Anda di halaman 1dari 5

RINGKASAN MATERI KULIAH

MANAJEMEN KEUANGAN
TOPIK-TOPIK KHUSUS

OLEH :
Cokorda Istri Intan Paramita Dewi

(1315351086)

Kadek Ayu Riana Dewi

(1315351087)

PROGRAM EKSTENSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN AJARAN
2014/2015

BAB 19 Manajemen Keuangan Perusahaan Multinasional


Peranan perusahaan multinasional pada era globnalisasi sekarang ini semakin penting
dalam bisnis internasional. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang terlibat dalam
produksi dan penjualan barang-barang dan jasa-jasa lebih di lebih dari satu negara. Biasanya
perusahaan multinasional lebih banyak melakukan investasi langsung di luar negeri (direct
foreign investment). Ciri khusus manajemen keuangan untuk perusahaan multinasional adalah
menyangkut lebih dari satu mata uang
Motivasi Perusahaan Melakukan Go Internasional.
Perusahaan multinasional awalnya adalah perusahaan domestik, dengan tingkat
pertumbuhannya yang semakin tinggi, peluang pasar yang dihadapi semakin besar, maka
perusahaan akan melakukan ekspansi ke negara lain atau go internasional. Adapun motivasi
perusahaan go international meliputi:
1. Memperluas pasar
2. Penggunaan bahan baku dari negara asing,
3. Penggunaan teknologi asing
4. Peningkatan efisiensi produksi
5. Menghindari hambatan politik dan peraturan pemerintah
6. Fluktuisasi foreign exchange market
7. Diversifikasi international
Perbedaan Manajemen Keuangan Multinasional dengan Manajemen Keuangan Domestik
Perbedaan manajemen keuangan multinasional dengan manajemen keuangan
domestik terletak pada skup bisnis yang dilaksanakan. Perbedaan tersebut menjadi inti
munculnya kondisi-kondisi yang tidak terdapat pada manajemen keuangan domestic seperti:
1. Perbedaan denominasi mata uang. Aliran kas dari anak perusahaan di berbagai
Negara
terdiri atas mata uang yang berbeda. Dengan demikian analisis nilai tukar dan
pengaruh perubahan nilai mata uang harus diperhatikan
2. Ramifikasi legal dan ekonomi, setiap negara dimana perusahan beroperasi
mempunyai
institusi ekonomi dan politik yang berbeda, dan perbedaan ini menimbulkan masalah
yang serius bagi holding company.
3. Perbedaan bahasa, kemampuan berbahasa yang baik memungkinkan untuk
melakukan
penetrasi pasar dengan mudah
4. Perbedaan budaya, perusahaan multinasional harus mempertimbangkan faktor
budaya
terutama dalam penentuan tujuan, ketenaga kerjaan, dan kemampuannya untuk
memperoleh profit yang wajar.
5. Peranan pemerintah, memilki peran dalam menciptakan aturan dasar dan partisipasi
yang minim. Kondisi seperti ini mudah dijumpai di beberapa negara maju, tetapi
dibanyak negara berkembang peran pemerintah begitu besar dalam transaksi
international.

6.

Risiko politik, adalah kumungkinan bahwa perusahaan multinasional diambil alih


oleh negara dimana perusahaan itu berada.

Exchange rate
Exchange rate (nilai tukar), menunjukkan banyaknya unit mata uang yang dapat dibeli atau
ditukar dengan satu satuan mata uang lain. Nilai tukar bisa dikoutasikan menjadi 2(dua)
yaitu:
1) Koutasi langsung (direct question) menunjukkan banyaknya dolar Amerika yang
diperlukan untuk membeli satu unit mata uang asing.
2) Koutasi tidak langsung (indirect question) menunjukkan banyaknya mata uang asing
yang dapat dibeli dengan satu dollar Amerika.
Selain koutasi langsung dan tidak langsung dalam nilai tukar, juga dikenal dengan nilai tukar
silang (cross exchange rate), yang merupakan kombinasi koutasi langsung dengan koutasi
tidak langsung.
Perdagangan Foreign Exchange
Perdagangan foreign exchange pada nilai tukar mata uang selain memiliki kuotasi
langsung dan tidak langsung, dalam perdagangannya memiliki harga (rate) yaitu spot rate
dan forward rate.
Dimana spot rate menunjukkan besarnya nilai tukar dengan penyerahan segera atau
on the spot dan forward rate menunjukan besarnya nilai tukar yang disepakati sekarang
dimana transaksinya akan dilakukan pada tanggal tertentu.
Jika seseorang dapat memperoleh mata uang asing lebih banyak untuk setiap dollar di
forward market daripada di spot market, maka forward currency menjadi lebih kecil nilainya
disbanding dengan spot currency, dan forward currency dikatakan dijual dengan discount.
Sebaliknya jika setiap dollar dapat membeli lebih sedikit mata uang asing di forward daripada
spot market, maka forward currency dikatakan dijual dengan premium.
Pasar Modal Internasional
Akibat globalisasi pasar modal dunia maka aliran dana dari satu Negara ke Negara
lain menjadi semakin mudah. Berbagai kesempatan investasi di luar negeri pun semakin
bertambah seperti dalam Eurodollar. Eurodollar adalah dollar yang di depositokan di luar
Amerika Serikat; meskipun disebut Eurodollar karena berasal dari Eropa. Bank yang
menerima deposito dolar di luar Amerika misalnya cabang Citibank di Indonesia, Paris atau
Tokyo.
Perbedaan antara Eurodollar deposits dengan deposito dolar di Amerika Serikat
adalah hanya masalah geografis saja. Akhir-akhir ini tidak hanya dolar Amerika saja yang
disimpan di luar negara asalnya, tetapi juga mata uang lain seperti mata uang negara-negara
Eropa. Mata uang tersebut disebut dengan Eurocurrencies.
Tingkat bunga Eurodollar biasanya ditentukan atas bunga standar yang dikenal
dengan LIBOR (London Inter Bank Offered Rate). Eurodollar market merupakan short-term
market, karena hamper semua pinjaman maupun deposito akan jatuh tempo dalam waktu
kurang dari satu tahun. Kesempatan lain investasi di Negara lain adalah melalui international
bond market. Semua obligasi yang dijual Negara yang mengeluarkan obligasi tersebut disebut

