Anda di halaman 1dari 29

TANAMAN SENI, SENI

MENANAM: TERARIUM
Terarium merupakan salah satu cara menanam tanaman yang cukup unik, yaitu
menggunakan media kaca atau plastik yang tembus pandang. tanaman ditanam di dalam
media plastik atau kaca dengan tujuan agar tanaman menciptakan biosfer (lingkungan
kehidupan)nya sendiri, biosfer yang terbentuk akan menjadi unik dan disesuaikan dengan apa
yang diinginkan si penanamnya. Terarium pertama kali diperkenalkan di Inggris, tapi sangat
jarang digunakan, sebetulnya tujuan utamanya adalah untuk menanam tanaman dengan
lahan yang terbatas, selain itu juga terarium digunakan untuk menanam tanaman yang
kemungkinan tidak tumbuh di daerah si penanam. misalnya, kita ingin menanam tanaman
yang biasa tumbuh di padang pasir, dengan menggunakan terarium, kita bisa menciptakan
biosfer yang sesuai dengan padang pasir di dalam wadah yang kita gunakan, dengan kata
lain, seperti laboratorium mini.
Ada dua jenis terarium, terarium terbuka dan terarium tertutup, terarium terbuka biasanya
digunakan sebagai media pembuatan taman mini, atau tanaman hias, dengan nilai-nilai
artistik yang dibuat sedemikian rupa, sedangkan yang tertutup digunakan biasanya untuk
menanam tanaman yang sulit ditanam pada daerah itu. intinya kita bisa menanam apa saja
di dalam terarium dengan menyesuaikan segala kondisi yang dibutuhkan untuk menanam
tanaman yang diinginkan. Penanaman jenis ini insya Allah bisa menjadi salah satu jenis
pembudidayaan tanaman yang cukup unik dan bermanfaat.
Biaya pembuatannya relatif murah dan caranya pun tidak terlalu sulit, sehingga setiap orang
bisa mencobanya dan mempraktekkannya. berikut tutorial singkatnya saya tuliskan.
A. Alat dan bahan (www.eocommunity.com):
1. Kayu untuk mengorek tanah
2. Sumpit untuk menjepit tanaman
3. Tisu yang sudah dililit pada sebatang kayu kecil, dan diberi alkohol 70%
4. Sedotan untuk meniup kotoran di dinding wadah
5. Corong untuk memasukkan media tanam
6. Sendok plastik untuk meratakan media tanam
7. Kuas untuk membersihkan tanaman yang terkena media tanam
8. Sekop kecil untuk menuang media tanam dan batu hias
9. Gunting
10. Semprotan air berujung lancip (jangan pilih yang spray, karena akan merusak tanaman)
11. Media tanam: arang (potong kecil-kecil), moss (disemprot air dulu), kompos (yang sudah
steril), zeolit
12. Batu hias warna warni
B. Cara pembuatan (http://dialerbisnis.blogspot.com):
* Cuci media kaca dengan air panas dan bersabun. Bilas media kaca lalu keringkan.
* Buat lapisan batu atau pasir atau media lainnya di bagian bawah dengan tebal kira-kira 2-3
cm.

* Tambahkan arang dengan ketebalan 1-2 cm.


* Dengan sendok ataupun skop mini, tambahkan lapisan media seperti tanah humus setebal
5-8 cm. Buat sedikit gundukan untuk memperindah. Jika Anda menggunakan akurium, Anda
dapat meninggikan gundukan di salah satu sisi sebagai latar belakang.
* Gali lubang kecil pada lapisan tanah tersebut untuk akar tanaman
* Ambil tanaman yang cocok, lalu bersihkan bagian akarnya dari sisa-sisa tanah. Potong daun
yang rusak. Letakkan tanaman pada lubang kecil yang telah digali dan tutupi akarnya dengan
tanah.
* Jika Anda menggunakan akuarium atau kotak kaca yang lebih besar, Anda dapat
meletakkan beberapa tanaman dalam satu terarium tersebut. Letakkan tanaman yang lebih
besar di bagian belakang.
* Basahi tanah, namun jangan menyiram secara berlebihan. Cukup basahi hingga tanah
menjadi lembab.
* Anda dapat mempercantik terarium tersebut dengan menambahkan batu, miniatur taman,
bahkan binatang kecil.
* Letakkan terarium Anda pada lokasi yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Terarium Kebun mini dalam wadah kaca [Bagian 2]


