Anda di halaman 1dari 56

Laporan

PROFIL KABUPATEN KLATEN

Laporan PROFIL KABUPATEN KLATEN KELOMPOK STUDIO I: Anita Delina, S.Hut Cicilia Chrysta BW, ST Feri Setiyoko,
Laporan PROFIL KABUPATEN KLATEN KELOMPOK STUDIO I: Anita Delina, S.Hut Cicilia Chrysta BW, ST Feri Setiyoko,
Laporan PROFIL KABUPATEN KLATEN KELOMPOK STUDIO I: Anita Delina, S.Hut Cicilia Chrysta BW, ST Feri Setiyoko,
Laporan PROFIL KABUPATEN KLATEN KELOMPOK STUDIO I: Anita Delina, S.Hut Cicilia Chrysta BW, ST Feri Setiyoko,
Laporan PROFIL KABUPATEN KLATEN KELOMPOK STUDIO I: Anita Delina, S.Hut Cicilia Chrysta BW, ST Feri Setiyoko,
Laporan PROFIL KABUPATEN KLATEN KELOMPOK STUDIO I: Anita Delina, S.Hut Cicilia Chrysta BW, ST Feri Setiyoko,

KELOMPOK STUDIO I:

Anita Delina, S.Hut

Cicilia Chrysta BW, ST

Feri Setiyoko, ST

Franciscus Xaverius, ST

Hettik, ST

Laura Aswin Melani, S.Kom

PW 12 MPKD UGM 2015

PROFIL FISIK DASAR

KABUPATEN KLATEN

PROFIL FISIK DASAR KABUPATEN KLATEN Gambaran Umum Wilayah Analisis Aspek Fisik dan Lingkungan KELOMPOK STUDIO I
PROFIL FISIK DASAR KABUPATEN KLATEN Gambaran Umum Wilayah Analisis Aspek Fisik dan Lingkungan KELOMPOK STUDIO I
PROFIL FISIK DASAR KABUPATEN KLATEN Gambaran Umum Wilayah Analisis Aspek Fisik dan Lingkungan KELOMPOK STUDIO I

Gambaran Umum

Wilayah

Analisis Aspek Fisik

dan Lingkungan

KELOMPOK STUDIO I

KABUPATEN KLATEN

PW 12 MPKD UGM 2015

GAMBARAN UMUM WILAYAH

LETAK GEOGRAFIS Kabupaten Klaten merupakan bagian dari wilayah admistrasi Provinsi Jawa Tengah. Dengan Ibukotanya yaitu Klaten Tengah.

Wilayah Kabupaten Klaten terletak antara:

Bujur Timur

Lintang Selatan : 7 0 32’

:

110 0 26’

14” - 110 0 47’ 51” -

19”

7 0 48’ 33”

Wilayah Kabupaten Klaten berbatasan dengan:

Sebelah Utara

: Kabupaten Boyolali

Sebelah Timur

: Kabupaten Sukoharjo

Sebelah Selatan

: Kabupaten Gunungkidul (DIY)

Sebelah Barat

: Kabupaten Sleman (DIY)

(DIY) Sebelah Barat : Kabupaten Sleman (DIY) Peta Administrasi Kabupaten Klaten Luas wilayah Kabupaten

Peta Administrasi Kabupaten Klaten

Luas wilayah Kabupaten Klaten adalah 70.035 ha yang terdiri dari 26 kecamatan, dengan kecamatan terluas yaitu Kemalang seluas 5.881 ha sedangkan yang terkecil yaitu Klaten Tengah seluas 955 ha.

TOPOGRAFI Wilayah Kabupaten Klaten terbagi menjadi tiga dataran yaitu wilayah Lereng Gunung Merapi (bagian utara), wilayah Dataran (bagian tengah), wilayah Berbukit/Gunung Kapur (bagian selatan). Melihat keadaan alamnya yang sebagian besar adalah dataran rendah dan didukung dengan banyaknya sumber air, maka daerah Kabupaten Klaten merupakan daerah pertanian yang potensial di samping penghasil kapur, batu kali dan pasir yang berasal dari Gunung Merapi.

Topografi wilayah Kabupaten Klaten bervariasi antara 0 s/d di atas 2500 mdpl. Luas wilayah didominasi daerah dengan ketinggian 100-200 mdpl yaitu seluas ±38.526 ha (55,02%). Ketinggian tempat berkaitan dengan persyaratan tumbuh tanaman dengan sinar matahari dan temperatur udara.

berkaitan dengan persyaratan tumbuh tanaman dengan sinar matahari dan temperatur udara. Peta Ketinggian Kabupaten Klaten

Peta Ketinggian Kabupaten Klaten

Kecamatan Kemalang berada di wilayah yang tingkat kelerengannya paling tinggi (>40%), sedangkan ke arah selatan dan tenggara tingkat kelerengannya cenderung rendah.

No

Tingkat

Luas

Kelerengan

(Ha)

Persentase

Luas (%)

1 0 - 2%

39.242 56,41

Persentase Luas (%) 1 0 - 2% 39.242 56,41 2 >2% -5% 19.822 28,50 3 >5%
Persentase Luas (%) 1 0 - 2% 39.242 56,41 2 >2% -5% 19.822 28,50 3 >5%

2 >2% -5%

19.822 28,50

3 >5% - 15%

7.695 11,06

>15% -
4

40%

1.884 2,71

5 >40%

920 1,32

>15% - 4 40% 1.884 2,71 5 >40% 920 1,32 Peta Kelerengan Kabupaten Klaten GEOLOGI Kabupaten

Peta Kelerengan Kabupaten Klaten

GEOLOGI Kabupaten Klaten didominasi oleh batuan induk yang berasal dari Batuan Gunungapi Merapi seluas 52.712,85 ha (75,23 %), formasi Batuan Gunungapi Tua seluas 5.440,19 ha (7,76 %), formasi Batuan induk Endapan Alluvium seluas 7.253,96 ha (10,35 %) yang subur dan banyak menyimpan air sehingga cocok untuk pertanian sawah dan palawija.

%) yang subur dan banyak menyimpan air sehingga cocok untuk pertanian sawah dan palawija. Peta Geologi

Peta Geologi Kabupaten Klaten

JENIS TANAH Secara garis besar jenis tanah di Kabupaten Klaten terdiri dari tanah regosol (regosol kelabu 59,82% dan regosol coklat kelabu 22,99%), alluvial 6,63% serta latosol 1,19% yang bersifat subur, mampu menyerap air sehingga sesuai untuk pertanian.

subur, mampu menyerap air sehingga sesuai untuk pertanian. Peta jenis tanah di Kabupaten Klaten IKLIM DAN

Peta jenis tanah di Kabupaten Klaten

IKLIM DAN CURAH HUJAN Kondisi temperatur udara rata-rata di Kabupaten Klaten berkisar antara 28 o -31 o C, dengan kecepatan angin rata-rata 37-48 km/jam. Curah hujan di Kabupaten Klaten selama tahun 2012 sebesar 82.562 mm. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari 2012 sebesar 13.508 mm dan yang terendah terjadi pada bulan Juli sampai September 2012 sebesar 0,00 mm.

mm dan yang terendah terjadi pada bulan Juli sampai September 2012 sebesar 0,00 mm. Peta curah

Peta curah hujan di Kabupaten Klaten

HIDROLOGI DAN HIDROGEOLOGI Wilayah kabupaten Klaten sebagian besar termasuk dalam wilayah DAS Bengawan Solo yaitu Sub DAS Bengawan Solo hulu. Sedangkan sebagian kecil wilayah Kabupaten Klaten sebelah barat dan barat daya masuk dalam wilayah DAS Opak-Progo-Serang. Sungai-sungai di wilayah Kabupaten Klaten sebagian besar mengalir air sepanjang tahun, dan air sungai tersebut sebagian besar dipergunakan untuk irigasi.

Berdasarkan kondisi hidrogeologi, formasi yang memiliki potensi air tanah terletak pada litologi utama berupa endapan vulkanik, dengan cakupan daerah di Kabupaten Klaten tersebar di Kecamatan Tulung, Manisrenggo, Polanharjo, Karanganom, Karangnongko dan Ngawen. Sumber atau mata air yang melimpah di Kabupaten Klaten tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan air warga Klaten sendiri, namun juga warga masyarakat Kabupaten Surakarta. Di Kabupaten Klaten terdapat perusahaan internasional (Danone Group) yang berinvestasi dalam usaha “Air Minum Dalam Kemasan” (AMDK) memanfaatkan sumber mata air Sigedang, Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo.

SUMBER DAYA ALAM

Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo. SUMBER DAYA ALAM Peta Kawasan Hutan di Kabupaten Klaten Peta DAS di

Peta Kawasan Hutan di Kabupaten Klaten

SUMBER DAYA ALAM Peta Kawasan Hutan di Kabupaten Klaten Peta DAS di Kabupaten Klaten Peta Hidrogeologi

Peta DAS di Kabupaten Klaten

Hutan di Kabupaten Klaten Peta DAS di Kabupaten Klaten Peta Hidrogeologi di Kabupaten Klaten Kawasan hutan

Peta Hidrogeologi di Kabupaten Klaten

Kawasan hutan yang ada di Kabupaten Klaten merupakan hutan negara seluas 1.536 ha atau sekitar 2,19% wilayah kabupaten terletak di Kecamatan Bayat, Kalikotes, dan Kemalang (table 2.7). Kawasan yang ada di kecamatan ini ditetapkan sebagai hutan lindung (Bayat), hutan produksi (sebagian di Bayat, Kalikotes, dan sebagian Klaten Selatan), hutan produksi terbatas (Bayat), hutan taman nasional Gunung Merapi (Kemalang).

PERTAMBANGAN Bahan tambang yang terdapat di Kabupaten Klaten tergolong bahan mineral merupakan hasil erupsi Gunung Merapi yang menghampar sampai ke tenggara Kabupaten Klaten.

