Anda di halaman 1dari 64

Urgency uu keperawatan

Harif fadhillah
Pengurus Pusat PP PPNI

Disajikan dalam Trainning Pencerdasan Politik


PSIK FK UNDIP Semarang, 24 April 2011

PERKEMBANGAN PROFESI PERAWAT

KEPERAWATAN SEBAGAI
PROFESI
KOSEKUENSI
Pendidikan Perawat pada
Pendidikan Tinggi
Pelayanan Adalah
Asuhan/Pelayanan Professional

KARAKTERISTIK PROFESI:

Kelompok pengetahuan landasan praktik


Pelayanan unik kepada masyarakat
Pendidikan yang memenuhi standar
Pengendalian standar praktik & kode etik
Betanggung gugat terhadap praktik
Kematangan professional melalui sosialisasi
Karir seumur hidup & penghasilan utama
Fungsi mandiri & mempunyai kewenangan

Karakteristik Keperawatan
Profssional (Schein, 1972)
Beda dg Amatir : seumur hidup &
penghasilan utama
Mempunyai motivasi yang kuat, pilihan
karier profesionalnya
Memiliki IP yang mantap dan kokoh,
keterampilan khusus melalui Pendidikan
yang lama
Mengambil keputusan klinik berdasarkan
aplikasi prisip teori.
Berorientasi pada pelayanan
menggunakan keahlian demi kebutuhan
klien

Karakteristik Keperawatan
Profssional (Schein, 1972)
Pelayanan berdasar kebutuhan Objetif
klien
Lebih mengetahui apa yang baik bagi
klien daripada kliennya sendiri,
otonomi dalam pertimbangn tindakan
Membentuk perkumpulan profesi
Mempunyai kekuatan dan status dalam
bidang kehaliannya yang khusus.
Dlam pelayanan tidak mencari kelien /
advertensi.

CIRI-CIRI PROFESI
Dahrendrof R,J Royal (1984)

SELF GOVERNING
SELFREGULATION
SELF DISCIPLINING

Arti & makna keperawatan


professional
Klien mendapatkan Yan./Askep tim keperawatan
& berkolaborasi dengan tim profesi terkait
Keputusan keperawatan berdasarkan pada
masalah keperawatan, Ilmu dan teknologi kep,
standar praktek / kode etik keperawatan
Mempertimbangkan hak klien
Clinical Inquiry pendekatan yang halus
Pengembangan model praktek keperawatan.
Penilaian kinerja penilaian mutu/kepuasan klien &
keputusan kerja perawat

Keperawatan
Sbg profesi harus memberi
pelayanan / asuhan professional
kpd masyarakat
professional services / care

Praktik Keperawatan
dlm Sistem Pelayanan /
Asuhan Keperawatan

Keperawatan
Memiliki kewenangan bertanggung
jawab atas pelaksanaan Sistem
Pemberian Pelayanan / Asuhan
Keperawatan kpd masyarakat
(Nursing Care Delivery Systems)

Bagian integral dari :

Pemberian Pelayanan
Kesehatan kpd Masyarakat

Praktik Keperawatan
Memberi bantuan kpd klien / pasien
utk mengatasi masalah keperawatan yg
dihadapi

( nursing problems )

Menggunakan bbg btk intervensi


keperawatan
(nursing intervention)

Pelayanan Profesi

(professional services)

Selalu berbasis kompetensi


kompetensi professional (professional
competence). Mencakup sikap, tingkah
laku profesi, etika profesi,
pengetahuan ilmiah dan teknologi
professional, serta keterampilan
professional; dipertanggungjawabkan
kpd masyarakat.

PENGEMBANGAN PERAWAT DI
INDONESIA
BERDASARKAN JENIS :
Keperawatan Klinis
Keperawatan Komunitas

PERAWAT KOMUNITAS

Menyadari pentingnya penyelesaian masalah


kesehatan masyarakat, tidak hanya sebagai realisasi
pewujudan hak asasi manusia, tetapi juga sebagai
modal dasar keberhasilan pembangunan bangsa,
maka pelbagai langkah terobosan perlu dilakukan

Kompetensi dan ruang gerak perawat tidak lagi


terbatas pada intervensi keperawatan, tetapi juga
intervensi medis berupa penyembuhan penyakit
serta pemulihan kesehatan
Perlu mengembangkan perawat komunitas
(community nurse) yang ditempatkan di pedesaan

