Anda di halaman 1dari 40

LEMBAR KERJA PRAKTIKUM IPA SD

PDGK4107 MODUL I
MAKHLUK HIDUP
NAMA
NIM
UPBJJ

: BAMBANG
: 825607199
: MATARAM

1. KEGIATAN PRAKTIKUM 1.1 : CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP


a. Tujuan
Mengamati ciri-ciri makhluk hidup yang ada disekitar tempat tinggal
b. Alat dan Bahan
1. Alat-alat tulis
2. Tabel pengamatan
3. Alam sekitar
c. Cara Kerja
1. Siapkan alat-alat tulis dan table pengamatan yang diperlukan
2. Pergi ke lingkungan yang ada di sekitar tempat tinggal, seperti kebun, sawah, hutan,
atau lingkungan lainnya, sesuai tempat tinggal anda
3. Menentukan 10 makhluk hidup (5 hewan dan 5 tumbuhan)
4. Mencatat kesepuluh jenis makhluk hidup tersebut dalam lembar pengamatan
5. Mengamati cirri-ciri setiap makhluk hidup
6. Membubuhkan tanda cek () sesuai dengan ciri yang diamati, pada tabel
d. Hasil Pengamatan
Tabel 1.1 Hasil Pengamatan Ciri-ciri Makhluk Hidup
No

Nama Makhluk Hidup

Ciri-Ciri Makhluk Hidup *)


1

Kambing

Ayam

Kerbau

Sapi

Kucing

Pohon Nangka

Pohon Mangga

Bunga Kupu-kupu

Rumput

10

Putri Malu

*) Keterangan :
1. Bergerak dan Bereaksi Terhadap Rangsang
2. Bernapas
3. Perlu Makan (nutrisi)

4.
5.

Tumbuh
Berkembang

e. Pembahasan
1) Menanggapi rangsang. Sesuatu yang ada di luar tubuh mahluk hidup merupakan
rangsangan. Rangsangan dapat berupa cahaya, panas, bunyi, dingin, bau, sentuhan,
gelap, dan terang. Mahluk hidup memiliki kemampuan menerima dan menanggapi
rangsangan.
2) Bernapas. Mahluk hidup bernafas untuk bertahan hidup. Ketika bernafas, mahluk
hidup mengambil oksigen ( zat asam ) dan mengeluarkan zat asam arang ( karbon
dioksida ) serta uap air.
3) Perlu makan dan air. Setiap mahluk hidup memerlukan makanan. Hal ini bertujuan
agar dapat mempertahankan hidup, menghasilkan energi, dan pertumbuhan. Setiap
mahluk hidup mempunyaicara berbeda beda dalam memperoleh makanan.
Tumbuhan dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Hewan dan
manusia tidak dapat membuat makanan sendiri, tetapi tergantung pada mahluk
hidup lainnya
4) Tumbuh kembang. Tumbuh: suatu proses bertambah besarnya ukuran makhluk
hidup atau volume dan penambahan ukuran tidak kembali pada ukuran semula.
Kembang : proses menuju kedewasaan yang dipengaruhi oleh hormon, nutrisi dan
lingkungan.
5) Berkembang biak. Berkembangbiak adalah cara memperbanyak diri untuk
mempertahankan kelestarian jenisnya.
f. Kesimpulan
Hewan dan tumbuhan adalah makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri sebagai makhluk
hidup. Makhluk hidup merupakan benda hidup yang selain memiliki ciri atau sifat
sebagai benda, juga memiliki sifat atau ciri yang membedakan dari benda tak hidup
adalah dalam hal berkembangbiak, menerima dan member tanggapan terhadap
rangsang, dapat tubuh kembang, perlu makan dan air, serta melakukan pernafasan.
g. Jawaban pertanyaan
1. Tumbuhan memenuhi ciri-ciri gerak dan bereaksi terhadap rangsangan! Tumbuhan
melakukan gerak, akan tetapi tidak semua dapat diamati dengan jelas. Tumbuhan yang
mudah diamati geraknya yaitu daun putri malu dan gerak tidur bunga kupu-kupu
menjelang senja hari. Semua tumbuhan melakukan gerak yaitu gerak tumbuh akar dan
batang. Gerak lainnya yaitu gerak taktis, gerak nasti, gerak tropisme, dan gerak reaksi
terhadap rangsang misalnya gerak batang dan daun karena cahaya mengikuti/mengarah
ke matahari.
2. Persamaan dan perbedaan ciri kehidupan pada hewan dan tumbuhan

No.

Persamaan

Perbedaan
Tumbuhan

Hewan

Sama
sama
Tidak memiliki alat
melakukan pernapasan pernapasan khusus
Mengambil dan
mengeluarkan gas secara
pasif

Mengambil dan
mengeluarkan gas secara
aktif

Sama-sama
Dapat menyusun makanan
memerlukan makanan sendiri dari zat-zat sederhana
dan air
yang ada di lingkungannya

Makanan diambil dalam


bentuk gas dan cair
Sama-sama
tumbuh
berkembang

dapat

Tumbuh kembang
dan berlangsung selama
hidupnya, ada di daerah
tumbuh tertentu

Umumnya memiliki alat


pernapasan khusus

Makan dari makhluk hidup


lain
Makanan diambil dalam
bentuk padat dan cair

Masa tertentu serempak


pada seluruh bagian tubuh

Bentuk tubuh tertentu,


jumlah bagian tubuh
tertentu.

Bentuk tubuh menyebar


dan bercabang, jumlah
bagian tubuh tak tentu

Sama-sama
dapat

Pembuahan terjadi di
melakukan
dalam alat
perkembangbiakan
perkembanganbiakan betina
secara kawin atau tak

Umumnya jumlah anak


kawin
banyak, tidak dipelihara
induk dan dilindungi induk

Pembuahan dapat
terjadi di dalam tubuh
maupun luar tubuh
Umumnya jumlah anak
terbatas dipelihara dan
dilindungi

Sama-sama menerima

Reaksi lambat, terbatas,


Reaksi terhadap
dan
memberikan dan lebih pasif
rangsang cepat, simultan
tanggapan
terhadap
dan aktif

Umumnya
menetap
atau
rangsang
bergerak sebagian tubuh

Dapat berpindah
tempat

2. KEGIATAN PRAKTIKUM 1.2 : GERAK PADA TUMBUHAN


a. Tujuan
1) Mengamati gerak seismonasti
2) Mengamati gerak niktinasti
3) Mengamati gerak geotropisme negative pada tumbuhan
b. Alat dan Bahan
1) Seismonasti dan Niktinasti
a. Tanaman putrid dalam pot 1 buah
b. Kotak dari karton warna hitam atau kardus dilapisi kertas hitam 1 buah
c. Stop watch 1 buah
d. Alat-alat tulis dan penggaris
2) Geotropisme
a. Pot berukuran kecil 1 buah
b. Tanah yang subur secukupnya
c. Biji kacang merah secukupnya
d. Air secukupnya
c. Cara Kerja
1) Seismonasti dan Niktinasti
a) Seismonasti
(1) Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
(2) Pot putri malu sebaiknya disediakan beberapa hari sebelumnya agar ketika
percobaan dalam keadaan segar. Caranya dengan mencari tanaman putri
malu dan memindahkan dengan tanpa mengganggu akarnya (mengikutkan
bagian tanahnya)
(3) Letakkan pot putrid malu di meja, selanjutnya lakukan sentuhan halus
hingga sentuhan kasar pada bagian daun dengan menggunakan penggaris
(4) Catatlah hasil pengamatan pada lembar kerja (table yang disediakan)
b) Niktinasti
(1) Sediakan dua buah pot putri malu
(2) Berilah tanda A pada pot petama dan B pada pot kedua
(3) Letakkan pot A di tempat terang dan terbuka
(4) Simpanlah pot B di atas meja dan tutup dengan kotak karton atau kardus
yang kedap cahaya (jangan menyentuhnya)
(5) Biarkan pot B tertutup jam
(6) Bukalah dengan hati-hati dan jangan sampai menyentuh tanaman
(7) Amati yang terjadi pada daun putri malu dan bandingkan dengan pot A
(8) Catatlah hasil pengamatan pada lembar kerja (table yang disediakan)
2) Geotropisme
1) Sediakan dua pot kecil untuk tanaman kacang merah. Tanamlah 3 biji kacang
merah pada setiap pot 1-2 minggu sebelum percobaan dimulai. Pembuatan pot
ini sebaiknya di tempat terang dan terbuka agar tanaman kacang merah tumbuh
dengan tegak.
2) Beri label A untuk pot satu dan label B untuk pot lainnya.
3) Letakkan pot A dalam keadaan Norman (vertical), dan pot B dalam keadaan
tidur (horizontal)
4) Lakukan pengamatan setiap pagi dan sore selama 1 minggu
5) Tuangkan hasil pengamatan pada lembar kerja (table yang disiapkan)
d. Hasil Pengamatan

1.

Seismonasti dan Niktinasti

Tabel 1.2 Hasil Pengamatan Seismonasti


No
.

Jenis sentuhan

Reaksi

Keterangan

Halus

Daun menutup pelan

Reaksi lambat

Sedang

Daun menutup agak cepat

Reaksi agak cepat/srentak

Kasar

Daun menutup cepat sekali

Reaksi cepat/spontan

Tabel 2.2. Hasil pengamatan gerak Niktinasti


Reaksi putri malu
No.

Putri malu
Mula-mula

Setengah jam kemudian

Disimpan di tempat
terang

Daun segar tanpa menutup

Daun segar tanpa ada


yang menutup

Ditutup kardus

Daun segar tanpa menutup

Daun menutup

Tabel 1.4. Hasil pengamatan Geotropisme negatif


Pengamatan Hari Ke-

Jenis
Pot
A
B

Keterangan

5,5

6,5

6,9

7,2

7,5

Lurus Ke atas

7,4

Tumbuh
menuju
arah
datangnya sinar matahari,
batang membengkok ke atas

5,5

5,9

6,4

6,8

7,2

e. Pembahasan
Gerak dan iritabilitas merupakan salah satu ciri makhluk hidup baik hewan maupun
tumbuhan. Gerak pada hewan mudah diamati, sedangkan gerak pada tumbuhan tidak
mudah diamati, kecuali tumbuhan putri malu yang melakukan niktinasti dan
seismonasti.
f. Kesimpulan
Cepat lambatnya reaksi tumbuhan dalam menanggapi rangsang tergantung pada halus,
sedang, dan kasarnya sentuhan. Tumbuhan tumbuh mengikuti arah datangnya sinar
(rangsang cahaya).

g. JawabanPertanyaan
1) Contoh tanaman lain yang dapat melakukan gerak niktinasti selain putri malu adalah
tanaman petai cina dan pohon turi. Karena proses niktinasti banyak terjadi pada
tumbuhan berdaun majemuk.Niktinasti terjadi karena sel-sel motor di persendian
tangkai daun (anak-anak daun majemuk) atau pulvinus memompa ion K + dari satu
bagian ke bagian lainnya sehingga menyebabkan perubahan tekanan turgor.
Menurunnya tekanan turgor ini disebabkan karena pengaruh perubahan suhu.
2) Gerak niktinasti terjadi karena pengaruh perubahan suhu yaitu rangsangan cahaya,
sedangkan gerak seismonasti terjadi karena pengaruh rangsangan sentuhan.
3) Pada percobaan geotropisme di atas sekaligus membuktikan fototropisme karena arah
tumbuh batang menuju ke arah cahaya matahari. Jenis fototropisme yang terjadi adalah
fototropisme positif karena arah tumbuh batang menuju sumber rangsang cahaya.

