Anda di halaman 1dari 56

TAHAP-TAHAP TUMBUH

KEMBANG
OLEH :

WAHYU RAHMADITA

PENGERTIAN TUMBUH KEMBANG

Tumbuh kembang adalah proses yang kontinu sejak dari konsepsi


sampai dewasa, yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan.
Ini berarti bahwa tumbuh kembang sudah terjadi sejak di dalam
kandungan dan setelah kelahiran merupakan masa dimana mulai saat
itu tumbuh kembang anak dapat dengan mudah di amati. Sejak lahir
hingga usia kurang lebih dua tahun perkembangan anak sangat
berkaitan dengan keadaan fisik dan kesehatannya. Perkembbangan
kemampuan, terutama motoric sangan pesat. Perbedaannya terlihat
walau hanya dalam dua atau tiga bulan saja.

DEFINISI

Pertumbuhan (Growth)
Berkaitan dengan perubahan dalam besar, jumlah, ukuran, atau
dimensi tingkat sel, organ maupun individu yang biasa diukur dengan
ukuran berat (kg/gr) atau ukuran panjang (meter/centimeter)
(Soetjiningsih: 1998)
Perubahan ukuran atau nilai-nilai yang memberikan ukuran tertentu
dalam kedewasaan (Richard & Victor : 1992)
Menurut Whaley dan wong, pertumbuhan sebagai suatu peningkatan
jumlah dan ukuran sel tubuh yang ditunjukan dengan adanya
peningkatan ukuran dan berat seluruh bagian tubuh ( supartini, Yupi :
2004)

DEFINISI
Perkembangan (Development)
Menurut Whaley dan wong, perkembangan menitik beratkan pada
perubahan yang terjadi secara bertahap dari tingkat yang paling
rendah ketingkat yang paling tinggi dan kompleks melalui proses
maturasi dan pembelajaran (Supartini, Yupi :2004).
Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan
fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat
diramalkan, sebagai hasil dari proses pematanagan (soetjiningsih :
1998)
Mencakup aspek-aspek lain dari deferensiasi bentuk termasuk
perubahan emosi atau social yang sangat ditentukan oleh interaksi
dengan lingkungan (Richard & Victor : 1992)

TAHAP TUMBUH KEMBANG PADA


BAYI

Infant ( 0-12 Bulan )


a. Umur 0-6 bulan
1) Pertumbuhan fisik
pada bayi yang lahir cukup bulan berat badan akan menjadi 2 kali berat badan waktu lahir pada
bayi umur 5 bulan.
Berat badan bayi 0-6 bulan setiap minggunya berat badan akan bertambah 140-200 gr.
Sedangkan panjangnya setiap bulannya akan bertambah 2,5 cm/bln
2) Perkembangan
a) Perkembangan motorik
Telapak tangannya menggenggam tidak kuat kecendrungan tangan kemulut, tangan tidak
mengepal setiap saat, kadang-kadang tangan terbuka, melihat objek yang ada diatas kepalanya,
ingin mendapat objek tersebut tetapi tidak bisa mengenggam walaupun sudah ditangan, dan
pada umur 4-6 bulan, bayi akan lebih sering mengguling. Lebih dapat menahan berat badan pada
saat didudukan, mulai mengambil benda tapi sering lepas dengan menggunakan tanagan
mengepal, akan menyokong berat badan pada saat posisi tengkurap.

TAHAP TUMBUH KEMBANG PADA


BAYI

b) Perkembangan bahasa
Pada umur 0-3 bulan bayi akan menangis, bermain dengan suara
tenggorokan dan mulai belajar vocal.
Pada umur 3-6 bulan bayi akan mencari suara yang ada diruangan,
mangarahkan pandangan kepada arah suara.
c) Perkembangan kognitif
Pada umur 0-3 bulan memiliki refleks dan tingkah laku yang halus,
mul;ai mengulang gerakan yang menyenangkan (menghisap ibu jari).
Pada umur 3-6 bulan bayi akan mengenali wajah objek yang lama,
ketrampilannya akan bertambah seperti menggenggam dan
mengunyah.

Macam-macam reflek pada bayi

Refleks Bayi Baru Lahir


1.Refleks Moro
Jika bayi dikagetkan oleh suara keras, gerakan mendadak atau seperti memeluk
bila ada rangsangan, cahaya atau posisi secara mendadak, seluruhtubuhnya
bereaksi dengan gerakan kaget , yaitu gerakan mengayunkan/merentangkan
lengan dan kaki seolah ia akan meraih sesuatu dan menariknya dengan cepat ke
arah dada dengan posisi tubuh meringkuk seperti berpegangan dengan erat,
mendorong kepala ke belakang, membuka mata, dan mungkin menangis.
Terjadi pada usia 1-2 minggu dan akan menghilang ketika berusia 6 bulan
2.Reflek Rooting
Jika seseorang mengusapkan sesuatu di pipi bayi, ia akan memutarkepala ke arah
benda itu dan membuka mulutnya. Refleks ini terus berlangsung selama bayi
menyusu.
Refleks mengisap (sucking)

Macam-macam reflek pada bayi

3.
Refleks Swallowing
Muncul ketika benda-benda yang dimasukkan kedalam mulut, seperti
puting susu ibu dan bayi akan berusaha menghisap lalu menelan.
Proses menelan ini yang disebut reflek swallowing.
Reflek ini tidak akan hilang
4.Reflek Berkedip atau reflek corneal
Bayi berkedip pada pemunculan sinar terang yang tiba tiba atau pada
pandel atau obyek kearah kornea, harus menetapkan sepanjang hidup,
jika tidak ada maka menunjukkan adanya kerusakan pada saraf cranial.

