Anda di halaman 1dari 19

Abses Perianal

1310211140

definisi

Abses perianal merupakan infeksi pada


jaringan lunak dari kelenjar disekitar anus yan
mengakibatkan pembengkakan sekitar
saluran anal, dengan pembentukan abses di
rongga diskrit.

etiologi

Bakteri aerob dan anaerob dapat ditemukan


pada abses
Bakteri anaerob yang sering ditemukan
adalah Bacteroides fragilis,
Peptostreptococcus, Prevotella,
Fusobacterium,
Porphyromonas,andClostridium
Bakteri aerob : Staphylococcus aureus,
Streptococcus,andEscherichia coli

epidemiologi

Paling sering pada usia 20 60 tahun


Laki laki lebih serig dibanding wanita dengan
perbandingan 2:1
Pengananan yg tidak baik akan menjadi fistula
perianal
Infeksi fisura perianal ( robekan pada
permukaan kulit anus)
Infeksi penyakit seksual
Sumbatan pada kelenjar perianal

lokasi
Lokasi abses anorektal berdasarkan
kekerapannya meliputi :
60% perianal
20% ischiorektal
5% intersfingterik
4% supralevator
1% submukosal
Manifestasi klinis berkaitan dengan lokkasi
dari abses.

Faktor Resiko

Colitis ( radang pada usus besar )


DM
Diverticulosis ( radang divertikel/ penonjolan
berupa kantong pada lapisan usus)
Anal Sex
Penggunaan obat-obatan imunocompromised
jangka panjang
Fisura perianal
Infeksi pada organ pelvic

Tanda & Gejala

Benjolan disekitar anus


Nyeri (sifat konstan, lebih nyeri pada saat
duduk)
Iritasi sekiar anus , diseratai pembengkakan
dan warna kemerahan
Keluar nanah
Sulit dan nyeri saat BAB
Dapat disertai dengan demam dan mengigil

diagnosis
1.
2.
3.

Anamnesa
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan laboratorium

anamnesa

Pasien

dengan

abses

perianal

biasanya

mengeluh adanya ketidak nyamanan perianal,


kusam, rasa nyeri tumpul dan pruritus.

Nyeri di sekitar perianal biasanya dieksaserbasi


karena

gerakan

dan

peningkatan

tekanan

karena duduk, mengedan, defekasi, batuk dan


bersin. Dengan perjalanan abses, nyeri dapat
mengganggu aktivitas seperti berjalan

Pemeriksaan fisik
Pada pemeriksaan fisik bisa ditemukan adanya massa
subkutaneus yang eritematosa, berbatas tegas, kecil
dan berfluktuasi di dekat orifisium anal.
Manifestasi klinis lainnya termasuk:
Konstipasi
Tidak dapat duduk dengan baik
Demam
Lemas
Keringat malam
Retensi urin
Pasien dengan imunitas yang baik, biasanya tidak
disertai demam, leukositosis atau sepsis.

Pemeriksaan laboratorium
Belum terdapat pemeriksaan laboratorium
khusus yang dapat dilakukan untuk
mengevaluasi pasien dengan abses perianal
atau anorektal
Individu dengan diabetes dan pasien dengan
imunitas tubuh yang rendah karena memiliki
risiko tinggi terhadap terjadinya sepsis
bakteremia yang dapat disebabkan dari abses
anorektal.
Dalam kasus tersebut, evaluasi laboratorium
lengkap adalah penting

TATALAKSANA
MEDIKAMENTOSA
Terapi medikamentosa dengan antibiotik
biasanya tidak diperlukan.
Pemberian antibiotik secara tunggal bukan
merupakan pengobatan yang efektif untuk
mengobati abses perianal
Namun, pada pasien dengan peradangan
sistemik, diabetes, imunitas rendah, atau
memiliki penyakit katub jantung antibiotik
wajib diberikan.

TATALAKSANA
Penatalaksanaan abses perianal dapat dilakukan drainase
di bawah anestesi lokal di kantor, klinik, atau unit gawat
darurat.
Pada kasus abses yang besar maupun pada lokasinya
yang sulit mungkin memerlukan drainase di dalam ruang
operasi.
Insisi dilakukan sampai ke bagian subkutan pada bagian
yang paling menonjol dari abses.
Luka dibiarkan terbuka dan Sitz bath dapat dimulai pada
hari berikutnya
NOTE :
Sitz bath adalah berendam di dalam bak yang berisi air
hangat,garam atau soda kue yang dapat membantu
mengurangi rasa gatal dan nyeri nya.

KOMPLIKASI
1.

2.

Terbentuknya fistula perianal pada lubang


anus/rektum dengan lubang bekas abses
yang bermuara pada kulit sekitar anus.
Sepsis sistemik