3. KEGIATAN PRAKTIKUM 1.3 : RESPIRASI PADA MAKHLUK HIDUP


a. Tujuan
1) Membuktikan bahwa respirasi memerlukan oksigen (O2)
2) Membuktikan bahwa respirasi menghasilkan karbondioksida (Co2)
b. Alat dan Bahan
1) Untuk membuktikan bahwa respirasi memerlukan oksigen (O2)
a) Botol kecil 3 buah
b) Sedotan air kemasan gelas 3 buah
c) Plastisin secukupnya
d) Vaselin secukupnya
e) Kapur sirih secukupnya
f) Kapas secukupnya
g) Kacang merah/ kacang hijau yang berkecambah secukupnya
h) Kecoa atau belalang 1 ekor
i) Pipet tetes 1 buah
j) Air yang diberi pewarna merah secukupnya

2) Untuk membuktikan bahwa respirasi menghasilkan karbondioksida (Co2)


a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)

Kapur tohor atau kapur sirih secukupnya


Air suling, bila tidak ada bias digunakan air tawar secukupnya
Botol selai / botol mulut lebar 3 buah
Plastisin secukupnya
Sedotan limun 6 buah
Spidol 1 buah
Selang plastic kecil 1 meter
Kertas saring (jika perlu) 2 lembar
Corong plastic ukuran kecil 1 buah

c. Cara Kerja
1) Untuk membuktikan bahwa respirasi memerlukan oksigen (O2)
a) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan
b) Masukkan sedikit kapur sirih ke dalam dasar botol, selanjutnya masukkan kapas
secukupnya
c) Masukkan kacang merah / kecambah yang sedang berkecambah ke dalam botol
yang telah diberialat kapas pada langkah (b)
d) Lapisi bagian dekat pangkal sedotan air kemasan dengan segumpal plastisin,
kira-kira dapat menutup mulut botol, selanjutnya masukkan pangkal sedotan air
kemasan yang dilapisi gumpalan plastisin tersebut hingga plastisin menutup
mulut botol, sedotan air kemasan menghubungkan udara luar dengan udara di
dalam botol
e) Rapikan ploastisin pada mulut botol hingga mulut botol tertutup dengan rapat
dan rapi
f) Olesi dengan vaselin celah yang terjadi di antara plastisin dengan sedotan air
kemasan gelas agar tidak terjadi kebocoran udara yang dapat menghambat
jalannya percobaan
g) Respirometer buatan ini selanjutnya diberi label A dengan menggunakan spidol,
kemudian letakkan secara horizontal
h) Lakukan langkah a-g dengan cara yang sama, namun kecambah diganti dengan
kecoa atau belalang dan diberi label B
i) Lakukan langkah a-g, hanya tanpa menggunakan makhluk hidup (sebagai
control) dan diberi label C

j) Dalam waktu yang hamper bersamaan, dengan menggunakan pipet tetes


tetesilah ujung sedotan air kemasan gelas pada setiap respirometer dengan air
yang diberi warna merah
k) Amatilah tetesan air berwarna pada setiap respirometer dengan selang 5 menit
selama 5 kali pengamatan
l) Tuangkan hasil pengamatan pada lembar kerja (table yang disiapkan)

2) Untuk membuktikan bahwa respirasi menghasilkan karbondioksida (Co2)


a) Membuat air kapur jenuh
1) Larutkan kapur tohor atau kapur sirih ke dalam 250 ml hingga jenuh
(sebagian ada yang tidak melarut)
2) Biarkan air kapur mengendap semalaman hingga diperoleh air yang jernih
3) Sedotlah air kapur yang jernih dengan selang plastic kecil, hati-hati agar
endapan kapur tidak ikut tersedot
4) Bila anda ceroboh, maka endapan kapur akan ikut tersedot dan air menjadi
keruh. Bila hal ini terjadi lakukan penyaringan dengan menggunakan kertas
saring yang diletakkan pada corong plastic, hingga diperoleh air kapur yang
benar-benar jernih
b) Tuangkan air kapur jenuh pada botol selai A,B, dan C dengan ukuran yang
sama, lebih kurang 50 ml
c) Pasanglah perangkat percobaan lainnya yaitu sedotan limun dan plastisin.
d) Hisaplah udara dari botol A, melalui sedotan limun (1), gunakan untuk bernafas.
Selanjutnya hembuskan nafas anda pada botol B melalui sedotan limun 1
e) Lakukan langkah (4) berkali-kali hingga air kapur di botol B menjadi keruh
f) Amati kedudukan air berwrna dalam pipa dari sedotan aqua gelas pada setiap
respirometer
g) Tuangkan hasil pengamatan pada lembar kerja (table pengamatan)
d. Hasil pengamatan
1) Pernafasan memerlukan oksigen
Tabel 1.5.
hasil pengamatan Respirasi memerlukan udara (oksigen)
Keadaan Air Berwarna pada Respirometer, 5 menit:
No.

Respirometer
Pertama

Kedua

Ketiga

Keempat

Kelima

1.

0,1

0,2

0,3

0,5

0,5

2.

0,4

0,7

0,9

1,05

3.

2) Pernafasan mengeluarkan karbondioksida


Tabel 1.6
hasil pengamatan Respirasi menghasilkan Karbondioksida
Botol Percobaan

Kondisi Mula-Mula

Kondisi Akhir Percobaan

Jernih

Jernih

Jernih

Keruh

Jernih

Keruh

e. Pembahasan
1) Respirasi memerlukan oksigen
a) Berdasarkan hasil pengamatan, kami menemukan bahwa tetesan air berwarna
pada respirometer A (yang diisi kecambah) berjalan dari 0 cm menjadi 0,1
cmuntuk 5 menit pertama, berjalan kembali menjadi 0,2cm untuk 5 menit
kedua, berjalan lagi menjadi 0,3cm setelah 5 menit ketiga, sedangkan untuk 5
menit keempat dan kelima respirometer menunjukkan angka yang sama yaitu
0,5cm.
b) Berdasarkan hasil pengamatan, kami menemukan bahwa tetesan air berwarna
pada respirometer B (yang diisi jangkrik) berjalan dari 0 cm menjadi 0,4
cmuntuk 5 menit pertama, berjalan kembali menjadi 0,7cm untuk 5 menit
kedua, berjalan lagi menjadi 0,9 cm setelah 5 menit ketiga, sedangkan untuk 5
menit keempat 1 cm dan 5 menit kelima respirometer menunjukkan
angka 1,05cm.
c) Berdasarkan hasil pengamatan, kami menemukan bahwa tetesan air berwarna
pada respirometer C (tanpa diisi makhluk hidup) tidak berjalan dan
menunjukkan angka yang sama yaitu 0 ml baik pada waktu 5 menit pertama,
kedua, ketiga, keempat maupun kelima.
d) Berdasarkan hasil pengamatan pada Tabel 3.1 dapat kita amati bahwa cairan
berwarna pada respirometer yang diisi makhluk hidup dapat berjalan/berpindah
tempat hal ini menunjukkan adanya pergeseran/pergerakan udara (oksigen) di
dalam respirometer, sedangkan cairan berwarna pada respirometer tanpa
makhluk hidup tidak berjalan hal ini menunjukkan tidak adanya pergerakan
udara (oksigen) di dalam respirometer.
2) Respirasi mengeluarkan Karbondioksida
Dari percobaan diatas, kami telah membuat alat pernapasan sederhana yang
bertujuan untuk membuktikan bahwa sistem pernapasan manusia menghasilkan gas
karbondioksida. Berdasarkan percobaan yang telahdilakukan, proses pernapasan
manusia menghasilkan karbondioksida. Hal ini dibuktikan oleh larutan kapur yang
telah di uji yaitu air kapur yang jernih menjadi lebih keruh
setelah ditiup dengan selang atau sedotan.Pada proses pernapasan, oksigen yang
dihirup pada saat menarik napas akanberdifusi masuk ke darah dalam kapiler darah
yang menyelubungi alveolus. Selanjutnya, sebagian besar oksigen diikat oleh
hemoglobin untuk diangkut ke sel-sel jaringan tubuh. Hemoglobin yang terdapat
dalam butir darah merah atau eritrosit ini tersusun oleh senyawa hemin atau hematin
yang mengandung unsur besi dan globin yang berupa protein. Hasil pernapasan
yang dikeluarkan adalah berupa CO2. Sebenarnya reaksi pernapasan berupa
pengolahan O2 menjadi energy dan penglepasan CO2 tersebut dilakukan di dalam sel
dan terjadi pada bagian yang disebut mitokondria. Udara hasil pernapasan selain
CO2 adalah H2O (uap air). Oleh karena itulah, apabila kitamengembuskan napas di
kaca akan terbentuk titik-titik air.Pertukaran gas antara oksigen dengan
karbondioksida dari atmosfer, yang menyediakan kandungan gas oksigen sebanyak
21% dari seluruh gas yang ada. Oksigen masuk kedalam tubuh melalui perantaraan
alat pernapasan yang berada di luar. Pada manusia, alveolus yangterdapat di paruparu berfungsi sebagai permukaan untuk tempat pertukaran gas. Pada udara

pernapasan ada udara yang masuk dan ada udara yang dikeluarkan. Susunan atau
komposisi udara yang masuk dan udara yang dikeluarkan dalam pernapasan
berbeda-beda. Perbedaan komposisikandungan gas dalam udara terdiri atas
nitrogen79,01 %, oksigen 20,95 %, carbondioksida 0,04 % dan sisanya adalah gasgas lain. Sedangkan komposisi gas yang keluar dari udara yang dipernapaskan
terdiri dari nitrogen 79,6 %, oksigen 18,6 %, dan karbondioksida 4,0 %. Manusia
membutuhkan suply oksigen secara terus-menerus untuk proses respirasi sel, dan
membuang kelebihan karbondioksida sebagai limbah beracun produk dari proses
tersebut.
f. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap makhluk hidup pasti
melakukan respirasi/pernapasan dan ketika melakukan respirasi, makhluk hidup
memerlukan udara (oksigen). Kesimpulan dari hasil percobaan ini adalah dapat
dibuktikan bahwa setelah kita menghirup oksigen akan dihembuskan karbon dioksida,
hal ini ditunjukkan pada perubahan air kapur yang awalnya jernih kemudian berubah
menjadi keruh setelah berikatan dengan karbondioksida. Warna kapur yang keruh itulah
yang menjadi bukti nyata hasil dari endapan reaksi air kapur dengan karbondioksida.
g. Jawaban pertanyaan
1. Guna kapur sirih dalam percobaan respirasi memerlukan oksigen adalah untuk
mengikat sehingga yang
dikeluarkan
jangkrik
setelah
melakukan
respirasi/pernapasan bereaksi dengan kapur sirih.

