Anda di halaman 1dari 4

Desti Velina / 071311533004

Komunikasi dan Multikulturalisme 2015

Critical Review Film


The Sun, The Moon & The Hurricane

Produser

: Andri Cung, Paul Agusta

Sutradara

: Andri Cung

Pemain

: William Tjokro, Cornelius Sunny, Natalius Chendana, Gesata Stella

Durasi

: 101 Menit

Rilis

: 2014
Film The Sun, The Moon & The Hurricane berkisah tentang perjalanan seorang Rain

dalam menemukan kebahagiaan, kasih sayang, dan makna hidupnya. Bagaimana ia


menyaksikan dirinya dan orang-orang di sekitarnya berubah, hanya untuk beradaptasi dan

bertahan. Bagaimana semua kejadian dalam hidupnya dan orang-orang yang ia temui
membentuk kehidupan dan takdirnya.
Yaitu ketika Rain berusia 32 tahun dan melihat kembali hidupnya di masa lalu. Semua
berawal saat si misterius Kris membela Rain ketika ia dibully oleh teman-teman SMA nya.
Kemudian Kris meminta sebuah hubungan persahabatan. Menyuruh Rain untuk tidak lagi
berteman dengan teman-temannya yang lain, dan juga meminta agar Rain bisa sering
menginap di rumahnya, walaupun ia juga seringkali meninggalkan Rain sendirian di
kamarnya karena sedang berkencan dengan wanita lain. Kemudian pada suatu saat, ada satu
kejadian diluar dugaan Rain. Hal itu membuat Rain bingung dan gelisah, karena telah
dihadapkan pada hubungan yang sudah dijalaninya bersama Kris tersebut. Rain tau siapa
Kris, dan Kris belum siap untuk tau siapa dirinya yang sebenarnya. Yang pada akhirnya,
ketidaksiapan itu berbuah kepahitan. Kris menghilang dan meninggalkan Rain. Rain yang
kemudian sadar dengan kecenderungan homoseksual pada dirinya, tidak bisa memahami apa
yang sedang terjadi saat itu. Ia merasa terpukul ketika Kris tiba-tiba menghilang. Walaupun
awalnya Rain sangat sedih, tapi waktu dan kesibukan membantunya mengatasi hal itu. Ketika
beberapa tahun kemudian Rain berkunjung ke Bangkok untuk berlibur dan bekerja sekaligus,
Rain bertemu dengan Will dan mendapat pengalaman seksual bersama. Beberapa tahun
kemudian, ia menerima undangan untuk mengunjungi Kris, yang ternyata sudah menikah
dengan Susan dan tinggal di Bali. Yang pada akhirnya Rain bisa menemukan jawabanjawaban atas apa yang telah mengganggu pikirannya selama itu.
Dari film TSTMTH ini, saya mempunyai beberapa poin penting untuk disimak lebih
lanjut.
Perasaan cinta hadir begitu saja
Seperti layaknya pasangan heteroseksual yang saling menyukai dan mempunyai
perasaan satu sama lain, perasaan sesorang yang kecenderungan homoseksual pun demikian.
Ia mempunyai daya tarik seksual dan emosi dengan sesama jenis kelamin yang hadir begitu
saja tanpa bisa memilih. Hal ini ditampilkan dalam perasaan yang dialami oleh Rain ketika
jatuh hati kepada Kris saat SMA.
Ada beberapa sifat orang yang kecenderungan homoseksual
Yang pertama yaitu kaum homoseksual yang menyembunyikan orientasi seksualnya.
Bercirikan orang tersebut merasa tidak nyaman dengan dirinya dan tidak dapat menerima

