Anda di halaman 1dari 11

Hubungan Analitik dan Sintetik Bencana Geologi

Tanah Longsor
Dosen Pembimbing

Dr.Ir.H.Bambang Kuncoro,M.T.

Disusun oleh
Fakhrur Novianto

115150018

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA


FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA
2015

Tanah Longsor
Tanah longsor atau landslide adalah perpindahan mendadak sebidang
tanah dalam jumlah besar yang biasanya terjadi pada musim hujan. Keadaan
bisa diperburuk dengan bencana banjir yang biasanya menyusul
kemudian.Proses terjadinya tanah longsor adalah air yang meresap ke dalam
tanah akan menambah bobot tanah.Jika air tersebut menembus sampai
tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi
licin sehingga tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng
dan keluar lereng.Daerah yang mempunyai tebing terial tanpa tumbuhtumbuhan yang menopang tanah (akibat penebangan atau kebakaran hutan)
adalah daerah yang paling rawan akan bencana tanah longsor.

Faktor Penyabab Tanah Longsor

Faktor Analitik
Topograf
Lereng yang curam, semakin curam lereng yang ada maka potensi
terjadinya tanah longsor semakin besar dan akibat yang ditimbulkan juga
lebih besar.Begitu juga sebaliknya.
Litologi (MorfostrukturPasif)
Ukuran butir pelapukan,semakin besar butir pasir/pelapukan yang ada
dalam suatu lahan, maka akan semakin renggang juga lahan/tanah tersebut.
Maka potensi terjadi nyatanah longsor juga semakin besar.
StrukturGeologi
Struktur sesar dan kekar.Apabila suatu lahan berada diatas lempeng
bumi

atau

daerah

lipatan,maka

potensi

terjadi

longsor

semakin

besar.Gunung berapi, karena aktiftas gunung berapi yang ada disekitar


lahan tersebut dapat menyebabkan tanah longsor disekitarnya.

Morfograf
Konfgurasi permukaan bumi,apabila lahan berada di tempat dataran
tinggi atau bukit maka akan berpotensi terjadi tanah longsor. Dan akan
menyebabkan lahan di bawahnya seperti terjadi gempa bumi.
Morfodinamik
Proses terjadinya tanah longsor bermula dari pergerakan massa yang
melewati ketahanannya terhadap beban yang berada diatas atau pada
massa tersebut dan dapat pula terjadi akibat aliran air yang melewati antar
lapisan tanah.

Faktor Sintetik
Iklim
CurahHujan, semakin besar curah hujan yang ada, maka air yang
meresap kedalam tanah akan membuat massa air yang terdapat pada tanah
cepat menjadi jenuh sehingga akan memperkuat potensi terjadinya tanah
longsor.
Tebal Tanah
Tanah yang lebih tebal lebih berpotensi terjadi tana hlongsor daripada tanah
yang lebih tipis.
Penggunaan Lahan
Penimbunan tanah urugan di lereng, kegagalan struktur dinding
penahan tanah,
tanah longsor.
Keadaan air

Penggundulan hutan, itu dapat berpotensi menyebabkan

Kondisi drainase yang tersumbat, akumulasi massa air, erosi dalam,


pelarutan dan tekanan hidrostatika.

Tsunami
Definisi Tsunami
Tsunami (bahasa Jepang: ; tsu = pelabuhan, nami = gelombang,
secara harafah berarti "ombak besar di pelabuhan") adalah perpindahan
badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertical
dengan tiba-tiba.Perubahan permukaan laut tersebut bias disebabkan oleh
gempa bumi yang berpusat di bawahlaut, letusan gunung berapi bawah laut,
longsor bawah laut, atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami
dapat merambat kese gala arah.

Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap


fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat
merambat dengan kecepatan 5001000 km/jam. Setara dengan kecepatan
pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter.
Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang
berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang
tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah
meningkat hingga mencapai puluhan meter.

Kegunaan Peta Geomorfologi


Bersifat Umum: Menekankan pada kegunaan kajian yang bersifat analitik
dan sintetik.
Bersifat Khusus: Berorientasi pada aspek terapan yang bersifat pragmatik.

