Anda di halaman 1dari 14

Tugas Kelompok

Dasar-Dasar Bioprospekting
MAKALAH
KROMATOGRAFI KERTAS

OLEH :
Sri Sintya Rahayu
Andi Risma Amiruddin
Astrid Wulan Junaidi

JURUSAN ILMU KELAUTAN


FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2015

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pemisahan campuran menjadi komponen-komponennya merupakan hal
yang penting dalam semua cabang ilmu kimia, bahkan banyak juga bidang
yang lain yang telah mempergunakan teknik-teknik kimia untuk
memecahkan berbagai macam permasalahan yang luas. Maka pengaruh
penemuan teknik pemisahan yang berkemampuan tinggi akansangat
dirasakan manfaatnya dalam banyak ilmu pengetahuan modern. Salah satu
tehnik pemisahan dalam ilmu kimia adalah teknik kromatografi.
Kromatografi pertama kali diperkenalkan oleh Michael Tsweet (1903)
seorang ahli botani dari Rusia. Michael Tsweet dalam percobaannya ia
berhasil memisahkan klorofil dan pigmen-pigmen warna lain dalam ekstrak
tumbuhan dengan menggunakan serbuk kalsium karbonat yang diisikan ke
dalam kolom kaca dan petroleum eter sebagai pelarut. Proses pemisahan itu
diawali dengan menempatkan larutan cuplikan pada permukaan atas
kalsium karbonat, kemudian dialirkan pelarut petroleum eter. Hasilnya
berupa pita-pita berwarna yang terlihat sepanjang kolom sebagai hasil
pemisahan komponen-komponen dalam ekstrak tumbuhan (Alimin, 2007,
hal: 73).
Kromatografi adalah teknis pemisahan campuran didasarkan atas
perbedaan campuran didasarkan atas perbedaan distribusi dari komponenkomponen distribusi dan komponen-komponen campuran tersebut diantara
dua fase, campuran tersebut diantara dua fase, yaitu fase diam (padat atau
cair) dan fase yaitu fase diam (pada) atau cair) dan fase gerak (cair atau
gas).gerak (cair atau gas).
Ada banyak teknik pemisahan tetapi kromatografi merupakan teknik
paling banyak digunakan. Kromatografi sangat diperlukan dalam
kefarmasian dalam memisahkan suatu campuran senyawa. Kromatografi
merupakan metode pemisahan yang sederhana. Dalam kromatografi,
komponen-komponen terdistribusi dalam dua fase. Salah satu fase adalah
fase diam.

Dalam kromatografi kertas, fase diam adalah kertas serap yang sangat
seragam. Fase gerak adalah pelarut atau campuran pelarut yang sesuai.
Teknik ini sangat sederhana. Prinsip dasar kromatografi kertas adalah
partisi multiplikatif suatu senyawa antara dua cairan yang saling tidak
bercampur. Jadi partisi suatu senyawa terjadi antara kompleks selulosa-air
dan fasa mobil yang melewatinya berupa pelarut organik yang sudah
dijenuhkan dengan air atau campuran pelarut.

BAHASAN MATERI

A. Uraian Materi
1. Kromatografi Kertas
Pada tahun 1944, Consden, Gordon dan Martin memperkenalkan teknik
dengan menggunakan kertas saring sebagai penunjang fase diam dan fase
gerak berupa cairan yang terserap diantara struktur pori kertas. Sample
sebanyak 1 M didepositkan pada kertas saring dan akan mengalir bersama
sistem pelarut. Teknik ini sekarang dikebal sebagai teknik kromatografi
kertas.
Kromatografi kertas merupakan teknik pemisahan yang mengunakan
kertas sebagai fasa diam. Kertas yang digunakan bermacam-macam seperti
Whatman (1,2,31 dan 3 MM) kertas asam asetil, kertas silicon dan kertas
penukar ion. Kromatografi kertas merupakan suatu teknik yang melibatkan
penempatan titk kecil atau garis larutan sampel pada secarik kertas
kromatografi. Kromatografi kertas termasuk ke dalam kelompok planar,
dimana pemisahannya menggunakan medium pemisah dalam bentuk
bidang yang datar yaitu bentuk kertas. Seluruh bentuk kromatograf
memiliki fase diam dan fase gerak.
Dalam kromatografi kertas, fase geraknya adalah pelarut organik yang
bersifat non polar. fase diam adalah kertas serap dan adsorben (penyerap)
dalam kromatografi kertas adalah kertas saring yaitu selulosa. Dapat juga
dikatakan bahwa fase diam merupakan air yang terikat pada selulosa kertas
a. Fase gerak/Eluen
Fase gerak pada kromatografi kertas merupakan campuran yang terdiri
dari pelarut organik sebagai eluen utama, air dan berbagai tambahan seperti
asam, basa atau pereaksi kompleks untuk memperbesar kelarutan dari
beberapa komponen dan untuk mengurangi kelarutan komponen lainnya.
Idealnya eluen tidak mengandung air dan terdiri dari cairan yang tidak
campur dengan air, karena air merupakan komponen dari fase diam.
Tiap eluen memiliki perbandingan tertentu dalam campurannya,
sehingga untuk menghasilkan campuran dengan perbandingan yang sesuai

