Anda di halaman 1dari 34

KELOMPOK 4.

SUHU.

SUHU?
ukuran E kinetik yg
dihasilkan karena
adanya aktivitas
pergerakan molekul
yang dikandung oleh
suatu benda.
satuan :
C, K atau F.

I. Mekanisme Terjadinya
Perubahan Suhu atau Panas

etiap permukaan terdiri dari rangkaian mol-mol,


pabila permukaan tsb menerima E, baik dr matahari atau
mekanis (dari pukulan, gesekan) E tsb akan menggerakan
mengaktifkan mol-mol dr permukaan tsb.
Dari hasil pergerakan molekul tsb dihasilkan E : energi kine

II. FAKTOR YG MENENTUKAN BESAR


KECILNYA SUHU DI PERMUKAAN BUMI
1. SERAPAN
SERAPAN RM
RM OLEH
OLEH ATM
ATM
1.
ERM sebelum
sebelum spi
spi ke
ke PB
PB
20%
20% nya
nya diserap
diserap oleh
oleh atmosfir
atmosfir
ERM
yang
yang akan
akan menentukan
menentukan keadaan
keadaan suhu
suhu di
di permukaan
permukaan bumi
bumi

semakin besar
besar ERM
ERM yang
yang sampai
sampai ke
ke PB
PB

semakin
semakin besar
besar pula
pula suhu
suhu yang
yang ditimbulkan.
ditimbulkan.
semakin

2. ENERGI RERADIASI : RADIASI BALIK : RADIASI PB


Adalah energi yg dipancarkan oleh suatu permukaan
Setelah pemukaan menyerap ERM secara max.

ENERGI RERADIASI
ERM yang diserap secara max oleh suatu permukaan, oleh permukaan
tsb akan dipancarkan kembali ke ATM dalam bentuk gel. yang > panjang.
E yg dipancarkan permukaan setelah permukaan menyerap RM ini
juga akan menentukan besar kecilnya suhu di permukaan.
Besarnya E yang dipancarkan sebanding dg suhu yang ditimbulkan,
Steffan Boltman : I = T4,
I = E yg dipancarkan oleh suatu permukaan,
= koefisien emisifitas : besarnya E yg diemisikan oleh suatu permukaan
= konstanta Steffan Boltman ( 5,67 x 10-5 erg.cm-2.det-1.K-4),
T = suhu mutlak permukaan (K).
peningkatan E yg dipancarkan oleh suatu
permukaan sebanding dg peningkatan suhu permukaan.

III. PROSES PERAMBATAN


PANAS :

E yg diterima & diserap oleh suatu permukaan timbulnya


panas, dan panas tersebut selanjutnya akan diteruskan/dirambatkan
ke tempat lain.
Perambatan panas tsb terjadi akibat adanya perbedaan muatan
diantara permukaan, yaitu dari yang bermuatan > ke muatan <
Perambatan berlangsung secara : konduksi, konveksi dan radiasi,
masing-masing proses mempunyai peranan penting dlm perubanan cuaca.

Panas dapat berpindah dari suatu tempat ke tempat lain,


yakni dari tempat dengan suhu yang > ke tempat dengan
suhu yang <.
Kecepatan perpindahan panas ini ditentukan oleh besarnya
perbedaan suhu antara kedua tempat & daya hantar panas
dari medium yang dilaluinya.
Masing-masing bahan mempunyai daya hantar panas yang
berbeda.

VARIASI SUHU.

Suhu udara yang ada disekitar permukaan atau yang ada pada
permukaan mempunyai variasi yang bersifat specifik.
Variasi suhu : vertikal dan horizontal.
rtikal : variasi suhu akibat perubahan ketinggian tempat, yg berhu
dg perubahan kerapatan molekul pada ketinggian yg berbe
Pada lap. troposfer, suhu akan menurun 0,61 C dg bertambahnya
ketinggian 100 m.

rizontal : variasi suhu yang terjadi akibat adanya keragaman sifat


dalam menerima EM

Variasi Suhu Udara Harian


Suhu udara akan berfluktuasi dengan nyata
selama periode 24 jam berkaitan erat dengan
ERM
Variasi suhu harian dibedakan :
1. variasi suhu udara selama 24 jam
2. variasi suhu udara pada beberapa ketinggian.