2. Pergerakan tetesan pewarna pada respirometer

a) tetesan pewarna (eosin) pada respirometer A berjalan pelan karena makhluk


hidup (kecambah) respirasinya lamban. Kecambah lebih sedikit memerlukan
Co2.
b) tetesan pewarna (eosin) pada respirometer B berjalan lebih cepat karena
belalang memerlukan O2 lebih banyak dalam respirasi.
c) Pada respirometer C tetesan pewarna (eosin) tidak berjalan karena dalam
respirometer tidak terdapat makhluk hidup jadi tidak ada respirasi.
3. Air kapur yang paling keruh didapatkan pada botol (B), karena pada udara hasil
pernapasan dari hisapan udara di botol (A) banyak mengandung CO2. Karena
terdapat endapan garam pada air kapur. Ketika air kapur (Ca(OH)2) direaksikan
dengan CO2 yang dihasilkan oleh ekspirasi pernapasan kita akan menghasiulkan
garam (CaCO3) dan air (H2O). Garam inilah yang menyebabkan air kapur menjadi
keruh.

LEMBAR KERJA PRAKTIKUM IPA SD


PDGK4107 MODUL II
MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA
NAMA
NIM
UPBJJ

: BAMBANG
: 825607199
: MATARAM

1. KEGIATAN PRAKTIKUM 2.1 : EKOSISTEM

NAMA
: BAMBANG
NIM
: 825607199
UPBJJ-UT : MATARAM
KEGIATAN PRAKTIKUM 3 : PERTUMBUHAN PERKEMBANGAN DAN
PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP
1. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
a. Hasil pengamatan
Tabel 1.10
Hasil pengamatan pertumbuhan kecambah kacang merah
Hari Gambar
Pertumbuhan Panjang
Ke
Kecambah Kacang Merah
Akar
0
Kondisi awal
1 mm
1
Tumbuh akar
1-1.5mm
2
Terlihat batang
2-3 mm
3
Terlihat batang, daun
5-10 mm
4
Tumbuh daun
10 mm
5
Batang semakin panjang
10-15 mm
6
Batang semakin panjang
15-20 mm
7
Batang semakin panjang
5 cm
8
Batang semakin panjang
7 cm
9
Batang semakin panjang
8 cm
10
Batang semakin panjang
9 cm
11
Batang semakin panjang
10 cm
12
Batang semakin panjang
12 cm
13
Batang semakin panjang
13 cm
14
Batang semakin panjang
14 cm

Keterangan
Batang
2-3 mm
8-10 mm
20 mm
40 mm
150 mm
15 cm
23 cm
26 cm
29 cm
30 cm
33 cm
36 cm
40 cm
43 cm
45 cm

Bakal akar terlihat


Jelas terlihat
Biji kacang terangkat
Terangkat ke atas
Tumbuh daun
Daun bertambah
Berambah panjang
Berambah panjang
Berambah panjang
Berambah panjang
Berambah panjang
Berambah panjang
Berambah panjang
Berambah panjang
Berambah panjang

b. Pembahasan
Berdasarkan hasil praktikum dapat diketahui bahwa pada minggu pertama hingga minggu
kedua terdapat perubahan. Pada umur 1 hari panjang akar 1mm dan terus bertambah
panjangnya hingga minggu ke 2 panjangnya mencapai 14 cm, begitu juga batang dan
tumbuhnya daun. Hal itu dikarenakan sel terus membelah dan berdiferensiasi dan
merupakan akibat dari aktivitas meristem lateral. Ukuran akar yang semakin panjang
dikarenakan pada ujung akar sel selnya selalu membelah karena adanya aktifitas
meristem apikal. Pertumbuhan dan perkembangan juga terjadi pada daun. Daun yang
semula hanya 1 helai kecil tumbuh menjadi 2 helai yang kemudian membesar begitu juga
dengan bertambah panjangnya batang kecambah.
c. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum pada pertumbuhan dan perkembangan dapat disimpulkan
bahwa pertumbuhan dan perkembangan organisme merupakan hasil dari pembelahan sel,
pembesaran sel serta diferensiasi sel. Proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman
jagung dan kacang tanah khususnya dari waktu ke waktu mengalami perubahan tumbuh
tanaman apabila dilihat dari bertambahnya tinggi, jumlah daun, diameter akar dan batang
pada tanaman. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut dipengaruhi oleh faktor

dari luar maupun dari dalam. Faktor dari dalam berupa hormon sedang faktor dari luar yaitu
gen, cahaya matahari, suhu udara, kelembaban udara, tanah, nutrisi dan air.
d. Jawaban Pertanyaan
1.

Pada hari pertama akar sudah mulai tumbuh (Nampak bakal akar)
2.

B.
1.

Arah

tumbuh

kecambah

ke

atas

karena

mencari

sinar

matahari

KEGIATAN PRAKTIKUM 2: SIMBIOSIS


Simbiosis Paratisme

a.
Hasil Pengamatan
Hasil Pengamatan Simbiosis Paratisme
Jenis
Hubungan
Parasitisme

Pihak Yang

Pihak Yang

Dirugikan

Diuntungkan

Jenis Makhluk

Jenis
Makhluk

NO
Hidup

Pohon Mangga Pohon Mangga


dan Benalu

Manusia
dengan Kutu

Manusia

Lalat pada sapi

Sapi

Jenis Kerugian

Hidup
pohon
mangga
dirugikan karena
Benalu
makanannya
"dirampas" oleh
benalu.

Benalu
yang
hidup
menempel pada pohon
mangga
mendapat
keuntungan
dengan
menyerap makanan dari
pohon mangga.

Manusia
Dirugikan Karena
Darahnya Dihisap Kutu
Oleh Kutu

Kutu yang Hidup Dikepala


Manusia
Dapat
Menguntungkan dengan
menyerap darah dikepala
manusia

Gatal
dan Lalat
penyakit kulit

Menghisap darah
Mendapat
makanan

Tali putri pada Pohon tetehan


pohon tetehan

Menghambat
pertumbuhan

Cacing kremi Manusia


pada manusia

Sakit perut dan Cacing


gatal anus
kremi

b.

Pembahasan

Jenis Keuntungan

Tali putri

Sari

sari

Dapat Menyerap Makanan


pada Manusia

Simbiosis parasitisme adalah hubungan dua individu berbeda spesies yang hanya
menguntungka sepihak saja dan pihak yang lainnya dirugikan.
Kutu merugikan manusia karena kutu menghisap darah manusia. Manusia dirugikan
karena kutu menyebabkan gatal Pada Kepala Manusia.
Lalat menempel, mengganggu, dan menggigit (menghisap darah sapi) sehingga sapi
merasa gatal (dirugikan) darahnya berkurang.
Tali Putri yang biasanya menempel pada pohonTetehan, menyerap bahan makanan dari
Pohon Tetehan, sehingga pertumbuhan pohon Tetehan itu akan terhambat.
Pohon Benalu yang biasanya menempel pada pohon Mangga, menyerap bahan
makanan dari Pohon Mangga, sehingga pertumbuhan pohon Mangga itu akan terhambat.
Cacing kremi yang hidup di saluran pencernaan manusiamenyerap sari makanan yang
telah dicerna manusia, sehingga pencernaan manusia terganggu.
c.

Kesimpulan

Segala jenis hubungan dua individu berbeda spesies yang membuat satu pihak untung dan
pihak lain rugi disebut simbiosis parasitisme. Parasit tidak akan membunuh inangnya
karena kalau inangnya mati, maka parasitnya juga akan mati karena kekurangan sumber
makanan.
d.

Jawaban Pertanyaan

1.
Hubungan antara kutu anjing dan anjing merupakan hubungan parasitisme, karena
kutu anjing diuntungkan dengan cara menghisap darah anjing. Sedangkan anjing dirugikan
karena darahnya berkurang dan menderita gatal-gatal (penyakit kulit)
2.
Pada hubungan di atas ada hubungan yang dapat mengakibatkan kematian misalnya
hubungan antara nyamuk dan manusia. Nyamuk aides aygepty dapat menyebabkan
penyakit demam berdarah. Jika terlambat mendapat pertolongan maka dapat
mengakibatkan kematian.. nyamuk cikungunya dapat mengakibatkan kelumpuhan pada
manusia.
2.

Simbiosis Komensalisme

a.

Hasil Pengamatan

Hasil Pengamatan Simbiosis Komensalisme

NO

Jenis Hubungan
Simbiosis

Pihak Yang Digunakan


Jenis Makhluk
Jenis Keuntungan
Hidup

Jenis Makhluk Hidup


Yang Tidak Untung
dan tidak Rugi

Tumbuhan paku dan Tumbuhan paku


pohon jati

Mendapat
hidup

tempat Pohon jati

Anggrek dan pohon anggrek


mangga

Mendapat
hidup

tempat Pohon mangga

Ikan remora dan ikan Ikan remora


hiu

Terhindar
dari Ikan hiu
bahaya musuh dan
mendapat sisa-sisa
makanan

Pohon sirih pohon sirih


mngga

pohon sirih ahnya pohon mngga


menumpang tempat
tinggal di pohon /
Inangnya

b. Pembahasan
Tumbuhan paku menempel pada pohon jati namun tidak menyerap makanan dari
inangnya karena tumbuhan paku dapat membuat makanan sendiri.
Anggrek yang hidup dengan cara menempel pada pohon mangga tidak menyerap
makanan dari inangnya karena anggrek dapat membuat makanan sendiri.
Dalam hubungan ikan remora dan ikan hiu, ikan remora bisa berada di sekitar ikan hiu
agar terhindar dari bahaya musuh dan bias mendapatkan makanan sisa ikan hiu tanpa
mengganggu ikan hiu.
Sirih yang hidup dengan cara menempel pada pohon mangga tidak menyerap makanan
dari inangnya karena Sirih dapat membuat makanan sendiri
c. Kesimpulan
Simbiosis komensalisme melibatkan dua individu dimana yang satu diuntungkan,
sedangkan yang lainnya tidak diuntungkan dan tidak dirugikan.
d. Jawaban Pertanyaan
Simbiosis komensalisme jika terjadi berlebihan juga akan dapat merugikan pihak lain.
Contohnya: anggrek yang ditanam dua, tiga, atau lebih pada satu pohon mangga juga dapat
menghambat pertumbuhan pohon mangga atau berkurangnya produktivitas buah mangga.

