Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DIABETES MELLITUS

OLEH :
TIM PKRS RUANG 29
RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)


RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG
MALANG
2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN


DIABETES MELLITUS

OLEH :
KELOMPOK 17 REGULER
ANY SETYORINI
GITA PUSPITASARI
MERCHILLIEA ESO NAVY G.
NOVITA WULAN DARI

PROGRAM STUDI NERS


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015

HALAMAN PERSETUJUAN
SAP PENYULUHAN DIABETES MELLITUS
Di Ruang 29
RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Oleh :
KELOMPOK 17
Any Setyorini
Gita Puspitasari
Merchilliea Eso Navy G.
Novita Wulan Dari
Telah diperiksa dan disetujui pada :
Hari
:
Tanggal
:

Menyetujui,
Pembimbing Akademik,

Pembimbing Klinik,

(..................................................)

(..............................................)

SATUAN ACARA PENYULUHAN


1.

Topik

2.

Sasaran

3.

Waktu dan Tempat

: Diabetes Mellitus
: Pasien dan Keluarga R. 29

Tempat

: Ruang 29

Waktu

: Jumat, 23 Oktober 2015 (09.00-10.00)

4.

Alokasi Waktu

: 60 menit

5.

Pemberi Materi

: Mahasiswa

6.

Metode

: Ceramah dan diskusi

7.

Media

8.

Tujuan instruksional

: Leaflet dan PPT

a.

Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan selama 60 menit, peserta mampu memahami
tentang konsep DM.

b.

Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, peserta dapat:
(1) Mengetahui dan memahami definisi DM.
(2) Mengetahui dan memahami faktor risiko DM.
(3) Mengetahui dan memahami gejala DM.
(4) Mengetahui dan memahami pencegahan DM.
(5) Mengetahui dan memahami pemeriksaan diagnostik DM.
(6) Mengetahui dan memahami cara mengontrol DM.
(7) Mengetahui dan memahami komplikasi DM.

9. Sub Pokok Bahasan


1. Definisi DM.
2. Faktor risiko DM.
3. Gejala DM.
4. Pencegahan DM.
5. Pemeriksaan diagnostik DM.
6. Cara mengontrol DM.
7. Komplikasi DM.

10. Kegiatan Penyuluhan


Tahap

Waktu

Pendahuluan 5

Kegiatan Perawat

Kegiatan Klien

1. Memberi salam

menit

1. Menjawab

2. Memperkenalkan diri

salam

Metode
Ceramah

Media
-

dan

3. Menjelaskan tujuan penyuluhan 2. Mendengarkan


dan pokok materi yang akan

dan

disampaikan

memperhatikan

Tanya
Jawab

4. Menggali pengetahuan pasien 3. Menjawab


Penyajian

pertanyaan
1. Mendengarkan

tentang diabetes mellitus


Menjelaskan materi:

45
menit

Ceramah

Leaflet
dan PPT

1. Definisi DM.

dan

dan

2. Faktor risiko DM.

memperhatikan

Tanya

3. Gejala DM.

2. Menganjukan

4. Pencegahan DM.
5. Pemeriksaan

Jawab

pertanyaan

diagnostik

DM.
6. Cara mengontrol DM.
Penutup

10

7. Komplikasi DM.
1. Penegasan materi

menit

2. Meminta

peserta

1. Menjawab
untuk

pertanyaan

menjelaskan kembali materi

yang

yang

oleh penyuluh

telah

disampaikan

Tanya

Jawab

diberikan

dengan singkat menggunakan 2. Membalas


bahasa peserta sendiri
3. Memberikan

salam

pertanyaan

kepada peserta tentang materi


yang telah disampaikan
4. Menutup

acara

dan

mengucapkan salam
11.

