Anda di halaman 1dari 24

Blok 19 Sistem Cardiovaskular2

Skenario 6

Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke


kilinik dokter keluarga dengan keluhan sesak
napas yang semakin memberat sejak 5 hari
yang lalu. Awalnya pasien merasakan sesak
napas sejak 1 tahun yang lalu yang dirasakan
terutama saat beraktivitas berat dan berkurang
saat istirahat tanpa dipengaruhi oleh posisi.
Pasien jugamengeluh sejak 3 bulan yang lalu
kadang-kadang
mengalami
batuk
dan
memberat sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan
tidak disertai adanya demam ataupun nyeri
dada.

Rumusan Masalah
Seorang laki-laki berusia 50 tahun mengeluh
sesak napas yang semakin memberat sejak 5
hari yang lalu. Awalnya pasien merasakan
sesak napas sejak 1 tahun yang lalu saat
beraktivitas berat, kadang-kadang mengalami
batuk dan memberat sejak 1 minggu yang lalu.

Hipotesis
Laki-lakitersebut menderita Cor pulmonale
kronik et causa PPOK.

Mind Map
Fisik
Penunjang

Anamnesis
Pemeriksaan

Pencegahan

Differential

Komplikasi

Prognosis

Diagnosis
Rumusan
Masalah

Manifesta
Klinik

Penatalaksaan

Epidemiologi

Medis
Nonmedis

Etiologi

Patofisiologi

Working

Fisiologi
Jantung

Anamnesis

Identitas pasien , 50 thn.


KU Sesak nafas
RPS Memberat sejak 5 hr lalu, saat aktivitas
berat & berkurang saat istrht tanpa dipengaruhi
posisi. Demam (-), nyeri dada (-).
RPD Sesak nfs 1 thn lalu, 3 bln lalu kadang2
batuk & memberat sejak 1 minggu lalu
RPK
RPP & RPS
Riwayat pengobatan

Pemeriksaan Fisik

Tanda-Tanda Vital

normal

Lapang Paru.
Shifting Dullnes
(+)

Inspeksi
Barel Chest

Palpasi
Tidak Terdapat Nyeri

tekan
Hati Teraba 2 jari
dibwa arcus costae

Perkusi
Hipersonor Seluruh

Auskultasi
Suara Nafas vesikuler

kadang ditemukan
suara Wheezing.
Murmur : Galop : -

Pemeriksaan
Penunjang
Laboratorium :

Sering ditemukan tes faal paru (Spirometri)


dan analisa gas darah.
Respon polisitemik terhadap hipoksia kronik
Elektrokardiogram:
Terdapat tandatanda hipertrofi ventrikel kanan
dan atrium kanan, aksis QRS ke kanan, atau
RBBB, voltase rendah karena hiperinflasi, RS-T
shagging II, III, aVF, tapi kadangkadang EKG
masih normal
Ekhokardiografi :
Dimensi ruang ventrikel kanan membesar, tapi
struktur dimensi ventrikel kiri normal
Kateterisasi :
Ditemukan peningkatan tekanan jantung kanan
dan tahanan pembuluh paru

Rontgen toraks:
Terlihat kelainan paru disertai pembesaran ventrikel
kanan, dilatasi arteri pulmonal dan atriun kanan yang
menonjol

EKG
Terdapat hipertrofi ventrikel kanan dan
pembesaran atrium kanan, aksis QRS ke
kanan.

Kateterisasi

jantung
Ditemukan peningkatan tekanan jantung
kanan dan tahanan, pembuluh paru. Tekanan
atrium kiri dan tekanan kapiler paru normal.

Diagnosis Kerja

Cor pulmonale kronik et causa PPOK


D/ hipertrofi, dilatasi dan kegagalan
ventrikel kanan akibat hipertensi
pulmonalyang disebabkan oleh penyakit
paru atau pembuluh darah paru.
O/ akibat kelebihan beban tekanan
berkepanjangan yang disebabkan oleh
obstruksi arteri atau arteriol paru (mis,
karena hipertensi pulmonaris).

Etiologi

Penyakit pembuluh darah paru


Tekanan darah pada arteri pulmonal
Penyakit neuro muskular dan dinding dada
Penyakit yang mengenai aliran udara paru,
alveoli, termasuk PPOK.

Penyakit Paru Kronis


Kerusakan paru
& semakin
terdesaknya
pembuluh darah
oleh paru yang
mengembang
Berkurang
vaskular bed
paru

Asidosis
dan
hiperkapnia

Polisitemia
dan
hipervikositas
darah

Hipoksia
alveolar
Vasokontriksi

Hipertensi
pulmonal
Hipertrofi & dilatasi
ventrikel kanan

Cor pulmonal

Patofisiolo
gi

Diagnosis Banding
Cor Pulmonale Akut
D/ perengangan
atau pembebanan
akibat hipertensi
pulmonalakut, sering
disebabkan oleh
emboli paru pasif.
Terjadi dilatasi
mencolok ventrikel
kanan tanpa hipertrofi.

Gagal jantung
D/ suatu kondisi
patofisiologi, di mana terdapat
kegagalan jantung memompa
darah yang sesuai dengan
kebutuhan jaringan.
Gagal jantung kanan,
ditegakkan dengan
pemeriksaan klinis, biasanya
dengan adanya peningkatan
tekananvena jugularis,
hepatomegali, asites maupun
edema tungkai.

Epidemiologi

Angka kejadian cor pulmonal diperkirakan


sebanyak 6-7% dari semua jenis penyakit
jantung dewasa di Amerika, dengan PPOK
baik bronkitis kronis atau emfisema sebagai
50%.

cor pulmonal penyebab 10-30% gagal jantung


dekompensasi di Amerika Serikat.

Penyakit Paru Obstruksi Kronik

Ventilasi berkurang
Hipoksemia
Asidosis

Berkurangnya luas
Pembuluh darah ( vascular bed )
Kerusakan dinding olveoli

Vasokonstriksi
Polisitemia Hipervolemia
Curah jantung bertambah
Hipertensi pulmonal
Hipertrofi/Dilatasi ventrikel kanan

KEGAGALAN VENTRIKEL KANAN

Manifesta Klinis

batuk kronik yang berdahak, sesak


nafas waktu beraktifitas, nafas berbunyi,
mudah lelah, dan kelemahan
bila sudah ada gagal jantung kanan,
misalnya bengkak (edema) dan nyeri
perut kanan atas.

Penatalaksanaan

Terapi oksigen
Diuretic
furosemid 20-80 mg/hari , Dmaks 600
mg/hari.
Digoksin dosis 0,125 - 0,375 mg/hari
oral.
Teofilin

Pencegahan

Berhenti merokok
Olah raga teratur
Senam pernafasan sangat
bermanfaat walaupun jangka
panjang.

Komplikasi

Sinkop
Hipoksia
Kongesti hepatik pasif(hepatomegaly)
Arrythmias (A-fib)
Ascites
Peripheral Edema
Coronary Ischemia
Kematian

Prognosis

Sangat
bervariasi,
tergantung
perjalanan alamiah penyakit paru
yang mendasarinya dan ketaatan
pasien berobat
Pasien dengan kor pulmonae karena
PPOK memiliki angka kematian 2
tahun lebih tinggi

Kesimpulan
Seorang laki-laki 50 tahun datang
dengan keluhan utama sesak nafas
yang semakin memberat 5 hari
yang lalu menderita cor
pulmonale chronic ec PPOK.

Terima Kasih