Anda di halaman 1dari 8

Tugas Akuntansi Keuangan

Laporan Laba Rugi, Laporan Pos pos Tidak Biasa, Laba


per Lembar Saham, Laporan Laba Ditahan, Laporan
Ekuitas Pemegang Saham dan Laporan Komprehensif

Oleh:
Kelompok II
Gusti Ayu Rai Surya Saraswati

(1306305029)

Ni Ketut Dina Ambara Yani

(1306305062)

Ni Putu Kartika Eka Putri

(1306305130)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Program Reguler
Universitas Udayana
2014
1

1. Laporan Laba Rugi


Pengertian Laporan Laba Rugi
Pengertian Laporan Laba Rugi - Laporan laba-rugi adalah laporan keuangan yang
melaporkan mengenai aktifitas operasional perusahaan dengan menghitung pendapatan
dan beban-beban selama satu periode yang kemudian dapat ditentukan laporan labaruginya. Ada dua pendekatan sebagai dasar dalam dan menggolongkan, serta
mengikhtisarkan transaksi transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan, yaitu:

Dasar Tunai (cash basis)


Yaitu suatu sistem yang mengakui penghasilan pada saat uang tunai diterima
dan mengakui beban pada saat mengeluarkan uang tunai. Metode ini cocok untuk
perusahaan dengan skala kecil, karena metode ini kurang tepat untuk mengakui laba

atau rugi- laba pada periode tertentu.


Dasar Waktu (akrual basis)
Yaitu suatu sistem yang mengakui pendapatan pada saat terjadinya transaksi,
walaupun sudah atau belum menerima uang tunai dan mengakui beban pada saat
terjadinya transaksi walaupun sudah atau belum mengeluarkan uang tunai. Metode
ini sangat tepat untuk perusahaan yang melakukan transaksi secara kredit, karena
laporan laba-rugi akan mencerminkan kondisi yang benar selama satu periode
tertentu. Dalam laporan laba- rugi, terdapat tiga akun yaga perlu dipahami dengan
jelas yaitu:

Pengertian Laporan Laba Rugi:


1. Pendapatan
Penghasilan yang timbul dari pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa
(reguler) dan dikenal dengan sebutan yang berbeda- beda, seperti: penjualan,
penghasilan, jasa, bunga dan beban perlengkapan.
2. Laba Atau Rugi
Laba terjadi bila pendapatan lebih besar dari beban-beban yang terjadi,
sebaliknya rugi terjadi bila pendapatan lebih kecil dari pada beban-beban yang
terjadi. Untuk perusaahaan jasa, meliputi pendapatan atau penghasilan, beban
operasi, laba operasi, pendapatan lain-lain, beban lain-lain, laba bersih, pajak
penghasilan, laba bersih setelah pajak.
3. Laba Operasi
Laba operasi, merupakan selisih antara pendapatan dan beban operasi,
sedangakan pendapatan dan beban lain-lain merupakan pendapatan diluar
pendapatan pokok perusahaan, seperti pendapatan bunga. Beban lain-lain adalah
beban yang tidak berkaitan dengan kegiatan operasi pokok perusahaan, seprti rugi
penjualan aset tetap dan beban bunga.
Laba bersih sebelum pajak, merupakan hasil pengurangan laba operasi dengan
pendapatan dan beban lain-lain di luar operasi dan laba bersih setelah pajak yaitu
2

pendapatan bersih perusahaan baik yang berasal dari kegiatan operasional


perusahaan maupun nonoperasional, setelah dikurangi pajak penghasilan.
Dalam laporan laba-rugi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
Pendapatan, hasil dari pemberian jasa yang diberikan kepad pelanggan yang
merupakan mata usaha pokok dan normal perusahaan. Misalnya, untuk perusahaan
konsultan, maka pendapatannya berasal dari fee yang diberikan oleh pelanggan.
Pendapatan salon kecantikan adalah ongkos yang pelayanan salon kepada
pelanggannya, pendapatan rental komputer adalah sewa yang dibayar oleh pelanggan.
Beban operasi, semua beban yang dikeluarkan atau terjadi dalam hubungannya dengan
aktifitas operasi perusahaan. Misalnya; beban telepon, beban listrik dan telepon, beban
rapat, beban suplies, beban penyusutan dan sebaginya.
Kegunaan

Mengevaluasi kinerja masa lalu perusahaan.


Memprediksi kinerja masa depan.
Membantu menilai resiko atau ketidakpastian pencapaian aliran kas masa depan.