Evaluasi
1. Evaluasi struktur
Peserta hadir di tempat penyuluhan
Peralatan dan media penyuluhan siap
Penyelenggaraan penyuluhan di lakukan di R.29 RSUD Dr. Saiful Anwar

Malang
Tepat waktu dalam pelaksanaan penyuluhan

2. Evaluasi Proses
Peserta memperhatikan dan mendengarkan pemateri dengan seksama
80% peserta aktif bertanya dan menjawab pertanyaan
100% peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir
3. Evaluasi hasil
Peserta mampu memahami mengenai diabetes mellitus
80 % peserta mampu menjawab pertanyaan saat evaluasi
12. Materi
(terlampir)

MATERI PENYULUHAN
I. DIABETES MELITUS
1. Pengertian DM

Diabetes Mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronik yang disertai


berbagai kelainan akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai
komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah. Sedangkan
menurut Francis dan John (2000), Diabetes mellitus klinis adalah suatu sindroma
gangguan metabolisme hiperglikemia yang tidak semestinya sebagai akibat suatu
defisiensi sekresi insulin atau berkurangnya efektifitas biologis dari insulin atau
keduanya. Menurut Brooker (2001), Diabetes Mellitus adalah penyakit dimana
penderita tidak bisa mengontrol kadar gula dalam tubuhnya. Tubuh akan selalu
kekurangan ataupun keleihan gula sehingga mengganggu sistem kerja tubuh
secara keseluruhan.
2. Faktor Resiko
a) Riwayat
- Diabetes dalam keluarga
- Diabetes gestasional
- Melahirkan bayi dengan berat badan >4kg
- Kista ovarium (Polycystic Ovary Sindrome)
- IFC atau IGT
b) Obesitas >120% berat badan ideal
Obesitas dapat menurunkan jumlah reseptor insulin dari dalam sel target
insulin diseluruh tubuh. Jadi membuat insulin yang tersedia kurang efektif
dalam meningkatkan efek metabolik yang biasa.
c)
d)
e)
f)

Umur : 20-59th (8,7%) dan >65th (18%)


Etnik/ras : ras kulit hitam risiko naik
Hipertensi >140/90mmHg
Hiperlipidemia : kadar HDL rendah <35mg/dl
kadar lipid darah tinggi >250mg/dl

g) Faktor-faktor lain :
- kurang olahraga dan pola makan rendah serat, tinggi lemak, rendah
-

karbohidrat
pernah mengalami gangguan toleransi glukosa kemudian normal

kembali
riwayat terkena penyakit infeksi virus, misalnya virus rubella, morbili
riwayat lama mengkonsumsi obat-obatan atau suntikan golongan
kortikosteroid.

3. Gejala
Gejala khas pada Diabetes Mellitus adalah :
a) Poliuri (banyak kencing)

Hal ini disebabkan oleh kadar glukosa darah yang meningkat sampai melampaui
daya serap ginjal terhadap glukosa sehingga terjadi osmotic diuresis yang mana
gula banyak menarik cairan dan elektrolit sehingga klien mengeluh banyak
kencing
b) Polidipsi (banyak minum)
Hal ini disebabkan pembakaran terlalu banyak dan kehilangan cairan banyak
karena polusi,sehingga untuk mengimbangi klien lebih banyak minum
c) Polipogi (banyak makan)
Hal ini disebabkan karena glukosa tidak sampai ke sel-sel mengalami starvasi
(kelaparan) sehingga untuk memenuhinya klien akan banyak makan. Tetapi
walaupun banyak makan, tetap saja makanan tersebut hanya akan berada sampai
pada pembuluh darah.
d) Berat badan turun, lemas, cepat lelah, tenaga kurang
Karena glukosa tidak dapat ditransport ke dalam sel maka sel kekurangan cairan
dan tidak mampu mengadakan metabolisme, akibat dari itu maka sel akan
menciut, sehingga seluruh jaringan terutama otot mengalami atrofi danpenurunan
secara otomatis. Karena otot kurang mendapat makanan, maka klien tidak/kurang
bertenaga, cepat lelah
e) Keluhan lain
- Mata kabur. Hal ini disebabkan oleh gangguan lintas polibi (glukosa-sarbitol
fruktasi)

yang

disebabkan

karena

insufisiensi

insulin.