harus dibuat secara hati-hati dan teliti sekalipun dengan gelas ukur. Karena
mudah menguap, maka eluen harus dibuat baru untuk menjamin agar
komposisi dalam campurannya tetap dapat dipertahankan hingga akhir
elusi.
Cara pemilihan fase gerak untuk kromatografi kertas adalah, senyawa
organik Senyawa organik polar akan lebih mudah larut dalam air daripada
dalam zat cair organik. Oleh karena itu gerakan komponen akan lambat jika
digunakan pelarut anhidrida, namun penambahan air pada pelarut akan
menyebabkan komponen-komponen untuk bergerak. Oleh karena itu nbutanol bukan merupakan pelarut untuk asam amino jika tidak dijenuhkan
dengan air. Selain itu, penambahan asam cuka disertai dengan pemberian
lebih banyak air akan menjadi baik, karena menaikkan kelarutan asam
amino terutama yang bersifat basa. Campuran ketiga pelarut tersebut sangat
baik digunakan untuk pemisahan asam amino. Banyak senyawa polar lain
yang memiliki karakteristik kelarutan yang mirip asam amino, seperti
indol, guanidin dan fenol, sehingga dapat dipisahkan menggunakan
campuran tersebut. Beberapa contoh dari macam-macam campuran eluen
dapat dilihat seperti dalam tabel berikut:

Gambar 1. Beberapa Macam Campuran Eluen

b. Penyiapan Kertas sebagai Pendukung Fase Diam


Kertas yang digunakan dalam kromatografi kertas adalah kertas berpori
dari selulosa murni, memiliki afinitas besar terhadap air atau pelarut polar
lain dengan membentuk ikatan hidrogen. Bersifat reduktor sedang, dan
bereaksi dengan oksidator bila kontak dalam waktu yang lama. Oleh
karena itu pereaksi yang korosif seperti H2SO4 pekat tidak dapat digunakan
sebagai spray reagent.
Kertas yang banyak digunakan hingga sekarang adalah kertas saring
Whatmann No.1. Meskipun demikian jenis kertas Whatmann dengan
berbagai nomor pun banyak digunakan, dimana semuanya dibuat dengan
kemurnian yang tinggi dan tebal yang merata. Sekalipun berperan sebagai
suport/ penyokong/penyangga, namun kertas juga memberikan efek-efek
serapan yang disebabkan oleh sifat polar dari gugus-gugus hidroksil
sehingga kertas memiliki afinitas besar terhadap air atau pelarut polar lain
dengan membentuk ikatan hidrogen. Selain itu sejumlah kecil gugus
karboksil dalam selulosa dapat menaikkan efek pertukaran ion. Dengan
demikian kertas memiliki pengaruh terhadap kecepatan alir eluen.
Penurunan kerapatan dan kenaikkan ketebalan kertas akan menaikkan
kecepatan alir eluen.
Kertas tersedia dalam berbagai standar lembaran, bulatan, gulungan dan
dalam bentuk tertentu. Kertas harus disimpan di tempat yang jauh dari
sumbar uap, terutama amonia yang memiliki afinitas tertinggi terhadap
selulosa, jangan disimpan di tempat yang memiliki perubahan kelembaban
yang tinggi, dan tidak boleh tersentuh oleh zat-zat yang tidak dikehendaki.
Berikut adalah macam-macam kertas Whatmann dengan karakteristik
aliran eluen yang dihasilkan :

