Anda di halaman 1dari 33

Ekspresi Genetik:

Transkripsi & Translasi

Transkripsi:

adalah proses sintesis RNA dengan


menggunakan DNA sebagai cetakan.
Melibatkan enzim RNA polimerase.

Perangkat transkripsi:
satu utas DNA ekson sebagai cetakan,
sedangkan utas DNA pasangannya hanya menjadi
utas pendamping. Urutan basa pada RNA akan
merupakan antipararel (pasangan) dari urutan basa
DNA cetakannya.
enzim RNA polimerase (enzim transkriptase).
Pada E. coli (prokaryot) enzim ini terdiri dari
beberapa subunit protein yaitu subunit holoenzim
dan sub unit pendukung yang masing-masing tdd
beberapa subunit dengan fungsi berbeda-beda
(Tabel 1).
Pada eukaryot dikenal empat polimerase yaitu
tiga RNA polimerase inti (I, II, dan III) dan satu RNA
polimerase organel yang bertanggung jawab
terhadap tranksripsi DNA mitokondria dan kloroplas.
Basa/nukleotida A, U, C, G

Sebelum
membahas
proses
transkripsi sebaiknya dikenali:
Promotor: Titik awal transkripsi,
Kotak 35, Kotak 10,
Terminator

Promotor: merupakan sekuen


basa/nukleotida dimana faktor
sigma mengenalinya sebagai
awal proses transkripsi. Pada E.
coli promotor tdd 40 bp (base
pair = pasang basa) dengan
tiga titik penting yaitu: kotak
35, kotak 10, dan titik awal

Titik awal transkripsi:


Merupakan basa pertama dari
utas DNA yang ditranskripsikan ke
dalam basa RNA.
Mulai dari titik ini ke arah hilir
(ke arah ujung 3/ ujung NH2
/ujung amino) diberi koordinat
positif
Sebaliknya kearah hulu (ke arah
ujung 5/ ujung P /ujung fosfat)
diberi koordinat negatif.

Kotak 35:
Sekuen nukleotida dg titik tengah
kotak berada pada basa yang
berjarak 35 basa ke arah hulu dari
titik awal transkripsi.
Punya fungsi sebagai isyarat
penempelan buat RNA polimerase
pada DNA.
Punya rangkaian konsensus (mirip
untuk seluruh organisme)

Kotak 10 /kotak Pribnow / tata box:


Urutan nukleotida dg titik tengah kotak pada basa
yang berjarak 10 basa ke arah hulu dari titik awal
transkripsi.
Tempat awal RNA polimerase menguraikan pilinan
heliks ganda DNA. Kotak ini mempunyai rangkaian
konsensus 5TATAAT3.
Tersusun dari rangkaian poli AT yang merupakan
basa dengan ikatan hidrogen paling lemah, sehingga
paling mudah dipisahkan.
Pada umumnya antara kotak 35 dengan kotak 10
dipisahkan oleh 16 sampai 18 pasang basa.

Terminator:
Rangkaian nukleotida DNA yang
memberikan isyarat bagi
transkriptase untuk mengakhiri
proses transkripsi.
Biasanya terdapat sekuen ulang
balik yang dipisahkan oleh
sejumlah nukleotida DNA yang
akan mengakibatkan
terbentuknya struktur jepit

Proses transkripsi:
Terdiri dari tiga tahapan:
(a) Inisiasi, (b) sintesis perpanjangan
RNA, (c) akhir transkripsi.

(a) Inisiasi transkripsi:


Proses ini menentukan apakah suatu gen akan
diekspresikan atau tidak, juga menentukan
benar/tidaknya hasil transkripsi.
Proses diawali dengan pengenalan promotor oleh
faktor sigma, dilanjutkan dengan penempelan
enzim inti pada promotor, dan pengudaran pilinan
heliks ganda untuk memulai sintesis RNA.

(b) Sintesis Perpanjangan RNA:


Faktor sigma tidak diperlukan lagi dan akan
terlepas dari holoenzim dan nusA
menggantikannya bergabung dengan inti
transkriptase.
nusA berperan dalam perpanjangan RNA dan
mengenali terminator.
Dalam tahapan ini enzim RNA polimerase
inti melakukan tiga jenis pekerjaan yaitu:
membuka pilinan heliks DNA,
sintesis RNA/penambahan ribonukleotida,

Terminator
dan proses akhir transkripsi:

Terdapat dua jenis terminator


untuk mengakhiri proses
transkripsi:
terminator yang memerlukan
faktor rho
terminator tanpa faktor rho.

Terminator yang memerlukan faktor rho

Mengandung ruas ulang balik dari DNA saja dan


tidak mengandung ruas poliAT sebagai penutupnya.
Jadi pada akhir transkripsi tidak akan ada pasangan
poli AU pada situs hibrid DNA-RNA.
Setelah menemui struktur jepit rambut
transkriptase akan mengakhiri transkripsi, tetapi
DNA, RNA, dan enzim belum dapat terpisah.
Diperlukan jasa faktor rho yaitu protein yang
merupakan subunit transkriptase yang berperan
memisahkan DNA, RNA, dan enzim transkriptase.

