Anda di halaman 1dari 12

RESUME: PELUANG DAN TANTANGAN DUNIA BISNIS DI ERA GLOBAL

PELUANG DAN TANTANGAN DUNIA BISNIS DI ERA GLOBAL


Di tengah oftimisme perdagangan bebas ada beberapa gejala yang mewarnai perdagangan dunia
di masa mendatang ( Noporin, 1994 ) , yaitu muncul dan semakin kuatnya blok perdagangan,
pudarnya paham marxisme, tergesernya Amerika serikat ( AS ) sebagai lokomotif ekonomi oleh
Jepang, serta berakhirnya perang dingin antara AS dengan Negara-negara bekas Uni soviet.
Gejala-gejalah ini menyebabkan semakin kompleksnya tantangan pemasaran internasional.
Pasar domestik tidak lagi kaya akan peluang. Berbagai perusahaan asing secara agresif
memasuki negara lain dengan produk-produknya. Karena Amerika secara agresif pula
mendorong perusahaan-perusahaan Amerika untuk berusaha keluar negeri.
Semangat promosi diekspor tidak terbatas pada AS aja, semua negara di Dunia berusaha
mendorong perusahaan-perusahaan bisnisnya untuk terjun ke pasar internasional.
Menurut Philip kotler ( 1997:29 ) ada beberapa faktor yang dapat menarik suatu perusahaan ke
arena internasional.
1. Perusahaan global yang menawarkan produk lebih baik atau harga lebih murah mungkin
menyerang pasar domestic perusahaan itu, perusahaan itu mungkin menyerang balik pesaing ini
di pasar asal mereka untuk merugikan sumberdaya mereka.
2. Perusahaan itu mungkin menemukan beberapa pasar asing memberikan peluang laba lebih
tinggi dari pada pasar domestik.
3. Perusahaan itu mungkin membutuhkan basis pelanggan yang lebih besar untuk mencapai skala
sekonomis.
4. Perusahaan itu mungkin ingin mengurangi ketergantungan pada satu pasar untuk mengurangi
resikonya
5. Pelanggan perusahaan itu mungkin pergi ke luar negeri dan membutuhkan pelayanan
Internasional.
Sedangkan menurut Fandy Tciptono ( 2003:330 ) secara umum ada dua kelompok pertimbangan
atau alasan yang mendasari suatu perusahaan untuk go International yaitu alasan yang bersifat
proaktif dan reaktif.
1. Alasan froaktif adalah sebagai berikut:
a. Untuk memperoleh manfaat-manfaat tertentu.
Dengan memindahkan pabrik ke luar negeri maka perusahaan dapat memperoleh tenaga kerja
murah, lebih dekat dengan sumber bahan baku, memperoleh tanah yang lebih murah,
menghindari tarif, tor dari luar negeri serta dapat memperoleh keuntungan dari flukuasi valuta
asing.
b. Perusahaan memiliki produk yang unik, yang sumber-sumbernya tidak ada di Negara lain.
c. Perusahaan ini memanfatkan kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi
d. Adanya informasi eksklusif tetang pasar international secara lebih murah.
e. Berkomitmen memanajemen untuk tujuan ke arena international
f. Untuk memanfaatkan kemudahan regulasi ekspor yang diberikan pemerintah untuk mendorong
ekspor.
g. Untuk memperoleh skala ekonomis dalam produksi
h. Untuk meningkatkan citra perusahaan
i. Untuk memperoleh peluang riset ( menguji produk pasar asing )

j. Untuk mengekspor teknologi ke Negara-negara terbelakang dalam rangka membuka pasar