Macam-macam reflek pada bayi

5.
Refleks tonic neck
Ketika kedua tangan bayi diankat, bayi akan berusaha mengankat
kepalanya Jika bayi baru lahir tidak mampu untuk melakukan posisi ini
atau jika reflek initerus menetap hingga lewat usia 6 bulan, bayi
dimungkinkan mengalami gangguan pada neuron motorik atas.
Berdasarkan penelitian, reflek tonickneck merupakan suatu tanda awal
koordinasi mata dan kepala bayi yang akan menyiapkan bayi untuk
mencapai gerak sadar.
6.Refleks tonic Labyrinthine / labirin
Pada posisi telentang, reflek ini dapat diamati dengan menggangkat
tungkai bayi beberapa saat lalu dilepaskan. Tungkai yang diangkat akan
bertahan sesaat, kemudian jatuh. Reflek ini akan hilang pada usia 6 bulan

Macam macam reflek pada bayi

7. Refleks palmar grasping


Bayi baru lahir menggenggam/merenggut jari ibu jika ibu menyentuh telapak
tangannya. Genggaman tangan ini sangat kuat hingga ia bisa menopang
seluruh berat badan jika ibu mengangkatnya dengan satu jari tergenggam
dalam setiap tangannya. Gerakan refleks ini juga terdapat ditelapak kaki
yang melengkung saat di sentuh. Gerakan refleks ini hilangs etelah beberapa
bulan. Ia harus belajar menggenggam dengan sengaja.Menurun setelah 10
hari dan biasanya menghilang setelah 1 bulan.Untuk gerakan kaki berlanjut
hingga 8 bulan
8.Refleks Crawling
Jika ibu atau seseorang menelungkupkan bayi baru lahir, iamembentuk posisi
merangkak karena saat di dalam rahim kakinya tertekuk kearah tubuhnya

Macam macam reflek pada bayi

9. Refleks Stepping (berjalan dan melangkah)


Jika ibu atau seseorang menggendong bayi dengan posisi berdiri dan telapak
kakinya menyentuh permukaan yang keras, ibu/orang tersebut akan melihat refleks
berjalan, yaitu gerakan kaki seperti melangkah ke depan. Jika tulang keringnya
menyentuh sesuatu, ia akan mengangkat kakinya seperti akan melangkahi benda
tersebut. Refleks berjalan ini akan hilang dan berbeda dengan gerakan berjalan
normal, yang ia kuasai beberapa bulan berikutnya.Menurun setelah 1 minggu dan
akan lenyap sekitar 2 bulan
10.Reflex Babinski
Jari-jari mencengkram/hiperekstensi ketika bagan bawah kaki diusap, indikasi
syarafberkembang dengan normal. Hilang di usia 4 bulan
11. Reflek mempertahankan diri (breathing reflek):
menghirup dan menghembuskan nafas secara berulang
fungsi : menyediakan O2 dan membuang O2

Tahap Tumbuh Kembang Bayi


Usia 6-12 Bulan

Umur 6-12 bulan


1). Pertumbuhan fisik
berat badan bayi umur 6-12 bulan menjadi tiga akalidari berat badan bayi waktu
lahir dalam satu tahun pertma, berat badan ini mengfalami pertambahan 85
sampai 140 gr/mgg, sedangkan tingggi badannya bertambah 1,25 cm ( 0,5
inc/bln).
Panjang bayi akan meningkat kira-kira 50% pada akhir pertumbuhan pertma.
Gigi susu mulai tumbuh.
2) Perkembangan
a) Perkembangan motorik
Bayi dapat memindahkan objek dari suatu tangan ketangan yang lain, sudah dapat
menggapai objek dan menggenggam dengan baik, dapat berdiri dengan dipegangi,
dapt duduk.
Sendiri tanpa dibantu, dapat merangkak, merambat, berjalan sambil berpegangan.

Tahap Tumbuh Kembang


Bayi Usia 6-12 Bulan

b. Perkembangan bahasa
Bayi dapat tertawa dan berteriak, dia dapat menikmati suaranya sendiri, berbicara
dengan mainan, mengucapkan kata-kata kombinasi (mama,papa)
c) Perkembangan kognitif
Bayi dapat meniru suara dan gerakan tangan sederhana melihat objek dan tertarik
menjatuhkannya, berkembang kesadaran adanya arti dan akhir dai hubungan,
menunjukan pertambahaan perilaku.
d. Perkembangan psikososial
Bayi dan tahap oral, sebaiknya kebutuhan dipenuhi dengan segera, untuk
membangun kepercayaan dapat dilakukan sdengan sentuhan, kehangatan dan
kelembutan.
Bayi juga dapat bermain dengan orang lain dapat dimotifasi dengan keinginan
bersenang-senang dan mendapatkan kesenangan yang berhubungan dengan
oranglain.

Tahap Tumbuh Kembang Bayi


Usia 1-3 Tahun

Pertumbuhan fisik
Pada bayi berat badan akan meningkat 4 kali pada umur 2,5 tahun dimana setiap
tahu akn bertanbah 2-3 kg sedangkan tinggi badan bertambah panjang kira-kira
50% dari panjang badan umur 1 tahun umtuk tahun keduanya. Sedangkan pada
umur ke-3 penambahan sekitar 6-8 cm.
Perkembangan
1) Perkembangan motorik
Anak pada usia 12-18 bullan dapat berdiri sendiri, berjalan dengan tegak, dapat
menumpuk 2 balok keatas, minum dengan cangkir, buang air kecil lebih teratur.
Sedangkan pada umur 18-24 bulan sudah dapat duduk sendiri pada kursi yang
kecil, mendorong dan menarik bola kedepan, menyusun bangunan 3-4 balok,
menggunakan sendok makan tanpa jatuh , mencoba membuat garis. Untuk umur
2-3 tahun dapat berjalan berjinjit, menyusun 7-8 balok, memegang pensil dengan
baik, naik tangga, menaruh pensil kedal;am botol, memakai sepatu sendiri.

Tahap Tumbuh Kembang Bayi


Usia 1-3 Tahun
Perkembangan bahasa
Pada usia 12-18 bulan suara lebih keras, menggelengkan kepala saat
tidak setuju, mengatakan kata-kata sederhana secara berulang-ulang,
pada umur 18-24 bulan dapat menyebutkan bagian tubuh dan nama
benda, menggunakan kata tunggal, mengikuti langsung contoh kalimat,
sedangkan pada umur 2-3 tahun dapat mengetahui satu warna,
menyebutkan nama lengkap, nama panggilannya sendiri, mengerti arti
lelah dan lapar, aktif bertanya dan berbicara, penambahan artikulasi.