0 Comments
352 days ago / Admin

Artikel ini adalah bagian kedua dari postingan Terarium Part I Bila ingin membaca artikel sebelumnya, silakan KESINI
Terarium adalah cara menanam tanaman di dalam wadah tembus pandang atau kaca. Seperti halnya akuarium yang
berfungsi memamerkan keindahan beragam ikan, terarium juga memajang satu atau lebih tanaman cantik yang disusun
indah di dalamnya.
Terarium atau sering pula disebut vivarium, menggunakan media tanam dan tanaman jenis khusus yang mampu
bertahan hidup dengan baik didalam ruangan meskipun dengan kondisi minimum air dan cahaya matahari.
Bila Anda tertarik untuk mencoba membuat Terarium sendiri, ikuti panduan singkat membuat terarium dibawah ini.
Selain bisa dinikmati untuk pribadi, ternyata Terarium juga cocok untuk souvenir dan dapat sebagai inspirasi bisnis yang
menguntungkan.

Tips

Penyiraman secukupnya dengan menyemprotkan di sekililing tanaman atau kaca, jangan pada tanaman
langsung, gunakan sprayer dengan pancaran air fokus jangan yang menyebar

Penyinaran cukup dengan sinar matahari pagi, jika sudah terik letakkan tanaman ditempat yang teduh/teras
rumah

Yok, kita coba membuat terarium sendiri;


Alat & Bahan:
1. Kayu untuk mengorek tanah
2. Sumpit untuk menjepit tanaman
3. Tisu yang sudah dililit pada sebatang kayu kecil, dan diberi alkohol 70%
4. Sedotan untuk meniup kotoran di dinding wadah
5. Corong untuk memasukkan media tanam
6. Sendok plastik untuk meratakan media tanam
7. Kuas untuk membersihkan tanaman yang terkena media tanam
8. Sekop kecil untuk menuang media tanam dan batu hias
9. Gunting
10. Semprotan air berujung lancip (jangan pilih yang spray, karena akan merusak tanaman)
11. Media tanam: arang (potong kecil-kecil), moss (disemprot air dulu), kompos (yang sudah steril), zeolit
12. Batu hias warna warni

Proses Pembuatan
1. Siapkan wadah kaca favorit Anda, semakin unik bentuknya akan semakin baik. Bersihkan dulu dengan alkohol
sebelum mulai.
2. Masukkan arang ke bagian dasar wadah kaca, lalu moss, dan terakhir kompos.

3. Masukkan tanaman yang sudah Anda pilih satu persatu. Bila terlalu panjang, potong hingga ukurannya proporsional
dengan tempatnya dan tempatkan setelah dicuci bersih.

4. Bersihkan pinggiran wadah kaca dengan kuas, terutama kotoran yang suka menempel di bagian pinggir wadah.

5. Agar terlihat lebih artistik, masukkan Zeolit dengan menggunakan corong di bagian tertentu permukaan tanahnya.

6. Tambahkan batu hias berukuran kecil dan beraneka bentuk. Bila suka, bisa pula ditambahkan lumut untuk
memberikan efek lebih natural.

7. Jika ada kotoran yang menempel pada tanaman, dapat dibersihkan dengan cara ditiup dengan sedotan atau dengan
kuas.

8. Semprot kaca dengan air hingga zeolit basah dan berubah warna. Cara ini juga dimaksud untuk menyiram tanaman
dan memberikan kelembapan di ruangan wadah tanaman.