k. Untuk meningkatkan pengaruh politik perusahaan
2. Sedangkan secara reaktif antara lain sebagai berikut:
a. Perusahaan menghadapi ancaman akan kehilangan pasar di kandang sendiri karena di serbu
berbagai perusahaan asing dengan produk-produknya yang bermutu tinggi dan bernilai lebih
b. Perusahaan mengalami over produksi sehingga kelebihannya di pasarkan ke luar negeri
c. Untuk mengatasi penurunan penjualan akibat pengaruh perubahan variable demografi di dalam
negeri misalnya pertumbuhan penduduk yang melambat.
d. Untuk memanfaatkan kelebihan kapasitas
e. Untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar
f. Untuk menghindari resesi dalm negeri
g. Untuk mendekatkan perusahaan dengan konsumen demi kepentingan lalu lintas komunikasi
yang cepat dan efektif dari konsumen ke produsen atau sebaliknya dan menurunkan biaya
istribusi.
Untuk terjun kepasar asing, ada beberapa masalah yang perlu menjadi pertimbangan Philip kotler
( 1992:499 ) menjelaskan resiko / kendala terjun ke pasar asing.
a. Utang luar negeri yang besar
Sehinggah membayar bungannya saja mereka tidak mampu.
b. Pemerintahan tidak stabil
Utang yang besar, laju inflasi yang tinggi, serta angka penganguran yang tinggi di beberapa
Negara telah mengakibatkan sangat tidak stabilnya pemerintahan.
c. Ketidak stabilan nilai tukar
Utang yang besar dan ketidak stabilan politik memaksa uang Negara yang bersangkutan di
devaluasi, atau setidak-tidaknya nilainya menjadi tidak stabil.
d. Peraturan masuk oleh pemerintah asing
Saham mayoritas berada di tangan mitra usaha domestic, menunjukan warga Negara setempat
untuk menduduki jabatan dalam manajemen, alih teknologi dalam hal rahasia dagang serta
batasan repatriasi keuntungan.
e. Peraturan tarif dan hambatan-hambatan lainnya
Tarif tinggi yang tidak wajar. Terhadap barang-barang infor guna mensubsidi atau melindungi
industry mereka sendiri.
f. Korupsi
Mereka sering kali memberikan bisnis kepada pemberi suap yang terbesar dan bukan kepada
penawaran yang terbaik.
g. Pembajakan teknologi
Local mereka mempelajari cara membuat produk dan kemudian mamisahkan diri untuk bersaing
secara terbuka ataupun sembunyi-sembunyi.
h. Biaya produksi yang tinggi dan adaptasi komunikasi
Beroperasi di Negara asing harus mempelajari tiap-tiap pasar asing secara cermat, peka terhadap
situasi ekonomi, politik dan budaya disana, dan harus melakukan adaptasi dalam produk maupun
komunikasi agar cocok dengan selera asing.
Setiap perusahaan yang melakukan pemasaran internasional akan menghadapi lingkungan
ekonomi yang berbeda-beda disetiap negara yang dimasuki. Dewasa ini semakin banyak
bermuculan pasar dari pesaing global yang bisa menjadi peluang sekaligus tantangan bagi para
pemasar Internasional.

Menurut keegan ( 1995 ) ada lima perubahan mendasar yang terjadi dalam beberapa decade yang
lalu.
1) Perpindahan modal ( capital moverments ) telah mengambil alih peranan perdagangan sebagai
driving force perekonomian dunia.
2) Aspek produksi mulai dapat terlepas dari aspek ketenaga kerjaan, pada keyataan bahwa
meskipun jumlah tenaga kerja dalam sector industry dan pertania cenderung konstan atau
bahakan mengalami penurunan, tetapi jumlah produksi tetap meningkat.
3) Produksi primer memang tidak lagi mendominasi ekonomi industry adanya penurunan secara
drastic dalam harga barang mentah tertentu misalnya minyak bumi tidak akan menyebabkan
despresi ekonomi dunia.
4) Makro ekonomi sebagai pengendali ekonomi tidak lagi pada tingkat Negara, tetapi
berkembang pada tingkat ekonomi dunia
5) Konteks selama 75 tahun anatar kapitalisme dam sosialisme telah berakhir. Keberhasilan yang
nyata dari sistem kapiltalisme dibanddingkan dengan model komunis yang terkendali dan
terpusat telah menyebabkan runtuhnya komunis sebagai sebuah model mengorganisasi kegiatan
ekonomi dan sebagai sebuah ideologi.
Menurut fandy Tciptono ( 2001:332 ) tahap-tahap perkembangan pasar dapat diklasipikasikan
menjadi lima kategori.
1) Kasus keranjang ( Basket case ) yaitu sebuah negr dengan masalah ekonomi, social dan politik
yang sanagt serius.
2) Negara berpenghasilan rendah atau Negara pra industry yaitu, Negara-negara yang memiliki
GNP perkapita kurang dari US $400 pada tahun 1992 ( diantaranya, Banglades dan india )
3) Negara berpenghasilan menengah ke bawah atau negara berkemban Yaitu perkapita antara US
$400 dan kurang dari US $2000 di tahun 1992 ( diantaranya Polandia, Cile, Fiji,Irak )
4) Negara yang berpenghasilan menengah atau Negara industry baru, yitu Negara-negara yang
mempunyai GNP antara US $2001 dan US $12000 perkapita pada tahun 1992 ( diantaranya
Hongaria,Iran,Arab Saudi )
5) Negara berpenghasilan tinggi atau Negara maju industry, pasca industry, yaitu Negara-negara
yang memiliki GNP di atas US $12000 per kapita.( diantaranya
adalahJepang,kanada,Singapura,Hongkong,Belgia,Jerman,Perancis,Italia,Inggris,Australia,Kuwa
it,Uni Emirat Arab ).
Sementara itu lingkungan mikro ekonomi merupakan lingkungan yang mempengaruhi
kepentingan produksi dan atau pasar sebuah perusahaan. Pada dasarnya lingkungan mikro
ekonomi menyangkut aspek persaingan yang bisa berasal dari tiga sumber utama, yaitu bisnis
lokal, perusahaan lainnya dalam negara yang sama dan perusahaan luar negeri.
Setiap pesaing yang berbeda dapat berupaya memenuhi jenis permintaan yang berlainan, yaitu :
1) Existing demand, situasi dimana untuk memuaskan kebutuhan tertentu,
2) Latent demand, situasi dimana kebutuhan tertentu telah diketahui atau diidentifikasi, tetapi
belum ada produk yang ditawarkan untuk memuaskan kebutuhan tersebut,
3) Incipient demand, suatu kebutuhan yang diperkirakan akan muncul apabila konsumen
menyadari pada suatu saat di masa datang.
Disamping aspek ekonomi internasional, aspek politik internasional juga memegang peranan
penting dalam bisnis international. Factor penyebab utamanya adalah karena politik yang dianut
suatu Negara tidaklah selalu seragam.

