Anda di halaman 1dari 15

PROJECT MANAGEMENT

Memulai proyek, menentukan kelayakan proyek, penjadwalan proyek, dan perencanaan dan
kemudian mengelola kegiatan dan anggota tim untuk produktivitas adalah kemampuan
penting yang harus dikuasai oleh sistem analis. Hal ini dikarenakan hal-hal tersebut
merupakan dasar-dasar manajemen proyek. Sistem proyek dimulai dengan masalah atau
dengan peluang untuk perbaikan dalam bisnis yang sering muncul sebagai proses adaptasi
sebuah organisasi dalam melakukan perubahan. Dengan

meningkatnya popularitas e-

commerce, perubahan mendasar terjadi pada bisnis, baik dari segi usaha, atau operasi internal
serta hubungan eksternal, semuanya beralih dengan menggunakan internet. Perubahan ini
memerlukan solusi sistem yang berlaku baik di lingkungan ataupun di dunia industri. Pada
kondisi inilah dibutuhkan analis yang bekerja dengan pengguna untuk membuat solusi dari
permasalahan yang mencerminkan sistem bisnis dan kekhawatiran atas perubahan yang
terjadi saat ini.
PROJECT INITIATION
Project System diprakarsai oleh berbagai sumber dengan berbagai alasan. Pebisnis
menyarankan Project system untuk dua alasan utama: (1) karena mereka mengalami masalah
yang menghantarkan diri mereka untuk mencapai solusi sistem, dan (2) karena mereka
mengenali peluang peningkatan melalui upgrade, mengubah, atau menginstal sistem baru
ketika terjadi. Kedua situasi tersebut dapat timbul sebagai upaya sebuah organisasi untuk
beradaptasi dan melakukan perubahan.
Problem in Organization
Seorang

manajer

pasti

tidak

menginginkan

adanya

permasalahan

dalam

organisasi/perusahaan yang dipimpinnya, apalagi sampai berbagi informasi ke pihak luar.


Seorang manajer yang baik, pasti dapat mengenali gejala apabila terjadi masalah, lalu
selanjutnya dapat menghadapi dan mencari solusi untuk permasalahan tersebut. Hal ini sangat
diperlukan oleh perusahaan agar dapat bertahan lebih lama.
Dalam beberapa kasus, masalah yang memerlukan layanan dari sistem analis adalah
dikarenakan target kerja tidak terpenuhi. Masalah (atau gejala masalah)tidak selamanya
memerlukan sistem analis apabila dapat disadari sejak awal oleh manajer, hal ini berkaitan
dengan sebuah perusahaan harus mempunyai kesadaran yang tinggi akan situasi dan kondisi
perusahaannya. Perubahan dalam perilaku karyawan seperti ketidakhadiran luar biasa tinggi,

ketidakpuasaan kerja atau pengeluaran yang berlebihan dapat menjadi masalah yang
berakibat fatal. Perubahan tersebut, mungkin cukup berat jika hanya dihadapi oleh manajer,
untuk itu disarankan untuk meminta bantuan seorang analis sistem.
Meskipun kesulitan seperti yang baru saja dijelaskan terjadi dalam organisasi, output pada
seberapa baik organisasi adalah penilaian yang datang dari luar, berupa keluhan atau saran
dari pelanggan, vendor, atau pemasok dan penjualan yang tiba-tiba rendah. Outputdari
lingkungan eksternal sangat penting dan tidak boleh diabaikan.
Defining The Problem
Pendefinisian masalah dalam sebuah perusahaan biasanya dilakukan dengan mengidentifikasi
isu-isu yang sedang berkembang pada saat itu. Selain itu juga berisi perumusan masalah yang
sedang dihadapi oleh perusahaan. Isu-isu yang dimaksud disini adalah tentunya isu-isu yang
bersifat umum atau independen, bukan isu-isu yang bersifat menjatuhkan perusahaan.
Pengidentifikasian isu-isu ini bertujuan untuk menilai apakah tujuan perusahaan masih sesuai
dengan isu yang berkembang. Contoh beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan
bisnis :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Apakah tujuan bisnis ?