Peta Kawasan Pertambangan di Kabupaten Klaten KEBENCANAAN 1. Rawan Bencana Kekeringan dan Kekurangan Air Bersih

Peta Kawasan Pertambangan di Kabupaten Klaten

KEBENCANAAN

1. Rawan Bencana Kekeringan dan Kekurangan Air Bersih

KEBENCANAAN 1. Rawan Bencana Kekeringan dan Kekurangan Air Bersih Peta rawan bencana kekeringan dan kekurangan air

Peta rawan bencana kekeringan dan kekurangan air bersih

2.

Rawan Bencana Banjir

2. Rawan Bencana Banjir Peta rawan bencana banjir 3. Rawan Bencana Gempa Bumi Peta rawan bencana

Peta rawan bencana banjir

3. Rawan Bencana Gempa Bumi Peta rawan bencana gempa bumi 4. Rawan Bencana Gerakan Tanah
3.
Rawan Bencana Gempa Bumi
Peta rawan bencana gempa bumi
4.
Rawan Bencana Gerakan Tanah

Di Kabupaten Klaten factor-faktor penyebab bencana gerakan tanah antara lain:

- Tanah yang bersifat sarang, sehingga akan mengembang apabila terkena air.

- Curah hujan yang tinggi mengakibatkan aliran sungai menjadi lebih deras.

- Adanya erosi tebing sungai oleh aliran air sungai

Peta rawan bencana gerakan tanah 5. Rawan Bencana Bencana Gunung Api Bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh

Peta rawan bencana gerakan tanah

5. Rawan Bencana Bencana Gunung Api Bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung api dapat berupa: aliran panas, tephra

(abu) yang jatuh di udara, aliran-aliran lava, gas-gas vulkanis, lahar dan tanah longsor.

lava, gas-gas vulkanis, lahar dan tanah longsor. Peta Rawan Bencana Gunung Api POLA PENGGUNAAN LAHAN Secara

Peta Rawan Bencana Gunung Api

POLA PENGGUNAAN LAHAN

Secara umum penggunaan lahan di Kabupaten Klaten sebagian besar digunakan untuk lahan pertanian dan permukiman. Penggunaan lahan yang lain adalah untuk hutan, rawa-rawa, dan kawasan industri.

Peta penggunaan lahan di Kabupaten Klaten ANALISIS ASPEK FISIK DAN LINGKUNGAN Analisis Kesesuaian Lahan Penentuan

Peta penggunaan lahan di Kabupaten Klaten

ANALISIS ASPEK FISIK DAN LINGKUNGAN

Analisis Kesesuaian Lahan

Penentuan Kawasan Lindung dan Budidaya mengacu pada SK Mentan No.837/KPTS/UM/11/1980 dan No. 683/KPTS/UM/8/1981, Keppres No. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung dan SK Kepmenhut 359/Menhut-II/2004 tentang Perubahan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 435/KPTS-II/1999 tanggal 15 Juni 1999 tentang Penunjukan Kawasan Hutan di wilayah Provinsi Jawa Tengah, sehingga bisa diperoleh kawasan mana yang berfungsi sebagai lindung dan kawasan yang boleh dibudidayakan.

 

Faktor

 

Luas Kondisi

No

Penentu

SK. Mentan No. 837/KPTS/UM/11/1980

 

Eksisting

Kemampuan

 

Kab. Klaten

       

Nilai

 

Kelas

Kelerengan (%)

Klasifikasi

Skor

(ha)

1

0-8

Datar

20

65.955,81

1

Kelerengan

2

>8-15

Landai

40

2.783,42

3

>15-25

Agak

60

719,68

 

Curam

4

>25-40

Curam

80

391,29

5

>40

Sangat

100

184,79

Curam

   

Faktor

   

Luas Kondisi

No

Penentu

SK. Mentan No. 837/KPTS/UM/11/1980

 

Eksisting

Kemampuan

 

Kab. Klaten

         

Nilai

 

Kelas

Jenis Tanah

Klasifikasi

Skor

(ha)

 

Aluvial,

Galei,

Planosol,

     

1

Hidromerf,

Laterik

air

Tidak peka

15

4.633,66

 

Jenis

Tanah

tanah

 

Menurut

 

2

Latosol

 

Kurang

30

828,25

2

Kepekaannya

 

peka

Terhadap

3

Brown forest soil, non calcic brown mediteran

Agak peka

45

 

Erosi

-

 

4

Andosol, Laterit, Grumosol, Podsol, Podsolic

Peka

60

5.202,99

5

Regosol, Organosol, Rensina

Litosol,

Sangat peka

75

59.207

   

Kelas

Intensitas (mm/hari hujan)

Hujan

Klasifikasi

Nilai

(ha)

Skor

1

0-13,6

 

Sangat

10

7.093,73

 

Intensitas

 

rendah

3

Hujan

Rata-

2

13,6-20,7

 

Rendah

20

57.360,77

Rata

3

20,7-27,7

 

Sedang

30

3.111,22

 

4

27,7-34,8

 

Tinggi

40

2.469,28

5

>34,8

 

Sangat

50

 

Tinggi

-

Kriteria

Kelas Kriteria

 

>=175

 

Kawasan Lindung

 

125-174

 

Kawasan Fungsi Penyangga

 
 

Kawasan Hutan Produksi Terbatas

 

<125 (lereng <15%)

 

Budidaya Tanaman Tahunan

 
 

Kawasan Hutan Produksi Tetap

 

Kawasan Hutan Produksi Konversi

 

<125 (lereng <8 %)

 

Kawasan Tanaman Semusim Dan Permukiman

 

No

Peruntukan

 

Luas (Ha)

%

1

Kaw. Lindung

 

976,09

1,39

2

Kaw.

Tan.

Tahunan,

Hutan

Produksi

Tetap,

Hutan

Produksi

794,49

1,13

Konversi

 

3

Kaw. Fungsi Penyangga, Hutan Produksi Tetap

 

5.202,98

7,43

4

Kaw. Tanaman Semusim dan Permukiman

 

62.837,36

89,72

5

Rawa

224,08

0,32

 

Jumlah

 

70.035

100

Hasil:

 
         

Kaw. Budidaya Tan. Tahunan / HP dan HPK

Kawasan

Tan.

No

Kecamatan

Kaw.

Lindung

Kawasan

penyangga

Semusim

Permukiman

dan

1

Bayat

 

53,68

773,65

3.368,14

2

Cawas

   

0,05

3.614,27

3

Ceper

 

115,81

 

2.462,90

4

Delanggu

 

88,40

 

1.918,59

5

Gantiwarno

 

7,46

10,05

2.542,88

6

Jatinom

2,39

200,21

 

3.450,01

7

Jogonalan

     

2.710,42

8

Juwiring

     

3.104,80

9

Kalikotes

 

85,24

 

1.308,44

10

Karanganom

 

59,26

 

2.503,67

11

Karangdowo

     

3.089,45

12

Karangnongko

 

6,98

 

2.977,44

13

Kebonarum

 

66,64

 

970,42

14

Kemalang

973,70

3.930,58

 

925,24

15

Klaten Selatan

     

1.527,91

16

Klaten Tengah

 

0,97

 

956,95

17

Klaten Utara

 

17,99

 

1.101,75

18

Manisrenggo

 

8,89

 

3.091,53

19

Ngawen

     

1.819,94

20

Pedan

     

2.001,67

21

Polanharjo

 

77,95

 

2.466,33

22

Prambanan

     

2.587,58

23

Trucuk

 

7,47

 

3.466,37

24

Tulung

 

440,91

 

2.964,04

25

Wedi

 

34,55

10,75

2.578,01

26

Wonosari

     

3.328,62

 

JUMLAH

976,09

5.202,98

794,49

62.837,36

Peta hasil analisis kesesuaian lahan Analisis Daya Dukung Lingkungan Analisa daya dukung ( Carrying Capacity

Peta hasil analisis kesesuaian lahan

Analisis Daya Dukung Lingkungan Analisa daya dukung (Carrying Capacity Ratio/CCR) memerlukan dua variabel pokok yaitu potensi lahan yang tersedia luas lahan, dan jumlah penduduk. Hasil analisis Carrying Capacity Ratio Kabupaten Klaten sebagai berikut:

Luas panen di Kabupaten Klaten pada tahun 2014

=

1.226.994,4

ha

(sebagian

lebih

dari

1

kali

panen dalam 1 tahun) Jumlah KK yang tinggal di pedesaan

=

348.514 KK

Ukuran lahan rata-rata yang dimiliki petani per KK

=

0,5 ha

Maka:

rata-rata yang dimiliki petani per KK = 0,5 ha Maka: Kesimpulan: = 6,57  Kemampuan daya

Kesimpulan:

= 6,57

Kemampuan daya dukung (CCR) > 1

Berdasarkan kuantitas lahan, masih memiliki kemampuan untuk mendukung kebutuhan pokok penduduk Kabupaten Klaten dan masih mampu menerima tambahan penduduk.

Pembangunan di Kabupaten Klaten masih dimungkinkan bersifat ekspansif dan eksploratif lahan.

PROFIL

KEPENDUDUKAN

KABUPATEN KLATEN

PROFIL KEPENDUDUKAN KABUPATEN KLATEN Kependudukan -- Laju Pertumbuhan Penduduk Kepadatan dan distribusi Penduduk
PROFIL KEPENDUDUKAN KABUPATEN KLATEN Kependudukan -- Laju Pertumbuhan Penduduk Kepadatan dan distribusi Penduduk
PROFIL KEPENDUDUKAN KABUPATEN KLATEN Kependudukan -- Laju Pertumbuhan Penduduk Kepadatan dan distribusi Penduduk

Kependudukan

--

Laju Pertumbuhan Penduduk

Kepadatan dan distribusi Penduduk

Struktur dan komposisi penduduk

Ketenagakerjaan

----------

Indeks

Pembangunan

Manusia

IPM

KELOMPOK STUDIO I

KABUPATEN KLATEN

PW 12 MPKD UGM 2015

KEPENDUDUKAN

Kependudukan

Jumlah penduduk klaten pada tahun 2013 berdasarkan data BPS sebesar 1.316.907 jiwa yang tersebar di 26 kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Klaten Tengah, Klaten Utara dan Klaten Selatan. Klaten Tengah merupakan inukota dari Kabupaten Klaten sehingga mempunyai banyak faktor yang menarik. Hal ini dikarenakan posisi ketiga kecamatan berdekatan dan sama-sama dilewati jalan arteri primer. Hal ini menyebabkan limpahan penduduk dari kecamatan sekitar. Dengan jumlah penduduk seperti itu maka menjadikan guna lahan yang ada di 3 kecamatan banyak berupa pemukiman. Dengan jumlah penduduk yang banyak menyebabkan kebutuhan akan sarana prasarana juga tinggi.