Umumnya pemerintahan stiap Negara berusaha menciptakan lingkungan politik yang kondusif
didalam negeri agar bisnis domestic dapat berkembang.Upaya yang dilakukan antara lain
mengurangi hambatan perdagangan untuk menarik minat investasi asing dan mendorong
peningkatan kemampuan eksport. Melalui upaya ini diharapkan perekonomian suatu Negara
dapat meningkat, yang ada gilirannya akan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan
warga Negaranya. Keinginan seperti ini tidaklah hanya dimiliki oleh suatu Negara, tetapi hamper
semua Negara meskipun kadar, bentuk kepentingan dan cara merelesasikannya berbeda. Kondisi
ini menyebabkan lingkungan politik yang dihadapi oleh perusahaan global menjadi sangat
kompleks karena melibatkan tiga jenis lingkungan politik yang berbeda.
a. Politik asing ( Foreign politics ), yaitu politik Negara tujuan ( Host Country )
b. Politik domestic ( Domestic politik ) yaitu politik yang ada di Negara asal ( Home Politik )
c. Politik International, Yaitu Interaksi antara keseluruhan factor-faktor lingkungan antara dua
Negara atau lebih
Pada dasarnya setiap perusahan global dipengaruhi Factor politik dalam tiga aspek yaitu :
1. Pola kepemilikan dalam perusahaan induk atau perusahaan cabang
2. Arah dan sifat perkembangan perusahaan cabang
3. Arus produk; teknologi dan keterampilan manajerial dalam perusahaan-perusahaan yang
bernaung dalam perusahaan global tertentu.
Permasalahan yang timbul dalam kaitannya dengan menjalankan bisnis di Negara asing
umumnya bersumber pada dual hal berikut ini.
1. Kedaulatan politik, yaitu hasrat untuk memaksakan otoritasnya atas bisnis asing melalui
berbagai macam sanksi yang bersifat regular dan evolusioner
2. Konflik politik yaitu konflik yang bersifat tidak menentu ( ireguler ) revolusioner dan atau
discontinuos konflik politik dapat berupa huru hara, perang saudara, konspirasi.
Bagaimanapun juga resiko politik tidak mungkin dihapuskan sama sekali, akan tetapi resiko
politik bisa diminilisasikan. Ada beberapa cara yang dapat diterapkan yaitu:
1. Merangsang pertumbuhan ekonomi local
2. Memperkerjakan tenaga local
3. Membagi kepemilikan
4. Menerapkan political neutraly,
5. Lisensi
6. Melakukan lobbying
7. Mengantisipikasi resiko politik dengan cara
a. Asuransi resiko
b. Pengembangan system dan jaringan intelijen
c. Pengembangan rencana kontingesi dan
d. Membentuk database mengenai kejadian-kejadian politik masa lalu di setiap Negara yang
dimasuki perusahaan.
8. Menghindari usaha yang berkaitan dengan produk yang sensitive secara politik seperti
minyakbumi, gula, makanan, obat-obatan, semen, baja, besi, mesin kontruksi senjata, peralatan
nuklir, bahan peledak.