Tahap Tumbuh Kembang Bayi


Usia 1-3 Tahun

3. Perkembangan kognitif
Pada umur 3 tahun dia dapat bermain imajinasi sendiri, mengetahui jenis
kelamin sendiri, dapat memanjat dengan kaki bergantian, malatakkan kedua
kakinya pada masing-masing tangga sambil melompat. Anak-anak pada usia
3 tahun mempunyai keinginan yang besar untuk bebas melakukan hal-hal
yang disukainya. Pada umur 4 tahun dia dapat mengerti panjang dan pendek,
berat dan ringan dapat meneruskan imajinasi dan bercerita mencakup fantasi
dan realita, dapat menuliskan nama lengkap, dapat menyebutkan umurnya
sendiri, anak laki-laki pada usia ini sering bertengkar secara fisik meliputi
menendang, memukul, menggigit, sedangkan anak perempuan lebih suka
berteriak pada temannya ketika tidak setuju. Sedangkan pada usia 5-6 tahun
dia dapat mengidentifikasikan warna, mulai lancer untuk berbicara
mengklasifikasikan benda menurut karektiristiknya.

Tumbuh kembang masa balita

masa balitaa dalah perkembangan selanjutanya dari masa bayi,


yaitu dimulai dari dua tahun hingga 5 tahun. Balita sendiri adalah
singkatan dari bawah lima tahun

Ciri-ciri usia balita


Bagi orang tua merupakan usia yang mengundang masalah (usia
mainan).
Bagi pendidik merupakan masa usia prasekolah.
Bagi pakar pikologi merupakan usia kelompok, usia menjelajah, usia
bertanya, usia meniru dan usia kreatif.

setiap orang tua tentunya menginginkan anaknya menjadi generasi


yang sehat, cerdas dan kuat. Oleh Karen itu, memberikan yang terbaik
untuk anak adalah sebuah kepastian. Untuk itu orang tua harus
memahami tumbuh kembang tubuh dan otak anaknya, terutama pada
masa balita. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan, misalnya makanan harus sesuai drengan keperluan
anak yang sedang tumbuh, pencegahan penyakit juga harus benarbenar diperhatikan. Selain itu guna pertumbuhan psikis anak,
diperlukan suatu lingkungan keluarga yang ruku, damai, bahagia dan
sejahtera.

Perkembangan fisik balita


perkembangan fisik meliputi perubahan-perubhan dalam tubuh
(pertumbuhan otak, system syaraf, organ-organ dalam, pertambahan
tinggi dan berat, hormone dan sebagainya.

masa ini sekaligus merupakan masa prasekolah, dimana anak


umumnya masuk kelompok bermain dan taman kanak-kanak. Pada
masa kanak-kanak awal, rata-rata anak bertambah tinggi 6,25cm
setiap tahun, dan bertambah berat 2,5-3,5kg setiap tahun.pada usia 6
tahun berat harus mencpai 7 kali berat pda waktu lahir.

Perkembangan motoric masa balita

keterampilan umum yang sering dilakukan anak biasanya


menyangkut keterampilan tangan dan kaki. Keterampilan dalam
aktivitas makan dan berpakaian sendiri dimulai pada masa bayi dan
disempurnakan pada masa kanak-kanak awal. Kemajuan terbesar
keterampilam berpakaian antara usia 1,5 dan 3,5 tahun. Pada saat
anak anak mencapai usia TK, mereka sudah harus dapat mandi dan
berpakaian sendiri, menali sepatu dan menyisir rambut dengan sedikit
bantuan atau tanpa bantuan samma sekali. Antara usia 5 dan 6 tahun
sebagian besar anak-anak sudah pandai meempar dan menangkap
bola. Mereka dapat menggunakan gunting, dapat membentuk tanah
liat, bermain membuat kue-kue dan menjahit, mewarnai dan
menggambar dengan pensil atau krayon.

Perkembangan intelektual pada


masa kanak-kanak awal

Adapun ciri-ciri berpikir pada tahap praoperasional adalah semakin


berkembang fungsi simbolis, tingkah laku, cara berfikirnya masih
egisentris, centralized atau terpusatbnpada satu dimensi saja, serta
cara berfikir yang tidak dapat dibalik dan terarah statis.

Tahap tumbuh kembang usia sekolah


a. Perumbuhan fisik
Berat badan meningkat sekitar 2-3 kg/thn sedangkan untuk tinggibadan
setelahumur 7 tahun akan bertambah 5 cm setiap tahunnya dan pada
usia 13 tahun panjangnya tiga kali dari panjang lahir. Pada saat
mendekati usia 6 tahun mulai kehilangan giginya ( rontok ). Biasanya
pada awal usia sekolah gigi geraham mulai timbuh , sedangkan pada
usia 12 tahun system saraf lebih kompleks dan mampu menulis naskah.

Tahap tumbuh kembang usia sekolah

b. Perkembangan
1) Perkembangan psikososial
Pada usia sekolah anak mengalami perubahan pergaulan dilingkungan
sekolah atau masyarakat, sehingga anak-anak tersebut mulai hidup dengan
bebas dan mencari tujuan serta tingkah laku diluar rumah. Pada saat usia ini
anak belajar untuk menghasilkan sesuatu dan miulai untuk mengeksplor
keinginan seperti mengkoleksi binatang peliharaan dan bermain kartu. Anak
usia sekolah membutuhkan pengetahuan untuk keberhasilan mereka,
contohnya dalam hal prestasi belajar, partisipasi kelompok dalam
mengembangkan ketrampilan olah raga .
Jika sesorang anak tidak dapat meningkatkan prestasi sesuai harapan orang
tua, saat itulah pertamakali anak belajar mengalami kegagalan dan bereaksi
dengan anisietas dan bermusuhan.