Akibat

terdapat

penimbunan sarbitol dari lensa sehingga menyebakan pembentukan katarak.


- Meningkatnya kadar gula darah dan air seni
- Kesemutan pada ekstremitas, gatal sekitar kemaluan terutama pada wanita,
visus menurun, bisul/luka yang lama sembuh, keputihan, mudah mengantuk,
-

infeksi kulit, pruritus vulva pada wanita, peka rasa dan kram otot
Timbul gejala ketoasidosis dan samnolen bila berat
Gangguan elektrolit dan terjadinya komplikasi ateroklerosis
Kemampuan seksual menurun atau bahkan impotensi pada pria
Kulit terasa panas (medangen) atau seperti tertusuk jarum
Rasa tebal di kulit/baal : terjadi gangguan dalam proses regenerasi sel
persyarafan akibat kekurangan bahan dasar utama yang berasal dari unsur

protein. Akibatnya banyak sel persyarafan terutama perifer rusak


- Gigi mudah lepas dan mudah goyah
- Terjadi hambatan dalam pertumbuhan dalam anak-anak
4. Pencegahan
a. Menjaga berat badan tetap seimbang
b. Mempertahankan program olahraga teratur

c.
d.
e.
f.

Tidak makan terlalu banyak makanan yang mengandung gula tinggi.


Minimal 30 menit dalam 3 hari dalam seminggu
Budayakan hidup sehat
Hindari merokok dan asap rokok

5. Pemeriksaan
a. Pemeriksaan glukosa darah sewaktu (GDS)
b. Pemeriksaan glukosa darah puasa (GDP)
Bukan DM

Belum pasti DM

Pasti DM

< 110

110 199

> 200

< 90

90 199

> 200

< 110

110 125

> 126

< 90

90 109

> 110

Kadar glukosa darah sewaktu:


-

Plasma vena
Darah kapiler

Kadar glukosa darah puasa:


-

Plasma vena
Darah kapiler

c. Pemeriksaan glukosa darah 2 jam setelah makan (GDPP)


d. Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)
Cara pemeriksaan TTGO menurut WHO adalah:
1.
2.
3.
4.
5.

3 hari sebelum pemeriksaan, pasien makan seperti biasa


Kegiatan jasmani sementara cukup, tidak terlalu banyak
Pasien puasa semalam selama 10 12 jam
Periksa glukosa darah puasa
Berikan glukosa 75 gram yang dilarutkan dalam air 250 ml, lalu minum

dalam waktu 5 menit


6. Periksa glukosa darah 1 jam dan 2 jam sesudah beban glukosa
7. Selama pemeriksaan, pasien yang diperiksa tetap istirahat dan tidak
merokok
e. Osmolalitas serum: meningkat tapi biasanya < 330 mOsm/l
f. Gas darah arteri: biasanya menunjukkan pH rendah dan penurunan pada
HCO3 (asidosis metabolik) dengan kompensasi alkalosis respiratorik.
g. Pemeriksaan fungsi tiroid: peningkatan aktivitas hormon tiroid

dapat

meningkatkan glukosa darah dan kebutuhan akan insulin.


h. Insulin darah: mungkin menurun/bahkan tidak ada (pada tipe 1) atau normal
sampai tinggi (pada tipe 2)
i. Urine: gula dan aseton positif, berat jenis dan osmolalitas mungkin meningkat.
j. Kultur dan sensitivitas: kemungkinan adanya infeksi pada saluran kemih, infeksi
pernapasan dan infeksi pasa luka.
k. Tes HbA1c: dianggap DM jika kadar HbA1c 6,5 % pada 2 pemeriksaan yang
terpisah.
6. Cara mengontrol diabetes