KESIMPULAN
Globalisasi bias membuat suatu masyarakat atau Negara semakin maju, sejahtera atau bahakan
semakin terpuruk .
Untuk terjun kepasar asing ada beberapa masalah yang perlu menjadi pertimbangan Philip
khotler ( 1992:499 ) menjelaskan resiko / kendalah terjun kepasar asing.
a. Utang luar negeri yang besar
b. Pemerintahan tidak asing
c. Ketidak stabilan nilai tukar
d. Peraturan masuk oleh pemerintah asing
e. Peraturan tariff dan hambatan-hambatan lainnya
f. Korupsi
g. Pembajakan teknologi
Bagaimana juga resiko politik tidak mungkin dihapuskan sama sekali, akan tetapi resiko politik
bias diminimaliskan, ada beberapa cara yang dapat diterapkan yaitu :
1. Merangsang pertumbuhan ekonomi lokal
2. Memperkerjakan tenaga local
Mengantisipasi resiko politik yaitu
a. Asuransi resiko
b. Pengembangan system dan jaringan intelejen
c. Pengembangan rencana konstigasi
d. Membentuk database mengenai kejadia-kejadian politik masa lalu disetiap Negara yang
dimasuki perusahaan.

Tantangan dalam Globalisasi


PROSES GLOBALISASI
Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara
saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang
melintasi batas Negara. Dimulai ketika Vasco da Gama dan Christopher Columbus dari
Eropa 500 tahun lalu untuk berdagang, namun hal ini menjadi awal munculnya
kehendak menguasai wilayah bangsa lain untuk menghisap kekayaan bangsa lain
(kolonialisme). Era kolonialisme merupakan juga era perkembangan paham kapitalisme
di Eropa. Proses berikutnya dilanjutkan dengan era pembangunan, yang ditandai
dengan penekanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang berpusat pada
negara sendiri. Ketika era pembangunan mengalami krisis maka dunia masuk pada era
baru yaitu globalisasi. Pada era globalisasi ini negara-negara didorong untuk menjadi
bagian dari pertumbuhan ekonomi global. Semua proses globalisasi digerakkan oleh
idiologi neoliberalisme.
MENJADI MASYARAKAT GLOBAL

Secara pribadi kita tergolong pada masyarakat yang terbuka pada pengaruh yang
datang dari luar. Tidak bisa dipungkiri perkembangan jaman dan teknologi sangat
mempengaruhi kehidupan sehari-hari kita. Banyak pengaruh yang datang dari luar
diantaranya adalah pengaruh majunya teknologi yang berasal dari barat. Era globalisasi
memiliki potensi untuk ikut mengubah hampir seluruh sistem kehidupan masyarakat,
politik, ekonomi, budaya dan sebagainya. Fenomena baru dalam era globalisasi ini
hanya dalam hal tempo edar informasi yang kian pendek dan cakupannya yang kian
luas.
Selain terbuka terhadap pengaruh teknologi atau pengaruh dari luar, kita menjadi
konsumen yang tidak kritis. Maraknya iklan dalam berbagai bentuk di media seolah
menjadi kekuatan untuk menjual berbagai hal. Mengikuti atau istilah masa kini adalah
follower, bisa diartikan dengan mengikuti trend atau gaya hidup yang sedang
berkembang pada masa kini. Kita selalu mengikuti apapun itu yang bersifat positif dari
pengaruh globalisasi. Karena mengikuti trend atau gaya hidup di era globalisasi adalah
cara kita hidup menjadi masyarakat yang mengglobal. Mengikuti tren yang ada
sebenarnya bukan suatu hal yang salah, akan tetapi mengikuti tren secara berlebihan
justru bisa membuat seseorang terkesan menjadi masyarakat yang korban era
globalisasi bukan masyarakat global.
Lebih lanjut Amstrong (dalam Nugraheni, 2003) menyatakan bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi gaya hidup seseorang ada 2 faktor yaitu faktor yang berasal dari dalam
diri individu (internal) dan faktor yang berasal dari luar (eksternal). Faktor internal yaitu
sikap, pengalaman, dan pengamatan, kepribadian, konsep diri, motif, dan persepsi
dengan penjelasannya sebagai berikut :
a. Sikap berarti suatu keadaan jiwa dan keadaan pikir yang dipersiapkan untuk
memberikan tanggapan terhadap suatu objek yang diorganisasi melalui pengalaman
dan mempengaruhi secara langsung pada perilaku. Keadaan jiwa tersebut sangat
dipengaruhi oleh tradisi, kebiasaan, kebudayaan dan lingkungan sosialnya.
b. Pengalaman dan pengamatan. Pengalaman dapat mempengaruhi pengamatan
sosial dalam tingkah laku, pengalaman dapat diperoleh dari semua tindakannya dimasa
lalu dan dapat dipelajari, melalui belajar orang akan dapat memperoleh pengalaman.
Hasil dari pengalaman sosial akan dapat membentuk pandangan terhadap suatu objek.
c. Kepribadian adalah konfigurasi karakteristik individu dan cara berperilaku yang
menentukan perbedaan perilaku dari setiap individu.
d. Konsep diri sudah menjadi pendekatan yang dikenal amat luas untuk
menggambarkan hubungan antara konsep diri konsumen dengan image merek.
Bagaimana individu memandang dirinya akan mempengaruhi minat terhadap suatu
objek.
e. Motif memunculkan perilaku individu. Kebutuhan untuk merasa aman dan kebutuhan
terhadap prestise merupakan beberapa contoh tentang motif. Jika motif seseorang
terhadap kebutuhan akan prestise itu besar maka akan membentuk gaya hidup yang
cenderung mengarah kepada gaya hidup hedonis.
f. Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengatur, dan
menginterpretasikan informasi untuk membentuk suatu gambar yang berarti mengenai
dunia.
Faktor Eksternal yang berpengaruh antara lain :