1.VARIASI SUHU UDARA HARIAN SELAMA 24 JAM :

rnya ERM yg diterima oleh PB berhub, dg sudut datang


PB, sudut datang , E yang sampai di PB .

max tercapai ketika sudut datang matahari = 90,


u tengah hari (jam 12.00).

ng dengan peningkatan IRM yang sampai ke PB,


udara juga akan meningkat, namun suhu udara max
di tidak bersamaan dengan IRM max (atau jam 12.00)
pi jam 13.00 14.00, karena dibutuhkan waktu
k merambatkan panas secara konduksi dari permukaan tanah
pisan yang > dalam dan kemudian memancarkan kembali
gi tersebut ke ATM

u udara min terjadi pada malam hari (lebih tepatnya


jelangagi hari) antara jam 02.00 03.00.

PROFIL SUHU UDARA


Suhu udara berfluktuasi dengan
nyata selama 24 jam.
Fluktuasi suhu udara berhubungan
dg proses pertukaran energi
yg terjadi di Atmosfir

SIANG :
Sebagian dari ERM diserap oleh gas-2 dan partikel padat,
serapan ERM akan menyebabkan t udara
t udara harian max terjadi beberapa saat setelah IRM max
tercapai.
IRM max terjadi pada saat cahaya jatuh PB, di tengah
hari (jam 12.00),
t max jam 13.00-14.00
Sebagian rad pantulan dr PB juga akan diserap oleh gas-2
dan partikel ATM tsb. Karena kerapatan udara dekat PB >
dan lap dekat permukaan lebih berkesempatan utk
menyerap rad pantulan dr PB,
maka pd siang hari t udara dekat PB > dibanding t lapisan
yg lebih tinggi

MALAM :
Menjelang subuh, t udara dekat PB < t
lap diatasnya
PB penyerap utama RM PB merupakan
sumber panas bagi udara
diatasnya dan bagi lap tanah dibawahnya

Malam, PB menerima masukan ERM, tetapi PB


tetap memancarkan
Energi dlm bentuk gel panjang PB akan
kehilangan panas t
Karena PB berperan sbg sumber panas, maka
fluktuasi t permukaan >
dari fluktuasi t lap atasnya

ARIASI SUHU UDARA PD BBRP KETINGGIAN :

NG HARI :
gian dari ERM akan diserap oleh gas-2 dan partikel-2 padat
da di ATM. Serapan ERM menyebabkan suhu udara meningkat.
agian radiasi pantulan dari PB juga akan diserap oleh gas-2 & partikel
tersebut.
na kerapatan udara dekat permukaan lebih tinggi dan permukaan lebih
kesempatan untuk menyerap radiasi pantulan dr PB, pada siang hari
u udara dekat permukaan akan lebih tinggi dibanding pada lapi
g lebih tinggi (Gambar ).

AM HARI : terutama menjelang pagi, suhu udara dekat permukaaa


ih rendah dibanding dengan suhu pada lapisan yang lebih tinggi
mbar).

Variasi Suhu Udara Harian Pada Kondisi Cerah dan Berawan

Fluktuasi suhu udara di permukaan


akan lebih besar dari fluktuasi suhu di atasnya.
PB mrp permukaan penyerap utama dari RM.
Oleh sebab itu PB mrp sumber panas bagi udara di atasnya dan
bagi lap. udara di bawahnya.
Pada malam hari PB tidak menerima masukan energi dari RM,
tetapi
PB tetap memancarkan energinya dalam bentuk radiasi gel
panjang,
permukaan akan kehilangan panas dan suhu permukaan akan
turun.
Karena peranya yang demikian, maka fluktuasi suhu udara di
permukaan
akan lebih besar dari fluktuasi suhu di atasnya.

Karena pemanasan dan pendinginan ATM terjadi di


perbatasan
(interface), fluktuasi suhu terbesar di dekat permukaan
tanah & Berkurang dengan semakin tingginya elevasi
Kisaran suhu harian rata-2 pada ketinggian berbeda di Menara Eiffel
Ketinggian (m) Kisaran suhu ( C)
Kisaran suhu ( F)
2
7,6
13,7
125
5,3
9,5
200
4,7
8,5
300
3,9
7,0

Pada ketinggian 1 2 km, rata-2 kisaran harian suhu udara sangat


kecil semakin keatas menjauhi PB, perbedaan suhu siang &
malam semakin kecil.
Pada ketinggian tsb, perubahan-2 terutama disebabkan oleh
adveksi
Udara panas atau dingin dan bukan oleh timbul atau tenggelamnya
Matahari.