Tujuan utama terapi :mencoba menormalkan aktivitas insulin dan kadar


glukosa darah dalam upaya mengurangi terjadinya komplikasi vaskuler serta
neuropatik.
Ada 5 komponen dalam penatalaksanaan Diabetes Mellitus, yaitu :
1) Diet
a) Syarat diet Diabetes Mellitus hendaknya dapat :
- memperbaiki kesehatan umum penderita
- mengarahkan pada berat badan normal
- menormalkan pertumbuhan Diabetes Mellitus anak dan
-

dewasa muda
mempertahankan kadar gula darah normal
menekan dan menunda timbulnya penyakit angiopati

diabetik
memberikan modifikasi diet sesuai dengan keadaan

penderita
- menarik dan mudah diberikan
b) Prinsip diet Diabetes Mellitus, 3J yaitu :
- Jumlah sesuai kebutuhan
- Jadwal diet ketat (harus sesuai dengan intervalnya)
- Jenis : boleh dimakan atau tidak
c) Diet Diabetes Mellitus sesuai paket-paket yang telah disesuaikan
dengan kandungan kalorinya
- Diet DM I
:
1100 kalori
- Diet DM II
:
1300 kalori
- Diet DM III
:
1500 kalori
- Diet DM IV
:
1700 kalori
- Diet DM V
:
1900 kalori
- Diet DM VI
:
2100 kalori
- Diet DM VII :
2300 kalori
- Diet DMVIII :
2500 kalori
2) Latihan
Dianjurkan latihan jasmani secara teratur (3-4x/minggu) selama kurang
lebih 30menit yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi
penyakit penderita. Sebagai contoh olahraga ringan adalah berjalan kaki
biasa selama 30menit, olahraga sedang dengan berjalan cepat selama
20menit dan olahraga berat jogging.
3) Penyuluhan : untuk memberikan informasi atau edukasi pada penderita
Diabetes Mellitus
4) Obat
Tablet OAD (Oral Antidiabetes)
a. Mekanisme kerja sulfanilurea :
- Menstimulasi penglepasan insulin yang tersimpan
- Menurunkan ambang sekresi insulin

Meningkatkan sekresi insulin sebagai akibat rangsangan


glukosa
Obat golongan ini biasanya diberikan pada pasien dengan
berat badan normal dan masih bisa dipakai pada pasien
yang beratnya sedikit lebih. Klorpropamid kurang dianjurkan
pada keadaan insufisiensi renal dan orang tua karena risiko
hipoglikemi

yang

berkepanjangan,

demikian

juga

gibenklamid. Glukuidon juga dipakai untuk pasien dengan


gangguan fungsi hatiatau ginjal.
b. Biguanida
Menurunkan kadar glukosa darah tapi tidak sampai di bawah
normal. Preparat yang ada dan aman adalah metformin. Obat ini
dianjurkan untuk pasien gemuk (IMT >30) sebagai obat tunggal.
Pada pasien dengan berat badan lebih (IMT 27-30) dapat
dikombinasi dengan obat golongan sulfonilurea
c. Inhibitor alfa glukosidase
Obat ini bekerja secara kompetitif menghambat kerja enzim alfa
glukosidase di dalam saluran cerna, sehingga menurunkan
penyerapan

glukosa

dan

menurunkan

hiperglikemia

pascapandrial
d. Insulin sensitizing agent
Thoazolidinediones adalah golongan obat baru yang mempunyai
efek farmakologi, meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga
bisa mengatasi masalah resistensi insulin dan berbagai masalah
akibat resistensi insulin tanpa menyebabkan hipoglikemia, obat
ini belum beredar Indonesia.
Indikasi penggunaan insulin pada NIDDM :
-

Diabetes

cepat/kurus
Ketoasidosis, asidosislaktat, koma hiperosmolar
Diabetes Mellitus yang mengalami stres berat (infeksi

sistematik, operasi berat, dll)


