Anda di halaman 1dari 3

Asal Usul Ikan Cupang

Diposkan oleh : Mas Anto / March 18, 2014 On Cupang


perairan air tawar di Asia menyediakan begitu banyak plasma nutfah, termasuk cupang. Ikan dari
keluarga Anabantidae ini merupakan ikan labirin yang dulu disebut sebagai ikan akuarium orang
Thailand. Selanjutnya, ikan ini dikembangkan dengan teknologi sederhana melalui perkawinan
yang sukses ala petani Thailand sebagai akibat dari suatu interaksi sosial manusia yang ketika itu
menjadikan cupang sebagai ikan aduan.
Mereka membentuk suatu kelompok yang saling mengenal untuk menernakkan cupang.
Kelompok itu disebut juga klub yang menangani budi daya dan pemasaran cupang. Sekitar tahun
1960-an dikenal cupang siam dari Thailand yang masuk ke Indonesia. Di Thailand cupang plakat
Thai dibedakan menjadi 2 jenis, yakni cupang plakat yang memiliki sirip pendek dan sirip yang
lebih lebar. Keduanya telah dikembangkan dari jenis cupang yang ditangkap dari alam.
Betta splendens ditangkap liar sekitar 40 tahun yang lalu dari parit-parit dan persawahan. Para
petani kemudian menyilangkannya dengan beberapa jenis cupang lokal yang kemudian
menghasilkan cupang dengan warna-warna cerahnya seperti dicat. Beberapa jenis hasil silangan
serupa dengan induk betina ataupun jantan. Para peternak justru mencari strain baru yang
menghasilkan bentuk ekor lebih baik dan warna lebih memikat.
Di Thailand, menyabung cupang sama dengan menyabung ayam. Kebiasaan ini menjadi tradisi
yang mendatangkan keuntungan finasial dari sektor pariwisata. Tradisi tersebut berlangsung
sejak ratusan tahun hingga menghasilkan berbagai cupang silangan yang memiliki sirip luar
biasa dan menghebohkan para pecinta ikan hias. Muncul satu warna gelap dengan sirip merah
atau warna gelap dengan sirip transparan dan sisik bagai naga.
Sampai tahun 1928, Amerika belum mengenal cupang hias. Baru dua tahun kemudian ketika dua
pengirim cupang dari Thailand sampai ke San Fransisco membawa cupang berwarna gelap
dengan sirip merah berekor panjang yang menghebohkan pemilik akuarium di negeri Paman
Sam tersebut. Apa pun alasannya, menernakkan cupang di Thailand adalah intervensi manusia
terhadap cupang. Beratus-ratus tahun yang lalu membudidayakan cupang bukan untuk tujuan
komersil, tetapi hanya iseng karena ada dorongan sosial kemasyarakatan. Namun kini
memelihara cupang telah menjadi sebuah ajang studi bagi anak-anak di Thailand. Sejak kecil
mereka sudah mengadu cupang dengan sesama temannya. Hal ini pun sering terlihat di negara
Asia lainnya seperti di Indonesia. Dengan kata lain, sejak kecil telah ditanamkan norma-norma
untuk mengembangkan cupang untuk mendapatkan cupang yang berkualitas.

A. Apa Itu Betta Splendens?


Betta splendens atau Siamese Fighting Fish memiliki warna alami hijau pupus dan warna cokelat
yang tidak terang. Spesies liar cupang ini ada yang berekor pendek, panjang dan jarang memiliki
warna tegas. Sementara itu, Betta splendens yang sekarang dikenal hobiis dan menghiasi
akuarium adalah cupang hasil silangan dengan warna tegas dan cerah. Betta splendes
menampilkan warna yang kuat ketika marah. Cupang ini akan melebarkan sirip dan ekornya
untuk menantang musuh yang didekatkan kepadanya. Aslinya, Betta mempunyai sekitar 50
spesies yang beredar di perairan Asia, Afrika dan Amerika. Betta yang berbintik atau Betta picta
dikenal sebagai cupang asli Thailand.

a. Penampilan Ekor dan Perubahan Warna


Saat ini para peternak sudah mengembangkan berbagai jenis ekor cupang yang lebih menarik,
seperti crown tail yang berumbai bagai mahkota, halfmoon dengan sirip ekor yang tegak
membentuk setengah lingkaran, plakat yang bersirip pendek dengan aneka warna menarik, serta
double tail yang memiliki dua cuping yang stabil membuka dan rapat.
Warna cupang pun sudah jauh berubah, kalau dulu kita hanya mengenal warna merah, hijau dan
biru, kini muncul warna-warna transparan, putih seperti opaq, belang-belang seperti marble,
hitam, merah darah dan berbagai kombinasi lain yang menyebabkan ikan dikatakan seperti naga
atau berwarna logam seperti tembaga, emas dan platina. Dengan variasi warna yang sangat
memikat ini cupang dikatakan sebagai Permata Dunia Timur.

b. Perubahan Perilaku
Sebagai jawaban pada situasi marah, cupang biasanya akan membuka tutup insangnya atau
opercula. Sirip dan insangnya membuka sebagai sebuah tindakan menantang lawan atau ingin
meminang wanita, tergantung jenis kelamin mana yang mendekatinya. Sebagai sambutan,
cupang jantan atau betina lain yang didekati akan membuka sirip dan insangnya. Bagi jantan lain
yang menyambut, warnanya akan lebih pekat dan lebih cerah, sedangkan bagi betina yang

mendekat dan menyambut pinangan si jantan, tubuh si betina akan berbelang-belang yang
menandakan suatu sambutan hangat dan menyenangkan.
Pengamatan perilaku agresif cupang tidak hanya dilakukan dengan mendekatkan akuarium
cupang lain ke akuarium cupang peliharaan kita, tetapi bisa juga dengan menggunakan cermin
yang akan menyebabkan cupang peliharaan kita menjadi garang dan marah. Cara ini tidak akan
merusak fisik cupang.