Anda di halaman 1dari 8

TUTORIAL BASIC WORDPRESS SELF HOSTING

A. INSTALL DI LOCALHOST
1. Install XAMPP
1) Download XAMPP di https://www.apachefriends.org/download.html
2) Install XAMPP. Pada Tutorial ini digunakan XAMPP v3.2.1
3) Ketika ada option Select Component, klik next saja.
4) Usahakan jangan install di drive C.

5) Ikuti prosesnya, kalau ada pilihan klik next saja.


6) Setelah finish, secara otomatis program xampp dijalankan.
7) Klik start pada Apache dan MySQL

8) Sekarang komputer kita sudah bisa berfungsi sebagai localhost


2. Install Wordpress
1) Download wordpress di https://wordpress.org/. Pada Tutorial ini digunakan
wordpress v4.1
2) Extract Here file hasil download di folder D:\xampp\htdocs

3) Rename folder hasil extract dari wordpress menjadi gerigi.


4) Langkah berikutnya adalah membuat database. Buka browser dan ketik
localhost/phpmyadmin (tanpa kutip) di address bar.

5) Pilih menu Basis Data.


6) Buat database baru dengan nama gerigi.

7)
8)
9)
10)

Sekarang kita menyambungkan database ke website kita.


Buka new tab browser dan ketik localhost/gerigi pada address bar.
Bila terjadi error ikuti langkah berikutnya, jika tidak langsung ke poin 16.
Buka folder D:\xampp\htdocs\gerigi. Rename file wp-config-sample.php menjadi
wp-config.php.
11) Buka wp-config.php lalu edit menjadi seperti berikut:

Ubah database_name_here menjadi gerigi. Ubah username_here menjadi


root. Dan kosongi atau hapus password_here. Lalu save.
12) Buka browser localhost/gerigi. Lalu lanjut ke poin 16.

13) Pilih bahasa untuk proses install. Defaultnya adalah bahasa Inggris.
14) Lalu kita akan masuk halaman untuk mengatur database.

15) Database Name diisi gerigi. Pada User Name diisi root. Password dikosongi.
Selebihnya biarkan saja seperti defaultnya.
16) Sekarang wordpress sudah bisa diinstall. Isi data-datanya.

17) Sekarang Web kita sudah bisa diakses di localhost di alamat localhost/gerigi.
3. Setting Wordpress
1) Buka halaman admin di localhost/gerigi/wp-admin

2) Dashboard
Berisi ulasan keseluruhan dari menu-menu di halaman admin
3) Post
Berfungsi untuk mengatur post, category dan tags. Post adalah berita yang memiliki
category dan tags. Sedangkan Kategori dan Tags adalah kriteria yang digunakan
untuk mengelompokkan post.
4) Media
Berfungsi mengatur media / file yang diupload ke website. Gambar yang disertakan
ke dalam post juga diatur disini.
5) Pages
Seperti Post hanya saja post tidak memiliki category dan tags. Page biasanya
digunakan untuk menulis info Profil, Kontak, dan info-info statis lainnya.
6) Comments
Berfungsi mengatur komentar yang ada di Post dan Pages.
7) Appearance
Berfungsi mengatur tampilan website. Ini sangat bergantung dengan template yang
digunakan.
a) Themes
Digunakan untuk mengatur template, baik mengganti, menghapus, ataupun
menambah (upload) template baru. Template ini yang berperan utama
mengatur tampilan website.
b) Customize
Mengatur settingan umum template seperti gambar header, warna
background dsb secara live.
c) Widgets
Bagian dari template yang bisa dilepas pasang. Contoh widget standar
adalah: menu, categories, archive, recent post dsb.
Untuk template ini hanya mempunyai 1 lokasi widget, yaitu di kolom kiri.

Namun template lain biasanya memiliki beberapa lokasi widget sekaligus


seperti di kolom kanan & kolom bawah.
d) Menus
Mengatur navigasi website. Kita bisa membuat lebih dari 1 group menu. Tapi
hanya 1 group menu yang bisa menjadi menu utama.
Sebagai contoh kita membuat group menu dengan nama atas yang berisi
menu Contact, Service dan About.

Untuk membuat group ini menjadi menu utama dilakukan melalui Manage
Location.

Pada template ini menu utama ditampilkan dibagian atas.

Tentu saja lokasi ini berbeda-beda tergantung template yang digunakan.


Kita juga bisa membuat group menu lain dan ditampilkan sebagai widget
melalui men widget seperti poin c).
e) Editor
Berfungsi mengatur template dengan mengedit kode secara langsung.
Bahasa yang digunakan adalah php, html, css dan js.
8) Plugin
Berfungsi menambahkan fungsi baru yang tidak ada dalam template. Tersedia
banyak plugin yang bisa diinstall seperti plugin untuk slide show, e-commerce dll.
Sebagai contoh disini digunakan plugin sederhana untuk melakukan import post dari
website kita yang lain, yaitu wordpress-importer.
9) Users
Berfungsi mengatur user dan perannya.
a) Subscriber
Hanya bisa mengatur profilnya sendiri.
b) Contributor
Hanya bisa menulis post tapi tidak bisa mempublisnya.
c) Author
Hanya bisa menulis dan mempublikasikan postnya sendiri.
d) Editor
Bisa menulis dan mempublikasikan baik postnya sendiri maupun post dari
user lain.
e) Administrator
Bisa mengakses semua fitur di website hingga mengatur user baik
menambah, menghapus, atau mengganti perannya.
Untuk web pribadi biasanya hanya memiliki satu user, sedangkan web berbasis
berita yang besar biasanya diperlukan beberapa user untuk menulis postnya.
10) Tools
Fungsi umum dari tool adalah export dan import. Ini berguna jika kita ingin
membuat website baru namun dengan content yang sama seperti website yang
lama.

a) Export
Digunakan untuk mengeksport data dari website kita baik post, page, menu
dan settingan lain.
b) Import
Digunakan untuk mengimport data dari website lain. Namun ini
membutuhkan plugin wordpress-importer seperti yang kita install di bagian
plugin tadi.
11) Settings
a) General
Mengatur settingan umum, seperti judul, tagline, jam dsb.
b) Writing
Mengatur format penulisan post
c) Reading
Mengatur penampilan post. Seperti jumlah post yang ditampilkan per
halaman.
d) Discussion
Mengatur setting komentar, apakah komentar pengunjung bisa langsung
muncul atau menunggu persetujuan admin.
e) Media
Mengatur ukuran gambar.
f) Permalink
Mengatur format url. Secara default url post wordpress seperti
http://nama.com/?p=xx. Kita bisa menggantinya menjadi
http://nama.com/judul-berita.

B. Install di Cpanel
Proses installnya hampir sama dengan di localhost. Hanya saja di Cpanel terdapat softaculous
dan sejenisnya yang mempermudah kita.

Prosesnya mirip hanya saja kita tidak perlu membuat databasenya, karena sudah otomatis
dibuat oleh softaculous.