Gambar 2. Kertas Whatman dengan Karakteristik Aliran Eluen

2. Prinsip Kromatografi Kertas


Prinsip

dari

kromatografi

kertas

adalah

pemisahan

senyawa

berdasarkan distribusi dua fasa yaiu fasa diam dan gerak. Seperti yang telah
dijelaskan bahwa fasa gerak kromatografi kertas berupa pelarut organik
non polar ([elarut yang sesuai) dan fasa diam adalah berupa air yang terikat
pada selulosa. Sampel yang akan dianalisis ditotolkan ke ujung kertas yang
kemudian dimasukkan dalam botol kromatografi. Kemudian dasar kertas
kromatografi Whatman dicelupkan kedalam pelarut yang mengisi dasar
wadah.Fasa mobil (pelarut) dapat saja beragam (Rizki, 2010).
Pada kromatografi kertas, pemisahan senyawa terjadi karena perbedaan
kelarutan zat-zat dalam pelarut serta perbedaan penyerapan (adsorbsi)
kertas terhadap zat-zat yang akan dipindahkan. Zat yang lebih larut dalam
pelarut dan kurang teradsorbsi pada kertas akan bergerak lebih cepat.
Sedangkan zat yang kurang larut dalam pelarut dan lebih teradsorbsi pada
kertas akan tertinggal atau bergerak lebih lama.

3. Metode Kromatografi Kertas


Terdapat 2 metode elusidasi atau pengembangan kromatogram, yaitu :
a. Metode Penaikkan (Ascending)
Pada metode ini, eluen diletakkan di bagian bawah bejana, dan kertas
dicelupkan di atasnya. Eluen akan merambat ke atas dengan gaya kapiler
dengan laju perambatan yang pelan, dan makin lama menurun karena pengaruh

dari gaya berat. Namun demikian perambatan yang pelan memperbesar


kemungkinan untuk tercapainya kondisi kesetimbangan sehingga menghasilkan
pemisahan yang baik.

Gambar 3. Metode Penaikan


Keterangan gambar :
a. menunjukkan kertas diletakkan pada penggantung yang dikaitkan
dengan tutup bejana.
b. menunjukkan kertas berbentuk silinder dengan spot sampel
ditotolkan melingkar dekat ujung bawah kertas. Ujung pertemuan
kertas dikaitkan dari atas ke bawah, dan silinder didirikan dengan
ujung bawah tercelup di dalam eluen.
c. menunjukkan bentuk bejana berbentuk silinder, dimana gabus
dengan lubang untuk batang pengait digunakan sebagai tutup.

b. Metode Penurunan (Descending)


Menggunakan metode ini didalam bejana yang dapat terbuat dari
gelas,

platina,

atau

logam

tahan

karat

dilengkapi dengan lubang untuk memasukkan


eluen, bak eluen, dan batang gelas yang
berfungsi untuk menyangga agar kertas tidak
lepas. Eluen mengalir dari atas ke bawah. Pada
menit-menit awal, eluen mengalir oleh gaya
kapiler, dan akan mengalir oleh gaya gravitasi
setelah eluen melintasi batang gelas.

Gambar 4. Metode Penurunan

c. Metode Mendatar/Melingkar (Circular)


Menggunakan metode ini, kertas berbentuk lingkaran dan di bagian
tengahnya diberi lubang sebagai tempat untuk meletakkan sumbu yang
terbuat dari gulungan kertas ataupun benang. Cawan petri dapat digunakan
sebagai tempat eluen. Sampel diteteskan di sekitar pusat kertas, kemudian
kertas diletakkan horisontal sehingga sumbu tercelup dalam eluen. Melalui
sumbu tersebut eluen akan naik yang kemudian membasahi kertas, dan oleh
daya kapiler eluen akan mengembang melingkar ke arah tepi kertas sambil
membawa komponen-komponen sampel. Bercak-bercak yang terjadi
berupa garis lengkung dengan diameter makin panjang bila bercak makin
ke tepi.

