Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

PERAN TEKNOLOGI NUKLIR DALAM BERBAGAI


BIDANG

Disusun Oleh:
Letdi Desisandi K W (14306141009)
Ratih Nurul Hidayati (14306141015)
Adita Meisya Kusuma (14306141019)

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Teknologi sudah berkembang sangat pesat dan cepat dalam berbagai bidang. Salah satu
teknologi yang sangat berguna untuk manusia adalah dengan adanya teknologi nuklir. Teknologi
yang melibatkan reaksi inti atom sudah banyak di aplikasikan dalam berbagai hal.
Di Indonesia sendiri sejak tahun 1954 sudah dicetuskan mengenai pengembangan dan
pemanfaatan dari teknologi nuklir. Di Indonesia terdapat Lembaga Pemerintahan non
Kementrian yaitu Badan Tenaga Nuklir Nasional atau BATAN. Lembaga ini mempunyai tugas
seperti melakukan penelitian, pengembangan dari teknologi nuklir. Biasanya orang mengetahui
nuklir hanya digunakan untuk senjata, namun kenyataannya tidak hanya untuk senjata melainkan
dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang industri, energy, kesehatan, dll.
B. Rumusan Masalah
Makalah ini terfokus pada dua permasalahan, yaitu:
1. Apa itui nuklir?
2. Apa saja peran teknlogi nuklir di berbagai bidang?
3. Bagaimana pengaruh penggunaan nuklir terhadap kesehatan dan lingkungan?
C. Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk memahami tentang teknlogi nuklir serta
kelebihan dan kekurangan teknlogi nuklir sebagai energy alternatif.

BAB II

PEMBAHASAN
A. Pengertian
Nuklir adalah enegi yang terjadi akibat pembelahan inti atom dan penggabungan
beberapa inti melalui reaksi fusi yang terjadi di dalam reaktor nuklir. Secara umum, energi nuklir
dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu pembelahan inti atau reaksi fisi dan
penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi.
Jika sebuah inti berat yang ditubuk oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah
menjadi dua inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain hal inilah yang disebut dengan fisi
nuklir. Reaksi fisi uranium menghasilkan neutron selain dua buah inti atom yang lebih ringan.
Neutron ini dapat menumbuk (diserap) kembali oleh intiuranium untuk membuat reaksi fisi
berikutnya. Mekanisme ini terjadi secara berantai dan dalam waktu yang sangat cepat dan
dikendalikan dalam reaktor nuklir. Nah, dariperistiwa inilah terjadinya energi Nuklir.
Dibandingkan dibentuk dalam bentuk bom nuklir, pelepasan energi yang dihasilkan
melalui reaksi fisi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna. Untuk itu, reaksi
berantai yang terjadi dalam reaksi fisi harus dibuat lebih terkendali. Usaha inibisa dilakukan di
dalam sebuah reaktor nuklir. Reaksi berantai terkendali dapatdiusahakan berlangsung di dalam
reaktor yang terjamin keamanannya dan energiyang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk
keperluan yang lebih berguna, misalnyauntuk penelitian dan untuk membangkitkan listrik.reaksi
fisi berantai. Di dalam reaksi fisi yang terkendali, jumlah neutron dibatasi sehingga hanya
satuneutron saja yang akan diserap untuk pembelahan inti berikutnya. Dengan mekanisme ini,
diperoleh reaksi berantai terkendali yang energi yang dihasilkannyadapat dimanfaatkan untuk
keperluan yang berguna.
B. Manfaat Teknologi Nuklir dalam Berbagai Bidang
1. Bidang Energi
Energi nuklir adalah tipe teknologi nuklir yang melibatkan penggunaan tekendali dari
reaksi fisi nuklir untuk melepaskan energi, termasuk propulsi, panas, dan pembangkitan energi
listrik. Energi nuklir diproduksi oleh reaksi nuklir terkendali yang menciptakan panas yang lalu
digunakan untuk memanaskan air, memproduksi uap, dan mengendalikan turbin uap. Turbin ini
digunakan untuk menghasilkan energi listrik dan/atau melakukan pekerjaan mekanis. Saat ini,