3.

Simbiosis Mutualisme

a.

Hasil Pengamatan

Hasil Pengamatan Simbiosis Komensalisme

NO

Jenis
Hubungan
Simbiosis

Pihak 1 yang

Pihak II yang

diuntungkan

diuntungkan

Jenis

Jenis keuntungan

Jenis

Jenis keuntungan

Makhluk
Hidup
Kupu-kupu

Makhluk
Hidup

kupu-kupu
dan bunga

burung jalak Burung Jalak Burung jalak yang Kerbau


dan kerbau.
hinggap di punggung
kerbau makan kutu,

Kerbau
Untung
Kutunya
Habis

3.

Lebah
Bunga

Bunga
sepatu
membutuhkan
lebah
untuk
membantu
terjadinya proses
penyerbukan

dan lebah

yang hinggap di bunga Bunga


mendapat keuntungan
karena
dapat
mengambil nektar dari
bunga

Lebah membutuhkan Bunga


madu yang terdapat
pada bunga sepatu
sebagai makanannya.

Bunga
juga
mendapat
keuntungan
karena kupu-kupu
dapat membantu
terjadinya
penyerbukan.
Juga
karena
Bisa

b Pembahasan
Dalam Tabel Diatas hubungan antara hewan Dan Tumbuhan,Saling Menguntungkan
dan tidak Saling Merugikan. Jadi keduanya sama-sama diuntungkan.
c. Kesimpulan
Simbiosis mutualisme adalah hubungan dua spesies yang hidup bersama dan saling
menguntungkan.
d. Jawaban Pertanyaan
Contoh simbiosis mutualisme dalam tubuh manusia yaitu :
1. Bakteri Eschereria coli yang hidup di kolon (usus besar) manusia, berfungsi
membantu membusukkan sisa pencernaan juga menghasilkan vitamin B12, dan vitamin K
yang penting dalam proses pembekuan darah.
2. Bakteri Bacillus brevis, Bacillus subtilis, dan Bacillus polymyxa menghasilkan zat
antibiotik

LEMBAR KERJA PRAKTIKUM IPA SD


PDGK1407 MODUL I
MAKHLUK HIDUP
NAMA
:
NIM
:
UPBJJ
:
I.
a.

KEGIATAN PRAKTIKUM 1.1 : CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP


Hasil Pengamatan
Tabel 1.1 Hasil Pengamatan Ciri-ciri Makhluk Hidup
No Nama Makhluk Hidup

Ciri-Ciri Makhluk Hidup *)


1

Ayam

Burung Kenari

Ikan Hias

Pohon Mangga

Bunga Anggrek

Tanaman Cabe

Sapi

Kucing

Rumput

10

Tanaman Putri Malu

*) Keterangan :
1. Bergerak dan Bereaksi Terhadap Rangsang
2. Bernapas
3. Perlu Makan
4. Tumbuh
5. Berkembang
b.
1.

Pembahasan
Bernafas
Mahluk hidup bernafas untuk bertahan hidup. Ketika bernafas, mahluk hidup mengambil
oksigen ( zat asam ) dan mengeluarkan zat asam arang ( karbon dioksida ) serta uap air.

2.

Tumbuh kembang
Tumbuh : suatu proses bertambah besarnya ukuran makhluk hidup atau volume dan
penambahan ukuran tidak kembali pada ukuran semula.

Kembang : proses menuju kedewasaan yang dipengaruhi oleh hormon, nutrisi dan
lingkungan.
3. Perlu makan dan air
Setiap mahluk hidup memerlukan makanan. Hal ini bertujuan agar dapat mempertahankan
hidup, menghasilkan energi, dan pertumbuhan. Setiap mahluk hidup mempunyaicara
berbeda beda dalam memperoleh makanan. Tumbuhan dapat membuat makanan sendiri
melalui proses fotosintesis. Hewan dan manusia tidak dapat membuat makanan sendiri,
tetapi tergantung pada mahluk hidup lainnya.
4.

Berkembang biak
Berkembangbiak adalah cara memperbanyak diri untuk mempertahankan kelestarian
jenisnya.

5.

Menanggapi rangsang
Sesuatu yang ada di luar tubuh mahluk hidup merupakan rangsangan. Rangsangan dapat
berupa cahaya, panas, bunyi, dingin, bau, sentuhan, gelap, dan terang. Mahluk hidup
memiliki kemampuan menerima dan menanggapi rangsangan.

c.

Kesimpulan
Hewan dan tumbuhan adalah makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri sebagai makhluk
hidup. Makhluk hidup merupakan benda hidup yang selain memiliki ciri atau sifat sebagai
benda, juga memiliki sifat atau ciri yang membedakan dari benda tak hidup adalah dalam
hal berkembangbiak, menerima dan member tanggapan terhadap rangsang, dapat tubuh
kembang, perlu makan dan air, serta melakukan pernafasan.

d.

Jawaban Pertanyaan

1) Iya benar, tumbuhan memenuhi ciri ciri gerak dan bereaksi terhadap rangsang. Hal ini
bisa dibuktikan apabila tanaman putri malu disentuh atau terkena rangsangan, daunnya
akan menutup.
2) Persamaan dan perbedaan ciri kehidupan hewan dan tumbuhan
Perbedaan

No. Persamaan
1

Tumbuhan

Sama sama melakukan

Tidak
memiliki
pernapasan
pernapasan khusus

Mengambil
mengeluarkan gas
pasif

Hewan
alat

Umumnya memiliki alat


pernapasan khusus

dan

Mengambil
secara mengeluarkan gas
aktif

dan
secara

Sama-sama memerlukan

Dapat
menyusun

Makan makhluk hidup


makanan dan air
makanan sendiri dari zat zat lain
sederhana
yang
ada

Makanan diambil dalam


dilingkungannya
bentuk padat dan cair

Makanan diambil dalam

bentuk gas dan cair


3

Sama-sama dapat tumbuh

Tumbuh
kembang

Masa tertentu serempak


dan berkembang
berlangsung selama hidupnya, pada seluruh bagian tubuh
ada di daerah tumbuh tertentu

Bentuk tubuh tertentu,

Bentuk tubuh menyebar jumlah


bagian
tubuh
dan bercabang, jumlah bagian tertentu.
tubuh tak tentu

Sama-sama
dapat

Pembuahan terjadi di

melakukan
dalam
alat
perkembangbiakan secara perkembanganbiakan betina
kawin atau tak kawin

Umumnya jumlah anak

banyak, tidak dipelihara induk


dan dilindungi induk

Pembuahan
terjadi di dalam
maupun luar tubuh

dapat
tubuh

Umumnya jumlah anak


terbatas
dipelihara
dan
dilindungi

Sama-sama menerima dan

Reaksi lambat, terbatas,

Reaksi
terhadap
memberikan
tanggapan dan lebih pasif
rangsang cepat, simultan
terhadap rangsang
dan aktif

Umumnya menetap atau


bergerak sebagian tubuh

Dapat berpindah tempat

2. GERAK PADA TUMBUHAN


a. Hasil Pengamatan
1.

Seismonasti dan Niktinasti

Tabel 1.2 Hasil Pengamatan Seismonasti


No. Jenis sentuhan

Reaksi

Keterangan

Halus

Daun menutup pelan

Reaksi lambat

Sedang

Daun menutup agak cepat

Reaksi agak cepat/srentak

Kasar

Daun menutup cepat sekali

Reaksi cepat/spontan

Tabel 2.2. Hasil pengamatan gerak Niktinasti


No. Putri malu

Reaksi putri malu


Mula-mula

Disimpan
terang

di

tempat Daun segar tanpa menutup

Ditutup kardus

Daun segar tanpa menutup

Setengah jam kemudian


Daun segar tanpa ada
yang menutup
Daun menutup

Tabel 1.4. Hasil pengamatan Geotropisme negatif


Jenis
Pot

Pengamatan Hari Ke1

5,5

6,5

6,9

7,2

7,5

Lurus Ke atas

7,4

Tumbuh
menuju
arah
datangnya sinar matahari,
batang membengkok ke atas

5,5

5,9

6,4

Keterangan

6,8

7,2

b. Pembahasan
Gerak dan iritabilitas merupakan salah satu ciri makhluk hidup baik hewan maupun
tumbuhan. Gerak pada hewan mudah diamati, sedangkan gerak pada tumbuhan tidak
mudah diamati, kecuali tumbuhan putri malu yang melakukan niktinasti dan seismonasti.
c. Kesimpulan
Cepat lambatnya reaksi tumbuhan dalam menanggapi rangsang tergantung pada halus,
sedang, dan kasarnya sentuhan. Tumbuhan tumbuh mengikuti arah datangnya sinar
(rangsang cahaya).
d. JawabanPertanyaan
1)

Contoh tanaman lain yang dapat melakukan gerak niktinasti selain putri malu adalah
tanaman petai cina dan pohon turi. Karena proses niktinasti banyak terjadi pada tumbuhan
berdaun majemuk.Niktinasti terjadi karena sel-sel motor di persendian tangkai daun (anakanak daun majemuk) atau pulvinus memompa ion K+ dari satu bagian ke bagian lainnya
sehingga menyebabkan perubahan tekanan turgor. Menurunnya tekanan turgor ini
disebabkan karena pengaruh perubahan suhu.

2)

Gerak niktinasti terjadi karena pengaruh perubahan suhu, sedangkan gerak seismonasti
terjadi karena pengaruh rangsangan sentuhan.

3. Respirasi Pada Makhluk Hidup


a. Hasil Pengamatan
1)

Pernafasan memerlukan oksigen

Tabel 1.5.
hasil pengamatan Respirasi memerlukan udara (oksigen)
No.

Respirometer

Keadaan Air Berwarna pada Respirometer, 5 menit:

2)

Pertama

Kedua

Ketiga

Keempat

Kelima

1.

0,1

0,2

0,3

0,5

0,5

2.

0,4

0,7

0,9

1,05

3.

