Anda di halaman 1dari 2

Pengertian Tabungan

Tabungan merupakan simpanan masyarakat atau pihak lain yang penarikannya hanya dapat
dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang telah disepakati tetapi tidak bisa ditarik dengan
menggunakan cek, bilyet giro, atau yang sejenisnya. Syarat-syarat tertentu misalnya harus
ditarik secara tunai, penarikan hanya dalam kelipatan nominal tertentu, jumlah penarikan
tidak boleh melebihi saldo minimal tertentu.
Tabungan di Indonesia hanya tiga jenis awalnya yakni Tabanas, Taska, dan Tabungan ONH.
Namun dalam perkembangannya setelah tahun 1989 Bank Indonesia memberikan kebebasan
kepada bank-bank secara komersial untuk menciptakan produk tabungan. Oleh karena itu
produk tabungan saat ini sangat banyak misalnya Simaskot dari BRI, Tahapan dari BCA,
Taplus dari BNI, Tabungan Mandiri dari Bank Mandiri, dan sebagainya. Produk tabungan
tersebut pada prinsipnya mengikuti ketentuan BI yang dalam SK Dir. BI No. 22/63 Kep. Dir.
Tanggal 01-12-1989 bahwa syarat-syarat penyelenggaraan tabungan adalah sebagai berikut:
1) Bank hanya dapat menyelenggarakan tabungan dalam bentuk rupiah.
2) Ketentuan mengenai penyelenggaraan tabungan ditetapkan oleh bank masing-masing.
3) Penarikan tabungan tidak dapat menggunakan cek, bilyet giro, serta surat perintah
bayar lainnya yang sejenis.
4) Penarikan hanya dapat dilakukan dengan mendatangi bank atau alat yang disediakan
untuk keperluan tersebut misalnya Automatic Teller Machine (ATM).
5) Bank penyelenggara tabungan diperkenankan untuk menetapkan sendiri cara
pelayanan, sistem administrasi, setoran, frekuensi pengambilan, tabungan pasif,
tingkat suku bunga, cara perhitungan dan pembayaran bunga, pemberian hadiah,
nama tabungan.
6) Bunga tabungan dikenakan pajak penghasilan (PPh) sebesar 15% final untuk
penduduk

dan

20%

untuk

bukan

penduduk.

(Kep.

Menteri

Keu.

No.

1308/KMK.04/1989).
Pencatatan Transaksi Tabungan
Setiap setoran tabungan akan dicatat sebesar nilai nominal setoran dan selanjutnya disajikan
sebesar nilai kewajiban. Nilai kewajiban adalah saldo ditambah bunga yang diperhitungkan
dikurangi pajak. Setiap bunga yang diperhitungkan dikreditkan ke rekening tabungan. Untuk
setor tabungan, seorang penabung bisa menggunakan uang tunai, warkat, transfer masuk, dan
sebagainya yang disetujui bank. Setoran menggunakan warkat atau surat berharga lain bisa
dikreditkan ke tabungan kalau warkat itu sudah efektif. Artinya bisa diuangkan saat itu.

Contoh:
Tanggal 1 Mei 2012 Mas Rangga membuka tabungan prima pada Bank Duta Prima
Semarang dengan setoran berupa uang tunai Rp 1.000.000, wesel yang telah jatuh tempo dan
telah diendos oleh Bank Maxi Cabang Cilacap sebesar Rp 5.000.000, cek BNI Semarang Rp
10.000.000. Inkaso dan kliring terhadap warkat tersebut dinyatakan berhasil pada tanggal 1
Mei 2012. Biaya inkaso Rp 50.000, biaya meterai untuk surat kuasa Rp 10.000. Maka jurnal
pada tanggal 1 Mei 2012 adalah:
Terima Warkat Inkaso
Inkaso Berhasil

Dr. RAR. Warket Inkaso Diterima


Cr. RAR. Warkat Inkaso Diterima

5.000.000

Catat ke Tabungan

Dr. RAK. Cabang Cilacap


Dr. Giro BI

5.000.000
10.000.00

5.000.000

0
1.000.000

Dr. Kas
Cr. Pendapatan Inkaso
Cr. Bea Meterai
Cr. Tab. Prima-Mas Rangga

50.000
10.000
15.940.00
0

Penyetoran tabungan tidak hanya bisa dilakukan pada bank tempat penabung membuka
tabungan, namun bisa dilakukan di kantor cabang yang lain. Bila ini yang terjadi maka akan
dicatat pada Rekening Antar Kantor (RAK). Contoh: Mas Rangga setor tunai untuk tabungan
pada tanggal 5 Mei 2012 sebesar Rp 10.000.000 dari cabang Cirebon. Pencatatannya adalah:
Di Cabang Semarang

Dr. RAK. Cabang Cirebon

10.000.00
0

Cr. Tabungan Prima

10.000.00
0

Di Cabang Cirebon

Dr. Kas

10.000.00
0

Cr. RAK Cabang Semarang

10.000.00
0

Nama, Nim, Absen >> Kadek Ayu Riana Dewi 1315351087 (25)