Anda di halaman 1dari 9

BENCANA GEOLOGI

Disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah geomorfologi
Dosen

Dr.Ir.H. Bambang Kuncoro, M.T.


Oleh:

Laila Samsia Roathyni

115150009

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA


FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA
2015

Kata Pengantar

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa akhirnya saya bisa menyelesaikan makalah
terkait bencana geologi. Kami berterima kasih atas pihak yang membantu dalam penyelesaian
makalah ini.
Selain itu, kami menyadari banyaknya kekurangan pada makalah ini.

Saya

berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca.
Akhir kata kami mengucapkan terima kasih.

Yogyakarta, November 2015

Penulis

Daftar Isi

Kata Pengantar..........................................................................................................i
Daftar Isi..................................................................................................................ii
Tsunami....................................................................................................................1
Tanah Longsor..........................................................................................................3
Daftar Pustaka..........................................................................................................6

ii

1. Tsunami
Tsunami berasal dari kata dalam bahasa Jepang yang berarti gelombang pelabuhan.
Diwakili dua karakter tsu yang berarti pelabuhan, dan nami yang berarti gelombang.
Di masa lalu tsunami secara umum juga disebut sebagai gelombang pasang, dan oleh
masyarakat ilmuwan disebut gelombang gempa laut.
Tsunami dipicu oleh adanya ganggauan yang menyebabkan terpindahnya sejumlah air dari
posisi keseimbangannya. Gangguan tersebut dapat diakibatkan oleh gempa, longsor,
runtuhnya bongkahan vulkanik, erupsi gunung api bawah laut, dan akibat tumbukan
meteor.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya tsunami:

Struktur Geologi
Gerakan vertical pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun
secara tiba-tiba. Gerakan vertical ini dapat terjadi patahan atau sesar. Gempa bumi
juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke
bawah lempeng benua, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada
di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energy aliran laut, yang ketika
sampai di pantai menjadi gelombang besar yang menyebabkan terjadinya tsunami.
http://duniabaca.com/faktor-penyebab-terjadinya-tsunami.html

Vegetasi
Kekuatan hutan pantai meredam tsunami makin terbukti jika hutan semakin tebal,
misalnya hutan dengan lebar 400 meter dihantam tsunami dengan ketinggian tiga meter
maka jangkauan run up tinggal 57 persen, tinggi genangan setelah melewati hutan
pantai tersisa 18 persen, arus tinggal 24 persen.

Struktur Penghalang
Difraksi adalah transformasi gelombang akibat ada tidaknya bangunan atau struktur
penghalang. Ini terjadi bila gelombang terintangi sehingga dipantulkan kembali. Suatu
bangunan tegak dan padat akan lebih mampu memecah daripada yang miring dan
1

tembus air. Pembangunan tembok laut (breakwater) seperti di Jepang, memang efektif
menghalangi terjangan tsunami.

Bentuk Lahan
Refraksi adalah transformasi gelombang akibat adanya perubahan geometri dasar laut.
Di tempat di mana terjadi penyempitan maka akan terjadi konsentrasi energi, sehingga
tinggi gelombang di tempat itu akan membesar.

Kelandaian pantai
Jarak jangkauan tsunami ke daratan juga sangat ditentukan oleh terjal dan landainya
morfologi pantai, di mana pada pantai terjal tsunami tak akan terlalu jauh mencapai
daratan karena tertahan dan dipantulkan kembali oleh tebing pantai, sementara di
pantai landai tsunami menerjang sampai beberapa kilometer masuk ke daratan. Bila
tsunami menjalar ke pantai maka ia akan mengalami perubahan kecepatan, tinggi dan
arah, suatu proses yang sangat kompleks meliputi shoaling , refraksi, difraksi, dan
lain-lain.
Shoaling adalah proses pembesaran tinggi gelombang karena pendangkalan dasar laut.
Gempa bumi biasanya terjadi di dekat pertemuan lempeng benua dan samudera di laut
dalam, lalu menjalar ke pantai yang lebih dangkal. Aliran ini akan teramplifikasi
ketika mendekati daratan akibat efek shoaling.