Apakah bisnis tersebut merupakan bisnis dengna tujuan laba atau nirlaba ?
Apa rencana bisnis untuk berkembang?
Bagaimana sikap bisnis terhadap teknologi?
Apakah bisnis mempunyai anggaran untuk itu?
Apakah staf/karyawan perusahaan mempunyai keahlian yang memadai ?

Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, nantinya dapat dibuat kesimpulan atau pendefinisian


permasalahan yang terjadi dalam sebuah perusahaan dan bagaimana perusahaan tersebut
dapat mengatasi permasalahan tersebut.
Selection of Projects
Bagi sebuah perusahaan, proyek bisa berasal dari mana saja dan dengan berbagai alasan. Tapi
tidak harus semua proyek diambil. Perusahaan, dalam hal ini manajer, harus benar- benar
selektif dalam menyeleksi proyek. Proyek yang dipilih tidak hanya menguntungkan pihak
manajer secara pribadi, karena kepentingan politik, dan lain sebagainya. Proyek yang dipilih
oleh perusahaan haruslah yang bermanfaat untuk perusahaan secara keseluruhan. Seperti
yang sudah dipelajari pada bab sebelumnya, satu bagian (sistem) dari sebuah perusahaan
saling berhubungan satu sama lain.

Selain kriteria umum di atas, ada beberapa kriteria khusus dalam penyeleksian proyek, yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.

Dukungan dari manajemen


Komitmmen proyek tepat waktu
Kemungkinan meningkatkan pencapaian tujuan organisasi
Praktis dalam hal sumber daya untuk sistem analis dan organisasi
Dibandingkan dengan cara lain, proyek tersebut dapat membuat organisasi bisa
menginvestasikan sumber daya.

DETERMINING FEASIBILITY
Setelah mempertimbangkan proyek sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan
sebelumnya, selanjutnya menentukan apakah proyek tersebut mempunyai kelayakan untuk
dijalankan oleh sebuah perusahaan. Defiisi kelayakan yang digunakan disini tidak
menggunakan definisi kelayakan secara umum, tetapi dinilai dari tiga cara utama, yaitu
operasional, teknis dan ekonomi. Studi kelayakan yang dilakukan disini bertujuan untuk
mengumpulkan

informasi

sebanyak-banyaknya

mengenai

proyek

yang

sedang

dipertimbangkan, apakah layak untuk dilanjutkan atau tidak.


Untuk studi kelayakan, dapat juga dilakukan dengan wawancara, yang biasanya dilakukan
oleh analis atas permintaan manajemen agar dapat membantu pihak manajemen dalam
membuat keputusan atas proyek yang sedang dipertimbangkan. Pertimbangan dari seorangb
analis dalam menentukan kelayakan proyek tersebut bagi perusahaan harus berdasarkan 3 hal
utama yamg dicantumkan pada tabel di bawah ini :

The Three Key Elements of Feasibility

Technical Feasibility
Add on to present system
Technology available to meet users needs
Economic Feasibility
Systems analysts time
Cost of systems study
Cost of employees time for study
Estimated cost of hardware
Cost of packaged software or software
development

Operational Feasibility
Whether the system will operate when
installed
Whether the system will be used

ASCERTAINING HARDWARE AND SOFTWARE NEEDS


Selain kelayakan seperti yang dijelaskan tadi, kemampuan hardware dan software dalam
melakukan kinerja juga harus diperhatikan. Gambar dibawah ini menunjukkan bagaimana
seorang analis dalam menentukan atau memilih hardware dan software yang sesuai dengan
kebutuhan.

