Anda di halaman 1dari 20

PRAKTIKUM PERSIAPAN PENYEMPURNAAN

PROSES PENGHILANGAN KANJI MENGGUNAKAN ENZIM


DENGAN METODA PAD-BATCHING

ANGGOTA:
1.
2.
3.
4.

Gita Feriani Rachman


Garin Maulana Anugrah
Neneng Nurjanah
M. Haidhar Alfi Nurony

(14020051)
(14020049)
(14020033)
(14020046)

Dosen
: M. Ichwan, AT, MS.Eng
Asisten Dosen : 1. Ir. Elly K, Bk. Teks
2. Priatna

POLITEKNIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL


BANDUNG
2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 MAKSUD
Menghilangkan kanji pada kain kapas dengan enzim menggunakan metoda
Pad Batching
1.2 TUJUAN
1. Memahami tujuan dan mekanisme penghilangan kanji pada kain kapas.
2. Menguasai cara proses penghilangan kanji dengan berbagai metode padbatching.
3. Mengetahui perbandingan hasil proses penghilangan kanji dengan
menggunakan variasi enzim, Na2SO4, pH, suhu, dan waktu batch.
4. Menganalisa dan mengevaluasi hasil proses penghilangan kanji.

BAB II
TEORI DASAR

Kanji

bersifat

menghalangi

prosespemasakan,

penyerapan

pengelantangan,

(Hidro

fob) larutan

pencelupan,

baik

dalam

pencapan,

dan

penyempurnaan khusus sehingga hasil proses tersebut kurang sempurna. Pada


proses pencelupan dan pencapan zat warna tidak bisa masuk kedalam serat
sehingga warna luntur dan tidak rata.

Penganjian benang lusi biasanya

menggunakan kanji alam maupun kanji sintetik tergantung dari jenis seratnya.
Kanji alam antara lain :

Pati (tapioka), jagung (meizena),kentang (farina), gandum (terigu)

Kanji protein seperti glue, gelatin, dan kasein

Macam macam gom.

Modifikasi kanji , dekstrin.

Kanji sintetik antara lain :

PVA (Polivenil Alkohol), Akrilik, dan lain-lain

Derivat

selulosa seperti

tylose (CMC),

Hidrksil

etil

selulosa,

dan

metilselullosa.

Derivat kanji seperti starch ester, starch eter.

Di Indonesia untuk mengaji benang kapas digunakan kanji tapioka sedang di


Amerika banyak dipakai jenis kanji jagung. Penganjian benang rayon viskosa
biasanya dengan modifikasi kanji (dekstrin). Benangbenang sintetik biasanya
dikanji dengan PVA, campuran PVA dan gom, dan sebagainya.

Prinsip penghilangan kanji


Agar kanji larut dalam air kanji harus dihidrolisa atau dioksidasi menjadisenyawa
yang lebih sederhana sehingga rantai molekulnya lebih pendek dan mudah larut
dalam air.
Untuk menghilangkan kanji dikenal beberapa cara :
1.

Perendaman

2.

Asam Encer

3.

Alkali Encer

4.

Enzym

5.

Oksidator

Penghilangan Kanji dengan Cara Perendaman


Cara perendaman paling mudah dilakukan, kain direndam dalam airpanas 350C 400C selama 24 jam, selanjutnya dicuci dengan air panas kemudian dengan air
dingin. Penghilangan kanji dengan perendaman ini dapat dilakukan untuk Jenis kanji
yang mudah larut dalam air seperti gom,dekstrin, CMC, PVA dan lain-lain.
Cara perendaman ini tidak banyak dipakai lagi karena reaksinya berjalanlambat dan
hasilnya kurang sempurna. Perendaman yang terlalu lama menyebabkan timbulnya
asam yang dapat menghidrolisa serat.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penghilangan kanji dengan


perendaman:

Saat perendaman waktu harus tepat, jika terlalu lama dapat menurunkan
kekuatan bahan yang diproses, yang diakibatkan oleh asam yang terjadi
selama proses perendaman (fermentasi).

Selama proses bahan harus dalam keadaan terendam semua.

Penataan kain pada bak proses harus dalam keadaan rata tidak boleh ada
bagian yang tersembul, karena bisa menimbulkan pembasahan yangkurang
merata. Proses ini memerlukan perhatian tersendiri karena masing-masing
jenis kanji mempunyai sifat khusus misalnya: tepung kanji kristal akan sulit
larut, kanji PVA akan sensitif terhadap alkali, kanji poliakrilat dapat dihilangkan
dengan amonia pada kondisi alkali, kanji CMC (karboksimetil selulosa) akan
larut dalam air panas dan lain-lain.