Arah gelombang tsunami


Gelombang tsunami yang datang dengan arah tegak lurus dengan pantai tentu akan
menyebabkan tinggi gelombang tsunami lebih tinggi jika dibandingkan tinggi
gelombang tsunami yang datang dengan arah sejajar atau dengan sudut tertentu. Seperti
datang dari arah barat, timur, barat daya ataupun dari arah tenggara.

Efek pemantulan dari pulau lain


Gelombang tsunami yang terjadi tidak langsung berasal dari sumbernya, akan tetapi
terjadi karena akibat adanya pemantulan gelombang dari sekitar pulau yang terkena
dampak gelombang tsunami. Hal ini pernah terjadi di pulau Babi, yang mana pulau
2

tersebut diterjang gelombang tsunami akibat dari pemantulan dari pulau disekitar pulau
Babi.
Sumber: https://geofisika42.wordpress.com/2010/07/02/mengenal-tsunami/

2. Tanah Longsor
Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi
karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya
bebatuan atau gumpalan besar tanah.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Tanah_longsor
Faktor faktor yang mempengaruhi erosi :

Iklim

Faktor utama yang mempengaruhi terjadinya longsor pada daerah beriklim tropis seperti
Indonesia adalah hujan. Hujan yang jatuh pada permukaan tanah akan menyebabkan
terjadinya penghancuran pada agregat tanah yang disebabkan karena adanya daya
penghancuran dan daya urai dari air hujan tersebut. Agregat tanah yang telah hancur
tersebut akan menutup pori pori tanah sehingga jumlah air yang terinfiltrasi lebih
sedikit. Sehingga akan meningkatkan aliran permukaan. Aliran ini akan mengikis dan
mengangkut partikel partikel tanah yang telah hancur. Apabila aliran ini sudah tidak
memiliki energi untuk mengikis maka aliran ini akan membawa partikel tanah yang telah
hancur ke daerah yang lebih datar, sehingga menyebabkan daerah tersebut memiliki
tingkat sedimentasi yang lebih tinggi.

Kemiringan lereng
Erosi akan meningkat apabila lereng semakin curam. Apabila lereng makin curam
maka kecepatan aliran permukaan meningkat sehingga memperbesar energi kinetik
dan meningkatkan kemampuan untuk mengangkut butir butir tanah.

Panjang lereng
3

Erosi akan meningkat apabila lereng semakin panjang. Lereng yang semakin panjang
menyebabkan volume air yang mengalir menjadi semakin besar.

Litologi
Pada umumnya, batuan endapan gunungapi dan batuan sedimen berukuran pasir dan
campuran antara kerikil, pasir, dan lempung kurang kuat. Batuan tersebut akan mudah
menjadi tanah jika mengalami proses pelapukan dan umumnya rentan terhadap tanah
longsor apabila terdapat pada lereng yang terjal

Bentuk Lahan
Tanah longsor banyak terjadi di daerah tata lahan persawahan, perladangan, dan
adanya genangan air di lereng yang terjal. Pada lahan persawahan akarnya kurang
kuat untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lembek dan jenuh
dengan air sehingga mudah terjadi longsor. Sedangkan untuk daerah perladangan
penyebabnya adalah karena akar pohonnya tidak dapat menembus bidang longsoran
yang dalam dan umumnya terjadi di daerah longsoran lama.

Struktur Geologi
Jenis tanah yang kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan
lebih dari 2,5 meter dan sudut lereng > 220. Tanah jenis ini memiliki potensi untuk
terjadinya tanah longsor, terutama bila terjadi hujan. Selain itu, jenis tanah ini sangat
rentan terhadap pergerakan tanah karena menjadi lembek jika terkena air dan pecah
jika udara terlalu panas

Vegetasi (tumbuhan)
Kuantitas vegetasi yang kurang dapat menyebabkan tanah longsor karena tumbuhan
dapat memperkuat tanah

Manusia

Sebaliknya penggundulan hutan di daerah pegunungan merupakan pengaruh yang


jelek karena dapat menyebabkan erosi, banjir dan tanah longsor.

Daftar Pustaka

https://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami (diakses 10 November 2015 21:42)


https://geofisika42.wordpress.com/2010/07/02/mengenal-tsunami/ (diakses 13 Oktober 2015
20:48)
http://duniabaca.com/faktor-penyebab-terjadinya-tsunami.html

(diakses

10

November 2015 21:42)