Terminator tanpa faktor rho


Disamping adanya ruas ulang balik dari
DNA juga terdapat rangkaian poli AT
pada DNA yang letaknya tepat sesudah
sekuen ulang balik terakhir.
Jadi sesudah proses transkripsi diberi
sinyal berhenti dengan adanya struktur
jepit rambut RNA yang terbentuk ,
kemudian terbentuk untaian poli AU dari
RNA.
Seperti yang telah diutarakan bahwa
pasangan poli AU merupakan pasangan
yang lemah sehingga hibrid DNA - RNA

Pascatranskripsi:
Proses ini banyak terjadi pada eukaryot, meliputi
pemotongan, penambahan, dan modifikasi beberapa
basa pada mRNA tepat sesudah transkripsi terjadi.
Pada prokaryot umumnya mekanisme pasca transkripsi
tidak terjadi sebab sebelum mRNA lepas dari DNA
cetakannya, ribosom langsung menempel pada ujungujung mRNA untuk melakukan proses translasi
Transkrispsi berlangsung ditempat yang sama dengan
translasi.

Pada eukaryot proses transkripsi terpisah


dengan proses translasi. Transkripsi
terjadi dalam membran inti sedangkan
translasi berlangsung di sitoplasma.
Diantara proses transkripsi dan translasi
inilah proses pascatranskripsi terjadi.
Dalam transkripsi eukaryot mula-mula
disintesis pra-mRNA yang disebut dengan
hnRNA (heterogenous nuclear RNA), yang
didalamnya terdapat intron dan ekson.
Intron akan dibuang dalam proses
pascatranslasi.

Proses pascatranskripsi meliputi 3 kegiatan:

1. Pemasangan tudung/topi pada ujung 5.


Dilaksanakan tepat sesudah transkripsi, dilakukan oleh
enzim guanili-transferase, dengan menambahkan
gugus guanosin pada ujung 5 trifosfat, yang
dilanjutkan dengan penambahan gugus metil pada N7
dari nukleotida guanin yang ditambahkan.
2. Penambahan ekor poliadenil (poli A).
Pada ujung 3-OH. Sekitar 200 nukleotida adenin yang
ditambahkan. Fungsi sebenarnya belum diketahui
dengan pasti.
3. Pemenggalan intron.
Dilakukan hampir pada semua hnRNA. Dengan proses
ini mRNA matang akan selalu lebih pendek dari pramRNA atau hnRNA.

TRANSLASI

Translasi adalah: penterjemahan urutan tiga


nukleotida/basa-basa (kodon) mRNA menjadi
runtunan asam amino polipeptida.
Penterjemahan masing-masing kodon
dilakukan terhadap tiga nukleotida/tiga basa
mRNA menjadi asam amino.
Pasca Translasi merupakan tahap akhir dari
proses ekspresi gen

Perangkat translasi:
1. mRNA sebagai pola cetakan dalam sintesis protein.
2. tRNA sebagai pangangkut asam amino.
3. Ribosom: merupakan tempat berlangsungnya translas

1. mRNA sebagai cetakan sintesis


protein:
Setiap jenis kombinasi tiga basa yang
berdampingan pada mRNA mengandung
sandi genetik (kodon) tertentu yang dapat
diterjemahkan menjadi asam amino.
Hanya ruas mRNA yang diapit oleh kodon

Kodon awal umumnya adalah rangkaian tiga


basa AUG; sedangkan kodon akhir adalah UAA,
UAG, dan UGA. Dibagian hulu dari kodon awal
terdapat satu rangkaian nukleotida yang
berfungsi sebagai tempat penempelan ribosom
yang disebut dengan situs Shine Dalgarno.
Dalam satu mRNA prokaryot ditemukan lebih
dari satu ruas penyandi protein (mRNA
poligenik) diantara sekuen promotor dan
terminatornya sedangkan pada eukaryot hanya
terdapat satu ruas penyandi protein diantara
sekuen promotor dan terminatornya (mRNA
monogenik).

2. tRNA sbg pangangkut aa:


tRNA berfungsi sebagai pengangkut asam
amino ke dalam kompleks translasi serta
membaca sandi (kodon-kodon) mRNA.
Proses ini terjadi dengan bantuan enzim
sintetase aminoasil-tRNA. Untuk 20
jenis asam amino digunakan 31 jenis tRNA
untuk mengangkut ke dalam kompleks
translasi.