Tahap tumbuh kembang usia sekolah

2) Perkembangan kognitif
Anak pada usia sekolah biasanya menggunakan kalimat induktif
sebab untuk memecahkan masalah yang baru, dapat mengerti
peristiwa yang terjasi, dapat menggunakan logika yang simple seperti
masa volume berat, serta menguasai dasar-dasar matematika.
3) Perkembangan motorik
Pada anak usia 8 tahun dapat bekajar untuk menulis dengan tangan,
misalmnya : menulis angka dan huruf dengan teliti, menggambar dan
mewarnai, anak usia ini juga dapat mengerjakan pekerjaan rumah,
berlari, melomp[at, mengendarai sepeda, berenag dan menikuti
gerakan yang diajarikan seperti menari

Cara Menghitung Berat Badan Ideal, dan Rumus BMI ( Body Mass Index )
28 Mei 2015
Ingin tahu apakah berat badan kita ideal dengan tinggi badan yang kita
miliki

Kali ini kami bawakan artikel tentang rumus menghitung berat badan
ideal. Ada 2 metode yang kami bawakan. Perhitungan konvensional dan
melalui Body Mass Index (index massa tubuh).

1. Perhitungan Berat ideal Konvensional


Berikut perhitungan untuk mengetahui berat ideal dengan cara
konvensional

Berat Badan Ideal (BBI)

bayi (anak 0-12 bulan)


BBI = (umur (bln) / 2 ) + 4

2. BBI untuk anak (1-10 tahun)


BBI = (umur (thn) x 2 ) + 8
3. Remaja dan dewasa
BBI = (TB - 100) - (TB - 100) x 10%
atau
BBI = (TB - 100) x 90%
[Ket:]
TB = Tinggi badan (cm)

Jika Anda telah selesai menghitungnya, maka yang Anda peroleh


adalah berat badan ideal yang seharusnya Anda miliki. Tapi jangan
takut jika berat badan Anda tidak masuk hitungan ideal karena hasil
hitungan rumus ini adalah angka relatif, sebab range berat badan
normal yang dimiliki setiap orang adalah plus/minus 10% berat
idealnya.

Wah, kalo data TB tidak diketahui bagaimana? Misalnya pada pasien


ascites atau eudeme anasarka, kan susah tuh.. ga mungkin pake berat
badan aktual (selain juga bisa konversi -30% dari BB aktual),, atau pada
pasien pasca bedah, ga mungkin kita ukur tingginya.. so, Konversi dong
dari nilai antropomentri Tinggi lutut atau rentang lengan.

TB berdasarkan Tinggi Lutut (TL)


TB Pria = 6,50 + (1,38 + TL) - (0,08 x U)
TB Wanita = 89,68 + (1,53 x TL) - (0,17 x U)

TB berdasarkan Rentang Lengan (RL)


TB Pria = 118,24 + (0,28 x RL) - 0,07 x U)
TB Wanita = 63,18 + (0,63 x RL) - 0,17 x U)

[ket:]
U = Umur (tahun)

2. Berat Ideal versi Rumus BMI


Ingin menghitung BMI (Body Mass Index) Anda? BMI adalah suatu rumus kesehatan, di mana berat
badan (BB) seseorang (kg) dibagi dengan tinggi badan (TB) pangkat dua (m2).

BMI = (BB) / [(TB) * (TB)]

Misalnya: BB = 45 kg dan TB = 165 cm, maka

BMI = (45) / [(1.65) * (1.65)] = 16.5

Apakah Anda termasuk kurus, normal, atau overwight? Lihat patokan di bawah ini:

BMI
BMI
BMI
BMI

< 18.5 = berat badan kurang (underweight)


18.5 - 24 = normal
25 - 29 = kelebihan berat badan (overweight)
>30 = obesitas

Ini tabel BMI-nya

Tabel BMI

warna biru kurang berat

warna hijau sehat

warna kuning kelebihan berat

warna oranye obesitas

warna merah obesitas berlebih

Definisi remaja

Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh
menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang
mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Pasa
masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk
golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua.
Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa
remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja
belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri
Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak
dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk
memasuki masa dewasa.
Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi
wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Sedangkan pengertian
remaja menurut Zakiah Darajat (1990: 23)

Pembagian usia remaja


Sementara itu pendapat Konopka dan Ingersoll dalam Hurlock (2004) mengatakan bahwa secara
umum masa remaja dibagi menjadi tiga bagian yaitu sebagai berikut:
- Masa remaja awal (12-15 tahun)
Pada masa ini mulai meninggalkan perannya sebagai anak-anak dan berusaha
mengembangkan diri sebagai individu yang unik dan tidak tergantung pada orang tua.
- Masa remaja pertengahan (15-18 tahun)
Masa ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan berfikir yang baru. Teman sebaya
memiliki peran yang penting. Pada masa ini remaja juga mengembangkan kematangan
tingkah laku, belajar membuat keputusan sendiri dan selain itu penerimaan dari lawan jenis
menjadi penting bagi individu.
- Masa remaja akhir (19-21 tahun)
Masa ini ditandai oleh persiapan akhir untuk memasuki peran-peran orang dewasa.
Keinginan yang kuat untuk menjadi matang dan diterima dalam kelompok teman sebaya dan
diterima orang dewasa.

Pertumbuhan fisik remaja


Ada beberapa perubahan-perubahan fisik yang penting dan terjadi pada masa remaja, yaitu :
Perubahan Ukuran Tubuh

Irama pertumbuhan mendadak menjadi cepat sekitar dua tahun sebelum anak mencapai
taraf pematangan kelaminnya. Setahun sebelum pematangan ini, anak akan bertambah tiggi
10- 15 cm dan bertambah berat 5-10 kg setelah terjadi pematangan kelamin. Pertumbuhan
tubuh selanjutnya masih terus terjadi namun dalam tempo yang sedikit lebih lamban. Selama
empat tahun pertumbuhan tinggi badan akan bertambah 25% dan berat tubuhnya hampir
mencapai dua kali lipat. Anak laki-laki tumbuh terus lebih cepat daripada anak perempuan.
Perubahan Proporsi Tubuh

Ciri tubuh yang kurang proporsional pada masa remaja tidak sama untuk seluruh tubuh, ada
pula bagian tubuh yang semakin proposional. Proporsi yang tidak seimbang akan
berlangsung
terus sampai masa puber selesai sehingga akhirnya roporsi tubuh mulai tampak
seimbang menjadi menjadi proporsi orang dewasa. Perubahan ini terjadi baik di dalam maupun
di bagian luar tubuh anak. Misalanya, di masa anak-anak ukuran jantung kecil sedangkan
pembuluh darah
kulit belum begitu tampak. Pada masa puber terjadi sebaliknya. Di bagian
luar tampak pertumbuhan kaki dan tangan lebih panjang dibanding tubuh.