14

KOMPETENSI PERAWAT
KOMUNITAS

Pengembangan perawat komunitas yang


dimaksudkan
tidak hanya memiliki kompetensi
keperawatan
tetapi juga kompetensi tambahan lainnya,
sesuai dengan permasalahan kesehatan
yang ada di masyarakat

Penanggulangan penyakit menular dan wabah


Penatalaksanaan penyakit rakyat
Pertolongan pertama dan tanggap darurat
15

KOMPETENSI PELIMPAHAN
PERAWAT KOMUNITAS

Untuk hasil pembangunan kesehatan yang


optimal, pelimpahan kompetensi medis
tertentu kepada perawat komunitas (skill mixed
competences) perlu dilakukan
Dibanyak negara pelimpahan kompetensi
medis tertentu kepada perawat bukan
merupakan hal baru
Terbukti telah berhasil meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat secara memuaskan

16

PERAWAT KLINIK
Pada area Klinis, secara konsep
maupun yuridis (UU. No.36 tahun
2009) menegaskan kontribusi
Perawat dengan Perawatan dan Ilmu
keperawatan dalam upaya
Penyembuhan Penyakit dan
Pemulihan Kesehatan

PRAKTIK PERAWAT DI KLINIK


Pemberian asuhan Keperawatan
Professional Langsung
Keahlian memberikan pendidikan pada
klien
Kolaborasi yang optimal dg Multidisplin
Menerima Konsultansi pihak lain
Research
Kepemimpinan klinik yang Professional
Pengambilan Keputusan Etik

PERAWAT KLINIK
PROFESSIONAL
Perlu Pengakuan
Kejelasan Kewenangan dan tanggung
Jawab dalam Praktik
Kemandirian sesuai keilmuan
Perlu Sistem Penghargaan
Dalam Kerangka Professional
Regulasi

PRAKTIK KEPERAWATAN

KEAHLIAN

KEWENANGAN
FORMIL
MATERIIL

KOMPETEN

LEGAL/BERIZIN

REGULASI

PENGATURAN
KEPERAWATAN

INTERN
AL

STANDAR
PELAYANAN
KODE ETIK

EKSTERN
AL

PERMENKES

TIDAK
MEMUASKA
N

URGENSI UU KEPERAWATAN
MENATA SISTEM KEPERAWATAN DI
INDONESIA
- Pengakuan
- Bentuk Praktik/ Asuhan
- Kualifikasi dan kompetansi
- Standarisasi

MENGAPA UU
KEPERAWATAN PENTING?
1. Memberikan kepastian dan jaminan hukum bagi
masyarakat yang akan memanfaatkan pelayanan
keperawatan
2. Memberikan kepastian dan jaminan hukum bagi
tenaga perawat yang bertanggungjawab
menyelenggarakan pelayanan keperawatan
3. Meningkatkan aksesibilitas, keterjangkauan dan mutu
pelayanan keperawatan
4. Mempercepat keberhasilan upaya peningkatan derajat
kesehatan masyarakat

MENGAPA UU
KEPERAWATAN PENTING?

Hakekad setiap UU adalah mengatur perilaku anggota


masyarakat yang akan menjamin berlangsungnya
interaksi antar anggota masyarakat secara harmonis
dan lancar
Untuk warga profesi keperawatan, pengaturan perilaku
dalam bentuk UU Keperawatan, terutama pada dua
interaksi pokok

Interaksi antara sesama warga keperawatan


Interaksi antara warga keperawatan dengan pihak-pihak lain
diluar keperawatan

MENGAPA UU
KEPERAWATAN PENTING?
75% Kegiatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas
adalah kegiatan Keperawatan (DEPKES 2005)
80 % Kegiatan pelayanan di Rumah Sakit adalah
pelayanan/Asuhan Keperawatan (Gilles, 2000)
60 % tenaga Kesehatan adalah Perawat yang
tersebar tidak terbatas kondisi geografis
Survei 2010: Ada kesenjangan antara harapan
masyarakat dengan kompetensi saat ini yaitu 92,3% :
68,7%
Survei 2010: mayoritas perawat menyatakan bahwa
beban kerja sangat berat karena tidak sesuai dengan
tugas dan fungsinya perawat (studi kualitatif)