a. Kelompok referensi adalah kelompok yang memberikan pengaruh langsung atau


tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang. Kelompok yang memberikan
pengaruh langsung adalah kelompok dimana individu tersebut menjadi anggotanya dan
saling berinteraksi, sedangkan kelompok yang memberi pengaruh tidak langsung
adalah kelompok dimana individu tidak menjadi anggota didalam kelompok tersebut.
b. Keluarga, yang memegang peranan terbesar dan terlama dalam pembentukan sikap
dan perilaku individu. Hal ini karena pola asuh orang tua akan membentuk kebiasaan
anak yang secara tidak langsung mempengaruhi pola hidupnya.
c. Kelas sosial adalah sebuah kelompok yang relatif homogen dan bertahan lama
dalam sebuah masyarakat, yang tersusun dalam sebuah urutan jenjang, dan para
anggota dalam setiap jenjang itu memiliki nilai, minat, dan tingkah laku yang sama.
d. Kebudayaan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat
istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh individu sebagai anggota
masyarakat. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola
perilaku yang normatif, meliputi ciri-ciri pola pikir, merasakan dan bertindak.
MANFAAT DAN KERUGIAN DARI ORGANISASI BISNIS YANG MENGGLOBAL
Manfaat Globalisasi Ekonomi
a) Produksi global dapat ditingkatkan
Pandangan ini sesuai dengan teori 'Keuntungan Komparatif' dari David Ricardo. Melalui
spesialisasi dan perdagangan faktor-faktor produksi dunia dapat digunakan dengan
lebih efesien, output dunia bertambah dan masyarakat akan memperoleh keuntungan
dari spesialisasi dan perdagangan dalam bentuk pendapatan yang meningkat, yang
selanjutnya dapat meningkatkan pembelanjaan dan tabungan.
b) Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai negara
mengimpor lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini menyebabkan konsumen
mempunyai pilihan barang yang lebih banyak. Selain itu, konsumen juga dapat
menikmati barang yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah.
c) Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh
pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri.
d) Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
Modal dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati oleh negara-negara
berkembang karena masalah kekurangan modal dan tenaga ahli serta tenaga terdidik
yang berpengalaman kebanyakan dihadapi oleh negara-negara berkembang.
e) Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
Pembangunan sektor industri dan berbagai sektor lainnya bukan saja dikembangkan
oleh perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui investasi yang dilakukan oleh
perusahaan swasta domestik. Perusahaan domestik ini seringkali memerlukan modal
dari bank atau pasar saham. dana dari luar negeri terutama dari negara-negara maju
yang memasuki pasar uang dan pasar modal di dalam negeri dapat membantu
menyediakan modal yang dibutuhkan tersebut.
Kerugian Globalisasi Ekonomi
a) Menghambat pertumbuhan sektor industri

Perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang lebih bebas menyebabkan


negara-negara berkembang tidak dapat lagi menggunakan tarif yang tingi untuk
memberikan proteksi kepada industri yang baru berkembang (infant industry). Dengan
demikian, ini menimbulkan hambatan bagi negara berkembang untuk memajukan
sektor industri domestik lebih cepat.
b) Memperburuk neraca pembayaran
Globalisasi cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya, apabila suatu
negara
tidak mampu bersaing, maka ekspor tidak berkembang. Keadaan ini dapat
memperburuk kondisi neraca pembayaran. Efek buruk lain dari globaliassi terhadap
neraca pembayaran adalah pembayaran neto pendapatan faktor produksi dari luar
negeri cenderung mengalami defisit. Investasi asing yang bertambah banyak
menyebabkan aliran pembayaran keuntungan (pendapatan) investasi ke luar negeri
semakin meningkat.
c) Sektor keuangan semakin tidak stabil
Ketika pasar saham sedang meningkat, dana ini akan mengalir masuk, neraca
pembayaran bertambah bak dan nilai uang akan bertambah baik. Sebaliknya, ketika
harga-harga saham di pasar saham menurun, dana dalam negeri akan mengalir ke luar
negeri, neraca pembayaran cenderung menjadi bertambah buruk dan nilai mata uang
domestik merosot. Hal ini menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan
ekonomi.
d) Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang
Dalam jangka panjang pertumbuhan yang lambat akan mengurangi lajunya
pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan semakin
lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat diatasi atau malah
semakin memburuk.
MELAKUKAN BISNIS DALAM LINGKUNGAN GLOBAL
Perkembangan Konsep dan Pandangan terhadap Mutu
JM Juran melihat konsep mutu dari dua sudut pandang. Pertama adalah dari segi
penampilan dan kedua adalah dari segi kekurangan (defisiensi). Suatu produk yang
mempunyai penampilan memuaskan (excellent), dinilai sebagai sebuah produk
bermutu. Demikian juga jika memiliki sedikit defisiensi, maka produk tersebut dinilai
sebagai produk bermutu.
Perkembangan Pemikiran, Paradigma, dan Pengawasan Mutu
Konsep dasar yang sangat menentukan perkembangan dan kemajuan mutu itu sendiri,
yaitu Quality Thinking dan Quality Paradigms. Quality Thinking atau cara berpikir
tentang mutu, secara tradisional diartikan oleh mutu yang masih berbicara produk dan
bersifat teknis, tergantung inspektor, dituntun oleh para ahli (Experts), membutuhkan
pengawasan dan memerlukan biaya yang lebih tinggi. Sedangkan Quality paradigms
(paradigma Mutu) secara konvensional berkisar pada melakukan pemeriksaan mutu,
peningkatan mutu berarti peningkatan biaya, berorientasi prosedur, tanggung jawab
secara departementalisasi, memenuhi kebutuhan pelanggan, fokus pada pabrik dan
yang paling menonjol adalah peningkatan mutu dianggap merupakan pekerjaan orang
lain dan memerlukan biaya tinggi.

ISO 9000
ISO 9000 adalah suatu standar sistem manajemen mutu yang memfokuskan pada
penerimaan dunia internasional (world wide acceptance). ISO 9000 juga merupakan
prasyarat untuk melakukan bisnis dengan Eropa. ISO 9000 menyediakan infrastruktur
manajemen mutu yang baku dan terpadu, serta dapat diaplikasikan dalam keadaan dan
situasi bagaimanapun. ISO 9000 memuat konsep kegunaan yang meliputi ISO 9001,
ISO 9002, ISO 9003, dan ISO 9004.
CE Mark
Conformitee Europene Mark merupakan bagian dari kerangka penilaian kecocokan
Uni Eropa yang komprehensif. Ini merupakan tanda bahwa suatu produk sudah
disertifikasi dan memenuhi persyaratan lingkungan, kesehatan dan keselamatan
(environment, health and safety requirement).
Ada beberapa tahap yang harus dilalui agar suatu produk mendapat CE Mark:
1. Produk tersebut harus sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam instruksi
UE.
2. Telah mendapat sertifikasi ISO 9000 (ISO 9001, ISO 9002, ISO 9003, atau ISO 9004)
apabila sistem manajemen mutu produk tersebut diwajibkan menurut instruksi UE.
3. Dokumentasi setiap uji data harus sesuai dengan persyaratan UE.
4. Sertifikat CE Mark yang dikeluarkan selama ini ada dua tipe yaitu pernyataan
sepihak dan pernyataan pihak ketiga. Dalam pernyataan sepihak, perusahaan yang
bersangkutan mengumumkan sendiri yang belum tentu dapat diterima oleh orang lain.
Pada pernyataan pihak ketiga, ada CE dan nomor identifikasi dari badan yang
mensertifikasi.
ISO 14000
ISO 14000 adalah suatu sistem standarisasi manajemen baik standarisasi produk
maupun proses yang dikaitkan langsung dengan lingkungan hidup. Lingkungan hidup
menjadi penting karena perhatian dunia terhadap lingkungan hidup sangat tinggi. ISO
14000 mencakup sistem pengelolaan lingkungan, investigasi dan auditing yang
berkaitan dengan lingkungan, pelabelan produk ramah lingkungan, evaluasi untuk kerja
lingkungan, pengkajian siklus hidup dan pendefinisian
PERATURAN DALAM ORGANISASI BISNIS DALAM LINGKUNGAN GLOBAL
Organisasi adalah suatu wadah atau tempat bagi manusia untuk bekerjasama menuju
suatu pencapaian tujuan. Perubahan yang ada pada kehidupan manusia berakibat pula
pada perubahan-perubahan yang terjadi pada organisasi. Globalisasi yang memiliki
suatu karakteristik perubahan yang tak menentu, merupakan lingkungan eksternal bagi
organisasi dan merupakan faktor penentu bagi keberlangsungan suatu organisasi,
untuk itu harus ada suatu peraturan yang fleksibel yang mengikuti paradigma baru
untuk menunjang keberlangsungan organisasi.
Beberapa aturan dunia telah dibuat untuk menghasilkan standar-standar bagi
perusahaan yang akan melaksanakan bisnis lewat batas Negara yaitu UN Global
Compact dan The OECD Guidelines.

