Anda di halaman 1dari 4

Dasar Warna Ikan Cupang

Diposkan oleh : Mas Anto / March 16, 2014 On Cupang


Menurut Chris Yew (2004), cupang memiliki sekitar 26.000 kombinasi gen berbeda untuk
menciptakan warna pada tubuhnya. Variasi warna cupang tergantung pada pigmentasi warna
yang terdapat dalam beberapa jenis sel yang berbeda dalam tubuhnya. Pada dasarnya ada empat
jenis sel warna pada tubuh cupang, yakni lapisan iridescent atau lapisan paling atas, lapisan
hitam, lapisan merah dan lapisan kuning atau lapisan paling bawah. Warna di atas sering tertukar
dengan pigmen warna pada cupang alam, yaitu lapisan iridescent atau lapisan paling atas, lapisan
merah, lapisan hitam dan lapisan kuning atau lapisan paling bawah.
Warna hitam merupakan warna dasar pada cupang alam. Warna iridescent hijau atau biru
menebal dan padat di lapisan atas, sedangkan lapisan kuning sedikit lebih tipis di bagian
bawahnya. Umumnya, lapisan kuning yang sangat tipis terdapat pada cupang alam, sehingga
hampir tidak dijumpai cupang alam dengan warna-warna terang.
Kembali ke cupang hias, setiap lapisan warna memiliki kode genetik atau serangkaian gen yang
menentukan warna cupang. Gen bertambah atau berkurang di dalam pigmen tergantung pada
lapisannya. Gen ini juga berperan mengontrol distribusi setiap warna. Karena itu, warna cupang
hias ditentukan oleh pigmen warna yang ada di dalam sel yang terdapat dalam setiap lapisan
kulitnya.
Jual Ikan Cupang Halfmoon Kualitas Baik Klik Di Sini
Warna cupang yang tampak di mata kita merupakan sifat fenotip sementara gen yang membentuk
warna, berisi informasi protein yang mengatalisa reaksi kimia untuk memproduksi pigmen warna
yang kita lihat. Hal ini sangat kompleks sekali, sehingga ketika kita menyilangkan cupang hias
dengan strain luar yang sudah ada segalanya mungkin terjadi.

a. Lapisan Iridescent (Lapisan Atas)

Lapisan ini dikenal juga sebagai lapisan biru, karena mengendalikan jumlah pigmen biru di
tubuh cupang. Sel warna biru atau hijau (guanofora) disebut juga iridofora mengandung gen
sifat-sifat warna sebagai berikut.

Biru-hijau (biru abu-abu, biru royal dan hijau).

Iridosit yang menyebar (biru turquoise).

Non-biru (tidak ada sifat birunya sama sekali).

Gen sifat warna biru-hijau direpresentasikan dengan simbol B1, dapat menghasilkan 3 warna
yang berbeda sebagai berikut.

bIbI, menghasilkan warna biru abu-abu iridescence.

BIbI, mengasilkan warna biru royal iridescence.

BIBI, menghasilkan warna hijau.

Karena itu, ketika mengawinkan cupang warna biru abu-abu (bIbI x bIbI) akan dihasilkan 100%
cupang berwarna biru abu-abu, sama ketika mengawinkan cupang warna hijau (BIBI x BIBI).
Namun, jika mengawinkan sepasang cupang warna biru royal ( BIbI x BIbI), akan dihasilkan
50% biru royal, 25% biru abu-abu dan 25% hijau. Perlu dicatat, bila terdapat banyak pigmen
hitam di bawah lapisan iridecent warna cupang akan terlihat lebih gelap dan kaya.
Gen sifat iridosit yang menyebar, memberikan pantulan warna metalik pada tubuh cupang
sehingga dihasilkan warna seperti turquoise. Iridosit adalah nama yang diberikan kepada kristalkristal yang menghasilkan iridescence yang memberikan warna biru dan hijau. Gen iridosit yang
menyebar ditandai dengan kode genetik SiSi, yang meningkatkan jumlah iridescence yang
tampak pada cupang. Walaupun kini gen ini masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi diketahui
bahwa kombinasi kode gen SiSi banyak mengurangi iridescence pada cupang hias. Gen sifat
non-biru terdapat pada cupang yang tidak memiliki lapisan biru. Namun gen penyebab tidak
adanya warna biru pada tubuh cupang masih belum teridentifikasi.

b. Lapisan Hitam
Sel warna hitam atau melanofora mengandung gen warna sebagai berikut.

Cambodian atau maskot, tubuh warna krem dan sirip merah.

Pirang atau tenang, warna merah ceri terang.