Laju Pertumbuhan Penduduk

Laju pertumbuhan penduduk sampai tahun 2013 dengan tahun dasar 2000 yaitu sebesar 0,35%. Laju pertumbuhan penduduk dikecamatan Kalikotes sama Wedi menunjukkan angka yang negatif yaitu sebesar -0,12% untuk Kalikotes dan Wedi sebesar -0,17% . Di kecamatan Klaten Tengah, Utara dan Selatan adalah kecamatan yang tidak pernah mengalami penurunan penduduk. Dampaknya bagi ke tiga kecamatan dari segi fisik dasar karen adakn terus mengalami peningkatan jumlah penduduk, maka guna lahan permukiman juga akan terus meningkat dan dari segi prasarana, perumahan dan fasilitas pendukung akan terus naik di tahun-tahun mendatang

Selain itu ada kecamatan lain juga mengalami pertumbuhan penduduk yang diperlukan perhatian khusus di kecamatan tersebut untuk sarana prasarana ke depan terutama untuk permukiman, pendidikan , transportasi dll karena dari beberapa kecamatn misalnya kemalang saat ini belum memiliki jumlah penduduk yang tergolong banyak tetapi jumlah transmigran dari kecamatan ini juga yang tertinggi si tahun 2013 sebanak 15 KK dari 17 KK yang di transmigrasikan ke Kalimantan.

Kepadatan dan distribusi Penduduk

Kepadatan Bruto menunjukkan perbandingan jumlah penduduk dengan lahan yang ada. Untuk kepadatan Bruto Kecamatan Klaten Tengah memiliki kepadatan tertinggi. Dengan jumlah penduduk yang banyak maka kebutuhan akan saranan dan prasarana juga semakin banyak. Kepadatan Neto akan menunjukkan lahan terbangun yang ada telah mencukupi dan jika terjadi kekurangan akan di ketahui berapa kekurangannya.

Untuk kepadatan neto paling tinggi di Kabupaten Klaten ada di Kecamatan Kebonarum 81,27 artinya sekitar 81 penduduk di tiap satu km2 lahan terbangun. dan yang terendah ada di Kecamatan karangnongko. Untuk fisik dasar guna lahan yang bersifat lahan terbuka susah di terapkan di kecamatan-kecamatan yang lahan terbangunnya tinggi seperti Kebonarum.

Kepadatan Fisiologis tertinggi di kecamatan Kemalang. Hal ini menunjukkan tingkat ketahanan pangan di kecamatan ini paling rendah dan untuk memenuhi kebutuhan pangan kecamatan dengan ketahanan paling rendah akan meminta suplai dari kecamatan di sekitarnya dengan ketahanan pangan yang tinggi. Sedangkan kecamatan Gantiwarno memiliki angka kepadatan terendah sehingga dapat di katakan kecamatan Gantiwarno memiliki ketahanan pangan yang tinggi sehingga kecamatan ini mampi mencukupi kebutuhan pangan nya sendiri bahkan dapat membantu kecamatan lain yang memiliki ketahanan pangan yang rendah. Untuk sarana dan prasarana diperlukan akses yang lebih baik dari dan ke kecamatan Gantiwarno

Peta Persebaran Penduduk Struktur dan komposisi penduduk Selama sepuluh tahun kebelakang Kabupaten Klaten mempunyai sex
Peta Persebaran Penduduk Struktur dan komposisi penduduk Selama sepuluh tahun kebelakang Kabupaten Klaten mempunyai sex

Peta Persebaran Penduduk

Struktur dan komposisi penduduk

Selama sepuluh tahun kebelakang Kabupaten Klaten mempunyai sex ratio di bawah 100 senilai antara 98 dan 99 yang menandakan bahwa jumlah penduduk perempuan di Kabupaten Klaten lebih banyak di banding jumlah penduduk laki-lakinya.

Berdasarkan piramida penduduk kabupaten Katen paling banyak berusia di atsa 65 tahun, tingkat mobilitas penduduk usia tua pun rendah karena memang kemingkinan tidak berniat untuk migrasi keluar Kabupaten Klaten. Selain itu piramida tersebut juga menggambarkan bahwa Kabupaten Klaten mempunyai angka harapan hidup yang tinggi.

Klaten. Selain itu piramida tersebut juga menggambarkan bahwa Kabupaten Klaten mempunyai angka harapan hidup yang tinggi.

Ketenagakerjaan

Kualitas tenaga kerja mempengaruhi kualitas dan jumlah produksi. Dari data yang di dapatkan dari buku IPM Kab Klaten tahun 2013, jumlah pengaguran sebesar 5,38% cenderung naik dari tahun 2012. Sedanfkan untuk Lapangan pekerjaan berdasarkan sektor dengan tiga terbesar antara lain Perdagangan, Rumah makan dan hotel sebesar 27,42%, Industri Pengolahan sebesar 26.03% dan jasa kemasyarakatan sebesar 21,25%. Angka TPAK di Kabupaten Klaten cenderung naik di tiga tahun terakhir ini.

Pencari kerja di Kabupaten Klaten selama tahun 2012 sebanyak 6.135 orang, terdiri dari laki laki sebanyak 3.148 orang dan perempuan sebesar 2.987 orang. Apabila dilihat dari tingkat pendidikan, sebanyak 4.297 orang atau sebesar 70,04% berpendidikan SMA atau yang sederajat, 632 orang atau sebesar 10,30 % berpendidikan SMP, 625 orang atau sebesar 10,19 % berpendidikan Sarjana, 467 orang atau sebesar 7,61% berpendidikan Sarjana Muda, dan 32 orang atau sebesar 0,52% berpendidikan SD.

Realisasi pemberangkatan transmigrasi selama tahun 2012 di Kabupaten Klaten sebanyak 15 kepala keluarga meliputi 49 jiwa, seluruh keluarga bertransmigrasi ke pulau Kalimantan.

Indeks Pembangunan Manusia

Dari tahun ke tahun Nilai IPM Kabupaten Klaten menunjukkan peningkatan, hal ini menunjukkan secara umum bahwa kualitas sumber daya manusia semakin baik. Menurut standar dari UNDP maka nilai IPM Kabupaten Klaten termasuk dalam kategori menengah atas

daya manusia semakin baik. Menurut standar dari UNDP maka nilai IPM Kabupaten Klaten termasuk dalam kategori
PROFIL EKONOMI KABUPATEN KLATEN Ekonomi Makro Ketimpangan Ekonomi Antar Wilayah Sektor Unggulan / Basis
PROFIL EKONOMI KABUPATEN KLATEN Ekonomi Makro Ketimpangan Ekonomi Antar Wilayah Sektor Unggulan / Basis
PROFIL EKONOMI KABUPATEN KLATEN Ekonomi Makro Ketimpangan Ekonomi Antar Wilayah Sektor Unggulan / Basis
PROFIL EKONOMI KABUPATEN KLATEN Ekonomi Makro Ketimpangan Ekonomi Antar Wilayah Sektor Unggulan / Basis

PROFIL

EKONOMI

KABUPATEN KLATEN

PROFIL EKONOMI KABUPATEN KLATEN Ekonomi Makro Ketimpangan Ekonomi Antar Wilayah Sektor Unggulan / Basis
PROFIL EKONOMI KABUPATEN KLATEN Ekonomi Makro Ketimpangan Ekonomi Antar Wilayah Sektor Unggulan / Basis
PROFIL EKONOMI KABUPATEN KLATEN Ekonomi Makro Ketimpangan Ekonomi Antar Wilayah Sektor Unggulan / Basis

Ekonomi Makro

Ketimpangan

Ekonomi Antar

Wilayah

Sektor Unggulan /

Basis

Potensi Ekonomi

dalam Konstelasi

Regional

Kegiatan Usaha

Perekonomian

KELOMPOK STUDIO I

KABUPATEN KLATEN

PW 12 MPKD UGM 2015

EKONOMI MAKRO

EKONOMI MAKRO Berdasarkan besaran kontribusi ekonomi sektor / lapangan usaha, struktur ekonomi Kabupaten Klaten dengan

Berdasarkan besaran kontribusi ekonomi sektor / lapangan usaha, struktur ekonomi Kabupaten Klaten dengan dominasi dari kontribusi lapangan usaha sektor

(1) Perdagangan, Hotel & Restoran (30,78%)

peningkatan kontribusi tiap tahun

(2) Industri dan Pengolahan (20,64%)

peningkatan kontribusi tiap tahun

(3) Pertanian (16,58%) kontribusi tiap tahun

tahun (3) Pertanian (16,58%)  kontribusi tiap tahun penurunan Pergeseran struktur ekonomi dari sektor primer ke

penurunan

Pergeseran struktur ekonomi dari sektor primer ke sektor tersier (kontribusi sektor primer 18,3%, sektor sekunder 29%, sektor tersier 52,7%)

Peningkatan ekonomi berdasarkan nilai PDRB dari Tahun 2001 ke Tahun 2014 :

untuk PDRB ADHB sebesar 12,41%

untuk PDRB ADHK sebesar 4%

Pertumbuhan ekonomi terendah di Kabupaten Klaten pada periode Tahun 2006 2007 dan 2010 2011 yang dipengaruhi oleh adanya bencana alam berupa gempa

bumi dan erupsi Gunung Merapi.

bencana alam berupa gempa bumi dan erupsi Gunung Merapi. Pendapatan per kapita Kabupaten Klaten dalam 5
bencana alam berupa gempa bumi dan erupsi Gunung Merapi. Pendapatan per kapita Kabupaten Klaten dalam 5

Pendapatan per kapita Kabupaten Klaten dalam 5 (lima) tahun terakhir mengalami peningkatan sebesar 4,09% (atas dasar harga berlaku) dan - 0,9%(berdasarkan harga konstan) yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan tingkat kemakmuran rata rata penduduk.

peningkatan tingkat kemakmuran rata – rata penduduk. Titik inflasi terendah Kabupaten Klaten terjadi di Tahun

Titik inflasi terendah Kabupaten Klaten terjadi di Tahun 2012 dan 2014, sedangkan titik inflasi tertinggi pada tahun 2011 yang dipengaruhi ketidakstabilan arus perekonomian pasca terjadinya bencana akibat erupsi Gunung Merapi dan Gempa Bumi pada Tahun 2010.