Inventorying Computer Hardware


Hardware dan software yang diperlukan untuk melaksanakan proyek yang akan dipilih juga
harus diperhatikan. Hardware dan software yang sudah ada, harus dipastikan dapat
mendukung pelaksanaan proyek kedepannya. Apabila sistem analis menemukan bahwa
hardware dan software yang sudah dimiliki oleh perusahaan belum memadai, maka harus
segera dilengkapi agar dapat mendukung pekerjaan proyek nantinya.
Estimating Workloads
Beban kerja dari hardware dan software dalam melaksanakan proyek nantinya juga harus
diperkirakan oleh analis sistem. Walaupun hardware dan software dapat mendukung
pelaksanaan proyek, tapi beban kerja juga merupakan unsur yang sangat penting untuk
dipertimbangkan, apakah dengan hardware dan software yang ada dapat memenuhi beban
kerja yang diperlukan untuk mengerjakan proyek tersebut.
Jika perkiraan analis sistem mengenai beban kerja tepat, maka perusahaan tidak perlu
mengganti hardware dan software yang sudah ada, hanya saja tetap diperlukan kesiapan
apabila ada kejadian tak terduga nantinya yang dapat menghambat pengerjaan proyek
tersebut.
Evaluating Computer Hardware
Mengevaluasi perangkat keras komputer adalah tanggung jawab bersama dari manajemen,
pengguna dan sistem analis. Kriteria yang digunakan sistem analis untuk menilai kinerja
hardware adalah :

1. Waktu yang dibutuhkan untuk transaksi rata-rata ( termasuk berapa lama waktu yang
dibutuhkan untuk memasukkan data dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk
menerima output ).
2. Total kapasitas vilume sistem (berapa banyak yang bisa diproses pada saat yang sama
sebelum masalah muncul)
3. Cpu atau jaringan
4. Ukuran memori yang disediakan
Acquisition of Computer Equipment
Pengadaan komputer pada perusahaan biasanya ada tiga pilihan, yaitu membeli, leasing, atau
menyewa. Stiap pilihan tersebut mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing
seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini :

Software Evaluation
Selain hardware, software yang digunakan untuk melaksanakan proyek dikemudian hari
nantinya juga perlu diperhatikan. Apakah software yang digunakan sesuai, software apa yang
digunakan. Apakah software perusahaan tersebut masih menggunakan software turunan,
apakah sudah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.Terutama untuk hardware yang
pengadaannya dengan cara leasing atau menyewa, software yang tersedia harus diperbaharui
sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan. Seorang analis sistem juga harus bisa menganalisa,
untuk kebutuhan software perusahaan, sebaiknya pengadaan hardware nya berasal dari
membeli, menyewa, atau leasing.