Diabetes Mellitus gestasional yang tak terkendali dengan

perencanaan makan
Diabetes Mellitus yang tidak berhasil dikelola dengan
obat

Mellitus

hipoglikemik

dengan

oral

berat

dosis

badan

maksimal

kontraindikasi dengan obat tersebut.

menurun

atau

ada

7. Komplikasi
1) Akut
a Diabetik Ketoasidosis (DKA) merupakan defisiensi insulin berat dan akut dari
suatu perjalanan Diabetes mellitus. DKA disebabkan oleh tidak adanya
insulin atau tidak cukupnya jumlah insulin yang nyata
b Koma Hiperglikemi Hiperosmolar NonKetotik (KHHNK) merupakan keadaan
yang didominasi oleh hiperosmolaritas dan hiperglikemi dan disertai
perubahan tingkat kesadaran salah satu perbedaan utama KHHNK dengan
DKA adalah tidak terdapatnya ketosis dan asidosis pada KHHNK
c Hipoglikemi (kadar glukosa darah <50-60mg/dl) akibat pemberian preparat
insulin atau preparat oral berlebihan, konsumsi makanan yang terlalu sedikit.
Tanda hipoglikemi : rasa lapar, gemetar, keringat dingin,pusing, dsb.
2) Kronik : terjadi pada semua pembluh darah di seluruh tubuh (Angopati diabetik)
a Mikrovaskuler
- Penyakit ginjal/nefropati diabetik
Bila kadar GDT, maka mekanisme filtrasi ginjal akan mengalami stres
yang menyebabkan kebocoran protein darah dalam urin
- Retinopati
Penyakit

mata

(katarak)

disebabkan

karena

hiperglikemi

yang

berkepanjangan yang menyebabkan pembengkakan lensa dan kerusakan


lensa
- Neuropati
Diabetes Mellitus dapat mempengaruhi saraf-saraf perifer, sistem saraf
otonom, medulla spinalis. Akumulasi sorbital dan perubahan-perubahan
metabolik lain dalam sintesa dan fungsi myelin yang dikaitkan dengan
hiperglikemi dapat menimbulkan perubahan kondisi saraf
b Makrovaskuler
Jantung
-

Hipertensi : penurunan kerja jantung untuk memompakan darahnya ke


seluruh tubuh sehingga tekanan darah akan naik

Lemak

yang

menumpuk

dalam

pembuluh

darah

menyebabkan

mengerasnya arter (arteriosclerosis) dengan risiko penderita penyakit


-

jantung koroner atau stroke


Kaki diabetik
Pembuluh darah otak : pembuluh darah otak dapat terjadi penyumbatan

sehingga suplai darah ke otak menurun


Rentan infeksi : TBC paru, gingivitis, ISK

Daftar Pustaka

Doenges, M. E. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. Jakarta : EGC, 2000


Jan Tambayong. Patofisiologi untuk keperawatan. Jakarta: EGC, 2000
Towarto, Wartonal. Kebutuhan Dasar dan Proses Keperawatan Edisi 3. Jakarta:
Salemba Medika, 2007
Alimul H., A. Aziz. Pengantar KDM Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan. Jakarta
: Salemba Medika, 2006
NANDA Internasional. Diagnosis Keperawatan : Definisi dan Klasifikasi 2009-2011.
Jakarta : EGC, 2009
Sugondo S., dkk. Penatalaksanaan DM Terpadu. Cetakan ke enam. Jakarta : Balai
Penerbit FKUI, 2007
J. Corwin, Elizabeth. Buku Saku Patofisiologi edisi 3. Terjemahan Nike Budhi Subekti.
Jakarta : EGC, 2009
L. Brasher, Valentina. Aplikasi Klinis Patofisiologi Pemeriksaan dan Manajemen edisi
2. Terjemahan H.Y. Kuncara. Jakarta : EGC, 2007

Anda mungkin juga menyukai