KETIMPANGAN EKONOMI ANTAR WILAYAH

KETIMPANGAN EKONOMI ANTAR WILAYAH Terdapat peningkatan nilai Indeks Williamson Kabupaten Klaten dengan nilai rata-rata

Terdapat peningkatan nilai Indeks Williamson Kabupaten Klaten dengan nilai rata-rata Indeks 0,56, yang berarti ketimpangan pendapatan antar wilayah semakin besar tiap tahunnya dan termasuk dalam tingkat ketimpangan antar kecamatan yang tinggi. Hal ini terkait juga adanya disparitas antara daerah perkotaan (Kecamatan Klaten Utara, Tengah dan Selatan) sebagai daerah Pusat kota dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Klaten.

PDRB Per Kapita tertinggi di Kabupaten Klaten berada di daerah Perkotaan Klaten, yaitu Klaten Utara, Klaten Tengah dan Klaten Selatan dengan interval PDRB yang jauh lebih tinggi dibandingkan kecamatan lainnya. Hal ini menunjukkan adanya disparitas perkembangan tingkat perekonomian wilayah (tingkat kemakmuran rata-rata penduduk) yang terpusat di daerah perkotaan.

rata-rata penduduk) yang terpusat di daerah perkotaan. NO TAHUN GINI KRITERIA BANK DUNIA RASIO 40%
rata-rata penduduk) yang terpusat di daerah perkotaan. NO TAHUN GINI KRITERIA BANK DUNIA RASIO 40%

NO

TAHUN

GINI

KRITERIA BANK DUNIA

RASIO

40% I

40% II

20% III

1

2011 0.32

 

21.70

36.15

42.15

2

2012 0.33

 

21.48

35.01

43.50

3

2013 0.34

 

20.59

35.27

44.14

Gini ratio distribusi pendapatan penduduk di Kabupaten Klaten sebesar 0,34 yang berarti berada pada tingkat ketimpangan rendah dimana secara rata-rata pendapatan yang diterima penduduk yang berasal dari berbagai kelompok pendapatan relatif mendekati kondisi merata. Berdasarkan kriteria Bank Dunia tingkat pemerataan pendapatan di Kabupaten Klaten pada tahun 2013 juga menunjukkan ketimpangan yang rendah. Dimana penduduk yang berpendapatan rendah di Kabupaten Klaten ternyata sudah menerima lebih dari 17 persen dari total pendapatan yaitu sebesar 20,59%.

SEKTOR UNGGULAN / BASIS

LOCATION QUOTIENT (LQ)

Tabel 1 Hasil Perhitungan LQ Kabupaten Klaten terhadap Provinsi Jawa Tengah

 

SLQ

DLQ

KRITERIA SEKTOR

NO

LAPANGAN USAHA

2012

2013

2011 - 2012

2012 - 2013

2012

2013

1

Pertanian

0.99

1.02

2.10

1.78

Berkembang

Sektor Unggulan

2

Penggalian

1.17

1.17

0.67

1.05

Potensial

Sektor Unggulan

3

Industri Pengolahan

0.63

0.63

0.76

0.88

Terbelakang

Terbelakang

4

Listrik dan Air Minum

0.98

0.99

1.75

1.14

Berkembang

Berkembang

5

Bangunan/Konstruksi

1.22

1.21

0.76

0.87

Potensial

Potensial

6

Perdagangan, Hotel, dan Restoran

1.35

1.34

0.85

0.94

Potensial

Potensial

7

Angkutan dan Komunikasi

0.58

0.58

1.00

0.95

Berkembang

Terbelakang

8

Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan

1.05

1.03

0.76

0.77

Potensial

Potensial

9

Jasa-jasa

1.48

1.48

0.83

1.00

Potensial

Sektor Unggulan

Sumber : Hasil Analisa

Berdasarkan hasil analisa LQ terhadap perbandingan PDRB Kabupaten Klaten dan Provinsi Jawa Tengah tersebut, diketahui bahwa sektor pertanian, penggalian serta jasa jasa di Kabupaten Klaten merupakan sektor unggulan jika dibandingkan dengan struktur ekonomi Provinsi Jawa Tengah.

Sedangkan berdasarkan hasil analisa LQ untuk Sektor Unggulan Kecamatan di Kabupaten Klaten (perbandingan PDRB Kecamatan dan PDRB Kabupaten Klaten) yaitu :

1. Sektor Unggulan Pertanian berada di Kecamatan Bayat, Cawas, Trucuk, Kalikotes, Manisrenggo, Ngawen, Juwiring, Polanharjo dan Jatinom ;

2. Sektor Unggulan Penggalian berada di Kecamatan Bayat, Manisrenggo, Jatinom ;

3. Sektor Unggulan Industri Pengolahan berada di Kecamatan Bayat, Kalikotes, Ngawen, Juwiring, Polanharjo ;

4. Sektor Unggulan Listrik dan Air Minum berada di Kecamatan Bayat, Kalikotes, Delanggu ;

5. Sektor Unggulan Bangunan / Konstruksi berada di Kecamatan Cawas, Trucuk, Kalikotes, Ngawen ;

6. Sektor Unggulan Perdagangan, Hotel dan Restoran berada di Kecamatan Bayat, Cawas, Jogonalan, Manisrenggo, Jatinom ;

7. Sektor Unggulan Angkutan dan Komunikasi berada di Kecamatan Ngawen, Pedan, Delanggu, Polanharjo ;

8. Tidak terdapat sektor unggulan Keuangan, Persewaan, Jasa Perusahaan, akan tetapi terdapat sektor potensial yang berada di Kecamatan Kebonarum, Pedan, Klaten Tengah dan Klaten Utara ;

9. Tidak terdapat sektor unggulan Jasa-jasa, akan tetapi terdapat sektor potensial yang berada di Kecamatan Klaten Tengah dan Klaten Utara.

Kecamatan dengan sektor unggulan terbanyak yaitu Kecamatan Bayat (5 Sektor), Kecamatan Kalikotes dan Ngawen (4 Sektor) dan Kecamatan Cawas, Manisrenggo, Polanharjo, Jatinom (3 sektor). Kecamatan kecamatan tersebut berpotensi sebagai kutub pertumbuhan ekonomi sektoral di Kabupaten Klaten.

SHIFT SHARE (SS)

Tabel 2 Hasil Perhitungan Shift Share Kabupaten Klaten terhadap Provinsi Jawa Tengah berdasarkan PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2011 - 2013

NO

LAPANGAN USAHA

N M (PS)

C (DS)

D KLASIFIKASI

1

Pertanian

52,261.95

(32,622.55)

41,774.89

(115,761.00)

Berkembang

 

1.1 Tanaman Bahan Makanan

35,660.11

(27,218.02)

36,640.56

(130,690.58)

Berkembang

 

1.2 Perkebunan

2,350.35

(594.42)

1,458.46

5,671.24

Berkembang

 

1.3 Peternakan

10,963.62

(472.20)

2,060.46

5,375.75

Berkembang

 

1.4 Kehutanan

2,223.19

(2,129.16)

699.01

1,710.18

Berkembang

 

1.5 Perikanan

1,064.68

(907.43)

916.40

2,172.41

Berkembang

2

Penggalian

3,943.95

352.80

4,527.35

(4,511.19)

Unggulan

3

Industri Pengolahan

62,757.14

1,093.65

54,578.86

65,786.73

Unggulan

4

Listrik dan Air Minum

2,553.46

1,134.17

4,235.88

2,676.29

Unggulan

5

Bangunan/Konstruksi

22,061.46

4,380.18

22,401.33

10,160.46

Unggulan

6

Perdagangan, Hotel, dan Restoran

90,541.34

25,879.50

107,474.59

70,612.59

Unggulan

7

Angkutan dan Komunikasi

9,535.38

1,213.58

10,081.99

8,625.62

Unggulan

8

Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan

12,422.03

10,164.05

16,941.36

10,480.40

Unggulan

Yij*rn

Yij*(rin-rn)

C1ij + A1ij

Total

SEKTOR

9 Jasa-jasa

46,751.68

(7,093.79)

39,534.45

46,733.37

Berkembang

Sumber : Hasil Analisa

Berdasarkan hasil analisa shift share hasil dari perbandingan PDRB Kabupaten Klaten dan Provinsi Jawa Tengah tersebut diketahui bahwa terdapat 7 (tujuh) sektor di Kabupaten Klaten yang menjadi sekotr unggulan dalam konstelasi Provinsi Jawa Tengah, yaitu Penggalian, Industri Pengolahan, Listrik dan Air Minum, Bangunan / Konstruksi, Perdagangan, Hotel dan Restoran, Angkutan dan Komunikasi, serta Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan.