9. Terarium Anda siap untuk dipajang ditempat kesukaan Anda.

Beberapa contoh hasil Terarium lainnya:

Ungkapan wow, takjub, penasaran dan tertarik sering dijumpai saat melihat display seperti diatas ada
dalam sebuah ruangan ataupun dalam taman indoor, yap itulah terrarium. Di Indonesia, terrariu belum di
komersilkan sebagai produk unggulan dan merupakan sebuah inovasi yang patut dicoba untuk hobi di
setiap rumah anda. Penasaran ingin membuatnya? kali ini terrarium indonesia akan mengupas dan
berbagi tips membuat terrarium yang baik. Bagi anda yang hanya ingin order untuk exclusive display di
ruangan anda sehingga akan terlihat lebih lux, atau ingin memesan souvenir mini terrarium sebagai
kenang kenangan untuk seseorang, souvenir pernikahan, souvenir workshop, seminar ataupun souvenir
khusus kantor. Anda dapat memesan pada Katalog Terrarium Indonesia.
Terarium adalah media atau wadah yang terbuat dari kaca atau plastik transparan berisi tanaman, yang
diperuntukkan bagi beragam kebutuhan, seperti untuk penelitian, metode bercocok tanam maupun
dekorasi. Dapat dikatakan bahwa terarium merupakan biosfer buatan yang paling alami karena fungsi
biologis yang terjadi dalam terarium pun mirip dengan yang terjadi di alam. Sehingga terarium dapat juga
dijadikan laboratorium biologi mini. Terarium akan menampilkan taman miniatur dalam media kaca.
Terarium dapat mensimulasikan kondisi di alam yang sebenarnya dalam media kaca tersebut. Misalnya
terarim dapat mensimulasikan ekosistem gurun, ekosistem padang pasir, ekosistem hutan hujan tropis
maupun lainnya.
Pertama kali terarium diperkenalkan di Inggris. Diawali dengan rumah kaca mini di Kerajaan Inggris dan
kaum bangsawan kemudian terarium menjadi terkenal di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Terarium
yang saat ini tersedia, dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu:

Terarium Udara Terbuka, yaitu terarium dengan bagian atas terbuka atau tidak
tertutup. Untuk membuat miniatur tanaman, media seperti ini yang paling mudah
digunakan dan dirawat. Anda bahkan dapat membuat dekorasi tanaman dalam terarium

jenis ini dalam waktu yang sangat singkat.


Terarium Tertutup, yaitu terarium dengan kondisi tertutup rapat di semua bagian.
Tujuannya untuk membuat biosfer yang unik di dalam terarium tersebut. Terarium ini
yang paling sulit untuk dibuat dan dirawat. Lebih banyak tantangan dalam membuat
terarium jenis ini. Beberapa faktor yang harus menjadi perhatian khusus untuk terarium
tertutup adalah masalah jumlah air dan pencahayaan yang tepat. Terarium jenis ini
biasanya memiliki bagian atas yang kecil untuk meletakkan tanaman dan material
lainnya di dalam terarium. Tentu ini bisa menjadi tantangan tersendiri.

Terarium Binatang, seperti namanya, terarium jenis ini digunakan untuk meletakkan
binatang kecil untuk dipajang. Misalnya kadal, iguana, katak, kura-kura kecil atau ular.
Tujuannya untuk menampilkan tiruan dari dunia fauna yang sebenarnya di alam bebas
dengan memindahkannya ke media kaca yang menarik.

Jenis Tanaman Terarium


Mengingat terarium merupakan media kaca yang ukurannya terbatas dan memiliki biosfer yang unik, maka
pemilihan tanaman yang diletakkan di dalam terarium juga haruslah tepat. Beberapa tanaman yang biasa
digunakan dalam terarium antara lain sukulen, anggrek, lumut dan tanaman hias lainnya. Apakah anda
siap membuat terrarium?
Sisi Komersial Terrarium
Terrarium dapat dikatakan pula sebagai sebuah seni yang dapat mengubah dan menyatukan beberapa
tanaman dan material menjadi sebuah tampilan yang menarik dan unik untuk dipandang. anda bisa
membuat display yang besar dan diperuntukan sebagai hiasan dalam sebuah ruangan, atau anda dapat
pula membuat terrarium hanya sebagai souvenir kecil yang dapat dibawa kemana saja atau bahkan di
tempatkan di meja kerja anda. Berikut ini adalah bermacam macam gambar terrarium yang dapat kami
tapilkan:
Invitro Terrarium
Memadukan teknik Kultur In vitro dan seni terrarium yang digunakan sebagai souvenir gantungan, liontin
dan hiasan kecil lainnya. terlihat lebih menarik dengan media kultur yang bening dan anggrek kecil yang
hidup dalam botol mungil yang tertutup.