energi nuklir menghasilkan sekitar 15,7% listrik yang dihasilkan di seluruh dunia (data tahun
2004) dan digunakan untuk menggerakkan kapal induk,kapal pemecah es, dan kapal selam nuklir
memanfaatkan tenaga nuklir sebagai kebutuhan pembangkit listrik.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). PLTN adalah pembangkit listrik thermal
dengan panas yang di dapat dari satu atau bahkan lebih dari satu reaktor nuklir pembangkit
listrik. Keuntungan dari PLTN ini di antaranya seperti tidak menghasilkan limbah berbahaya
seperti karbon monoksida, mercury, nitrogen oksida, dan gas lainnya. Selain itu tenaga nuklir
juga mampu bertahan lebih lama, menghasilkan tenaga yang lebih besar daripada bbm dan tidak
menyebabkan efek gas emisi rumah kaca. Teknologi nuklir digunakan juga untuk kapal selam
bertenaga nuklir, kapal induk bertenaga nuklir, dan lain sebagainya. Negara maju seperti Jerman,
Cina, Rusia, Jepang, Korea, Inggris, Amerika, dll sudah
2. Bidang Industri
Di bidang industri, teknologi nuklir pun sudah banyak digunakan, misalnya untuk
sterilisasi, pengujian kualitas bahan, konstruksi, dan banyak lagi. Teknologi nuklir manusia dapat
melakukan proses ekspolrasi minyak dan gas, untuk menentukan sifat dari bebatuan yang ada di
sekitar seperti litografi maupun porositas. Tidak hanya itu saja kemampuan dari radiasi energi
nuklir juga dapat membantu perancangan konstruksi jalan, mengukur kelembapan dan
kepadatan. Penggunaanya adalah seperti mengukur kepadatan tanah, aspal, serta beton dengan
menggunakan celsium-137 sebagai sumber nuklirnya.
a) Pemeriksaan tanpa merusak.
Radiasi sinar gamma dapat digunakan untuk memeriksa cacat pada logam atau sambungan
las, yaitu dengan meronsen bahan tersebut. Teknik ini berdasarkan sifat bahwa semakin tebal
bahan yang dilalui radiasi, maka intensitas radiasi yang diteruskan makin berkurang, jadi dari
gambar yang dibuat dapat terlihat apakah logam merata atau ada bagian-bagian yang berongga
didalamnya. Pada bagian yang berongga itu film akan lebih hitam.

b) Mengontrol ketebalan bahan

Ketebalan produk yang berupa lembaran, seperti kertas film atau lempeng logam dapat
dikontrol dengan radiasi. Prinsipnya sama seperti diatas, bahwa intensitas radiasi yang diteruskan
bergantung pada ketebalan bahan yang dilalui. Detektor radiasi dihubungkan dengan alat
penekan. Jika lembaran menjadi lebih tebal, maka intensitas radiasi yang diterima detektor akan
berkurang dan mekanisme alat akan mengatur penekanan lebih kuat sehingga ketebalan dapat
dipertahankan.
c) Pengawetan bahan
Radiasi juga telah banyak digunakan untuk mengawetkan bahan seperti kayu, barangbarang seni dan lain-lain. Radiasi juga dapat menningkatkan mutu tekstil karena inengubah
struktur serat sehingga lebih kuat atau lebih baik mutu penyerapan warnanya. Berbagai jenis
makanan juga dapat diawetkan dengan dosis yang aman sehingga dapat disimpan lebih lama.
Radiasi sinar gamma dapat dilakukan pada pengawetan makanan melalui dua cara:
d) Membasmi mikroorganisme, misalnya pada pengawetan rempah-rempah, seperti merica,
ketumbar, dan kemimiri.
e) Menghambat pertunasan, misalnya untuk pengawetan tanaman yang berkembang biak dengan
pembentukkan tunas, seperti kentang, bawang merah, jahe, dan kunyit.
f) Meningkatkan mutu tekstil, contoh : mengubah struktur serat tekstil dan untuk mempelajari
pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin bekerja
3. Bidang Hidrologi
Dalam bidang hidrologi pemanfaatan teknologi nuklir diantaranya :
a) Untuk menguji kecepatan aliran sungai atau aliran lumpur
Radioisotop ini dapat digunakan untuk mengukur debit air. Biasanya, radioisotop
natrium-24 (Na-24) digunakan dalam bentuk garam NaCl. Dalam penggunaannya, garam ini
dilarutkan ke dalam air atau lumpur yang akan diteliti debitnya. Pada tempat atau jarak
tertentu, intensitas radiasi diperiksa, sehingga rentang waktu yang diperlukan untuk mencapai
jarak tersebut dapat diketahui.
b) Untuk mendeteksi kebocoran pada pipa bawah tanah