PERMASALAHAN HUKUM
Sejak tahun 2005 ada 33 Kasus Penagkapan
Perawat yg sedang manjalani pelayanan di 7
Propinsi yang baru dilaporkan datanya.
Tidak ada perlindungan hukum perawat di
Puskesmas karena tidak jelas pengaturan
Kewenangan dan metode Pelimpahan
Wewenang
Lebih dari 80 % tindakan yang dilakukan oleh
Perawat di RS dapat dikatagorikan ilegal karena
tidak jelas pengaturannya.
Kontroversi kewajiban Perawat menolong Gawat
Darurat (di pidana) disisi lain tidak boleh
menyimpan obat
Tidak ada perlindungan perawat dalam
melakuakan Pekerjaan di Sarana Kesehatan

PERMASALAHAN HUKUM
(Depkes & WHO :2005): perawat di
praktek-praktek swasta: (1) melakukan
diagnosa medis (92.6%); (2) tulis resep
(93.1%); (3) memberi pengobatan
(97.1%); (4) melakukan pre-natal periksa
(70.1%) dan tindakan postnatal

Landasan Filosofis
Pelayanan Keperawatan adalah bagian
Integral
dari
Pelayanan
Kesehatan,
karenanya Perawat sangat mempengaruhi
kualitas pelayanan Kesehatan.
Hampir sebagian besar tindakan atau
intervensi keperawatan terhadap manusia
adalah melanggar hukum, karenanya perlu
ada perlindungan dalam pelaksanaannya.
Tugas dan Fungsi Perawat dalam yankes
yang luas mencakup dimensi : fisik,
psikososial,
spiritual
Manusia,
perlu
penguatan untuk memfungsikan cakupan
agar diterima seutuhnya oleh masyarakat

Landasan Filosofis
Tugas dan Fungsi Perawat dalam
yankes
yang
luas
mencakup
dimensi : fisik, psikososial, spiritual
Manusia, perlu penguatan untuk
memfungsikan
cakupan
agar
diterima
seutuhnya
oleh
masyarakat
Sifat Keperawatan yang melayani
secara Kontinyu (24 jam), sangat
dekat dengan Pasien dan

LANDASAN YURIDIS
Amanat UUD 1945 pasal 28 H ayat (1): setiap orang berhak
hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan
mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta
berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Negara
menyediakan pengaturan yang kuat untuk menjamin pelayanan
Kesehatan masyarakat dengan Professionalitas dan
akuntabilitas Perawat.
UU No 36 tahun 2009 pasal 63 ayat (1),(2),(3),(4).
Menerangkan bahwa keperawatan adalah sebuah entitas yang
telah diakui secara Yuridis, dalam hal penyembuhan, pemulihan
dan pengendalian memerlukan Perawatan yang berdasarkan
ilmu Keperawatan, tentu memerlukan pengaturan lebih lanjut
secara teknis Profesi dalam bentuk UU keperawatan.

EKSISTENSI KEPERAWAATAN
UU No.36 tahun 2009 ttg Kesehaatan

31

PERAWAT SEBAGAI NAKES


(Pasal 1 butir 6 UU No.36/2009)

32

Landasan Sosiologis
Perawat adalah jumlah tenaga kesehatan
terbesar dari selurh tenaga kesehatan
(60%),
Perkembangan zaman memposisikan
perawat saat ini rentan terhadap
KRIMINALISASI dalam melaksanakan tugas
Profesinya yg dipaksakan oleh kondisi
kebijakan kesehatan. Sementara ada
kewajiban pelayanan Kesehatan harus
diterima masyarakat didaerah-daerah
terpencil dan perifer.

Landasan Sosiologis
Kasus Perawat Misran yang sedang
menanti Keputusan MA terkait Kasasi yang
diajukan, dalam menempuh Upaya hukum atas
putusan PN dan PT yang memvonis 3 bulan
kurungan subsider Rp. 2,5 juta dalam kasus
memberikan pengobatan pada masyarakat
dimana daerah tersebut tidak ada dokter,
apoteker dan Apotik, sementara Misran adalah
petugas negara yang ditunjuk sebagai
penanggung jawab Yankes
40 % puskesmas di In donesia tidak memiliki
dokter seluruh pelayanan kesehatan dilakukan
oleh Perawat.