Melano, cupang berwarna hitam.

Ketiga gen diatas secara langsung berpengaruh terhadap lapisan hitam pada cupang.

Gen cambodian umumnya menghasilkan cupang dengan tubuh berwarna seperti daging
tubuhnya dengan sirip merah. Namun saat ini banyak dijumpai cambodian atau maskot dengan
warna yang bermacam-macam, seperti abu-abu, hijau ,biru dan emas. Gen sifat warna
cambodian sangat lemah atau resesif ganda (double recessive) ditandai dengan kode genetik cc.
Kehadiran gen cc ini akan menghilangkan pigmen berwarna gelap. Kini cambodian juga
mempunyai warna biru,hijau,putih bahkan ungu di siripnya.
Gen warna pirang atau terang juga bersifat double recessive ditandai dengan kode bb. Gen ini
berpengaruh dalam mengurangi pigmen warna hitam seperti pada cupang berwarna merah.
Kehadiran gen ini mengakibatkan cupang merah berwarna cerah. Namun jika gen ini tidak ada,
cupang merah akan berwarna lebih gelap seperti merah maroon yang biasa disebut warna merah
lokal pada cupang serit. Kehadiran gen ini bersama gen iridescence mengakibatkan cupang
terlihat lebih berwarna pastel.
Gen melano yang juga bersifat resesif ganda ditandai dengan kode mm, meningkatkan pigmen
warna hitam pada cupang. Namun semakin banyak gen ini dalam tubuh cupang betina,
mengakibatkan cupang betina menjadi mandul. Karena itu, jika peternak ingin mengawinkan
cupang jantan hitam, silangkan dengan cupang betina berwarna biru atau lebih baik lagi dengan
cupang betina berwarna hitam bergaris-garis (black lace). Cupang hitam bergaris umumnya
mempunyai sirip yang transparan, tetapi betinanya subur. Jika keduanya dikawinkan sesama
warna, diperoleh burayak berwara hitam pula.

c. Lapisan Merah
Sel warna merah atau erythrofora mengandung gen warna sebagai berikut.

Merah merata (extended red) , warna merah di seluruh tubuh dan sirip.

Sirip merah (reduced red), warna merah hanya di sirip serta tubuh berwarna gelap, seperti
hijau dan biru.

Non-merah, (tidak adanya warna merah).

Variasi sirip (variegated fins), adanya warna transparan di ujung sirip atau biasa disebut
butterfly.

Keempat gen ini akan menentukan tingkat warna merah pada cupang.
Gen warna merah merata ditanndai dengan kode R yang mengendalikan distribusi dan intensitas
warna merah pada cupang. Adanya warna merah merata di tubuh dan sirip cupang sangat ideal
dan paling disukai. Gen R ini mirip dengan gen Si, karena tingkat kandungan gen yang berbedabeda. Jika sedikit keberadaannya ditandai dengan kode rr, sedangkan bila intensitas warna
merahnya tinggi ditandai dengan RR.

Gen sirip merah memberikan warna merah pada siripnya saja, sedangkan tubuhnya berwarna
gelap, seperti biru, hijau atau hitam. Namun belum diketahui gen yang menyebabkan
pengurangan warna merah di badan cupang tersebut.
Gen non-merah adalah gen resesif ganda atau double recessive. Gen ini ditandai dengan kode
nrnr dan tidak memperlihatkan adanya pigmen warna merah sama sekali. Banyak yang percaya
bahwa kehadiran gen ini telah mengubah pigmen warna merah menjadi kuning, sehingga muncul
cupang berwarna kuning dalam pemijahan indukan cupang merah.
Gen variasi sirip mengendalikan warna merah pada sirip dengan efek transparan yang sering
dinamakan butterfly. Dr. Gene Lucas menandai gen ini dengan kode Vf. Keberadaan gen ini akan
menghasilkan cupang dengan warna merah di sirip yang pola dan intensitasnya bervariasi.

d. Lapisan Kuning (Lapisan Paling Bawah)


Sel warna kuning atau xanthofora mengandung gen warna, di antaranya tidak adanya lapisan
merah, lapisan hitam dan lapisan iridescent (biru). Sejauh ini tidak ada gen yang diidentifikasi
dapat mengendalikan pigmentasi lapisan kuning. Artinya, cupang kuning memiliki pigmen
cambodian (non-hitam) di lapisan hitam, non-merah di lapisan merah dan non-biru di lapisan
iridescent. Namun sebagian orang mengatakan, sifat warna kuning sangat berhubungan erat
dengan gen warna opak (opaque).