IDENTIFYING, FORECASTING, AND COMPARING COSTS AND BENEFITS

Biaya dan manfaat dari sistem komputer juga harus dipertimbangkan oleh sistem analis
karena kedua hal tersebut saing kebergantungan satu sama lainnya. Meskipun sistem analis
mencoba untuk mengusulkan sebuah sistem yang memenuhi berbagai kebutuhan informasi,
keputusan untuk melanjutkan dengan sistem yang diusulkan akan didasarkan pada analisis
biaya-manfaat, bukan pada informasi persyaratan.
Forecasting
Seorang analis sistem harus dapat memprediksi suatu variabel tertentu sebelum proposal
diajukan kepada klien. . Analis sistem memiliki banyak model-model peramalan yang
tersedia. Kriteria utama untuk memilih model adalah ketersediaan data historis. Jika mereka
tidak tersedia, analis harus berpaling kepada salah satu metode penilaian: perkiraan kekuatan
penjualan, survei untuk memperkirakan permintaan pelanggan, Delphi studi (konsensus
perkiraan dikembangkan secara independen oleh sekelompok ahli melalui serangkaian
iterasi), membuat skenario, atau menggambar analogi sejarah.
Identifying Benefits and Costs
TANGIBLE BENEFITS
Tangible benefits adalah keuntungan yang diukur dan diperoleh organisasi melalui
penggunaan sistem informasi. Contoh tangible benefits adalah peningkatan kecepatan
pengolahan, akses ke informasi yang sulit diakses, akses ke informasi secara tepat waktu
lebih daripada sebelumnya, dan penurunan dalam jumlah waktu yang diperlukan untuk
menyelesaikan tugas-tugas tertentu dan lain sebagainya. Meskipun pengukuran tidak selalu
mudah, tangible benefits dapat diukur dari segi biaya, sumber daya, atau ketepatan waktu.
INTANGIBLE BENEFITS.
Beberapa manfaat yang diperoleh organisasi dari penggunaan sistem informasi sulit untuk
diukur tetapi tetap penting. Hal ini dikenal sebagai manfaat tak berwujud (intangible
benefits). Manfaat berwujud (tangible benefits) berguna untuk meningkatkan akurasi dalam
proses pengambilan keputusan,menjadi lebih kompetitif dalam layanan pelanggan, menjaga
citra bisnis yang baik, dan meningkatkan kepuasan kerja karyawan dengan menghilangkan
tugas-tugas yang membosankan. Seperti yang dapat kita lihat, bahwa intangible benefits
sangat penting dan dapat memiliki dampak yang lebih besar untuk bisnis yang berhubungan
dengan orang-orang baik di luar maupun di dalam organisasi
Meskipun tangible benefits dari sistem informasi merupakan faktor penting yang harus
dipertimbangkan ketika memutuskan apakah untuk melanjutkan sistem, sistem yang

dibangun oleh intangible benefits juga akan berhasil. Perusahaan juga harus membahas hal
ini dalam prosposal yang diajukan kepada klien

karena menyajikan keduanya akan

memungkinkan pengambil keputusan terbaik dalam bisnis tentang sistem yang diusulkan.
Comparing Costs and Benefits
BREAK-EVEN ANALYSIS
Dengan membandingkan biaya, sistem analis dapat menggunakan analisis impas untuk
menentukan kapasitas impas sistem informasi yang diusulkan. Titik di mana total biaya
sistem saat ini dan sistem yang diusulkan berpotongan mewakili titik impas, titik itu menjadi
titik yang dapat menunjukkan keuntungan bagi bisnis untuk mendapatkan sistem informasi
baru.

Sistem komputer baru akan dikenakan sejumlah biaya yang besar di depan, tetapi biaya
tambahan yang relatif kecil. Grafik menunjukkan bahwa sistem komputer akan biaya efektif
jika bisnis menjual sekitar 600 unit per minggu. Analisis impas berguna ketika sebuah bisnis
berkembang dan volume variabel kunci dalam biaya. Salah satu kelemahan dari analisis
impas adalah bahwa manfaat diasumsikan tetap sama, terlepas dari mana sistem berada.
Analisis impas juga dapat menentukan berapa lama yang dibutuhkan sistem untuk membayar
biaya pengembangan.

CASH-FLOW ANALYSIS

Analisis arus kas meneliti arah, ukuran, dan pola arus kas yang terkait dengan sistem
informasi yang diusulkan. Jika diusulkan penggantian sistem informasi yang lama dengan
yang baru dan jika sistem informasi yang baru akan tidak menghasilkan uang tunai tambahan
untuk bisnis, hanya pengeluaran kas berhubungan dengan proyek, sistem baru tidak dapat
dibenarkan dan harus diperiksa secara cermat mengenai manfaat lainnya.
PRESENT VALUE ANALYSIS
Analisis ini membantu sistem analis untuk menyajikan kepada pengambil keputusan bisnis
nilai waktu dari investasi dalam sistem informasi serta arus kas (seperti dibahas dalam bagian
sebelumnya). Nilai sekarang adalah cara untuk menilai semua pengeluaran dan pendapatan
sistem informasi selama hidupnya, dan membandingkan biayasekarang dengan masa depan
dan manfaat sekarang dengan manfaat masa depan.
GUIDELINES FOR ANALYSIS
Dari beberapa metode tersebut di atas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, salah
satunya kondisi perusahaan ataupun keadaan diluar perusahaan agar sistem analis dapat
menggunakan metode yang tepat, yaitu :
1. Menggunakan break-even analysis jika proyek perlu dibenarkan dalam hal biaya,
manfaat, atau jika manfaat tidak secara substansial meningkatkan dengan sistem yang
2.