Variasi Suhu Tahunan


Perbedaan sifat PB dalam menerima dan menyerap RM
mengakibatkan terjadinya perbedaan suhu yang ditimbulkan.
PB yang bervegetasi fluktuasi suhunya < dibanding permukaan
yang terbuka tanpa vegetasi.
Posisi lintang tempat yang berbeda juga mengakibatkan terjadinya
perbedaan pola variasi suhu.
Equator mempunyai pola variasi suhu yang relatif < lintang > tinggi.
Hal ini berkaitan dengan perbedaan penerimaan ERM antara lintang
rendah, sedang dan lintang tinggi.
Pada lintang rendah, sepanjang tahun menerima ERM yang hampir
sama, sedangkan pada lintang menengah dan tinggi,
penerimaanERM sepanjang tahun sangat berfluktuasi tergantung
posiosi matahari variasi suhu udara pada lintang menengah
dan tinggi lebih besar

VARIASI SUHU TAHUNAN DI PB :

. Tipe Kontinental : yaitu tipe variasi suhu yang memperlihatkan suhu


minimum : Januari dan maksimum : Juli.
Tipe seperti ini mrp ciri suhu pada daerah daratan luas pd lintang sedang.

. Tipe Equatorial : tipe variasi suhu pada daerah tropis dimana beda
suhu minimum dan maksimum relatif <, suhu maksimum : Juli.

. Tipe Monsoon : yaitu tipe variasi suhu yang mempunyai pola suhu
maksimum terjadi sekitar bulan Mei dan September.
Pada tipe ini kisaran suhunya cukup besar & pengaruh daratan > dominan.

. Tipe Maritim : yaitu tipe variasi suhu yang sangat dipengaruhi


oleh pergerakan udara dari lautan.
Perubahan suhu di atas lautan sangat berpengaruh terhadap situasi
di atas daratan.
Apabila terjadi peningkatan suhu laut di beberapa daerah sub tropis dpt
berdampak thd tingginya permukaan air laut & penguapan,
dapat me + uap air di udara.

4. Suhu Tanah
Bagi organisme, selain sebagai penyedia unsur hara,
lingkungan yang ada di dalam tanah sangat mempengaruhi
kelangsungan hidupnya.
Di dalam tanah, suhu merupakan unsur cuaca yang sangat
berpengaruh terhadap mikroorganisme, karena berhubungan
langsung dengan berbagai aktivitasnya

Suhu tanah juga dipengaruhi oleh jumlah serapan RM oleh PB.


Siang hari, suhu permukaan tanah akan > dibandingkan suhu pada
lapisan yang lebih dalam
Hal ini disebabkan karena permukaan tanah yang akan menyerap
RM secara langsung pada siang hari, baru kemudian panas
dirambatkan ke lapisan yang lebih dalam secara konduksi.
Malam hari, permukaan tanah akan kehilangan panas terlebih
dahulu suhu pada permukaan tanah akan < dibandingkan dengan
suhu pada lapisan yang lebih dalam.
Pada malam hari, panas akan merambat dari lapisan yang lebih
dalam ke permukaan

Karena pola perambatan panas tersebut, maka fluktuasi suhu tanah


akan tinggi pada permukaan dan akan semakin kecil dengan
bertambahnya kedalaman.
Suhu tanah max pada permukaan tanah akan tercapai pada
saat IRM mencapai maksimum (12.00) tetapi untuk lapisan yang
lebih dalam, suhu max tercapai beberapa saat kemudian
& semakin lama untuk lapisan yang > dalam.
Hal ini disebabkan karena dibutuhkan waktu untuk perpindahan
panas secara konduksi dari permukaan ke lapisan tanah yang > dalam.

SUHU UDARA :
SIANG HARI : t PERMUKAAN TANAH > LAPISAN YG DALAM
MALAM HARI : t PERMUKAAN TANAH < LAPISAN YG DALAM
SUHU UDARA MAX SETELAH IRM MAX = 13.00 14.00
FLUKTUASI TERBESAR DI PERMUKAAN TANAH

SUHU TANAH :
SIANG HARI : t PERMUKAAN TANAH > LAPISAN YG DALAM
MALAM HARI : t PERMUKAAN TANAH < LAPISAN YG DALAM
SUHU TANAH MAX = IRM MAX = 12.00
FLUKTUASI TERBESAR DI PERMUKAAN TANAH

Unit Panas atau Derajat Hari (Degree Day)


Konsep unit panas atau degree day didasarkan pada
teori bahwa perkembangan tanaman tergantung pada jumlah panas
yang dialaminya selama pertumbuhan dan dihitung dengan
mengurangi suhu rata-rata pada hari tertentu dengan suhu
minimum yang memungkinkan tanaman tersebut dapat
hidup (suhu dasar). Suhu ambang minimum barvariasi antar
tanaman, tetapi biasanya sekitar 5 15 C

