Anda di halaman 1dari 16

Mewujudkan Sekolah

Ramah Anak
Oleh

Tim Fasilitator Jawa Tengah


2013

Biarkan mereka terbang setinggi langit


Anak-anak kita ibarat seekor burung
Orang tua dan guru adalah kedua sayapnya
Orang tua dan guru harus bekerja sama dengan baik
Orang tua dan guru harus menjaga keharmonisan
Orang tua dan guru harus saling menguatkan
Orang tua dan guru harus bisa menemukan kondisi terbaik
mereka
Orang tua dan guru harus bisa mengarahkan ke tujuan akhir
Orang tua dan guru harus bisa menjadi sahabat sejati
Orang tua dan guru harus menjadikan mereka sebagai insan
terbaik
Orang tua dan guru harus berbagi peran sebagai orang tua
pertama dan kedua
Orang tua dan guru harus memahami betapa mulia tugasnya
Orang tua dan guru harus mampu menjadi pahlawan bagi
kesuksesannya
Agar mereka dapat terbang kemanapun
Agar mereka dapat terbang kapanpun
Agar mereka dapat menembus awan
Setinggi langit
Karna kepak sepasang sayap yang saling menyempurnakan

Sekolah Ramah Anak


adalah,
Sekolah yang membuka pintu pada semua anak
agar mereka dapat menggali potensi dirinya,
menemukan potensi dirinya dan mengembangkan
potensi dirinya sehingga memberi manfaat bagi
dirinya dan lingkungannya

Kecenderungan Potret Sekolah


di Sekitar Kita ...
Sudah ramah anakkah ?

Potret di Kelompok Bermain dan TK

Bukan main senangnya mereka ... masuk terowongan, bermain pasir,


memanjat tangga ...
Bukan main lucunya mereka ... menari, menyanyi, berdoa berkomat
kamit ...
Guru mereka juga lincah, penuh kasih sayang, penuh senyum, dan
selalu gembira ...

Sungguh, belajar melalui bermain


yang sangat menyenangkan

Potret di SD

Anak-anak harus duduk rapi, duduk manis ...


Tugas-tugas mulai berdatangan, PR mulai banyak ...
Guru mulai sering teriak dan melotot, kamu sudah SD,
udah gede bukan anak TK lagi, kalau tidak bisa duduk
rapi nanti tidak naik kelas

Sungguh, sekolah sudah mulai


kurang ramah bagi anak

Potret di SMP & SMA

Hampir tidak ada lagi nyanyian yang membuat hati


senang ...
Target nilai tinggi ... untuk penuhi KKM
PR semakin menumpuk ... LKS semakin banyak ...
Guru mulai senang berceramah sendiri, anak duduk diam
mendengarkan sambil mengantuk ...

Sungguh, sekolah mulai seperti penjara


Anak mulai stress ...
Tawuran ... Pergaulan bebas

Potret di Perguruan Tinggi

Segudang harapan orang tua diletakkan di pundaknya


Orang tua sudah membayangkan saat wisuda bersama
anaknya
Orang tua sudah memimpikan profesi terbaik bagi anaknya
kelak

Sungguh,
selesai kuliah anak sibuk mencari kerja ...
karena tidak disiapkan
untuk mencipta kerja

Mengapa Kecenderungan
Potret Sekolah di sekitar
kita kurang Ramah anak ?
Karena, masih banyak sekolah yang...
1.
2.

3.

Beranggapan ada anak yang bodoh dan tidak punya potensi


apapun
Kurikulumnya didominasi ranah kognitif sebagai simbol
kemampuan tertinggi, juga mengistimewakan bidang studi
tertentu
Pembelajarannya menegangkan

5.

6.
7.
8.

Gurunya cenderung killer, tidak sabar, menyalahkan anak,


penceramah, membunuh bakat dan minat anak,
menggunakan metode tunggal, hampir tidak pernah
mengikuti pelatihan guru
Soal-soal tes nya cenderung kognitif bermuatan hafalan
Rapor peserta didik
dengan konsep pemeringkatan
(ranking)
Tujuan sekolah cenderung hanya untuk menghadapi ujian

Bagaimanakah sekolah
yang seharusnya ?
Sekolah ramah anak, yaitu ...
1. Berparadigma setiap anak adalah berpotensi
2. Kurikulum bermuatan kreativitas, problem
solving, pembangunan karakter, life skill, dan
aktivitas pengembangan bakat
3. Pembelajaran menyenangkan

5. Para guru mendidik dengan hati, menghargai


keberagaman potensi, berperan sebagai
fasilitator, pemantik bakat dan minat peserta
didik, menggunakan multi metode, rutin
mengikuti pelatihan yang berkualitas
6. Soal-soal kognitif bermuatan problem
solving.
7. Rapor, mengukur perkembangan peserta
didik berdasarkan pencapaian sebelumnya
8. Tujuan sekolah untuk mendapatkan
pengetahuan, ketrampilan, dan sikap agar
bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya

Kesimpulan . . .
Konsep Dasar

Aspek

Indikator

Sekolah Ramah Anak


adalah Sekolah
yang membuka
pintu pada semua
anak agar mereka
dapat menggali
potensi dirinya,
menemukan
potensi dirinya
dan
mengembangkan
potensi dirinya
sehingga
memberi manfaat
bagi dirinya dan
lingkungannya

Paradigma

Setiap peserta didik


adalah anak yang
berpotensi

Target
kurikulum

Menghargai tiga ranah


kemampuan manusia,
yaitu kognitif,
psikomotorik, dan afektif

Isi kurikulum

Tidak padat oleh beban


bidang studi,tetapi
bermuatan kreativitas,
problem solving,
character building, life
skill, dan unit-unit
aktivitas yang sesuai
dengan bakat siswa

Konsep Dasar

Aspek

Indikator

Proses belajar
mengajar

Menyenangkan : tidak
membuat siswa tegang
dan stress

Para Guru

Mendidik dan mengajar


dengan hati dan
kesabaran dalam
menghadapi siswa
dengan beragam
kecerdasan

Peran Guru

Sebagai sang fasilitator,


guru selalu memberikan
kesempatan kepada
siswa untuk beraktivitas
lebih banyak dalam
kegiatan belajar
mengajar

Sikap Guru

Sebagai katalisator :
selalu memantik bakat
dan minat siswa, tidak
pernah mengatakan
bodoh/nakal, serta
mendorong siswa untuk
meraih prestasi

Konsep Dasar

Aspek

Indikator

Strategi
mengajar Guru

Menggunakan multi
strategi dan memiliki
kreatifitas mengajar

Pelatihan Guru

Sekolah memiliki jadwal


pelatihan yang cukup,
berkualitas, dan terbuka

Soal-soal yang
diberikan

Soal-soal kognitif
bermuatan problem
solving

Rapor

Menggunakan penilaian
autentik yang memotret
ranah kemampuan,
psikomotorik, afektif,
kognitif

Konsep Dasar

Aspek

Indikator

Perkembangan
siswa

Melihat perkembangan
siswa dengan mengukur
perkembangan siswa
dari diri siswa itu sendiri
berdasarkan pencapaian
sebelumnya

Tujuan
keberadaan
sekolah

Mendapatkan
pengetahuan,
keterampilan, dan sikap
agar bermanfaat bagi
dirinya dan
lingkungannya

Kabarkan dan ajak semua orang ...


semua sahabat ...
semua mitra ...
semua rekan kerja ...
Wujudkan dan pilih
Sekolah Ramah Anak

Terima Kasih