Pertumbuhan fisik remaja


Ciri Kelamin Primer

Pada masa anak-anak, alat kelamin primer masih belum berkembang dengan sempurna.
Ketika memasuki masa remaja alat kelamin mulai berfungsi dengan sempurna saat remaja
berusia 14 tahun, yaitu saat saat pertama kali mengalami mimpi basah. Sedangkan anak
perempuan,
indung telurnya mulai berfungsi pada usia 13 tahun, yaitu saat pertama kali
menstruasi atau haid. Bagian lain dari alat perkembangbiakan pada anak perempuan masih
belum sempurna, sehingga belum mampu mengandung anak untuk beberapa bulan. Masa
interval ini disebut sebagai saat steril masa remaja.
Ciri Kelamin Sekunder

Yang dimaksud ciri kelamin sekunder (ciri kelamin kedua) pada anak perempuan adalah
membesarnya buah dada dan mencuatnya puting susu, pinggul melebar lebih lebar dari lebar
bahu, tumbuh rambut di sekitar alat kelamin, tumbuh rambut di ketiak, dan suara bertambah
nyaring. Sedangkan ciri kelamin sekunder pada laki-laki adalah tumbuh kumis dan jenggot, otototot mulai tampak, bahu melebar lebih lebar dari pinggul, nada suara membesar, tumbuh
jakun, tumbuh bulu ketiak, bulu dada, bulu di sekitar alat kelamin, serta perubahan jaringan
kulit
menjadi lebih kasar dan pori-pori membesar.

Perkembangan kognitif remaja

Menurut Piaget, seorang remaja termotivasi untuk memahami dunia karena perilaku adaptasi
secara biologis mereka. Dalam pandangan Piaget, remaja secara aktif membangun dunia
kognitif mereka, di mana informasi yang didapatkan tidak langsung diterima begitu saja ke
dalam skema kognitif mereka. Remaja telah mampu membedakan antara hal-hal atau ide-ide
yang lebih penting disbanding ide lainnya, lalu remaja juga menghubungkan ide-ide ini. Seorang
remaja tidak saja mengorganisasikan apa yang dialami dan diamati, tetapi remaja mampu
mengolah cara berpikir mereka sehingga memunculkan suatu ide baru.

Perkembangan psikososial remaja


- Identitas diri berkaitan dengan pertanyaa-pertanyaan : siapakah diri saya, apa yang membuat
diri saya berbeda dari orang lain, apa saja yang ada dalam diri saya, apakah yang saya
inginkan pada masa mendatang, dll. Seseorang yang telah memperoleh identitas, maka akan
menyadari ciri-ciri kepribadiannya, seperti kesukaannya atau ketidaksukaannya, aspirasi,
tujuan masa depan yang diantisipasi, perasaan bahwa ia dapat dan harus mengatur orientasi
hidupnya.
Menurut Josselson proses pencarian identitas remaja adalah proses dimana remaja
mengembangkan identitas personal atau sense of self yang unik, yang berbeda dan terpisah
dari orang lain yang disebut dengan Individuasi
Menurut Erikson konflik psikososial yang harus diselesaikan remaja adalah pencapaian identitas
Vs Kebingungan identitas.

Pertumbuhan fisik dewasa


Pada masa dewasa awal, beberapa individu berhenti berpikir tentang bagaimana gayahidup pribadi
akan mempengaruhi kesehatan mereka selanjutnya padakehidupan dewasa. Sebagai seorang
dewasa yang masih muda, banyak darikita membangun sebuah pola seperti tidak sarapan, tidak
makan makanansecara teratur, dan menggantungkan diri pada makanan kecil sebagai sumber
makanan utama dalam sehari, makan secara berlebihan sampai kitamelampaui berat normal untuk
umur kita, merokok dalam taraf sedang atau berlebih, minum minuman keras dalam taraf sedang
aau berlebih, tidak berolahraga, dan tidur dengan waktu yang sedikit tiap malam. Gaya hidup
pribadi yang buruk ini berhubungan dengan kondisi kesehatan yang buruk.
Terdapat beberap bahaya yang tersembunyi dalam masa puncak kemampuandan kesehatan pada
masa awal dewasa. Pada saat kaum dewasa awal dapatmenggunakan sumber daya fisik untuk
banyak kesenangan, ditambahkenyataan bahwa seringkali mereka pulih dengan mudah dari stress
fisik dancidera, menjadikan mereka memaksa tubuh terlalu jauh.

Perkembangan kognitif dewasa


muda

Menurut Papalia dalam bukunya Human Development, tujuh tahap perkembangan kognitif
dewasa awal tersebut adalah sebagai berikut (Papalia et all, 2009.hal:140-141) :
a) Tahap pemerolehan (acquistive stage)
Tahap dimana anak dan remaja mempelajari informasi dan ketrampilan sebagian besar
sekedar mendapatkannya atau sebagai persiapan untuk turut serta di dalam masyarakat.
b) Tahap pencapaian (achieving stage)
Tahap dimana dewasa awal menggunakan pengetahuan untuk memperoleh keahlian dan
kemandirian.
c) Tahap tanggung jawab (responsible stage)
Tahap dimana individu paruh baya memikirkan tujuan jangka panjang dan masalahmasalah praktis yang berkaitan dengan tanggung jawab mereka terhadap orang lain.