Zat panganji dapat dibagi dalam tiga golongan yaitu:


1.

Kanji yang mudah terdegradasi

2.

Kanji yang larut dalam air.

3.

Kanji yang tidak larut dalam air (water resistant)

Proses penghilangan kanji dilakukan dengan merendam bahan selulosa, sintetik


atau campuran dengan suatu larutan yang mengandung zat yang dapat
menghidrolisa kanji. Mekanisme penghlangan kanji dengan asam encer adalah
asam encer dapat mengubah kanji dengan cara hidrolisa. Sedangkan penghilangan
kanji dengan menggunakan alkali adalah proses hidrolisa. Sedangkan penghilangan
kanji dengan pemakaian enzim dan oksidator akan mendegradasi kanji, kondisi
proses seperti pH, suhu dan waktu, serta metoda yang digunakan.

Cara penghilangan kanji

Penghilangan kanji dengan enzim

Penghilangan kanji dengan oksidator (hidrogen peroksida), amonium persulfat,


kalium persulfat.

Penghilangan kanji dengan asam(HCl,H2SO4)

Penghilangan kanji denga alkali (NaOH)

Penghilangna kanji dengan perendaman dalam air

Metoda penghilangan kanji

Metoda perendaman/Exhaust
Pada metoda ini kain direndam dalam larutan penghilangan kanji pada suhu
dan waktu tertentu, metoda ini merupakan proses kontinyu.

Metoda rendam-peras-bacam/Pad-batching
Metoda ini termasuk metoda semi-kontinyu. Pada larutan dalam mesin padder
kemudian diperas dan digulung pada rol, kemudian dibungkus plastik dan
dibacam/diperam sambil diputar selama waktu tertentu.

Metoda rendam-peras-kukus/pad- steaming


Metoda ini termasuk metoda kontinyu, pada metoda ini kain setelah direndam
pada larutan dalam mesin padder kemudian diperas dan di kukus pada suhu
1050C selama kurang lebih 10 menit.

Penghilangan kanji cara enzim


Enzim adalah suatu senyawa protein yang dihasikan oleh jasad renik/organisme
tertentu yang mampu menghidrolisa kanji pati disebut enzim amilase, yang dapat
dihasilkan oleh malt (semacam gandum), pankreas (jeroan hewan ternak), dan

bakteri. Enzim amilase menghidrolisa kanji pati/amilum menjadi dekstrin kemudian


menjadi glukosa/gula yang larut dalam air. Masing-masing enzim amilase tersebut
memiliki kondisi optimum seperti tabel berikut:
Kondisi optimum enzim amilase
Jenis Amilase
pH Optimum
Suhu proses
Konsentrasi
0
Bacterial Amilase
6,8
75 C
0.5-1 g/l
Pankreatik Amilase
6,8
550C
1-3 g/l + 5 g/l NaCl
Malt Amilase
4,5-5,5
600C
3-20 g/l
Pemakaian enzim sangat cocok untuk proses penghilangan kanji alam yang terbuat
dari kanji yang biasa digunakan pada bahan serat alam seperti kapas yang memiliki
derajat polimerisasi tinggi, sehingga mudah untuk dimasuki oleh kanji, rayon
maupun campurannya dengan serat sintetik, karena enzim tidak akan merusak serat
karena enzim bekerja sangat spesifik hanya menghidrolisa kain pati saja.

Pemeriksaan hasil penghilangan kanji


Hasil proses penghilangan janji dapat diketahui dengan melakukan pengujian
terhadap bahan yang telah dihilangkan kanjinya. Pengujian dilakukan dengan
menggunakan zat pereaksi larutan KI-Iodium yang dibuat dari 10 g/l Ioodkali (KI) dan
10 gram Iodium yang dilarutkan ke dalam 1 liter larutan.
Jika larutan zat pereaksi tersebut diteteskan pada kain yang telah dihilangkan
kanjinya, maka warna yang timbul menunjukan tingkat proses penghilangan kanji.
Arti warna itu ialah:

Warna biru menunjukan kain (bahan) mengandung kanji (amilum)


Warna ungu menunjukan kain (bahan) mengandung dekstrin
Warna merah menunjukan kain (bahan) mengandung eritro dekstrin
Warna coklat menunjukan kain (bahan) mengandung akro dekstrin, maltosa,

atau glukosa
Warna bitu kehijau-hijauan menunjukan (bahan) mengandung polivinil alkohol

BAB III
PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan


A. Alat
1. Beaker gelas 500ml
2. Pengaduk kaca
3. Kasa + kaki tiga + bunsen
4. Timbangan digital
5. Kain kapas
6. Mesin padder
B. Bahan
1. Enzim Terazym 110
2. Pembasah (Teepol)
3. Na2SO4
4. Larutan Asam