Landasan Sosiologis
Fenomena Ponari menunjukkan pelayanan
kesehatan yg rasional tidak didapatkan
masyarakat karena kekurangan pengetahuan
dlm yankes perawat sangat dekat dg
masyarakat dapat mengatasi fenomena karena
perawat bertanggung jawab juga terhadap
peningkatan perilaku sehat masyarakat.
Pemberdayaan Peran Perawat yg kurang contoh,
tidak ada kebijakan peran perawat di
puskesmas, sejak tahun 2003 Program
PERKESMAS dihapus dari program pokok
puskesmas, sehingga perawat sulit melayani
masyarakat sesuai dengan fungsi sebenarnya
Asuhan Keperawatan.Sehingga fungsi-fungsi
esensial dalam kesmas seperti Case finding,
Home visite tidak terlaksana untuk masyarakat.

Landasan Sosiologis

saat ini ada Permenkes yg mengatur


Prtaktik Perawat terutama didaerah
terpencil dan perifer, karena Level
Peraturan sebatas keputusan Menteri
maka pada kebijakan OTDA Praktik
Perawat tidak menjadi acuan (tdk
mengikat) menjadi penghambat akses
masyarakat mendapat yankes.

Landasan Sosiologis
Globalisasi adalah ancaman serius, dan martabat
bangsa pertaruhannya. Dan Indonesia belum
punya sistem Register nurse (RN) spt
kebanyakan negara di dunia
Lebih dari 1000 perawat Indoesia bekerja di
jepang 50 % nya tidak menjadi perawat tetapi
Candidate nurse, 50 % lainnya bahkan menjadi
care worker yg sama sekali tidak menggunakan
kompetensi perawat dlm pekerjaaanya. (DOWN
GRADE)

Landasan Sosiologis
Hampir semua perawat di timur tengah
dan sebagian eropa bekerja dibawah
supervisi perawat negara lain (karena
bukan RN)
ASEAN Mutual Recognition Arangement
(MRA) on Nursing services. Mengharuskan
mempunyai sitem yang sama dengan
kompetensi yang direkognisi, saat ini yg
belum ada : Indonesia, Laos

Landasan TEKNIS
kEPERAWATAN
Perawat adalah Profesi, dengan Keilmuan
tersendiri (Body Of Knowladge) perlu
mengamalkan Profesi dengan keilmuannya
secara OTONOMI
Kejelasan Kewenagan dan batas tanggung jawab
dalam pelayanan Kesehatan penting untuk
totalitas melayani masyarakat
Perlu pengaturan mekanisme Pendelegasian
wewenang, dan sistem Rujukan untuk
peningkatan cakupan dan kualitas Pelayanan
Pelayanan Perawat perlu diakui oleh Masyarakat
Mengangkat CITRA PERAWAT INDONESIA

PROGRES
Usulan Draft sudah ke 21 sejak tahun 1998
Prolegnas 2004-2009 no 160
Sampai dengan 2008 tidak menjadi
Prioritas
Aksi 2008 Inisistif DPR Hasil sbb:
Minimal : eksplisit UU Kep dlam UU Kesehatan
Maksimal: UU keperawatan tahun 2009

Prolegnas th 2009 No urut 26 Tidak


sempat terbahas
Prolegnas th 2010 No Urut 18 Tidak
sempat terbahas

11 Oktober 2010 : RDPU RUU Nakes


RUU nekes Prioritas th 2010
menggantikan RUU Keperawatan
Akan diusulkan oleh pada Sidang
Paripurna 12 Oktober 2010

Sidang Paripurna 12 Oktober 2010 :


menunda usulan Baleg : Memasukkan
RUU NAKES prioritas tahun 2010
menggantikan RUU Keperawatan

14 Desember 2011, dalam sidang


paripurna penetapan prolegnas tahun
2011 RUU Keperawtan masuk no. 19
Informasi akhir KOMISI IX Sepakat
membentuk PANJA RUU Keperawatan
untuk membahas dalam masa sidang
berikutnya.