Suhu harian rata2 diperoleh dengan menjumlahkan suhu


max dan min, lalu dibagi dua.
Untuk tiap hari, tiap derajat perbedaan di atas ambang
memiliki nilai satu.
Unit tersebut dihitung secara keseluruhan pada periode
tertentu, (dari tanam hingga panen).
Sebagai contoh : jika rata-rata suhu pada suatu hari adalah
sama atau kurang dari suhu ambang,
derajat hari bernilai = 0,
jika rata-rata suhu 5 C di atas ambang, maka nilai derajat
hari = 5
Dimana Mt : akumulasi suhu harian selama n hari; Timax dan
Timin : suhu max dan min harian yang diamati selang waktu
satu jam.

Konsep unit panas berguna untuk merencanakan penanaman &


menduga panen, umumnya lebih akurat dari pada berdasarkan
sejarah pertanaman sebelumnya, seperti hari dari tanam - panen.
Untuk beberapa tanaman sayuran, seperti kapri dan jagung manis,
konsep unit panas dapat digunakan dg sangat baik.
Kisaran suhu harian yg besar sangat sesuuntuk FS bersih.
Suhu malam berperan sangat penting untuk beberapa tanaman.
Suhu malam yang tinggi meningkatkan laju respirasi yg berakibat
pada peningkatan penggunaan karbohidrat yang dihasilkan sepanjang
siang hari.
Dalam keadaan demikian, pertumbuhan dan perkembangan
tanaman kalau ada berlangsung lambat.
Sebagai contoh pada tanaman kentang, suhu siang dan malam
yang tinggi menyebabkan berkurangnya laju asimilasi bersih,
bahan kering yang terbagi ke umbi berkurang karena tingginya
laju respirasi. Sekalipun rata-rata suhu siang hari antara 20 30o C
adalah yang terbaik untuk pertumbuhan daun, suhu udara optimum
untuk memaksimalkan hasil (penimbunan pati) antara 16 18o C.
Suhu malam yang tinggi lebih sering menyebabkan hasil umbi rendah
dibandingkan suhu siang yang tinggi.

Tabel 5.1. Suhu Dasar dan Akumulasi Suhu Harian untuk Beberapa Spesies
Tanaman

Spesies Tanaman
Barley (Hordeum vulgare)
Gandum (Triticum aestivum)
Jagung (Zea mays)
Field Pea (Pisum sativum)
Lentil (Lens esculenta)
Kedele (Glycine max)
Kacang Tunggak (Vigna unguiculata)
Kacang Tanah (Arachis hypogea)
Rape (Brasssica napus)
Sesame (Sesamum indicum)

Suhu Dasar (o C)
2,6 (0,3)
2,6 (0,2)
9,8 (0,3)
1,4 (0,5)
1,4 (1,3)
9,9 (0,6)
11,0 (0,2)
13,3 (0,2)
2,6 (0,3)
15,9 (2,3)

Akumulasi Suhu
Harian ( oC)
79,3 (2,5)
77,9 (2,5)
60,8 (2,6)
110,3 (5,3)
90,1 (8,0)
70,5 (7,0)
43,0 (1,9)
76,3 (5,7)
79,0 (2,8)
21,3 (15,9)

Angka dalam kurung menunjukkan standard error (Wild, 1988)

VARIASI SUHU DI DAERAH TROPIS (Indonesia) :


t musiman di Indo << (variasi t dipengaruhi oleh
Fluktuasi
ketinggian tempat)
Ciri suhu di daerah tropis :
t rata-2 >>
fluktuasi t <<
variasi t tahunan di tropis < sub tropis

Faktor-faktor yg mempengaruhi penyebaran suhu di PB :


1. Energi yg diterima PB :
I = e T4
2. Elevasi (ketinggian) :
Hub. ant. ketinggian tempat dg suhu s/d 2000 m mengikuti hukum
BRAAK (1929)
t = ( 26,3 0,61 h ) .. C
t
= suhu rata-2 tahunan
26,3 = suhu rata-2 pada 0 m dpl
0,61 = gradien suhu pd setiap kenaikan 100 m
h
= ketinggian tempat (utk. Kelipatan 100 m)
3. Panas latent/panas potensial :
Panas latent = panas yg disimpan dlm uap air, yg terjadi karena uap
Air mengalami kondensasi. Panas ini berfungsi utk memanasi ATM
4. Angin : memindahkan panas dr tempat yg satu ke tempat lain.

Selesai

ANY
QUESTIO
NS?