POTENSI EKONOMI DALAM KONSTELASI REGIONAL

PERBANDINGAN LAJU PERTUMBUHAN PDRB KABUPATEN KLATEN - PROVINSI JAWA TENGAH & SOLO RAYA

PDRB KABUPATEN KLATEN - PROVINSI JAWA TENGAH & SOLO RAYA Potensi ekonomi strategis Kabupaten Klaten jika

Potensi ekonomi strategis Kabupaten Klaten jika dibandingkan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten / Kota dalam wilayah Solo Raya adalah pada sektor pertanian, pertambangan, listrik gas dan air minum. Untuk sektor pertanian dimana Kabupaten Klaten sebagai salah satu lumbung pangan Provinsi Jawa Tengah, laju pertumbuhan PDRB Pertanian Klaten (4,64%) jauh di atas Provinsi Jawa Tengah (2,18%) akan tetapi masih di bawah Sragen (6,1%). Untuk sektor pertambangan, Klaten (6,67%) melebihi Provinsi Jawa Tengah (6,33%) akan tetapi masih di bawah Wonogiri (8,73%). Untuk Listrik, gas dan air minum, Kabupaten Klaten (9,64%) melebihi Provinsi Jawa Tengah (8,39%) akan tetapi masih dibawah Sragen (9,76%).

TIPOLOGI PERKEMBANGAN WILAYAH KLASSEN

Tabel 3 Tipologi Ekonomi Wilayah (Tipologi Klassen) Kabupaten Klaten terhadap Provinsi Jawa Tengah

VARIABEL EKONOMI

PROVINSI JAWA TENGAH

KABUPATEN KLATEN

TIPOLOGI EKONOMI KABUPATEN KLATEN

 

2012

2013

2012

2013

2012

2013

Laju Pertumbuhan PDRB

6.34

5.81

5.54

5.79

R1 < R2 dan Y1 < Y2 :

PDRB Per Kapita Rata - Rata

16,863,811.78

18,751,300.52

16,703,263

17,677,621

Daerah (relatif)

Tertinggal (relative

         

backward region)

Sumber : Hasil Analisa

Jika dianalisa berdasarkan tipologi ekonomi wilayah dengan membandingkan laju pertumbuhan ekonomi berdasarkan PDRB dan PDRB Per Kapita dari Kabupaten Klaten dan Provinsi Jawa Tengah, maka diketahui bahwa Kabupaten Klaten masuk dalam Kategori Daerah Relatif Tertinggal dikarenakan laju pertumbuhan PDRB dan PDRB Per Kapita Kabupaten Klaten masih di bawah Provinsi Jawa Tengah.

KEGIATAN USAHA PEREKONOMIAN - PERTANIAN

PERTANIAN TANAMAN PANGAN

USAHA PEREKONOMIAN - PERTANIAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN Berdasarkan data perkembangan luas panen komoditas tanaman

Berdasarkan data perkembangan luas panen komoditas tanaman pangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun terakhir diketahui bahwa hanya komoditas padi sawah yang dalam 5 (lima) tahun terakhir mengalami peningkatan luas panen yang signifikan sebesar 20,2%. Sedangkan untuk ketujuh komoditas lainnya dalam jangka waktu 5 (lima) tahun terakhir justru semakin mengalami penurunan luas panen.

TANAMAN HORTIKULTURA

Berdasarkan data perkembangan produksi komoditas sayuran Kabupaten Klaten Tahun 2010 2014 diketahui bahwa komoditas Terong, Mentimun, Cabe Rawit, Bawang Merah, Kangkung mengalami peningkatan produksi yang cukup signifikan dalam 5 (lima) tahun terakhir dengan tingkat perkembangan produksi mulai dari 23% hingga 250% sehingga berpotensi menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Klaten. Mengingat sentra penghasil komoditas sayuran berpusat pada Kecamatan Polanharjo dan Gantiwarno, maka dapat dikembangkan konsep agropolitan pada wilayah tersebut.

dapat dikembangkan konsep agropolitan pada wilayah tersebut. Berdasarkan data grafik perkembangan produksi komoditas
dapat dikembangkan konsep agropolitan pada wilayah tersebut. Berdasarkan data grafik perkembangan produksi komoditas

Berdasarkan data grafik perkembangan produksi komoditas buah-buahan di atas, diketahui bahwa komoditas yang terus mengalami peningkatan produksi dalam 5 (lima) tahun terakhir yaitu rambutan, jeruk siam, mangga, durian, dan jambu biji. Kelima jenis buah buahan ini dapat dijadikan komoditas unggulan pertanian Kabupaten Klaten dengan sentra budidaya yaitu Kecamatan Karangnongko, Wedi, Klaten Selatan, dan Kemalang.

PERKEBUNAN

PERKEBUNAN Potensi perkebunan Kabupaten Klaten adalah untuk komoditas Tebu, Kelapa, Tembakau Rajang dan Cengkeh. Sementara

Potensi perkebunan Kabupaten Klaten adalah untuk komoditas Tebu, Kelapa, Tembakau Rajang dan Cengkeh. Sementara untuk luas panen komoditas perkebunan terbesar di Kabupaten Klaten berada di Kecamatan Karangnongko, Gantiwarno, Jogonalan dan Jatianom. Keempat kecamatan ini didominasi oleh kontribusi luas panen dari komoditas tebu.

PERIKANAN

Sentra perikanan di Kabupaten Klaten adalah Kecamatan Polanharjo, Karanganom dan Tulung. Di Kecamatan Polanharjo terdapat Balai Pembenihan Induk Perikanan milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Keberadaan BBI Ikan memberikan berpengaruh terhadap daerah sekitar. Pencanangan Desa Nila meliputi 5 desa yaitu Nganjat, Ponggok, Jimus, Janti dan Jeblog. Jenis ikan yang paling banyak dibudidayakan adalah Nila (70,54%), Lele (20,21%), Bawal dan jenis ikan hias.

Nila (70,54%), Lele (20,21%), Bawal dan jenis ikan hias. PETERNAKAN Berdasarkan data populasi ternak di Kabupaten

PETERNAKAN

Lele (20,21%), Bawal dan jenis ikan hias. PETERNAKAN Berdasarkan data populasi ternak di Kabupaten Klaten selama

Berdasarkan data populasi ternak di Kabupaten Klaten selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, diketahui bahwa komoditas peternakan potensial adalah untuk kelompok unggas yang terdiri dari ayam buras, ayam pedaging, ayam petelur, burung puyuh dan itik. Populasi ternak terbesar berada di Kecamatan Gantiwarno, Bayat, Prambanan, Jogonalan, Manisrenggo dan Karangnongko. peluang investasi pada peternakan unggas khususnya di wilayah selatan seperti Kecamatan Bayat, dimana subsektor pertanian yang lain kurang sesuai dikarenakan faktor lahan yang berbukit dominan kapur, dan keterbatasan air terutama pada saat kemarau.

KEGIATAN USAHA PEREKONOMIAN - INDUSTRI

KEGIATAN USAHA PEREKONOMIAN - INDUSTRI Penyumbang investasi terbesar dari sektor industri adalah untuk jenis industri

Penyumbang investasi terbesar dari sektor industri adalah untuk jenis industri kecil. Akan tetapi dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir terus terjadi penurunan nilai investasi dari sektor industri. Hal ini terkait dengan bergesernya struktur ekonomi di Kabupaten Klaten dari sektor primer dan sekunder (termasuk di dalamnya sektor industri khususnya industri pengolahan hasil alam) menuju sektor tersier (khususnya perdagangan, hotel dan restoran sebagai sektor ekonomi dominan).

INDUSTRI BESAR DAN SEDANG

Terdapat 270 perusahaan yang masuk dalam kategori industri besar dan sedang di Kabupaten Klaten, dengan tenaga kerja sebanyak 18.683 orang dan nilai tambah produksi sebesar 1.202.381.393 juta rupiah. perusahaan tersebut tersebar merata hampir keseluruh wilayah Klaten, dengan konsentrasi terbesar yaitu Kecamatan Trucuk (55 perusahaan

/ 20,37 %) dan Kecamatan Ceper (50 perusahaan

/ 18,52 %).

/ 20,37 %) dan Kecamatan Ceper (50 perusahaan / 18,52 %). Menurut jenis komoditi yang dihasilkan,

Menurut jenis komoditi yang dihasilkan, sebagian besar perusahaan industri besar dan sedang di kabupaten Klaten bergerak dilima jenis industri, yaitu bidang industri tembakau, industri furniture & penggergajian, industri makanan & minuman, industri tekstil serta industri barang dan logam. Berdasarkan hasil survei industri besar sedang tahun 2012 tercatat banyaknya industri tembakau ada sejumlah 218 perusahaan atau 80,74 %. Sedangkan industri furniture dan pengergajian sebanyak

24 perusahaan 8,89 %.

INDUSTRI KECIL DAN RUMAH TANGGA

Mayoritas industri yang berkembang di Klaten berupa industri kecil menengah dan industri rumah tangga yang terbagi dalam sentra-sentra industri. Jumlah unit usaha industri kecil yang cukup besar ini memberikan keuntungan dalam hal penyerapan tenaga kerja. Kondisi eksisting persebaran industri kecil dan rumah tangga di Kabupaten Klaten dimana sebagian besar wilayah Kecamatan dan Desa di Kabupaten Klaten telah memiliki spesialisasi industri kecil yang menjurus pada konsep pengembangan “one village one product”. Umumnya, industri kecil berkembang di Kabupaten Klaten memiliki orietasi kedekatan dengan bahan baku atau adanya tenaga kerja terampil yang sifatnya turun-temurun pada satu kelompok wilayah.

Peluang pengembangan industri kecil tersebut ditangkap oleh Pemerintah Kabupaten Klaten dengan menetapkan 11 (sebelas) klaster industri unggulan di Kabupaten Klaten untuk memaduserasikan potensi pertanian, industri kecil dan rumah tangga serta pariwisata guna meningkatkan nilai jual dan daya saing daerah.

