Anda di halaman 1dari 3

NAMA : Eni Nur Lestariningsih

NIM
: 122114113
BAB 5
TEORI PENGUKURAN

PENTINGNYA PENGUKURAN
Menurut Campbell, pengukuran adalah penggunaan angka-angka untuk menjelaskan
isi atau muatan karakteristik dari sitem material selain angka, melalui hukum yang
menyangkut muatan tersebut. Sedangkan menurut Stevens, pengukuran adalah penautan
angka-angka pada objek-objek atau kejadian-kejadian berdasarkan peraturan-peraturan.
SKALA
Setiap pengukuran dibuat dengan skala. Skala dibuat ketika aturan semantik
digunakan. Skala menunjukkan informasi apa yang direpresentasikan oleh angka-angka. Tipe
skala yang digunakan bergantung kepada peraturan semantik yang digunakan.
Skala Nominal. Dalam skala ini, angka hanya digunakan sebagai tanda. Seperti pemberian
nomer pada pemain football atau mengklarifikasikan aset dan kewajiban kedalam bagian
yang berbeda.
Skala Ordinal. Dalam skala ini digunakan peringkat untuk mengklarifikasikan obyek.
Kelemahan dalam skala ini adalah tidak dapat menunjukan jarak tertentu antar obyek.
Misalnya, orang tertinggi sampai terpendek dan pilihan investasi dari peringkat 1, 2, 3
berdasarkan nilai sekarang.
Skala Interval. Dalam skala ini peringkat untuk setiap obyek dengan obyek lain memiliki
jarak yang sama dan dapat diketahui. Terdapat titik nol yang ditentukan dalam skala.
Misalnya, skala temperatur celcius dan standar akuntansi biaya. Terdapat kelemahan dalam
skala ini yaitu penentuan titik nol. Skala Rasio.
Skala Rasio. Skala ratio memiliki karakter: peringkat nilai karakterisitik dari obyek, jarak
antara obyek sama dan diketahui, titik nol alami. Contohnya pengukuran panjang.
TIPE PENGUKURAN
Menurut Campbell, pengukuran bisa diakui hanya ketika ada konfirmasi teori-teori
empiric (hukum) untuk mendukung pengukuran.

Pengukuran Fundamental. Pengukuran fundamental merupakan pengukuran dimana angkaangka bisa diterapkan pada benda dengan mengacu pada hukum alam dan tidak tergantung
pada pengukuran variabel apapun. Hal-hal seperti panjang, hambatan listrik, nomor, dan
volume merupakan hal-hal yang bisa diukur. Sebuah skala rasio bisa diformulasikan pada
tiap-tiap benda sebagai hukum dasar yang dihubungkan dengan pengukuran yang berbeda
(jumlah) pada benda-benda yang sudah ada.
Pengukuran Turunan. Menurut Campbell, sebuah pengukuran turunan merupakan
pengukuran yang bergantung dari pengukuran dua atau lebih benda lain. Contohnya adalah
pengukuran kepadatan, yang bergantung pada pengukuran massa dan volume. Dalam
akuntansi, contoh pengukuran turunan adalah keuntungan, yang diturunkan dari penambahan
dan pengurangan pendapatan dengan beban.
Pengukuran Formal. Ini adalah tipe pengukuran dalam ilmu sosial dan akuntansi,
menggunakan definisi yang dibangun secara acak untuk dihubungkan dengan hal-hal yang
bisa diamati dengan pasti (variabel) pada konsep yang telah ada, tanpa perlu teori konfirmasi
untuk mendukung hubungan tersebut. Sebagai contoh, dalam akuntansi kita tidak tahu
bagaimana cara untuk mengukur konsep keuntungan secara langsung. Kita mengasumsikan
variabel pendapatan, laba, beban, dan kerugian dihubungkan dengan konsep keuntungan dan
bagaimanapun bisa digunakan untuk mengukur keuntungan secara tidak langsung.
KEANDALAN DAN KETEPATAN
Tidak terdapat pengukuran yang terbetas dari kesalahan keculai perhitungan. Untuk
semua pengukuran mengandung kesalahan. Sumber Kesalahan: Operasi Pengukuran tidak
tetap, pengukur, instumen, Lingkungan, Atribut yang tidak jelas, Resiko dan ketidakpastian.
Jika semua pengukuran kecuali menghitung secara inheren mengakibatkan kesalahan, maka
yang kita butuhkan adalah untuk menetapkan batas kesalahan yang diterima. Jika pengukuran
masih dalam batas-batas ini maka dapat dianggap benar dan adil dalam hal akuntansi.
Pengukuran yang dapat diandalkan. Sering diperlukan bahwa sebelum unsur-unsur seperti
aktiva, kewajiban, pendapatan, dan beban diakui dalam laporan keuangan, unsur-unsur
tersebut harus mampu untuk dilakukan pengukuran yang dapat diandalkan. Keandalan dari
pengukuran berkaitan dengan ketepatan di mana suatu properti tertentu diukur dengan
menggunakan satu perangkat operasi. Pengukuran yang akurat. Meskipun prosedur
pengukuran mungkin sangat handal, memberikan hasil yang sangat tepat, namun tidak

mungkin menghasilkan hasil yang akurat. Alasannya adalah akurasi berhubungan dengan
seberapa dekat pengukuran menuju nilai sejati ' dari atribut pengukuran.
PENGUKURAN DALAM AKUNTANSI
Perhitungan yang paling fundamental dalam ilmu akuntansi adalah perhitungan modal
dan laba. Modal dinilai berasal dari transaksi dan penilaian ulang yang terjadi dipasar modal.
Laba berasal dari perbandingan dari beban dan pendapatan, juga perubahan modal dalam satu
periode akuntansi. Modal dapat dinilai dan dihitung dengan berbagai cara, contoh : historical
cost, operasional, keuangan, atau nilai wajar. Beberapa pengamat beragumen dan mengkritik
konsep nilai wajar ini. Bahwa konsep ini merubah konsep alokasi ke pendekatan penilaian,
di mana akan menunjukkan perbedaan tergantung atas situasi dan interpretasi yang subjektif.
Perubahan ini lebih fokus pada penilaian Balance Sheet, mengalihkan akuntansi dari
perhitungan alokasi laba yang sederhana dan lebih menekankan pada relevasi pada realita
komersil dan pengambilan keputusan oleh investor dibadingkan kebenarannya.
MASALAH PENGUKURAN BAGI AUDITOR
Adanya berbagai alternatif metode penilaian atas aset yang menimbulkan masalah
tersendiri bagi auditor. Terdapat banyak cara penilaian aset yang dapat diterima oleh auditor
jika memenuhi persyaratan, metode penilaian diaplikasikan secara tepat dan konsisten,
menggunakan asumsi yang beralasan,data yang digunakan untuk penilaian tersebut valid.
Pada prakteknya, Auditor kadang menerima tekanan dari manager perusahaan auditee untuk
menerima metode penilaian atas aset perusahaan tersebut jika tidak maka auditee akan
mencari auditor yang lain. Masalah lain yang muncul adalah audit atas biaya historical seperti
standar biaya persediaan. Seharusnya biaya atas persediaan ditetapkan secara tepat, tapi biaya
itu didasarkan atas asumsi proses produksi yang dipengaruhi oleh kondisi yang berubah-ubah.