Perkembangan kognitif dewasa


muda
d) Tahap eksekutif (executive stage)
Tahap dimana individu paruh baya bertanggung jawab terhadap sosial, menghadapi
hubungan kompleks pada banyak tingkat
e)
Tahap reorganisasional (reorganizational stage)
Tahap dimana individu dewasa memasuki masa pensiun dan mereorganisasi hidup mereka
sekitar aktivitas yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.
f)
Tahap reintegrasi (reintegrative stage)
Tahap dimana dewasa yang lebih tua memilih untuk memfokuskan energinya yang terbatas
pada tugas-tugas yang bermakna bagi mereka
g) Tahap penciptaan warisan (legacy creating state)
Tahap dimana individu lanjut usia mempersiapkan kematian dengan merekam cerita
hidupnya, mendistribusikan barang-barang milinya, dan hal serupa lainnya.

Perkembangan psikososial dewasa


muda
1.
Pertemanan Pertemanan pada masa dewasa awal cenderung berpusat pada pekerjaan dan
aktivitas parenting serta berbagai kepercayaan diri dan masukan. Pertemanan memiliki kualitas
dan karakter yang beragam. Sebagian sangat intim dan suportif, sedangkan yang lain ditandai
dengan konflik yang kerap terjadi. Seorang dewasa awal yang masih melajang amat bergntung
kepada pertemanan untuk memenuhi kebutuhan social mereka dibandingkan orang dewasa
awal yang telah menikah atau yang telah menjadi irang tua. Wanita muda cenderung memiliki
kebutuhan social yang dipenuhi oleh teman mereka ketimbang pria muda. Biasanya wanita
memiliki lebih banyak pertemanan intim ketimbang pria dan menemukan pertemanan dengan
wanita lain jauh lebih memuaskan ketimbang dengan pria. Pria lebih cenderung berbagi
informasi dan aktivitas, tapi tidak berbagi kepercayaan, dengan teman.

Perkembangan psikososial dewasa


muda
2.
Cinta Sebagian besar orang menyukai kisah cinta, termasuk kisah cinta mereka sendiri.
Membayangkan cinta sebagai cerita dapat membantu kita melihat bagaimana orang memilih
dan memadukan elemen plot. Menurut teori cinta triangular Stenberg, ketiga elemen cinta
tersebut adalah intimasi, hasrat dan komitmen. Intimasi, elemen emosional mencakup
pengungkapan diri, yang akan mengarah kepada keterhubungan, kehangatan dan
kepercayaan. Hasrat, elemen motivasional, didasarakan kepada dorongan batin yang
menerjemahkan gejolk fisiologis kedalam hasrat seksual. Komitmen, elemen kognitif, adalah
keputusan untuk mencintai dan untuk terus dicintai.

Perkembangan fisik dewasa


tengah/madya

Pada umumnya usia madya atau usia setengah baya dipandang sebagai masa usia antara 40
60 tahun. Masa tersebut pada akhirnya akan ditandai oleh perubahan jasmani dan mental.
Pada usia 60 tahun biasanya terjadi penurunan kekuatan fisik, sering pula diikuti oleh
penurunan daya ingat. Walaupun dewsa ini banyak yang mengalami perubahan-perubahan
tersebut lebih lambat daripada masa lalu, namun garis batas tradisionalnya masih nampak.
Meningkatnya kecenderungan untuk pensiun pada usia 60an sengaja atau tidak sengaja usia
60an dianggap sebagai garis batas antara usia lanjut dengan usia madya.

Perkembangan kognitif dewasa


tengah

Pada tahap ini perkembangan intelektual dewasa sudah mencapai titik akhir puncaknya yang
sama dengan perkembangan tahap sebelumnya (tahap pemuda). Semua hal yang berikutnya
sebenarnya merupakan perluasan, penerapan, dan penghalusan dari pola pemikiran ini.
Orang dewasa mampu memasuki dunia logis yang berlaku secara mutlak dan universal yaitu
dunia idealitas paling tinggi.
Orang dewasa dalam menyelesaikan suatu masalah langsung memasuki masalahnya. Ia
mampu mencoba beberapa penyelesaian secara konkrit dan dapat melihat akibat langsung
dari usaha-usahanya guna menyelesaikan masalah tersebut.
Orang dewasa mampu menyadari keterbatasan baik yang ada pada dirinya (baik fisik maupun
kognitif) maupun yang berhubungan dengan realitas di lingkungan hidupnya.
Orang dewasa dalam menyelesaikan masalahnya juga memikirkannya terlebih dahulu secara
teoritis. Ia menganalisis masalahnya dengan penyelesaian berbagai hipotesis yang mungkin
ada. Atas dasar analisanya ini, orang dewasa lalu membuat suatu strategi penyelesaian secara
verbal. Yang kemudian mengajukan pendapat-pendapat tertentu yang sering disebut sebagai
proporsi, kemudian mencari sintesa dan relasi antara proporsi yang berbeda-beda tadi.

Perkembangan psikososial dewasa


tengah

Ciri-ciri yang menyangkut pribadi dan sosial pada masa ini antara lain:
Masa dewasa madya merupakan periode yang ditakuti dilihat dari seluruh kehidupan
manusia.
Masa dewasa madya merupakan masa transisi, dimana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri
jasmani dan prilaku masa dewasanya dan memasuki suatu periode dalam kehidupan dengan
ciri-ciri jasmani dan prilaku yang baru.
Masa dewasa madya adalah masa berprestasi. Menurut Erikson, selama usia madya ini orang
akan menjadi lebih sukses atau sebaliknya mereka berhenti (stagnasi).
Pada masa dewasa madya ini perhatian terhadap agama lebih besar dibandingkan dengan
masa sebelumnya, dan kadang-kadang minat dan perhatiannya terhadap agama ini dilandasi
kebutuhan pribadi dan sosial.

Perubahan fisik dewasa akhir


Otak dan sistem syaraf

Saat kita tua, kita kehilangan sejumlah neuron, unit-unit sel dasar dari sistem syaraf. Aspek
yang signifikan dari proses penuaan mungkin adalah bahwa neuron-neuron itu tidak mengganti
dirinya sendiri (Moushegian, 1003). Meskipun demikian, otak dapat cepat sembuh dan
memperbaiki kemampuannya, hanya kehilangan sebagian kecil dari kemampuannya untuk
berfungsi di masa dewasa akhir (Labouvie-Vief, 1985). Sifat adaptif otak telah ditunjukkan
dalam sebuah penelitian (Coleman, 1986). Dari usia 40-70an tahun, pertumbuhan dendrit
meningkat. Dendrit adalah bagian penerima dari neuron atau sistem syaraf. Dendrit-dendrit itu
juga penting karena mereka bagian dari sekitar 95% dari permukaan neuron. Tetapi pada orang
yang tua sekali, yang berusia 90an tahun, pertumbuhan dendrit tidak lagi berlangsung.