Untuk mendeteksi kebocoran pada pipa-pipa yang ditanam di bawah tanah, biasanya
digunakan radioisotop Na-24 dalam bentuk garam NaCl atau Na 2CO3. Radioisotop Na-24 ini
dapat memancarkan sinar gamma yang bisa dideteksi dengan menggunakan alat pencacah
radioaktif Geiger Counter. Untuk mendeteksi kebocoran pada pipa air, garam yang mengandung
radioisotop Na-24 dilarutkan kedalam air. Kemudian, permukaan tanah di atas pipa air diperiksa
dengan Geiger Counter. Intensitas radiasi yang berlebihan menunjukkan adanya kebocoran.
Radioisotop juga dapat digunakan untuk menguji kebocoran sambungan logam pada pembuatan
rangka pesawat.
4. Bidang Kesehatan
Aplikasi pada bidang medis dengan menggunakan teknologi umumnya dapat dibedakan
menjadi dua yaitu diagnosa dan terapi radiasi. Sinar X contohnya yang di gunakan untuk
perawatan bagi pasien yang menderita kanker. Tentu saja hal ini adalah pengembangan dari
teknologi nuklir selama ini oleh para ilmuwan. Selain itu juga dapat untuk pencarian jejak
radioaktif pada tubuh manusia dengan menggunakan Teknesium yang diberikan oleh molekul
organik, serta berbagai aplikasi lainnya.
5. Bidang Biologis
Dalam bidang biologi, radioisotop dapat digunakan untuk mempelajari mekanisme reaksi
fotosintesis. Radioisotop ini, berupa karbon-14 (C-14) atau oksigen-18 (O-18). Keduanya dapat
digunakan untuk mengetahui asal-usul atom oksigen (dari CO 2 atau dari H2O) yang akan
membentuk senyawa glukosa atau oksigen yang dihasilkan pada proses fotosintesis.
6CO2 + 6H2O

C6H12O6 + 6O2

a) Pengukuran Usia Bahan Organik


Radioisotop karbon-14, terbentuk di bagian atas atmosfer dari penembakan atom nitrogen
dengan neutron yang terbentuk oleh radiasi kosmik.Karbon radioaktif tersebut di permukaan
bumi sebagai karbon dioksida dalam udara dan sebagai ion hidrogen karbonat di laut. Oleh
karena itu karbon radioaktif itu menyertai pertumbuhan melalui fotosintesis. Lama kelamaan
terdapat kesetimbangan antara karbon-14 yang diterima dan yang meluruh dalam tumbuhtumbuhan maupun hewan, sehingga mencapai 15,3 dis/menit gram karbon. Keaktifan ini tetap

dalam beberapa ribu tahun. Apabila organisme hidup mati, pengambilan 14C terhenti dan
keaktifan ini berkurang. Oleh karena itu umur bahan yang mengandung karbon dapat
diperkirakan dari pengukuran keaktifan jenisnya dan waktu paruh 14C. ( 12 T = 5.730 tahun).
b)Kegunaan lain radioisotop dalam bidang biologi sebagai berikut

Mempelajari proses penyerapan air serta sirkulasinya di dalam batang tumbuhan.

Mempelajari pengaruh unsur-unsur hara selain unsur-unsur N, P, dan K terhadap


perkembangan tumbuhan.

Memacu mutasi gen tumbuhan dalam upaya mendapatkan bibit unggul.

Mempelajari kesetimbangan dinamis.

Mempelajari reaksi pengeseran.

6.