kenyataan orientasi seksualnya yang abnormal tersebut. Yang kemudian berakibat negatif dalam
dirinya dan menimbulkan kecemasan, stress, depresi dan gangguan dalam relasi sosial seperti mengucilkan
diri dari pergaulan, pendiam, mudah marah, dan sebagainya. Sehingga mereka gagal dalam menemukan
identitas dirinya ditengah norma budaya dan agama yang ada di masyarakat. Ciri ciri ini digambarkan pada
sosok Kris.
Yang kedua yaitu kaum homoseksual yang justru dapat menerima apa yang ada di dirinya sebagai
suatu hal yang benar adanya. Orang yang semacam ini berani menyatakan identitas dirinya yang
sesungguhnya sehingga konflik dalam dirinya lepas. Bahkan mereka yang sukses dengan coming out seperti
itu seringkali lebih produktif dan sukses dalam profesi mereka, seperti misalnya Rain yang sukses menjadi
Movie Maker. Ciri-ciri ini digambarkan pada diri Rain dan Will. Meskipun tidak secara eksplisit ditampilkan
bagaimana Rain menjadi homoseksual, namun bisa dilihat bahwa Rain bisa menerima orientasi seksualnya
dan tidak melihat bahwa itu menjadi sebuah kesalahan pada dirinya. Demikian juga dengan Will, pria yang
secara eksplisit ditampilkan dengan mengakui dirinya sebegai homoseksual di depan umum dan juga bekerja
dalam praktik prostitusi, dan ia tidak masalah dengan dirinya itu. Berbeda dengan Kris.
Kehidupan homoseksual tidak mudah di Indonesia.
Kaum homoseksual di Indonesia untuk menerima kenyataan dirinya sebagai kaum abnormal, maka
mereka seringkali menyembunyikan orientasi yang dicap salah oleh masyarakat tersebut. Hal ini membuat
kebebasan kaum homoseksual menjadi terbatas karena adanya norma sosial dan agama di masyarakat. Hal ini
membuat kaum homoseksual di Indonesia lebih berkomitmen pada pernikahan heteroseksual.
Sebagian besar laki-laki gay mengaku berencana kelak akan menikahi wanita, atau bahkan
sudah menikah, tetapi masih menjalani kehidupan homoseksual secara diam-diam. Seperti
adegan ketika Kris mengakui kepada Rain bahwa dirinya merasa tidak benar apabila
menuruti orientasi seksualnya, sehingga ia terpaksa harus menikahi Susan agar masyarakat
bisa menerimanya.
Berbeda dengan penggambaran Will yang ada di Bangkok, dia bisa bebas dan mudah
menjalani kehidupan dengan orientasi seksualnya di Bangkok. Hal ini ditambah dengan scene
datangnya Rain ke Bangkok dan bertemu dengan Will serta melakukan perjalanannya dengan
bebas disana.
Gay yang menikah dengan wanita, keduanya sama-sama menjadi korban
Seorang homoseksual yang terpaksa menikah dengan seorang perempuan, menjalani
hidupnya dengan hampa dan tanpa rasa. Sama seperti yang dialami Kris dan Susan. Rumah

tangganya dengan Susan berlangsung semakin memburuk. Karena disebabkan Kris yang
tidak bisa move on dari Rain, dan Susan yang sulit melepaskan Kris karena berharap mungkin
Kris bisa berubah walaupun tahu bahwa suaminya adalah seorang homoseksual. Kris dan
Susan merasa bahwa mereka tidak bahagia dengan pernikahannya.
Namun disatu sisi, ada yang seharusnya tidak perlu wanita lakukan. Bersusah payah
mempertahankan apa yang seharusnya tidak perlu ia dipertahankan, seperti yang
digambarkan ketika Susan tidak lagi mempertahankan Kris setelah ia tahu bahwa harapannya
terhadap perubahan Kris hanya angan-angan belaka.
Dari beberapa poin penting yang saya jabarkan diatas, disini pesan yang dapat saya
simpulkan dari film The Sun, The Moon & The Hurricane ini adalah bahwa apapun
pencarian dalam hidup kita, pencarian akan kebahagiaan, pencarian akan cinta, sampai
pencarian akan makna hidup kita, tanpa kita sadari, Seiring dengan terus berjalannya
pencarian tersebut, waktu perlahan ikut berlalu, sementara banyak hal di sekitar kita juga
telah mulai berubah, bahkan diri kita sendiri pun pada akhirnya berubah. Beriringan dan pasti
akan terlewati. Seperti tagline dalam film ini, Times changed, things changed, we changed.