Keterbatasan

Pos-pos yang tidak dapat diukur secara akurat tidak dilaporkan dalam laporan

laba rugi.
Angka-angka laba dipengaruhi oleh metode akuntansi yang digunakan.
Pengukuran laba yang melibatkan pertimbangan.

Kualitas Laba
Perusahaan

memiliki

dorongan mengelola

laba untuk

memenuhi

atau

mengungguli Wall Street, sehingga :Harga pasar saham meningkat, dan Nilai opsi
saham meningkat.
2. Format Laporan Laba-Rugi
Unsur-unsur :
a) Pendapatan Aliran masuk aktiva atau peningkatan lainnya dalam aktiva entitas
atau pelunasan kewajibannya, yang ditimbulkan oleh pengiriman atau produksi
barang,

penyediaan

jasa, yang

merupakan

bagian

dari

operasi

utama

perusahaan.
b) Beban Aliran keluar aktiva atau penurunan lainnya dalam aktiva sebuah entitas
atau penambahan kewajibannya, yang ditimbuklan oleh pengiriman dan produksi
barang.
c) Keuntungan Kenaikan ekuitas perusahaan dari transaksi sampingan atau
insidentil kecuali pendapatan & investasi pemilik.
3

d) Kerugian - Penurunan ekuitas perusahaan dari transaksi sampingan atau


insidentil kecuali beban dan distribusi kepada pemilik.
e) Bentuk Langsung. Hanya ada dua pengelompokan : pendapatan & beban. Tidak
ada pemisahan antara Operasi dan Non-Operasi Perusahaan.
f) Bertahap. Penyajiannya
membagi
informasi
menjadi

bagian-bagian

utama : Bagian Operasi, Bagian Non-Operasi, Pajak Penghasilan.


3. Pelaporan Pos-Pos Tidak Biasa
Tujuan : pengguna dapat mengetahui kemampuan perusahaan untuk menghasilkan
laba di masa depan. Dibagi ke dalam enam kategori :

Operasi yang dihentikan, terjadi saat,


a) Perusahaan menghilangkan : Hasil usaha, dan Aliran kas dari komponen.
b) Tidak ada keterlibatan berkelanjutan yang signifikan dalam komponen
tersebut.

Jumlah yang dilaporkan jumlah bersih setelah dikurangi pajak. Operasi yang
dihentikan dilaporkan setelah Pendapatan dari operasi berkelanjutan. Pos-pos Luar
Biasa, harus memenuhi kriteria : Bersifat tidak biasa & Kejarangan terjadinya.
Jumlah yang dilaporkan jumlah bersih setelah dikurangi pajak. Pos-pos Luar Biasa
dilaporkan setelah Pendapatan dari operasi berkelanjutan
Keuntungan dan Kerugian Tidak Biasa. Pos-pos laporan keuangan yang jumlahnya
material yang tidak biasa atau jarang terjadi, tetapi tidak keduanya, harus diungkapkan
secara terpisah, tetapi disajikan di atas laba (rugi) sebelum pos luar biasa.
4. Laba Per Lembar Saham
Pengertian Laba Per Lembar Saham (Earning Per Share/EPS)
Besarnya Earning Per Share (EPS) suatu perusahaan bisa diketahui dari informasi
laporan keuangan perusahaan langsung atau dapat dihitung berdasarkan laporan neraca
dan laporan rugi laba perusahaan. Earning per share atau laba per lembar saham adalah
suatu analisis yang penting di dalam laporan keuangan perusahaan. Earning per share
memberikan informasi kepada para pihak luar (ekstern) seberapa jauh kemampuan
perusahaam menghasilkan laba untuk tiap lembar yang beredar.
Sebagai indikator keberhasilan di masa yang lalu dan harapan di masa yang akan
datang, earning per share memberikan gambaran yang penting dari keberhasilan itu.
Namun demikian earning per share bukan satu-satunya alat penilai keberhasilan
perusahaan. Alat ini masih harur dikombinasikan dengan alat yang lain dan
diinterpretasikan lebih jauh.
Pada umumnya dalam menanamkan modalnya investor mengharapkan manfaat yang
akan dihasilkan dalam bentuk laba per lembar saham (EPS). Sedangkan jumlah laba per
4