KONTRA TERHADAP UU keperawatan


Persoalan EKONOMIS (biaya UU), bila perawat ada UU
maka profesi lain akan meminta hal yg sama. Tidak
semuaProfesi diperlukan pengaturan dg UU
tergantung ;Karakteristik, dan Urgensinya. Sbg
perbandingan di hampir semua negara Profesi
kesehatan yg diatur dg UU adalah : Dokter, farmasi,
Perawat dan/atau Bidan.
Persoalan Kedudukan Profesi Perawat dlm Pelayanan
Kesehatan:
Perawat dlm Pelayanan kesehatan bertanggung jawab
sendiri thd Perannya, beberapa kasus Perdata maupun
Pidana pelayanan Kesehatan Perawat menjadi tersangka,
bukan dokter penanggung jawab.
Dg Keilmuan perawat menggunakan metodologi
Keperawatan

KONTRA TERHADAP UU
keperawatan
Persoalan Kewenangan Praktik Mandiri
Saat ini ada Permenkes 148/2010 sebagai pengganti
PermenKes 1239/2001 tentang PRAKTIK Perawat.
Mengilustrasikan bahwa Bangsa ini memerlukan perawat
melayani masyarakat dalam Praktik Mandiri, soal
kewenangan disesuaikan dengan kondisi kebutuhan
kesehatan dan ketersediaan sumber daya. Berbagai
metode Pendelegasian dpt dilakuakn : langsung atau
atributif dg memperketat persyaratan : SANGAT
MENGUNGTUNGKAN MASYARAKAT
Kewenangan memberikan obat, dalam kurikulum
perawat diajarkan dalam batas obat bebas terbatas dan
obat bebas maupun obat dalam daftar apotik (DOA)

ANATOMI
RUU PRAKTIK KEPERAWATAN

BAB I
: Ketentuan Umum
BAB II : Azas dan Tujuan
BAB III : Lingkup Praktik Keperawatan
BAB IV : Konsil Keperawatan Indonesia
BAB V : Standard Pendidikan Profesi Kep.
BAB VI : Pendidikan dan Pelatihan Berkelanjutan
BAB VII : Registrasi Praktik Keperawatan
BAB VIII : Penyelenggaraan Praktik Kep.
BAB IX : Pembinaan, Pengembangan dan
Pengawasan
BAB X : Ketentuan Peralihan
BAB XI : Ketentuan Penutup

TUJUAN
memberikan perlindungan dan
kepastian hukum kepada MASYARAKAT
dan PERAWAT.
Mempertahankan dan meningkatkan
mutu pelayanan keperawatan yang
diberikan oleh perawat.

46

LINGKUP KEPERAWATAN
PERAN PERAWAT
Pemberi pelayanan
Pengelola
Pendidik
Peneliti
Fungsi Perawat
Independen
Dependen
Kolaborasi

PRAKTIK KEPERAWATAN

Praktik keperawatan diberikan melalui


Asuhan keperawatan untuk klien
individu, keluarga, masyarakat dalam
menyelesaikan masalah kesehatan
sederhana dan kompleks.

Asuhan keperawatan dapat dilakukan


melalui tindakan keperawatan mandiri
dan atau kolaborasi dengan tim
kesehatan dan atau dengan sektor
terkait lain

KEWENANGAN PERAWAT
Wewenang perawat sesuai dengan
pmk no 1239 tahun 2001 tentang
registrasi dan praktik perawat
Wewenang perawsat sesuai dengan
PMK no 148 tentang izin dan
Penyelenggaraan Praktik Perawat
Wewenang Perawat dalam rancangan
UU Keperawatan

WEWENANG PERAWAT
WEWENANG
WEWENANG PERAWAT
PERAWAT

KONSELING
KES

TIND.KEP

PENGKAJIAN

DIAGNOSA

TIND.MEDIS

WEWENANG
PERAWAT

EVAL.KEP

TERAPI
KEP

PERENC.KEP

OBSERV.KEP

KEWENANGAN PERAWAT
1. PRAKTIK PERAWAT PADA FASILITAS KESEHATAN
TINGKAT I, II, III
2. MELAKSANAKAN keperawatan yang ditujukan
kepada individu, keluarga, kelompok, atau
masyarakat.
MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWTAN

MELAKUKAN TINDAKAN KEPERAWATAN


KOMPLEMENTER

KEWENANGAN PERAWAT **
ASUHAN KEPERAWATAN
pengkajian,
penetapan diagnosa keperawatan,
perencanaan,
implementasi,
dan evaluasi keperawatan
DAPAT MEMBERI OBAT BEBAS
DAN BEBAS TERBATAS
52