Mini Moss Terrarium


Terrarium dengan penggunaan botol mungil yang sama dengan terrarium culture, perbedaannya terletak
pada media yang non aseptis dan penggunaan lumut (Bryophite) untuk sentuhan miniatur dan ekosistem
hutan. Terlihat menarik sebagai souvenir gantungan, atau liontin.

Terrarium Souvenir
Terrarium terbuka atau tertutup yang menggunakan tanaman lumut (Bryophite) untuk sentuhan miniatur
dan ekosistem hutan. Terlihat menarik sebagai souvenir gantungan, pajangan di meja kantor atau di meja

tamu.

Exclusive display terrarium


Terrarium dengan ukuran besar dan diperuntukan bagi ruangan publik atau pribadi yang ingin
menambahkan kesan ekosistem alami, nikmat dipandang dan exclusive.

Apa itu terarium?


Terarium adalah sebuah tempat kecil seperti aquarium namun tidak berisi air. Jikapun dibutuhkan air, fungsinya hanya
untuk mengatur kelembapan udara di dalam lingkungan terarium tersebut. Terarium dalam fungsinya sebagai penghias
ruangan, dapat diisi dengan tanaman atau bisa pula sebagai miniatur habitat untuk binatang peliharaan tertentu. Nah,
kali ini kita akan melihat terarium dalam fungsinya sebagai biosfer buatan yang dapat digunakan untuk dekorasi
ruangan dirumah kita.
Keindahan terarium kini semakin mengundang para peminat terutama bagi mereka yang rumahnya tidak memiliki lahan
yang cukup untuk merawat tanaman, maka terarium menjadi pilihan pas untuk itu. Kehadiran terarium baik di dalam
rumah, perkantoran, maupun di galeri memberikan suasana yang sangat sensasional.
Eksekutif muda yang tinggal di apartemen atau terlalu sibuk untuk berkebun, sekarang banyak yang memilih terarium
sebagai penyeimbang kehidupan mereka. Banyak kabar pula, bahwa selain sebagai penghias ruangan, terarium
dipercaya mampu menyerap polusi asap rokok, kloroform, benzene, formaldehida, xylene, dan trichloro etelen. Jenisjenis polutan tersebut adalah faktor penyebab Sick building Syndrome, dan terarium dapat mereduksi timbulnya faktor
tersebut.

Jenis Tanaman Terarium


Tergantung dengan ukuran media yang akan Anda gunakan, berikut ini beberapa jenis tanaman yang bisa digunakan
dalam terarium antara lain:
[twocol_one_first]
1. Anthurium crystallinum (Kuping Gajah)
Memiliki daun berwarna hijau pekat, ukurannya lebar dan memiliki urat daun berwarna perak yang kontras dengan
warna dasar daun.

[/twocol_one_first][twocol_one_last]

[/twocol_one_last]

[twocol_one_first] 2. Cryptanthus bivittatus


Tanaman ini memiliki bentuk seperti bintang, daun-daunnya tumbuh mengarah kesamping atau horizontal, kaku dan
memiliki warna yang beragam seperti merah, pink, coklat, dan hijau. [/twocol_one_first][twocol_one_last]

[/twocol_one_last]
[twocol_one_first] 3. Sanseviera
Tanaman ini memiliki bentuk daun yang melingkar dalam bentuk roset. Daunnya tebal dan kaku, berwarna hijau tua dan
hijau belang putih. Bentuknya ada yang pendek atau panjang seperti pedang. [/twocol_one_first][twocol_one_last]