1. UMUM
Kegunaan peta geomorfologi yang bersifat umum terdiri dari:

Survey analitik

Menyajikan satuan-satuan pemetaan dan informasi geomorfologi yang


meliputi aspek-aspek geomorfologi utama, yaitu morfometri, morfograf,
morfogenesa,

morfokronologi

dll.

Pada

pendekatan

analitik,

satuan

bentuklahan diklasifkasikan berdasarkan genesanya.

Survey sintetik

Merupakan suatu survey multi disiplin yang menyajikan informasi terrain


dalam konteks lingkungan dan hubungannya dengan ekologi bentuk lahan.
Pada pendekatan sintetik, diperoleh empat tingkatan klasifkasi, yaitu terrain,
unit terrain, sistem terrain, dan provinsi terrain.

2. KHUSUS

Survey pragmatic
Merupakan gabungan dari pendekatan analitik dan sintetik.
Pendekatan pragmatic adalah untuk tujuan pemetaan kelerengan, survey
penutup lahan, keterlintasan jalan, pemetaan morfokonservasi, bahaya
banjir, bencana letusan gunug api, gerakan massa, hidromorfologi, dll.

TERAPAN GEOMORFOLOGI
(Verstappen, 1985 dalamSutikno, 1987)
1. Geomorfologi dalam survey dan pemetaan
2. Survey geologi, tanah, hidrologi, dan vegetasi
3. Survey penggunaan lahan, urbanisasi, keteknikan, eksplorasi,
perencanaan pengembangan wilayah
4. Sintesa medan, banjir, kekeringan, gerakan massa, erosi, tsunami dll.

Pendekatan Analitik
Morfografi
Merupakan susunan dari obyek alami yang ada di permukaan bumi.
Hal ini dapat berpengaruh dan dikaitkan terhadap terjadinya suatu tsunami,
karena bentuk bentang alam di dasar laut adalah berbeda-beda, ada yang
landai namun ada pula yang menjulang tinggi seperti pegunungan, dan ada
pula yang menunjam kedalam yang disebut dengan palung. Bentang pantai
juga akan mempengaruhi kekuatan dari tsunami itu sendiri, yaitu :
Bila dataran pantai hanyalah berbentuk pasir, maka saat terjadi
tsunami, pasir-pasir tersebut akan terangkat yang menyebabkan massa dari
tsunami bertambah (walau kecepatannya berkurang) namun hal itu justru
akan membuat efek samping yang ditimbulkan akan semakin parah
dikarenakan selain itu, wilayah pantai berpasir hanyalah berketinggian

rendah yang membuat tsunami bergerak tanpa adanya hambatan dan malah
akan membuat halini (Tsunami) menjadi semakin berbahaya.
Bila dataran pantai bertebing curam dan cukup tinggi, maka energi
dari tsunami dapat tertahan atau paling tidak berkurang. Walaupun bila
tsunami lebih besar dan dapat melewati area tersebut, namun kekuatan dari
massa air telah berkurang dan sebagian dapat terpantul yaitu energy dari
tsunami menuju kearah yang berlawanan

Morfometri
Adalah aspek kuantitatif dari suatu bentuk lahan antara lain panjang
lereng,ketinggian,beda tinggi,dll.
Morfogenesa/Geologi (litologi, startigrafi, strukturgeologi)
Asal-usul pembentukan dan perkembangan bentuk lahan serta prosesproses yang terjadi, yaitu:
Gempa Bumi
Adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat
pelepasan energy dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang
seismik. Namun tidak semua gempa dapat menyebabkan terjadinya tsunami,
faktor yang menyebabkan tsunami ini adalah bila titik episenter dari gempa
berada di dasarlaut, bias disebabkan oleh tanah longsor, pergeseran
lempeng tektonik, aktivitas vulkanik, maupun gangguan dari luar alam.
Gerak Vertikal Kerak Bumi (Morfostruktur Aktif)
Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar yang
kemudian menyebabkan terjadinya gempa. Gempa bumi juga banyak terjadi
di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menyusup kebawah lempeng

benua. Dan ditentukan apakah membentuk sesar naik, sesar turun,


konvergen, atau divergen.
Aktivitas Vulkanik (Morfostruktur Aktif)
Vulkanisme adalah peristiwa yang berkaitan dengan proses keluarnya
magma dari dalam bumi menuju permukaan bumi. Aktivitas vulkanik yang
dapat

menimbulkan

tsunami

adalah

apabila

letusan

berskala

besar

kemudian terjadi ditengah lautan atau di dasar laut.