Pernafasan mengeluarkan karbondioksida


Tabel 1.6
hasil pengamatan Respirasi menghasilkan Karbondioksida
Botol Percobaan

Kondisi Mula-Mula

Kondisi Akhir Percobaan

Jernih

Jernih

Jernih

Keruh

Jernih

Keruh

b. Pembahasan
a.

Respirasi memerlukan oksigen

1.

Berdasarkan hasil pengamatan, kami menemukan bahwa tetesan air berwarna pada
respirometer A (yang diisi kecambah) berjalan dari 0 cm menjadi 0,1 cmuntuk 5 menit
pertama, berjalan kembali menjadi 0,2cm untuk 5 menit kedua, berjalan lagi menjadi
0,3cm setelah 5 menit ketiga, sedangkan untuk 5 menit keempat dan kelima respirometer
menunjukkan angka yang sama yaitu 0,5cm.

2.

Berdasarkan hasil pengamatan, kami menemukan bahwa tetesan air berwarna pada
respirometer B (yang diisi jangkrik) berjalan dari 0 cm menjadi 0,4 cmuntuk 5 menit
pertama, berjalan kembali menjadi 0,7cm untuk 5 menit kedua, berjalan lagi menjadi 0,9
cm setelah 5 menit ketiga, sedangkan untuk 5 menit keempat 1 cm dan 5 menit kelima
respirometer menunjukkan angka 1,05cm.

3.

Berdasarkan hasil pengamatan, kami menemukan bahwa tetesan air berwarna pada
respirometer C (tanpa diisi makhluk hidup) tidak berjalan dan menunjukkan angka yang
sama yaitu 0 ml baik pada waktu 5 menit pertama, kedua, ketiga, keempat maupun kelima.

4.

Berdasarkan hasil pengamatan pada Tabel 3.1 dapat kita amati bahwa cairan berwarna
pada respirometer yang diisi makhluk hidup dapat berjalan/berpindah tempat hal ini
menunjukkan adanya pergeseran/pergerakan udara (oksigen) di dalam respirometer,
sedangkan cairan berwarna pada respirometer tanpa makhluk hidup tidak berjalan hal ini
menunjukkan tidak adanya pergerakan udara (oksigen) di dalam respirometer.

b.

Respirasi mengeluarkan Karbondioksida


Dari percobaan diatas, kami telah membuat alat pernapasan sederhana yang bertujuan untuk
membuktikan bahwa sistem pernapasan manusia menghasilkan gas karbondioksida.

Berdasarkan percobaan yang telahdilakukan, proses pernapasan manusia menghasilkan


karbondioksida. Hal ini dibuktikan oleh larutan kapur yang telah di uji yaitu air kapur yang
jernih menjadi lebihkeruh
setelah ditiup dengan selang atau sedotan.Pada proses pernapasan, oksigen yang dihirup
pada saat menarik napas akanberdifusi masuk ke darah dalam kapiler darah yang
menyelubungi alveolus. Selanjutnya, sebagian besar oksigen diikat oleh hemoglobin untuk
diangkut ke sel-sel jaringan tubuh. Hemoglobin yang terdapat dalam butir darah merah atau
eritrosit ini tersusun oleh senyawa hemin atau hematin yang mengandung unsur besi dan
globin yang berupa protein. Hasil pernapasan yang dikeluarkan adalah berupa CO 2.
Sebenarnya reaksi pernapasan berupa pengolahan O2 menjadi energy dan penglepasan
CO2 tersebut dilakukan di dalam sel dan terjadi pada bagian yang disebut
mitokondria. Udara hasil pernapasan selain CO2 adalah H2O (uap air). Oleh karena itulah,
apabila kitamengembuskan napas di kaca akan terbentuk titik-titik air.Pertukaran gas antara
oksigen dengan karbondioksida dari atmosfer, yang menyediakan kandungan gas oksigen
sebanyak 21% dari seluruh gas yang ada. Oksigen masuk kedalam tubuh melalui
perantaraan alat pernapasan yang berada di luar. Pada manusia, alveolus yangterdapat di
paru-paru berfungsi sebagai permukaan untuk tempat pertukaran gas. Pada udara
pernapasan ada udara yang masuk dan ada udara yang dikeluarkan. Susunan atau komposisi
udara yang masuk dan udara yang dikeluarkan dalam pernapasan berbeda-beda. Perbedaan
komposisikandungan gas dalam udara terdiri atas nitrogen79,01 %, oksigen 20,95 %,
carbondioksida 0,04 % dan sisanya adalah gas- gas lain. Sedangkan komposisi gas yang
keluar dari udara yang dipernapaskan terdiri dari nitrogen 79,6 %, oksigen 18,6 %, dan
karbondioksida 4,0 %. Manusia membutuhkan suply oksigen secara terus-menerus untuk
proses respirasi sel, dan membuang kelebihan karbondioksida sebagai limbah beracun
produk dari proses tersebut.
c. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap makhluk hidup pasti
melakukan respirasi/pernapasan dan ketika melakukan respirasi, makhluk hidup
memerlukan udara (oksigen). Kesimpulan dari hasil percobaan ini adalah dapat dibuktikan
bahwa setelah kita menghirup oksigen akan dihembuskan karbon dioksida, hal ini
ditunjukkan pada perubahan air kapur yang awalnya jernih kemudian berubah menjadi
keruh setelah berikatan dengan karbondioksida. Warna kapur yang keruh itulah yang
menjadi bukti nyata hasil dari endapan reaksi air kapur dengan karbondioksida.
d. Jawaban Pertanyaan
1.

Guna kapur sirih dalam percobaan respirasi memerlukan oksigen adalah untuk
mengikat
sehingga
yang dikeluarkan jangkrik setelah melakukan
respirasi/pernapasan bereaksi dengan kapur sirih.

2.

Tetesan pewarna (eosin) pada alat respirometer (A) bergerak dan (B) tidak bergerak. Hal
ini disebabkan karena respirometer (A) diisi dengan makhluk hidup (jangkrik) sedangkan
kita semua mengetahui bahwa setiap makhluk hidup melakukan respirasi. Pada saat
melakukan respirasi makhluk hidup memerlukan udara (oksigen). Dengan demikian,
tetesan pewarna (eosin) pada respirometer (A) bergerak disebabkan karena adanya
pergerakan/pergeseran udara (oksigen) di dalam respirometer. Tetesan pewarna (eosin) pada
alat respirometer (B) tidak bergerak karena tidak ada makhluk hidup di dalam respirometer

sehingga tidak terjadi respirasi di dalamnya akibatnya udara di dalam respirometer (B)
tidak bergerak dan tetesan pewarna (eosin) pada respirometer (B) pun tidak ikut bergerak.
3.

Air kapur yang paling keruh didapatkan dpada botol (B), karena pada udara hasil
pernapasan dari hisapan udara di botol (A) banyak mengandung CO2. Karena terdapat
endapan garam pada air kapur. Ketika air kapur (Ca(OH)2) direaksikan dengan CO2 yang
dihasilkan oleh ekspirasi pernapasan kita akan menghasiulkan garam (CaCO3) dan air
(H2O). Garam inilah yang menyebabkan air kapur menjadi keruh.

KEGIATAN PRAKTIKUM 2
SIMBIOSIS
I.

SIMBIOSIS PARASITISME

a. Data Pengamatan :
Gambar 2.1. Contoh Simbiosis Parasitisme
Tabel. 1.1. Hasil Pengamatan Simbiosis Parasitisme

Jenis
hubungan
parasitisme

Pihak yang dirugikan

Pihak yang diuntungkan

Jenis makhluk Jenis


hidup
kerugian

Jenis
makhluk
hidup

Jenis keuntungan

Parasitisme

Pohon Mangga

Diambil
makanan

Benalu

Mendapat makanan

Tanaman Pagar

Diambil
makanannya

Tali Putri

Mendapat makanan

Tanaman Jambu Diambil


air
makanannya

Ulat

Mendapat makanan

Kucing

Dihisap
darahnya

Kutu

Mendapat makanan

Manusia

Dihisap
darahnya

Kutu

Mendapat makanan

No

b. Pembahasan :
Benalu (Loranthus, suku Loranthaceae adalah sekelompok tumbuhan parasit yang
hidup dan tumbuh pada batang (dahan) pohon tumbuhan lain. Benalu dapat dijumpai
dengan mudah pada pohon-pohon besar di daerah tropis.Biji tumbuhan ini pada buahnya
menghasilkan getah seperti lem berbentuk jeli yang lengket.
Penyebaran tumbuhan ini terjadi dibantu oleh burung, apabila burung memakan
buah dan bijinya lalu mengekskresikan pada dahan pohon, bijinya yang lengket
akanmenempel pada dahan pohon selanjutnya akan berkecambah dan benalu muda mulai
tumbuh.
Pada pohon jambu air dan pohon mangga, benalu dan tali putri sebagai pohon
parasit akan memperoleh makanan dari pohon inangnya (pohon tempat
benalu/taliputrihidup). Kutu yang ada pada kucing akan menghisap darah kucing dan kutu
yang ada pada rambut manusia akan hidup dengan cara menghisap darah manusia.
c. Kesimpulan
Dari pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa makhluk hidup
hidup yang bersifat parasit akan mendapatkan keuntungan dan akan merugikan merugikan
pihak yang lain. Sebagai contoh yang mudah di temukan adalah benalu pada pohon
mangga dan pada pohon-pohon lainnya, putri malu pada inangnya, kutu akan mendapatkan
makanan dari kucing/hewan lain yang dihinggapinya, kutu akan menghisap darah pada
kepala manusia atau cacing akan memakan makanan yang ada dalam perut manusia.
d. Pertanyaan dan Jawaban
1.

Apakah hubungan kutu anjing dengan anjing merupakan hubungan parasitisme?


Jawab :
Ya, Karena dalam hal ini kutu mendapatkan makanan yang banyak dari anjing sedangkan
anjing dirugikan yaitu rusaknya bulu pada anjing

2.

Di antara hubungan parasitisme yang anda temukan ,adakah yang menyebabkan


kematian pada inangnya?
Jawab :
Ya, Terutama pada tumbuhan mangga apabila benalu didiamkan maka dia akan memakan
tumbuhan inangnya sehingga tumbuhan tersebut akan layu,kering dan mati.
II.

SIMBIOSIS KOMENSALISME

a. Hasil Pengamatan
Gambar 2.2. simbiosis komensalisme

No.

Jenis hubungan Pihak yang diuntungkan


Komensalisme
Jenis
Makhluk Jenis
Hidup
Keuntungan

Jenis Makhluk Hidup


yang tidak untung juga
tidak rugi

Tanaman anggrek Tanaman Aggrek


dengan
pohon
(Tumbuhan)
inangnya

Mendapatkan
tempat tinggal

Pohon (inangnya)

Tanaman
tanduk
dengan
inangnya

Mendapatkan
tempat tinggal

Tumbuhan (Pohon)

paku Paku TandukRusa


rusa (Tumbuhan)
pohon

Tabel. 1.2. Hasil Pengamatan Simbiosis Komensalisme


b.