[/twocol_one_last]
[twocol_one_first] 4. Scindapsus aureus (sirih-sirihan)
Tanaman merambat ini memiliki daun berbentuk hati. Dikenal terdapat tiga jenis yaitu berwarna dasar hijau, putih krem
dan kuning. [/twocol_one_first][twocol_one_last]

[/twocol_one_last]
[twocol_one_first] 5. Hedera Helix (Ivy)
Tanaman merambat ini memiliki bentuk daun yang menarik, berukuran kecil dan berwarna hijau dan putih.
[/twocol_one_first][twocol_one_last]

[/twocol_one_last]
[twocol_one_first] 6. Pakis
Beberapa macam pakis dapat digunakan sebagai tanaman terrarium karena lingkungan hidupnya menyukai kondisi
lembab. Tanaman ini cocok digunakan untuk terrarium jenis tertutup. [/twocol_one_first][twocol_one_last]

[/twocol_one_last]
[twocol_one_first] 7. Kaktus
Kaktus menyukai kondisi yang kering dan tidak lembab, oleh karena itu tanaman ini cocok ditempatkan pada terrarium
jenis terbuka dengan mulut kaca yang lebih lebar untuk mengurangi kelembaban dalam wadah. Penyiramannya pun
lebih sedikit dibandingkan dengan tanaman lain, sehingga tanaman ini tidak bisa sembarangan ditanam bersama jenis
tanaman lain yang membutuhkan air lebih banyak. Biasanya kaktus ditanam dengan jenis kaktus juga.
[/twocol_one_first][twocol_one_last]

[/twocol_one_last]
[twocol_one_first] 8. Syngonium
Tanaman ini memiliki daun berbentuk panah. Terdapat beragam jenis dengan warna berbeda seperti pink, putih, hijau,
dan merah tua. [/twocol_one_first][twocol_one_last]

[/twocol_one_last]
[twocol_one_first] 9. Fittonia (mutiara)
Tanaman ini memiliki warna daun yang sangat menarik yaitu warna dasar hijau atau merah dengan urat daun halus
berwarna putih. Termasuk jenis tanaman merambat, namun pertumbuhnya lambat. Tanaman ini menyukai kondisi
media yang lembab. Daun akan cepat layu bila kondisi lingkungan terlalu panas. [/twocol_one_first][twocol_one_last]

[/twocol_one_last]
[twocol_one_first] 10. Philodendron
Tanaman jenis ini memiliki daun yang agak memanjang, berwarna hijau cerah. [/twocol_one_first][twocol_one_last]

[/twocol_one_last]
[twocol_one_first] 11. Peperomia
Peperomia memiliki daun dengan warna yang beragam. Permukaan daun ada yang rata maupun bergelombang. Urat
daunnya jelas [/twocol_one_first][twocol_one_last]