3. Ribosom:
Tempat berlangsungnya translasi.
Komponen penyusun ribosom adalah rRNA dan
protein ribosom yang mampu mengenali mRNA,
rRNA, dan sejumlah enzim dan protein yang
berperanan dalam proses translasi.
Ribosom tdd 2 subunit, yaitu subunit kecil dan
subunit besar. Subunit kecil mengandung sekitar
1/3 massa ribosom dan 2/3 lainnya massa subunit
besar.
Dalam ribosom terdapat satu situs unrtuk mRNA,
dua situs untuk tRNA dan satu situs untuk enzim
transferase peptidil (berperan dalam
merangkaikan satu jenis asam amino dengan asam
amino yang lain).
Sedangkan situs untuk tRNA yaitu situs A dan P,

Tahapan
Translasi:

Pada awalnya ribosom akan


membaca kodon-kodon yang
berdampingan mulai dari kodon awal
(AUG pertama setelah Shine
Dalgarno) sampai ditemukan satu
jenis kodon akhir (UAA, UAG, atau
UGA).
Tahapan translasi tdd:
(i) Pembentukan aminoasil-tRNA;
(ii) Inisiasi atau pengenalan kodon awal;
(iii)Perpanjangan rantai polipeptida; dan
(iv)Penutupan sintesis polipeptida pada

Pembentukan aminoasil-tRNA
Proses ini terjadi dengan bantuan enzim
sintetase aminoasil-tRNA, yang berfungsi
mengaitkan satu jenis asam amino pada satu
jenis tRNA diujung 3 (jadi enzim sintetase
aminoasil-tRNA berfungsi membuat kompleks
aminoasil-tRNA) dan membawanya ke kompleks
translasi.
Kegiatan pembentukan aminoasil-tRNA tdd dua
tahapan.
(1) pengaktifan asam amino dengan hidrolisis satu
ATP sebagai sumber energi membentuk
aminoasil-AMP,
(2) Mereaksikan asam amino berenergi tinggi
terhadap tRNA membentuk aminoasil-tRNA.

Inisiasi/pengenalan start kodon

Terjadi dalam tiga tahapan yaitu:


1. Penempelan mRNA pada subunit kecil
ribosom dengan cara pengenalan situs
Shine Dalgarno oleh rRNA 16S;
2. Penempelan tRNA inisiator pada situs P
subunit kecil ribosom; dan
3. Subunit besar ribosom dengan kompleks
subunit ribosom-tRNA-mRNA, membentuk
ribosom sempurna yang siap membaca
kodon-kodon mRNA

Perpanjangan rantai polipeptida;


Pada proses ini terlibat sejumlah protein
yang disebut dengan faktor perpanjangan
(elongation factor), enzim transferase
peptidil, serta GTP.
Penutupan sintesis polipeptida pada
kodon akhir (akhir proses translasi):
Pada saat ribosom menemui salah satu
dari kodon akhir UAA, UAG atau UGA,
proses perpanjangan rantai
polopeptida/asam amino akan berakhir,
dan kompleks ribosom tRNA-mRNA-

Pascatranslasi
: Rangkaian asam-amino/polipeptida sebelum

mencapai bentuk akhir protein mengalami


proses pascatranslasi dengan dua tujuan yaitu:
(1) berhubungan dengan proses pelipatan dan
kestabilan struktur akhir protein dan
(2) berhubungan dengan proses transpor dan
pengaktifan enzim dan protein lainnya.
Dalam proses pascatranslasi terjadi dua jenis
modifikasi yaitu
(1) modifikasi rantai utama polipeptida
(2) modifikasi percabangannya

Modifikasi asam amino:

Terdapat 20 asam amino yang dikenal dalam sandi genetik, yang


berasal dari penerjemahan kodon.
Tetapi dari analisis nyata protein terdapat sekitar 100 jenis asam
amino selain yang 20 itu, yang tidak dikenal oleh ribosom dalam
translasi.
Dipercayai ini merupakan modifikasi kovalen dari keduapuluh asam
amino setelah proses translasi.
Perubahan sederhana banyak ditemukan pada berbagai asam
amino terutama pada ujung C dan N seperti asetilasi dan amidasi
asam amino.

Modifikasi asam amino:

Modifikasi asam amino juga banyak berhubungan dengan


regulasi fungsi protein seperti: metilasi, fosforilasi, nukleotidasi,
dan ADP-ribosilasi.
Modifikasi juga terjadi pada pembentukan ikatan silang disulfida
antar protein untuk membentu protein yang lebih stabil.
Modifikasi dengan pemotongan rantai utama: beberapa
protein hasil translasi kadang perlu dipotong dan disambung
kembali dengan protein lain untuk tujuan transportasi protein ke
tempat lain.

29

Sandi Genetik
Merupakan hubungan antara asam
amino/peptida-peptida yang terdapat
dalam rangkaian polipeptida dengan
runtunan kodon yang terdapat pada
mRNA.
Karena rangkaian dibentuk berdasarkan
model DNA pada ruas gen, maka sandi
genetik juga dapat diartikan sebagai
aturan hubungan antara gen dan protein.
Perhatikan tabel berikut:

TERIMA KASIH
ATAS
PERHATIANNYA
Semoga barokah
Dan bermanfaat