3.2 Diagram Alir


Suhu 300
Timbang kain dan zat sesuai resep

Buat larutan penghilang kanji sesuai resep


dalam beaker glass

Rendam kain selama 10-20 menit

Peras kain dengan menggunakan mesin padder

Kain digulung dan dibungkus plastik,


lalu diperam sesuai waktu yang ditemtukan

Kain dicuci panas dan dingin kemudian keringkan

Evaluasi kain
% pengurangan berat, test kanji, daya serap bahan

Suhu 600
Timbang kain dan zat sesuai resep

Buat larutan penghilang kanji sesuai resep


dalam beaker glass

Rendam kain ke dalam beaker glass

sambil dipanaskan hingga suhu mencapai 600

Peras kain dengan menggunakan mesin padder

Kain digulung dan dibungkus plastik,


lalu diperam sesuai waktu yang ditemtukan

Kain dicuci panas dan dingin kemudian keringkan

Evaluasi kain
% pengurangan berat, test kanji, daya serap bahan

3.3 Resep dan Fungsi Zat


A. Resep
Bahan

Enzim (ml/L)

Pembasah (ml/L)

Na2SO4 (gram/L)

pH

WPU

80%

Suhu (0C)

30

60

60

60

Waktu Batch (jam)

Keterangan:
Resep 1 : Gita Feriani Rachman
Resep 2 : Garin Maulana
Resep 3 : M. Haidhar Alfi Nurony
Resep 4 : Neneng Nurjanah
B. Fungsi Zat
Enzim

:zat penghilang kanji.

Padding

Drying

Zat pembasah

memudahkan bahan terbasahi.


Asam Asetat
: pengatur pH larutan (enzim bekerja pada pH

menurunkan

tegangan

asam).

3.4 Skema Proses

3.5 Perhitungan Zat


1. Resep 1

Enzim

4
1000

x 300 = 1,2 ml

Pembasah

1
1000

x 300 = 0,3 ml

2. Resep 2

Enzim

4
1000

x 300 = 1,2 ml

Pembasah

1
1000

x 300 = 0,3 ml

3. Resep 3

Enzim

4
1000

x 300 = 1,2 ml

Pembasah

1
1000

x 300 = 0,3 ml

5
1000

x 300 = 1,5 gram

Washing

Na2SO4

4. Resep 4

permukaan

bahan,

Enzim

6
1000

x 300 = 1,8 ml

Pembasah

1
1000

x 300 = 0,3 ml

5
1000

x 300 = 1,5 gram

Na2SO4

3.6 Data Percobaan


Hasil Kain kapas setelah dilakukan proses penghilangan kanji menggunakan
Enzim Terazym dengan metoda Pad-Batching.
Resep 1

Resep 2

Resep 3

Data Evaluasi
Berat Kain Awal
(gram)
Berat Kain Akhir
(gram)
W (gram)

Resep 4

17,30

17,71

16,68

17,50

16,64

17,23

14,58

17,07

0,66

0,48

2,1

0,43

Daya Serap

11 detik

8 detik

2 detik

16 menit

BAB IV
DISKUSI

Data Evaluasi

Pengurangan berat

3,81%

2,71%

12,58%

2,45%

Daya Serap

11 detik

8 detik

2 detik

16 menit

Resep 1
% Pengurangan berat =

berat kain awalberat kainakhir


berat kain awal
17,3016,64
17,30

x 100%

x 100%

= 3,81 %

Resep 2
% Pengurangan berat =

berat kain awalberat kainakhir


berat kain awal
17,7117,23
17,71

x 100%

x 100%

= 2,71%

Resep 3
% Pengurangan berat =

berat kain awalberat kainakhir


berat kain awal
16,6814,58
16,68

= 12,58%

x 100%

x 100%

Resep 4
% Pengurangan berat =

berat kain awalberat kainakhir


berat kain awal
17, 5017,07
17,50

x 100%

x 100%

= 2,45%

Serat kapas merupakan salah satu serat yang dalam flow prosesnya ada proses
penghilangan kanji (desizing). Mengapa ? tentu saja karena di serat kapas ada
proses pemberian kanji pada benang lusi tunggal untuk menambah kekuatannya
dan daya tahan gesekannya. Bila tidak dikanji, benang-benang tersebut dapat
mudah putus sehingga mengurangi mutu dan efesiensi kain. Oleh karena itu setelah
menjadi kain, perlu ada proses penghilangan kanji agar tidak mengganggu prosesproses selanjutnya, seperti proses pemasakan, pengelantangan, pencelupan, dan
pencapan. Kanji dapat menghalang-halangi penyerapan zat-zat yang dipakai dalam
proses-proses tersebut.