KEWENANGAN PERAWAT
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
penerapan perencanaan
pelaksanaan
tindakankeperawatan
pelaksanaan prosedur keperawatan

observasi keperawatan
pendidikan dan konseling kesehatan

53

TINDAKAN KEPERAWATAN
KOMPLEMENTER

AROMATHERAPY
MASSAGE
REFLEXOLOGY
HIPNOTHERAPY
SHIATSU
BACH FLOWER REMEDIES
ALEXANDER TECHNIQUE
ACUPUNCTURE *
HERBAL MEICINE *
DLL
54

PERAWAT DAPAT MELAKUKAN


DILUAR KEWENANGAN
KONDISI GAWAT DARURAT
DIWILAYAH TERSEBUT TIDAK ADA
DOKTER
DALAM RANGKA MELAKSANAKAN
PROGRAM PEMERINTAH

WEWENANG PERAWAT DALAM


RUUK
WEWENANG PERAWAT MANDIRI
Melakukan pengkajian klien secara holistik
Menetapkan diagnosis keperawatan
Merencanakan tindakan keperawatan
Melaksanakan tindakan keperawatan
Mengevaluasi hasil tindakan keperawatan
Melakukan rujukan klien
Menerima konsultasi keperawatan
Melakukan pelayanan keperawatan dan atau
kesehatan dirumah
Memberikan pengobatan terbatas dan tindakan medik
terbatas sesuai peraturan perundang-undangan yang
berlaku

Melaksanakan tugas limpah


Dalam keadaan darurat yang mengancam kehidupan
atau nyawa klien perawat dapat melakukan
tindakan di luar kewenangan.
Dalam keadaan luar biasa atau bencana, perawat
dapat melakukan tindakan di luar kewenangan
untuk membantu mengatasi keadaan luar biasa
atau bencana tersebut.
Untuk meningkatkan akses dan cakupan pelayanan
kesehatan, perawat dapat melakukan tindakan di
luar kewenangannya sebagai perawat dengan
ketetapan pemerintah daerah setempat.
Kewenangan perawat vokasional dan profesional
lebih rinci diatur dalam peraturan konsil.

Konsil Keperawatan Indonesia


Sebagai Lembaga Independen
(Nursing Regulatory Authority
Body)
Struktur
Fungsi
Tugas
Kewenangan

KOMITE-KOMITE DALAM
KONSIL
Komite uji kompetensi dan
registrasi
Komite standar pendidikan
profesi
Komite praktik keperawatan
Komite disiplin keperawatan

STANDAR PENDIDIKAN PROFESI


KEPERAWATAN

Standar pendidikan profesi keperawatan


disusun oleh organisasi profesi
keperawatan dan disahkan oleh Konsil
Keperawatan Indonesia
Dalam rangka memperlancar penyusunan
standar pendidikan profesi keperawatan,
organisasi profesi dapat membentuk
Kolegium Keperawatan
Standar pendidikan profesi keperawatan

Pendidikan profesi Ners


Pendidikan profesi Ners Spesialis

KUALIFIKASI PERAWAT
VOKASIONAL
PROFESSIONAL
PROFESSIONAL SPESIALIS
KONSULTAN

REGISTRASI PERAWAT

Setiap perawat yang akan melakukan praktik


keperawatan di Indonesia harus memiliki STRP
Registrasi perawat dilakukan dalam 2 (dua)
kategori:

PVL/LVN perawat vokasi Terlisensi


NR /RN untuk perawat profesional
Melalui Uji Kompetensi dan
memerlukan Rekomendasi OP
Masa berlaku 5 tahun

LISENSI
Diberikan oleh Dinkes Kab/Kota
Dalam dua bentuk
SIPV untuk Perawat Vokasional
SIPP untuk Perawat Profesional/Spesialis

SIPV di sarana Kesehatan


SIPP di Sarana Kesehatan dan Praktik Mandiri
Vokasi (PVL) dapat memperoleh SIPP : lulus
uji kompetensi RN
Memerlukan Rekomendasi OP

Hal lain yang diatur


HAK & KEWAJIBAN PERAWAT
PERAWAT ASING
PERLINDUNGAN
PENGHARGAAN