Tabel 4 Pembagian Klaster Industri Kabupaten Klaten

NO

NAMA KLASTER

LOKASI

1

Lurik

1. Kec. Cawas (Ds. Burikan, Mlese, Tlingsing, Bendungan, Bogor)

2. Kec. Bayat (Ds. Jambakan, Tegalrejo, Gunung Glagah)

3. Kec. Pedan (Ds. Jetis Wetan, Keden)

4. Kec. Trucuk (Ds. Gaden)

5. Kec. Juwiring (Ds. Juwiran)

2

Batik

1. Kec. Bayat (Ds. Jarum, Kebon, Banyuripan, Paseban)

2. Kec. Klaten Tengah (Ds. Mojoyan)

3. Kec. Kalikotes (Ds. Gemblengan)

4. Kec. Kemalang (Ds. Balrante)

3

Konveksi

1. Kec. Wedi (Ds. Kalitengah)

2. Kec. Pedan (Ds. Tambak Boyo, Jetis Wetan)

3. Kec. Wonosari (Ds. Sidowarno)

4. Kec. Ngawen (Ds. Tempursari)

5. Kec. Karanganom (Ds. Kunden)

4

Desa Wisata

1. Kec. Prambanan (Ds. Kebondalem Kidul, Brajan)

2. Kec. Ngawen (Ds. Duwet)

3. Kec. Kebonarum (Ds. Pluneng)

4. Kec. Polanharjo (Ds Nganjat, Ponggok)

5. Kec. Bayat (Ds. Jarum, Paseban, Krakitan)

6. Kec. Wedi (Ds. Melikan)

7. Kec. Cawas (Ds. Tlingsingan)

5

Minapolitan

1. Kec. Karanganom (Ds. Jeblog)

2. Kec. Tulung (Ds. Wunut, Daleman)

3. Kec. Polanharjo (Ds. Sidowayah, Janti, Jimus, Nganjat, Ponggok)

6

Lereng Merapi

1. Kec. Kemalang (Ds. Sidorejo, Tegalmulyo)

7

Meubel

1. Kec. Juwiring (Ds. Serenan)

2. Kec. Cawas (Ds. Gombang, Mlese)

3. Kec. Trucuk (Ds. Mireng, Sajen)

4. Kec. Klaten Utara (Ds. Belang Wetan)

8

Handycraft

1. Kec. Ceper (Ds. Jambu Kulon)

2. Kec. Klaten Utara (Ds. Belang Wetan)

3. Kec. Juwiring (Ds. Serenan)

4. Kec. Wonosari (Ds. Sidowarno)

5. Kec. Bayat (Ds. Jarum)

6. Kec. Jogonalan (Ds. Joton)

9

Keramik

1. Kec. Wedi (Ds. Melikan)

2. Kec. Bayat (Ds. Paseban)

10

Logam

1. Kec. Ceper (Ds. Tegalrejo, Ceper, Ngawonggo)

2. Delanggu (Ds. Segaran, Dukuh)

3. Kec. Polanharjo (Ds. Kebonharjo, Kranggan)

4. Kec. Karanganom (Ds. Padas)

5. Kec. Jatinom (Ds. Bonyokan)

11

Makanan Olahan

1. Kec. Jogonalan (Ds. Gondangan, Titang, Somopuro, Karangdukuh, Sumyang, Prawatan, Rejoso)

2. Kec. Gantiwarno (Ds. Ceporan)

3. Kec. Wedi (Kalitengah, Birit)

4. Kec. Klaten Utara

5. Kec. Karanganom (Ds. Jeblog)

6. Kec. Kemalang (Ds. Sidorejo)

7. Kec. Kalikotes (Ds. Krajan)

8. Kec. Ceper (Kurung)

Sumber : Kabupaten Klaten Dalam Angka Tahun 2014, Bappeda Kabupaten Klaten

 Dari sebelas klaster industri Kabupaten Klaten, jumlah unit usaha terbesar adalah klaster 1) logam,
 Dari sebelas klaster industri Kabupaten Klaten, jumlah unit usaha terbesar adalah klaster 1) logam,

Dari sebelas klaster industri Kabupaten Klaten, jumlah unit usaha terbesar adalah klaster 1) logam, 2) meubel, 3) handycraft dan 4) keramik.

Ditinjau dari jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam klaster industri, maka klaster dengan tenaga kerja terbesar yaitu 1) handycraft, 2) meubel, 3) logam, 4) keramik.

Sedangkan ditinjau dari nilai tambah produksi yang diberikan sebagai hasil produktivitas industri, maka klaster dengan nilai produksi terbesar yaitu 1) handycraft, 2) meubel 3) konveksi, 4) keramik dan 5) logam.

terbesar yaitu 1) handycraft, 2) meubel 3) konveksi, 4) keramik dan 5) logam. Peta Klaster Industri

Peta Klaster Industri Kabupaten Klaten

KEGIATAN USAHA PEREKONOMIAN - PARIWISATA

Kabupaten Klaten terletak diantara dua kota besar yaitu Yogyakarta dan Surakarta dimana masing masing kota tersebut dikenal sebagai kota budaya, kota pariwisata dan kota pelajar. Obyek obyek wisata Kabupaten Klaten merupakan pintu gerbang dari Selatan obyek obyek wisata di Jawa Tengah dan juga merupakan daerah antara dua kota budaya Surakarta dan Yogyakarta. Kabupaten Klaten memiliki banyak obyek obyek wisata, sarana wisata, seni tradisional, upacara tradisional, dan juga pusat industri kerajinan yang layak untuk dikunjungi, dilihat dan dinikmati.

Potensi destinasi wisata Kabupaten Klaten selain yang terdata dalam tabel di atas sebenarnya dapat diperinci lagi menjadi 30 daerah tujuan wisata wisata alam, 70 daerah tujuan wisata buatan, serta 60 daerah tujuan wisata buatan (yang di dalamnya meliputi jenis(kegiatan / upacara budaya) dengan 15 destinasi wisata unggulan. Dari 160 destinasi wisata / daerah tujuan wisata Kabupaten Klaten, dapat dikelompokkan menjadi 6 kelompok jenis daya tarik wisata, yaitu kolam renang dan pemancingan, candi pubakala, makam, pemandangan alam, dan lainnya. Akan tetapi belum semua obyek wisata / destinasi wisata yang ada di Kabupaten Klaten telah terkelola dengan baik sehingga data pengunjung tidak terdata pada setiap lokasi / tujuan pariwisata yang ada, hanya pada ± 15 lokasi wisata yang telah memiliki manajemen pengelolaan yang terorganisir (misal pada Sumber Air Ingas dan Pemandian Ponggo yang telah memiliki sistem retribusi / tiket masuk).

Visi pembangunan kepariwisataan Kabupaten Klaten berdasarkan Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Kabupaten Klaten Tahun 2012 yaitu “Terwujudnya Kepariwisataan Berbasis Budaya Kabupaten Klaten yang Berkelanjutan dan Mendukung Kesejahteraan Masyarakat”.

Beberapa permasalahan yang terkait belum optimalnya pengembangan pariwisata dan minimnya jumlah kunjungan pariwisata di Kabupaten Klaten antara lain dipengaruhi oleh :

keterbatasan amenitas (sarana prasarana pendukung wisata seperti hotel, restoran, biro perjalanan wisata), keterbatasan kelembagaan pengelola obyek wisata baik di level pemerintah, swasta maupun masyarakat, keterbatasan SDM pengelola pariwisata, lemahnya peran serta masyarakat dalam pengembangan pariwisata, belum adanya pemasaran pariwisata yang memadai, perencanaan dan pengembangan pariwisata yang

pengembangan pariwisata, belum adanya pemasaran pariwisata yang memadai, perencanaan dan pengembangan pariwisata yang
pengembangan pariwisata, belum adanya pemasaran pariwisata yang memadai, perencanaan dan pengembangan pariwisata yang
pengembangan pariwisata, belum adanya pemasaran pariwisata yang memadai, perencanaan dan pengembangan pariwisata yang
pengembangan pariwisata, belum adanya pemasaran pariwisata yang memadai, perencanaan dan pengembangan pariwisata yang
pengembangan pariwisata, belum adanya pemasaran pariwisata yang memadai, perencanaan dan pengembangan pariwisata yang
pengembangan pariwisata, belum adanya pemasaran pariwisata yang memadai, perencanaan dan pengembangan pariwisata yang
pengembangan pariwisata, belum adanya pemasaran pariwisata yang memadai, perencanaan dan pengembangan pariwisata yang
pengembangan pariwisata, belum adanya pemasaran pariwisata yang memadai, perencanaan dan pengembangan pariwisata yang
pengembangan pariwisata, belum adanya pemasaran pariwisata yang memadai, perencanaan dan pengembangan pariwisata yang
pengembangan pariwisata, belum adanya pemasaran pariwisata yang memadai, perencanaan dan pengembangan pariwisata yang
pengembangan pariwisata, belum adanya pemasaran pariwisata yang memadai, perencanaan dan pengembangan pariwisata yang
pengembangan pariwisata, belum adanya pemasaran pariwisata yang memadai, perencanaan dan pengembangan pariwisata yang

belum

paket wisata.

optimal

khususnya

dari

perencanaan

pengembangan

Tabel 5 Persebaran Potensi Pariwisata Kabupaten Klaten

NO

KECAMATAN

DESTINASI WISATA

 

POTENSI

ALAM

BUDAYA

BUATAN

1

Bayat

Rowo Jombor

   
   

Rumah Minangkabau

   

   

Bukit Sidoguro

   

   

Gua Kendil dan Gua Payung

   
   

Gunung Watu Prahu

   
   

Sendang Maerokoco

   
   

Makam Kyai Ageng Pandanaran

 

 
   

Makam Menang Lase Konang

 

 

2

Cawas

Tempat Petilasan Sembahyang Kanjeng Sunan Kalijogo

 

 

3

Ceper

Sendang Sinongko

   

4

Delanggu

-

     

5

Gantiwarno

-

     

6

Jatinom

Gua Suran

   
   

Sendang Plampeyan

   
   

Sendang Gotan

   
   