KERJASAMA DALAM LINGKUNGAN BISNIS


Organisasi bisnis dituntut untuk melakukan suatu kerjasama yang sinergis menghadapi
suatu iklim kompetisi. Adapun Bentuk Kerjasama Dalam Lingkungan Bisnis Adalah :
1. Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional atau Multi National Corporation (MNC) adalah perusahaan
besar yang mengembangkan anak perusahaannya di berbagai belahan negara. Ciri
khas dari perusahaan ini adalah di setiap negara perusahaan-perusahaan tersebut
memiliki bentuk sebagai Perseroan Terbatas, akan tetapi kepemilikan sahamnya hampir
seluruhnya dimiliki oleh perusahaan induk. Selain itu saham dari perusahaan ini tidak
dijual di pasar modal local sehingga kebijakan operasi perusahaan seluruhnya
ditentukan oleh perusahaan induk.
2. Joint Venture
Joint Venture merupakan dua atau beberapa perusahaan, yang sepakat untuk
mendirikan suatu perusahaan baru dengan kepemilikan bersama sebagai perusahaan
patungan. Biasanya perusahaan-perusahaan tersebut akan menentukan besarnya
modal yang akan ditanamkan oleh masing-masing pihak, dimana besaran komposisi
modal ini menentukan besarnya kendali masing-masing perusahaan pada perusahaan
patungan yang baru dibentuk ini.
3. Akuisisi atau Pengambilalihan
Pengambilalihan adalah suatu tindakan perusahaan yang membeli perusahaan lain
dengan cara membeli saham perusahaan tersebut. Pengambilaalihan dapat dilakukan
dengan cara membayar saham perusahaan yang dibeli secara tunai atau saham yang
dibeli, dibayar dengan saham yang berasal dari perusahaan yang melakukan
pengambilalihan, sedangkan yang kedua perusahaan dibeli akan tetap beroperasi
secara terpisah dari perusahaan yang melakukan pengambilalihan.
4. Employee Stock Ownership Plan (ESOP)
ESOP merupakan kesepakatan yang terjadi di mana suatu perusahaan menyediakan
bagian dari sahamnya untuk didistribusikan kepada karyawannya. Saat ini terdapat
beberapa kecenderungan di mana terdapat perusahaan besar yang menyediakan
proporsi sahamnya untuk dibeli oleh karyawan mereka sendiri. Karyawan secara
berkala menerima kepemilikan, biasanya berdasarkan pertimbangan senioritas.
5. Privatisasi
Tindakan privatisasi betujuan untuk mendorong globalisasi. Langkah pemerintah
menjual perusahaan perusahaan milik negara kepada swasta, dapat dibedakan menjadi
2 golongan yaitu sebagai berikut : Perusahaan menjadi sepenuhnya milik swasta dan
menjual sebagian namun proporsi terbesar tetap dimiliki oleh pemerintah
6. Investasi Langsung (Direct Investment)
Investasi langsung berarti membeli atau mendirikan asset yang berwujud di negara lain
berupa pendirian kantor-kantor cabang, pembukaan pabrik.
7. Franchising
Franchising adalah tindakan memberikan hak kepada seseorang atau suatu
perusahaan untuk beroperasi dan melakuan kegiatan seperti yang dilakukan oleh
perusahaan yang mengeluarkan frachise ini.
8. Pemberian Lisensi (Licensing)
Selain franchising dikenal pula kerja sama yang mirip, namun dalam bentuk lisensi,
yaitu penggunaan suatu brand/merk produk yang telah terkenal yang memilikinya.