Terarium Cantik dengan Perawatan Minimal


Gaya hidup hijau kian santer didengungkan supaya masyarakat mencintai dan melestarikan
lingkungan. Perwujudannya bisa bermacam-macam, seperti penghijauan, pengelolaan sampah, dan
menggunakan pupuk organik. Masyarakat di perkotaan umumnya memiliki lahan terbatas untuk
menghijaukan lingkungan mereka. Kendati demikian mereka masih punya peluang menyalurkan
aktivitas bertanam. Terariumlah salah satu solusinya.
Terarium merupakan seni budidaya tanaman dalam wadah kaca. Tidak hanya tanaman saja,
keindahan desain pun dapat dinikmati dalam terarium karena tanaman ditata layaknya sebuah
taman mini. Menurut Ir. Anie Kristiani, pemilik Cristata Puri Bunga, tempat pelatihan dan
pembuatan terarium di Kalimalang, Jakarta Timur, pada awalnya terarium dibuat bukan untuk
tujuan komersial. Awalnya pada 1879-an di Inggris terarium hanya untuk penelitian. Namun, lama
kelamaan berkembang menjadi koleksi.
Menurut Anie, di Indonesia terarium sudah ada sejak zaman Belanda. Saat ini saya
memodifikasinya dengan mengubah wadah dan jenis tanamannya, ujar Anie. Wadah yang biasa
digunakan meliputi akuarium berbentuk mangkuk, gelas bening, botol bekas selai atau sirup, hingga
mangkuk bening.
Sedangkan jenis tanamannya dipilih yang tidak memerlukan perawatan intensif dan
pertumbuhannya lambat. Sebagai contoh, kaktus, sansieviera, cryptanthus, dan berbagai jenis
sukulen. Pada prinsipnya, tanaman yang digunakan harus mungil dan tidak terlalu membutuhkan
banyak air, ucap Shanti Savitri yang juga aktif membuat terarium di Cristata Puri Bunga.
Berdasarkan jenis tanamannya, terarium dibedakan menjadi terarium kering (dry) dan terarium
basah (wet). Terarium kering memanfaatkan tanaman kering, seperti kaktus, sedangkan terarium
basah menggunakan tanaman berdaun.
Mudah Dibuat dan Dirawat
Pembuatan terarium cukup mudah, tapi membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi.
Selain itu, suasana hati (mood) yang baik juga mempengaruhi hasil jadi terarium. Kalau sedang
tidak mood, mau dipaksakan membuat pun, hasilnya tidak akan maksimal, papar Shanti.
Media tanam untuk terarium terdiri dari arang kayu, moss, kompos, dan zeolit yang disusun
berturut-turut dari bawah ke atas. Dalam bukunya Terarium: Taman Mungil dalam Wadah Kaca,
Anie menjelaskan masing-masing fungsi media tanam tersebut. Arang kayu berfungsi sebagai
drainase dan penyerap gas-gas beracun dari perakaran sehingga ditempatkan di bagian dasar. Moss,
juga ditempatkan di bagian dasar setelah arang kayu dan bersifat ringan. Lapisan ketiga berupa
kompos yang memperkokoh berdirinya tanaman. Sementara lapisan teratas adalah zeolit sebagai
indikator penyiraman.
Media tanam tersebut dijual dalam satu paket. Dalam satu bungkus media tanam dapat digunakan
untuk satu toples besar berisi tiga tanaman atau untuk tiga gelas kecil masing-masing berisi satu
tanaman, jelas alumnus Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga IPB ini.
Peralatan bikin terarium cukup sederhana, seperti sekop atau garpu kecil untuk menata letak
tanaman, corong untuk memasukkan media tanam, sprayer untuk menyiram, dan kuas untuk
menata zeolit dan mengubah letak aksesori. Saat penanaman, sebaiknya media tanam dalam
keadaan kering agar memudahkan pengaturan desainnya. Hiasan seperti pasir, batu warna warni,
hingga berbagai hiasan plastik dapat ditambahkan di lapisan paling atas media tanam untuk
mempercantik terarium.
Perawatan terarium mudah. Yang terpenting adalah penyiraman, itu pun tidak terlalu sering.
Terarium kering cukup disiram seminggu sekali, sedangkan yang basah seminggu dua kali.
Penyiraman dilakukan dengan menyemprotkan air menggunakan sprayer ke sekeliling dinding wadah
bagian dalam. Usahakan dalam menyiram tanaman jangan kena air, terutama untuk kaktuskaktusan. Kalau tanaman berdaun tidak apa-apa, saran Shanti.
Volume siram secukupnya asalkan zeolit sudah berubah warna dari putih menjadi hijau tua. Jika
penyiraman berlebihan sampai air tergenang, lapisi dinding wadah bagian dalam dengan kertas