diusulkan.
Gunakan payback ketika manfaat membentuk argumen yang meyakinkan untuk

sistem yang diusulkan.


3. Gunakan cash-flow analysis ketika harga proyek menentukan ukuran perusahaan atau
4.

ketika bisnis akan secara signifikan dipengaruhi oleh pemakaian dana yang besar.
Menggunakan present-value analysis ketika payback period panjang atau ketika
biaya pinjaman uang tinggi.

Metode mana yang dipilih, sangat penting untuk diingat bahwa analisis biaya-manfaat harus
didekati secara sistematis, dengan cara yang dapat dijelaskan dan dibenarkan manajer, yang
akhirnya akan memutuskan apakah untuk melakukan sumber daya untuk proyek sistem.

ACTIVITY PLANNING AND CONTROL

Analis sistem harus mengelola proyek dengan hati-hati jika menginginkan proyek menjadi
sukses. Manajemen proyek melibatkan tugas-tugas umum perencanaan dan kontrol.
Perencanaan mencakup semua kegiatan yang diperlukan untuk memilih tim analisis sistem,
menetapkan anggota tim untuk proyek-proyek yang sesuai, memperkirakan waktu yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tugas, dan jadwal proyek sehingga tugas selesai
secara tepat waktu. Kontrol berarti menggunakan umpan balik untuk memantau proyek,
termasuk membandingkan rencana proyek dengan tujuan sebenarnya. Selain itu, kontrol
berarti mengambil tindakan yang tepat untuk mempercepat atau menjadwal ulang kegiatan
untuk selesai tepat waktu dan memotivasi anggota tim untuk menyelesaikan pekerjaan
dengan baik.
Estimating Time Required
Keputusan pertama adalah untuk menentukan detail jumlah kegiatan. Tingkat detail terendah
adalah SDLC sendiri, sedangkan yang tertinggi adalah untuk menyertakan setiap langkah
rinci. Pendekatan terstruktur berguna di sini. Dalam gambar 3.16 sistem analis memulai
sebuah proyek dengan melakukan proses ke dalam tiga tahap utama: analisis, desain dan
implementasi.

Using Gantt Charts for Project Scheduling


Cara ini adalah cara mudah untuk menjadwalkan tugas. Bagan yang digunakan
mencerminkan panel setiap tugas atau kegiatan. Panjang setiap bar mewakili panjang relatif
tugas. Gambar 3.18 adalah contoh dua dimensi Gantt chart di mana waktu diindikasikan pada
dimensi horisontal dan kegiatan membuat dimensi vertikal. Dalam contoh ini Gantt chart
menunjukkan analisis atau fase proyek pengumpulan informasi. Pemberitahuan pada Gantt

chart bahwa melakukan wawancara akan mengambil tiga minggu, pemberian kuesioner akan
mengambil empat minggu, dan sebagainya.

Using PERT Diagrams


Gambar 3.19 membandingkan bagan Gantt sederhana dengan diagram PERT (program
evaluasi dan review teknik). Kegiatan-kegiatan yang dinyatakan sebagai Bar di Gantt chart
yang diwakili oleh panah dalam PERT diagram. Panjang panah tidak memiliki hubungan
langsung dengan durasi aktivitas. Lingkaran pada PERT diagram disebut peristiwa dan dapat
ditandai dengan angka, huruf, atau bentuk lain yang diinginkan. Node melingkar
menunjukkan (1)bahwa kegiatan selesai dan (2) aktivitas yang perlu diselesaikan sebelum
kegiatan baru mungkin dilakukan (didahulukan). Pada kenyataannya aktivitas C mungkin
tidak dimulai sampai aktivitas A selesai. Didahulukan tidak ditunjukkan sama sekali dalam
grafik Gantt, sehingga tidak mungkin untuk mengatakan apakah aktivitas C dijadwalkan
untuk mulai pada hari ke 4 sengaja atau kebetulan.