Pembahasan
Simbiosis komensalisme merupakan hubungan antara 2 makhluk hidup dimana
pihak yang satu diuntungkan sedangkan pihak yang lain tidak diuntungkan dan tidak
dirugikan. Seperti pada contoh diatas berikut alasannya:

1.

Tanaman Anggrek dengan pohon inangnya


Tanaman anggrek biasanya hidup pada pohon yang tinggi untuk mendapat cahaya, sehingga
dapat melakukan fotosintesis sendiri. Akar tanaman adalah akar epifit, yaitu
mengembangkan akar sekulen dalam melekat pada batang pohon tempatnya tumbuh tetapi
tidak merugikan pohon inangnya.

2.

Tanaman paku tanduk rusa dengan pohon inangnya.


Tanaman tanduk rusa biasanya digunakan sebagai tanaman hias yang ditempelkan pada
batang pohon. Tanaman tanduk rusa memiliki sifat yang sama dengan tanaman anggrek,
yaitu tidak menyerap makanan dari tanaman inangnya.

c.

Kesimpulan
Simbiosis komensalisme merupakan pola interaksi antara makhluk hidup dimana
salah satu simbion mendapat keuntungan sedangkan simbion yang satunya lagi tidak
mendapatkan keuntungan juga tidak mengalami kerugian.

d.

JawabanPertanyaan
Hubungan komensalisme dalam kadar tertentu tidak menimbulkan kerugian, seperti
pada tanaman anggrek dengan pohon inangnya. Anggrek menempel pada inangnya hanya
untuk tempat hidup, bukan untuk mengambil sari-sari makanan pohon inangnya

III.

SIMBIOSIS MUTUALISME

a. Hasil Pengamatan
Tabel Hasil Pengamatan Simbiosis Komensalisme
No Jenis

Pihak I yang diuntungkan

Pihak II yang diuntungkan

hubunga
n
Simbiosis
1
2

Jenis
Makhluk
hidup

Jenis Keuntungan

Jenis
Makhluk
hidup

Jenis Keuntungan

Jamur dan Jamur


Ganggang

Mendapatkanmakanan Ganggan
g

Mendapatkan mineral
dan air

Bunga
dengan
Lebah

Dibantu
proses Lebah
penyerbukannya

MendapatkanMakanan

Bunga

Bungan
Bunga
Membantu
dan Kupu- (Tumbuhan) penyerbukan
kupu

proses Kupukupu
(Hewan)

Mendapatkanmakanan

b. Pembahasan
Simbiosis mutualisme adalah simbiosis yang menguntungkan kedua simbion,
simbion yang menguntungkan kelangsungan kedua simbion tersebut. Berikut uraian
pengamatan dari simbiosis mutualisme:

Jamur dengan Ganggang


Gambar Jamur dengan Ganggang Hijau
Jamur mendapatkan makanan dari hasil fotosintesis ganggang, sedangkan ganggang
mendapatkan air dan mineral tanah dari jamur

Bunga dengan Lebah

Gambar Lebah dengan Bunga


Bunga dibantu penyerbukan oleh lebah dan lebah
menghisap madu dari bunga.

Bunga dan Kupu-kupu

Gambar. Kupu-kupu pada bunga


Kupu-kupu mendapatkan nectar pada bunga sebagai makanannya. Sedangkan bunga
dapat melakukan proses penyerbukan dibantu oleh kupu-kupu.
c. Kesimpulan
Simbiosis mutualisme merupakan simbiosis yang saling menguntungkan. Tidak
ada pihak yang dirugikan dari kedua simbion. Karena salah satu simbion memerlukan
simbion lain untuk melakukan proses untuk kelangsungan hidupnya.
d. Jawaban Pertanyaaan

Contoh simbiosis mutualisme yang terjadi pada tubuh manusia adalah bakteri E. Colidalam
usus besar manusia yaitu untuk membantu proses pembusukan sisa pencernaan, sedangkan
bakteri E. Coli mendapatkan makanan.

KEGIATAN PRAKTIKUM 3
PERTUMBUHAN,
MAKHLUK HIDUP

1.
a.

PERKEMBANGAN,

DAN

PERKEMBANGBIAKAN

Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan


Data Hasil Pengamatan
Hasil Pengamatan Pertumbuhan dan Perkecambahan Biji Kacang Merah

Hari
Ke

Pertumbuhan
Kacang Merah

Kecambah Panjang

Keterangan

Akar

Batang

Kondisi awal

1 mm

2-3mm

Bakal akar terlihat

Tumbuh akar

1-1,5 mm

8-10 mm

Jelas terlihat

Terlihat batang

2-3 mm

20 mm

Biji kacang terangkat

Terlihat batang

5-10 mm

40 mm

Terangkat ke atas

b. Pembahasan
Berdasarkan hasil praktikum dapat diketahui bahwa pada minggu pertama terdapat
perubahan. Pada umur 1 hari panjang akar 1mm dan terus bertambah panjangnya hingga
minggu ke 2 panjangnya mencapai 14 cm, begitu juga batang dan tumbuhnya daun. Hal itu
dikarenakan sel terus membelah dan berdiferensiasi dan merupakan akibat dari aktivitas
meristem lateral. Ukuran akar yang semakin panjang dikarenakan pada ujung akar sel
selnya selalu membelah karena adanya aktifitas meristem apikal. Pertumbuhan dan
perkembangan juga terjadi pada daun. Daun yang semula hanya 1 helai kecil tumbuh
menjadi 2 helai yang kemudian membesar begitu juga dengan bertambah panjangnya
batang kecambah.
c. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum pada pertumbuhan dan perkembangan dapat disimpulkan
bahwa pertumbuhan dan perkembangan organismemerupakan hasil dari pembelahan sel,
pembesaran sel serta diferensiasi sel. Proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman
jagung dan kacang tanah khususnya dari waktu ke waktu mengalami perubahan tumbuh
tanaman apabila dilihat dari bertambahnya tinggi, jumlah daun, diameter akar dan batang

pada tanaman. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut dipengaruhi oleh faktor
dari luar maupun dari dalam. Faktor dari dalam berupa hormon sedang faktor dari luar yaitu
gen, cahaya matahari, suhu udara, kelembaban udara, tanah, nutrisi dan air.

2. Pertumbuhan dan Perkembangan tumbuhan


a. Hasil Pengamatan
Tabel 1.11.
Hasil pengamatan dan perkembangan lalat buah

b.

Hari Ke

Waktu Pengamatan

Kejadian / Perubahan

Siang

Belum ada perkembangan

Siang

Belum ada perkembangan

Siang

Belum ada perkembangan

Siang

Ada embrio

Pembahasan

Dari pengamatan yang telah dilakukan yaitu dimulai dari tanggal 29 april 2015
dengan mengamati pertumbuhan dan perkembangan siklus hidup lalat buah drospila sp dari
telur sampai dengan imago. Pengamatan dilakukan selama dua kali sehari selama 11 hari
setiap pagi dan sore. Dimana lalat buah disimpan didalam botol selai yang sudah ada
makanannya kemudian diletakkan di ruangan yang teduh.
Pada hari ke-0 s/d 1 tubuh lalat tetap berwarna kuning kecoklatan. Dan dihari kedua
mulai ada bercak-bercak putih yang tidak lain itu adalah telur. Kemudian dihari ke-3
bercak-bercak putih/ telur berubah menjadi larva yang berwarna puih, bersegmen dan mirip
dengan belatung tetapi bentuknya sangat kecil. Proses ini terus terjadi sampai hari ke-4 dan

dihari ke-5 larva mulai bergerak aktiv ditandai dengan tubuhnya yang menggeliat.
Tubuhnya bergerak semakin aktiv dengan merayap ke atas botol da ukurannya bertambah
besar. Pada hari ke-6 bentuknya hampir menyerupai pupa dimana tubuhnya mulai
memendek, berwarna putih dan sudah tidak bergerak lagi bahkan diam. Di hari 7 s/d 8
sudah mencapai fase pupa warnanya berubah menjadi putih kecoklatan, masih terlihat
diam, dan segmen tubuhnya mulai terlihat jelas. Pada hari ke 9s/d10 lalat buah mulai
menyerupai bentuk drospila / seperti induknya dahulu. Tetapi ukurannya kecil dan
sayapnya belum terbentang.dan dihari ke 11 lah sudah menjadi imago/lalat dewasa yang
siap unutk dilepas dari botol dan siap untuk terbang.
c.

Kesimpulan

Berdasarkan laporan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa Lalat buah adalah serangga
yang mudah berkembang biak. Dari satu perkawinan saja dapat dihasilkan ratusan
keturunan, dan generasi yang baru dapat dikembangbiakkan setiap dua minggu.
d. Jawaban pertanyaan
1. pada hari ke berapa lalat buah meletakkan telur-telurnya ?
2. pada hari keberapa pupa dan lalat dewasa terjadi ?
Tahapan fase daur hidup drosphilla sp adalah telur larva pupa lalat
muda lalat dewasa/ imago.

3.

Perkembangbiakan Tumbuhan
3.1. struktur bunga.
a. Hasil Pengamatan

Struktur pada bunga sepatu marupakan salah satu contoh bunga lengkap dan bunga
sempurna karena bunga sepatu memiliki kelopak, mahkota, putik dan benang sari. Dalam
pengamatan kita dapat melihat adanya serbuk sari yang mirip debu pada kepala putik.

Gambat 1.1
Morfologi bunga sepatu

Gambar 2.
Sayatan vertikal bunga sepatu
b.

Pembahasan

1. Kelopak bunga
Kelopak bunga merupakan bagian bunga paling besar, sebenarnya adalah pucuk daun yang
memiliki modifikasi. Fungsinya melindungi bunga sepatu kuncup. Bentuknya panjang dan
ujungnya lancip warnanya hijau.