koran supaya air terserap. Biasanya itu dialami oleh pemula yang terlalu banyak menyiram atau
beralasan nggak punya sprayer, tambah ibu dari tiga anak ini.
Dinding wadah terarium juga tidak boleh dibiarkan basah. Setelah penyiraman, dinding wadah
bagian dalam dan luar sebaiknya dikeringkan dengan lap kering atau tisu. Hal ini juga berlaku saat
dinding wadah berdebu atau kotor. Terarium sebaiknya diletakkan dekat jendela atau diberi sinar
lampu agar cukup cahaya, tapi jangan biarkan terkena sinar matahari langsung. Sebulan sekali,
terarium dikeluarkan di teras dengan sinar matahari yang cukup selama seminggu agar tanaman
bisa berfotosintesis dan menjaga warna daun agar tidak pudar.
Pemupukan tanaman dilakukan bersamaan penyiraman menggunakan pupuk cair. Menurut Anie,
media tanam terarium sebenarnya sudah mengandung pupuk yang tahan hingga 6 bulan. Setelah
itu, baru diberi pupuk cair. Prinsip dari terarium ini kan agak beda dari tanaman konvensional.
Kalau tanaman konvensional, kita inginkan cepat tinggi, sedangkan ini kalau cepat tumbuhnya kan
repot (merawatnya), urai ibu berusia 50 tahun ini.
Mendukung Go Green
Terarium menjadi salah satu cara mendukung Program Go Green yang beberapa tahun ini
digaungkan. Bahkan, manurut Anie, terarium ini memenuhi prinsip 3R, yaitu reduce, reuse,
dan recycle. Reduce itu kita hemat: mengurangi air, hemat lahan, hemat waktu, dan mengurangi
polusi udara karena itu tanaman, terutama sansieviera. Lalu reuse, untuk wadahnya kita kan bisa
pakai dari bekas toples, bekas botol, yang penting bisa untuk menanam. Lalu yang terakhir recycle,
itu komposnya.
Sekecil apapun, tanaman sangat berperan dalam mengurangi pencemaran udara. Di dalam ruangan
sekalipun, tanaman dibutuhkan untuk mempercantik ruangan dan mengurangi efek radiasi
komputer. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak ikut menanam kan?

Terarium atau Virarium adalah media atau wadah yang terbuat dari kaca atau
plastik transparan berisi tanaman, yang diperuntukkan bagi beragam kebutuhan,
seperti untuk penelitian, metode bercocok tanam maupun dekorasi. Dapat
dikatakan bahwa terarium merupakan biosfer buatan yang paling alami karena
fungsi biologis yang terjadi dalam terarium pun mirip dengan yang terjadi di alam.
Sehingga terarium dapat juga dijadikan laboratorium biologi mini.
Terarium menampilkan taman miniatur dalam media kaca. Terarium dapat
mensimulasikan kondisi di alam yang sebenarnya dalam media kaca tersebut.
Misalnya terarium dapat mensimulasikan ekosistem gurun, ekosistem padang pasir,
ekosistem hutan hujan tropis dan bermacam-macam ekosistem lainnya.
Terarium Pertama kali diperkenalkan di Inggris. Diawali dengan rumah kaca mini
di Kerajaan Inggris dan kaum bangsawan kemudian terarium menjadi terkenal di
seluruh dunia termasuk di Indonesia.
Alat ini terdiri dari sebuah kotak yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi
kurang lebih 40 cm x 30 cm x 25 cm. Dinding belakangnya terbuat dari seng yang
berlubang-lubang. Alas dan tutupnya terbuat dari plastiktembus pandang. Pada
alasnya terdapat sebuah baki plastik. Ada juga model yang tutupnya miring terbuat
dari kaca dan dapat dibongkar pasang.

Terrarium ditemukan secara tidak sengaja oleh NATHANIEL B WARD seorang ahli fisika
kebangsaan inggris yang semula hendak meneliti pertumbuhan serangga dalam keadaan
lembab yang dilakukan dalam tabung terbuat dari gelas , terrarium merupakan media tanam

awalnya terrarium digunakan untuk mengatasi kesulitan dalam membawa sampel tanaman
yang akan diteliti

Keuntungan terrarium adalah dapat digunakan alternatif untuk mengatasi keterbatasan lahan
dan menciptakan seni menanam karena terlihat keindahan dari terrarium