Perubahan fisik dewasa akhir


Perkembangan Sensori
Perubahan sensori fisik pada masa dewasa akhir melibatkan indra penglihatan, indra pendengaran,
indra perasa, indra pembau, dan indra peraba.
Pada masa dewasa akhir, penurunan indra
penglihatan, yang bagi sebagian besar dari kita dimulai pada masa dewasa tengah, menjadi lebih
jelas. Penurunan penglihatan ini biasanya dapat dirunut dari pengurangan pada kualitas dan
intensitas cahaya yang mencapai retina. Di puncak masa tua, perubahan ini mungkin disertai oleh
perubahan kemunduran dalam retina, menyebabkan beberapa kesulitan dalam penglihatan.
Maeskipun kerusakan pendengaran dapat dimulai pada masa dewasa tengah, hal itu biasanya
tidak menimbulkan banyak kesulitan sampai masa dewasa akhir. Saat itu, beberapa namun tidak
keseluruhan dari permasalahan pendengaran mungkin diperbaiki dengan alat-alat bantu
pendengaran.
Kita tidak hanya mengalami penurunan dalam penglihatan dan pendengaran sebagai usia lanjut,
tetapi kita juga menjadi kurang peka terhadap rasa dan bau. Kepekaan terhadap rasa masam dan
pahit bertahan lebih lama dibandingkan kepekaan pada rasa manis dan asin. Bagaimanapun, pada
orang-orang dewasa yang sehat, terjadi lebih sedikit penurunan dalam kepekaan rasa dan bau
dibandingkan pada mereka yang sehat.

Perubahan fisik dewasa akhir


Kulit dan Rambut

Kulit berubah menjadi tipis,kering,keriput dan tidak elastis lagi.Rambut rontok dan berwarna
putih,kering dan tidak mengkilat.
Sistem Peredaran Darah

Beberapa ahli penuaan berpendapat bahwa jantung yang sehat dapat menjadi lebih kuat
selama kita menua melewati masa-masa dewasa, dengan kapasitas yang meningkat dan
bukannya menurun. Tekanan darah juga dapat meningkat sesuai dengan usia karena penyakit,
obesitas, kecemasan, pengerasan pembuluh darah, atau kurang berolahraga.
Sistem Pernafasan

Kapasitas paru-paru menurun antara usia 20 dan 80 tahun, sekalipun tanpa penyakit
(Fozard, 1992). Paru-paru kehilangan elastisitasnya, dada menyusut, dan diafragma melemah.
Meskipun begitu, berita baiknya adalah bahwa orang-orang dewasa lanjut dapat memperbaiki
fungsi paru-paru dengan latihan-latihan memperkuat diafragma.

Perubahan fisik dewasa akhir


Lambung

Pengosongan lambung lebih lambat, sehingga orang akan makan lebih sedikit karena
lambung terasa penuh, terjadilah anoreksia. Penyerapan zat gizi berkurang dan produksi asam
lambung menjadi lebih sedikit untuk mencerna makanan. Diatas umur 60 tahun, sekresi HCl dan
pepsin berkurang, akibatnya absorpsi protein, vitamin dan zat besi menjadi berkurang. Terjadi
overgrowth bakteri sehingga terjadi penurunan faktor intrinsik yang juga membatasi absorbsi
vitamin B12, Penurunan sekresi asam lambung dan enzim pankreas, fungsi asam empedu
menurun menghambat pencernaan lemak dan protein, terjadi juga malabsorbsi lemak dan diare.
Tulang

Kepadatan tulang akan menurun, dengan bertambahnya usia. Kehilangan massa tulang
terjadi secara perlahan pada pria dan wanita dimulai pada usia 35 tahun yaitu usia dimana
massa tulang puncak tercapai. Dampaknya tulang akan mudah rapuh (keropos) dan patah,
mengalami cedera, trauma yang kecil saja dapat menyebabkan fraktur.

Perubahan fisik dewasa akhir


Otot

Penurunan berat badan sebagai akibat hilangnya jaringan otot dan jaringan lemak tubuh.
Presentasi lemak tubuh bertambah pada usia 40 tahun dan berkurang setelah usia 70 tahun.
Penurunan Lean Body Mass ( otot, organ tubuh, tulang) dan metabolisme dalam sel-sel otot
berkurang sesuai dengan usia. Penurunan kekuatan otot mengakibatkan orang sering merasa
letih dan merasa lemah, daya tahan tubuh menurun karena terjadi atrofi. Berkurangnya protein
tubuh akan menambah lemak tubuh. Perubahan metabolisme lemak ditandai dengan naiknya
kadar kolesterol total dan trigliserida.
Ginjal

Fungsi ginjal menurun sekitar 55% antara usia 35 80 tahun. Banyak fungsi yang
mengalami kemunduran, contohnya laju filtrasi, ekskresi, dan reabsorbsi oleh ginjal. Reaksi
asam basa terhadap perubahan metabolisme melambat. Pembuangan sisa-sisa metabolisme
protein dan elektrolit yang harus dilakukan ginjal menjadi beban tersendiri.
Seksualitas

Penuaan menyebabkan beberapa perubahan dalam kemampuan seksualitas manusia,


terjadi lebih banyak pada laki-laki daripada wanita. Orgasme menjadi lebih jarang pada lakilaki, terjadi dalam setiap2-3 kali hubungan seksual, dan bukan setiap kali.