3. Mahkota bunga
Mahkota bunga terletak dibagian dalam kelopak tersusun bertumpuk-tumpuk. Mahkota
berbentuk bundar dan lebar, pangkalnya kecil, warnanya merah. Karena warnanya yang
cantik dan bunga yang harum sehingga menjadi daya tarik serangga untuk datang
menghisap madu dan membantu proses penyerbukan.Jumlah mahkota ada 5 buah.
4. Benang sari

Benang sari ada di bagian dalam mahkota bunga. Benang sari bentuknya panjang dan kecil.
Pada ujungnya terdapat kepala sari. Warnanya merah kekuning-kuningan. Benang sari
fungsinya sebagai alat perkembangbiakan jantan. Jumlah benang sari ada 74 buah. Benang
sari tidak melekat pada mahkota, serbuk sarinya mirip debu yang terdapat pada kepala sari.
5. Putik
Putik ada di dalam mahkota bunga. Bentuknya bundar, jumlahnya ada 5 warnanya merah.
Fungsinya putik sebagai alat perkembangbiakan betina.
6. Bunga disayat secara vertikal
Ketika bunga disayat akan terlihat ovarium (bakal buah), yaitu suatu rongga pada bagian
dasar karpel dengan dinding tebal disekelilingnya dan di dalamnya terdapat satu atau lebih
ovulum yang nantinya ovarium ini berkembang menjadi buah. Selain ovarium juga terlihat
ovulum (bakal biji) pada tumbuhan berbiji, suatu struktur yang berisi gamet betina yang
setelah dibuahi gamet jantan berkembang menjadi embrio. Ovulum ini melekat pada
dinding ovarium melalui sebuah tangkai.
c.

Kesimpulan

Bunga sepatu memiliki struktur kelengkapan bunga tapi tidak bisa melakukan
perkembangan secara generatif. Hal tersebut terjadi karena letak putik berada diatas benang
sari, sehingga sulit terjadi penyerbukan dan pembuahan. Bunga sepatu dikembangbiakan
melalui cara vegetatif buatan yaitu dengan stek batang dan mencangkok.
d. Pertanyaan dan Jawaban
1.

Berapa buah benang sari bunga sepatu yang anda amati ?


Ada 5 buah benang sari

2.

Apa fungsi benang sari dan putik ? jelaskan !

Benang sari sebagai alat perkembangbiakan jantan, putik sebagai alat perkembangbiakan
betina. Karena tanpa adanya kedua alat perkembangbiakan tidak akan terjadi proses
pembuahan yang diawali proses penyerbukan yaitu peristiwa menempelnya dan jatuhnya
benang sari ke kepala putik.

3.2.

Perkembangan aseksual (vegetatif) alami


a.

Hasil Pengamatan

Tabel 1.12.
Perkembangan aseksual alami pada tumbuhan
Nama tumbuhan dan jenis Gambar tumbuhan dengan perkembangbiakan
perkembangbiakan aseksual
aseksual
Paku
(spora)
Bambu
(tunas)
Cocor bebek
(tunas daun/ tunas adventif)
Bawang merah
(umbi lapis)
Tebu
(umbi batang)
Wortel
(umbi akar)
Jahe (akar tinggal/ rhizoma)
geragih/ stolon
b.
1.

Pembahasan

Spora
Spora adalah sel yang berubah fungsi menjadi alat perkembangbiakan. Ukuran spora sangat
kecil dan bentuknya seperti biji. Tumbuhan yang berkembangbiak dengan spora yaitu
jamur, lumut, dan paku-pakuan

2.

Umbi batang
Umbi batang adalah batang yang tumbuh di dalam tanah dan ujungnya menggelembung
menjadi umbi. Umbi batang tersebut sebenarnya merupakan cadangan makanan bagi
tumbuhan itu. Pada permukaan umbi batang tumbuh sisik dan kuncup membentuk mata
tunas.

3.

Umbi lapis

Umbi lapis merupakan pelepah daun yang berlapis-lapis. Pada bagian atas umbi lapis
tumbuh daun, sedangkan pada bagian bawah umbi lapis terdiri dari cakram dan
akar serabut. Contoh tumbuhan yang memiliki umbi lapis, antara lain bawang merah,
bawang putih, bunga bakung, dan bunga tulip. Perkembangbiakan umbi lapis dimulai
dengan tumbuhnya siung pada tunas ketiak yang paling luar. Pada awal pertumbuhannya,
siung mengambil makanan dari induknya. Jika siung itu telah berdaun dan berakar, siung
itu dapat membuat makanannya sediri dengan melakukan fotosintesis.

4.

Umbi akar
Umbi akar adalah akar yang membesar berisi cadangan makanan. Jika umbi ini ditanam
bersama dengan pangkal batang maka akan tumbuh tunas. Tunas tersebut merupakan
tumbuhan baru. Contoh tumbuhan yang memiliki umbi akar, antara lain dahlia, wortel,
lobak, dan singkong. Pada singkong umbi akarnya tidak dapat untuk berkembang biak,
karena tidak ada pangkal batangnya. Sedangkan umbi akar pada dahlia dan wortel
dapat untuk berkembang biak karena ada tunas pada pangkal batangnya.

5.

Akar tinggal
Akar tinggal adalah batang yang seluruhnya berada dan tumbuh menjalar di permukaan
tanah. Tunas tumbuhan baru tumbuh dari ketiak sisik setiap buku akar tinggal. Contoh
tumbuhan yang memiliki akar tinggal, antara lain kunyit, jahe, lengkuas, dan kencur.

6.

Geragih
Geragih atau stolon adalah batang yang tumbuh mendatar di permukaan tanah. Tumbuhan
baru dimulai dengan kuncup ujung yang menyentuh tanah, kemudian membelok ke atas.
Pada bagian yang menyentuh tanah akan tumbuh tunas yang berakar dan berdaun. Tunastunas itu tumbuh menjalar dan tidak tergantung lagi pada induknya, tetapi masih tetap
berhubungan. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan cara geragih adalah
antanan, arbei, rumput teki, dan strowberi.

7.

8.

Tunas
Tunas tumbuh dari batang yang terdapat di dalam tanah. Tunas muda menjadi tumbuhan
baru dan tumbuh di sekitar induknya sehingga terbentuklah rumpun. Tunas ini tidak
tergantung pada induknya. Walaupun induknya ditebang, tunas ini akan tumbuh terus.
Tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas, antara lain pisang, bambu, dan tebu.
Tunas adventif
Tunas adventif adalah tunas yang tumbuh tidak di ujung batang dan ketiak daun. Tunas ini
tumbuh di bagian tumbuhan yang biasanya tidak bertunas, seperti pada bagian daun dan
akar. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas adventif adalah cocor bebek,
sukun, cemara, dan kersen/talok.
c.

Kesimpulan

Perkembangbiakan vegetatif alami dapat terjadi melalui spora, umbi batang, umbi lapis,
tunas, akar tinggal, geragih, dan tunas adventif

3.3.Perkembangan aseksual (vegetatif) buatan pada tumbuhan


a. Hasil Pengamatan
1. Menempel (Okulasi)
No

Kondisi tempelan hari ke-

Belum ada perkembangan

Belum ada perkembangan

Belum ada perkembangan

Belum ada perkembangan

2. Menyambung (enteng)
No

Kondisi tempelan hari ke-

Belum ada perkembangan

Belum ada perkembangan

Belum ada perkembangan

Belum ada perkembangan

3. Menyangkok

b.

N
O

KONDISI TEMPELAN HARI KE-

Belum ada perkembangan

Belum ada perkembangan

Belum ada perkembangan

Belum ada perkembangan

Pembahasan

Mencangkok
Teknik mencangkok ini telah umum digunakan oleh masyarakat. Tetapi dalam kegiatan
pencangkokkan ini terdapat beberapa kelemahan antara lain ; praktikan atau pencangkok
harus memiliki keahlian dalam pencangkokan ini, kegiatan pencangkokkan pada pohon
yang telah tinggi sukar dilakukan karena untuk mencangkok harus lebih dahulu memanjat.
Selain itu karena kegiatan pencangkokkan ini menggunakan cabag tanaman yang nantinya
dipotong, maka terlalu boros dalam pengguanaan bahan tanam (batang yang untuk
dicangkok). Untuk cangkokkan umumnya digunakan cabang orthotrof yang tidak telalu tua
maupun terlalu muda yang umumnya berwarna hijau kecoklat-coklatan. Bahan untuk
pembungkus cangkokkan biasanya digunakan sabut kelapa atau karung goni untuk
membungkus tanah sebagai media perakaran. Supaya cangkokkan dapat berhasil dengan
baik, dengan waktu yang relatif cepat dan ekonomis maka sabut kelapa atau karung goni
diganti dengan plastik. Medium perakaran tanah dapat diganti dengan gambut atau lumut.
Lumut yang digunakan sebagai media tanam mempunyai sifat selain anti septik juga dapat
menahan kandungan air yang cukup tinggi, sehingga dalam pelaksanaan pencangkokkan
tidak perlu terlalu sering disiram air. Mengenai kulit bagian atas yang diiris sebaiknya
dioles dengan Rootone F yang berguna untuk mempercepat dan memperbanyak keluarnya
akar.

Menyambung
Salah satu teknik menyambung yang dapat disampaikan dalam laporan ini adalah sambung
celah. Adapun teknik-teknik dalam kegiatan sambung celah itu sebagai berikut:
a.
Batang bawah dipotong mendatar dengan gunting atau pisau yang tajam. Daunnya
disisakan satuata dua pasang kemudian pada luka potongan batang dibuat celah ditengahtengah sepanjang 3-4 cm dengan pisau sambung.
b.
Entres dipilih dari ruas ke dua dan dipotong per ruas + 7 cm. Daun dan cabang
dikupir labih kurang 1,5 cm dari sumbu entres. Kemudian pangkan entres diruncingkan
sebelah kanan dan kirinya sepanjang 3-4 cm.

c.
Entres kemudian dimasukkan sedalam celah pada batang bawah, kemudian diikat
dengan tali rafia.
d.
Untuk menjaga kelengesan pada sambungan sambungan sungkup sengan kantong
plastik.
e.
Untuk menjaga kelengesan tanah, sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan
penyiraman.
f.
Setelah selang 30 35 hari dapat diketahui berhasil atau tidaknya penyambungan
tersebut yaitu melihat ada tidaknya tunas yang tumbuh pada batang atas. Bila tunas sudah
kelihatan tumbuh maka sungkup plastik harus dibuka.
Okulasi (menempel)
Perbanyakan tanaman dengan cara okulasi paling banyak dilakukan dalam perkebunan
terutama pada perkebunan karet dan kakao. Beberapa kelebihan dari perbanyakan tanaman
dengan cara okulasi yaitu :
-

Dengan cara diokulasi dapat diperoleh tanaman yang dengan produktifitas yang tinggi.

Pertumbuhan tanaman yang seragam.

Penyiapan benih relatif singkat.