dengan international bond. Ada dua jenis international bond yaitu foreign bond dan
Eurobonds.
Salah satu alasan melakukan investasi di berbagai sekuritas asing adalah untuk
memperoleh diversifikasi global. Garis pasar modal akan bergeser ke atas karena adanya
opportunity investment yang lebih baik. Kesempatan investasi ini menjadi semakin besar
karena adanya pasar modal global.
Penganggaran Modal Perusahaan Multinasional
Penganggaran modal perusahaan multinasional pada dasarnya sama dengan
perusahaan domestic. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penganggaran modal
perusahaan multinasional adalah:
1. Estimasi aliran kas, perusahaan multinasional memiliki anak perusahaan atau subsidiary
di berbagai negara. Masing-masing subsdiary memiliki memililki pembukuuan yang
terpisah dengan induknya uang di denominasi dengan mata uang negara dimana negara
subsidiariesnya berada.
2. Konversi nilai mata uang induk perusahaan. Aliran kas yang dibawa pulang ke induknya
harus dikonversikan dalam mata uang induk perusahaan.
3. Pajak ganda. Beberapa negara melarang adanya aliran kas besar-besaran ke negara lain.
4. Penentuan discount rate yang tepat akan lebih sulit bagi perusahaan multinasional.
Penentuan cost of capital untuk investasi di negara lain mungkin berbeda dengan cost of
capital di dalam negeri,karena risiko investasi yang dihadapi lebih tinggi. Resiko tersebut
disebabkan paling tidak ada 2 (dua) factor yaitu : (1) Exchanged Rate Risk dan (2)
Political atau Country Risk.
Penentuan feasibility suatu proyek dari suatu perusahaan multinasional dilakukan dengan
analisis Net Present Value (NPV) yang terpisah antara perusahaan subsidiaries dengan
perusahaan induknya, kemudian mentransfer cash flows yang dihasilkan ke dalam mata
uang Negara perusahaan induknya.

Manajemen Modal Kerja Perusahan Multinasional


Manajemen modal kerja perusahan multinasional perusahaan multinasional pada
prinsipnya sama dengan perusahan domestik, secara umum memilki tujuan:
1. Mempercepat pengumpulan piutang dan memperlambat pembayaran kewajiban jangka
pendek, sehingga diperoleh net float yang maksimum.
2. Mengalokasikan dana secara optimal dari bagian yang kurang membutuhkan ke bagian
yang membutuhkan.
3. Memperoleh profit yang maksimum untuk investasi kelebihan dana jangka pendek.
Permasalahan manajemen modal kerja perusahaan multinasional meliputi: (1)
manajemen kas yang dihadapi berkaitan dengan adanya perturan dari negara perusahaan
subsidiraiesnya tentang batasan dana yang dapat di transfer ke perusahan induk dan batasan
dana yang dipergunakan untuk membeli bahan baku atauperalatan ke negara dimana
perusahaan induk berada. (2) Manajemen piutang dimana adanya risiko nilai tukar terutama
berkaitan dengan melemahnya nilai tukar mata uang yang mendenominasi penjualan kredit

yang telah dilakukan. (3) manajemen persediaan berkaitan tentang lokasi secara geografis
berbeda
Manajemen persediaan perusahaan multinasional menghadapi permasalahan
menyangkut tentang lokasi secara geografis berbeda. Misalnya : perusahaan pengeboran
minyak dari Inggris mempunyai subsidiary di Indonesia. Tempat penyimpanan minyak yang
merupakan persediaan perusahaan tersebut tentunya mempertimbangkan ke pasar terdekat,
strategi ini diharapkan dapat meminimumkan biaya persediaan.