lembar saham (EPS) yang didistribusikan kepada para investor tergantung pada
kebijakan perusahaan dalam hal pembayaran deviden. Laba per lembar saham (EPS)
dapat menunjukan tingkat kesejahteraan perusahaan, jadi apabila laba per lembar saham
(EPS) yang dibagikan kepada para investor tinggi maka menandakan bahwa perusahaan
tersebut mampu memberikan tingkat kesejahteraan yang baik kepada pemegang saham,
sedangkan laba per lembar saham (EPS) yang dibagikan rendah maka menandakan
bahwa perusahaan tersebut gagal memberikan kemanfaatan sebagaimana diharapkan
oleh pemegang saham. Laba per lembar saham (EPS) dapat diartikan sebagai berikut :
Menurut Larson dkk ( 2000:579 ) laba per lembar saham ( ESP ) adalah :Earning Per
Share, also called net income per share, is the amount of income earned per each share
of companys outstanding common stock. (Laba Per Saham, juga disebut laba bersih per
saham, adalah jumlah pendapatan

yang

diterima per setiap saham biasa yang

beredar perusahaan). Menurut Besley dan Brigham ( 2000:83 ) laba per lembar saham
(EPS), adalah : Earning Per Share is called the bottom line, denoting that of all the
items of on the income statement. (Laba Per Saham disebut garis bawah yang
menunjukkan bahwa dari semua item padalaporan laba rugi).
Dengan demikian, laba per lembar saham (EPS) menunjukan kemampuan
perusahaan dalam memperoleh laba dan mendistribusikan laba yang diraih perusahaan
kepada pemegang saham. Laba per lembar saham (EPS) dapat dijadikan sebagai
indikator tingkat nilai perusahaan. Laba per lembar saham (EPS) juga merupakan salah
satu cara untuk mengukur keberhasilan dalam mencapai keuntungan bagi para pemiliki
saham dalam perusahaan.
Laba Persaham : Perhitungan dan Analisis
Laba per saham (earnings per share-EPS) sangat banyak digunakan dalam
mengevaluasi kinerja operasi dan profitabilitas suatu perusahaan. Dilusi (dilution)
merupakan pengurangan laba per saham atau peningkatan kerugian per saham yang
berasal dari efek dilutive yang dikonversi menjadi laba per saham, eksekusi opsi dan
waran, atau pengeluaran saham tambahan sesuai dengan kontrak tertentu.
Struktur Modal Sederhana
Struktur Modal Sederhana hanya terdiri atas saham biasa dan efek yang tidak dapat
dikonversi dan tidak memiliki efek dilusi yang potensial. Untuk perusahaan dengan struktur
modal sederhana, diwajibkanpenyajian satu laba per saham yang dihitung sebagai
berikut:
EPS

= Laba operasi - Dividen saham prioritas


Rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar
5

Struktur Modal yang Kompleks


Perusahaan dianggap memiliki struktur modal yang kompleks jika perusahaan memiliki
efek berpotensi dilusi seperti efek yang dapat dikonversi, opsi dan waran, dan perjanjian
pengeluaran

saham

sejenisnya.

Lebih

dari

25%

perusahaan

yang

sahamnya

diperdagangkan untuk umum memiliki efek berpotensi dilusi. Untuk perusahaan dengan
struktur modal yang kompleks, diwajibkan penyajian dua laba per saham yaitu EPS basic
dna EPS diluted. Rumus perhitungan EPS basic sama dengan rumus pada EPS basic
struktur modal sederhana. Sedangkan untuk EPS diluted : Pembilang untuk EPS diluted
menyesuaikan laba bersih terhadap dampak berikutefek yang dapat dikonversi atau opsi
dieksekusi :
1) Jika saham preferen yang dikonversi menjadi saham biasanya, maka dividen saham
preferen harus dikeluarkan karena diasumsikansaham preferen tidak lagi beredar.
2) Jika obligasi yang dikonversi, beban sahambiasa, maka dividen saham bersih. Ini
dilakukan dengan menambahkan kembali jumlah bunga yang terjadi setelah
dikurangi pajak.
Perhitungan Dasar
Earning per share pada dasarnya dihitung melalui perhitungan berikut ini:
EPS