Makam Kyai Ageng Gribig

 

 

7

Jogonalan

Museum Gula Gondang Winangoen

   

8

Juwiring

-

     

9

Kalikotes

Sendang Bulus Jimbung

   
   

Makam Gusti Panembahan Agung

 

 

10

Karanganom

Pemandian Jolotundo

   
   

Makam Kyai Ageng Ajeng Mas

 

 

11

Karangdowo

-

     

12

Karangnongko

Candi Merak

 

 

13

Kebonarum

Umbul Tirto Mulyono dan Tirto Mulyani

   

14

Kemalang

Deles Indah

   
   

Bekas Pesanggrahan Sunan Paku Buwono X

 

 
   

Makam Kyai Mloyopati

 

 
   

Sendang Kali Reno

   
   

Taman Rekreasi Nganjaran

   
   

Taman Pemandian Pring Cendani

   
   

Gua Sapuangin/Siluman

   

15

Klaten Selatan

Makam Gusti Panembahan Romo

 

 

16

Klaten Tengah

-

     

17

Klaten Utara

Makam Kyai Ageng Syarifudin

 

 

18

Manisrenggo

-

     

19

Ngawen

-

     

20

Pedan

-

     

21

Polanharjo

Pemandian Ponggok

   
   

Pemancingan Janti

   

22

Prambanan

Candi Sewu

 

 
   

Candi Lumbung

 

 
   

Candi Bubrah

 

 
   

Candi Plaosan (13ord an Kidul)

 

 
   

Candi Sojiwan

 

 
   

Candi Asu

 

 

23

Trucuk

Makam Rng. Ronggowarsito

 

 

24

Tulung

Sumber Air Ingas

   
   

Pemandian Lumban Tirto

   
   

Obyek Mata Air Cokro Tulung

   

25

Wedi

-

     

26

Wonosari

Sendang Tretes

   
   

Makam Ki Ageng Perwito

 

 

Sumber : Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Kabupaten Klaten Tahun 2012

PROFIL

KERUANGAN

KABUPATEN KLATEN

PROFIL KERUANGAN KABUPATEN KLATEN -- Struktur Ruang Pola Ruang Kawasan Strategis KELOMPOK STUDIO I KABUPATEN
PROFIL KERUANGAN KABUPATEN KLATEN -- Struktur Ruang Pola Ruang Kawasan Strategis KELOMPOK STUDIO I KABUPATEN
PROFIL KERUANGAN KABUPATEN KLATEN -- Struktur Ruang Pola Ruang Kawasan Strategis KELOMPOK STUDIO I KABUPATEN

--

Struktur Ruang

Pola Ruang

Kawasan

Strategis

KELOMPOK STUDIO I

KABUPATEN KLATEN

PW 12 MPKD UGM 2015

KERUANGAN

1. Struktur Ruang

Rencana Sistem Perkotaan sebagai berikut :

1. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), yaitu Kecamatan Klaten Selatan, Klaten Tengah, dan Klaten

Utara.

2. Pusat Kegiatan Lokal (PKL, yaitu Kawasan Perkotaan Prambanan dan Delanggu

3. Pusat Kegiatan Lokal Promosi (PKLp) , yaitu Kawasan Perkotaan Wedi, Pedan dan Jatinom

4. Pusat Pelayanan Kawasan, yaitu Kecamatan Bayat, Kecamatan Cawas, Kecamatan Ceper, Kecamatan Gantiwarno, Kecamatan Jogonalan, Kecamatan Juwiring, Kecamatan Kalikotes, Kecamatan Karanganom, Kecamatan Karangdowo, Kecamatan Karangnongko, Kecamatan Kebonarum, Kecamatan Kemalang, Kecamatan Manisrenggo, Kecamatan Ngawen, Kecamatan Polanharjo, Kecamatan Trucuk, Kecamatan Tulung dan Kecamatan Wonosari.

Rencana Sistem Perdesaan sebagai Pusat Pelayanan Lingkungan, Melayani kegiatan skala antar desa. terdiri dari beberapa desa di 18 kecamatan , yaitu Desa Ngerangan , Desa Wiro Kecamatan Bayat, Desa Gombang, Desa Nanggulan Kecamatan Cawas, Desa Srebegan Kecamatan Ceper, Desa Bowan Kecamatan Delanggu, Desa Sawit Kecamatan Gantiwarno, Desa Kayumas Kecamatan Jatinom, Desa Mranggen Kecamatan Jatinom, Desa Dompyongan Kecamatan Jogonalan, Desa Rejoso Kecamatan Jogonalan, Desa Bolopleret, Desa Serenan Kecamatan Juwiring, Desa Jimbung Kecamatan Kalikotes, Desa Jeblok Kecamatan Karanganom, Desa Bakungan Kecamatan Karangdowo, Desa Banyuaeng, Desa Ngemplak Kecamatan Karangnongko, Desa Bawukan, Desa Bumiharjo Kecamatan Kemalang, Desa Sapen Kecamatan Manisrenggo, Desa Drono Kecamatan Ngawen, Desa Kebondalemlor, Desa Kemudo Kecamatan Prambanan, Desa Kaligawe Kecamatan Pedan, Desa Glagahwangi, Desa Janti Kecamatan Polanharjo; Desa Gaden Kecamatan Trucuk, Desa Pomah, Desa Wunut Kecamatan Tulung, Desa Kadilanggon, Desa Trotok Kecamatan Wedi, Desa Gunting, Desa Tegalgondodan Desa Teloyo Kecamatan Wonosari.

Tulung, Desa Kadilanggon, Desa Trotok Kecamatan Wedi, Desa Gunting, Desa Tegalgondodan Desa Teloyo Kecamatan Wonosari.

2.

Pola Ruang

Rencana Pola Ruang

Luas (Km2)

%

A

Kawasan Lindung

 
 

1

Kawasan Cagar Budaya

0,765155

0,11

 

2

Hutan Lindung

0,376076

0,05

 

3

Kawasan Bencana Alam Geologi

1,540592

0,22

 

4

Ruang Terbuka Hijau (RTH)

3,976155

0,57

 

5

Sempadan Mata Air

1,796177

0,26

 

6

Sempadan Rel KA

0,39341

0,06

 

7

Sempadan Sungai

39,627069

5,66

 

8

Sempadan Waduk

0,338143

0,05

 

9

Taman Nasional Gunung Merapi

7,315602

1,04

Jumlah

 

56,128379

8,01

B

Kawasan Budidaya

 
 

1

Pertahanan dan Keamanan

0,454742

0,06

 

2

Hortikultur

24,220485

3,46

 

3

Hutan Produksi

4,168242

0,60

 

4

Hutan Produksi Terbatas

1,810968

0,26

 

5

Hutan Rakyat

15,110195

2,16

 

6

Industri

11,510647

1,64

 

7

Pariwisata

0,341892

0,05

 

8

Perikanan

2,828208

0,40

 

9

Perkebunan

10,802845

1,54

 

10

Permukiman

304,145074

43,43

 

11

Pertambangan

0,685678

0,10

 

12

Pertanian Tanaman Pangan

263,798238

37,67

 

13

Peternakan

4,339944

0,62

Jumlah

 

644,217158

91,99

   

Jumlah A + B

700,345537

100,00

3. Kawasan Strategis Jenis   Kawasan   Lokasi Strategis   Sudut a kawasan perkotaan

3. Kawasan Strategis

Jenis

 

Kawasan

 

Lokasi

Strategis

 

Sudut

a

kawasan perkotaan Surakarta-Boyolali-Sukoharjo-Karanganyar Wonogiri-Sragen-Klaten (Subosukawonosraten), meliputi:

Kepentingan

Pertumbuha

 

n Ekonomi

 

1

Kawasan Perkotaan Klaten

 

2

Kawasan Perkotaan Prambanan

 

3

Kawasan Perkotaan Delanggu

 

4

Kawasan Perkotaan Wedi

 

5

Kawasan Perkotaan Pedan

 

6

Kawasan Perkotaan Jatinom

 

7

Kawasan Agropolitan (tersebar)

 

8

Kawasan

Minapolitan

(Polanharjo,

Kecamatan

Tulung

dan

Kecamatan Karanganom)

 

b.

 

kawasan koridor perbatasan Klaten-Sukoharjo-Wonosari (Kesukosari)

 

Jenis

 

Kawasan

 

Lokasi

Strategis

 

Sudut

Kawasan Strategis Nasional Candi Prambanan berada di Kecamatan

Kepentingan

Prambanan

Sosial dan

Budaya

Sudut

     

a

Kawasan Gunung Merapi dan Sekitranya

Kepentingan

 

Fungsi

dan

b

Kawasan Resapan Air

Daya Dukung

c

 

Lingkungan

Kawasan DAS Bengawan Solo dan Sub DAS Sungai Dengkeng

Hidup

Resapan Air Daya Dukung c   Lingkungan Kawasan DAS Bengawan Solo dan Sub DAS Sungai Dengkeng

PROFIL

SARANA

PRASARANA

KABUPATEN KLATEN

PROFIL SARANA PRASARANA KABUPATEN KLATEN SARANA PRASARANA KELOMPOK STUDIO I KABUPATEN KLATEN PW – 12 MPKD
PROFIL SARANA PRASARANA KABUPATEN KLATEN SARANA PRASARANA KELOMPOK STUDIO I KABUPATEN KLATEN PW – 12 MPKD
PROFIL SARANA PRASARANA KABUPATEN KLATEN SARANA PRASARANA KELOMPOK STUDIO I KABUPATEN KLATEN PW – 12 MPKD

SARANA

PRASARANA

KELOMPOK STUDIO I

KABUPATEN KLATEN

PW 12 MPKD UGM 2015

SARANA

1. Fasilitas Pendidikan Fasilitas pendidikan di Kabupaten Klaten cukup beragam mulai dari pendidikan tingkat dasar, menengah sampai tinggi tersedia di wilayah ini. Fasilitas pendidikan dasar secara umum terdapat di setiap wilayah kecamatan dengan jumlah yang bervariasi sesuai dengan jumlah penduduk yang ada di tiap-tiap wilayah kecamatan. Tingkat pendidikan menengah atas/ kejuruan secara keseluruhan belum memenuhi standar pelayanan minimal, hanya Kecamatan Klaten Selatan dan Kecamatan Klaten Utara yang telah melebihi standar pelayanan minimal sarana pendidikan jenjang setingkat sekolah menengah atas. Kecamatan Kalikotes, Karanganom dan Kemalang merupakan kecamatan yang tidak terdapat fasilitas pendidikan setingkat Sekolah Menegah Atas sama sekali. Pendidikan tinggi sementara hanya terpusat di sekitar akses jalan Jogja Klaten Solo yang merupakan kawasan pusat pelayanan wilayah.