Bidang Pangan

Dengan dosis radiasi tertentu bakteri dan salmonela yang ada pada produk makanan dan
minuman itu bisa dimatikan, sehingga kondisi makanan tetap segar dan utuh, dan juga tidak ada
efek samping. Irradiasi makanan adalah proses memaparkan makanan dengan radiasi pengion
yang ditujukan untuk menghancurkan mikroorganisme, bakteri, virus, atau serangga yang
diperkirakan berada dalam makanan. Jenis radiasi yang digunakan adalah sinar gamma, sinar X,
dan elektron yang dikeluarkan oleh pemercepat elektron. Aplikasi lainnya yaitu pencegahan
proses pertunasan, penghambat pemasakan buah, peningkatan hasil daging buah, dan
peningkatan rehidrasi. Secara garis besar, irradiasi adalah pemaparan (penyinaran dengan radiasi)
suatu bahan untuk mendapatkan manfaat teknis.
7. Bidang Arkeologi
Menentukan umur fosil dengan C-14. Radioisotop memiliki peran yang masih sulit
digantikan oleh metode lain. Radioisotop berperan dalam menentukan usia sebuah fosil. Usia
sebuah fosil dapat diketahui dari jejak radioisotop karbon-14. Ketika makhluk hidup masih

hidup, kandungan radioisotop karbon-14 dalam keadaan konstan, sama dengan kandungan di
atmosfer bumi yang terjaga konstan karena pengaruh sinar kosmis pada sekitar 14 dpm
( disintegrations per minute) dalam 1 gram karbon. Hal ini dikarenakan makhluk hidup tersebut
masih terlibat dalam siklus karbon di alam. Namun, sejak makhluk hidup itu mati, dia tidak
terlibat lagi ke dalam siklus karbon di alam. Sebagai akibatnya, radioisotop karbon-14 yang
memiliki waktu paro 5730 tahun mengalami peluruhan terus menerus. Usia sebuah fosil dapat
diketahui dari kandungan karbon-14 di dalamnya. Jika kandungan tinggal separonya, maka dapat
diketahui dia telah berusia 5730 tahun
C. Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Nuklir
1. Bagi kesehatan
Dalam dunia kesehatan nuklir bagaikan dua sisi mata uang, karena nuklir memiliki efek
positif dan negatif. Berikut ini adalah berbagai macam efek pisitif dan negatif dari nuklir.

Efek positif
Nuklir bagi dunia kesehatan adalah untuk mendiagnosa penyakit sekaligus sebagai terapi

dari suatu penyakit. Henry Bacquerel adalah seorang penemu radioaktivitas yang membuka
cakrawala nuklir untuk dunia kesehatan. Adapula Wilhelm Rontgen sebagai penemu sinar X
yang saat ini digunakan di dunia kedokteran untuk mengetahui penyakit dari pasien,dan alat ini
saat ini dikenal sebagai Rontgen. Selain itu juga ada Marie Currie yang merupakan penemu dari
radioisotope Radium, sebagai alat untuk pengobatan kanker, yang dikenal sebagai Brakiterapi.
Radioisotop juga untuk mendiagnosa penyakit dengan memanfaatkan instrument yang disebut
Pesawat Gamma Kamera.

Efek negatif
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi dampak negatif dari radiasi nuklir, yaitu seberapa

banyak sinar radiasi mengenai kita, seberapa dekat dengan sumber radiasi tersebut, seberapa
lama terkena sinar radiasi. Dari ketiga faktor tersebut memiliki dampak yang sangat besar bagi
seseorang yang terkena paparan radiasi nuklir secara terus menerus. Radiasi yang sangat tinggi
dapat berakibat fatal terhadap kehidupan manusia. Gejala yang timbul akibat radiasi nuklir yang
sangat tinggi antara lain mual muntah, diare, sakit kepala, demam, pusing, mata berkunangkunanglemah, letih, terjadi kerontokan rambut dan kebotakan, tekanan darah rendah, luka susah

sembuh, selain itu pada embrio atau janin akan berakibat terjadinya keterbelakangan mental atau
cacat, bahkan bias juga berakibat kematian.
Dampak reaktor nuklir yang berkepanjangan biasanya dengan radiasi yang relatif rendah
tetapi secara terus menerus. Adapun dampak dari paparan radiasi nuklir yang berkepanjangan
adalah penuaan dini, gangguan sistem saraf dan reproduksi, serta terjadi mutasi genetika, dan
juga kanker. Berbagai jenis kanker yang terjadi akibat dari radiasi nuklir salah satunya adalah
kanker kulit,kanker darah, kanker kelenjar getah bening, dll.
2. Bagi lingkungan
Ditinjau dari kesediaan bahan bakarnya, energi nuklir masih tersedia banyak dan dapat
digunakan dalam pembangkit listrik untuk beberapa abad mendatang. Penggunaan nuklir pada
operasi normal sangat bersih dan pada kondisi abnormal masih dapat diatasi dengan sistem
pertahanan yang berlapis- lapis, sehingga zat radioaktif dapat dicegah untuk tidak keluar dari
sisem pengukung reaktor mengelu. PLTN tidak mengeluarkan asap atau debu dari hasil
pembakaran lewat cerobong sebagaimana halnya pembangkit listrik tenaga batubara, minyak dan
gas sehingga lebih ramah lingkungan. Selain itu pembangkit listrik dengan tenaga nuklir tidak
ada proses pembakaran unsur karbon sehingga tidak menimbulkan emisi CO 2, SOx, VHC, NOx,
yang menjadi efek rumah kaca dan hujan asam (Ruslan,2003).

