeliharaan
induk

Pemijahan

Perawatan
Benih

Pengelolaan
kualitas air

Persalinan

MEMILIH INDUK
Idealnya, induk molly berumur
4-5 bulan. Untuk membedakan
induk jantan dan induk betina
adalah dengan melihat bentuk
tubuh dan warnanya. Induk
jantan bertubuh ramping dan
berwarna tajam, sedangkan
induk betina pendek gemuk
dan warna tubuhnya buram.

Betina
JANTAN
Mempunyai
gonopodium
(berupa tonjolan
dibelakang sirip
perut)yang
merupakan
modifikasi sirip
anal yang berupa
menjadi sirip yang
panjang.
Tubuhnya
rampaing.
Warnanya lebih
cerah.
Sirip punggung
lebih panjang.
Kepalanya besar.

BETINA

Dibelakang sirip
perut tidak ada
gonopodium,
tetapi berupa
siriphalus.
Tubuhnya gemuk
Warnanya kurang
cerah.
Sirip punggung
biasa.
Kepalanya agak
runcing.

Teknik Pemijahan
Wadah

pemijahan dapat berupa aquarium,


bak beton, kolam terpal, dan tempayan
gentong. Ukuran bervariasi. (40x30x30
cm, 1x1x0,5 m, 2x1x0,5 m. )
Sumber air yang digunakan berasal dari
air sumur dan air PDAM dengan pH 6-7
dan suhu 25-28C.
Substrat berupa tanaman hydrilla.

Proses
Pemijahan
Pemijahan

berlangsung secara massal dengan


perbandingan jantan dan betina
1 : 2, padat tebar 15-20 ekor.
Molly jantan akan mengejar betina dan akan
menanduk-nanduk anus betina sambil
sesekali menyerempetkan badannya, saat
itulah terjadi pemijahan.
Setelah 4-7 hari, biasanya akan tampak
anakan ikan berenang di permukaan air.
Selanjutnya dapat dipisahkan dari induknya.

Perawatan Benih

Larva ikan yang baru lahir belum membutuhkan


makanan, karena masih menyimpan cadangan
makanan berupa kuning telur.
Setelah 4-5 hari anak ikan baru dapat diberi
makanan berupa kutu air yang sudah disaring, atau
kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan.
Setelah mencapai ukuran (2-3 cm) dapat diberikan
makanan cacing sutera.
Kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5-7 cm)
dapat diberi makanan cuk / jentik nyamuk.

Disamping makanan alami dapat pula diberi


makanan tambahan berupa tubifex.
Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari,
hendaknya jangan berlebihan, karena dapat
menyebabkan pembusukan yang dapat merusak
kualitas air.
Air dalam bak atau aquarium jangan sampai
kotor/keruh,
karena
dapat
menyebabkan
kematian larva ikan. Kotoran dapat dibersihkan
setiap 2-3 hari sekali dengan cara di sipon, air
yang terbuang pada waktu penyiponan sebanyak
10-20% dapat diganti dengan air yang baru.

Penyakit yang menyerang ikan molly adalah


argulus dan lernea
Namun yang sering menyerang adalah lernea
yang di sebabkan karena tanaman air dan
sisa pakan..
Sering mengeluarkan feses dan ekor pada
ikan balon molly gripis.

Sebelum di masukan induk ikan ke dalam


aqur ium, terlebih dahulu aqurium di cuci
dan di bersihkan ,kemudian di beri PK /MB
selama 1 hari
Penyakit yang menempel pada indukan ikan ,
dicabut menggunakan pinset (lernea dan
argulus ).
Induk ikan yang terserang penyakit di
karantina ,kemudian di rendam dengan air
garam selama 30 menit.

Jenis ikan hias Black Molly merupakan jenis


ikan yang mudah untuk di pijahkan dan tidak
membutuhkan perawatan yang sulit