Dengan contoh diatas, ada beberapa alasan mengapa diagram PERT lebih unggul
dibandingkan dengan Grantt charts, yaitu, PERT diagram memungkinkan:
1. memudahkan identifikasi dari aktivitas yang didahulukan.
2. memudahkan identifikasi jalur kritis dan kegiatan penting.
3. mudah dalam penentuan waktu luang.
MANAGING THE PROJECT
Proses analisis dan desain bisa menjadi berat, terutama ketika sistem sedang dikembangkan
menjadi lebih besar. Untuk menjaga kegiatan pembangunan dikelola sebaik mungkin, kita
biasanya menggunakan beberapa teknik manajemen proyek untuk membantu mengorganisir.
Salah satu aspek penting manajemen proyek adalah bagaimana mengatur jadwal untuk
menyelesaikan sistem tepat waktu, tapi itu bukanlah satu-satunya hal yang diperlukan. Orang
yang bertanggung jawab, disebut project manager, ini serin dipimpin oleh sistem analis.
Manajer Proyek perlu memahami bagaimana untuk menentukan apa yang dibutuhkan dan
bagaimana untuk memulai sebuah proyek; bagaimana mengembangkan sebuah definisi
masalah; Bagaimana untuk memeriksa kelayakan untuk menyelesaikan proyek sistem; cara
untuk mengurangi risiko; Bagaimana mengidentifikasi dan mengelola kegiatan; dan
bagaimana untuk penyewaan, mengelola dan memotivasi anggota tim lainnya.
MANAGING ANALYSIS AND DESIGN ACTIVITIES
Selain mengelola waktu dan sumber daya, sistem analis juga harus mengelola orang-orang
yang akan ikut bergabung dalam proyek yang akan dijalankan. Orang-orang tersebut harus

dipilih sesuai dengan kapasitas dan kualitasnya agar dapat bermanfaat untuk proyek tersebut
dan dapat mencapai tujuan yang diinginkan oleh perusahaan.
Assembling a Team
Jika seorang manajer proyek memiliki kesempatan untuk membuat tim impian dari orangorang terampil untuk mengembangkan sistem, Secara umum, manajer proyek perlu mencari
orang lain yang berbagi nilai-nilai kerja tim yang dibimbing oleh keinginan untuk
memberikan sistem kualitas tinggi pada waktu dan anggaran. Karakteristik lain anggota tim
yang diinginkan termasuk etos kerja yang baik, jujur, kompetensi; kesiapan untuk mengambil
kepemimpinan berdasarkan keahlian; motivasi, antusiasme untuk proyek, dan kepercayaan
dari rekan tim.
Motivasi, antusiasme untuk proyek, dan kepercayaan dari rekan tim. Manajer Proyek perlu
tahu tentang prinsip-prinsip bisnis, tetapi itu tidak ada salahnya untuk memiliki setidaknya
satu orang lain dalam tim yang mengerti bagaimana bisnis beroperasi. Mungkin orang ini
harus seorang spesialis di daerah yang sama sebagai sistem yang sedang dikembangkan.
Communication Strategies for Managing Teams
Sebuah tim memiliki kepribadian beragam, hal ini adalah akibat dari menggabungkan setiap
anggota tim individu dengan berbagai karakteristik dan menyatukannya di lingkungan baru
untuk berinteraksi. Cara untuk mengatur komunikasi dan harmonisasi dalam tim adalah
dengan selalu mencari keseimbangan antara mencapai pekerjaan dengan baik dan
mempertahankan hubungan antara anggota tim.
Pada kenyataannya, tim akan sering memiliki dua pemimpin, bukan hanya satu. Biasanya
seseorang akan muncul yang membawa anggota untuk menyelesaikan tugas-tugas, dan orang
lain akan muncul berkaitan dengan hubungan sosial antara anggota grup. Keduanya
diperlukan untuk tim. Individu ini telah dicap oleh peneliti lain seperti, masing-masing, tugas
pemimpin dan pemimpin secara emosional.
Setting Project Productivity Goals
Analis sistem terbiasa berpikir tentang tujuan produktivitas untuk karyawan yang
menunjukkan output nyata. Tujuan harus dirumuskan dan disetujui oleh tim, dan mereka
harus didasarkan pada keahlian anggota tim, kinerja, dan sifat proyek tertentu. Tujuan akan
sedikit beragam untuk setiap proyek yang dilakukan, karena kadang-kadang seluruh sistem