Laba operasi - Dividen saham prioritas


Rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar

5. Laporan Laba Ditahan


Perubahan Laba Ditahan :
Menaikkan : Laba bersih, Perubahan prinsip akuntansi, Koreksi kesalahan
Menurunkan : Rugi bersih, DevidenPerubahan prinsip akuntansi, Koreksi kesalahan.
Apropriasi Laba Ditahan. Diungkapkan : Catatan atas laporan keuangan & Laba
ditahan yang di apropriasi
6. Laporan Ekuitas Pemegang Saham
Ekuitas perusahaan perseorangan adalah kepemilikan usaha pemilik yang pada
umumnya disajikan dalam satu jumlah tertentu, dimana tidak diperlukan penyajian
subklasifikasi ekuitas karena pemilik tidak membatasi mengenai berapa banyak yang
6

harus diinvestasikan atau ditarik dari bisnis. Dalam hal likuidasi atau insolvensi, kreditor
dapat mengambil aktiva pribadi si pemilik, dan laba yang timbul dihitung secara berkala
dan ditambahkan pada akun modal pada setiap akhir periode. Transaksi modal
(penarikan dan investasi tambahan) dicatat langsung dalam akun modal, dan semua
perubahan diikhtisarkan dalam laporan perisahaan yang terpisah.
Ekuitas perusahaan persekutuan serupa dengan ekuitas perorangan, kecuali bahwa
hal itu diklasifikasikan sesuai kepentingan sekutu, yang memiliki nilai :
a) Harus diakui bahwa klasifikasi ini hanya menunjukkan kepentingan dalam
aktiva bersih perusahaan;
b) Setiap kepentingan sekutu dalam laba perusahaan dapat seluruhnya berbeda
menurut syarat perjanjian.
c) Akun pengambilan terpisah dapat digunakan untuk menetapkan pengendalian
atas pengambilan atau untuk memaksakan ketaatan pada perjanjian
pengambilan.
d) Kreditor tidak berkepentingan dalam saldo modal sekutu karena mereka
berada dalam ekuitas pemilik total dan aktiva pribadi karena setiap sekutu
dapat menjadi berutang untuk setiap/semua utang perusahaan.
Klasifikasi Ekuitas Pemegang Saham
Tujuan paling mendasar dari klasifikasi ekuitas pemegang saham adalah untuk
memberikan informasi kepada pemegang saham, investor, kreditor, dan kepentingan lain
mengenai efisiensi dan pengurusan manajemen. Klasifikasi juga harus memberikan
informasi mengenai kepentingan ekonomi historiis dan prospektif dari kelompokkelompok yang memegang kepentingan ekonomi.
Dalam

memenuhi

tujuan

ini,

informasi

dalam

laporan

keuangan

harus

mengungkapkan hal sebagai berikut :


a) Sumber sumber modal yang dipasok kepada perusahaan.
b) Pembahasan hukum pada distribusi modal yang diinvestasikan kepada
pemegang saham.
c) Pembatasan hukum, kontraktual, manajerial, dan keuangan pada distribusi
dividen pemegang saham.
d) Prioritas beberapa kelas pemegang saham dalam likuidasi
Sumber utama dari ekuitas pemegang saham perseroan adalah :
a) Jumlah yang disetorkan oleh pemegang saham.
b) Kelebihan laba bersih atas deviden yang dibayarkan kepada pemegang
saham.
c) Sumbangan selain dari pemegang saham
7. Laba Komprehensif

Semua perubahan modal selama periode berjalan kecuali investasi yang berasal dari
pemilik dan distribusi ke pemilik. Laba komprehensif lainnya :

Keuntungan dan kerugian yang belum terealisasi atas sekuritas yang tersedia-untuk-

dijual.
Keuntungan dan kerugian terhadap mata uang asing. Dan lainnya
Diungkapkan dalam laporan ekuitas pemegang saham. Tiga cara penyajian Laporan

Laba Komprehensif (SFAS No. 130, June 1997) :


1. Laporan laba-rugi kedua yang terpisah
2. Laporan laba-rugi dan laporan laba komprehensif gabungan.
3. Sebagai bagian dari laporan ekuitas pemegang saham.

DAFTAR ISI

http://www.kisahkamu.info/2013/09/Contoh-Format-Laporan-Laba-Rugi-Akuntansi-BiayaDetail-Perusahaan-Lengkap.html (10 Maret 2014)


http://hasni.4mg.com/kampus_files/paper_files/ekuitas.htm (10 Maret 2014)
http://n2cs.wordpress.com/2013/03/17/ekuitas-pemegang-saham/ (10 Maret 2014)
http://rifalittleduck.blogspot.com/2013/10/bab-4-laporan-laba-rugi-dan-informasi.html
(10 Maret 2014)
http://wahyunatalia.blogspot.com/2011/05/pengertian-laba-per-lembar-saham.html (10 Maret
2014)
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/01/earnings-per-share-eps-definisi-dan.html (10 Maret
2014)