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa teknologi nuklir dapat
digunakan sebagai energi alternatif. Hal ini didasari karena beberapa alasan, diantaranya: jumlah
energi nuklir yang melimpah, energi nuklir dapat diperbaharui,kemampuan reaktor nuklir yang
mampu menghasilkan panas yang sangat tinggi untuk mencapai efisiensi optimal dalam
menghasilkan energi listrik. Limbah radioaktif tidak terlalu membahayakan apabila larut dalam
nuklir. Nuklir aman untuk digunakan, dengan sistem pengamanan yang ketat. Selain itu
pembangkit listrik dengan tenaga nuklir tidak menimbulkan emisi CO 2, SOx, VHC, NOx, yang
menjadi efek rumah kaca dan hujan asam. Radiasi nuklir dapat menyebabkan kerusakan sel, dan
berbagai penyakit lainnya. Namun hal ini bisa dikurangi dengan cara menjauhi sumber radiasi
dan mengurangi potensi terkena radiasi nuklir.
B. Saran
Diharapakan kepada para instansi terkait, agar lebih mengoptimalkan sosialisasi tentang
nuklir dan pemanfaatannya. Sehingga opini yang berkembang pada masyarakat tidak hanya
tentang sisi negatif nuklir. Tetapi juga melihat potensi nuklir sebagai pengganti energi fosil yang
semakin lama akan semakin habis. Serta agar masyarakat lebih bijaksana dalam penggunaan
nuklir dan mampu menekan bahayanya.

DAFTAR PUSTAKA
Daton, Goris Seran,dkk.Fisika. Jakarta: Grasindo.2007.
Hari,

Bayu

Sapta.

2009.

Energi

Nuklir,

Pengertian

dan

Pemanfaatannya.

http://netsains.com/2009/04/energi-nuklir-pengertian-dan-pemanfaatannya.

Diakses

tanggal 24 November 2011


Harjanto, Nur Tri. Dampak Lingkungan Pusat Listrik Tenaga Fosil dan Prospek PLTN Sebagai
Sumber Energi Listrik Nasional. Jakarta : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir, 2008.
Kolang, Jhoni. Peluang Energi Terbarukan Indonesia, Pengganti Energi Fosil.
http://vibiznews.com/column/commodity/2011/05/27/peluang-energi-terbarukanindonesia-pengganti-energi-fosil/.2011.
Messmer, Sukatma Maja. Energi. Malang: PPPGT / VEDC.1999.
Nataliani, Ratna.Diversifikasi Energi di Indonesia. http://km.itb.ac.id/site/?p=492.2010.
Parmanto, Eko Madi dan Dimas Irawan. Mengenal PLTN dan Prospeknya di Indonesia. Jakarta :
Batan.2003.
Pusenlis.Devinisi Energi Fosil .www.unhas.ac.id/energikelistrikan/index.php/en/divisi/energifosil.4
November 2011.
Prayugo, Agus. Energi Alternatif.www.linkerlinz.com.2011.
Ruslan, Wahyudi, Eko Purwito Hidayat , Agus Rial dan Muhammad Shiddiq. Mengenal Reaktor
Nuklir dan Manfaatnya. Jakarta : Batan.2003.
Sutrisno, S. Status dan Pengembangan Teknik Nuklir untuk Pengendalian Hama di Indonesia,
Buletin Batan. Nuklir Mengabdi Kemanusiaan. Badan Tenaga Nuklir Nasional.2004.
Unjianto,
Bambang.Kebutuhan
Energi
Indonesia
Meningkat
5-6
%
Per
Tahun.http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/11/30/103052/Kebutuhan
-Energi-Indonesia-Meningkat-5-6-Per-Tahun.2 Desember 2011.