Anda di halaman 1dari 3

Akuntansi Modal Bank

Pengertian akuntansi modal bank adalah hak pemilik bank kepada bank yang
bersangkutan, yang merupakan modal awal pada saat pendirian bank yang jumlahnya telah
ditetapkan dalam suatu ketentuan atau pendirian bank.Komponen modal bank yaitu terdiri dari
modal saham yang ditempatkan dan disetor, modal sumbangan, laba ditahan dengan tujuan laba
ditahan tanpa tujuan, penilaian kembali aktiva tetap dan modal sumbangan (modal donasi).
Klasifikasi modal bank secara umum menurut George Hempel pada hakekatnya ada tiga
kelompok yaitu:

Subordinated debt , yaitu utang kepada pihak lain yang pelunasan nya hanya dapat
dilakukan setelah terpenuhinya kewajiban pembayaran kepada kreditur lainnya misalnya
penitip dana. Subordinated debt biasanya berbunga, bank akan membayar bunga tertentu
di masa mendatang

Preferred stock, yaitu sejumlah dana tertentu yang ditanamkan oleh pemilik saham yang
kewajiban untuk membayar dividen dalam jumlah tertentu hanya dapat dilakukan setelah
terpenuhinya pembayaran kepada penitip dana ( deposan )

Common stock, yaitu modal dasar yang dimiliki oleh suatu bank yang biasanya terdiri
dari dana saham, harga saham diatas pari,cadangan modal dan laba ditahan.

Klasifikasi modal bank menurut otoritas moneter adalah:

First tier capital yaitu modal utama yang tertanam di bank tersebut

Second tier capital yaitu sejumlah dana modal yang bukan bersumber dari
pemilik/pemegang saham bank tersebut.

Fungsi modal bank

1. Untuk melindungi deposan dengan menangkal semua kerugian usaha perbankan sebagai akibat
salah satu atau kombinasi risiko usaha perbankan misalnya terjadinya insolvency dan likuidasi
bank. Perlindungan terutama untuk dana yang tidak dijamin oleh pemerintah.
2. Untuk menigkatkan kepercayaan masyarakat berkenaan dengan kemampuan bank untuk
memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo dan memberikan keyakinan mengenai kelanjutan
operasi bank meskipun terjadi kerugian
3.

Untuk membiayai kebutuhan aktiva tetap seperti gedung, peralatan dan sebagainya

4.

Untuk memenuhi regulasi permodalan yang sehat menurut otoritas moneter


Prinsip dasar manajemen modal bank
Prinsip manajemen modal akan tercermin dari langkah-langkah dalam memperhitungkan
kebutuhan modal yang memadai, yaitu :
1. Menyusun Rencana Keuangan Secara Menyeluruh
Dalam penetuan modal bank perlu perencanaan menyeluruh terhadap aspek keuangan bank.
Proses perencanaan tersebut dimulai dari analisis kinerja bank yang bersangkutan. Kekuatan,
kelemahan, peluang dan tantangan perlu menjadi pertimbangan manajemen bank. Dalam hal ini
bank perlu mengidentifikasikan variable-variabel pokok yang dianggap sangat vital dalam
operasional bank. Variabel vital tersebut umumnya berupa perkiraan penghimpunan dana pihak
ketiga yang dapat dihimpun dari masyarakat misalnya tabungan, giro, deposito, dan kewajiban
segera lainnya.Variabel lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas sumber daya
manusia yang akan menggerakkan bank. Kemampuan sumber daya manusia di bank tersebut
perlu dipersiapkan.
2. Modal bank yang optimal atau memadai
Penentuan modal bank yang memadai adalah pekerjaan yang tidak mudah. Dalam perspektif
teori keuangan, posisi modal bank itu bias dilihat dari posisi leverage nya. Hal ini bias dipahami
karena karakteristik unik bank itu sangat gearing atau mempunyai leverage yang sangat tinggi
atau modal relatif kecil, yang tercermin dari rasio utang terhadap modal. Dalam pandangan ilmu
keuangan semakin tinggi utang semakin baik untuk nilai perusahaan, namun pada titik tertentu
akan menimbulkan biaya kebangkrutan. Oleh karena itu posisi modal yang optimal diperlukan.

3. Pemenuhan modal dari internal bank


Dengan terpenuhinya modal dari internal maka menunjukkan bank tersebut mampu tumbuh
dengan kekuatan sendiri yaitu dari sisa laba bank. Untuk mempertinggi laba bank diperlukan
financial leverage. Financial leverage adalah variabel untuk mengukur kemampuan manajemen
bank dalam mengelola aktivanya. Rasio yang digunakan adalah leverage multiplier yaitu
perbandingan antara total aktiva dengan total modal bank.