Perubahan fisik dewasa akhir


Masalah Kesehatan

Semakin kita tua, kemungkinan kita akan memiliki beerapa atau dalam keadaan sakit akan
meningkat. Munculnya penyakit kronis juga terjadi pada masa ini. Penyakit kronis (chronic
disorders) dicirikan oleh serangan yang perlahan-lahan dan dalam jangka waktu yang lama.
Penyakit-penyakit kronis jarang muncul pada masa dewasa awal, meningkat selama masa
dewasa tengah, dan menjadi biasa pada masa dewasa akhir. Radang sendi merupakan penyakit
kronis yang umum pada masa dewasa akhir, diikuti oleh hipertensi. Wanita lanjut usia yang
mengalami radang sendi dan hipertensi, lebih sering mengalami permasalahan visual, namun
jarang memiliki permasalahan pendengaran dibandingkan dengan laki-laki usia lanjut.

Perkembangan kognitif dewasa akhir


Issue mengenai penurunan intelektual selama tahun-tahun masa dewasa merupakan suatu hal
yang provokatif (Santrock, 2004). David Wechsler (1972), yang mengembangkan skala
inteligensi, menyimpulkan bahwa masa dewasa dicirikan dengan penurunan intelektual, karena
adanya proses penuaan yang dialami setiap orang.
Sementara, John Horn (1980) berpendapat bahwa beberapa kemampuan memang menurun,
sementara kemampuan lainnya tidak. Horn menyatakan bahwa kecerdasan yang mengkristal
(crystallized intelligence = yaitu sekumpulan informasi dan kemampuan-kemampuan verbal yang
dimiliki individu) meningkat, seiring dengan peningkatan usia. Sedangkan kecerdasan yang
mengalir (fluid intelligence = yaitu kemampuan seseorang untuk berpikir abstrak) menurun
secara pasti sejak masa dewasa madya.
Dari banyak penelitian (Baltes, Smith & Staudinger, in press;; Dobson, dkk, 1993; Salthouse,1992,
1993, in press; Salthouse & Coon, 1993; Sternbern & McGrane, 1993), diterima secara luas bahwa
kecepatan memproses informasi mengalami penurunan pada masa dewasa akhir. Penelitian lain
membuktikan bahwa orang-orang dewasa lanjut kurang mampu mengeluarkan kembali informasi
yang telah disimpan dalam ingatannya. Kecepatan memproses informasi secara pelan-pelan
memang akan mengalami penurunan pada masa dewasa akhir, namun factor individual
differences juga berperan dalam hal ini.

Perkembangan psikososial dewasa


akhir
kibat perubahan Fisik yang semakin menua maka perubahan ini akan sangat berpengaruh
terhadap peran dan hubungan dirinya dengan lingkunganya. Dengan semakin lanjut usia
seseorang secara berangsur-angsur ia mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya karena
berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial para lansia
menurun, baik secara kualitas maupun kuantitasnya sehingga hal ini secara perlahan
mengakibatkan terjadinya kehilangan dalam berbagai hal yaitu: kehilangan peran ditengah
masyarakat, hambatan kontak fisik dan berkurangnya komitmen.
Menurut Erikson, perkembangan psikososial masa dewasa akhir ditandai dengan tiga gejala
penting, yaitu keintiman, generatif, dan integritas.
1. Perkembangan Keintiman
Keintiman dapat diartikan sebagai suatu kemampuan memperhatikan orang lain dan membagi
pengalaman dengan mereka. Orang-orang yang tidak dapat menjalin hubungan intim dengan
orang lainakan terisolasi. Menurut Erikson, pembentukan hubungan intim ini merupakan
tantangan utama yang dihadapi oleh orang yang memasuki masa dewasa akhir.

Perkembangan psikososial dewasa


akhir
2. Perkembangan Generatif
Generativitas adalah tahap perkembangan psikososial ketujuh yang dialami individu selama
masa pertengahan masa dewasa. Ketika seseorang mendekati usia dewasa akhir, pandangan
mereka mengenai jarak kehidupan cenderung berubah. Mereka tidak lagi memandang
kehidupan dalam pengertian waktu masa anak-anak, seperti cara anak muda memandang
kehidupan, tetapi mereka mulai memikirkan mengenai tahun yang tersisa untuk hidup. Pada
masa ini, banyak orang yang membangun kembali kehidupan mereka dalam pengertian
prioritas, menentukan apa yang penting untuk dilakukan dalam waktu yang masih tersisa.

Perkembangan psikososial dewasa


akhir
3. Perkembangan Integritas
Integritas merupakan tahap perkembangan psikososial Erikson yang terakhir. Integritas paling
tepat dilukiskan sebagai suatu keadaan yang dicapai seseorang setelah memelihara bendabenda, orang-orang, produk-produk dan ide-ide, serta setelah berhasil melakukan penyesuaian
diri dengan bebrbagai keberhasilan dan kegagalan dalam kehidupannya. Lawan dari integritas
adalah keputusan tertentu dalam menghadapi perubahan-perubahan siklus kehidupan individu,
terhadap kondisi-kondisi sosial dan historis, ditambah dengan kefanaan hidup menjelang
kematian.
Tahap integritas ini ini dimulai kira-kira usia sekitar 65 tahun, dimana orang-orang yang tengah
berada pada usia itu sering disebut sebagai usia tua atau orang usia lanjut. Usia ini banyak
menimbulkan masalah baru dalam kehidupan seseorang. Meskipun masih banyak waktu luang
yang dapat dinikmati, namun karena penurunan fisik atau penyakit yang melemahkan telah
membatasi kegiatan dan membuat orang tidak menrasa berdaya.

Perkembangan psikososial dewasa


akhir
Terdapat beberapa tekanan yang membuat orang usia tua ini menarik diri dari keterlibatan
sosial: (1) ketika masa pensiun tiba dan lingkungan berubah, orang mungkin lepas dari peran
dan aktifitas selama ini; (2) penyakit dan menurunnya kemampuan fisik dan mental, membuat
ia terlalu memikirkan diri sendiri secara berlebihan; (3) orang-orang yang lebih muda
disekitarnya cenderung menjauh darinya; dan (4) pada saat kematian semakin mendekat,
oran ingin seperti ingin membuang semua hal yang bagi dirinya tidak bermanfaat lagi.