Perbedaan yang tampak menonjol dari lisensi dan franchise yaitu pada lisensi
pemegang lisensi hanya membeli merk dan produk, tetapi belum tentu beroperasi dan
melakukan kegiatan, seperti perusahaan yang mengeluarkan franchise.
HUBUNGAN ANTARA ORGANISASI BISNIS PEMERINTAH
1. Aplikasi dan peranan pemerintah
Peran pemerintah dalam tantangan globalisasi dianggap penting selain daripada peran
swasta karena muncul asumsi peran pemerintah cenderung melemah oleh tuntutan
globalisasi yang lebih mengandalkan swasta dan masyarakat. Di tengah hiruk-pikuk
aktivitas perdagangan dan perekonomian global, peran pemerintah sebagai regulator
justru semakin penting dan menentukan. Kekacauan akan mudah terjadi jika tidak ada
regulasi yang jelas. Fungsi regulasi pemerintah justru dibutuhkan untuk menjamin
kompetisi yang lebih sehat di kalangan swasta yang bertarung keras dalam kegiatan
ekonomi. Pebisnis perlu rambu jelas dalam kegiatannya sehingga tidak kehilangan arah
dalam arus perubahan global yang berlangsung cepat.
Proses globalisasi mempercepat pula langkah privatisasi dalam bidang ekonomi banyak
negara. Kegiatan ekonomi di mana-mana semakin berada dalam kendali dan
kepemilikan swasta. Tuntutan percepatan privatisasi di banyak negara tidak hanya
karena dampak langsung proses liberalisasi dan globalisasi ekonomi, tetapi juga karena
badan usaha yang berada dalam pengelolaan negara cenderung kurang efisien dan
efektif. Pergaulan antarbangsa dan negara masih berdasarkan kerangka negara dan
pemerintahan. Sudah menjadi tuntutan umum tentang pentingnya pemerintahan baik
dan bersih, good and clean governance.
2. Peraturan pemerintah dalam organisasi bisnis lokal dan global
Peran pemerintah diakui sangat penting dalam mendorong terciptanya kinerja
lingkungan, dan lebih jauh lagi mendorong perusahaan go publik untuk melaporkan
pengelolaan lingkungannya. Perusahaan merupakan salah satu pihak penyumbang
utama pertumbuhan ekonomi suatu negara, sekaligus sebagai penyumbang dominan
terhadap persoalan lingkungan akibat proses produksinya yang menggunakan sumbersumber alam. Ini berarti pengungkapan laporan pengelolaan lingkungan dalam annual
report merupakan bentuk pertanggungjawaban sosial untuk mengetahui dampak
ekologi atas suatu prestasi ekonomi perusahaan. Peran pemerintah menjadi sentral
perhatian pengelolaan lingkungan sebab pemerintah selaku pihak yang memiliki
tanggungjawab dan kewenangan atas regulasi lingkungan Pengaruh Kebijakan
Moneter.
Pada saat ini sistem perekonomian global menganut sistem floating rate dimana nilai
tukar mata uang masing-masing negara tergantung pada mekanisme pasar. Sistem ini
menuntut para pelaku untuk menentukan strategi bisnis agar dapat bertahan dari
persaingan baik dari sesama perusahaan domestik maupun dari perusahaan asing.
Akan tetapi perubahan nilai mata uang dimana merupakan fleksibilitas mekanisme
pasar pun masih dapat dikendalikan oleh pemerintah. Sehingga secara tidak langsung
kebijakan pemerintah turut mempengaruhi kekuatan perusahaan.
Apabila terjadi inflasi di negara lain maka negara tersebut pun juga ikut terkena
pengaruh. Salah satu upaya pemerintah untuk memperbaiki perekonomian negara
adalah dengan melakukan devaluasi, dimana pemerintah dengan sengaja menurunkan

nilai mata uang negaranya. Harapannya adalah dengan menurunnya nilai mata uang
maka perusahaan-perusahaan terpacu untuk meningkatkan komoditas ekspor mereka.
Namun kebijakan ini memiliki potensi memperburuk kondisi ekonomi dalam negeri yang
disebabkan harga jual produk di pasar domestik cenderung meningkat sehingga daya
beli masyarakat cenderung turun.