Longsoran (Morfodinamik)
Adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan massa
batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan
atau gumpalan besar tanah. Yang haruslah pula terjadi di dasar permukaan
laut dengan volume massa batuan yang sangat banyak untuk dapat
menyebabkannya

terjadi.

Maka

dari

itu,

peristiwa

ini

jarang

dapat

menimbulkan tsunami.

Morfokronologi
Merupakan

urutan/hubungan

aneka

ragam

bentuk

lahan

dan

prosesnya sebahgai hasil dari proses geomorfologi dipermukaan bumi.


Morfokonservasi
Hubungan antara bentuk lahan dengan lingkungan. Semisal hubungan
antara lempeng tektonik dengan bentuk bentang alam bawah permukaan
laut (Strukturgeologi, batuan).

Pendekatan Sintetik
Faktor Manusia
Tsunami dapat terjadi karena faktor manusia yaitu seperti
penambangan pasir yang berlebihan, sehingga dasar permukaan laut
semakin menipis dan dapat menimbulkan amblesan bila tanpa pengukuran
yang teliti terhadap kondisi geografs. Kemudian percobaan bom nuklir di
laut lepas, dapat pula menimbulkan perubahan struktur geologi dan
menyebabkan perubahan massa air laut,dan pengambilan karang secara
berlebihan.
Faktor Lokasi Lahan
Lokasi dimana kita berada dapat menjadi salah satu faktor mengapa
tsunami

dapat

pergeseran

terjadi,

lempeng

apabila

atau

lokasi

aktivitas

kita

berdekatan

vulkanik,maka

akan

dengan

garis

lebih

besar

dampaknya.
Faktor Massa Air
Banyak sedikitnya massa air di atas lokasi terjadinya patahan ataupun
kejadian geologi lainnya sangat mempengaruhi terhadap besar-kecilnya
gelombang yang ditimbulkan.

Faktor Iklim
Tsunami dapat terjadi karena kondisi meteorologis, seperti badai tropis,
dapat menyebabkan gelombang badai yang disebut sebagai meteor tsunami
yang ketinggiannya beberapa meter di atas gelombang laut normal. Ketika
badai ini mencapai daratan, bentuknya bias menyerupai tsunami, meski
sebenarnya bukan tsunami. Gelombangnya bias menggenangi daratan.
Faktor Luar Bumi
Aktivitas yang berasal dari luar bumi dapat menjadi salah satu
penyebab terjadinya tsunami.Contohnya,meteor yang mencapai permukaan
kulit bumi pada lautan akan menyebabkan gangguan pada keseimbangan
permukaan air,sehingga massa air akan tersebar
ke arah yang berlawanan dari lokasi jatuhnya meteor.

Faktor Vegetasi
Faktor vegetasi berhubungan dengan pengaruh tanaman sekitar lokasi
bencana geologi terhadap dampak yang dihasilkan.Contoh,apabila terdapat
tanaman mangrove didaerah pantai akan sangat berguna untuk mengurangi
kerusakan yang dihasilkan oleh gelombang tsunami tersebut.

Daftar Pustaka

Dudley, Walter C. & Lee, Min (1988: 1st edition) Tsunami! ISBN 0-8248-

1125-9
abelard.org. tsunamis: tsunamis travel fast but not at infnite speed.
Dosen UPNVYK. ModulPraktikumGeomorfologi. 2014. Hal. 85-91
Lambourne, Helen (March 27 2005). "Tsunami: Anatomy of a disaster".
KuncoroBambang. (Power Point) GeomorfologiTerapan 2. Yogyakarta.

UPN Veteran.
https://harytami3.wordpress.com/2009/03/05/tsunami-penyebab-dan-

akibatnya/ (Diakses 5 Nov. 2015)


http://aldokuncoro.blogspot.co.id/2010/06/tsunami.html (Diakses 5
Nov. 2015)

Hartuti,Evie Rine.2009.Buku Pintar Gempa.Yogyakarta:Diva


Press