akan diinstal, sedangkan proyek lainnya mungkin memiliki keterbatasan dari sistem yang
sudah ada.
Motivating Project Team Members
Meskipun motivasi adalah topik yang sangat kompleks, tapi ini adalah hal yang baik untuk
dipertimbangkan. Orang bergabung dengan organisasi-organisasi untuk memenuhi beberapa
kebutuhan dasar mereka seperti makanan, pakaian dan tempat berlindung. Beberapa orang
mungkin memiliki tingkat kebutuhan yang lebih tinggi, yang meliputi afiliasi, kontrol,
kemerdekaan, dan kreativitas. Anggota tim dapat termotivasi melalui partisipasi dalam
menetapkan tujuan, seperti yang dijelaskan dalam bagian sebelumnya. Anggota organisasi
yang dilibatkan dalam menentukan tujuan akan menjadi lebih termotivasi untuk melakukan
perkerjaannya untuk meraih pencapaian yang diinginkan.
Managing Ecommerce Projects
Dengan berkembangnya e-commerce saat ini, hal ini menyebabkan informasi dari perusahaan
dapat diakses oleh seluruh anggota organisasi. Walaupun sudah memiliki kesamaan tujuan,
hal ini perlu juga diwaspadai agar informasi tersebut tidak sampai menyebar ke pihak luar.
Dalam hal ini, perusahaan memerlukan pengendalian internal atas informasi perusahaan, baik
yang bersifat umum, khusus, ataupun informasi rahasia dari perusahaan tersebut.
THE SYSTEMS PROPOSAL
Organizing the Systems Proposal
Analis masih perlu menyiapkan proposal sistem yang mencakup banyak detail tentang
kebutuhan sistem, pilihan dan rekomendasi. Bagian ini mencakup konten dan gaya yang
membuat sistem proposal.
Sepuluh bagian utama terdiri dari proposal sistem tertulis. Masing-masing memiliki fungsi
tertentu, dan proposal harus diatur dalam urutan sebagai berikut:
1. Surat lamaran.
2. Judul halaman proyek.
3. Daftar isi.
4. Ringkasan (termasuk rekomendasi).
5. Garis sistem studi dengan dokumentasi yang sesuai.
6. Rincian hasil penelitian sistem.
7. Sistem alternatif (tiga atau empat kemungkinan solusi).
8. Rekomendasi sistem analis

9. Ringkasan Proposal
10. Lampiran (berbagai macam dokumentasi, ringkasan fase, korespondensi dan
seterusnya).
Surat lamaran untuk manajer dan pembagian tugas harus dilampirkan dalam proposal sistem.
Selain itu juga dilampirkan daftar orang-orang yang melakukan penelitian dan ringkasan
tujuan studi. Proposal sistem maupun surat lamaran harus diusahakan seringkas dan dengan
pemilihan kata yang sebaik mungkin.