Pada musim gugur daun pada tanaman karet daun yang gugur dari satu klon agar
serentak pada waktu tertentu, dengan demikian akan memudahkan pengendalian
penyakit Oidium hevea bila terjadi.
Kelemahan dari perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cara okulasi yaitu :

suatu tanaman hasil okulasi ada yang kurang normal terjadi karena tidak adanya
keserasian antara batang bawah dengan batang atas (entres)
perlu menggunakan tenaga ahli untuk pengokulasian ini.
Bila salah satu syarat dalam kegiatan pengokulasian tidak terpenuhi kemngkinan gagal
atau mata entres tidak tumbuh sangat besar.
Syarat tanaman dapat diokulasi yaitu :

Tanaman tidak sedang Flush (sedang tumbuh daun baru)

Antara batang atas dan batang bawah harus memiliki umur yang sama.

Tanaman harus masih dalam satu family atau satu genus.

Umur tanaman antara batang atas dan batang bawah sama.

Pada klon yang dijadikan batang bawah memiliki perakaran yang kuat/kokoh, tidak
mudah terserang penyakit terutama penyakit akar, mimiliki biji/buah yang banyak yang
nantinya disemai untuk dijadikan batang bawah, umur tanaman induk pohon batang bawah
yang biji/buahnya akan dijadikan benih untuk batang bawah minimal 15 tahun, memiliki
pertumbuhan yang cepat. Pada klon yang akan dijadikan batang atas atau entres tanaman
harus memiliki produksi yang unggul, dan memiliki pertumbuhan yang cepat, dan tahan
terhadap penyakit.

Teknik Mengokulasi :
-

Membuat Jendela Okulasi


Ukuran jendela disesuaikan dengan perisai dan besarnya batang bawah. Untuk batang
bawah yang dibawah umur 5-6 bulan dapat ukuran jendela ( 1) cm x (3 4) cm.
Torehan membujur dapat dimulai daribawah atau dari atas. Jarak torehan terbawah lebih
kurang 5 cm dari tanah. Torehan melintang dapat dari atas atau dari bawah. Jika diatas
jendela akan terbuka kebawah atau juga sebaliknya.
Sebelum ditoreh, batang dibersihkan dari kotoran atau tanah yang menempel akubat
percikan air hujan. Setelah ditoreh akan keluar lateks, lateks ini dibiarkan membeku
kemudian dibersihkan dengan kain sebelum jendela dibuka.

Mengambil Mata Okulasi


Mata okulasi diambil dari kayu okulssiyang sehat, segar dan mudah dikupas.
Mata okulasi diambil bersama sedikit bagian kayu, bentuk perisai yang ukuranya sedikit
lebih kecil dari ukuran jendela okulasi. Pengambilan mata okulsi yang terlalu kecil akan
mengakibatkan pemulihan luka lambat.
Untuk melepas bagian kayu, menariknya pelan-pelan supaya mata tetap menempel pada
kulit. Pembuatan perisai harus bersih dan lapisan kambium jangan sampai terkena tangan
atau kotoran. Perisai yang telah dibuat harus segera diselipkan ke jendela okulasi.

Menempel Mata Okulasi Dan Membalut


Setelah perisai disiapkan, jendela okulasi dibuka denga cara menarik bibir jendela okulasi.
Perisai diselipkan dibawah jendela okulasi dan dijepit dengan ibu jari untuk memudahkan
pembalutan. Dalam keadaan perisai terlalu kecil, diusahakan supaya tepi tepi bagian atas
dan salah satu sisi perisai berimpit dengan jendela okulasi.
Pembalutan dimulai dari torehan melintang digunakan plastik ukuran 2 x 0,02 cm dengan
panjang 40 cm. Akhir ikatan sebaiknya dibawah. Pada waktu membalut jangan sampai
perisai bergeser.
Pemeriksaan Hasil Okulasi
Pemeriksaan pertama dilakukan 2-3 minggu setelah okulasi dilaksanakan bersamaan
dengan pembukaan pembalut.Okulasi yang gagal diberi tanda dengan mengikat tali pada
batang bawah, hal ini dilakukan untuk memudahkan okulasi janda. Pemeriksaan ke dua
dilakukan 10 15 hari dari pemeriksaan pertama. Cara pemeriksaan sama seperti
pemeriksaan pertama.
c. Kesimpulan
Setiap tumbuhan memiliki ciri-ciri makhluk hidup diantaranya berkembang biak, tetapi
diantara kesamaan tersebut banyak sekali perbedaannya, dalam pembahasan kali ini
dibahas masalah perkembangbiakan, perkembangbiakan tumbuhan terdiri dari dua yaitu
vegetatif dan generative, tapi kali ini kita hanya membahas perkembangbiakan vegetatif,

vegetatif terbagi dua seperti yang kita bahas sekarang yaitu vegetatif buatan, dalam
perkembangbiakan vegetatif buatan tumbuhan atau tanaman memiliki berbagai cara untuk
berkembangbiak diantaranya mencangkok, menempel dan menyambung. Biasanya kegiatan
ini banyak digunakan oleh petani untuk memperbanyak hasil panen. sedangkan pada hewan
ada yang bertunas, membelah diri, fragmentasi, Parthenogenesis. Tapi dalam penelitian kali
ini kami hanya membahas pada tumbuhan saja.

d. Pertanyaan
1.

Mengapa pada celah-celah tempelan pada percobaan okulasi sebaiknya diolesi dengan
vaselin? Jelaskan!
Jawab: Agar tidak terkena tangan atau kotoran

2.

Mengapa setelah mata tunas tumbuh menjadi tunas, tanaman bawah harus dipotong?
Jawab: Karena tanaman bawah merupakan kultur jaringan sangat rentan terhadap
serangan hama penyakit dan udara luar.

3.

Pada hari keberapa tunas-tunas batang


menyambung mengalami pertumbuhan?

yang

disambung

pada

percobaan

Jawab: 2-3 minggu


4.

Pada hari keberapa sambungan tersebut sudah menyatu dengan kuat?


Jawab: 30 35 hari

5.

Pada percobaan mencangkok, setelah cambium dikorek, sebaiknya sayatan dikeringkan


selama 6-12 jam. Apa tujuan perlakuan tersebut?
Jawab: Agar cambium tetap kering

6.

Pada hari keberapa akar cangkokkan yang anda kerjakan mulai tumbuh dan pada hari
keberapa perakaran tersebut sudah cukup banyak dan siap disemaikan?
Jawab: Pada hari ke 30-35 mulai tumbuh akar cangkokan dan pada hari 60-70 akar
sudah siap disemaika

a. Hasil Pengamatan
Pertumbuhan dan Perkecambahan Biji Kacang Merah
Hari
Ke

Pertumbuhan
Kacang Merah

1
2
3
4

Kondisi awal
Tumbuh akar
Terlihat batang
Terlihat batang

Kecambah Panjang
Akar
1 mm
1-1,5 mm
2-3 mm
5-10 mm

Batang
2-3mm
8-10 mm
20 mm
40 mm

Keterangan
Bakal akar terlihat
Jelas terlihat
Biji kacang terangkat
Terangkat ke atas

b. Pembahasan
Berdasarkan hasil praktikum dapat diketahui bahwa pada minggu pertama terdapat
perubahan. Pada umur 1 hari panjang akar 1mm dan terus bertambah panjangnya hingga
minggu ke 2 panjangnya mencapai 14 cm, begitu juga batang dan tumbuhnya daun. Hal itu
dikarenakan sel terus membelah dan berdiferensiasi dan merupakan akibat dari aktivitas
meristem lateral. Ukuran akar yang semakin panjang dikarenakan pada ujung akar sel
selnya selalu membelah karena adanya aktifitas meristem apikal. Pertumbuhan dan
perkembangan juga terjadi pada daun. Daun yang semula hanya 1 helai kecil tumbuh
menjadi 2 helai yang kemudian membesar begitu juga dengan bertambah panjangnya
batang kecambah.

c. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum pada pertumbuhan dan perkembangan dapat disimpulkan
bahwa pertumbuhan dan perkembangan organismemerupakan hasil dari pembelahan sel,
pembesaran sel serta diferensiasi sel. Proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman
jagung dan kacang tanah khususnya dari waktu ke waktu mengalami perubahan tumbuh
tanaman apabila dilihat dari bertambahnya tinggi, jumlah daun, diameter akar dan batang
pada tanaman. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut dipengaruhi oleh faktor
dari luar maupun dari dalam. Faktor dari dalam berupa hormon sedang faktor dari luar yaitu
gen, cahaya matahari, suhu udara, kelembaban udara, tanah, nutrisi dan air.
1.
a.

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan

Tabel Pengamatan
Hari Ke
1
2
3
4

Waktu Pengamatan
Siang
Siang
Siang
Siang

Kejadian / Perubahan
Belum ada perkembangan
Belum ada perkembangan
Belum ada perkembangan
Ada embrio

b.

Pembahasan
Dari pengamatan yang telah dilakukan yaitu dimulai dari tanggal 29 april 2015
dengan mengamati pertumbuhan dan perkembangan siklus hidup lalat buah drospila sp dari
telur sampai dengan imago. Pengamatan dilakukan selama dua kali sehari selama 11 hari
setiap pagi dan sore. Dimana lalat buah disimpan didalam botol selai yang sudah ada
makanannya kemudian diletakkan di ruangan yang teduh.
Pada hari ke-0 s/d 1 tubuh lalat tetap berwarna kuning kecoklatan. Dan dihari kedua
mulai ada bercak-bercak putih yang tidak lain itu adalah telur. Kemudian dihari ke-3
bercak-bercak putih/ telur berubah menjadi larva yang berwarna puih, bersegmen dan mirip
dengan belatung tetapi bentuknya sangat kecil. Proses ini terus terjadi sampai hari ke-4 dan
dihari ke-5 larva mulai bergerak aktiv ditandai dengan tubuhnya yang menggeliat.
Tubuhnya bergerak semakin aktiv dengan merayap ke atas botol da ukurannya bertambah
besar. Pada hari ke-6 bentuknya hampir menyerupai pupa dimana tubuhnya mulai
memendek, berwarna putih dan sudah tidak bergerak lagi bahkan diam. Di hari 7 s/d 8
sudah mencapai fase pupa warnanya berubah menjadi putih kecoklatan, masih terlihat
diam, dan segmen tubuhnya mulai terlihat jelas. Pada hari ke 9s/d10 lalat buah mulai
menyerupai bentuk drospila / seperti induknya dahulu. Tetapi ukurannya kecil dan
sayapnya belum terbentang.dan dihari ke 11 lah sudah menjadi imago/lalat dewasa yang
siap unutk dilepas dari botol dan siap untuk terbang.

d.

Kesimpulan
Berdasarkan laporan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa Lalat buah adalah serangga
yang mudah berkembang biak. Dari satu perkawinan saja dapat dihasilkan ratusan
keturunan, dan generasi yang baru dapat dikembangbiakkan setiap dua minggu.
Tahapan fase daur hidup drosphilla sp adalah telur larva pupa lalat muda lalat
dewasa/ imago.