Gambar 5. Metode Mendatar/Melingkar

d. Metode Dua Dimensi (Two Dimensional)


Pada metode ini, elusi dilakukan secara berturut-turut dalam dua arah
yang saling tegak lurus. Kertas berbentuk persegi dan sampel ditotolkan
pada salah satu sudut. Elusi dengan campuran eluen 1, dengan ujung kertas
AB dicelupkan sehingga memberikan pemisahan seperti ditunjukkan pada
gambar a. Setelah itu lembaran kertas diambil dan dikeringkan, kemudian
diputar 90o dan dielusi untuk kedua kalinya dengan ujung AC tercelup
dalam eluen yang berbeda. Dengan cara ini, komponen-komponen yang
tidak terpisah sempurna dengan sistem eluen pertama dapat menjadi
sempurna bila digunakan kombinasi dengan sistem eluen kedua. Hasil elusi
ini akan memberikan bercak seperti pada gambar b.

Gambar 6. Metode Dua Dimensi

4. Cara Kerja Kromatografi Kertas


Ada beberapa langkah dalam cara penggunaan kromatografi kertas, yaitu :
1. Kertas (misalnya kertas saring whatmann no 1) dipotong-potong sesuai
dengan ukuran yang diinginkan
2. Kemudain diberi tanda garis awal dan garis akhir pada ujung-ujung
kertas.
3. Sampel ditotolkan pada salah satu ujung kertas (garis awal).
4. Lakukan eludasi (pengembangan) dalam bejana yang telah dijenuhkan
dengan uap fasa gerak.
5. Waktu eludasi pada kromatografi kertas berkisar mulai dari 30 menit
hingga 12 jam, bergantung pada sifat kertas dan jarak pengembangan
yang ingin dilakukan.
6. Lembaran kertas diangkat, dikeringkan dan noda ditampakan dengan
pereaksi yang cocok.

e. Nilai Rf (Retardation Factor)


Pada kromatografi kertas, zat terlarut dari campuran yang asli akan
bergerak di sepanjang kertas dengan kecepatan yang berbeda-beda serta
membentuk sederetan noda yang terpisah. Noda yang berwarna akan dapat
dilihat, namun ketika tidak berwarna maka harus dilihat dengan bantuan
ultraviolet, karena noda-noda tersebut akan bersinar di bawah lampu
ultraviolet.

Sedangkan

untuk

tujuan

identifikasi,

noda-noda

dikarakterisasikan berdasarkan nilai Rf. Nilai Rf adalah suatu perbandingan


antara jarak tempuh senyawa dengan jarak tempuh pelarut.
Persamaannya adalah :

(Day dan Underwood, 2001 dalam Rifatul, 2015)

Gambar 8. Rf (Retardation Factor)

5. Kelebihan dan Kekurangan Kromatografi Kertas


Kelebihan :
a. Tidak diperlukan peralatan yang teliti dan mahal
b. Dapat diperoleh hasil yang baik walaupun dengan peralatan dan materi
yang sederhana
c. Senyawa yang terpisah dapat dideteksi pada kertas dan diidentifikasi
Kekurangan :
a. Banyaknya permasalahan yang menyangkut cara pemasukan fasa gerak,
perambatan fasa gerak dan penggumpalan
b. Membutuhkan waktu lama karena panjang kertas bisa hingga 50 cm
c. Keterbatasan parameter senyawa yang di uji

B. Rangkuman
Kromatografi pertama kali diperkenalkan oleh Michael Tsweet (1903)
seorang ahli botani dari Rusia. Michael berhasil memisahkan klorofil dari
pigmen-pigmennya dengan menggunakan serbuk kalsium karbonat.
Kromatografi sendiri merupakan teknis pemisahan berdasarkan sifat fisik
dari komponen-komponennya sehingga terdistribusi menjadi 2 fasa yaitu
fase diam (pada) atau cair) dan fase gerak (cair atau gas).gerak (cair atau
gas). Terdapat beberapa macam kromatografi yang salah satunya adalah
kromatografi kertas. Kromatografi kertas merupakan teknik pemisahan
dimana kertas melibatkan penempatan titik kecil atau garis larutan sampel
pada

secarik

kertas.