– Solo yang merupakan kawasan pusat pelayanan wilayah. 2. Fasilitas Kesehatan Pelayanan Fasilitas Kesehatan secara

2. Fasilitas Kesehatan Pelayanan Fasilitas Kesehatan secara keseluruhan dapat dikategorikan cukup baik, hal ini terlihat dari hampir di semua wilayah kecamatan telah memenuhi standar pelayanan minimal sarana kesehatan, bahkan pada kecamatan tertentu sarana pelayanan kesehatan telah melebihi standar yang berlaku. Adapun beberapa fasilitas kesehatan yang ada meliputi: posyandu, puskesmas pembantu, puskesmas keliling, puskesmas dan Rumah Sakit baik yang dikelola swasta maupun pemerintah daerah.

3. Fasilitas Peribadatan Berdasarkan data statistik Kabupaten Klaten, penganut Agama Islam mendominasi jumlah penganut

3. Fasilitas Peribadatan Berdasarkan data statistik Kabupaten Klaten, penganut Agama Islam mendominasi jumlah penganut agama dan kepercayaan di kabupaten ini. Selain Agama Islam, di Kabupaten Klaten juga terdapat penganut Agama Kristen Katholik, Kristen Protestan, Hindu dan Budha.

Selain Agama Islam, di Kabupaten Klaten juga terdapat penganut Agama Kristen Katholik, Kristen Protestan, Hindu dan

4. Fasilitas Perekonomian Sarana perekonomian Kabupaten Klaten secara umum tersebar di seluruh wilayah kecamatan berupa pasar baik yang dibangun oleh pemerintah daerah maupun swasta, lembaga keuangaan dan koperasi, bank serta BUMD. Fasilitas ini lebih banyak terkonsentasri di Kecamatan Klaten Utara, Klaten Tengah dan Klaten Selatan sebagai pusat pelayanan wilayah serta kecamatan yang dilalui jalur Jogja Klaten Solo sebagai akses utama wilayah.

Jogja – Klaten – Solo sebagai akses utama wilayah. 5. Fasilitas Perumahan Kondisi pemanensi, meliputi: a.

5. Fasilitas Perumahan

Kondisi

pemanensi, meliputi:

a. Rumah Permanen

Rumah dengan kondisi dinding terbuat dari batu bata dan bersifat permanen. Jumlah

rumah dengan kondisi ini sebanyak 250.000 unit atau sekitar 83% jumlah sarana perumahan penduduk yang ada (302.043 unit). Kecamatan Kemalang dan Kecamatan Manisrenggo merupakan kecamatan yang kondisi sarana perumahan permanennya belum mencapai 50% terhadap jumlah rumah yang ada.

b. Rumah Semi Permanen

berdasarkan

sarana

perumahan

di

Kabupaten

Klaten

yang

dikategorikan

Rumah dengan dinding terbuat dari kayu atau bahan lain yang bersifat tidak permanen

dan mudah dibongkar sebanyak 34.766 unit atau 12% dari total jumlah rumah. Kecamatan Kemalang merupakan kecamatan dengan jumlah rumah semi permanen terbanyak yaitu 3.296 unit (38%).

c. Rumah Temporer

Sarana perumahan dengan kondisi temporer secara keseluruhan sebanyak 17.277 atau 6% jumlah rumah yang ada, dimana Kecamatan Manisrenggo merupakan kecamatan

dengan jumlah rumah temporer terbanyak yaitu sebesar 3.924 unit atau 43% dari jumlah rumah yang ada di wilayah tersebut.

Terminal Terdapat 9 (sembilan) unit terminal yang terdapat di Kabupaten Klaten, satu buah terminal berskala regional (tipe B) yaitu Terminal Buntalan, dan delapan lainnya adalah terminal tipe C yaitu Terminal Pasar Klaten, Terminal Penggung, Terminal Teloyo, Terminal Cawas, Terminal Delanggu, Terminal Bendogantungan, Terminal Manisrenggo, dan Terminal Tulung.

Angkutan Umum

Jenis Trayek

Tujuan

Jumlah

Kendaraan

Trayek AKAP

Yogyakarta - Solo

88

Yogyakarta Solo - Purwokerto

4

Klaten Jakarta/ Bandung/ Sumatera

37

Trayek AKDP

Klaten Bendogantungan Bayat Cawas Karangdowo Daleman - Surakarta

15

Klaten Jatinom - Boyolali

15

Klaten Gondang Basin - Kemalang

6

Klaten Gayamprit Pulowatu Pasar Kembang Manisrenggo - Prambanan

11

Klaten Bendogantungan Bayat Cawas Karangdowo Tloyo - Delanggu

16

Watukelir Bulu Cawas Panggung - Klaten

11

Delanggu Cokro Karanganom Klaten Trucuk - Cawas

10

Prambanan Manisrenggo Kepurun - Butuh

9

Klaten Gondang Kemalang - Surowono

10

Jentir Cawas Pedan Penggung - Klaten

76

Delanggu Wonosari Tloyo Karangdowo - Pedan

10

Klaten Jatinom Tulung - Mundu

21

Kereta Api Stasiun kereta api di Klaten hanya melayani beberapa kereta api saja. Hal tersebut dikarenakan kelas Stasiun Klaten termasuk kelas I dan III. Stasiun Klaten merupakan stasiun Kelas I dapat melayani KA eksekutif, bisnis dan ekonomi sedangkan stasiun yang lain seperti Delanggu, Ceper, Srowot dan stasiun Brambanan merupakan stasiun kelas III yang hanya melayani kelas ekonomi atau bisnis.

Cakupan & Layanan

a.

Skalogram

Kota Orde 1 Kota Orde 2 Kota Orde 3 Kota Orde 4

: Kecamatan Ceper, Delanggu, Klaten Selatan, Klaten Tengah, Klaten Utara dan Wedi : Kecamatan Gantiwarno. Jatinom, Jogonalan, Kebonarum, Manisrenggo dan Pedan : Kecamatan Bayat, Cawas, Juwiring, Karangdowo, Karangnongko, Ngawen, Polanharjo, Prambanan dan Wonosari : Kecamatan Kalikotes, Karanganom, Kemalang, Trucuk dan Tulung

Jumlah Orde No Kecamatan TK Jumlah Penduduk Kota 1 Bayat 64.513 1 1 1 1
Jumlah
Orde
No
Kecamatan
TK
Jumlah
Penduduk
Kota
1
Bayat
64.513
1
1 1
1 0
1
1 1
1 1
1 0
1
1 0
1 13
3
2
Cawas
66.085
1
1 1
1 0
1
1 1
1 0
1 1
1
1 0
1 13
3
3
Ceper
64.312
1
1 1
1 1
1
1 1
1 1
1 0
1
1 1
1 15
1
4
Delanggu
45.030
1
1 1
1 0
1
1 1
1 1
1 1
1
1 1
1 15
1
5
Gantiwarno
41.402
1
1 1
1 0
1
1 1
1 1
1 1
1
1 0
1 14
2
6
Jatinom
58.621
1
1 1
1 0
1
1 1
1 1
1 1
1
1 0
1 14
2
7
Jogonalan
58.968
1
1 1
1 0
1
1 1
1 1
1 0
1
1 1
1 14
2
8
Juwiring
60.942
1
1 1
1 0
1
1 1
1 1
1 0
1
1 0
1 13
3
9
Kalikotes
38.677
1
1 0
1 0
1
1 1
1 1
1 0
1
1 0
1 12
4
10
Karanganom
49.218
1
1 0
1 0
1
1 1
1 0
1 0
1
1 0
1 11
4
11
Karangdowo
51.111
1
1 1
1 0
1
1 1
1 1
1 0
1
1 0
1 13
3
12
Karangnongko
37.865
1
1 1
1 0
1
1 1
1 1
1 0
1
1 0
1 13
3
13
Kebonarum
21.629
1
1 1
1 1
1
1 1
1 1
1 0
1
1 0
1 14
2
14
Kemalang
35.767
1
1 0
1 0
1
1 1
1 1
1 0
1
1 0
1 12
4
15
Klaten Selatan
42.960
1
1 1
1 0
1
1 1
1 1
1 1
1
1 1
1 15
1
16
Klaten Tengah
44.205
1
1 1
1 1
1
1 1
1 0
1 1
1
1 1
1 15
1
17
Klaten Utara
43.435
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
16
1
SD/MI
SMP/MTS
SMA/ SMK
Perguruan Tinggi
Musholla
Masjid
Gereja Khatolik
Gereja Protestan
Pura & Wihara
Posyandu
Puskesmas
Pustu & Puskel
Rumah Sakit
Pasar
Bank/ BPR
Jumlah Orde No Kecamatan TK Jumlah Penduduk Kota 18 Manisrenggo 42.642 1 1 0 1
Jumlah
Orde
No
Kecamatan
TK
Jumlah
Penduduk
Kota
18
Manisrenggo
42.642
1
1 0
1 1
1
1
1
1 1
1
1
1 1
1 0
14
2
19
Ngawen
45.199
1
1 0
1 1
1
1
1
1 1
1
1
1 0
1 0
13
3
20
Pedan
49.253
1
1 0
1 1
1
1
<