Pada praktikum penghilangan kanji dengan media kain kapas ini, dilakukan dengan
enzim Terazym menggunakan metoda Pad-Batching. Pemakaian enzim ini sangat
cocok untuk proses penghilangan kanji alam karena hidrolisa pati dapat berjalan
dengan cepat dan tidak merusak serat karena enzim bekerja sangat spesifik hanya
menghidrolisa kanji pati saja.

Pada praktikum ini dilakukan 4 percobaan dengan resep yang berbeda. Perbedaan
resep ini bertujuan agar kita dapat mengetahui resep mana yang terbaik. Setiap
resep ada 5 variasi yang berbeda, yaitu enzim, Na 2SO4, pH larutan, suhu, serta
waktu pembacaman. Perbedaan resep ini tentu saja akan mempengaruhi hasil kain
yang didapat.
Setelah praktikum, ada beberapa evaluasi yang dilakukan. Diantaranya:

% pengurangan berat bahan

Evaluasi ini dilakukan agar kita dapat mengetahui berapa % pengurangan

berat bahan tersebut serta berapa banyak kanji yang telah hilang.
Test KI
Test ini bertujuan agar kita bisa melihat perbedaan warna dari ke 4 kain, yang
telah kita berikan resep yang berbeda. Sehingga kita juga bisa mengetahui,

apakah masih terdapat kanji atau tidak dalam kain kapas tersebut.
Uji daya serap
Evaluasi ini dilakukan agar kita dapat mengetahui seberapa besar daya serap
kain kapas terhadap air. Semakin sedikit waktu serap air, itu artinya daya serap
kain terhadap air semakin baik. Begitu juga sebaliknya.

Menurut hasil evaluasi yang telah dilakukan, maka resep terbaik adalah resep no 3.
Kita bisa lihat di data evaluasi, resep no 3 memiliki daya serap terhadap air yang
paling cepat diantara tiga resep lainnya yaitu 2 detik. Kemudian pengurangan
beratnya juga yang paling signifikan yaitu sebesar 2,1 gram. Ini bisa terjadi karena
beberapa faktor, yaitu:

Na2SO4
Penambahan senyawa ini dapat membantu enzim untuk bekerja cepat dalam
melarutkan kanji. Sehingga ikatan kanji dengan kain menjadi lemah yang

menyebabkan kanji mudah lepas.


Waktu
Waktu yang digunakan pada proses ini cukup lama yaitu 8 jam pembacaman
yang menjadikan enzim bekerja lebih lama dalam menghancurkan kanji

dibandingkan resep 1 yang hanya 6 jam.


pH larutan
pH larutan pada resep no 3 sebesar 5, yang berarti asam. Mengapa bisa
asam ? karena pada larutan ditambahkan Asam Kuat. Asam ini menyebabkan
hidrolisa glukosa dalam rantai selulosa membentuk hidroselulosa dan juga
degradasi enzim terhadap kanji semakin cepat.

Selain proses kimia, ternyata proses fisika juga mempengaruhi hasil kain.
Contohnya, pada resep 4 saat proses drying dilakukan penyetrikaan tidak dengan
cara dianginkan. Sehingga kain yang didapat tidak berdaya serap baik, sebab ada

panas yang dihantarkan. Yang membuat sisa kanji berpolimer kembali dengan kain.
Jadi, kanji menghalangi kain dalam penyerapan air.

BAB V
KESIMPULAN

Pengaruh enzim
Menghidrolisa kanji pada kain menjadi dekstrin kemudian menjadi glukosa /
gula yang larut dalam air dan tidak merusak serat saat bekerja dalam
menghancurkan kanji.
Pengaruh zat pembasah
Menurunkan tegangan permukaan bahan dan memudahkan bahan terbasahi.
Pengaruh pH Asam
Degradasi enzim terhadap kanji semakin cepat.
Resep yang terbaik adalah resep no 3

HASIL PRAKTIKUM
Data Evaluasi

17,30

17,71

16,68

17,50

16,64

17,23

14,58

17,07

W (gram)

0,66

0,48

2,1

0,43

Pengurangan Berat

3,81%

2,71%

12,58%

2,45%

11 detik

8 detik

2 detik

16 menit

Berat Kain Awal


(gram)
Berat Kain Akhir
(gram)

Daya Serap

DAFTAR PUSTAKA

http://borosh.blogspot.co.id/2014/02/proses-penghilangan-kanji-smktekstil.html?m=1
Chatib, Winarni Bk Teks., 1981, Teori Penyempurnaan Tekstil 2, Jakarta

Anda mungkin juga menyukai