Kromatografi

kertas

dalam

pemisahannya

menggunakan medium pemisah dalam bentuk bidang datar. Dalam


kromatografi kertas fasa diamnya berupa air yang terikat pada selulosa
kertas sedangkan fasa geraknya pelarut organik yang bersifat non polar.
Fasa gerak pada kromatografi kertas merupakan campuran yang terdidi
dari pelarut organik yang berperan sebagai eluen. Tiap eluen ini memiliki
perbandingan tertentu dalam campuranya, sehingga untu menghasilkan
campuran dengan perbandingan yang sesuai harus hati-hati dan teliti. Fase
diam dalam kromatografi kertas merupakan kertas selulosa murni yang
memiliki afinitas besar terhadap air atau pelarut polar lain. Kertas selulosa
ini memiliki pengaruh terhadap kecepatan alir eluen.
Prinsip dari kromatografi kertas sendiri adalah pemisahan yang terjadi
karena adanya proses ditsribusi dua fasa yaitu fasa gerak dan fasa diam.
Diman zat yang lebih larut dalam pelarut akan bergerak lebih cepat
sedangkan zat yang kurang larut salam pelarut akan bergerak lebih lama.
Terdapat beberapa teknik dalam kromatografi kertas diantaranya adalah
metode penaikan (ascending). Pada metode ini eluen diletakkan dibagian
bawah bejana, kertas digantung dan dikaitkan dengan tutup bejana, kertas
berbentuk silinder bejana dan kertas dicelupkan. Eluen akan merambat ke
atas dengan laju perambatan yang perlahan. Metode kedua adalah metode
penurunan (descending), dalam metode ni diperluka batang gelas untuk
menyangga kertas, tempat pelarut, kertas serta eluen. Eluen dimasukkan

kedalam wadah dan kertas yang sudah disangga dimasukkan. Maka eluen
akan mengalir dari atas kebwah pada menit-menit awal kemudian eluen
akan melintasi batang gelas.
Metode ketiga menggunakan metode mendatar/melingkar, dalam
metode ini kertas berbentuk lingkaran dibagian tengahnya diberi
lubangsebagai tempat untuk meletakan sumbu, cawan petri digunakam
sebagai tempat eluen kemudian kertas diletakkan horizontal sehingga
sumbu tercelup dalam eluen dan melalui sumbu tersebut eluen akan naik
mengenai kertas. Metode dua dimensi, pada metode ini kertas berbentuk
persegi, dilakukan elusi secara berturut-turut dalam dua arah yang tegak
lurus.
Cara kerja kromatografi kertas adalah kertas dipotong=potong terlebih
dahulu sesuai ukuran yang diinginkan, kemudian beri tanda garis awal dan
garis akhir pada setiap ujung kertas. Sampel ditotolkan padasalah satu
ujung kertas, lakukan elusi dalam bejana kemudian kertas diangkat,
dikeringkan dan semprot dengan larutan pegenal serta keringkan kembali.
Selanjutnya untuk menidentifikasi senyawa dialkukan dngan cara
membandingkan harga Rf. Harga Rf merupakan perbandingan antara jarak
tempuh senyawa dengan jarak tempuh pelarut. Persamaanya

Ada

beberapa

kelebihan

dan

kekurangan

dalam

penggunaan

kromatigrafi kertas, diantaranya adalah kelebihan dari kromatografi kertas


bahan dan peralatan yang digunakan tidak mahal namun tetap memperoleh
hasil yang baik dan maksimal. Namun kekurangannya adalah memerlukan
waktu yang lama dan keterbatasan parameter uji.

DAFTAR PUSTAKA

Kristianingrum,Susila. 2015. Kromatografi Kertas. (http://staff.uny.ac.id/


sites/default/files/pendidikan/Susila%20Kristianingrum,%20Dra.,%20M.Si
./Handout-KA%20II-KROM.KERTASs.pdf) diakses pada tanggal 11
November 2015
Maulani ,Ahmad. 2015. Kromatografi Lapis Tipis dan Kromatografi Kertas.
(https://www.academia.edu/8819263/Kromatografi_Lapis_Tipis_dan_Kro
matografi_Kertas)
Bestari,Widya. 2015. Kromatografi Kertas. Kromatografi Kertas. (https://www
.scribd.com/doc/118368520/kromatografi-kertas) diakses pada tanggal 12
November 2015
Akbar. Faizal. 2015. Kromagtografi Kertas. (https://www.scribd.com/doc/382
69363/Kromatografi-kertas) diakses pada tanggal 11 November 2015
Haryati,Dinda. 2015. Kromagtografi Kertas. (https://www.scribd.com/doc
/135089493/kromatografi-kertas-docx) diakses pada tanggal 11 November
2015